It is currently Fri Oct 20, 2017 9:26 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 24 posts ]  Go to page Previous  1, 2
Author Message
 Post subject: Re: Larangan tidak boleh diving setelah turun dari pesawat??
PostPosted: Thu Jan 16, 2014 7:33 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
Izinkan daku menambahkan beberapa:
rendra wrote:
1. Dehidrasi kurang tepat disebut rasa (spt rasa haus. Efek dari dehidrasi a.l. adalah rasa haus). Dehidrasi adalah kurangnya cairan dalam tubuh...
Betul, untuk itulah kata rasa sengaja saya garis bawahi, jadi kata rasa yang menjadi predikat kalimat, bukan kata dehidrasinya :D

Quote:
2. Efek narkotik nitrogen mulai terjadi pada tekanan sekitar 2ATA.... Dalam penerbangan dengan presurrized cabin, ambient pressure dalam kabin dibuat sekitar 0,7 - 1,2ATA, tergantung pabrikannya... jadi nggak ada efek nitrogen uptake ataupun narcotic effect dalam penerbangan. Dalam penyelaman memang betul terjadi hal2 dimaksud...
Jika kalimat saya sebelumnya dibaca secara saksama, maka konteks kalimatnya terjadi saat mendarat, di mana tubuh uptake nitrogen.

Dan sekadar meluruskan, secara umum tidak ada penerbangan sipil dengan presurrized cabin yang memberikan tekanan di kabin lebih besar dari 1ATA.

Agar tidak melebar ke mana2, maka sesuai topiknya, maka saya mencoba mempertegas kembali bahwa tidak ada larangan diving setelah turun dari pesawat (kalo topiknya nanya soal rekomendasi, dijawabnya beda lagi donk). Bahwa direkomendasi untuk istirahat dulu, itu cerita lain dan dilihat relevansi kondisinya. Kita terbang dari LA ke Bali yang memakan waktu kurang lebih 24 jam dan duduk di kelas ekonomi, langsung mo diving, ya jelas beda kondisi tubuh dengan yang terbang dari Jakarta. Toh kita sudah certified diver, bukan? Jika terasa haus, ya banyakin minum air putih :D


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Larangan tidak boleh diving setelah turun dari pesawat??
PostPosted: Thu Jan 16, 2014 7:55 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
Kalo saya mau tinjau ulang dari judul thread ini

"Larangan tidak boleh diving setelah turun dari pesawat"

Kita tau "larangan" adalah kosakata negatif

Begitu juga "tidak boleh" mengandung unsur negatif

Kata dengan unsur negatif yang di dahului dengan kata keterangan yang juga memiliki unsur negatif akan saling menggugurkan, sehingga menjadi kalimat positif

Misal, "jangan tidak bersuara" berarti sebaiknya bersuara

Atau "bukan tidak mau" berarti bisa saja mau

Jadi "larangan tidak boleh diving" berarti boleh diving bro.. =)) =))

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Larangan tidak boleh diving setelah turun dari pesawat??
PostPosted: Thu Jan 16, 2014 7:58 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
bener juga lo ndo =)) harusnya ditambahin koma...hahahaha


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Larangan tidak boleh diving setelah turun dari pesawat??
PostPosted: Thu Jan 16, 2014 11:02 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
baiklah saya tambahin sedikit supaya jelas

A. beberapa fakta pada dunia penerbangan:

1. di dunia penerbangan ada 2 istilah, yaitu flying altitude & cabin altitude. flying altitude artinya ketinggian penerbangan. cabin altitude artinya tekanan yang sedang terjadi pada 'fuselage' atau badan pesawat.

2. kabin pesawat pada ketinggian jelajah (berapapun ketinggiannya) akan memiliki cabin altitude yang DISESUAIKAN. makin tinggi ketinggian, makin rendah pressure nya. secara umum, kondisi tekanan pada kabin penumpang akan disetarakan dengan ketinggian 8.000 feet - setara dengan 22.23 inch mercury atau bisa dikonversi menjadi 0.74 atm (kurang dari 1 atm) - agar penumpang merasa nyaman.

3. tapi makin tinggi pesawat, maka cabin pressure akan turun sesuai dengan ketinggian. pada 10.000 feet cabin pressure akan berada pada tekanan setara dengan 0.68 atm, pada 20.000 feet akan setara dengan 0.46 atm, pada 30.000 feet akan setara dengan 0.29 atm.

4. untuk itu , cabin pressure selalu disesuaikan agar setara dengan 8.000 feet. tapi karena ketinggian pesawat selalu berubah, maka dilakukanlah pressure adjustment. inilah yang menjelaskan kenapa kita tetap harus melakukan equalize pada saat di dalam pesawat, walaupun kabin dalam kondisi tertutup dan pressurized.

B. korelasi antara decompression sickness & penerbangan:

1. walaupun jarang, tapi decompression sickness masih MUNGKIN dapat terjadi pada saat perubahan tekanan di dalam kabin (baca nomer 4 A) karena hasil dari paparan (exposure) dari atmospheric pressure yang rendah/kurang dari 1 atm (baca nomer 2 A).

2. tubuh manusia secara alami pada dasarnya tersaturasi oleh nitrogen, yang terlarut pada 'tissues' dan cairan tubuh., pada saat partial pressure di kondisi normal/atmospheric pressure 1 atm.

3. ketika ambient pressure menurun/diturunkan, maka ada TENDENSI nitrogen akan keluar/melepaskan diri dari cairan tubuh dalam bentuk microbubbles. inilah konsep dasar penyebab decompression sickness.

4. pada dunia penerbangan, symptom decompression sickness ini disebut sebagai "altitude-induced decompression sickness" atau sering juga disebut dengan istilah "altitude DCS". konsepnya sama persis seperti decompression sickness pada kegiatan scuba diving.

5. faktor penyebab/pendukungnya adalah: perubahan ketinggian "cabin pressure" yang berubah-ubah, dehidrasi, kondisi fisik, kondisi mental, obesitas, level stres, kelelahan, re-exposure to altitude within 48 hours, usia, kondisi individu dan alkohol level pada darah.

C. beberapa fakta mengenai diving after flying:

1. pada beberapa perusahaan penerbangan komersial, sangat jelas disebut pada peraturan mereka bahwa pilot & awak kabinTIDAK disarankan untuk melakukan kegiatan scuba diving setelah melakukan penerbangan. sangat dianjurkan untuk menunggu selama 8 jam dihitung setelah pendaratan (yang saya tau peraturan ini ada di Cathay Pacific, Singapore Airlines dan Qatar. yang lain ndak tau).

2. hal ini jelas tindakan preventif mengingat tanggung jawab awak kabin kepada penumpang yang mereka bawa. sebagai catatan tambahan: untuk penerbangan dibawah 6 jam, pilot & awak kabin punya peraturan RHM atau Rest Hour Minimum yang mensyaratkan mereka beristirahat selama minimal 8 jam sebelum penerbangan.

3. penelitian yang dilakukan oleh US Air Force pada tahun 1988 menyebutkan terdapat 13% kasus altitude DCS pada penerbangan dibawah ketinggian 25.000 feet cabin pressure dan 7% kasus pada penerbangan dibawah 10.000 feet cabin pressure.

4. studi oleh DAN dilakukan pada tahun 1994 di Karibia, karena banyaknya kasus DCS untuk diving yang dilakukan pada hari pertama disana. temuan dari survey DAN menyatakan kasus "first day diving" ini terjadi sebanyak 37.5%

D. apakah diving after flying itu AMAN:

1. jika anda tidak melalui penerbangan long haul (diatas 6 jam) faktor resiko akan sangat berkurang. studi yang dilakukan oleh DAN (baca 4C) rata-rata responden adalah diver dari negara Eropa dan Amerika yang harus menempuh penerbangan jarak jauh.

2. tapi RESIKO akan altitude DCS masih ada, mengingat beberapa faktor pendukung (baca 5B) yang kondisinya berbeda bagi masing-masing individu.

3. penerbangan domestik di Indonesia rata-rata berjarak tempuh kurang dari 6 jam dan hampir selalu berada pada ketinggian jelajah menengah (8.000 feet sampai 20.000 feet. catatan: makin pendek jarak tempuh, makin rendah ketinggian jelajah.

4. di Indonesia lokasi penyelaman rata-rata masih harus ditempuh kurang lebih 1-3 jam dari airport. sementara jika dihitung sejak pesawat mendarat sampai keluar dari airport masih membutuhkan waktu rata-rata 45 menit sampai 1 jam (termasuk baggage claim, loading barang ke mobil, ke toilet dsb). sementara proses check in di hotel masih butuh waktu rata-rata 30 - 45 menit. total waktu rata-rata sampai benar-benar diving masih perlu waktu sekitar 3-5 jam.

5. mengingat banyak sekali parameter yang ada (baca point A, B, C) masih ada "error margin" yang mungkin terjadi. oleh karena itu disarankan untuk mengambil sikap yang KONSERVATIF.

6. tidak. saya TIDAK menakut-nakuti. data kejadian serta studi ada dan valid. memang di buku pelajaran/course dan teori diving secara umum (dari open water sampai instructor - mungkin juga sampai ke level course director), hal ini TIDAK disinggung secara eksplisit. bisa ndak ada yang pengen diving nanti. warung bisa bubar.

7. jangan jadi diver yang hanya kejar setoran dan TIDAK belajar sisi lain dari diving. pelajari teori dan issue yang berkembang di diving, biar lebih update. banyak diskusi, banyak baca, banyak sharing. dari situ kita sama-sama belajar supaya lebih mengerti dan TIDAK hanya kenal diving dari kulitnya doang.

PENTING:
inget Murphy's Law. when things CAN go WRONG, it WILL go WRONG. jadi konservatif pun TIDAK cukup. belajarlah untuk MENANGANI dan MENANGGULANGI. inget juga pesan boyscout: BE PREPARED!

selamat ber malam jumat hehehe..

Referensi:
*Medical Facts for Pilots - JR Brown & Melchor Antunano MD / Federal Aviation Administration Civil Aerospace Institute - Publication AM-400-95/2*
*DAN Study of First Day Diving DCS Case in Carribean 1994*
*Principles and Practice of Travel Medicine - Jane Zuckermann / Wiley - Blackwell Publication*
*Aviation Psychology - Bor, Eriksen, Oakes, Baum / Royal Hospital London & Aviation Security International, London UK*
*Aviation Medicine - Michael Bagshaw / King's College, London UK*

_________________
BanyuBiru Explorer Indonesia - Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | Dive Training & EFR Training | Halcyon Dive Systems Dealer | DAN Asia Pacific Supporter | W: www.banyubiru.org | F: Banyu Biru Explorers | T: @banyubiru_xplor


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Larangan tidak boleh diving setelah turun dari pesawat??
PostPosted: Thu Jan 16, 2014 11:30 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
BotolKecap wrote:
Izinkan daku menambahkan beberapa:
Jika kalimat saya sebelumnya dibaca secara saksama, maka konteks kalimatnya terjadi saat mendarat, di mana tubuh uptake nitrogen.

Dan sekadar meluruskan, secara umum tidak ada penerbangan sipil dengan presurrized cabin yang memberikan tekanan di kabin lebih besar dari 1ATA.



Terlepas dari topik dilarang atau nggak, biar gak terjadi misleading information soal nitrogen uptake, maka tubuh tidak mengalami nitrogen uptake pada saat mendarat di ketinggian 1ATA. Ini konsepnya partial pressure. Uptake terjadi pada saat partial pressure lebih tinggi dari normal value di sea level. Nitrogen partial pressure di permukaan laut adalah normal atau kira2 0,79ATA. Nitrogen uptake terjadi saat ambient pressure meningkat, misalnya di kedalaman 10 meter/ 2ATA, dimana partial pressure nitrogen menjadi 1,58ATA dan terjadilah uptake atau serapan inert gas melebihi partial pressure normalnya pada sea level. Lain halnya jika yg dimaksud BK adalah gas expansion yg terjadi dalam tubuh manusia saat pesawat turun dari ketinggian. Gas expansion lebih relevan dalam bentuk terjadinya emboli atau gangguan pada sinus dan rongga2 udara dalam tubuh manusia.

Soal cabin pressure, sistemnya bisa sampai 1,2ATA, tapi operating pressure disesuaikan untuk ketinggian sekitar 8000 feet/ 1800 meter, which is sekitar 0,7 ATA. Contohnya pada aplikasi air ambulance, cabin pressure bisa di set ke 1-1,2ATA, misalnya untuk membawa injured diver. Ini masuk kategori penerbangan sipil lho.

Well, ini bukan soal simplifikasi penjelasan, tapi penjelasan yang baik adalah penjelasan yang benar :)

Dan sebagai concluding remarks, silahkan aja menyelam setelah mendarat dari penerbangan. Diskusi panjang disini diambil saja sebagai materi pengetahuan lanjutan tentang diving physics dan physiology.

Semoga bermanfaat.

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Larangan tidak boleh diving setelah turun dari pesawat??
PostPosted: Thu Jan 16, 2014 11:54 pm 
Offline

Joined: Thu Jul 29, 2010 9:02 am
Posts: 264
Location: Jakarta, Indonesia
Menyimak sambil makan sate deh

_________________
Safe Dive


E . H
NAUI # 50558


Whale Dive Centre
http://www.whaledivecentre.com
[email protected]
[email protected]


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Larangan tidak boleh diving setelah turun dari pesawat??
PostPosted: Tue Jan 21, 2014 12:46 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
Menambahkan beberapa informasi agar terlihat lebih utuh terkait pesawat penerbangan sipil dengan pressurized cabin pada umumnya dan relevansinya dengan topik:

1. Sewaktu tinggal landas hingga sampai ketinggian 30.000 ft, tekanan kabin akan diturunkan secara bertahap dari 1 ATA hingga kurang lebih setara dengan tekanan di 8.000 ft yakni berkisar 0.7 ATA

2. Jadi, dalam kondisi normal nyaris tidak mungkin tekanan di dalam kabin selama penerbangan akan kurang dari 0.7 ATA atau lebih dari 1 ATA.

3. Mengapa dipilih mentok setara tekanan di 8.000 ft? Mengapa tekanan kabin tidak diset setara darat saja yakni 1 ATA? Ini terkait keamanan kontruksi pesawat, yakni menjaga agar selisih tekanan di kabin dengan tekanan sebenarnya di luar tidak terlalu besar. Selain itu, kondisi manusia di dalam kabin selama penerbangan yang diset setara keadaan 8.000 ft masih dalam batas toleransi aman dan nyaman.

4. Ketinggian jelajah pesawat tidak selamanya berbanding lurus dengan jarak tempuh. Perusahaan penerbangan semaksimal mungkin ingin mencapai batas ketinggian optimal di kisaran 30.000 ft, ini semua kembali lagi ke prinsip bisnis: efisiensi bahan bakar = margin ok. Penerbangan domestik dari Jakarta ke Semarang yang tidak sampai 1 jam, tentu akan sulit mencapai ketinggian 30.000 ft dalam waktu sesingkat itu. Namun penerbangan domestik Jakarta ke Denpasar akan sama ketinggian optimalnya di kisaran 30.000 ft dengan penerbangan ke Manado, walau jarak ke Denpasar lebih pendek setengahnya.

5. Namun begitu, ketinggian jelajah sebuah penerbangan pada akhirnya adalah buah keputusan dari sang Pilot dengan mempertimbangkan segala faktor.

6. Selama pesawat tinggal landas hingga mencapai ketinggian optimal, maka tubuh manusia akan menyesuaikan tekanan parsial Nitrogen di tubuh, dengan melepasnya (offgassing), hingga mencapai equilibrium dengan tekanan di dalam kabin yang semakin rendah.

7. Seperti yang sudah kita pelajari selama kursus OW, maka ketika terjadi perubahan tekanan yang cukup signifikan selama proses offgassing, microbubbles penyebab DCS berpotensi terbentuk. Untuk itulah mengapa ada No Fly Time.

8. Selama pesawat dalam proses mendarat, kembali lagi terjadi perubahan tekanan di dalam kabin yang meningkat secara bertahap. Tubuh kembali akan menyesuaikan tekanan parsial Nitrogen, dengan menyerapnya (uptake). Di sinilah Nitrogen dapat bersifat anestetik ringan, yang sesaat akan mempengaruhi cara berpikir otak, sampai proses uptake selesai seiring tekanan parsial Nitrogen mencapai equilibrium dengan tekanan di sekelilingnya.

9. Hasil studi DAN yang sebelumnya telah dikutip terkait Diving after Flying sangat teramat konservatif. Agar informasinya tidak sepotong-sepotong, berikut merupakan petikannya yang relevan (di-bold) dengan apa yang dimaksud di poin ini: "Given that there are thousands of tourist divers who fly to Caribbean and Pacific dive sites, these numbers are far too small to establish a cause and effect"

10. Mengenai peraturan (bukan larangan) tidak disarankan pilot diving after flying, sepenuhnya adalah kebijakan masing-masing perusahaan penerbangan. Namun perlu diketahui tidak ada satu pun saran maupun larangan dari regulasi penerbangan kepada pilot, baik FAA maupun CASR, yang terkait soal diving after flying.

11. Untuk itulah mengapa larangan Diving after Flying belum menjadi standar baku organisasi penyelaman rekreational pada umumnya.

12. So, selama kondisi Anda dan lingkungan memungkinkan, menyelam setelah terbang, sah-sah saja.

13. Diving bukanlah kegiatan tanpa risiko, jika kita tidak ingin menanggung risiko tsb, ya mending jangan diving :D

14. Jika kita seorang certified rec diver, maka apa yang kita pelajari selama kursus untuk recreational diving sudah memungkinkan kita untuk dapat menyelam yang aman dan tentu saja menyenangkan. Jadi, tidaklah perlu minder dan berkecil hati jika kita tidak belajar sisi lain dari dunia diving, atau hanya tahu yang kita pelajari sewaktu kursus, atau tidak banyak diskusi, atau tidak sharing, atau hanya penggiat pasif. Namun begitu, toh juga tidak ada salahnya jika hasil diskusi panjang oleh senior-senior di sini dipakai sebagai bahan untuk menambah wawasan kita dalam dunia diving yang terkait safety, yang tentu saja tanpa perlu kehilangan rasa kritis kita. But the choice is yours, bukan kah begitu? :ymhug:


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Larangan tidak boleh diving setelah turun dari pesawat??
PostPosted: Tue Jan 21, 2014 9:31 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Hmmm... jadinya bahas penerbangan nih....

Anyway... gw gak setuju dengan pendapat nitrogen memberikan efek anestetik ringan dalam konteks ini. Ini sama sekali nggak bener. Di OW juga sudah diajarin kan soal ini? Ini soal gas dan hukum henry kalau masih ingat.

Efek anestetik ataupun narcosis akan terjadi pada berbagai jenis gas (bukan hanya nitrogen) pada saat terjadi elevated pressure (di atas tekanan parsial per 1ATA). Manusia itu dirancang untuk hidup di sea level (1ATA). Oleh karena itu kita tidak merasakan efek anestetik ataupun narcosis pada tekanan 1ATA atau kurang. Oleh karena itu pula pemakaian kata 'uptake' adalah untuk menjelaskan terjadinya 'on-gassing' yang menyebabkan inert gas partial pressure melebihi tekanan ambient 1ATA. Nah, pada tekanan 1ATA atau lebih, terdapat kemungkinan timbulnya efek anaestethic ataupun narcotic, whatever we call it.

Kalau mau belajar soal ini, baca baca aja dulu di wiki deh, cukup jelas dan gamblang. Atau kalau mau referensi PADI, bisa baca di PADI Diving Dictionary, ada kok dijelaskan disitu.

Ini link wiki: http://en.wikipedia.org/wiki/Nitrogen_narcosis

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Larangan tidak boleh diving setelah turun dari pesawat??
PostPosted: Fri Jan 24, 2014 11:15 am 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
wah seru nih.. lanjut para suhu,
sama dng bro EH, nyimak sambil ngupi... (btw ngupi2 enak di jkt dimana yah..)

ini sekedar share yah, teknisnya ane kagak ngerti...
Kalau menurut newbie, tubuh kita sudah diberikan sistem signal yang sangat canggih,
cuma kadang secara psikologis, rasa malu, sombong bisa membumpetkan signal2 tersebut.
Maksudnya, yaaa kalau cape abis terbang dan naik mobil jauh kira-kira dan ukur sendiri kalau langsung mau diving..

ini kasus baru2 ini, mungkin berkaitan dengan subject ini atau tidak berkaitan sama sekali.
Terbang dari Jakarta 3 jaman, naik mobil turun naik gunung 2 jam... 2 jam kemudian diving plus night diving..
temen pengelola dive center cuma komentar.." wah die hard diving semua nih..." saya sih mesem2... tunggu besok...
dalam grup berlima, saya, istri, rekan dari jakarta dan satu rekan dari tempat lain yang sebelum terbang sejam berkendaraan darat 8-10 jam (lupe), satu lagi udah seminggu diving disana.

hari kedua diving... 3 kali dan 4 kali (ada yang night dive dan ada yang enggak), yang jelas ane ama bini kagak night dive,, mending kelonan.. hehehe

hari ketiga long boat diving, satu orang tumbang di dive pertama, satu orang lagi tumbang di dive kedua (tumbang : mabuk laut berat, pusing dan gak lanjut diving +oksigen..)
yang tumbang dive pertama yang abis perjalanan darat 10jam ++ usia sama dengan gue.. (dah tua lah...), yang kedua cewek dah 6 bulan lebih atau setahun yah gak diving.
Ane ama bini setengah kelenger.. banyakan tidur ajah.. hehehehe --> inget dulu bedua abis belajar diving suka begini abis turun pesawat kejar diving berkali2 berhari2 (gak mau rugi)
kalau sekarang sih kagak, udah dapet julukan pasangan "lazy divers"..

ada hubungannya dengan after flight diving..??
yaa pikir sendiri yah.. ane kagak tau.. cuma buat ane lesson learned.. mungkin efeknya bukan hari itu saja tapi berikutnya...

salam ah...

_________________
-------------
aria anugraha m.
0818796937
https://www.facebook.com/aria.anugraha
--------------


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 24 posts ]  Go to page Previous  1, 2

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron