It is currently Tue Dec 12, 2017 7:24 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 74 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next
Author Message
 Post subject:
PostPosted: Mon Jul 16, 2012 6:27 pm 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 518
Location: jakarta
Sedikit punya pertanyaan.
Saya Anggora ORARI dan RAPI dan selalu bawa radio kalau melaut.. sayang belum dibawa kalau diving.

Karena menurut saya, Belum pernah saya diving di boatnya ada Radio, kecuali di P. Weh karena nahkodanya anggota RAPI...

Trus Kalau kita diving bawa radio, praktis kita juga harus mbawain kru kapalnya....

Jadi menurut saya, bukan saja kita perlu siap membawa radio, tapi bagaimana agar crew kapal, dive operator juga mengoperasikan Radio.?? Bahkan syahbandar saya agak pesimistis mereka mengoperasikan radio dengan optimal..??? (cmiiw).... Tidak hanya mengandalkan Hanphone.. Atau lebih baik kita diving bawa Handphone..???

-- btw UU Telekomunikasi kita mengharuskan mendaftarkan dan bayar pajak untuk semua perangkat radio VHF, HF dan UHF yang beredar dan beroperasi di indonesia. Setiap operatornya juga perlu memiliki ijin..--

Demikian sedikit pertanyaan dan pendapat saya. Kalau salah mohooon dimaafkan sebesarnya.. maklum.. newbiee...

Salam safety
Aria
---
YD0OEB
JZ09GSZ


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jul 16, 2012 8:08 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Mar 10, 2011 11:33 am
Posts: 91
ide bagus juga ya hangpon di bawa diving,tapi kan signalnya suka gak ada di daerah remot


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jul 16, 2012 8:52 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
aria4m wrote:
Sedikit punya pertanyaan.
Saya Anggora ORARI dan RAPI dan selalu bawa radio kalau melaut.. sayang belum dibawa kalau diving.

Karena menurut saya, Belum pernah saya diving di boatnya ada Radio, kecuali di P. Weh karena nahkodanya anggota RAPI...

Trus Kalau kita diving bawa radio, praktis kita juga harus mbawain kru kapalnya....

Jadi menurut saya, bukan saja kita perlu siap membawa radio, tapi bagaimana agar crew kapal, dive operator juga mengoperasikan Radio.?? Bahkan syahbandar saya agak pesimistis mereka mengoperasikan radio dengan optimal..??? (cmiiw).... Tidak hanya mengandalkan Hanphone.. Atau lebih baik kita diving bawa Handphone..???

-- btw UU Telekomunikasi kita mengharuskan mendaftarkan dan bayar pajak untuk semua perangkat radio VHF, HF dan UHF yang beredar dan beroperasi di indonesia. Setiap operatornya juga perlu memiliki ijin..--

Demikian sedikit pertanyaan dan pendapat saya. Kalau salah mohooon dimaafkan sebesarnya.. maklum.. newbiee...

Salam safety
Aria
---
YD0OEB
JZ09GSZ


Benar Mas Aria bilang bahwa tidak banyak kapal kecil yang bawa Marine Radio, bukan 144 atau 430 yah atau all band,........ Marine. Ini karena kesadaran mereka lemah dan jika mesin kecil ( hand start ) dan tidak ada aki, permanent mounted VHF lebih susah lagi cari 12V nya. Portabel VHF lebih baik.

Pendaftaran marine radio seharusnya masuk di bawah surat kapal sih.

Saat trip jauh, soal mau repot bawain radio untuk crew kapal karena kapal tidak ada radio, itu selera pribadi lah. Jika kita merasa medan aman kayak Pulau 1000, saya pun tidak pernah bawa radio di dalam senter, tetapi kapal saya ada Marine VHF dan pasti ada kalo Marine VHF mah. SSB yang tidak ada.

Ujung Kulon dan Selat Sunda, so pasti radio dibawa. Selain P1000 saya bawa radio tercinta ku lah. Keluar negeri pun radio selalu ikut, yang di dalam senter dan yang portable untuk gantung di leher ABK. Soal izin bagi saya nomor 10 lah, safety first dan lebih terhormat kita pakai radio untuk emergency ONLY ketimbang ngoceh di udara brik brik kan ngomongin entah apa bagi yang tidak ada izin radio nya. Kena denda pun EGP, asal nyawa di prioritaskan.

Handphone ? Hanya bisa di wilayah handphone ada coverage dan ABK juga harus bawa handphone. Untuk saya yang menyelam nya di lokasi tanpa coverage signal; handphone, so pasti tidak bisa dan handphone tidak direct sebab kudu numpang network BTS, jadi bukan lah alternatif terbaik di air, kalo di gunung OK deh.
Dry bag cepat rusak saat di masukin ke senter, suka bolong-bolong pin hole. Maka jika pesawat transmitternya sendiri, baik radio kah atau HP, jika tidak rating IPX7, siap siap lah total-loss.

Melalang buana lah ke bermacam macam lokasi selam yang challenging, baru nanti merasa suatu saat akan butuh jaga-jaga pakai radio.........asal di berikan kesempatan ke 2. Jika saat kejadian pertama alias kesempatan pertama lalu gugur dan tidak di jumpai, yah too bad lah, artinya kita menghargai keselamatan/nyawa kita sekitar HANYA Rp6 juta, sebab WHAT IF ini sudah di bahas dari jaman dulu di SDI dan di forum ini sudah di ulang ulang sampai bosan dan sudah ada ready unit pulak kayak Nautilus di pasaran.

Kalo di group saya, dan trip dimana saya jadi Safety Officer , umumnya saya yang jadi Safety Officer, jangan harap selain di pulau 1000 bisa saya kasih diving tanpa bawa radio.

Selalu saya bilang sama kawan :
"Elu hanyut ke Chrismas Island sih its your choice, yang gw kagak sanggup adalah kudu kasih tau bini lu atau laki lu atau orang tua lu atau anak-anak elu bahwa sudah di warning kan, tanpa radio jangan menyelam di wilayah X ini, tapi elu bandel." Nah ini yang berat , jadi messenger berita kayak ginian adalah tugas paling tidak enak. Amit2 sih, belum pernah jadi messenger beginian, kalo hampir jadi messenger sih udah sering..............wak kik kik kik.

Satu hal yang harus kita ingat, local rescue adalah yang terbaik. Local rescue artinya DIVER ke KAPAL DIVING. Setiap menit EXTRA kita hanyut, semakin kecil kemungkinan kita di ketemukan. Kalo pake kayak HP dan crew kagak bawa HP, mau bell siapa ?
- Bell rumah ? Ato Bell diver center ?
- Rumah bell dive center atau kita bell dive center, lalu dive center kirim kapal lagi ? Apa ada kapal kedua ? Jika ada pun kapalnya...apa ada bensinnya ? Ada kapten cadangan kagak ?

Cukup satu jam lah delay ini, +-4000 meter sudah hanyut nya pada arus 2 knot.
4000 meter di kalikan radius kiri kanan search pattern jadi extra minimal 2000 meter melebar . Bukan lelucon tuh areal segede itu untuk di sapu. Kecuali pattern hanyut nya setiap saat sama ( dan ini susah akan sama ), setengah mati yang mencari nya.

Boleh tabel arus bilang arah arus adalah ke utara ( contoh ), tetap kita harus expand minimal sekian ratus meter ke Noth-West dan North -East per sekian menit diver hanyut. Saya sudah sering di jemput 2KM dari dive spot dan paham bener susah pastikan "mekar" nya arah hanyut kita ke sisi kiri dan kanan dari garis lurus theoretical nya arah arus menghanyutkan kita.

Tetap semua terserah diver diver yang bersangkutan. Mau tanpa pake alat bantu apap pun suka suka mereka lah. Its ur life, its ur choice.

Pake radio diving beda tipis sama pilih mobil dan bayar extra untuk option air-bag.
Kita boleh bilang seat belt cukup.......kalo tabrakan dan ternyata yang selamatkan kita adalah air-bag ( mungkin seat belt tidak di pakai atau putus .NOTE : seat belt temen saya putus saat di tabrak tiang listrik dan 2 pohon kecil saat high speed ), yah baru lah sadar uang itu cuma laku saat sebelum kebutuhan dan bukan saat di butuhkan..... pada skenario emergency.


Dive Safe.....
.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jul 16, 2012 9:10 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
soal hilang/hanyut dsb...selama kita nyelam familiar dengan kondisi spotnya, tidak sok ngatur dengan mengikuti petunjuk DM lokal/kapten kapal, selalu buddy system, penguasaan buoyancy yang baik, dan menyelam sesuai limitasi level training dan pengalaman kita, kejadian semacam ini bisa dihindari kok.

kalo mau mencari tantangan hidup, gw rasa laut bukan tempat yang tepat :)

but, the choice is yours...


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jul 16, 2012 9:53 pm 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 518
Location: jakarta
BotolKecap wrote:
...

kalo mau mencari tantangan hidup, gw rasa laut bukan tempat yang tepat :)

but, the choice is yours...


Kalau buat saya tantangan hidup .. adalah bagaimana tiap bulan bisa diving.. ??? sniff..sniff... hikkss... :( :(

btw, ..... mulai kepikiran untuk bawa radio saya 'turun'... pakai waterproof casing yang model plastik itu cukup kuat gak yaaa sampai 30 meter..? radio saya sih waterproof... tapi ndak lebih untuk kedalaman 3 meter kayaknya.. atau sekalian beli nautilus yaa... (hehehehe gaya bener kali yaaa buat nge-break di darat.. :)

Iya mbah, kalau VHF marine atau HF (SSB) biasanya sudah paket sama peralatan kapal. Ijinnya memang khusus untuk VHF marine atau HF (SSB) dan memang tidak sama dengan amatir atau citizen band karena alokasi frekuensinya berbeda .... Jadi ndak semua juga HT yang ada di pasaran kompatible frekuensinya dengan VHF marine. Perlu hati2 kalau belanja radio HT untuk keperluan ini (VHF marine).

Saya sih setuju sekali .. radio nggak pernah ketingalan kemanapun pergi.. di darat juga minimal bisa buat tanya alamat, hehe.

Salam safety..
aria


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jul 16, 2012 10:07 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Mar 10, 2011 11:33 am
Posts: 91
penjelasan sesepuh forsel emang top deh,tinggal nyari nautilus ini,search google dapetnya liquid dive ya,,kira2 berapa harga jadinya di indo ya?di luaran kan sekitar 300$,


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jul 17, 2012 12:55 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
BotolKecap wrote:
soal hilang/hanyut dsb...selama kita nyelam familiar dengan kondisi spotnya, tidak sok ngatur dengan mengikuti petunjuk DM lokal/kapten kapal, selalu buddy system, penguasaan buoyancy yang baik, dan menyelam sesuai limitasi level training dan pengalaman kita, kejadian semacam ini bisa dihindari kok.

kalo mau mencari tantangan hidup, gw rasa laut bukan tempat yang tepat :)

but, the choice is yours...


Iya dan tidak.

Saat Murphy's Law ikut main peranan dan hanya taro lah 0.5% ajah deh probability nya, artinya 1 dive per 200 dive bisa apes kita.

Lagi pula tidak semua diver selama diving careernya , contoh saya, akan ikut trip yang sudah di atur secara kommersial. Saya suka trip yang explorasi, virgin dive site yang di cari sendiri dari peta laut atau informasi dari kawan mengenai lokasi mantap dan bukan dive spot umum. Sewa LOB pun saya yang atur dive site nya.


Saya sudah logged dive di atas 3,000 dive dan 90% nya di medan agak sulit.
Saya sudah kena Murphy's Law beberapa kali, maka element of danger yang tidak bisa kita prediksi atau di luar control kita, akan kena lah akhirnya. Tinggal tunggu waktu saja bagi yang akan high mileage diving nya.

Kawan saya ada 3 yang di atas 10,000+ dive dan kita bicara diving for pleasure bukan mengajar......sebutkan negara mana saja, ini 3 senior ku sudah pergi. Pacific sampai Indian Ocean dan Atlantic dan juga ice-diving (2 dari nya ). Umur mereka 58 - 62 tahun. Diving mereka sudah 40+ tahun. Satu adalah DSAT and IANTD Technical Instructor yang mengajar orang dive ke 60+ meter. Satu adalah orang penting di industri alat selam dan satu lagi adalah kolektor rebreather. Dua dari nya adalah kayak tokai ama kentut, sebab tinggal nya di satu negara dan selalu diving bareng dan hampir tiap minggu. Meeting di perpendek pun demi bisa diving akan di lakukan.........my kind of guy..:lol: Dimana ada waktu santai weekend, ini dua akan burn 3,000 liter solar ke lokasi selam nya ( 1 jam 500 liter fuel burn nya ) untuk day trip dan 3 dive, pake kapal "kecilnya" yang 68 feet dan mesin total power 3,300 PK Caterpillar C32, cruising 29 knot dan RPM cuma 1,800 euyy..mantap abiz dah. Sudah 2x saya ikut mereka. Cuma saya yang TIDAK sanggup beli ticket pesawatnya ajah , jika setiap minggu kalo mau ikutin mereka. Lalu saat musim dingin , air 20C bukan lah domain saya..kagak tahan neh. Kagak usah bayar hotel lagi, tinggal ajah di kapal 68 feet nya nya. Saya attached video capture kapalnya.

Yang doyan kapal ini model nya :
http://www.hatterasyachts.com/Page.aspx ... tible.aspx


Lucipara dan Pulau Gunung Api saja tahun 80an saat LOB di Indo cuma ada 1 ato 2 yang rutin wara wiri dan memang baguslah kapal tersebut pada zaman nya dan bukan Phinisi loh, si kolektor rebreather sudah mencoba. Si kolektor rebreather, dan jika saya sebut kolektor, dia nyaris punya semua rebreather yang ada di produksi di dunia. Siapapun pabrik rebreather atapun re-breather expert, kenal siapa dia. Kidding you I am not. I am not at the liberty to tell you who he is .......or........who they are .

Cut the story short. Mereka bukanlah orang Indonesia.
Anyway, 2007 sampai 2011, setiap tahun saya diving sama mereka di Indonesia Timur. Minimal 1x dan ada 2x. 1 minggu LOB minimal.
Untuk urusan near-miss alias hampir mati, semua individu ini sudah alami yang macam macam, kayak vertigo parah dan termasuk hanyut jauh ke tengah laut Pasifik karena alasan apes.

Saat saya atur trip mereka, saya bertindak sebagai Safety Officer dari segi alat rescue tambahan dan khususnya pre-inspection kapal. Karena mereka punya kapal sendiri dan kapal bagus, beban tugas untuk pastikan mechanically kapal LOB yang akan di sewa harus sehat, jatuh lah di pundak saya. Bagi yang tidak tau background saya, saya antara 1994 - 2009 hidup dari urusin kapal pesiar dan bukan dari Sea Pearl. Sea Pearl itu punya bekas pacar ku. Saat ini saya juga kerja part-time di sebuah perusahaan tambang dan tugas saya tidak jauh dari pengapalan/barging dan bathymetry sungai atau alur pelayaran......pokoknya water related lah. Maka tugas inspeksi kapal jatuh lah di pundak saya setiap pilih kapal LOB.

Satu yang saya minta sama mereka di 2007 , sebelum trip saya adakan, tolonglah beli radio dan masukan di senter sebagai alat bantu emergency. Lokasi yang kita selami semua kelas 5+ knot arusnya saat peak dan 2 knot tetap kita diving, 2.5 knot ambang batas maksimal dimana saya akan cancel dive nya. Mau tau arus kencang, pasang drum 50 liter pakai tali 6mm sebagai anchor, saat arus peak, itu drum 50 liter bisa lenyap dibawah air tak sanggup naik ke permukaan. Itu jenis lokasi yang saya selami. 50 liter itu kira kira sama dengan 2 unit donut ( kayak ban mobil ) DIVER ON SURFACE yang di pakai training saat Open Water atau hampir 3x lebih volume pelampung rescue Baywatch yang di seri TV Baywatch.

Mereka yang sudah diving 40+ tahun pun dan 10,000+ dive, sangat senang saat saya perlihatkan radio dalam senter dan mereka bilang " Why didn't I think of that years ago ?". Malah kawan mereka ( mereka bawa 3 kawan lagi biasanya ), salah satu 1 sudah kena Murphy's Law dan tanpa radio good-bye lah sudah si doi.

Radio bukan satu satunya cara mencari aman, jumlah perahu karet adalah salah satu kunci nya juga. Diver hilang karena kapal tidak bisa melihat diver. Tidak bisa melihat atau tidak bisa menjemput karena hanya 3 kemungkinan :
AA. Sedang angkat diver lain atau jaga diver lain, tak lihat surrounding jauh. Multiple Task loading.
BB. Posisi ketutupan pulau atau batu besar. Visual Obstruction.
CC. Mesin tempel ada gangguan. Bisa lihat pun mau apa ? He he he

** Kalo crew molor mah di gampar deh, jamin, jadi ini tidak masuk scenario dodolisme ini.

Minimal 2 perahu karet adalah aman. 1 di dive spot dan satu 500 meter downstream arah arus. Untuk trip saya, saya siapkan 3 perahut karet sebab medan nya tidak cukup jika 2 perahu karet. Motherboat jangkar di tempat lain yang bebas arus, maka tidak aktif bantuin atau jadi spotter pun.

Ini requirement yang selalu di tegaskan dan di siapkan setiap trip.
Kalau perlu sewa perahu karet pun saya lakukan, sebab LOB umumnya punya 2 perahut karet doank jika kapasitas nya 10-12 diver.

Semua ini cuma untuk menambahkan ratio keberhasilan saat apes melanda.
Kalo diver pingsan di air dan dia saat solo diving lalu tenggelam ke 100+ meter, yah tak bisalah itu saya bantu apapun atau skenario WHAT IF apapun tidak akan berhasil.

Maka saya selalu emphasize dan tidak akan bosan emphasize, apes itu unpredictable.

On a side note :
2013 nanti, karena alasan safety bahwa LOB favorit kita adalah single engine dan terlalu pelan di 7 knot, kawan ku rencana akan kirim kapal pribadinya ke Indonesia, yang gede nya. Kapal ini punya ukuran fuel tank 120,000 liter dan freezer room untuk bisa lakukan logistic makanan untuk LOB minimal 21 hari diving . Range 5,000an nautical mile pada service speed 12-14 knot. Daya Mesin 4,400 HP atau 2 x 2,200 HP Caterpillar 3516B. Contoh jarak : Jakarta Ambon via laut sekitar 1,400 nautical mile. Bali ke Raja Ampat Pulau Wageo sekitar 1,300 n.mile.

Apa tugas saya ? Pilih candidate dive spot di Indonesia timur dan bantu pilih compressor system dan nitrox generator 600 liter perjam pada EAN36%. Compressor Bauer, custom design water cooled dari Florida oleh Nitrox Solutions.
http://www.showmanagement.com/newsletter/68

Saya minta water cooled supaya tidak mudah meledak dan lebih aman untuk mencegah produksi carbon monoxide jika overheating terjadi.


Saya attached teaser calon my ride 2013 yah...........
Kalo yang ini satu........ kagak mungkin saya mampu charter sehari pun sebab market rate nya Rp450an juta sehari atau Rp 2 milliar per minggu kalo borong seminggu dan solar belum termasuk jika di pakai long-range, sebab 1 hari solar nya jika jalan terus sekitar 9,000 liter per 24 jam pada 12-13 knot. Udah irit segini mah, untuk kapal 450 ton.

Silahkan timbang2 sendiri lah. 3 individu yang sudah logged dive 10,000+ dan 40+ tahun diving nya ajah masih nyengir kuda saat sadar bisa bawa radio saat menyelam dan merasa cocok bagi lokasi tertentu.

Om Hantu ajah mungkin tidak bisa jadi moderator di forum ini kalo dia tidak bawa radio saat itu....wak kik kik kik. 2x ato sekali Om Hantu ?

Dive Safe,
Blup Blup Blup.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jul 17, 2012 3:16 am 
Offline

Joined: Sat Aug 20, 2011 5:18 pm
Posts: 360
Sebenarnya sy timbul pertanyaan sih, tapi ini sdh melenceng jauh dari topik, sy jadi lebih tertarik soal dua org temen om surya.. hehehe..

1. Apa kerjaan mereka dan bgmn mereka bisa punya duit ampe segitunya utk punya yacht and travelling around the world?? well, klu raja minyak sih gak heran, atau selebriti, bintang sepak bola yg gaji miliaran seminggu, or casino owner atau bisnis yg rada2 mafia.. tapi klu pengusaha halal, apalg yg merintis from zero to hero, bisa sy tanyakan 1 pertanyaan klasik, bgmn cara mereka kerja dan apa yg mereka kerja sampai bisa spt itu??

2. klu dive log nya 10.000+ dlm range 40an thn, bisa dikatakan rata2 setiap 2 hari 1xdive.. dgn spending waktu utk "main" seperti itu, sy semakin heran, "HOW THEY CAN EARN??"
jumlah log mereka sm seperti org yg hidup dari fulltime diving tapi bisa punya yacht????? Sy jadi tambah penasaran lg klu gt.. hehehe..

Maap ya klu gak nyambung ama diving.. hehehe..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jul 17, 2012 3:59 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
Surya Prihadi wrote:
Lagi pula tidak semua diver selama diving careernya , contoh saya, akan ikut trip yang sudah di atur secara kommersial. Saya suka trip yang explorasi, virgin dive site yang di cari sendiri dari peta laut atau informasi dari kawan mengenai lokasi mantap dan bukan dive spot umum. Sewa LOB pun saya yang atur dive site nya.


Saya sudah logged dive di atas 3,000 dive dan 90% nya di medan agak sulit.
Saya sudah kena Murphy's Law beberapa kali, maka element of danger yang tidak bisa kita prediksi atau di luar control kita, akan kena lah akhirnya. Tinggal tunggu waktu saja bagi yang akan high mileage diving nya.


Betul om, konteks kalimat saya, terutama untuk yang TIDAK, tentu saja bukan ditujukan buat seorang pro nan berpengalaman layaknya om surya, namun demi alasan tertentu biarlah itu jadi multitafsir. Seperti yg pernah disebutkan oleh guru saya: "only a pro who can break the rules"....hehehehehe


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jul 17, 2012 4:12 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
AKA wrote:
tapi klu pengusaha halal, apalg yg merintis from zero to hero, bisa sy tanyakan 1 pertanyaan klasik, bgmn cara mereka kerja dan apa yg mereka kerja sampai bisa spt itu??.

garis tangan dan keberuntungan bro. namun yang namanya keberuntungan lebih suka berpihak pada orang yang bekerja keras, cerdas, dan ikhlas. dan ini kembali lagi ke soal mental.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jul 17, 2012 6:06 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
AKA wrote:
Sebenarnya sy timbul pertanyaan sih, tapi ini sdh melenceng jauh dari topik, sy jadi lebih tertarik soal dua org temen om surya.. hehehe..

1. Apa kerjaan mereka dan bgmn mereka bisa punya duit ampe segitunya utk punya yacht and travelling around the world?? well, klu raja minyak sih gak heran, atau selebriti, bintang sepak bola yg gaji miliaran seminggu, or casino owner atau bisnis yg rada2 mafia.. tapi klu pengusaha halal, apalg yg merintis from zero to hero, bisa sy tanyakan 1 pertanyaan klasik, bgmn cara mereka kerja dan apa yg mereka kerja sampai bisa spt itu??

2. klu dive log nya 10.000+ dlm range 40an thn, bisa dikatakan rata2 setiap 2 hari 1xdive.. dgn spending waktu utk "main" seperti itu, sy semakin heran, "HOW THEY CAN EARN??"
jumlah log mereka sm seperti org yg hidup dari fulltime diving tapi bisa punya yacht????? Sy jadi tambah penasaran lg klu gt.. hehehe..

Maap ya klu gak nyambung ama diving.. hehehe..



Pokok neh $$ halal bin halal........wak kik kik kik.
Raja minyak ?...........beda tipis lah, Raja juga untuk bisnis lain sih.
From zero.......YES, from zero a long time ago before world war 2 family nya generation to generation. Old money, Bro ATA, old money. Engkong sukses, ayah makin sukses, anak makin sukses...simple.

How can they earn ?.........if they go diving all the time.
You hire the best mind who works for you 7 days a week, and you tell the best mind what to do 4 days a week in your office, the other 3 days you call them on your satellite phone, while you are on the yacht between diving surface interval............ha ha ha. Kamu masih old school my man. Ini global business empire, bukan dive shop klontongan kayak Sea Pearl yang harus owner jagain. Oops marah ntar bini ku ha ha ha di bilangin bisnis nya kelontongan.


Satu weekend 2 hari diving day, yah bisa dive 6 - 8x.
Mereka jika dive sama saya satu hari 5x dan selama 7 hari, minimal 4x per hari.
Saya pribadi kalo main cuma 20 meter, bisa 1 hari 6-7x dive.

Ini 3 sejoli sudah diving dari umur <20 tahun. Ingat , Jacques-Yves Cousteau membuat regulator CG45 di tahun 1945, ini double selang.


Temen saya mah belum apa apa di banding sama partnernya Bill Gates deh dan hobby yacht nya.
http://seafever.files.wordpress.com/200 ... ctopus.pdf
Ini satu tahun maintenance tok di luar gajih crew adalah Rp 200 milliar.
10% of yacht value adalah ballpark figure untuk annual maintenance.

Banyak kok di Indo ( client saya ) yang individu tak ada nama pun, worth nya Rp 1 trilliun or more , cuma uang di simpan pan pan pan ........ money is only money when you spend it, otherwise it is just a bank statement that says you got XXX amount alias useless piece of paper doank.

Kalah nya orang Indonesia adalah, uang di dewakan di bank dan investasi. Katanya untuk anak, nanti si anak untuk anak nya lagi dan so on dan so on, never ending story.

Orang asing, jika sudah umur lanjut, uang akan di spend sebab kalo udah uzur....you can't enjoy ur money. Sisahkan anak satu orang 2-3 juta USD cukup kan....so what.

Contoh dari orang asing yang uang tak banyak sangat tapi all-out untuk lakukan passion nya, gampang di lihat di Bali dan Lembeh. Mereka buat dive center dan resort yang kita orang lokal tidak akan bisa saingin............semata mata karena mereka involved personally dan curahkan semua financial resources nya dan personal attention & service. Hasilnya adalah service dan reputasi bintang 5 dan memang banyak tempat/resort nya yang bagus pulak.


Blup blup blup.........

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jul 17, 2012 6:07 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
ajehgile wrote:
penjelasan sesepuh forsel emang top deh,tinggal nyari nautilus ini,search google dapetnya liquid dive ya,,kira2 berapa harga jadinya di indo ya?di luaran kan sekitar 300$,


USD330 maximal lah............

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jul 17, 2012 7:59 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Sorry memang out-of-topic...........

Karena Bro AKA tanya soal raja minyak, saya jadi ingat kawan saya satu lagi yang beda tipis ama raja minyak.

Lihat photo, ada kuli dekil lagi benahin dive gear di belakang kapal OceanStar, that is me. Yang tua & botakz baju biru berdiri adalah Jay Riffe, pemilik Riffe Speargun.
2004 saya di ajak sama Jay Riffe ke Dubai dan lanjut ke sebuah negara miskin di Africa Timur, bernama Djibuoti yang adalah ex French Colony.
http://en.wikipedia.org/wiki/Djibouti

Jay tau saya hobby kapal dan Dubai banyak kapal bagus saat itu, sekalian diving di rig minyak Dubai dan di Africa Timur dan mau di kenalin sama gang dia di Dubai.

Kapal Oceanstar punya nya CEO The Palm Project dan saya nginap di kapal ini, bukan di hotel. CEO Palm Project adalah kawan baik Raja Dubai dan partnernya, jadi beda tipis ama Raja Minyak lah.
http://en.wikipedia.org/wiki/Palm_Islands
http://www.superyachts.com/motor-yacht- ... anstar.htm

Kapal nya sudah tua neh, buatan 1978 tapi OK sih dalam nya, lumayan lah.

Karena dari Dubai ke Djibuoti kita pakai jet Kerajaan Dubai, se-umur umur hidup saya, baru pernah keluar & masuk negara orang ( Dubai ) tanpa chop passport dan landing di airport resmi pulak. Ini jet Gulfstream IV.


Bahagia bener lihat negara Djibuoti , sebab hanya di sana lah, saat itu, saya merasa Indonesia jauh lebih baik dan makmur. Ada nya onta ama batu doank dan panas nya GILA !!!!!!!!!!!!!


Dive spot populer di Djibuoti namanya The Seven Brothers Island
http://www.divingtravel.com/djibouti.htm
Konon World Class...... tokai !!! , biasa ajah ini tempat mah kalo kita orang Indonesia yang udah ke Indo Timur. Ada juga wreck cukup gede, tapi saya lupa namanya.

Radio ku pun ikut di trip ini ......ha ha ha.

Di Djibuoti saya sempat pergi ke kebun NARKOBA neh, yep............nama nya pohon "Khat". http://en.wikipedia.org/wiki/Khat
Ini budaya buruk orang sana. Setiap siang lunch time pada kunyah-kunyah ini daun biar fly. Di UAE, ini daun illegal, di Djibuoti legal dan di cintai. Maka nya nih negara tidak akan bisa maju...........pada fly melulu gimana mau kerja ?

Ini sedikit dari diving adventure saya dengan orang-orang yang kebetulan garis tangan nya beda jauh ama saya........wak kik kik kik, dan lokasi diving yang juga tidak terlalu umum.

Yang pasti, mau diving di rig minyak AKTIF di Dubai itu off limits bagi orang umum, kecuali kita perginya ama "pentolan". That made the trip more exciting.

Saya quote yang paling senang saya ingatkan, yang ngomong adalah salah satu menteri di Indonesia yang kebetulan dulu getol laut dan diving.

" Tidak usah punya kapal, asal teman baik kita punya kapal..cukup lah sudah"
Pinter bener ...........

Blup blup blup........


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jul 17, 2012 9:17 am 
Offline

Joined: Mon Sep 07, 2009 1:33 pm
Posts: 657
Location: Bone, Sulawesi Selatan
terima kasih atas sharing pengalamannya pak Surya Prihadi....

saya kutip dan modifikasi sedikit kalimat pak Surya:

"Tidak usah punya kapal, asal teman di forsel punya teman yang punya kapal..cukup lah sudah"


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jul 17, 2012 10:34 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
inspiring story

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 74 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron