It is currently Tue Dec 12, 2017 11:38 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 17 posts ]  Go to page 1, 2  Next
Author Message
 Post subject: Himbauan Rupiah adalah Raja
PostPosted: Tue Jun 17, 2014 8:57 am 
Offline

Joined: Wed Jul 14, 2010 1:44 pm
Posts: 163
Location: Midden - Java
Sering saya dapati penawaran barang maupun jasa dalam dunia Perselaman menggunakan mata uang asing (seperti US $). Kondisi ini tidak saya dapati (atau-pun jarang, karena saya tidak dapat memastikan secara pasti) terjadi di negeri Jiran (malaysia). Penduduk di negeri itu (WN Malaysia ataupun WN Asing) sepertinya telah menggunakan mata uang mereka (RM) dalam setiap penawaran dan transaksi.

Ketika kita berbicara mengenai melindungi aset Bangsa, entah itu sebuah wilayah, maupun sumber daya manusia, kita selalu bangga dan bersorak lindungi Indonesia. Namun kebanggaan untuk melindungi Indonesia kurang terlihat ketika kita berbicara mengenai penawaran jasa dan barang di dunia Selam. Kita dapat ber-argumentasi pengguna industri selam di Indonesia adalah WNA, serta mayoritas barang di tawarkan di industri selam adalah buatan Luar Negeri. Namun apakah kondisi yang kurang lebih sama juga terjadi di negara Jiran ?
Singapura, yang merupakan negara perdagangan, telah mengeluarkan aturan pengguna $ singapura dalam setiap transaksi sebagaimana di kutip Gita Wirjawan ( http://www.ayogitabisa.com/berita-gita/ ... upiah.html )

Indonesia telah mengeluarkan sebuah Undang-undang, yaitu No. 7 tahun 2011 tentang Mata Uang yang pada pasal 21 ayat (1) menyatakan :
Rupiah wajib digunakan dalam:
a. setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran;
b. penyelesaian kewajiban lainnya yang harus dipenuhi dengan uang; dan/atau
c. transaksi keuangan lainnya
yang dilakukan di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Kewajiban ini pun mempunyai ancaman hukuman bagi yang tidak mentaati, yaitu pada pasal 33 ayat (1), menyatakan :
Setiap orang yang tidak menggunakan Rupiah dalam:
a. setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran;
b. penyelesaian kewajiban lainnya yang harus dipenuhi dengan uang; dan/atau
c. transaksi keuangan lainnya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan pidana denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah)

Harapan ini mungkin tidak semudah seperti membalik telapak tangan dan tentunya ada Pro dan Kontra terhadap pemikiran ini, namun sebuah perkataan "a journey of a thousand mile start with a single step" maka niscaya kesetiaan kita dalam menggunakan dalam setiap hal-hal kecil maupun besar.
Mudah-mudah harapan Rupiah menjadi Raja bisa terwujud melalui kesetian kita dalam menggunakan Rupiah di dalam NKRI :x

_________________
If you don't want it, don't bother making it


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Himbauan Rupiah adalah Raja
PostPosted: Tue Jun 17, 2014 10:13 am 
Offline

Joined: Thu Jul 29, 2010 9:02 am
Posts: 263
Location: Jakarta, Indonesia
Mas,

Sedikit menjawab kenapa hal ini terjadi di industri selam di Indonesia. Sebenarnya hal ini tidak hanya terjadi di industri selam di Indonesia, tetapi jg terjadi di banyak sektor industri lain di Indonesia .
Kenapa bisa terjadi ? Mayoritas sektor perdagangan di negara ini merupakan barang import, dimana untuk melakukan pembelian import semua menggunakan dollar dan euro. Di negara mana yang mau export ke indonesia yang mau terima rupiah ? GAK ADA !
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dollar tiap hari berubah, importir harus berpikir keras untuk menyiasati perubahan perubahan nilai tersebut tiap hari. Jangan di kira bahwa importir importir itu tidak ketar ketir tiap hari melihat perubahan yg terjadi.

Hal ini terjadi karena pemerintag kita sampai hari ini masih tidak bisa memberikan jaminan dan safety terhadap investasi dan kurs mata asing. Di Indonesia itu hal kecil yg trrjadi di dlm dunia politik bisa langsung merubah nilai kurs.

Jadi ya begitulah yg terjadi sekarang ini.

Mudah mudahan bisa sedikit memberi pencerahan, moggo kl ada tanggapan lain

Safe Dive

_________________
Safe Dive


E . H
NAUI # 50558


Whale Dive Centre
http://www.whaledivecentre.com
[email protected]
[email protected]


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Himbauan Rupiah adalah Raja
PostPosted: Tue Jun 17, 2014 2:50 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
baru mau ikutan nimbrung eh papahbear udah nyahut:

memang kondisinya persis seperti yang ebram sebut. lain cerita kalo modalnya murni rupiah semua (inipun akan terjadi perdebatan panjang karena bensin masih di subsidi) dan jualnya USD itu namanya kurang ajar. tapi kalo sebagian besar komponen (investasi jangka pendek & panjang) itu dalam bentuk USD kok rasanya bunuh diri kalau kita jualnya dalam IDR

teman-teman yang bergerak di export import sudah tau banget gimana ketar-ketirnya fluktuasi USD ke IDR, yang kadangkala spread nya bisa sangat tinggi dalam hitungan menit (sebenarnya malah hitungan detik kalau dipantau di market). untung besar atau rugi besar bisa terjadi dalam sekedipan mata.

betul, pemerintah hampir selalu intervensi kurs agar perubahannya tidak terlalu besar. tapi kadang pasar valuta asing terlalu 'sadis' dan fluktuasinya agak sulit untuk di redam. tapi tetap saja itu yang terbaik, walaupun pelaku bisnis tetap pusing menghadapinya.

jika tetap paksakan untuk pakai harga IDR hasil konversi USD jangan dikira mudah. harga2 yang sudah di publish kadang sulit untuk diganti karena sudah diedarkan oleh pihak marketing dan kalau mau dirubah lagi repot. nanti belum-belum sudah ada calon pelanggan yang protes, lho kok harga kemarin segini? repot kan.. belum lagi kalo yang jualan barang. masa iya harus rubah inventory yang jumlahnya ratusan (bahkan ribuan) setiap hari? tokonya bisa ndak buka karena harus rubah harga setiap saat.

kira-kira gitu pemahaman saya..

_________________
BanyuBiru Explorer Indonesia - Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | Dive Training & EFR Training | Halcyon Dive Systems Dealer | DAN Asia Pacific Supporter | W: www.banyubiru.org | F: Banyu Biru Explorers | T: @banyubiru_xplor


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Himbauan Rupiah adalah Raja
PostPosted: Wed Jun 18, 2014 7:21 am 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
Nah topik menarik nih mas.

Kalo pendapat saya sih sebenrnya kita mau mau aja pake rupiah krn akan lbh mudah dimana sehari hari kita bayar gaji pegawai sampe belanja barang pake rupiah kan. Dan dalam hal industri selam kaya kata mas bayu dan mas ebram ini utk mempersimple harga aja. Jd modal $10 kalo mau untung 20% ya jual $12 nah angka ini dijamin nanti kl beli lagi masih bs dgn harga yg sama tp kl dah dikomversi ke rp dan nilai rp turun nah kan jd repot dan biasanya pembeli gak mau tau kl ada kenaikan harga tp kl penurunan harga sih dikejar terus bahkan minta diskon dgn bilang kita "sahabat" mas bayu biar dpt diskon guede hahaha bener gak mas ebram yg punya toko.

Tapi hal itu saya liat hanya sejauh pemberian harga saja toh nanti pas bayar di kasir kita jg pake rupiah lagi kan apalagi kl gesek kartu kredit karena mesin kartu kredit di indo hanya bs rupiah jd kan rupiah is the king lagi bukan mas. Contoh soal ya kita belanja di divemaster, seapearl, whale , liquid dll yah. Tetep aja pake rupiah lg kan mas soalnya kl pake dollar diminta kurs tinggi atau dollar hrs bagus bgt gak boleh ada ketekuk dikit. Susah bener yah

_________________
don't dream your live, but live your dream.......


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Himbauan Rupiah adalah Raja
PostPosted: Wed Jun 18, 2014 8:33 am 
Offline

Joined: Wed Jul 14, 2010 1:44 pm
Posts: 163
Location: Midden - Java
Wah terimakasih mas ebram, mas hantulaut, mas ditajong, subyek ini disambut langsung oleh pelaku Industri Selam.

Sering saya dapati dalam forum ini adalah aturan yang dikeluarkan sebuah Agensi Penyelaman (PADI, SSI, CMAS, ADS, NAUI, dll) menjadi acuan dalam menyarankan apa yang harus dilakukan dalam sebuah situasi. Seperti dalam pemberian program pengenalan penyelaman (PADI : DSD) harus dilakukan oleh Instruktur, Penyewaan alat selam harus diberikan hanya kepada penyelam yang telah memiliki sertifikat, dan seterusnya. Aturan ini sering menjadi standar emas, walaupun dalam praktik yang saya sering lihat kondisi lapangan di Industri penyelaman, masih banyak (namun saya tidak bisa katakan mayoritas, karena tidak ada data ilmiah untuk itu) pelanggaran yang terjadi. Mungkin mas Ebram, mas Hantulaut, mas Ditajong lebih tahu hal tersebut, karena adalah pelaku industri yang dari hari ke hari menghadapi hal itu.

Namun yang saya himbau ini adalah berdasarkan aturan Negara Indonesia, dimana aturan tersebut berlaku di NKRI, dan mempunyai daya pemaksa serta alat pemaksa. Saya disini bersifat menghimbau, mungkin dari sisi konsumen, yang sering ketika menghadapi transaksi di Industri ini, tidak jelas berapa harga yang harus dibayar, di satu Toko menyatakan ikut kurs di bank B*A, di Toko lain di bank Man***i, di tempat lain mengatakan ikut kurs Jual, di tempat lain tidak menyatakan apa-apa, langsung menghitung harga jual dalam Rupiah (seperti yang dinyatakan mas ditajong, tetap dibayar dalam rupiah), bahkan saya pernah menghadapi dalam satu hari, melakukan transaksi di toko berbeda, yang menyatakan mengacu pada bank yang sama, meberikan kurs yang berbeda. Kondisi ini tentunya membingungkan dari sisi Konsumen, apalagi konsumen yang tidak mengerti harga kurs yang terjadi pada saat itu, karena sudah butuh dan menginginkan ya, dibayarlah.

mas Ebram, memang banyak industri yang mengacu pada mata uang asing, namun karena forum ini mengenai perselaman, untuk itu saya membatasi pada Industri selam, namun jika keluar dari topik, maka banyak Industri lain, seperti penerbangan dan bahan bakar, yang juga sangat bergantung pada impor, namun telah menjual dalam rupiah (namun mungkin benar, seperti kata mas Hantulaut katakan, hal itu tidak mudah, dan memang yang melakukan adalah perusahaan besar dengan sumber daya yang besar, tidak seperti kebanyakan toko selam, yang merupakan UKM).

Indonesia sering dinyatakan sebagai salah satu pasar Tujuan di dunia, jika semua potensi itu melakukan transaksi dalam rupiah, sebagimana telah diwajibkan negara, tentunya akan menciptakan faktor permintaan akan rupiah yang mendorong naik harga rupiah, seperti juga Cina, yang mewajibkan semua transaksi dalam RMB ( http://en.cnta.gov.cn/about/Forms/Trave ... ency.shtml )

Namun saya yakin semua pelaku Industri Selam, sangat cinta Rupiah :x

Rupiah adalah Raja

_________________
If you don't want it, don't bother making it


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Himbauan Rupiah adalah Raja
PostPosted: Wed Jun 18, 2014 1:41 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
nah gini, saya tambahin lagi. kalau mengacu ke dive industry sebagai operator (bukan toko jualan barang) ilustrasinya kurang lebih seperti ini:

1. investasi alat-alat diving tentu belanjanya dalam USD, walaupun bisa dikonversi ke IDR. tersebutlah sebuah angka, yang biasanya cukup besar. hitung saja harga kompresor, tangki, alat-alat diving sewaan dan printilan kecil lainnya seperti education material dsb.
2. ditambah investasi lain seperti dive boat (kalau ada), mobil antar jemput, SDM, biaya operasional, perijinan dll yang angkanya dalam IDR.
3. total jendral nilai investasi ini dikonversi menjadi IDR.
4. mulailah kita berhitung soal pengembalian modal, keuntungan, biaya operasional, biaya pemeliharaan (yang sebagian ada angka USD).
5. asumsi pertama: nilai tukar USD ke IDR melonjak (harga USD naik). artinya pengembalian modal menjadi lebih lama, keuntungan menurun.
6. asumsi kedua: nilai tukar USD ke IDR menurun (harga USD turun). artinya pengembalian modal menjadi lebih pendek, keuntungan bertambah (sedikit).

trend nilai tukar USD ke IDR cenderung naik dalam 2 tahun terakhir ini (http://www.xe.com/currencycharts/?from= ... DR&view=2Y)
artinya apa? ya asumsi pertama bicara banyak. pengembalian modal jadi lama & keuntungan menurun. jadilah potong sana-sini, yang berakibat safety turun. setelah 5 tahun harus ganti tangki, harus overhaul besar untuk kompresor dll ini pake USD.. renewal instruktur & DM, license dive center juga pake USD. spare parts dive equipment juga USD. ujung2nya filter & oli kompresor diganti lebih lama dari seharusnya (padahal menurut mbah surya harusnya justru diganti lebih cepat dari seharusnya), alat ndak di servis, dst dst.. udara jadi bau & kenyamanan diver menurun. client jadi ogah datang lagi. pemasukan berkurang. tambah potong sana-sini lagi. bensin kapal dibuat ngepas tanpa cadangan. pas pulang trip kapal mogok atau ndak bisa kejar diver yang hanyut. bencana dimulai.

trend nilai tukar USD ke IDR menurun? waduh.. ini yang sulit. silahkan lihat link yang diatas & bagaimana perubahan nilai tukar dalam 2 tahun terakhir.

sebut lah kita bicara dive course dengan harga 5 juta. nah, kalau nilai tukar berantakan artinya keuntungan menurun. makin banyak yang course makin bonyok yang ngajar. padahal harga sudah di publish jauh-jauh hari. mau naikin, konsumen bisa pilih warung lain yang harganya murah. mau pasang harga yang “aman” sudah pasti angkanya jadi besar.

nah kalau pasang harga di USD juga belum tentu aman. fluktuasi bikin kita cukup ketar-ketir. belum lagi kalau kita harus convert ke rupiah. pasti ada perbedaan ketika jual & beli valas. spread ini yang kadang ndak diperhatikan. jumlahnya kecil, tapi ketika kita tukar cukup besar, akan ada angka yang nyebelin. coba aja beli 1000 USD pake IDR, lalu jual lagi IDR nya ke USD. pasti nilainya bikin kita nyengir.

tapi minimal kalo kita pasang di USD angka nya tidak berubah terlalu jauh. walaupun kadang bisa dipahami ada pihak yang nakal & berharap nilai tukar USD ke IDR semakin melambung supaya keuntungan bertambah.

yang pusing tujuh keliling tentulah owner dive center. yang pegawai dive center ndak bisa dipaksa ikut pusing dan ndak ngerasain. ujung-ujungnya ya nombokin. dan rasanya nyaris semua dive center owner pernah nombokin hahaha.. ini yang konsumen ndak pernah tau.

konsumen luar negri tentu lah ndak pusing. wong nilai tukar mata uang mereka adem ayem, bahkan cenderung menguntungkan bagi mereka. konsumen dalam negeri yang kusut. gaji ndak naik tapi pengeluaran bertambah.

_________________
BanyuBiru Explorer Indonesia - Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | Dive Training & EFR Training | Halcyon Dive Systems Dealer | DAN Asia Pacific Supporter | W: www.banyubiru.org | F: Banyu Biru Explorers | T: @banyubiru_xplor


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Himbauan Rupiah adalah Raja
PostPosted: Wed Jun 18, 2014 8:14 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
ada situasi chicken and egg disini; namun kuncinya adalah bagaimana pemerintah dengan kebijaksanaan fiskalnya bisa membuat nilai rupiah stabil.
tapi kalau exchange rate masih kaya roller coaster tentunya akan sangat sulit; biar dipaksa juga nggak akan jalan, bahkan bisa menimbulkan perdangan gelap mata uang asing atau membuat industri yang foreign contentnya significant akan menderita dan bangkrut

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Himbauan Rupiah adalah Raja
PostPosted: Wed Jun 18, 2014 10:22 pm 
Offline

Joined: Thu Jul 29, 2010 9:02 am
Posts: 263
Location: Jakarta, Indonesia
Nah itu yg disebut mas wisnu persis spt yg sy blg di awal. Semua balik lagi krn pemerintah kita yg gak bisa menjamin kestabilan mata uang dan investasi.

Safe Dive

_________________
Safe Dive


E . H
NAUI # 50558


Whale Dive Centre
http://www.whaledivecentre.com
[email protected]
[email protected]


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Himbauan Rupiah adalah Raja
PostPosted: Sat Jun 21, 2014 1:17 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Di Bali dan dimana mana, kecuali Jakarta, tamu selam 95% adalah asing.
Cara menjual sesuatu, harus mudah dicerna "harga nya" maka US$ di pakai supaya tidak perlu bawa kalkulator jika harga dalam rupiah.

Angka dengan ENOL banyak adalah buruk....buruk sikologisnya.
Bayangkan Rp1,000,000 tak sampai pun US$100 hari ini, tapi its a MILLION my man. Orang dengar pun takut.

Dive Center owner Eropa dan target market European, pajang harga Euro, ini supaya calon tamu familiar dan mudah relate to value nya.

Toh semua di bayar pakai Rupiah bisa di terima anyway.
Maka US$ ataupun Euro hanya acuan yang lebih STABIL.

Stabilitas membuat usaha tidak pusing sangat.

Jangan kira jual dengan acuan dollar x kurs hari itu..........adalah aman sempurna.
DC terima Rupiah hari X. Tak mungkin setiap hari di tukar ke US$. Hari Y US$ naik lagi, DC pegang masih Rupiah.
Maka resiko tetap ada di tangan DC.

Kecuali perusahaan pakai fasilitas hedging, tapi kan ini PT besar doank....dan ada biaya juga toh.

Balik lagi, Raja adalah hanya Raja jika "baik".
Dalam currency baik adalah predictable dan stable, otherwise buka Raja.

Mata uang nilainya di luar jaminan ini ono dari pemerintah, faktor yang penting adalah nilai KEPERCAYAAN umum dan pasar international akan stabilitas ekonomi dan POLITIK. Sudah tak zaman uang backing pakai emas lagi dalam jumlah emas se-abrek abrek. Maka mata uang hanya bisa stabil jika kepercayaan naik.

Saya kasih contoh :

Mei 1997 - 1998.

Dari Rp 2000an per US$ jadi Rp4,000 jadi Rp10,000 an.
Tahu kah bahwa sempat Rp18,000 - 20,000 ?
Kapan Rp18K - 20K terjadi ?

Attachment:
Rupiah 1997-1998.JPG

Saat kerusuhan sini sono di bakar etc etc.
Disini lah kepercayaan negara lain ambruk total, maka saat itu lah Rp tembus 20K sekian hari.
Jadi faktor stabilitas dan kepercayaan atas keamanan, lebih besar nilai nya di banding potensi ekonomi.



Lihat Thailand.
Saat 1997-1998
Attachment:
thai bath 1997-1998.JPG

Thailand di pilih karena beda tipis dengan Indonesia income percapita nya.
Maka cocok jadi comparison.

Thailand 2 tahun ini
Attachment:
thai bath 2 tahun.JPG



Summary :

INDONESIA
1997 sampai 1998 ....US$ ke Indo Rp 2K >>>> Rp18-20K >>> average 10K deh.
2013 - 2014 >>>> Rp10K sampai Rp12K

Tahun yang sama Thailand :
1997 sampai 1998 US$ ke Thai Bath 25 >>>> peaking 55 >>>>turun ke 35
2013 - 2014 >>> Main2 antara 29 - 33

NOTE :
Thailand boleh demo ini ono. Ada yang mati juga....tetap saja Thai Bath tidak ambruk jauh, sebab community internasional masih percaya dengan Thailand...itu doank kunci nya ...TRUST.


Apa artinya ini graph exchange rate yg di cantumkan ? :
1997 - 1998, orang Indonesia jadi "miskin" 500% dibanding sebelum 1997 dengan peak nya "miskin" 900% saat rusuh.
2013-2014, orang Indonesia tetap "miskin" 500% di banding sebelum 1997

1997-1998, orang Thailand sempat "miskin" 200% pada puncak ambruk nya Thai Bath.
2013-2014 orang Thailand hanya "miskin" 140% average.

Ini mudah di cerna. Indonesia tidak mampu recover selama 17 tahun ini....1997 ke 2014
Thailand sudah recover dalam hanya 2 tahun terhitung krisis 1997, dimana hanya lebih miskin sedikit.
Malaysia tak di bantu IMF pun bisa recover.

Analogi nya, tahun 1996 beli set Big Mac + Fries + Coke = X rupiah
1997 - 2014, itu doku yg sama cuma dapat Coke nya doank.

Ini lah sejarah sejujur jujur nya Rupiah tidak akan di percaya solid seperti currency lain, contoh Thai Bath saja lah.
Jika 17 tahun tetap gini gini doank dan pernah best rate 8,000 .......we are not doing well my man.


NOTE :
Harga BBM aviation dan termasuk solar kapal besar/international, itu acuan nya US$, cuma di adjust mingguan bukan harian. Harga solar ke Industri/tambang juga sama US$ acuan nya, di adjust mingguan terhadap harga internasional dan ini acuan nya US$ euuyy.

SP


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Himbauan Rupiah adalah Raja
PostPosted: Sat Jun 21, 2014 11:18 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
ditajong wrote:
Nah topik menarik nih mas.

Kalo pendapat saya sih sebenrnya kita mau mau aja pake rupiah krn akan lbh mudah dimana sehari hari kita bayar gaji pegawai sampe belanja barang pake rupiah kan. Dan dalam hal industri selam kaya kata mas bayu dan mas ebram ini utk mempersimple harga aja. Jd modal $10 kalo mau untung 20% ya jual $12 nah angka ini dijamin nanti kl beli lagi masih bs dgn harga yg sama tp kl dah dikomversi ke rp dan nilai rp turun nah kan jd repot dan biasanya pembeli gak mau tau kl ada kenaikan harga tp kl penurunan harga sih dikejar terus bahkan minta diskon dgn bilang kita "sahabat" mas bayu biar dpt diskon guede hahaha bener gak mas ebram yg punya toko.

Tapi hal itu saya liat hanya sejauh pemberian harga saja toh nanti pas bayar di kasir kita jg pake rupiah lagi kan apalagi kl gesek kartu kredit karena mesin kartu kredit di indo hanya bs rupiah jd kan rupiah is the king lagi bukan mas. Contoh soal ya kita belanja di divemaster, seapearl, whale , liquid dll yah. Tetep aja pake rupiah lg kan mas soalnya kl pake dollar diminta kurs tinggi atau dollar hrs bagus bgt gak boleh ada ketekuk dikit. Susah bener yah


Dita, ayo belajar lagi penggunaan koma! Gw baca paragraf elo aja berasa kehabisan nafas... :)) :))

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Himbauan Rupiah adalah Raja
PostPosted: Sat Jun 21, 2014 3:24 pm 
Offline

Joined: Thu Jul 29, 2010 9:02 am
Posts: 263
Location: Jakarta, Indonesia
Hahahahahahahahaa. :D :)) =))

_________________
Safe Dive


E . H
NAUI # 50558


Whale Dive Centre
http://www.whaledivecentre.com
[email protected]
[email protected]


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Himbauan Rupiah adalah Raja
PostPosted: Wed Jun 25, 2014 11:45 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Numpang nimbrung...

Mau ketawa aja, jadi geli... =)) =)) =))

Nanti kalau ikutan serius ngebahas ini jadi forum ekonomi dan keuangan soalnya hahahaha...

Nice topic! Setuju Rupiah jadi alat pembayaran yang sah! Dan ini pasti!

Soal harga dalam $, it's only a matter of business strategy untuk bisa natural hedging on the product. Customer kan tinggal hitung aja ekuivalen rupiahnya, dan bayar dalam rupiah. Sama aja shopping ke luar negeri, kan di kalkulasi berapa sih barang yg mau dibeli dalam rupiah? Simple thing... :D

Yang saya juga sering sebel memang soal reference exchange rate yg dipakai. Banyak toko yg ambil untung banyak banget dari exchange rate. Ini nggak bagus, nggak jujur. Harus diperbaiki kebiasaan seperti ini. Paling enak belanja aja dalam $, charge to credit/debit card dalam dollar, biar banknya yg secara otomatis lakukan konversi ke rupiah equivalent. Dengan kata lain, bayar aja pakai dollar, beli dollarnya ke bank. Kalo gak diterima karena ketekuk, ajak aja ke bank si kasirnya, mana tau rejeki bisa dapet pin bebenya untuk diajak nge-date :))

Udah ah....

Makasih... :)

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Himbauan Rupiah adalah Raja
PostPosted: Thu Jun 26, 2014 7:51 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jan 31, 2013 4:06 pm
Posts: 350
Location: Coral Triangle
rendra wrote:
Dengan kata lain, bayar aja pakai dollar, beli dollarnya ke bank. Kalo gak diterima karena ketekuk, ajak aja ke bank si kasirnya, mana tau rejeki bisa dapet pin bebenya untuk diajak nge-date :))


Kalau ini om harus minta izin dulu sama saya, nanti saya jadiin temuan klo gak minta izin sama pemeriksanya.. :D

_________________
Eat, Sleep, Dive and Dive

Pin 2357C1BD
HP 085270426789
Email : [email protected]
FB: Benny Dwi Saputra
@mr_beny
Website www.divingatindonesia.com


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Himbauan Rupiah adalah Raja
PostPosted: Mon Jun 30, 2014 10:41 am 
Offline

Joined: Wed Jul 14, 2010 1:44 pm
Posts: 163
Location: Midden - Java
wah tambah asyik nih.

Mudah-mudah-an himbauan ini makin mengena :D

kembali lagi nih, om Wisnu mengutarakan chicken and egg, he...he... ya memang kurang lebih begitulah (atau tidak ya ? ).
Om Surya mengutarakan data-data "roller coaster" Indonesia Vs "kereta kelinci" Thailand karena penumpangnya kira-kira "sama", serta

Saya tidak mengerti bagaimana hubungan jual beli antara whole seller (ATPM mungkin ? atau sejenis) dengan Distributor lanjut ke Retailer. Memang seperti om Rendra bilang kalau dilanjut bisa ngarah ke diskusi bisnis keuangan, cuma memang aspek ini sangat mempengaruhi dalam industri selam, yang juga diajari pada level kursus dive profesional ?

Menarik om rendra pun juga mengutarakan adanya praktik yang kurang sehat dalam menentukan kurs dollar (senak udelnya mungkin ? iya kalau punya udel :D ) dan mengutarakan adanya kerugian yang diderita oleh konsumen (lagi-lagi WNI nih kebanyakan yang jadi korban ini, walaupun tidak sedikit juga WNA)

Saya tentunya tidak menginginkan para toko selam maupun pelaku selam "mati", karena mereka juga adalah katalisator dalam penyebaran "virus" Selam

Namun kalau boleh meminjam istilah genjet menggencet ini, koq kelihatannya pada akhirnya konsumen yang tergencet ya ? (mudah-mudahan salah nih, karena konsumen bisa pindah toko cari yang bisa digencet, he...he...)

Hanya ya itu, pemerintah telah berusaha melindungi pelaku bisnis di Indonesia, baik dalam pembatasan kepemilikan usaha (bahkan ada yang berupa daftar negatif) ataupun larangan pemilikan tanah oleh asing, juga pemerintah telah berusaha menaikkan penggunaan rupiah, salah satunya adalah memaksa pembebanan biaya pada pelabuhan (yang nota bene masih banyak sekali kapal asing, dimana menurut beberapa orang masih bisa dikatakan transaksi internasional) untuk menggunakan rupiah. Ini tentunya diluar topik, namun menunjukkan pemerintah juga aktif untuk mendorong penggunaan rupiah.

Kalau penggunaan dollar sebagai reference bagi turis asing, maka saya menghimbau juga keluarkan reference bagi WNI (yang mungkin hanya berlaku bagi WNI) karena untuk Asia Tenggara, memang konsumen selam adalah orang asing, namun "kelihatannya" di Indonesia dalam menservis tamu asing, telah menomor duakan rupiah. Penarikan pembayaran dalam $ pun adalah tindakan terlarang, karena rupiah adalah salah satu simbol dari kedaulatan negara.

Mungkin saya masih buta akan perhitungan, namun om audita pun mengutarakan biaya yang menjadi beban pada suatu penyedia selam, adalah gaji yang dibayarkan dalam bentuk rupiah (saya tidak tahu bagaimana penggajian jika yang menjadi professional adalah WNA ) sehingga untuk komponen ini Rupiah dapat diperhitungkan, dan om Hantulaut menambahkan adanya bahan modal yang harus diperoleh dalam $ (yang harus dibeli dalam $, namun saya tidak tahu dibeli di NKRI atau di LN ). Tapi adakah jalan tengah ? mungkin dalam menentukan operasi tertentu dimana Rupiah menjadi faktor dominan digunakan Rupiah.

Apakah ada suatu asosiasi (asosiasi pedagang selam ?? he...he...) yang dapat menentukan bentuk dan cara berjualan di NKRI (biar gak saling genjet, dan rupiah bisa dipakai ? )

Pembiaran $, Eur, ataupun mata uang asing lainnya, maka sama saja membiarkan pihak asing secera leluasa menggunakan Sumber Daya Alam di Indonesia. Apakah memang di-inginkan toko selam didirikan dan dikuasai sepenuhnya oleh asing ? toh tentunya pihak asing ini akan menang dalam bentuk modal yang lebih kuat.

Sekali lagi ini adalah himbauan, dan mungkin sebagai tempat diskusi bagaimana agar Rupiah digunakan secara luas di industri selam (aseli romantisme Nasionalis :D )

_________________
If you don't want it, don't bother making it


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Himbauan Rupiah adalah Raja
PostPosted: Tue Jul 15, 2014 2:17 pm 
Offline

Joined: Mon Jul 07, 2014 2:02 pm
Posts: 14
Location: jakarta
memang untuk urusan perdagangan produk ekspor - import, biasanya banyak yang lebih memilih menggunakan satuan mata uang dollar karena lebih stabil. Memang ada beberapa toko yang menjual dalam bentuk rupiah, namun si pemilik harus mengupdate harga produk tersebut tiap hari atau tiap minggunya.

_________________
Komunikasia - packaging design agency and graphic design jakarta


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 17 posts ]  Go to page 1, 2  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron