It is currently Thu Dec 14, 2017 8:04 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 48 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4  Next
Author Message
 Post subject: Re: For Newbies : PADI vs SSI
PostPosted: Fri Nov 08, 2013 5:42 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
BotolKecap wrote:
Christo del Mar wrote:
PADI safe ascent rate adalah 18m/minute, SSI safe ascent rate adalah 9m/minute.
Sementara Suunto dive computer 10m/minute.

Sedikit menambahkan om, masalah bahasa tapi bisa multitafsir: PADI safe ascent rate adalah MAXIMAL 18m/minute. Jadi ini adalah maksimal, lebih pelan lebih baik, dan angka maksimal ini masih dalam toleransi aman. Jika ada yang meragukan apakah 18m/menit aman apa tidak, silahkan komplain ke PADI dengan membawa bukti :))

Seperti halnya di PADI kadar Nitrogen 79%, di SSI 80%, tentu masing2 agency punya alasan tersendiri mengenai pembulatan ini.


Sama Om, SSI dan Suunto pun itu maximal rate (DO NOT EXCEED) :D
Nobody's complaining, just questioning, makanya siapa yang bisa jawab? ^:)^

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: For Newbies : PADI vs SSI
PostPosted: Fri Nov 08, 2013 5:52 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
rendra wrote:
Gw sih cuma denger2 aja bro botolkecap... tapi rasanya pendengaran gw sih nggak salah.

Kalo gitu, sumbernya yang keliru memahami kurikulum baru-nya om :D

Quote:
Nah, selain di training bulletin, bisa dipelajari ulasan menarik di majalah The Undersea Journal. Disitu dikatakan bahwa ini perubahan yang sangat signifikan dan akan sangat berat bagi instruktur karena memang harus melakukan banyak sekali perubahan pada teaching techniquesnya.

Di UJ justru dinyatakan instruktur tidak akan menemukan kendala yang berarti dalam menerapkan kurikulum baru ini. Dan saya pribadi setuju akan hal ini. Yang berat, bisa jadi pada pengadaan barangnya... (divecomp, smb, slate baru, dsb) hahahahahaa

Quote:
Memang benar neutrally buoyant di 'emphasis' pada confined water dives ke 4. Tapi kalau bisa dari awal why not? And now PADI also trains about TRIM! Hehehehe....

Dalam kondisi normal, seorang instruktur PADI aktif ketika mengajar tidak bisa melakukan sesuatu hal yang berpotensi melanggar sistem yang telah ditetapkan di dalam buku PADI Instructor Manual, walau tujuan sang instruktur baik. Dan soal sequence merupakan salah satunya. Kecuali ditetapkan nantinya sebagai flexible skill. Sekali dia melanggar walau 1 poin, dia juga akan mencari excuse melanggar poin-poin lainnya, dan ini akan membentuk habit yang buruk dalam mengajar, entah disadari atau tidak.


Last edited by BotolKecap on Fri Nov 08, 2013 7:15 pm, edited 1 time in total.

Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: For Newbies : PADI vs SSI
PostPosted: Fri Nov 08, 2013 6:06 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
Gw seneng sih, kalau SMB deployment from depth "diperkenalkan" di level OW ini (in general, di Dive 4 kayaknya akan lebih ideal, dimana skills lain tinggal sedikit dan murid udah cukup nyaman di air). Mastering mungkin belum, yang penting aware dengan device satu ini.

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: For Newbies : PADI vs SSI
PostPosted: Fri Nov 08, 2013 6:14 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
rendra wrote:
Christo del Mar wrote:
Ada perbedaan yang mencolok, siapa yang bisa jelaskan ayooo silakan ^:)^

PADI safe ascent rate adalah 18m/minute, SSI safe ascent rate adalah 9m/minute.
Sementara Suunto dive computer 10m/minute.

Untuk diver dalam kondisi diving yang normal, tentunya the slower the ascent, usually the better.


Kalau bubble teorinya sih.... dari kedalaman lebih dalam dari 18 meter sampai ke 18 meter, 18m/minute. Dari 18m ke 0m, 9m/minute.


Nah ini nih reference article, nice to read :
http://www.diversalertnetwork.org/defau ... ews&id=514

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: For Newbies : PADI vs SSI
PostPosted: Sat Nov 09, 2013 12:58 am 
Offline

Joined: Mon Aug 27, 2012 7:25 am
Posts: 73
Dengan adanya rencana perubahan kurikulum PADI, apakah nanti time-in-water/waktu pengajaran untuk OW student akan ditambah?
Rasanya kurang fair untuk instruktur (dan juga student) jika load/skill yang wajib dipelajari ditambah tetapi waktunya tetap.
Kalo load/skill yang perlu dipelajari ditambah dan waktu pengajaran juga ditambah, akan menguntungkan student & instructor:

1. Instruktor punya waktu lebih banyak buat mengajar student dan "memoles" skill student
2. Student punya waktu lebih banyak untuk mempertajam skill tanpa terbebani task loading yang banyak sekaligus

tentunya menambah waktu akan menambah biaya bagi student.

Waduh, diajarin melepas DSMB dari kedalaman, di dive ke4? Gak kebayang rasanya dulu dive 4 saya kalo pas baru mulai paham buoyancy diberikan additional task loading disuruh nembak sosis.
Mungkin cuman disuruh niup SMB di surface kali ya? kalo iya setuju banget :-bd


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: For Newbies : PADI vs SSI
PostPosted: Sat Nov 09, 2013 2:29 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
Christo del Mar wrote:
Gw seneng sih, kalau SMB deployment from depth "diperkenalkan" di level OW ini (in general, di Dive 4 kayaknya akan lebih ideal, dimana skills lain tinggal sedikit dan murid udah cukup nyaman di air). Mastering mungkin belum, yang penting aware dengan device satu ini.

Nih Om dapat bocoran juklak-nya (beberapa poin penting dalam pengajaran sengaja gw italic)

Quote:
Inflatable Signal Tube/DSMB* Deployment — Make sure student divers know how to inflate the signal tube they will use. In the water, have each diver inflate the tube using the appropriate method while maintaining control of it. It’s usually most convenient to conduct this skill at the end of the dive after surfacing. Encourage each diver to have an inflatable signal tube, but require at least one per buddy team.

In areas where the use of DSMBs (delayed surface marker buoys) is a standard practice, have student divers launch a DSMB from a maximum depth of 12 metres/40 feet – shallower is preferred – from a stationary position, such as on a nonsensitive bottom. Make sure student divers are familiar with the DSMB they’ll use and review the steps before the dive. Have student divers use the appropriate method for inflating their DSMBs, such as using an alternate air source, exhaled bubbles, or a separate dedicated inflator. Caution divers to hold the reel and keep tension on the line to reduce the potential for entanglement. It’s usually most convenient to conduct this skill at the end of the dive, so that divers can surface following the DSMB line. It’s recommended that you have students practice DSMB use in confined water before demonstrating deployment in open water.

This skill is required for PADI Scuba Diver certification

* Exception: DSMB deployment from underwater must be evaluated by an instructor - not assistant
instructor.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: For Newbies : PADI vs SSI
PostPosted: Sat Nov 09, 2013 2:40 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
bongabonga wrote:
Dengan adanya rencana perubahan kurikulum PADI, apakah nanti time-in-water/waktu pengajaran untuk OW student akan ditambah?

Pengajaran PADI berdasarkan performance based bro, bukan berdasarkan waktu. Ini kembali ke good judgement sang instruktur. Jika ternyata student tertentu perlu waktu tambahan untuk mencapai performance yang disyaratkan, ya tinggal bagaimana menkomunikasikan hal ini kepada student ybs (yang sebaiknya dari awal sudah diinfokan untuk menghindari miskom), karena ini biasanya terkait penambahan biaya (biaya sewa, dsb).

Quote:
Waduh, diajarin melepas DSMB dari kedalaman, di dive ke4? Gak kebayang rasanya dulu dive 4 saya kalo pas baru mulai paham buoyancy diberikan additional task loading disuruh nembak sosis. Mungkin cuman disuruh niup SMB di surface kali ya? kalo iya setuju banget :-bd

Ini flexible skill di open water bro, jadi tergantung penilaian instruktur mo dilakukan di dive ke berapa. Untuk Indonesia sih gw rasa cukup niup di surface. Tapi kalo emang ada yang minat SMB dari dalam, dilakukannya dalam posisi stationary kok, tidak harus hovering. Seperti yang Om Chris sebutkan sebelumnya, kita tidak diharapkan untuk jadi master mendeploy SMB kok pada level OW ini, hanya pengenalan terhadap alat satu ini. Setelah itu ya jangan malas untuk terus berlatih.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: For Newbies : PADI vs SSI
PostPosted: Sat Nov 09, 2013 8:38 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
bongabonga wrote:
Dengan adanya rencana perubahan kurikulum PADI, apakah nanti time-in-water/waktu pengajaran untuk OW student akan ditambah?
Rasanya kurang fair untuk instruktur (dan juga student) jika load/skill yang wajib dipelajari ditambah tetapi waktunya tetap.
Kalo load/skill yang perlu dipelajari ditambah dan waktu pengajaran juga ditambah, akan menguntungkan student & instructor:

1. Instruktor punya waktu lebih banyak buat mengajar student dan "memoles" skill student
2. Student punya waktu lebih banyak untuk mempertajam skill tanpa terbebani task loading yang banyak sekaligus

tentunya menambah waktu akan menambah biaya bagi student.

Waduh, diajarin melepas DSMB dari kedalaman, di dive ke4? Gak kebayang rasanya dulu dive 4 saya kalo pas baru mulai paham buoyancy diberikan additional task loading disuruh nembak sosis.
Mungkin cuman disuruh niup SMB di surface kali ya? kalo iya setuju banget :-bd


Thanks bro, this is a good point ya. Saya coba terangkan supaya course ini supaya lebih dapat perhatian dari calon murid, with respect to duration ya.

Untuk holiday destination, waktu paling ideal untuk pengajaran Open Water course ini adalah minimal 4 hari. Kenapa 4 hari?
Day 1 --> watch video & theory presentation, complete the knowledge reviews, quizzes & exam. Kalau dijalani normal, ini bisa memakan waktu 6-8 jam atau lebih,
Day 2 --> pool session, full day. From 9 to 5 atau lebih. Makin banyak waktu di kolam, makin terbiasa dengan skills.
Day 3 --> Two ocean dives
Day 4 --> Two ocean dives

Nah jika murid minta selesai dalam 3 hari, ini HARUS dilakukan demi kelancaran course:
Murid diharuskan untuk melakukan independent study (di rumah) SEBELUM hari pertama course dimulai. Jadi porsi satu hari theory sudah bisa dikeluarkan dari program dengan durasi normal tadi. Caranya:

1. Register online dengan PADI atau SSI website: disini semua theory session dilahap, termasuk knowledge reviews dan quizzes. Exam dilakukan pada waktu temu muka dengan Instructor (hanya 1 jam biasanya).
2. Atau, murid bisa mendapatkan manual book & video lebih dulu, pelajari & lengkapi sendiri.

Pada waktu bertemu dengan Instructornya, apa yang kurang jelas bisa direview lagi, supaya menjadi jelas :D (pastinya!)

Nah kalau sudah model begini, boleh deh ngotot minta selesai dalam 3 hari, itupun bukan jaminan anda minta lulus ya, karena nantinya evaluasi & professional judgement ada di tangan Instructor.

Nah jadi kalau ada Instructor atau Dive Center yang di awal korespondensi sudah berani bilang : " 3 hari pasti selesai!", anda berhak mempertanyakan, sebanyak apa content theory dikurangi (bahaya ini), dan seberapa berkualitas waktu anda di kolam nantinya. Kebayang kalau anda rame-rame dalam satu angkatan, let say 4 orang murid dengan satu Instructor aja, dan 2 orang lebih lambat dibanding yang lain.

Bukan berarti 3 hari juga tidak bisa sama sekali. Para Instructor ini akan mengevaluasi calon murid di awal interview/korespondensi (dengan pengalaman dan judgement mereka lagi2), apakah si calon murid ini punya kemampuan di atas rata2, intelegensia maupun motoric skills untuk menyelesaikan course dalam 3 hari.

Contoh 1: walk-in, dua calon murid laki2, umur di 20-30 thn, kelihatan outdoor people, (apalagi orang2 Inggris, USA atau Aussie*, yang notabene hampir semua BISA berenang dengan stroke yang BENAR, good water skills dari kecil mereka ini). Nah biasanya yang begini sering sekali nongol di dive centers. Ini potential bisa selesai dalam 3 hari, dan at the end, hampir 100% lulus dengan proper (theory selesai dan MENGERTI, water skills dilakukan tanpa kesulitan berarti sampai lancar sekali).

Contoh 2 : walk-in, dua orang Singapore/HK/China/Indonesia/India*, dari bentuk tubuh sudah kelihatan mereka bukan outdoor performers, bilang bisa berenang sedikit2, terus belum apa2 udah minta discount sebelum tanya detail course, dan kemudian ngotot minta 3 hari selesai. Ya kita akan jelaskan ke mereka detail course di atas tadi. Artinya mereka bisa saja enroll untuk 3 hari course, tapi kita tidak bisa menjamin apakah bisa selesai sesuai schedule ataukah musti ada extra day lagi. Yang seperti ini kita akan strict menjelaskan, take it or leave it. Daripada cuma untuk couples of dollar, tapi resiko safety & complaint lebih tinggi belakangan, mendingan kita jaga-jaga ya.
*Nah untuk pengalaman dengan nationality, kapan2 kita share ya, seru-seru ini ceritanya :)) Contoh di atas bukan mendiskreditkan ya, hanya contoh.

Satu lagi masalah kritis mengenai durasi course dan online learning. Banyak juga murid yang ternyata di hari pertama bertemu muka dengan Instrutcornya, belum selesai 100% theory session-nya. Otomatis durasi air anda juga akan berkurang, karena masih harus berkutat dengan porsi theory lagi.

Jadi scuba diving course itu adalah mengenai mencakup KEDUA-nya dari elemen ini: QUANTITY & QUALITY.

Contoh lagi: course dengan rasio 1 Instructor : 6 murid, dicompare dengan course ratio 1 Instructor : 2 murid, durasi sama 4 hari. Biasanya yang dua murid akan menikmati pengajaran yang lebih berkualitas, karena personal attention yang diberikan Instructor lebih banyak kepada dua orang ini, dibanding kepada 6 orang dalam satu waktu sekaligus.

For the record :
Makin berpengalaman seorang Instructor, makin konservatif standard yang dia terapkan di pengajaran, karena dia sudah bisa menilai dan merasakan kualitas tadi. Ini terjadi dengan beberapa rekan-rekan, kalau ditanya: "mau ngajar 4-6 orang sekaligus nggak?" Mereka akan menjawab : " Pakai dua Instructor aja ya". So it's not really about money only, but managing risk and maintain quality. Mereka professional, artinya nama baik mereka dipertaruhkan kalau cuma sekedar kejar quantity only. Jangan karena satu angkatan yang kebetulan muridnya banyak, kualitas jadi drop dan reputasi dia turun nantiny.

Kalau calon murid merasa secara pribadi kurang pede dan lemah di urusan water skills (berenang terbatas, belum nyaman di air, etc), disarankan untuk enroll di course yang minimal participant, diskusikan dengan Instructor/Dive Center-nya, atau ambil private course sekalian. Di beberapa case, justru akan lebih bagus jika ada satu murid lagi dalam kelas anda, sebagai pemicu dan pembanding untuk anda, dan nantinya sebagai buddy waktu ocean dives.

Ingat, QUALITY leads to QUALIFIED, not just CERTIFIED.

Mudah-mudahan gambaran tadi membantu calon murid untuk memutuskan. :-ss

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: For Newbies : PADI vs SSI
PostPosted: Sat Nov 09, 2013 9:44 am 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
Makasih byk om chris untuk sharingnta nih. Mungkin buat kita yg kerja di resort dah terbiasa dgn open water 3-4 hari ya mas tp untuk yg di jakarta kan pasti mustahil tuh karena lokasi dan jarak(macet bok)

Nah pertanyaan yg selalu menganjel adalah kl di jkt biasa rasio brp yah per inst: murid. Karena murid dikit= tekor sedangkan murid banyak = trouble mengingat kl di pramuka mau carter boat buat murid 1 orang bakalan jebol tuh kantong murid atau inst nombokin yah. Saya setuju bgt sama mas chris utk ngajar murid sedikit tuh lbh fun tp sering juga dpt selentingan gak enak kl denger murid dikit tuh wasting time. Wah kasian bgt yah. Mungkin ada yg bs sharing pas ambil course atau om BK bs ngasih masukan nih.

_________________
don't dream your live, but live your dream.......


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: For Newbies : PADI vs SSI
PostPosted: Sat Nov 09, 2013 11:13 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
ditajong wrote:
Makasih byk om chris untuk sharingnta nih. Mungkin buat kita yg kerja di resort dah terbiasa dgn open water 3-4 hari ya mas tp untuk yg di jakarta kan pasti mustahil tuh karena lokasi dan jarak(macet bok)

Nah pertanyaan yg selalu menganjel adalah kl di jkt biasa rasio brp yah per inst: murid. Karena murid dikit= tekor sedangkan murid banyak = trouble mengingat kl di pramuka mau carter boat buat murid 1 orang bakalan jebol tuh kantong murid atau inst nombokin yah. Saya setuju bgt sama mas chris utk ngajar murid sedikit tuh lbh fun tp sering juga dpt selentingan gak enak kl denger murid dikit tuh wasting time. Wah kasian bgt yah. Mungkin ada yg bs sharing pas ambil course atau om BK bs ngasih masukan nih.


Iya Dit, makanya ilustrasi di atas adalah holiday destination. Kalau pengalaman waktu di Jakarta dulu seperti ini:

Course bisa di break menjadi sekian kali pertemuan dalam durasi 2-3 minggu. Contoh:
4 session @5 jam atau 5 session @4 jam, kombinasi kelas kolam di setiap pertemuan. Bisa weekdays, bisa weekend. Kalau weekdays biasanya gw ngajar mulai jam 18.00-23.00, jam murid pulang kantor. Asoooy deh kolam malam2 ya.
Kalau weekend bisa full day teaching seperti disini, bedanya tetap ada break (biasanya) seminggu sampai next weekend.
Ini sebelum ke laut ya.

Murid2 lulusan course dengan pola seperti ini, BIASANYA lebih fasih dengan yang namanya assemble/disassemble equipment maupun ascent/descent. Karena pola yang terulang periodically dalam kurun waktu yang panjang itu membuat motoric skills & muscle memory lebih baik terbentuknya. Somehow bisa ada perbedaan dengan yang full seharian performing semua skills di kolam. Tapi ini juga bergantung ke individu masing2 ya. Kalau emang above average active person, ya mereka reception-nya tetap ok walaupun compressed program.

Untuk trip ke laut, ini memang harus sebisa mungkin memenuhi kuota supaya cost tertutup. Enaknya untuk dive center, dia bisa mengatur weekend yang mana yang ideal (cost-wise) untuk berangkat, selama mereka sudah punya kepastian booking (biasanya dicampur dengan fun divers, different guide ya). Toh murid-murid tadi juga memang Jakarta residents, tidak harus tanggal tertentu harus finish, beda dengan yang liburan, harus pulang tanggal sekian. Banyak pilihan weekend asal jangan kelamaan dari last pool session ke ocean dive-nya aja.

Nah, kalau Om Dita bilang ada selentingan yang bilang "murid sedikit itu wasting time" tadi (asumsinya ini dive pro yang ngomong ya), untuk calon murid saya punya saran nih: mungkin coba cari Instructor atau Dive Center lain aja yang lebih dedicated & passionate. Attitudenya udah nggak ideal tuh, berarti cari quantity tok. Malah sekarang aja banyak yang tawarkan private program one-on-one (pastinya lebih mahal): selama cost ketutup, ada profit sedikit, Instructor happy tetap dapat fee & more achievement, murid happy karena personal attention & exclusivity, dan visi recreational diving pun terpenuhi.
Mendapat predikat guru itu nggak mudah, apalagi untuk jadi guru yang baik. :D

Instructor boleh membawa murid Open Water ke laut dengan rasio 1:8, legal dan valid menurut standard. Tapi tanpa assistant, pendapat pribadi ya, ini trip yang akan sangat demanding buat kedua pihak.

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: For Newbies : PADI vs SSI
PostPosted: Sun Nov 10, 2013 5:11 pm 
Offline

Joined: Mon Aug 27, 2012 7:25 am
Posts: 73
BotolKecap wrote:
Nih Om dapat bocoran juklak-nya (beberapa poin penting dalam pengajaran sengaja gw italic)

Quote:
Inflatable Signal Tube/DSMB* Deployment — Make sure student divers know how to inflate the signal tube they will use. In the water, have each diver inflate the tube using the appropriate method while maintaining control of it. It’s usually most convenient to conduct this skill at the end of the dive after surfacing. Encourage each diver to have an inflatable signal tube, but require at least one per buddy team.

In areas where the use of DSMBs (delayed surface marker buoys) is a standard practice, have student divers launch a DSMB from a maximum depth of 12 metres/40 feet – shallower is preferred – from a stationary position, such as on a nonsensitive bottom. Make sure student divers are familiar with the DSMB they’ll use and review the steps before the dive. Have student divers use the appropriate method for inflating their DSMBs, such as using an alternate air source, exhaled bubbles, or a separate dedicated inflator. Caution divers to hold the reel and keep tension on the line to reduce the potential for entanglement. It’s usually most convenient to conduct this skill at the end of the dive, so that divers can surface following the DSMB line. It’s recommended that you have students practice DSMB use in confined water before demonstrating deployment in open water.

This skill is required for PADI Scuba Diver certification

* Exception: DSMB deployment from underwater must be evaluated by an instructor - not assistant
instructor.


Mantap excerpt-nya Bang BK. Very clear. Setuju banget kalo SMB dari awal perlu dikenalkan ke diver.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: For Newbies : PADI vs SSI
PostPosted: Sun Nov 10, 2013 5:46 pm 
Offline

Joined: Mon Aug 27, 2012 7:25 am
Posts: 73
Christo del Mar wrote:

Thanks bro, this is a good point ya. Saya coba terangkan supaya course ini supaya lebih dapat perhatian dari calon murid, with respect to duration ya.

Untuk holiday destination, waktu paling ideal untuk pengajaran Open Water course ini adalah minimal 4 hari. Kenapa 4 hari?
Day 1 --> watch video & theory presentation, complete the knowledge reviews, quizzes & exam. Kalau dijalani normal, ini bisa memakan waktu 6-8 jam atau lebih,
Day 2 --> pool session, full day. From 9 to 5 atau lebih. Makin banyak waktu di kolam, makin terbiasa dengan skills.
Day 3 --> Two ocean dives
Day 4 --> Two ocean dives

Nah jika murid minta selesai dalam 3 hari, ini HARUS dilakukan demi kelancaran course:
Murid diharuskan untuk melakukan independent study (di rumah) SEBELUM hari pertama course dimulai. Jadi porsi satu hari theory sudah bisa dikeluarkan dari program dengan durasi normal tadi. Caranya:

1. Register online dengan PADI atau SSI website: disini semua theory session dilahap, termasuk knowledge reviews dan quizzes. Exam dilakukan pada waktu temu muka dengan Instructor (hanya 1 jam biasanya).
2. Atau, murid bisa mendapatkan manual book & video lebih dulu, pelajari & lengkapi sendiri.

Pada waktu bertemu dengan Instructornya, apa yang kurang jelas bisa direview lagi, supaya menjadi jelas :D (pastinya!)

Nah kalau sudah model begini, boleh deh ngotot minta selesai dalam 3 hari, itupun bukan jaminan anda minta lulus ya, karena nantinya evaluasi & professional judgement ada di tangan Instructor.

Nah jadi kalau ada Instructor atau Dive Center yang di awal korespondensi sudah berani bilang : " 3 hari pasti selesai!", anda berhak mempertanyakan, sebanyak apa content theory dikurangi (bahaya ini), dan seberapa berkualitas waktu anda di kolam nantinya. Kebayang kalau anda rame-rame dalam satu angkatan, let say 4 orang murid dengan satu Instructor aja, dan 2 orang lebih lambat dibanding yang lain.

Bukan berarti 3 hari juga tidak bisa sama sekali. Para Instructor ini akan mengevaluasi calon murid di awal interview/korespondensi (dengan pengalaman dan judgement mereka lagi2), apakah si calon murid ini punya kemampuan di atas rata2, intelegensia maupun motoric skills untuk menyelesaikan course dalam 3 hari.

Contoh 1: walk-in, dua calon murid laki2, umur di 20-30 thn, kelihatan outdoor people, (apalagi orang2 Inggris, USA atau Aussie*, yang notabene hampir semua BISA berenang dengan stroke yang BENAR, good water skills dari kecil mereka ini). Nah biasanya yang begini sering sekali nongol di dive centers. Ini potential bisa selesai dalam 3 hari, dan at the end, hampir 100% lulus dengan proper (theory selesai dan MENGERTI, water skills dilakukan tanpa kesulitan berarti sampai lancar sekali).

Contoh 2 : walk-in, dua orang Singapore/HK/China/Indonesia/India*, dari bentuk tubuh sudah kelihatan mereka bukan outdoor performers, bilang bisa berenang sedikit2, terus belum apa2 udah minta discount sebelum tanya detail course, dan kemudian ngotot minta 3 hari selesai. Ya kita akan jelaskan ke mereka detail course di atas tadi. Artinya mereka bisa saja enroll untuk 3 hari course, tapi kita tidak bisa menjamin apakah bisa selesai sesuai schedule ataukah musti ada extra day lagi. Yang seperti ini kita akan strict menjelaskan, take it or leave it. Daripada cuma untuk couples of dollar, tapi resiko safety & complaint lebih tinggi belakangan, mendingan kita jaga-jaga ya.
*Nah untuk pengalaman dengan nationality, kapan2 kita share ya, seru-seru ini ceritanya :)) Contoh di atas bukan mendiskreditkan ya, hanya contoh.

Satu lagi masalah kritis mengenai durasi course dan online learning. Banyak juga murid yang ternyata di hari pertama bertemu muka dengan Instrutcornya, belum selesai 100% theory session-nya. Otomatis durasi air anda juga akan berkurang, karena masih harus berkutat dengan porsi theory lagi.

Jadi scuba diving course itu adalah mengenai mencakup KEDUA-nya dari elemen ini: QUANTITY & QUALITY.

Contoh lagi: course dengan rasio 1 Instructor : 6 murid, dicompare dengan course ratio 1 Instructor : 2 murid, durasi sama 4 hari. Biasanya yang dua murid akan menikmati pengajaran yang lebih berkualitas, karena personal attention yang diberikan Instructor lebih banyak kepada dua orang ini, dibanding kepada 6 orang dalam satu waktu sekaligus.

For the record :
Makin berpengalaman seorang Instructor, makin konservatif standard yang dia terapkan di pengajaran, karena dia sudah bisa menilai dan merasakan kualitas tadi. Ini terjadi dengan beberapa rekan-rekan, kalau ditanya: "mau ngajar 4-6 orang sekaligus nggak?" Mereka akan menjawab : " Pakai dua Instructor aja ya". So it's not really about money only, but managing risk and maintain quality. Mereka professional, artinya nama baik mereka dipertaruhkan kalau cuma sekedar kejar quantity only. Jangan karena satu angkatan yang kebetulan muridnya banyak, kualitas jadi drop dan reputasi dia turun nantiny.

Kalau calon murid merasa secara pribadi kurang pede dan lemah di urusan water skills (berenang terbatas, belum nyaman di air, etc), disarankan untuk enroll di course yang minimal participant, diskusikan dengan Instructor/Dive Center-nya, atau ambil private course sekalian. Di beberapa case, justru akan lebih bagus jika ada satu murid lagi dalam kelas anda, sebagai pemicu dan pembanding untuk anda, dan nantinya sebagai buddy waktu ocean dives.

:-ss


Thanks oom Christo sudah menjelaskan panjang lebar.
Rupanya banyak orang yang kepingin course duration lebih pendek ya, bukan malah sebaliknya, pendapat saya tidak bisa mewakili masyarakat kebanyakan dong ya :((


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: For Newbies : PADI vs SSI
PostPosted: Mon Nov 11, 2013 11:33 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
bongabonga wrote:

Thanks oom Christo sudah menjelaskan panjang lebar.
Rupanya banyak orang yang kepingin course duration lebih pendek ya, bukan malah sebaliknya, pendapat saya tidak bisa mewakili masyarakat kebanyakan dong ya :((


Sampai saat ini menurut saya pribadi sih, OW course di holiday destination dengan durasi 4 hari dengan rasio murid maximal 1:4 adalah masih mumpuni ya, apalagi dengan asisten atau tag team dengan Instructor lain. Tapi ini pendapat pribadi lho :wink: Karena ada pertimbangan waktu tinggal, biaya hotel, etc untuk si murid kalaudurasi course ditambah lagi.

Kalau gaya Jakarta seperti yang saya jelasin sebelumnya di atas, mungkin nggak terlalu membebani untuk nambah sehari lagi, apalagi dengan rasio lebih besar ya, jadi lebih banyak waktu lagi.

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: For Newbies : PADI vs SSI
PostPosted: Mon Nov 11, 2013 11:38 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
BotolKecap wrote:
Nih Om dapat bocoran juklak-nya (beberapa poin penting dalam pengajaran sengaja gw italic)

Quote:
Inflatable Signal Tube/DSMB* Deployment — Make sure student divers know how to inflate the signal tube they will use. In the water, have each diver inflate the tube using the appropriate method while maintaining control of it. It’s usually most convenient to conduct this skill at the end of the dive after surfacing. Encourage each diver to have an inflatable signal tube, but require at least one per buddy team.

In areas where the use of DSMBs (delayed surface marker buoys) is a standard practice, have student divers launch a DSMB from a maximum depth of 12 metres/40 feet – shallower is preferred – from a stationary position, such as on a nonsensitive bottom. Make sure student divers are familiar with the DSMB they’ll use and review the steps before the dive. Have student divers use the appropriate method for inflating their DSMBs, such as using an alternate air source, exhaled bubbles, or a separate dedicated inflator. Caution divers to hold the reel and keep tension on the line to reduce the potential for entanglement. It’s usually most convenient to conduct this skill at the end of the dive, so that divers can surface following the DSMB line. It’s recommended that you have students practice DSMB use in confined water before demonstrating deployment in open water.

This skill is required for PADI Scuba Diver certification

* Exception: DSMB deployment from underwater must be evaluated by an instructor - not assistant
instructor.


Mantap! Berarti skill dengan reel/spool, bukan tali temali plus pemberat di ujung :)) Asik, Tulamben bakal penuh sosis di permukaan :)) :)) :))

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: For Newbies : PADI vs SSI
PostPosted: Mon Nov 11, 2013 10:45 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
ditajong wrote:
Nah pertanyaan yg selalu menganjel adalah kl di jkt biasa rasio brp yah per inst: murid. Karena murid dikit= tekor sedangkan murid banyak = trouble mengingat kl di pramuka mau carter boat buat murid 1 orang bakalan jebol tuh kantong murid atau inst nombokin yah. Saya setuju bgt sama mas chris utk ngajar murid sedikit tuh lbh fun tp sering juga dpt selentingan gak enak kl denger murid dikit tuh wasting time. Wah kasian bgt yah. Mungkin ada yg bs sharing pas ambil course atau om BK bs ngasih masukan nih.

Mbah Dita, dibanding sampean ane mah masih cupu urusan ngajar mengajar :D Tapi secara umum gw sepakat dengan penjelasan Om Chris di atas. Seperti kita tahu, latar belakang setiap instruktur mengajar berbeda-beda, mulai dari faktor ekonomi sampai faktor passion. Kebetulan gw pribadi mengajar karena faktor passion, sebagai penyeimbang dari rutinitas kerjaan sehari-hari. Nyari makannya bukan di diving, jadi ngga bisa dibandingkan dengan teman2 instruktur yang full time.

Keuntungannya kayak gw gini, uang bukanlah faktor utama, yang penting gw ngga tekor-tekor amat. Jadi kalo ada 1 student pun gw jabanin. Dibilang wasting time, ngga juga, malah ada kepuasan tersendiri bisa melatih di kolam dari jam 9 pagi sampai jam 10 malam (dan studentnya juga gigih), sampai student takjub dengan kemampuan dirinya sendiri yang selama ini terpendam. Secara teori, asli capek, tapi kepuasannya tak terhingga, apalagi kalo studentnya kece abis dot com dan abis itu gw ditraktir makan dan diminta nganterin pulang...hahahahaha :x

Kelemahannya, jadwal lowong gw untuk membuka kelas baru yang sangat terbatas, jadi banyak calon student masuk waiting list dan butuh kesabaran lebih menunggu hingga waktu gw ada. Selain itu gw termasuk selektif memilih calon student lewat interview singkat, terutama mengenai tujuan utama dia untuk belajar menyelam. Kalo ngga meyakinkan, secara halus gw akan nolak. Selain itu, dibanding instruktur di DC yang lebih flexibel, freelance seperti gw untuk ke pulau, biasa di Sepa, ya harus menunggu kuota minimum tercapai (either diver or non-diver), namun dari pengalaman hal ini ngga susah2 amat di Jakarta, apalagi kalo jaringan alumni student kita sudah ada dan kita maintenance secara baik. Mengenai ratio, good judgement gw akan berbicara melihat situasi dan kondisi, serta kemampuan individu masing2 student.

Nah, apakah orang seperti gw ini ngga tertarik duit? Makhluk kece aja gw tertarik, masa iya gw nolak duit? :ymblushing: hihihihihhi. Secara komersial, karena jaringan yang terbentuk, terkadang freelance kayak gw dapat proyek ngajar selam secara periodik dari instasi bisnis swasta, gw kurang begitu cocok kalo diminta oleh instasi pemerintah. Kadang jika orderan banyak dan tidak sanggup dihandle sendiri, gw akan minta bantuan teman2 instruktur yang lain, itung2 bagi2 rejeki. Dari sinilah, selain student yang puas, faktor marketing mouth-to-mouth yang membuat instruktur yang baik tidak akan kekurangan student, tinggal bagaimana dia mengelolanya dengan baik. Hati puas, rejeki juga lancar.

Semua ada plus minusnya. Namun dari semua itu, menerjemahkan kembali pernyataan Om Chris, tidak mudah menjadi seorang instruktur, apalagi tidak semua orang mampu menjadi instruktur yang baik. Bagi gw pribadi, tugas utama instruktur adalah membentuk habit safety student sejak dini. Hal ini butuh waktu dan dedikasi hati dalam mengajar.

Salah satu contoh yang membuat puas, ketika kebanyakan student OW kita setiap kali diracuni diving di tempat yang bukan selayaknya untuk level dan pengalaman mereka, mereka akan menolak atau kalo ragu konfirm ke gw. Sampai2 guidenya bilang minta izin nyelam kayak minta izin kawin. Dalam hati gw, ya lo juga guide setan :ymdevil: dah tau masih OW lu rayu dengan bujukan setan ke tempat yang belum selayaknya mereka menyelam demi duit semata.

Selain itu, sikap dan tingkah laku profesional seorang instruktur dalam mengajar juga memegang peranan kunci, dan ini kembali lagi kepada "bibit" sang instrukturnya. Ambil contoh, jika diwajibkan 4x dive di laut untuk kelulusan, dan dalam 1 hari maksimal hanya 3x dive, ya jangan karena alasan apapun, dipaksa 1 hari ODT untuk 4x nyelam lalu lulus demi menghemat biaya atau mo ambil untung gede. Atau ujian OW dibawa ke Tulamben, tapi karena cuaca tidak mendukung, baru 2x dive, lalu diluluskan. Ini jelas menyalahi standar dan prosedur, yang artinya tidak profesional dengan segala macam excuse khas Indonesia. Sialnya, student juga tidak tahu menahu mana standar yang benar, mana yang tidak.

Btw, jadi kalo ada member di sini punya kenalan makhluk kece dan doi pengen banget belajar menyelam dengan sepenuh hati, dengan senang hati pula gw bersedia mengajar mereka dengan penuh dedikasi tinggi...tidak puas uang kembali.....hahahahahahahahaha =))


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 48 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: