It is currently Tue Oct 17, 2017 9:09 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 14 posts ] 
Author Message
 Post subject: Cruise mewah untuk LOB?
PostPosted: Fri Sep 25, 2015 11:37 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Pertanyaan ini timbul di benak saya ketika ikut tour menyelusuri sungai Nil menggunakan cruise mewah dari Aswan - Luxor sejauh lebih dari 200 km dan melihat ratusan cruise mangkrak di sungai Nil.

Image

Dari info yang saya dapat ada sekitar 300 cruise beroperasi sebelum revolusi; namun saat ini kurang dari 10% yang beroperasi rutin.
Cruise boat ini berukuran relative kecil dibanding ocean cruise. Yang Kita gunakan memiliki 32 cabin, dilengkapi kolam renang pula. Banyak cruise lain yang lebih kecil ataupun lebih besar.
Nah, kita tahu diving menggunakan LOB di sejumlah lokasi di Indonesia akan memberikan flexibilitas yang lebih tinggi serta jangkauan yang lebih luas. Namun menggunakan LOB di Indonesia yang kebanyakan berupa pinisi kayu tidaklah murah. Mulai kelas budget, tanpa AC, kamar sumpek ada kecoa kamar mandi di luar dan bau biasanya dibandrol diatas USD 150 perhari sampai yang dianggap mewah dengan rate diatas USD 500 per hari.
Safety aspect nya juga perlu dipertanyakan untuk sejumlah budget LOB.
Nah cruise boat yang kita gunakan termasuk mewah; makanan gourmet, termasuk tour package - ternyata jatuhnya lebih murah dibanding LOB budget di Indonesia,
Pertanyaanya kenapa bisa begitu?
Dan karena banyak cruise mangkrak, apakah cruise sungai tersebut bisa dijadikan LOB, mungkin di destinasi padat seperti Komodo dan Raja Ampat. Rasanya sih sulit kalau untuk sungai ciliwung.
Mbah Surya atau temen lain mungkin berminat beli, siapa tahu harganya murah?

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Cruise mewah untuk LOB?
PostPosted: Fri Sep 25, 2015 12:10 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Sep 27, 2008 3:17 pm
Posts: 618
Location: sanur - bali
Kebayang sih gimana bakal nyamannya kl pake cruise boat ky gitu, saking nyamannya di kapal bisa2 malah jd gak pingin turun diving….hahaha.
Biaya cruise bisa lebih murah mungkin karena jumlah pesertanya sekali jalan sangat banyak, nah kl untuk lob apakah mungkin mengumpulkan diver sebanyak itu utk sekali jalan? Let say ditambah family member yg tidak ikutan diving pun apakah bisa mencapai target…dan apakah ideal? Saya pribadi lbh senang kl lob pesertanya max 12 orang krn interaksi dgn teman2 jd bs lbh akrab.

_________________
dive safely!
guswid


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Cruise mewah untuk LOB?
PostPosted: Sat Sep 26, 2015 3:20 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Memang sih, typical cruise yang mangkrak disana kapasitasnya lebih dari 20 cabin, bahkan ada yang 50 cabin.
Setahu saya di komodo atau Raja 4 beroperasi lebih dari 75 - 100 LOB dengan kapasitas mulai dari 4 s/d 20 penumpang. Meskipun demikian di scubaboard bisa kita baca banyak juga yang mengalami kesulitan mendapatkan LOB saat peak season.
Saya rasa kalau ada cruise semacam ini di komodo atau raja ampat dengan rate katakanlah kurang dari USD 200 / night / pax - bisa laris manis.
Yang sulit mungkin adalah untuk menangani 40 - 60 divers sekaligus.

Di redsea juga banyak steel LOB keren yang nganggur

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Cruise mewah untuk LOB?
PostPosted: Sat Sep 26, 2015 6:30 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Hello Mas Wisnu,

Saya coba bantu jelaskan.

Saya pakai kapal ini sebagai acuan
http://www.mayfaircruises.com/itinerary ... tinerary_1
http://cruises.united.com/shipdetail.do?c=78&v=913

Panjang 75 meter, lebar 12 meter
Penumpang 148, crew 70

Trip Luxor to Aswan , ambil normal winter double sharing = US$180 per night ( tabel 2013, entah harga naik belum )
http://www.mayfaircruises.com/rates.html
Luxor ke Aswan cuma 117 nautical miles, ikuti alur sungai bukan straight line.
Pada trip 3 hari , artinya per hari cukup travel 39 n.miles.

Arah air sungai nile adalah selatan ke utara sebab selatan itu adalah Lake Nasser yg tinggi nya sekitar 179 meter.
Utaranya Nile ini lah Mediterannean Sea. Arus di Nile menurut data ini :
http://www.eolss.net/sample-chapters/c0 ... -11-00.pdf
Cuma 1 meter per detik alias 3.6 KM/jam alias 1.9 knot doank.
Maka saat lawan arus, per jam cuma rugi 2 n.miles max.

Jika per hari butuh 39 n.miles dan cukup jalan 8 knot, maka 5 jam deh mobilization per hari, maksimum over the
water distance cuma 39 + 10 kena arus = 49 n.miles. Jika pun pas arah Luxor ke Aswan. Kalo sebaliknya malah untung tuh kapal.

Pada 8 knot kapal sepanjang 75 meter length over all, dan sekitar 70 meter waterline length, ini kapal santai lela-lela tak perlu power besar sebab hull speed ratio nya masih aman banget dan super rendah pada 0.5 hull speed ratio.
Ini irit nya solar mantappppp abiz deh. Pada 70 meter hull speed ratio jika 1.0 bisa 15 knot. Diatas 15 knot, solar nya mulai banyak konsumsi nya. 49 n.mile per hari itu jarak super pendek untuk sebuah cruise ship.
Per ton moved on water, ini kapal efficient dah di segi BBM nya.
Per ton moved bisa di translate jadi per tamu juga. Makin padat density tamu per m2 , makin murah operasional itu kapal.

Lalu kapal ini kapal air tawar, merawatnya lebih murah di banding kapal main di air laut.
Dari design juga ini kapal MS Mayfair bukan sea going vessel, lebih murah operate nya sebab bisa buat tinggi untuk kapasitas penumpang tinggi dan stabilitas kelas ocean going tak perlu.

MS MayFair per mile travelled per customer and serving per customer, itu cost dia lebih murah dari LOB kita baik dari segi solar dan man power dan maintenance.


Pada 75 x 12 meter = 900 m2, jika penumpang nya 148, itu 6.08 meter per segi per tamu.
Jika kita lihat LOB kelas US$450/hari, contoh KM Seven Seas yang 45 meter, tapi 45 meter kalo di Phinisi itu kebuang banyak di bow nya, anggap 40m ajah. Lebar 8 meter. 40 x 8 = 320 meter persegi. Maka per tamu ( 16 ) dapat 20 meter persegi. Per meter persegi per tamu termasuk ruang mesin dan ini ono deh.
http://www.thesevenseas.net/rates.html

Soal space susah di compare apple to apple sebab LOB diving itu ada divingnya. Maka serba serbi design itu kapal fokus nya seputar kebutuhan diving dan sebagai hotel apung. Kalo MS Mayfair itu hanya hotel apung tok. Pasti nya economy of scale MS MayFair lebih efficient dah, kan tamunya lebih banyak per meter persegi biaya bangun itu kapal.


Crew ratio Seven Seas adalah 18 crew total, tamu nya 16. Ratio 1 crew layani 0.88 tamu. 1 on 1 deh anggap.
Crew nya MS Mayfair adalah 70, tamunya 148. Ratio 1 crew layani 2.11 tamu.

Diving itu adalah aktivitas extra sebenarnya jika kita compare LOB diving dengan cruise ship murni kayak MS MayFair.
Maka biaya naik MS Mayfair harus di hitung dengan di tambah biaya diving 3-4x sehari di Egyt atau Red Sea.
Jikapun MS MayFair ada acara visit ke temple ini ono, pake BUS kan murah untuk layani sisi darat nya trip MS Mayfair ini.

Saya tak pernah naik Seven Seas, saya demen nya naik Tiger Blue
http://www.tigerblue.info/prices/
Ini kalo lihat harga hari ini US$4,400 per hari jika full charter dan max 12 orang. Maka per orang = US$366
Kalo dulu kamar belakang nya belum ada, sebab itu TV-Lounging room dan batas tamu cuma 10 orang, sewa nya US$3,400 an deh, tapi 2009 yah. Sama ajah sih US$340 juga kalo per orang.
Tim saya tidak suka trip yang fixed schedule dan ada orang lain, sebab tim saya tukang explorasi dan maunya 1 kapal cuma kita2 doank dan kita yang atur mau kemana. Selalu Ambon jadi tujuan nya, sudah 3x pakai Tiger Blue ini. 2009 - 2011. Tipikal LOB selalu 3 titik nongkrong doank kan, Komodo, The Banda dan R4.

Diving versi LOB itu space consuming dan labor intensive. Maka added value diving itu cukup mahal per hari nya.
Kudu ada dive guide, rubber boat, compressor dan tabung dan kapal harus banyak bergerak wara wiri sini sono.
Saya nilai added value diving nya tok jika 3-4x dive sehari saja pada US$120 per orang.
Maka US$450 nya Seven Seas di kurangin US$120 = US$330 per hari doank jika diving di "buang".

Yang terakhir adalah nilai semi privacy jika bukan full charter ( scheduled trip ) dan total privacy jika full charter.
Ini privacy pasti ada added value, itung ajah US$40 per orang per hari dah. Maka US$330 less 40 = $290

Kapal kelas Tiger Blue tak akan kalah service nya sama Seven Seas deh. Apalagi kalo yang sewa tim saya he he he, itu yang punya ama kita sudah cocok abis. Sayang sudah meninggal kawan ku itu yang jalanin kapal ini sebagai cruise director dan co-owner. Kecelakaan di Bali naik motor...kasian banget.

Personalized service kelas Seven Seas dan Tiger Blue ada nilai tambah lagi dalam $$.

Jika di Tiger Blue
01. Handuk selalu kering, sebab abis di pakai selalu di jemurin jika tidak masuk drier. Tiap abis diving handuk kering terus.
02. Setiap habis diving, kue dan coffe atau mau minum apapun termasuk bir, asal bukan wine, flee flow.
03. Perahu karet ada 3 supaya aman.
04. Mau diving sepuasnya asal kuat ajah, 5x sehari ayo saja. Tak ada biaya extra.

05. Kalo lunch atau dinner, food quality bintang 5 deh, tak usah di ragukan.

01 - 05 ini added value nya ada lagi sebab trip diving biasa tidak dapat layanan sekelas ini, maka added cost factor kudu di hitung disini.

Anggap ini personalized service + kelas makanan gaya Seven Seas atau Tiger blue seharga US$30 sehari extra nya, maka cost turun lagi , 290 less 30 = US$260

Mobilisasi LOB dari Komodo ke Banda ke R4 itu mahal sebab jaraknya bisa 1,000 mil laut.
Maka setiap lokasi pindah, ada biaya mobilisasi dan demobilisasi yang akan di hitung dibagi dengan
berapa kali trip per lokasi bisa di adakan. Ada overhead cost. Kalo trip kayak MS MayFair itu tidak ada cost mob dan de-mob nya. Sebab rutinitas nya jelas. Luxor-Aswan>>Aswa -Luxor 117 n.mile doank day after day, years after years.

Ini mob-demob akan makan minimal 300jt jika jaraknya adalah Komodo>>The Banda>>R4 dan balik lagi ke Komodo.
Mayoritas dari biaya BBM nya. Komodo>>The Banda>>R4 tanpa diving, cuma mob doank, akan pakai solar merem deh, 10,000 liter 1 way. Up to Rp12,000 adalah harga BBM di pelabuhan. Sudah 120jt di solar tok, 1 way.
Ini akan di factorkan ke biaya trip nya per tamu. Mau tak mau.
Setahun LOB cuma bisa cari tamu sekitar 250 hari. Ini 250 hari sudah hampir full charter 100% loh.
Naik dok 30 hari. In between trip re-fill logistic dan ini ono buang waktu. Jika 300jt biaya mod-demob, maka per 1 hari di 250 hari gawe, cost nya 1.2 juta per hari. Belum overhead lain selama 365 less 250 hari yang biaya tetap jalan.
Maka dengan mudah sih per tamu akan ada cost factor extra US$20 per hari mau deh.
US$260 less 20 = US$240

Kalo kapal kayak Mayfair yang operate di fix location dan bukan remote area. Logistic isi ulang apapun mudah cepat dan murah. Murah karena biaya kirim apapun dekat sekali. Kalo LOB kita, mau re-fill logistic kudu pake air-freight dari Bali untuk makanan bagus ke lokasi kayak Sorong dan Komodo dan Ambon. Saya sering kirimin spare part untuk Tiger Blue kalo pas mereka ada di Ambon dan bukan trip saya. Daging ama wine ajah kudu pake air-freight loh. Tak bisa LOB itu bawa makanan dan minuman lebih dari supply 30 hari. Tak akan cukup kulkas nya.
Disini bisa sampai 1 tamu akan timbulkan biaya extra dilogistic sampai US$10 per hari merem dah.
US$240 less lagi US$10 = US$230.

MS MayFair dengan mudah bisa operate 315 hari setahun karena tak ada perubahan rute/lokasi dan cuma perlu naik dok doank, anggak 45 hari setahun deh. Di mana MS Mayfair istirahat turunin tamu atau berlabuh malam2, service rutin bisa jalan tanpa gangguan. Beda extra 65 hari bisa operational di banding LOB di Indonesia, artinya earning potential MS MayFair adalah 65/250 atau 26% lebih banyak di banding tipikal LOB di Indonesia. Ini gede loh duitnya beda 65 hari setahun extra cari duit.


Dalam hitungan saya, LOB diving kelas Seven Seas apple to Apple cuma U$230 di banding MS MayFair yang US$180, ini room sharing basis. Jika Tiger Blue lebih murah dikit, kan awalnya cuma US$366 full charter 12 divers pada US$4,400 per hari. Maka kalo Tiger Blue itu apple to apple cuma US$146 malahan....kan US$84 lebih murah di depan nya dibanding Seven Seas.

Lalu tak mungkin sih kapal LOB bisa ada 148 diver toh kayak penumpang MS MayFair. Maka secara aktivitas, diving LOB itu sudah memang tidak bisa di keroyok. Ini suatu keadaan "teknis" yang ujung2 jadi biaya juga.

Maka jika kita hitung semua cost, akhirnya kita tau, mahal karena kita main di remote location yang jauh dari support dan juga jenis aktivitasnya lain sih tour ama diving.

:mrgreen:
Demikian my calculation....

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Cruise mewah untuk LOB?
PostPosted: Sat Sep 26, 2015 9:46 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Terima kasih mbah Surya atas response nya yang sangat comprehensive. Tadi nya mau saya e-mail aja; tapi karena saya tahu jawaban dari mbah Surya pasti sangat comprehensive maka saya post di forsel agar yang lain juga bias baca dan belajar.

Okay, saya setuju kalau kondisi operasi di laut; specific characteristic untuk scuba diving; remote operation akan berkontribusi terhadap operation cost yang cukup significant; tapi disisi lain, banyak juga nilai tambah yang diterima oleh tamu di nile cruise, misalnya:
- setiap tamu pasti akan menerima KWH yang lebih tinggi; setiap kamar AC nya kuat, public space yang gede banget juga full AC, belum lagi hot water shower yg cukup kuat nggak kaya di LOB; kolam renang dll.
- actual space setiap tamu juga lebih besar. Nile cruise rata-rata 4-5 deck. Standard room paling nggak 20 m2 belum termasuk public space.
- nilai tambah paket wisata. memang tidak sampai US 120; tapi pasti lebih USD 30 / hari. Tiket masuk satu object wisata saja USD 8 - 15; belum guide dan land transportation.
- dengan kualitas makan gourmet - full course, saya nggak yakin kalau lebih murah dari makan typical di LOB. Harga daging disini juga mahal. untuk kualitas steak; mentahnya aja > 20 USD / kg. Kalau di LOB kebanyakan maka ayam dan ikan. Saya perkirakan cost untuk meal, snack, cold towel, mineral water (free) tidak akan kurang dari USD 30/kepala meskipun dalam skala besar.
- setiap satu route pasti lewat Esna lock nggak murah - butuh energy cukup banyak naik/turunin cruise (perbedaan level sampai 11 m);

Setelah revolusi tingkat occupancy dari nile cruise jelek; Bulan june, juli, agustus, September bisa kurang dari 10%. Kemaren kita pakai Sanctuary cruise; 32 cabin yang terisi cuma 4 cabin tapi tetap saja full service, termasuk paket penari perut juga ada.
Dua minggu sebelumnya malah rata-2 cuma 1 atau 2 cabin saja.
saya sempat omong-omong dengan Cruise manager. Kondisi saat ini memang berat, banyak cruise yang gulung tikar; tapi sanctuary masih survive; masih bisa beroperasi rutin meskipun occupancy bagus cuma 3 bulan saja; itupun jarang bener2 100%. Katakan 4 bulan < 20%, 4 bulan sekitar 40% dan 3 bulan 90%, 1 bulan maintenance.
Harga paket summer paling murah, kemaren cuma kena USD 375 / kepala untuk 3N/4D - gila nggak - artinya per hari cuma USD 125; minus paket wisata USD 30, minus meal USD 30, minus esna lock, komisi agen, dan segala macam tetek bengek, bisa cost per kepala termasuk meal dan logistic paling cuma USD 40 - ini tanpa memperhitungkan occupancy.
Di Sanctuary jumlah tamu max. 64 sedang jumlah crew 55 - artinya juga hampir 1 to 1.
Memang sih privacy akan kurang (ini bisa plus bisa juga minus)
Nah dari sini mungkin kita bisa itung balik; katakanlah kita masukan nilai tambah dan biaya ekstra untuk beroperasi di remote area Raja ampat ataupun Komodo;
bukan tidak mungkin harga jual termasuk diving bisa dibawah USD 200/kepala/night.
dan kalau ini terjadi maka para LOB operator yang ada pasti akan teriak2.
Nah siapa yang nggak ngiler coba kalau dengan USD 200 bisa diving di raja 4 atau komodo, makan full course menu, bisa berenang di fresh water swimming pool, jacuzy, dan yang nggak mau night diving bisa dance atau disco.

Namun memang saya nggak yakin apakah cruise semacam ini bisa survive diperairan R4 atau komodo karena umumnya draftnya pendek ( 1.5 - 2 m)

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Cruise mewah untuk LOB?
PostPosted: Sun Sep 27, 2015 3:53 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Asik nih Mas....good conversation dan eye opener.

Kasian juga yah mereka saat ini di Nile. :sad:

Jika mau sih dan dengan catatan tamu memadai, bisa LOB seperti kapal sungai Nile operate di R4.
Saya pilih R4 dalam scenario ini sebab arus nya tidak violent kayak Komodo.

Namun : Secara design kapal, model Nile cruise ship tak akan bisa kena ombak 3 meter, harus deck atas di kurangi dan center of gravity di improve.
Image


Freeboard harus di tinggikan supaya kena ombak lebih aman. Jendela di dekat waterline tidak boleh ada serendah sekarang, bahaya.
Image

Draft adalah stabilitas, 1.5 - 2 meter doank pada ukuran panjang 75 meter dan tinggi seperti yg sekarang, so pasti tidak bisa. Draft nya akan di hitung pakai stability calculation nanti.

Cuma yang membingungkan kapal sebesar ini dengan andaikan cukup 100 diver, mancam mana mau diving dengan diver sebanyak itu ? Ada kapal TUSA 6, operate daytrip ke Great Barrier Reef Oz, bawa diver ampe 60.
http://www.tusadive.com/reef_day_trips.html

Apakah lokasi Raja 4 ada yang bisa handle 60-100 diver sekaligus turun ?

Ada dua macam diving. Jika diver kudu balik ke dive boat tanpa bantuan rubber boat, model kayak dive trip di Great Barrier Reef, dive mother boat tidak buang tempat simpan rubber boat dan ini pengaruh besar terhadap biaya operasional dan deck space. Cuma diving model ginian hanya cocok di tempat yang sangat protected atau arus tidak lebih dari 0.5 knot. Yang pasti diving tanpa support rubber boat adalah diving yang lebih beresiko dan tergantung medan diving nya, bisa-bisa diving model gini merugikan. Contoh , parrallel to shore adalah model diving nya, tanpa rubber boat jemput kita , kita rugi pemandangan sebab harus balik ke dive mother boat dan tengok reef yang sama saat balik. Jika lokasi diving model cove kayak setengah bulan, tak rugi deh, bisa tengok2 pemandangan lebih banyak. Kita bicara general divers yang mau tengok2 dan bukan macro photographer yang bisa stay lama dalam radius kecil.

Jemput diver dengan dive mother boat. Ini bahaya jika kapal sudah lebih dari 20 meter. Bisa di siasati dengan di cockpit belakang ada kemudi dan engine control ke dua. Minimal engine control cukup deh, dengan catatan mesin dua dan bukan single. Bahaya karena diver bisa kena baling2 kapal. Kapal jika sudah 20 meter panjangnya, sangat jarang yang bisa kapten di ruang kemudi dia punya akses tengok pantatz kapal dengan mata nya. Juga menjemput dengan dive mother boat ada bahaya bagi kapal nya sendiri, tergantung lokasi. Jika diver ada let say 21 orang saja, lebar swimplatfom let say 6 meter, dan ada 3 tangga deh dan ABK ada 3 bantuin diver.......tergantung SOP disini.
Jika diver di expect naik dengan full gear less fins doank, bisa lah lebih cepat diver naik ke kapal.

Jika diver buka BCD dulu dan naik ke kapal badan ringan, ini akan makan waktu lebih banyak....cuma ini adalah cara yang benar untuk diving comfortable. Diver yang pakai tabung dan naik tangga dan jalan basah basah di deck kapal, walaupun deck non-slip, itu lebih bahaya . Saya tidak akan mau naik tangga dive boat pakai tabung, sebab pinggang eke sudah ada gangguan dan buat apa bayar mahal2 kalo kudu susah susah ? Jika 5 menit saja 21 diver perlu untuk naik ke kapal, kapal bisa hanyut nabrak karang di lokasi tertentu, ini bahaya nya menjemput pakai dive mother boat jika diver se-abrek2. Jika kapal dive mother boat sudah 40an meter, tak di sarankan deh untuk menjemput diver langsung, terlalu resiko. Bisa sih bisa, tapi ini sudah pushing the luck dan perlu pakai tali lempar. Tak bisa dive mothre boat segede ini approach presisi , propeller wash-nya gede kalo kapal sebesar ini bisa melintir2 diver kena propeller wash nya :mrgreen:

Jika kita buat kapal gede kelas Nile jadi base camp dan pakai banyak rubber boat untuk kirim diver ke A, B dan C, mungkin masih bisa....asal lokasi dive nya tidak lebih dari 3 n.mile kalo bisa. Cuma SOP harus cermat dan tidak boleh 1 lokasi dive cuma di layani 1 rubber boat. 3 n.mile radio masih tembus so pasti, sebab dive mother boat akan bisa pasang antena super tinggi. Saya bilang tidak boleh 1 dive location di layani 1 rubber boat karena, rubber boat umumnya mesin 1. Ini pun rubber boat nya tidak bisa soft type, harus RIB type yang lambung nya fiberglass dan tetap bantalan udara nya ada di keliling. Rubber boat soft type tidak bisa lari memadai karena lambung soft tidak bagus untuk planning speed saat ada beban diver, kalo kosong mah OK. Rubber boat model RIB tidak lah murah. Malah lebih mahal dari boat 100% fiberglass. Hanya saja rubber boat karena tidak bisa jomplang adalah platform diving terbaik jika ukuran 5-7 meter.

Jika mau pakai kapal fiber 100% dan lokasi bisa terima 12 diver. Bolehlah kapal diving nya ukuran 10 meter dan mesin 175 x 2 outboard. 1 kapal pun masih OK kalo mesin double, yang penting komunikasi ke dive motherboat tak boleh putus. Jika mau operate LOB yang benar dan sudah modal segede ini, safety above all else tidak bisa di tawar2.


Sebetulnya , kenapa LOB banyak pakai Phinisi ?
Ini sejarah dan sebab-nya.

01. Orang asing senang lihat kapal kayu yang cantik. Phinisi yang di dandanin rapih.
Kapal kayu itu mahal sekali kalo di US dan Eropa.
Ini satu contoh kelas bintang 7, bukan 5 lagi
http://duniabaru.com/gallery.html
Saya ikut bantu sebentar di awal design kapal ini .

02. Kapal phinisi ada layar...romantis dan cool factor nya tinggi bagi orang asing.
Padahal mah banyak yang layarnya nyaris kagak di pake... :mrgreen:

03. Dan ini paling penting sebagai awal mula kenapa Phinisi di pakai.
- Siap di beli bekas dan di dandanin. Banyak di pasaran.
- Izin KLM atau Kapal Layar Motor adalah izin termudah bagi sebuah kapal sebesar ini. Serba murah.
Maka tiang layar kudu tetap ada, kasih kain layar dikit pun tak masaalah....jadilah surat2 nya KLM.
KLM tak banyak perlu ini ono secara surat dan BKI ( Badan Klasifikasi Indonesia ) tak sentuh KLM, maka cost nya turun jauh. Kan ini asli nya Kapal Rakyat deh, low cost transport antara pulau.

04. Phinisi Indonesia punya nila historis, tak kalah sama kapal model Dow Arab.
https://en.wikipedia.org/wiki/Dhow

05. Craftsman boat building Phinisi banyak di Sulawesi, dan saat masih mudah cari kayu besi, kayu besi itu bisa tahan di atas 30 tahun tanpa busuk....malah bolt & nut nya yang kalah dan karatan. Dulu mereka pakai pasak kayu untuk joinery, sekarang sudah banyak di bantu bolt & nut untuk sambung2 kayu nya. Target mereka adalah lunas/keel kudu single piece wood, sebab kuat. Sekarang mau cari single piece kayu besi sepanjang 30+ meter udah susah banget.
http://www.baliwall.com/phinisiboatbuilder.html


Perlu orang yang punya dana nganggur minimal 50-65M jika mau buat LOB sebesar versi Sungai Nile dan taro di R4.
Cuma ini pasti steel shipbuilding dan kena aturan banyak, jadi lah mahal nanti operasional dan biaya pembangunannya. Tiap sekian tahun kudu naik dok BY LAW, maka harus di factor kan biaya mob-demob nya dan segala aturan terhadap commercial ship. Kapal itu adalah cash-cow bagi Syahbandar lah, dan semua instansi pemerintah yang perlu bubuhkan tanda tangan. Kita harus ingat high overhead di Indonesia yang tidak nampak mata tapi profit kena di grogotin.

Ini tipikal biaya resmi nya : Cuma yah mimpi deh bisa semurah ini...no way. Kalikan 15-20x lipat tergantung kapal bawa barang apa.
http://lensakapuas.com/ksop-pontianak-j ... rusan-spb/

Setau saya investor hitung LOB berdasarkan per trip capacity.
Jika per trip bisa dapat 18 tamu dengan aman, maka 18 akan jadi acuan income dan costing di itung di sesuaikan.
Angka kapasitas tamu di cari yang mendekati occupancy tertinggi sebisa mungkin all year round.

Challenge nya LOB super besar adalah bagaimana dapat tamu 60-100 dan masih bisa create privacy di divingnya di bawah air ? Saya rasa ini faktor yang terpenting dalam daya jual trip diving, over crowding suatu negative point yang besar dan takutnya tak feasible by size LOB sebesar itu.

Jika kita lihat divesite di R4, tak banyak sangat juga.
Ini dari White Manta LOB
Image
Jika cuma kita hitung SAYANG ke BATANTA saja sebagai area yang akan di layani tanpa kapal LOB besar jalan dan khusus andalkan kapal2 kecil, dan kapal LOB di parkir mid-point ajah, masihlah 40 an n.mile ke SAYANG dan BATANTA. Diving dengan kapal cepat lebih dari 30 n.mile itu sudah sangat mahal di bensin dan buang waktu dan semua kemewahan dan kenyamanan istirahat in-between dives jadi tidak optimal. Padahal kekuatan LOB ada nya di creature comfort in between dives, bukan hanya soal bobo malam.

Harus ada dive spot minimal 4 titik dalam radius 3 n.miles dari lokasi labuh LOB besar.
Gilir dah 12-18 diver per titik dan bisa lah 1 hari nongkrong itu LOB besar tak perlu bergerak. Malam pindah, esok diver melek sudah pindah ke Zone lain. LOB yang pandai dan tidak pelit, tidak akan gerak siang hari, selalu malam sebab siang itu masa diving bukan waktu untuk mobilisasi pindah zone. Ini pun 72 diver mentok sudah kalo 18 diver per 1 titik dan 4x dive 1 hari. 4x dive harus jadi acuan per hari, boleh inlcude deh ke 4 nya adalah night dive. Gimanapun dollar per dive perlu di hitung bagi rate 1 hari, jadi cost effective di mata tamu. Soal tamu sudah loyo saat dive ke 3, yah untung di LOB deh.

Kayaknya berat Mas dari segi tamu nya kudu cari 72 orang per trip dan jumlah dive spot nya bisa kagak support segini banyak diver jika di bagi 18 diver max per titik ? ...dan kudu dalam radius 3.nmiles dari lokasi labuh LOB besar.

SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Cruise mewah untuk LOB?
PostPosted: Mon Sep 28, 2015 9:12 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Mbah Surya,
Kalau dari penggunaan cruise nya memang rasanya berat untuk convert river cruise jadi LOB karena memang dari segi teknisnya berbeda.
Tapi kalau soal nyari tamu - dari sudut pandang orang goblok petok2 yang nggak punya pengalaman di bisnis ini - dan hanya mengandalakan helicopter view, menurut saya harusnya bias untuk Indonesia yang "potensi" nya luar biasa.
Tahun 2010 sebelum revolusi hampr 15 juta turis datang ke Egypt dan saat itu di Indonesia cuma separuhnya lebih sedikit. Saat ini jumlah turis yang adatang ke Egypt nggak sampai separuhnya. Nah, siapa tuh yang nangkep jutaan orang turis belum lagi melimpahnya turis Rusia dan china.
Memang jumlah diver hanya sebagian kecil saja; tapi tetap saja ada puluhan ribuan diver setiap hari yang datang Sharm El Sheik, Hurgadha, Dahab, Marsa Alam dll. Tapi sekarang sepi banget. Katanya drop tinggal 30% aja. Nah yang 70% itu siapa yang nangkep? Banyak LOB (semuanya steel boat cakep2) yang juga mangkrak.
Profile diver yang ikut LOB di Egypt berbeda dengan para diver hardcore yang mau traveling half of the globe and spend > USD300/hari/orang di LOB kayu.
Nah pasar ini yang menurut saya pas untuk LOB nikmat model cruise yang ada dilamunan saya (dari pada ngelamun jorok).
Atau - nah ini nggak bagus - comot aja pasar yang ada; toh jumlah 60 - 100 relative kecil dari total pangsa pasar.

Memang banyak orang asing suka dengan pinisi; namun rasanya perlahan akan bergeser apalagi para pemain LOB pinisi kayu semakin nggak bisa jaga safety and service quality. Berapa banyak yang tenggelam baik nabrak karang atau terbakar.
Di scubaboard dan terutama Tripadvisor, makin banyak orang yang review negative terhadap LOB nya, meskipun bisa dikatakan semuanya puas dengan pelayanan awak kapal. Nah ini satu keunggulan Indonesia. Intinya - amazing dive, great crew, but poor boat.
Ini kalau dibiarin lama-lama jadi boomerang.

Nah soal lokasi diving, kayaknya diving map nya nggak detail, lebih kepada area dari pada dive site. Di sekitar Kri dan fam aja ada banyak dive site dalam radius 5 km belum lagi yang dirahasiakan.
Mungkin yang di pakai cruise cap. 40 - 50 penumpang saja; sehingga bisa di cemplungin di 2 - 3 sites. Jelas SOP yang robust dibutuhkan, dan logikanya mesti bisa. Saya nggak pernah ngurusin diving, tapi saya yakin SOP pekerjaan di oil and gas industry bisa di adopt. Saat bencana mocondo (bukan mokondo ya) ada ribuan kapal berbagai ukuran dan ribuan orang bekerja dan semuanya bisa dimonitor dengan baik. Masalah kebocoran baru bisa disumpel spenuhnya dalam waktu 5 bulan itu urusan lain.

Kalau cruise river cap. 60 - 100 susah dipakai; masih banyak kok cruise river nganggur yang lebih kecil atau bahkan LOB steel boat (cap. 15 - 30) cakep-cakep pada nongkrong di laut merah.
Anyway, boleh nggak sih import kapal bekas ?

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Cruise mewah untuk LOB?
PostPosted: Sat Oct 03, 2015 12:03 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
He he...I like your jokes Mas ... :mrgreen:

Saya juga yakin kalo dive spots pasti lebih banyak lagi sebab operator tak akan kasih tau semua celengan mereka.

Jika saja Sorong itu sudah kelas international airport, 1 step up deh infrastrukture untuk R4.
Kita harus kurangin fatigue dan time loss di travelling bagi calon diver asing.

Indonesia secara incoming turis sih jelek untuk ukuran negara kita .
8 jt doank sudah mujur, di banding Spore , Malaysia dan Thailand yang 16jt ke atas.
Kalah di infrastruktur sih kita.

Dulu Biak sempat jadi International Airport dan di 1990an Tropical Princess LOB milik Pak Andre Pribadi sempat lancar.
Bukan ke R4 saat itu, tetapi ke Mapia Atol, kalo di Google Earth namanya Pula Bras & Pulau Pegun.

Harus ada government support Mas, soal airport sebab tanpa airport mendukung agak susah dongkrak volume tamu.
Jika dari USA, so pasti tamu lewat Pacific lebih dekat di banding Atlantic.
Kalo Australia, udah dekat banget dah. Cuma orang Oz lagi sekarat doku nya sekarang.

Saya sudah lama tak ke R4, terakhir 1995 dan nama nya belum R4, cuma Wageo doank.
Itu pun mendarat belum ada airport Sorong, kudu ke Pulau Jeffman punya airport....sengsara deh, udah kecil tuh airport + kacau balau dan harus naik speed boat ke Sorong.

Harus ada investor berani dan tebal kantong kalo mau skala LOB 50-60 orang.

Kapal harus dari Asia kalo beli bekas, jika tidak buat di Indonesia.
Mobilisasi mahal euuy kalo jauh2 sumber beli nya.

Ini kapal mobilisasinya US$250K dengan berlayar sendiri dari Jepang.
Ex Tuna fishery Jepang punya training vessel, ocean going banget.
http://salila-indonesia.com/
Dandananin abis US$3.5+ million dan hampir 3 tahun.
Beli mah murah.
Saya yg training crew rubber boat mereka cara jemput diver.
Di limit 20 tamu doank sih.
https://youtu.be/C3ShcJw9P9U

Jatuh bangun LOB juga tidak sedikit sih.
Group Archipelago LOB sudah gulung tikar.

Long term prospect sih ada, cuma perlu inventor with real big balls, selain fat bank account. :mrgreen:
Yang susah cari investor yang berani pada skala yang kita bahas nih.

SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Cruise mewah untuk LOB?
PostPosted: Sat Oct 10, 2015 9:13 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
cakep banget tuh Salila Indonesia; kapalnya sih seaworthy banget; cuma ngeri rate nya - full charter aja US 15,000 - 20,000 per malam;
kalau cabin rate nya semalam setara dengan LOB 6 malam di red sea.
dan baru tahu kalau yang punya pak Ismail Ning; dulu tahun 2004-2006, sering nongkrong bareng pagi2 banget di kolam senayan, nungguin anak latihan renang.
dia sempat cerita2 lagi bikin kapal; cuma saat itu nggak ngeh; cuma kayaknya bukan salila deh, soalnya dia bilang dibangun di Surabaya.

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Cruise mewah untuk LOB?
PostPosted: Tue Jan 12, 2016 4:34 pm 
Offline

Joined: Thu May 22, 2014 2:20 pm
Posts: 20
Location: Jakarta, Indonesia
wah jadi inget waktu dulu ikut cruise bersama kantor ke singapura, bersantai diatas cushion yang empuk sambil berjemur dibawah sinar matahari, wah pokonya terlupakan

_________________
Outdoor Foam untuk mempernyaman di Boat atau Marine Cushion miliki Anda.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Cruise mewah untuk LOB?
PostPosted: Thu Nov 03, 2016 11:36 am 
Offline

Joined: Thu Apr 23, 2009 7:03 pm
Posts: 68
Maaf menghidupkan thread lama.
Baru saja balik dari Raja Ampat ikut Wisata Bahari PELNI dengan KM Tatamailau (6000 ton draft 5 meter). Total biaya : 9 juta untuk kamar kelas 1, 7.5 juta kamar kelas 2 dan 5.5 juta kamar kelas 3, tidak termasuk diving. Diving rate-nya IDR 650k per dive + IDR 250k untuk full equipment. Total penumpang : 50 pax, 4 divers sisanya cuma snorkling saja. Waktu : 4 hari 3 malam.

Jalur yang ditempuh : Sorong --> Yenbuba --> Piainemo --> Arborek --> Sorong. Snorkling/dive spot : Pasir Timbul, Yenbuba (pier), Piainemo (Melissa Garden + spot lagi lupa namanya), Arborek (Arborek + Manta Spot). Day trip-nya : Piainemo (Piainemo, Gunung Botak, Telaga Botak) + bird watching.

Boat yang digunakan 6 fiberglass boat kapasitas 12 orang dengan 2x outboard Yamaha Enduro 40. Roundtrip boat (kapal-spot-kapal) rata2 30 menit, hanya saat di Arborek waktu 45 menit. Saat kapal buang sauh dimalam hari boat overnight di pulau terdekat. Total bensin campur per boat selama 3 hari perjalanan 300 liter. Sedangkan menurut orang PELNI mother vesselnya sendiri menghabiskan 20 ton bahan bakar (lupa nanya, solar atau bunker oil) per hari, jadi overall tripnya masih rugi.

Pengalaman on board sendiri air tawar tidak terbatas, bukan hanya untuk mandi, untuk cuci gear-pun bisa lebih-lebih. Untuk kabin kalo direfurbish sedikit (AC, fixtures, karpet dan kasur) kamarnya bisa lebih nyaman dari LOB. Lalu ruang di kapal luas sekali, ada kompartemen2 kelas ekonomi yang bisa dialihgunakan jadi ruang serbaguna, jadi privacy rasa2nya tidak ada masalah. Didalam kapal juga ada mesin laundry, jadi di hari kedua baju2 bisa dicuci dan kembali kering tersetrika di hari ketiga. Selain itu dapurnya juga besar, jadi kalau urusan penyajian menu bisa tidak terbatas jumlahnya.

Nah, bahan diskusinya, kalo jumlah penumpangnya nambah jadi 100 - 150 orang, taruhlah diver-nya dibatasi 20-30 orang dan sisanya snorkling+land trip, kira2 menguntungkan enggak ya model trip kayak begini, soalnya dengan kenyamanan yang lebih banyak mestinya target pasarnya bisa lebih luas lagi, bukan hanya divers yang memang terbiasa dengan "ketidaknyamanan" tetapi juga traveller biasa yang ingin pergi ke remote area seperti Raja Ampat. Jadi idenya breakeven point dicapai dengan menjual paket non divers dan profitnya dari paket diving.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Cruise mewah untuk LOB?
PostPosted: Thu Nov 03, 2016 12:42 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Saya rasa malah semakin relevan mas di era global ini.
2 minggu yang lalu saya ke El Gouna (luxury resorts complex) dan ikut day boat diving. Boatnya keren, steel boat, sangat lapang, ada fresh water shower, makananya juga top - prasmanan, capacity 20 - 24 divers tapi saat itu ada 16 divers.
Ketika saya bilang ke dive guidenya kalau tourism sudah mulai membaik, dia bilang nggak, karena mereka punya 4 boat tapi yang beroperasi cuma 1 atau 2.
Dia bilang sebelum revolusi ke 4 boat mereka selalu beroperasi dengan full capacity 20 an divers dan snorkeler. Nah itu baru dari satu operator, padahal disini ada puluhan atau bahkan ratusan operator.
Kata dia ada sekitar 200 day boats yang dulu beroperasi (belum termasuk LOB yang juga banyak sekali). Artinya, saat itu Red Sea bisa dapat 3000 - 4000 divers setiap harinya.
Saat ini katanya tinggal 30% an bahkan bisa jadi akan turun lagi karena KLM baru saja menutup rute mereka ke Cairo dan katanya Luftansa akan menyusul.
Nah peluang ini yang harusnya ditangkap - masih ada ribuan divers dan snorkeler yang mestinya bisa ditarik ke Indonesia dan sebagian bias ditarik ke R4 atau Komodo kalau ratenya bisa dibuat lebih kompetitif tanpa mengurangi kenyamanan dan keamanan.
Belum lagi para wisnu (wisatawan nusantara :D ) yang semakin tertarik untuk menikmati wisata bahari. Apalagi akses ke lokasi semakin mudah dengan dibangunnya bandara baru.

Rate Rp. 9 juta untuk 3 malam tanpa diving terbilang sangat mahal kalau disbanding di red sea.
Typical LOB disini untuk 7 malam, 3 - 4 x diving per hari, adalah Euro 700 - 1100.

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Cruise mewah untuk LOB?
PostPosted: Mon Apr 17, 2017 5:13 pm 
Offline

Joined: Thu May 22, 2014 2:20 pm
Posts: 20
Location: Jakarta, Indonesia
Wah saya baru tau kalau pake Cruise lebih murah karena memang penumpangnya cukup banyak daripada menggunakan Boat. Kalau pake Marine gimana ya? Saya terakhir diving waktu itu pake Boat dan nyewa bareng sama temen hehe

_________________
Outdoor Foam untuk mempernyaman di Boat atau Marine Cushion miliki Anda.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Cruise mewah untuk LOB?
PostPosted: Fri May 26, 2017 9:21 pm 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
duh detail bener..
bottom line,...
saat ini masih menarik ndak sih bisnis punya LOB Boat model Phinisi ??

Terakhir ke LBJ.. lagi banyak bener kapal
tapi susah banged cari kapal available...

_________________
-------------
aria anugraha m.
0818796937
https://www.facebook.com/aria.anugraha
--------------


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 14 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: