It is currently Mon Dec 18, 2017 9:59 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 15 posts ] 
Author Message
 Post subject: Klasifikasi Titik-titik Selam di Indonesia
PostPosted: Wed Sep 11, 2013 1:53 pm 
Offline

Joined: Wed Jun 19, 2013 5:08 pm
Posts: 17
Untuk pertama kalinya pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan berinisiatif untuk mengklasifikasikan titik-titik selam Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan penyelaman dengan tetap memperhatikan perlindungan alam dan keberlanjutan usaha wisata selam.

Dengan ini saya mengundang teman-teman untuk ikut serta memberi masukan konstruktif terhadap upaya tersebut. Detail klasifikasi dapat dilihat di http://ciptoag.blogspot.com/2013/09/dive-site-classification-in-indonesia.html.

Klasifikasi ini di harapkan memberi dampak positif terhadap perkembangan dunia selam Indonesia dan juga dalam rangka meningkatkan daya saing Indonesia di dunia selam khususnya dalam peningkatan keselamatan.

Masukan terhadap tulisan itu dapat kita diskusikan disini atau langsung di blog.

Salam dan terima kasih

_________________
Marine Ecotourism Development, Management and Marketing Consultant. Professional Underwater Instructor, Photographer and Film Maker.
serving the diving industry since 1992


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Klasifikasi Titik-titik Selam di Indonesia
PostPosted: Wed Sep 11, 2013 3:04 pm 
Offline

Joined: Wed Jul 14, 2010 1:44 pm
Posts: 163
Location: Midden - Java
Pak, kenapa syarat pemandu koq ada yang disayaratkan Rescue diver ?

_________________
If you don't want it, don't bother making it


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Klasifikasi Titik-titik Selam di Indonesia
PostPosted: Wed Sep 11, 2013 3:22 pm 
Offline

Joined: Wed Jun 19, 2013 5:08 pm
Posts: 17
kalau mengacu pd standar internasional, seorang pemandu (dalam fungsi lengkap, buddy, guide, supervisor) adalah seseorang yang telah mendapatkan sertifikasi pada jenjang professional sebagai seorang "dive leader", sertifikasi ini biasanya satu tingkat diatas rescue diver. Pada saatnya kita juga maunya sampai kesana, namun kenyataannya sampai sekarang masih banyak teman-teman pemandu selam kita yang masih belum sampai pada tahapan tersebut. Untuk mengakomodasi keadaan itu maka saat ini kita belum dapat memaksakan hal tersebut, jadi syarat pemandu dengan minimum rescue diver ini adalah bentuk kompromi yang paling masuk akal saat ini. Pemandu yang masih bersertifikat rescue diver lebih banyak berfungsi sebagai "experienced buddy" bagi peselam tamu (certified diver), jadi belum dapat berfungsi sebagai "dive supervisor" seperti halnya Dive Master atau Dive Con.

Di dalam standarisasi usaha wisata selam (yang sedang disiapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) dive operator yang memiliki pemandu dg bersertifikat rescue diver akan ditempatkan dalam klasifikasi B, sedangkan bagi dive operator yang memiliki pemandu dg sertifikasi diatasnya maka akan mendapat klasifikasi A. Incentive ini diharapkan akan memacu dive operator untuk mendorong dan memfasilitasi pemandunya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi.

Klasifikasi titik selam ini dibuat dengan menyesuaikan pd standar usaha yang sedang disiapkan oleh Kemenparekraf itu.

_________________
Marine Ecotourism Development, Management and Marketing Consultant. Professional Underwater Instructor, Photographer and Film Maker.
serving the diving industry since 1992


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Klasifikasi Titik-titik Selam di Indonesia
PostPosted: Wed Sep 11, 2013 9:12 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Menurut saya untuk saat ini cukup baik jika dive guide harus minimum Rescue Diver or equivalent. Dan menurut saya ini harus dilakukan secara konsisten supaya kualitas terjaga.

Pertanyaan saya ke mas Cipto adalah bagaimana proses pembuatan klasifikasi tersebut dilakukan? Singkatnya begini, mungkin saja klasifikasi dilakukan berdasarkan experience dari seorang diver atau beberapa diver yang memiliki pengalaman cukup, physical fitness yang baik and so on, sehingga akhirnya ditetapkanlah bahwa suatu dive site berada dalam kategori/ klasifikasi level 2. Nah, pada kenyataannya ternyata average diver melihat bahwa spot itu memiliki klasifikasi level 3. Apakah juga dilakukan survey berdasarkan diver experience? atau method yang lain?

thanks

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Klasifikasi Titik-titik Selam di Indonesia
PostPosted: Thu Sep 12, 2013 7:23 am 
Offline

Joined: Wed Jun 19, 2013 5:08 pm
Posts: 17
Bro Ronny, klasifikasi itu dibuat untuk diterjemahkan oleh dive profesional di lapangan dalam menentukan "go or no go" pada saat hendak melakukan penyelaman, tentunya utk bisa melakukan hal ini si profesional harus memiliki data cukup tentang peselam yang dibawanya, utk itu bisa dilakukan dg self declaration dari peselam melalui interview dan/atau questioner bahkan bisa juga melalui check dive di lokasi level 0 atau 1.

Sebelum sebuah dive center menjanjikan penyelaman disebuah situs, hal ini juga mesti dijelaskan kepada tamu sehingga mencegah pertentangan apabila ternyata karena kondisi tertentu titik penyelamannya harus di pindahkan.

Disini juga ada peluang bisnis dari dive operator utk meningkatkan kemampuan peselam tamu apabila hendak menyelam di situs2 tertentu. Dan juga menghindari persaingan tidak sehat karena tamu bisa "lompat2" dive operator utk bisa menyelam di titik yg dipaksakan.

Asumsi yang digunakan dalam menilai kompetensi dan tingkat kebugaran diserahkan kepada common sense dari profesionalnya.

_________________
Marine Ecotourism Development, Management and Marketing Consultant. Professional Underwater Instructor, Photographer and Film Maker.
serving the diving industry since 1992


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Klasifikasi Titik-titik Selam di Indonesia
PostPosted: Fri Sep 13, 2013 3:43 pm 
Offline

Joined: Wed Jul 17, 2013 11:53 am
Posts: 276
Location: Buitenzorg, Rain City, Kota Sejuta Angkot
Direktorat jenderal apa pak yg mengadakan? Saya bekerja di kementerian kelautan dan perikanan. Apakah coremap yg mengadakan?

_________________
Regards,
Adri


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Klasifikasi Titik-titik Selam di Indonesia
PostPosted: Mon Sep 16, 2013 7:32 am 
Offline

Joined: Wed Jun 19, 2013 5:08 pm
Posts: 17
Mas Adriputra, klasifikasi ini digarap di Direktorat Pesisir dan Laut, Direkturnya Pak Eko Rudianto. Kasubditnya Pak Rusman, teman2 yg lain: Mas Imam, Mbak Vegi

_________________
Marine Ecotourism Development, Management and Marketing Consultant. Professional Underwater Instructor, Photographer and Film Maker.
serving the diving industry since 1992


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Klasifikasi Titik-titik Selam di Indonesia
PostPosted: Wed Sep 18, 2013 11:30 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
Numpang sumbang suara ya:

Kalau menurut gw, syarat seorang pemandu diving itu haruslah tetap di level Divemaster atau setara. Alasan:

1. Jika Rescue Diver saja, di beberapa agensi cukup dengan minimum logged dives 15 kali saja sudah bisa mengambil dan certified as Rescue Diver. Bayangkan experience mereka nantinya jika memang harus memandu atau mengaku-ngaku sebagai pemandu yang qualified.

Problemnya memang klasik dari dulu, banyak DC terutama di daerah Indonesia Timur yang memperkerjakan orang lokal sebagai pemandu selam dengan level AOW saja. Kenyataan ini. Antara dua kemungkinan: DC mau tenaga kerja murah karena cukup dua level saja pendidikan guidenya, ATAU memang latar pendidikan/intelektual si guide rendah.
Kalau alasannya karena point yang terakhir, sudah sering ada program bagus pelatihan dengan tenaga pengajar yang qualified dikirim kesana kan, disesuaikan dengan kemampuan bahasa maupun intelektual mereka. Normal lah sebuah kelayakan profesi harus melewati jenjang yang lengkap, hasilnya kan jelas : FAILED atau QUALIFIED. Toh scuba diving bukan buat semua orang, APALAGI untuk menjadi Dive Leader yang benar2 turun membawa tamu dan mengawasi dan mengambil keputusan, nggak cukup hanya dengan selembar kertas, we all know that :D

Nah kalau mau nantinya agensi di industri ini jadi ISO certified agencies (sesuai rumors) atau terkendali maupun gampang dikendalikan sesuai standard atau peraturan apapun yang mengatur, ya kita janganlah membelokan atau menurunkan standard kelayakan profesinya. Akhirnya malah timbul pemandu karbitan, kan sudah banyak contoh dengan makin dibuatnya "simple-nya" dive education termasuk di level profesional-nya, banyak kita lihat Instructor/Divemaster di lapangan yang outputnya tidak sesuai kualifikasinya.

2. Gw setuju survey dan pengambilan keputusan yang menghasilkan aturan/klasifikasi dilakukan oleh yang berkompeten. Siapa mereka? Selain pihak yg kompeten dari Dept Kelautan/Perikanan/Oceanografi etc, tentunya lebih banyak melibatkan Dive Center Owners/Operators (termasuk di dalamnya para dive guide berpengalaman mereka) yang registered secara hukum kepada instansi pemberi ijin usaha terkait, dan terbukti sudah proven di kalangan industri ini. Karena MEREKA inilah yang sehari-harinya selama bertahun-tahun berkutat dengan diving matters dengan tamu penyelam mereka dengan 1001 persoalan di air, di dive sites yang sedang direncanakan kualifikasinya ini. Urusan kelautan mungkin Department terkait lebih ahli, tapi kalau KLASIFIKASI DIVE SITE, divernya lah yang pegang peranan.

ntar lanjut lagi deh, musti ke Sanur dulu :D

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Klasifikasi Titik-titik Selam di Indonesia
PostPosted: Fri Sep 20, 2013 3:17 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Apa perlu saya ikut serta bantuin menulis standard :

01. Breathing Air Quality Inspection & Breathing Air Quality Management
02. Surface Recall Management & Lost Divers Prevention
03. Reducing Dive Accidents

Siap siap kalo 01 akan banyak yang tidak lulus. :mrgreen: :mrgreen:

Item 02.
Kumpulin 10-15 "korban" yang hampir hilang tetapi ter-rescue kan.
Kita summarize cerita mereka, jadikan case study untuk acuan safety SOP & safety gear yang memadai.

Untuk item 02, saya bisa berikan 4 case study. 1 my own case.
Om Hantu bisa berikan 2 case study, saudara nya dan Om Hantu sediri.
Undang pembuat heboh 2008 di Komodo.
http://edition.cnn.com/2008/WORLD/asiap ... ng.divers/

Bali kan banyak tuh case study near-miss, kumpulin tuh.

Item 03
Kumpulin Dive Center & Dive Professional yang sudah pernah tamu/murid/kawan nya gugur.
Bukan mau buka cerita lama. Bahas heat-2-heart alias jujur 100 % what went wrong, nobody judging nobody ini bukan enquiry board. Semua demi cari cara untuk mencegah kejadian seperti ini ke depan.


Bagusnya sebuah Dive Center bukan hanya soal klasifikasi, tetapi mau kah learning dari mistake diver atau Dive Center lain tidak ?
Mau kah improve SOP dimana SOP bisa di improve ?
Mau kah tambah asset safety dimana asset safety ada nilai sangat baik untuk operational safety ?

There is a thin line between high margin dan low safety standard pada harga jual jasa diving yang terlalu minim.
Let's face it deh.

Dive Center A
Single engine dive boat. Mesin tempel udah busuk. Merawat seperlunya, saat mogok.
Compressor udah meler oli sini sana, overhaul udah due 1000 jam lalu kagak di kerjain juga.
BCD udah lusuh, inflator shoulder mount patah dan di lem.
Regulator udah 1,000 dive dan 2 tahun kagak pernah di service
Owner sangat sangat profit minded

Dive Center B
Twin engine dive boat. Mesin tempel relatif baru dan terawat dengan baik.
Compresor sehat, terawat baik.
Set alat selam lumayan baru (2 tahun deh ), semua terawat baik
Owner quality & safety minded.

Dive Center A adalah time bomb waiting to kill.
Mau jago kayak apapun diving, kalo boat based diving, kagak di jemput ama dive boat karena mesin nya mogok, di lokasi sulit arus 2 knot atau lebih, mau jadi apa tuh diver ?
Selembar kertas tertulis : Mr John Doe lost due to MISADVENTURE ???

Analisa asset dan discipline perawatan asset sebuah Dive Center, ini yang mudah & sangat visual toh.
Diving tidak bisa tidak involved alat pendukungnya, management dan perawatan diving asset nya.
Gear & support intensive adalah diving.

Yang juga harus di buat sadar bagi para pelaku usaha diving, adalah diving business adalah capital intensive business. Maka ada yang tidak bisa di iritkan atau di tiadakan* .
*beli ntar ajah kalo udah ada duit , contoh oxygen kit atau life jacket untuk dive boat....contoh nih.


Departemen duduk cantik manis ajah dan kasih dukungan maksimal.

Seperti Om Chris tulis :

"Urusan kelautan mungkin Department terkait lebih ahli, tapi kalau KLASIFIKASI DIVE SITE, divernya lah yang pegang peranan."

Setujuh 110%.


In the end, goal nya kan biar semua lebih aman/safe, tak lebih tak kurang.
Kalo bukan safety sebagai priority........apa yang lebih penting dari safety ? Cem-cem-man yang bahenol kah ? :D

Jangan malah mundur kayak PADI.
Dulu sebelum PADI di gugat karena ada PADI 5 star Dive Center yang tamunya tulalit karena udara buruk di tabung nya yang di isi oleh di DC tersebut...........PADI meminta untuk DC melakukan air quality test secara berkala dan PADI perlu tengok hasil lab test udara tersebut.
Saat ini dengan enaknya , di tulis : Follow Local Regulation atau CGA.
Baca halaman 8, item 15.
http://www.padi.com/scuba/uploadedFiles ... nters%20(2).pdf

Coba yang sudah 10+ tahun jadi PADI 5 star DC, buka buku lama dan buku baru, tengok itu standard.

Source : http://www.undercurrent.org/UCnow/dive_ ... 01207.html
The Lawsuit That May Have Changed Everything

The quarterly air-testing requirement changed substantially in 2009 or thereabouts, when PADI settled a lawsuit brought against CoCoView Resort in Roatan and PADI headquarters by the estate of the late R. Gibbs. Gibbs, a Texas native, and a CoCoView divemaster both died in 2005 after breathing from a tank that contained excessive amounts of CO, as indicated in the plaintiff's statement of facts. There were once long threads about this incident on both ScubaBoard and CoCoview forums, in which several divers at the resort that week indicated that the contaminant was CO, but the owners of Scubaboard and CoCoView Resort subsequently removed both threads.

The deceased's attorney argued that the fill station was in fact manufacturing a product -- compressed air -- and this product was defective, which resulted in the two divers' deaths. I am not an attorney, but I have been told that the burden of proof for product-liability law is much lower than if one was to try to show that the fill station owner/operator was negligent. The manufacturer of compressed air had a duty to produce a product that would not harm the consumer. All that was needed was for the plaintiff to show that the manufactured product, compressed air, contained a contaminant that killed the diver, akin to showing that an undercooked hamburger that contained E. Coli 0157 resulted in a person's injury or death.

The details of the settlement were never made public; however, shortly after the settlement PADI decided to remove its compressed breathing air quality assurance requirements (quarterly testing to the Compressed Gas Association's Grade E specification) for its affiliate shops and resorts. This is presumably because the outcome in this case using product liability law would leave PADI very exposed to future liability, given that so many of its shops and resorts were not testing as required and enforcement was difficult. Instead, PADI would now defer to the local authority having jurisdiction over compressed breathing air quality, which, unfortunately in almost all sport diving locations, has translated today into little to no testing of sport diving air. In many jurisdictions, there are requirements for commercial divers under the local labor code, but most of these standards specifically say they don't apply to the sport diving industry.



Ingat :
Failure ( accident ) is the key to succes. Safety juga sama toh.
Kalo pesta kuaci banyak & air mata banyak, baru lah di perhatikan. Kalo bisa pesta Dive n Jazz Part 2, Part 3 dan selanjutnya gitu loh, kagak pake kuaci segala.

Semua macam lembar kertas hayoo lah, asal jangan death certificate di banyakin.

Blub blup blup :-@

.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Klasifikasi Titik-titik Selam di Indonesia
PostPosted: Fri Sep 20, 2013 1:53 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Gw setuju banget sama mbah Surya!

Siap membantu!

Salam!
Rendra

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Klasifikasi Titik-titik Selam di Indonesia
PostPosted: Sat Sep 21, 2013 10:05 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
rendra wrote:
Gw setuju banget sama mbah Surya!

Siap membantu!

Salam!
Rendra



So pasti donk Komandan... :mrgreen: we need ur expertise.


Pikiran gw sih simple.
Kita bagi risk of diving dalam 2 kategori. Anggap A & B.

Kategori A
Klasifikasi Titik-titik Selam di Indonesia : adalah alam dengan 2 muka.
1 muka lagi teduh, lagi mati arus, lagi aman dah, yah kadang2 ada anomally so pasti.
1 muka lagi saat it shows all it fury and power of destruction aka arus kayak setan + down current dan ombak gede di permukaan pulak....wele2 serem kali.
Nevertheless mother nature masih lebih mudah di profiling di banding satu Kategori B nih.

Kategori B
Human nature, pelaku usaha diving, team nya ampe jongos nya dah......From Top to the Bottom of the command chain. Ini malah yang relatif unpredictable, tetapi ini satu satu nya yang bisa di "manage".
Go-No-Go di kategori ini susah di periksa atau verfikasi......bagi calon konsumen yang low diving hours dan ini yang make the bulk of the diving community dan income devisa bagi Indonesia.

Jika kita kawan2 bisa berkumpul dan bukan demi profit oriented dan di dukung oleh departemen di mana ada biaya, kita formulate suatu cara, apa kek cara itu, yang in the end akan hasilkan Kategori B yang lebih berbobot, aman dan semua hal yang positif lah. Tak akan sukses 100%, tapi jika the baddies bisa di weed out, sapu jagat bleh dan pada saat yang sama yang perlu di bantu...harus di bantu.

Simple thingking, sort the problem at the root of the problem...

Diluar dari fatality yang sifatnya diver emang sakit ( contoh : jantung lah dan ini ono ), human resources di Kategori B lah yang punya power of decision untuk Go-No-Go atau sok jadi superman, ini yang bisa buat diver bisa cilaka atau bisa aman.

Sial ada so pasti, Om Murphy kan dimana mana.....tapi sial di kamus saya bisa di minimumkan dengan case study demi case study di compile di cari dimana yang went wrong dan supaya kita kagak salah langka. Lalu asset apa yang bisa bantu kita jika ini "sial" terjadi.

Kagak ada sport yang aman total. Main badminton ajah kawan saya punya adik, matanya buta sebelah saat timah pemberat di shuttle cock terlepas/jebol dan kena matanya. Naik sepeda konon sehat, lalu kena giles kopaja. Selalu ada risk.

Cuma diving when done wrong, wrong time for the location, organized & managed by the wrong people = very dangerous.

.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Klasifikasi Titik-titik Selam di Indonesia
PostPosted: Wed Sep 25, 2013 8:05 pm 
Offline

Joined: Wed Jun 19, 2013 5:08 pm
Posts: 17
Klasifikasi dive site itu nantinya dikawinkan sm peraturan menteri standarisasi usaha wisata selam yg skrg sdg disiapkan oleh parekraf, ntar ketentuan2 standard prosedur operasi jg ada disana.

_________________
Marine Ecotourism Development, Management and Marketing Consultant. Professional Underwater Instructor, Photographer and Film Maker.
serving the diving industry since 1992


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Klasifikasi Titik-titik Selam di Indonesia
PostPosted: Sat Sep 28, 2013 8:47 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Nah, mantap tuh Cip.....good good.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Klasifikasi Titik-titik Selam di Indonesia
PostPosted: Wed Apr 08, 2015 9:20 am 
Offline

Joined: Wed Jul 14, 2010 1:44 pm
Posts: 163
Location: Midden - Java
pak Ciptoag, apakah sudah ada aturan yang dikeluarkan pemerintah mengenai wisata selam dan juga pemandu wisata selam ? atau mungkin teman-teman lain bisa menjawab ini

_________________
If you don't want it, don't bother making it


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Klasifikasi Titik-titik Selam di Indonesia
PostPosted: Fri Apr 17, 2015 10:02 am 
Offline

Joined: Wed Jun 19, 2013 5:08 pm
Posts: 17
advseek wrote:
pak Ciptoag, apakah sudah ada aturan yang dikeluarkan pemerintah mengenai wisata selam dan juga pemandu wisata selam ? atau mungkin teman-teman lain bisa menjawab ini


Saat ini yang sudah resmi menjadi Peraturan Menteri adalah: Permen Standar Usaha Wisata Selam. Yang sedang digarap adalah Permen Standar Prosedur Operasi dan Pengawasan Wisata Selam. Untuk klasifikasi titik selam melekat pada Standar Prosedur Operasi. Pemandu wisata selam sudah ada SKKNI nya

_________________
Marine Ecotourism Development, Management and Marketing Consultant. Professional Underwater Instructor, Photographer and Film Maker.
serving the diving industry since 1992


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 15 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: