It is currently Wed Dec 13, 2017 8:16 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 11 posts ] 
Author Message
 Post subject: Bahaya bila tidak melakukan safety stop
PostPosted: Tue Jun 24, 2014 7:40 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jun 12, 2014 1:41 pm
Posts: 25
Location: Aceh
Dear Om om diver, mau nanya dong bahayanya jika tidak melakukan safety stop.

Kemarin saya dive 5x (hari pertama 3x dan hari kedua 2x). Max depht sih 18m.
Dive ke 5, spot nya "arus balek" pulau weh.
Pas nyebur sih, arus nya anteng, setelah 10 menitan, mulai terasa ada arus, enaknya sih bisa agak drift dive. Berhubung ternyata ada 2 arus disekitar dive spot ini, yang 1 anget n yg satu lagi dingin,setelah kurang lebih 10 menitan muterin karangnya, mendadak kerasa ada arus (dingin) yg berlawanan arah. Saya dan buddy saya kemudian sedikit bersabar dg diam di karang.
Setelah dirasa arus cukup pelan, kita coba lanjut muter lg.
Ternyata arusnya balik lg, saya nyoba mengejar buddy saya yang berada 2 meter didepan, dan ntah kenapa saya seperti sesak nafas mendadak, dari 90 bar ke 60 bar turun dalam kurang 5 menit. Rasanya seperti abis maraton.
Narik nafas tapi rasanya udara yg masuk sedikit sekali.

Saya minta untuk surface karena ngerasa nafas udah berat, oksigen cm 60, dan ga nyaman.
Si buddy ngasi octopus, dan ngebawa saya ke safety stop sambil berusaha remind untuk bernafas pelan2.

Pikiran saya udah gimana caranya surface cepet-cepet, tp mikirin takut kenapa2 klo ga safety stop, ya saya akhirnya wlwpun nafas msh ttp agak berat, ttp ikut safety stop.

Sampai di boat saya baru nyadar, ternyata resleting wet suit saya terbuka sampai batas dada, pantes aja rasanya dingin plus kepala agak pusing.

Question :
Kalau dalam kondisi darurat begitu dan saya sudah ga sanggup untuk bernafas dari regulator (meskipun dibantu pake octopus buddy), apakah saya boleh langsung surface tanpa safety stop? Atau apa tindakan yang harus dilakukan agar divernya ttp safe?


Mohon infonya yaa om om

_________________
Diving is about Fun and Safety

OKTI
[email protected]


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Bahaya bila tidak melakukan safety stop
PostPosted: Tue Jun 24, 2014 2:30 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jan 31, 2013 4:06 pm
Posts: 350
Location: Coral Triangle
Halo mas oktie, kayaknya awak kenal deh sama elu.. :D
Tapi mungkin anda gak inget lagi sama saya..

Saya bukan senior dan "expert" dalam hal ini karena saya masih belajar terus menerus, tapi saya bantu jawab sebatas yang saya ketahui, mohon koreksinya kalau ada yang kurang tepat...

Maaf kalau boleh tau, mas okti apakah pada saat diving di pulau weh apakah sudah menjadi licensed diver atau non licensed diver (introduction atau discovery scuba diving)?

satu-satu nih dibahasnyaa..

Quote:
Ternyata arusnya balik lg, saya nyoba mengejar buddy saya yang berada 2 meter didepan, dan ntah kenapa saya seperti sesak nafas mendadak,


Kalau dari kondisi yang disampaikan kemungkinan besar mas okti "overextertion" alias kelelahan yang berlebihan karena kicking melawan arus sehingga udaranya berkurang secara drastis ditambah dengan nafas yang pendek dan cepat yang pada akhirnya menyebabkan konsumsi udara yang meningkat dan diserang kepanikan makanya udaranya turun drastis dan terasa sesak di dada..

Quote:
Saya minta untuk surface karena ngerasa nafas udah berat, oksigen cm 60, dan ga nyaman.
Si buddy ngasi octopus, dan ngebawa saya ke safety stop sambil berusaha remind untuk bernafas pelan2.


Quote:
Kalau dalam kondisi darurat begitu dan saya sudah ga sanggup untuk bernafas dari regulator (meskipun dibantu pake octopus buddy)


Disini kemungkinan mas okti diserang kepanikan sehingga pingin cepet2 surface biar bisa bernafas lebih lega, padahal itu berpotensi bahaya bagi diri mas okti apalagi mengingat mas okti telah melakukan repetitive dive selama 2 hari sehingga akumulasi nitrogennya cukup tinggi..
Pada saat diserang kepanikan coba tarik nafas dalam-dalam dan perlahan sehingga oksigen mengalir lebih lancar dan berpikir lebih jernih dalam kondisi apapun tetap ingat prinsip "STOP, THINKING AND ACT"..

Kalau tidak salah dari yang pernah saya baca titik kedalaman paling rawan adalah di antara 4-5 meter karena disitu terjadinya perubahan tekanan yang cukup signifikan sehingga meningkatkan probabilitas terjadinya risiko DCS, makanya safety stop diwajibkan untuk dilakukan di antara kedalaman 4-5 meter..

Salam,
Benny Dwi Saputra

_________________
Eat, Sleep, Dive and Dive

Pin 2357C1BD
HP 085270426789
Email : [email protected]
FB: Benny Dwi Saputra
@mr_beny
Website www.divingatindonesia.com


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Bahaya bila tidak melakukan safety stop
PostPosted: Tue Jun 24, 2014 4:46 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jun 12, 2014 1:41 pm
Posts: 25
Location: Aceh
hadeh ben, ternyata oh ternyata...

Licensed nya udah,

Paniknya sih gak, everythings was well actually.

Tapi ya itu, pas lagi kicking mendadak sesak, upaya ngejar buddy itu justru karena mau ngajak surface.

Kalau dibilang penegn cepet naik sih, iya banget karena dada udah sesak banget khawatir kalau dilanjutin, malah ga bias.

Sebelum memutuskan ngejar ngejar buddy, nafasnya udah coba diatur (yang namanya kayak abis marathon ya), tapi kayaknya

udah ga bener, ngeliat SPG udah kaget aja 60 bar.

untuk bisa safety stop aja perjuangannya aduhai juga, safety stop nyambi ngedrift agak seru sih ya.


Tapi belum kejawab ni, kalau the worst case happen, cant breath normally anymore dan kejadian di orang lain, actionnya harus gimana ya? bisa jadi orangnya bahkan ga kuat kicking atau setengah2 ga sadar lagi.


boleh dong ya wejangannya yaaaa

_________________
Diving is about Fun and Safety

OKTI
[email protected]


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Bahaya bila tidak melakukan safety stop
PostPosted: Wed Jun 25, 2014 12:36 am 
Offline

Joined: Thu Jul 29, 2010 9:02 am
Posts: 263
Location: Jakarta, Indonesia
Mas Oktie, sekedar menjawab pertanyaan mas Oktie dan menambahkan penjelasan mas Benny.

Kl terjadi sesuatu dan terpaksa harus skip safety stop (inget dulu waktu pertama belajar diving ud diajarin E.S.A (NAUI) atw CESA (PADI) (kl SSI gak tau apa istilahnya)
Yg kemungkinan besar akan terjadi adalah anda akan mengalami DCS. Apa itu DCS ? Silahkan buka kembali buku Open Water / Scuba Diver
Maka yg harus dilakukan adlh :
1. Istirahat yg banyak
2. Minum air putih yg banyak
3. Segera cari dan gunakan O2 murni (98-100%) untuk merilis bubbles nitrogen yg segitu banyaknya menumpuk di badan anda (akibat repetitive dive) yg mulai expand krn anda naik terlalu cepat dan tidak safety stop ( proses offgasing tidak sempurna ).
Kenapa O2 murni ? Buka lagi deh buku nya.
4. Segera masuk chamber kl memang tanda tanda DCS muncul dan O2 kurang menolong

Dan ingat utk tdk panik dlm kondisi apapun, usahakan bernapas dgn normal, istirahat yg cukup, jagalah kesehatan dan fisik, dan juga ingatlah posisi anda dgn buddy pd waktu diving jgn terlalu jauh. Fungsi buddy adlh saling membantu ketika terjadi masalah pd saat menyelam.

Demikian kira kira, lebih kurang monggo teman teman yg lain menanggapi.


Safe Dive

_________________
Safe Dive


E . H
NAUI # 50558


Whale Dive Centre
http://www.whaledivecentre.com
[email protected]
[email protected]


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Bahaya bila tidak melakukan safety stop
PostPosted: Wed Jun 25, 2014 10:59 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Om Oktie, salam kenal...

Langsung mau nanya ya, apakah om Oktie merokok?

Kemudian untuk menjawab pertanyaan soal langsung ke surface:

1. Kalau situasinya out-of-air, lakukan CESA sebagaimana sudah diajarkan;
2. Kalau situasinya masih controlable, tidak out of air, coba utk stay calm. Benny udah tulis untuk stop, think, act. Om Ebram juga sdh bilang usahakan jangan panik. Ini semua bisa dilakukan kalau dipersiapkan dengan baik sebelum penyelaman.
3. Kalau sampai terjadi direct to surface tanpa safety stop:

- lanjutkan stay di surface untuk 24 jam ke depan, nggak usah nyoba2/ spekulasi nyebur lagi
- perhatikan gejala2 timbulnya DCS, spt rasa semutan, sakit pada persendian, kesulitan berbicara, perubahan penglihatan. Minta buddy anda untuk menemani dan ikut memperhatikan gejala yg mungkin timbul
- kalau operator bisa melakukan oxygen provision, sebagai antisipasi bisa minta mereka memberikan oksigen murni sesuai prosedur pemberian oksigen
- kalau terdapat gejala, segera ke fasilitas rekompresi terdekat (chamber) untuk mendapatkan treatment

Salam,
Rendra

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Bahaya bila tidak melakukan safety stop
PostPosted: Thu Jun 26, 2014 9:35 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jun 12, 2014 1:41 pm
Posts: 25
Location: Aceh
rendra wrote:
Om Oktie, salam kenal...

Langsung mau nanya ya, apakah om Oktie merokok?

Kemudian untuk menjawab pertanyaan soal langsung ke surface:

1. Kalau situasinya out-of-air, lakukan CESA sebagaimana sudah diajarkan;
2. Kalau situasinya masih controlable, tidak out of air, coba utk stay calm. Benny udah tulis untuk stop, think, act. Om Ebram juga sdh bilang usahakan jangan panik. Ini semua bisa dilakukan kalau dipersiapkan dengan baik sebelum penyelaman.
3. Kalau sampai terjadi direct to surface tanpa safety stop:

- lanjutkan stay di surface untuk 24 jam ke depan, nggak usah nyoba2/ spekulasi nyebur lagi
- perhatikan gejala2 timbulnya DCS, spt rasa semutan, sakit pada persendian, kesulitan berbicara, perubahan penglihatan. Minta buddy anda untuk menemani dan ikut memperhatikan gejala yg mungkin timbul
- kalau operator bisa melakukan oxygen provision, sebagai antisipasi bisa minta mereka memberikan oksigen murni sesuai prosedur pemberian oksigen
- kalau terdapat gejala, segera ke fasilitas rekompresi terdekat (chamber) untuk mendapatkan treatment

Salam,
Rendra





Dear OM-om,...

Makasih bgt ni infohnya...

Saya sih social smoker.
Soal yang case ini, situasinya masih under control, masih bisa handle situasi (at least masih bisa mikir teori2 safety).
Pengalaman pertama dada sesak seumur hidup, di aer pula lagi.
Tapi bisa jadi di dive selanjutnya terjadi hal serupa atau mungkin worst, jadi nambah ilmu dulu deh dari om om.


Teriemong Geunaseh Om Om diver

_________________
Diving is about Fun and Safety

OKTI
[email protected]


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Bahaya bila tidak melakukan safety stop
PostPosted: Thu Jun 26, 2014 10:48 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Yang mas Oktie rasakan, yaitu dada terasa sesak, kemungkinan adalah disebabkan oleh CO2 retention (kelebihan kadar CO2 dalam tubuh).

CO2 retention sering pada diver yang mengalami overexertion, terlebih jika perokok.

Sebaiknya seorang diver tidak merokok.

Saya merokok sebagai bagian dari riset mengenai smoking and diving. Saya sudah merasakan betul efek merokok pada diver.

Sekarang saya dalam tahap pemulihan dari kebiasaan merokok. Quit smoking while you can :)

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Bahaya bila tidak melakukan safety stop
PostPosted: Thu Jun 26, 2014 12:58 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jun 12, 2014 1:41 pm
Posts: 25
Location: Aceh
rendra wrote:
Yang mas Oktie rasakan, yaitu dada terasa sesak, kemungkinan adalah disebabkan oleh CO2 retention (kelebihan kadar CO2 dalam tubuh).

CO2 retention sering pada diver yang mengalami overexertion, terlebih jika perokok.

Sebaiknya seorang diver tidak merokok.

Saya merokok sebagai bagian dari riset mengenai smoking and diving. Saya sudah merasakan betul efek merokok pada diver.

Sekarang saya dalam tahap pemulihan dari kebiasaan merokok. Quit smoking while you can :)



Kayaknya sih begitu Om (kelebihan O2),
Makanya setelah nyoba relax, perasaannya udah meyakinkan solusinnya harus surface biar bisa narik nafas di udara terbuka dengan puas. hehehe.

Wah, klo Om Rendra stop smoking, berkurang dong penghasilan kantor ane.wkwkwkwk.

btw, kalau kedinginan bisa bikin sesak juga ga ya?
Waktu sampe Boat baru nyadar ini wetsuit kebuka sampe batas dada, perasaan freezing sih ga, tapi ngerasa kok aernya nambah dingin aja.



Thx ya Om Rendraaa

_________________
Diving is about Fun and Safety

OKTI
[email protected]


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Bahaya bila tidak melakukan safety stop
PostPosted: Thu Jun 26, 2014 2:37 pm 
Offline

Joined: Thu Jul 29, 2010 9:02 am
Posts: 263
Location: Jakarta, Indonesia
bro Rendra ... Yakeenn mulai berenti ngerokok ????
Gw belon liat tuuhhh .... wakakakakaakkk

_________________
Safe Dive


E . H
NAUI # 50558


Whale Dive Centre
http://www.whaledivecentre.com
[email protected]
[email protected]


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Bahaya bila tidak melakukan safety stop
PostPosted: Fri Jun 27, 2014 10:00 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
Mungkin ini membantu mas,

coba dibaca-baca thread ini mengenai Cold Shock Response ya:
http://blogs.howstuffworks.com/keep-ask ... old-water/

Sebagai masukan, hal seperti ini banyak juga terjadi di kondisi air dingin sambil melawan arus, contoh gamblang:
Mola Mola season di Crystal Bay, Nusa Penida, dimana banyak kemungkinan diver harus berenang melawan arus untuk keluar/kembali ke teluk, di suhu air 20 derajat atau lebih rendah:
stress level naik, detak jantung meningkat cepat, hyperventilation, oksigen tidak cukup sampai ke otak, tunnel vision, semua bisa terjadi dalam hitungan menit.

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Bahaya bila tidak melakukan safety stop
PostPosted: Fri Jun 27, 2014 10:20 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jun 12, 2014 1:41 pm
Posts: 25
Location: Aceh
Christo del Mar wrote:
Mungkin ini membantu mas,

coba dibaca-baca thread ini mengenai Cold Shock Response ya:
http://blogs.howstuffworks.com/keep-ask ... old-water/

Sebagai masukan, hal seperti ini banyak juga terjadi di kondisi air dingin sambil melawan arus, contoh gamblang:
Mola Mola season di Crystal Bay, Nusa Penida, dimana banyak kemungkinan diver harus berenang melawan arus untuk keluar/kembali ke teluk, di suhu air 20 derajat atau lebih rendah:
stress level naik, detak jantung meningkat cepat, hyperventilation, oksigen tidak cukup sampai ke otak, tunnel vision, semua bisa terjadi dalam hitungan menit.



Kayaknya begitu nih...
Kecapean kicking plus agak dingin kali ya..

Thanks mas christo

_________________
Diving is about Fun and Safety

OKTI
[email protected]


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 11 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: