It is currently Wed Apr 16, 2014 2:18 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 7 posts ] 
Author Message
 Post subject: Batasan umur tabung scuba untuk air-fill di Sea Pearl DC
PostPosted: Fri Dec 10, 2010 5:29 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 780
Location: Jakarta
Dear All Kawan-Kawan se-gelembung,

Mulai 1 Januari 2011 dan selanjutnya, umur tabung yang di perbolehkan untuk di isi di Sea Pearl DC, akan di batasi menjadi 12-13 tahun dari tanggal pembuatan tabung.

Maka pada 1 Januari 2011, semua tabung tertera : 1997 atau lebih tua akan di tolak. Minimal 1998

Maka pada 1 Januari 2012, semua tabung tertera : 1998 atau lebih tua, akan di tolak. Minimal 1999

Untuk 2013 dan selanjutnya, kita pelajari nanti.

Saat ini dan sampai 31 Desember 2010, Sea Pearl DC masih terima tabung 1996 dan ke atas.
1995 dan kebawah adalah tahun terakhir Luxfer UK membuat tabung alumunium dengan alloy 6351 yang punya kelemahan Sustained Load Cracking ( SLC ), sebelum di upgrade ke alloy 6061 yang di pakai sampai hari ini. Sudah lama ini Sea Pearl DC tidak terima tabung tahun 1995 dan kebawah.

Walaupun alloy 6061 belum lah ada indikasi kelemahan SLC, tetapi sebuah tabung yang di cycling 207-30 BAR punya batas umur tertentu dan "tertentu" ini bisa di deteksi oleh hydro per 5 tahun ( cari expansion berlebihan saat di tekan 5,000 psi ) , visual inspection per 1 tahun ( cari retak rambut dan korosi berlebihan) dan yang paling terakhir dan mengerikan adalah kegagalan tabung nya sendiri saat di pakai atau di isi. Dalam scenario sempurna memang umur tabung alloy 6061 saat ini di targetkan minimal 20 tahun dan 100,000 cycle, sesuai dengan test di lakukan oleh produsen.


Scenario sempurna Ini tidak taking into account , jika :

01. Cacat di bahan alumunium nya ( stock bar ) saat di produksi

02. Tekanan berlebihan dari air-fill station yang akurasi meter nya sudah drift. 3-5% adalah akurasi tipikal presure gauge tipe capillary yang terpasang di kompressor. Jika 3-5% ini di sisi positive, +-100-150 psi /10BAR extra bisa terjadi.

03. Tekanan berlebihan dari air-fill station yang final safety valve nya tidak kerap di "lock down" di 3000 psi / 207 psi dan/atau operator lalai. Semua compressor Bauer menggunakan adjustable safety valve yang jika di kablibrasi baik akan mentok maksimal di 225 BAR atau 3,300 psi, tetapi harus lah di ajdust pada 3,000 psi/207 BAR secara manual.

04. Tekanan berlebihan dari hasil di jemur nya tabung di terik matahari, extra 100 psi mudah dapat disini, apalagi jika warna tabung gelap.

05. Diver kehabisan udara dan air masuk ke tabung. Ini sering terjadi. Hasilnya adalah korosi di leher tabung antara alumunium dan bahan katup chromed brass.
Cuma perlu sekian bulan untuk korosi seperti ini dan cukup air laut nya dan tergantung posisi peletakan tabung.....akan buat katup seperti "kena las" di drat tabung. Jika pun katup bisa di buka, cacat umum nya terjadi di drat alumunium.
Ulir drat yang "rounded" di leher tabung karena korosi, akan di anggap tidak layak pakai.
Ini dari Luxfer Guideline :
"CONDEMN all 3100 to 3300 psig cylinders that have less than NINE continuous full threads without imperfection, counting from the top."

06. Praktek bahwa 3,100 psi saat panas akan mendapatkan 3,000psi / 207 BAR saat sejuk, maka isilah tabung pada 3,100 psi, bukan lah praktek yang boleh dilakukan. Rating working pressure tabung adalah 3,000 psi, yah 3,000 psi adalah maksimal nya pada suhu tersebut. Mari cari praktek yang lebih aman.

07. Pengisian tabung dengan compressor yang media filter nya tidak terawat baik dan hasilnya udara sangat basah. Tidak perlu air laut untuk merusak drat di leher tabung. Air tawar juga bisa membuat aluminum "berkarat" karena katup yang terbuat chromed brass memiliki pangkat galvanic yang lebih tinggi dari aluminum dan dengan ada nya cairan ( air ) sebagai electrolyte , akan terjadi galvanic corrosion.


Semua di atas hanya bicara wear & tear dari user, kecuali no 1.

Alloy 6061 juga bukan bahan sempurna, user neglect akan juga hasilkan kerusakan.
Lihat paragraph terakhir di halaman 1 mengenai alloy 6061 :
http://shippai.jst.go.jp/en/Detail?fn=2&id=CB1011002

Mungkin ini kasus pertama alloy 6061 meleduk. Tahun berapa tabung yang makan korban 2 turis ini belum ada data nya, tetapi ini terjadi tahun ini dan 2010.
Maka kemungkinan besar tabung ini sudah tipe alloy 6061. Jangan heran soal kecelakaan. Tidak ada produk manusia yang sempurna dalam real-world use.
Bisa ini terjadi karena perawatan buruk dan bisa jadi karena memang tabung tersebut defective atau over-abused, entah lah.
http://www.dailytelegraph.com.au/news/b ... 5928664991

Maka dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada semua diver yang menggunakan jasa air-fill di Sea Pearl DC, mohon maaf aturan isi tabung tidak bisa di "permudah". Keselamantan staff saya, jauh lebih berharga daripada apapun.

Untuk juga konsisten dengan aturan sendiri, maka tabung Sea Pearl DC sendiri yang jika nanti nya akan kena batasan umur ini, tidak akan di jual. Akan di potong untuk bahan latihan visual inspection dan sebagian akan di jual sebagai bahan re-cycle ( tetap akan di potong sebelum di jual ).

Safe diving everyone.

Trims
Surya

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Dec 10, 2010 9:30 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1529
Location: Jakarta
thank you mbah SP atas penjelasannya... sangat bermanfaat :D

cheers,
rendra

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Dec 12, 2010 12:27 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 780
Location: Jakarta
Mas Rendra,

Memang dilematis soal tabung. Kita mau nya se aman-aman nya tetapi kita juga tidak mau biaya tinggi.

Mau apapun keyakinan produsen soal hebat nya alloy 6061, umur nya baru 21 tahun bagi tabung yang tertua pun. Keyakinan yang sama produsen miliki saat pertama alloy lemot 6351 di produksi dan lihat apa kenyataan nya? Tidak ada yang mau jadi kelinci percobaan. Lalu logika bicara, tidak ada benda yang ever lasting jika kerja nya di tekanan setinggi 3000psi/207 bar dan kena pressure cycling terus menerus.

Ratio kecelakaan rendah JIKA visual inspection ketat, professional dan pakai alat yang sesuai dan hidro testing rutin di lakukan dan juga secara professional di lakukan.

Tindakan safety berbeda-beda di lain negara. Indonesia dan USA standar hidro per 5 tahun, di negara lain ada yang minta per 3 tahun dan di Australia per 1 tahun. Ini juga jadi bahan debatan. Hydro testing itu berikan tekanan 5/3 atau 5,000 psi untuk tabung rating 3,000 psi. Ceritanya bahan yang sudah lemot akan melar melebihi sekian %, ada tabel nya, jika persentase tertentu di lewati, artinya kekuatan alloy tabung sudah lagi tidak memadai, di AFKIR kan lah tabung tersebut.
Ini cara hydrotesting di lakukan : http://www.deep-six.com/page37.htm
Note 1 : *EDIT Kenapa 5,500 psi di pakai di fasilitas ini. Tabung yang di test adalah 3,300 psi rating nya. Artinya ini ratio 1: 1.66 EDIT*
Note 2 : Staff saya yang mundar-mandir kirim tabung ke Aneka Gas bilang, tekanan hidrostatik disana 4,500 psi. Artinya ini ratio 1:1.5

Banyak yang merasa tabung di stress kan pada 5,000 psi per 1 tahun sekali sudah keterlaluan, kayak early death torture gitu. Di lain pihak ada yang berfikir lebih baik begitu supaya cepat rusak saat di hidro , daripada meleduk nya saat di pakai. Satu lagi fakta adalah, hanya Hydrostatic Center yang boleh AFKIR kan sebuah tabung secara hukum. Visual inspector cuma boleh untuk tidak meluluskan dan maka tidak ada tempel stiker VISUAL, itu tok. Jika ada owner tabung yang nakal dan punya akses ke compressor tanpa perlu perlihatkan visual sticker tahunan, maka 5 tahun ke depan resiko di tangan operator air fill station.

Jika tidak meleduk tabungnya, umumnya katup terbang lepas dari tabung. Korosi atau cacat di drat leher tabung yang membuat tabung harus di GAGALKAN adalah faktor paling sering yang membuat tabung gagal lulus visual, tetapi sang pelaku inspeksi tidak ada hak secara hukum untuk ketrik AFKIR seperti wewenang Aneka Gas.

Katup terbang jadi proyektil sudah terjadi di :
Dive Master, Hilton Hotel tahun 90an. Terbang keluar dari toko dan mendarat di toko orang lain, termasuk selang air fill nya sekalian.
Lautan Mas, entah kapan, bolong langit langit nya tuh.
Di Sea Pearl lain lagi cerita nya. Tabung baru saja lulus di hidrostatik dan robek saat di isi, untung cuma robek dan bukan meleduk berkeping-keping.

Maka setelah di hidro, yang benar adalah di visual, ini menjaga supaya ada dua kali proses visual pemeriksaan retak rambut. Satu kali sebelum di hidro dan sekali lagi setelah tabung kena stress di 5,000 psi saat di hidro. Di luar negeri, fasilitas diving yang besar akan punya mesin hidrostatik sendiri dan sekalian visual inspection akan di lakukan. Ada dua macam retak rambut, retak yang sudah cukup melebar sampai mengeluarkan udara ( air sebenarnya ) dan meteran tekanan di hidrostatik center bisa melihat kebocoran ini. Mata tidak nampak tetapi meteran tekanan berikan indikasi. Satu lagi adalah keretakan awal yang masih belum penjalar luas.


Tabung yang lulus di 5,000 psi pada tanggal 1 Januari dan setelah itu di pakai 2x sehari selama 260 hari setahun dan artinya kena cycling, bisa juga kena fatique karena cycling tersebut pada hari ke 261. Tabung rusak bukan hanya karena over-pressure tetapi cycling penuh-kosong-penuh. Maka nya rekomendasi untuk tabung rental atau resort atau tabung yang sehari bisa di pakai sekali atau lebih adalah, visual inspection per 4 bulan.

Bagi yang hobby mettalurgy, ini reasearch papers untuk alloy 6061:
http://mech.mech.fukui-u.ac.jp/~itoh/pub1/NP6061.pdf
dan
International Journal of Fatigue, Volume 4, Issue 1, January 1982, Pages 27-30


Bauer Compressor saja berikan umur 20,000 - 60,000+ cycle ( tergantung model dan tekanan ) untuk filter housing dan water separator final. Ini dua item kena tekanan sama dengan tabung dan/atau batas umur 15 tahun maksimal, mana yang lebih duluan, itu yang di ikuti. Beda nya tabung selam dengan "tabung" filter housing adalah, safety factor filter housing dan water separator adalah 1:4. Maka 12,000 psi atau 800BAR , baru lah meleduk tuh bahan, cerita nya. Malah banyak filter housing yang rating 6,000 psi, bukan 3,000 psi. Maka 24,000 psi lah , ceritanya........baru meleduk tuh bahan. Alloy alumunium nya pakai seri 7000, bukan 6061. Tabung yang kecil lebih mudah di buat kuat, daripada tabung yang besar, ini hukum tekanan. Tabung selam 3,000 psi konon akan meleduk pada 7,000 -7,500 psi ( sudah di test ).


Tidak ada tabung yang kerja nya lebih sering kena cycle stress daripada tabung selam. Tabung oxygen medis yang aluminum, perlu berapa minggu baru di isi ulang ?
Tabung besi oxygen untuk las ( beda sifat dengan aluminium sih ), sebulan paling 4x isi. Tabung selam di resort yang ramai, sehari bisa 3x di isi.

Sudah sering di isi dan main di air laut pula. Semua yang buruk menjadi makanan harian tabung selam. Gampang untuk menghayal apa itu beban sebuah cycle penuh-kosong-penuh, ambil plastik dan dipletat-pletot, lama-lama akan jadi putih tuh plastik dan akan patah.

Cara yang benar untuk lakukan pemeriksaan untuk tabung selam adalah , ikuti standar Luxfer atau Catalina cylinder dan dengan peralatan yang sesuai :
http://www.luxfercylinders.com/download ... aguide.pdf

Lalu, karena alloy 6351 punya problem retak rambut yang sering tidak terdeteksi oleh mata karena masih sangat halus atau di sedikit di bawah permukaan logam, maka sekarang teknologi industry di pakai, eddy current testing dari Visual Plus 3. Tanpa sertifikasi eddy current testing, alloy 6351 tidak akan dapat stamp LAYAK PAKAI alias Visual Inspection di USA.
http://www.visualplus.net/
http://www.visualplus.net/oringer/products-vp3.htm

Bagi yang mau dalami Eddy Current Testing
http://www.ndt-ed.org/EducationResource ... cracks.htm

NOTE : Retak yang terlalu jauh dari permukaan logam, nampaknya tidak bisa di deteksi dengan Eddy Current.


Jadi ironi dari semua nya ini adalah :

01. Ujung-ujung nya adalah retak rambut yang paling perlu di cari di tabung.
02. Alat Eddy Current testing walapun tidak bisa deteksi retak yang terlalu jauh tersembunyi dari permukaan logam, tetap membantu mempermudah dan secara electronic memberikan konfirmasi kepada inspektur bahwa ada keretakan real, jika secara visual mata tak bisa lihat.

Wah....jika retak rambut adalah indicator de-facto nya, ini sama dengan user atau air-fill operator main Russian Roulette jika apes terjadi. Tenggang waktu 364 hari antara visual tahunan, cukup lama untuk apapun yang tidak terdeteksi bisa menjadi lebih buruk.



Alat ini Visual Plus yang model lama hanya cocok untuk alloy 6351 dan akan berikan false reading untuk alloy 6061. Visual Plus 3 yang terbaru, sudah compatible dengan alloy 6061 dan 6351. Sekarang Luxfer sudah endorsed Visual Plus 3 untuk di pakai di alloy 6061, walaupun ceritanya alloy 6061 tidak ada problem retak rambut ( SLC ).
http://www.luxfercylinders.com/news/rel ... 1011.shtml
Kita lihat nanti saat alloy 6061 makin tua, bagaimana cerita nya.

Jika memang retak adalah tell-tale sign sebuah disaster meleduk nya tabung akan terjadi, apa asuransi bagi pengguna tabung dan pengisi tabung jika keretakan terjadi 1 bulan setelah hidro dan/atau visual inspection dan masih menunggu untuk visual atau hidro berikutnya sekian bulan dan sekian tahun ? Cara yang paling aman adalah, rekomendasi pabrik jika umur tabung adalah 20 tahun ( scenario sempurna ) kita discount 40% = jadi 12 tahun dan kita rawat sebaik-baiknya selama 12 tahun tersebut. 40% discount adalah 10% apa pun jorok/abusive nya pengguna, 10% untuk apapun lalai nya air fill operator, 10% untuk apapun material defect yang bisa terdapat di bahan baku alloy tabung tersebut dan 10% untuk mengurangi resiko apes. Make sense kah ? Ha ha ha ha.

Tahu kah berapa harga Visual Plus 3 ?
US$2,500 mah merem dengan aksesoris lengkap dan landed Jakarta dan user harus di training dengan baik.
http://www.diverightinscuba.com/catalog ... -2357.html

Jika tabung alloy 6061 juga sebaiknya perlu pakai Visual Plus 3 karena keretakan yang tidak nampak dimata ( tidak semua sih ) bisa di deteksi oleh alat eddy current, maka berapa biaya tambahan visual inspection tahunan akan naik ?


Nih ada satu fakta lucu yang saya juga baru tau karena baru menghitung hari ini.
Sisi commercial Sea Pearl saya tidak ikut campur, hanya sisi safety dan standard yang saya tentukan.

Jika satu dive center mau melakukan semua nya dengan level tertinggi dan terbaik, ini kira-kira biaya nya :

01. Staff spesialis di latih visual, gajih dan tetek-bengek Rp1,5 juta per bulan. Padahal 1 tahun ada 13 bulan gajih, bukan 12.

02. Biaya material, lokasi dan bla bla untuk visual per tabung.....?? Taro lah @Rp 35,000. Di keringkan nya tabung setelah visual, itu pakai tabung selam juga dan itu harga setara airfill. 1 tabung selam bisa mengeringkan 3 tabung ex-visual.

03. Alat Visual Plus 3 dan aksesories lain nya, Rp24,000,000. Di breakdown 2 tahun harus balik modal dan 2 tahun untung dan total 4 tahun sudah obselete = Rp12,000,000 per tahun. Perbulan = Rp1,000,000

Jika dive center dapat 15 tabung per bulan untuk di visual, maka biaya sekitar =
Rp 2,500,000 di bagi 15 dan tambah Rp35,000 per tabung = Rp202,000

Jika kita buang modal kerja Visual Plus 3, maka Rp66,000 di potong = Rp136,000

Karena staff tidak khusus urusin visual jika cuma 15 tabung, bisa biaya gajih anggap 50% ajah atau per unit tabung biaya turun Rp50,000 = Rp86,000 modal kerja visual.

Sea Pearl jual jasa visual, kata staff saya pada angka Rp 75,000 ( note : SP tidak punya eddy current testing device seperti Visual Plus 3 ) dan sudah termasuk isi udara dari enol sampai 3,000 psi. Air fill nilai nya Rp30,000. Maka harga jasa visual inspection sebenarnya cuma Rp45,000 doank. Wah tekor bandar neh, Rp 41,000 rugi nya ....:shock:

Sea Pearl charge Hydro Testing dan Visual pada angka Rp175,000.
Rp60,500 untuk biaya resmi hydrostatic di Aneka Gas di Pulo Gadung termasuk PPN. Drop tabung hari H dan ambil 3-4 hari kemudian. Jadi 2x mundar mandir. Minimal 6 tabung baru jalan, sebab biaya transport mahal. Rp 39,500 x 6 tabung = Rp 237,000 untuk 2 trip Grogol - Pulau Gadung , ini sama saja dengan kerja bakti.

Alasan Sea Pearl atas semua rendah nya nilai jual jasa ini ( sebutan subsidi lebih tepat ) adalah, ini menunjang customer. Memang beberapa fasilitas/service tidak selalu menguntungkan, contoh compressor ( air-fill ) dan dive training pool. Saya akan adjust harga ini nanti dan saya kayak nya akan pesan Visual Plus 3 karena sudah bisa di pakai di alloy 6061. Just to be sure apa yang mata gagal deteksi, sukur sukur eddy current testing bisa deteksi.

Untung dari visual dan hydro sih bisa dengan ada nya price adjustment dan jika volume kerja nya memadai, tetapi di Jakarta ini sulit karena traffic diving rendah. Jika di Bali dan Manado masih bisa, khusus nya air-fill dan kolam yang apalagi jika di dukung oleh biaya hotel/resort.

Bagi dive resort yang punya >100 tabung dan 1 hari dive sekali per tabung ajah deh dan per 4 bulan visual inspection per tabung. Punya 1 personil khusus visual dan alat eddy current sangat make sense dan biaya bisa di justified.


Bersambung........

_________________
Used to be dumb but no more....


Last edited by Surya Prihadi on Sun Dec 12, 2010 2:32 am, edited 1 time in total.

Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Dec 12, 2010 1:00 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 780
Location: Jakarta
Ini contoh sebuah tabung customer yang di AFKIR kan oleh Aneka Gas.
Sudah diberikan ke Sea Pearl untuk bahan experiment dan pendidikan.

Tabung ini yang buatan tahun Maret 1981 di test di Aneka Gas, kayaknya tahun 2005 deh test nya. Ini alloy 6351 , pasti.

Saat di tekan dengan air dan belum pun mencapai 4,500 psi, nampaklah uap air keluar dari bagian yang saya tandakan merah di photo View 1. Itu di coret-coret ama staff Aneka gas sebagai titik bocor.

Ini lubang mikro tidak nampak oleh mata. Maka di AFKIR kan oleh Aneka Gas. Owner cembetut tut tut tut....tapi apa boleh buat.

Tabung di potong untuk experiment.
Lihat View 2 dan View 3

Walaupun retak super halus ini seperti nya berhenti pada ulir ke 7 ( terhitung dari bawah), inspektur visual tidak punya hak untuk ketrik AFKIR di tabung.

Karena memang tabung ini mau di hidro, maka visual hanya akan dilakukan setelah hidro, biar tidak 2x cuci tabung. Internal tabung ini bagus banget dan drat mulus. Jadi apa kah retak rambut terjadi atau melebar setelah di hidro, entah lah.

Data Hidro tabung ini :

3-81 Tahun pembuatan, hidro pertama
2-86 Hidro ke 2
10-90 Hidro ke 3
10-95 Hidro ke 4
6-2000 Hidro ke 5
Tahun 2005 di hidro dan gagal karena retak

Janji surga Luxfer saat itu, estimated 40 tahun service life untuk alloy 6351...cui !!!!!!

Ini tabung tidak ada tanda abused lain, kecuali mungkin sering ke isi 3,000+ psi atau sering ke jemur panas. Ini tidak bisa di buktikan. Apik dan bersih....yes.

Berapa banyak tabung yang di kirim ke Aneka Gas yang gagal ?
Kata staff saya cukup banyak, 5 udah ada selama ini, mengingat setahun tak sampai 60 pun tabung di hydro via Sea Pearl setahun. Jadi 1% yang gagal kayaknya realistis banget. Syukurlah ada hydrostatic center, coba kalo di tekan nya ke 5,000 psi, mungkin lebih banyak yang gagal... :cry: dan bagus untuk user dan air-fill station

Yang jadi beban fikiran saya adalah, jika itu retak di bawah permukaan logam dan tidak sempat menjalar ke luar tabung, kan tidak nampak mata.... lalu lulus di hidro sebab retak dan persentase memuai adalah 2 hal yang berbeda dan tanpa benar-benar retak kasat mata, ini tabung akan lulus sebab expansion test nya lulus.
Taro lah 2005 lulus hidro nih tabung. Lalu di pakai sampai 2006 sebelum wajib visual, lalu retak membesar pelan-pelan. Dibawa di atas kapal. Taro di dek. Kapal sempit, kena jemur matahari. Tabung makin stress....dan mulai memanjang retak rambutnya. Diver pada nongkrong di sekeliling kapal dan ini tabung meleduk.........apa yang kira-kira akan terjadi ?

Bersambung......


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Last edited by Surya Prihadi on Sun Dec 12, 2010 2:38 am, edited 3 times in total.

Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Dec 12, 2010 1:05 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 780
Location: Jakarta
Ini yang akan terjadi saat tabung meleduk ............saya tidak mau posting yang photo bloody.

Yang mechanical damage ajah yah....


SP


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Dec 12, 2010 6:03 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1529
Location: Jakarta
bener banget om SP...

saya pernah lihat tank yang udah ngeluarin bubble dalam satu garis panjang tapi masih dipake (disewakan)... buseth deh... ngeri aja... boro2 masalah kehabisan udara, kalo retak rambut gitu kan pasti air dan kontaminan lain bisa ikutan masuk ke tabung... yang jelas tu tabung pasti selalu kosong song kalo habis dipake.

saya masih inget yg cerita om SP soal valve take-off dari tabung di Divemasters... ngeriii...

cuma sering2 kita diver terlalu naif soal safety yang begini...

terusin om ceritanya... :D

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Dec 12, 2010 11:03 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 780
Location: Jakarta
rendra wrote:
bener banget om SP...

saya pernah lihat tank yang udah ngeluarin bubble dalam satu garis panjang tapi masih dipake (disewakan)... buseth deh... ngeri aja...


Wah, itu mah sadis euuy. Itu time bomb. Dimana posisi bocor nya ? Di mendekati leher/atas tabung ato di tengah tabung ? Sebaiknya berikan tanda di garis yang bocor dan laporkan ke pemilik. Yang punya tabung kan cuma tau ada bocor jika ada informasi dari penyewa. Minta tabung itu di rongsokan atau saya beli Rp200K untuk bahan pendidikan....... serius.

Di industry diving, level DM dan ke atas sudah di anggap Dive Professional. Maka tanggung jawab sebagai dive professional adalah mengurangi resiko bahaya nya diving, baik itu dari diving nya sendiri dalam pendidikan/trip dan dari alat pendukung diving nya, contoh : tabung nya, kualitas udara nya dan mungkin kesehatan mesin kapal nya dan lain-lain.

Kalo soal standard mengajar dan sekitar ilmu pendidikan diving, banyak yang rajin enforce itu, contoh Mas Renda sendiri. Sampean selalu memberikan banyak tips bagi newbies, that is a very good thing. Tetapi, safety diving secara keseluruhan juga banyak mengandalkan faktor alat pendukung nya, di luar dari apapun yang alam bisa juga ikut berikan kontribusi danger nya, contoh : down current dan badai. Diving itu equipment intensive dan weather reliant dan pasti nya juga mengandalkan pendidikan diving nya sendiri. Jadi 3 faktor ini go hand in hand, satu saja "ngambek", trip bisa batal atau ada potensi safety record bisa tercoreng. Either way, ujung-ujung diver yang rugi saat fun dive jadi batal.

Coba deh bilangin sama pemilik tangki, ada "labotarium" yang mau beli tabung tersebut.

Saya total ada 3 tabung sekarang yang akan jadi bahan studi. Tabung kedua yang saya potong ada memberikan indikasi menarik. Tabung ketiga mau di potong esok sebab katup nya sudah macet total ( maklum yang pake jorok banget ).

Trims
SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 7 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: Baidu [Spider] and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: