It is currently Mon Oct 23, 2017 10:08 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 90 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6  Next
Author Message
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 23, 2011 11:03 am 
Offline
User avatar

Joined: Sun Aug 07, 2011 2:13 pm
Posts: 39
Location: Jakarta
Kalau saya sih, sebelum ini cuma angan2 doang setiap nonton acara diving di TV dsb.nya. Soalnya saya punya masalah penyempitan pembuluh darah di jantung dan pernah dipasang stent 2 kali. Awal tahun ini waktu snorkeling di Bunaken, rasanya iri banget liatin diver yang lagi nyelam di bawah sementara saya dan teman2 cuma snorkeling di permukaan air. Sekitar 2 bulan yang lalu, berkebetulan saya punya biz trip ke Aceh (selama ini memang sering bolak-balik ke Aceh sih) dan saya jadi mikir, kenapa gak ke Pulau Weh aja ya? Kalau gak salah, Pulau Weh termasuk lokasi popular untuk mengambil kursus OW. Dan lagi, Pulau Weh kan terkenal dengan dive site nya yang bagus2. Langsung saya research persyaratan medis untuk mengikuti kursus OW dan ternyata, pasien yang punya sejarah medis jantung juga masih bisa dive kalau memang diijinkan sama dokter dan juga bisa melawati beberap stress test seperti stress ECG @ threadimill sampai hitungan METS tertentu. Pada hari yang sama, saya langsung datengin spesialis jantung yang biasa menangani saya dan meminta clearence dari beliau setelah melakukan semua test. End of the day...hehehe, saya kantongin ijin dari dokter nya. Berangkatlah untuk mengalami new adventure of my life

Kendala selanjutnya, swim test....maklumlah, saya bukan seorang good swimmer tapi saya memang gak pernah takut sama air sih. Kalau gak salah swim test nya sejauh 200 meter non stop atau 300 meter dengan fin dan alat snorkel segala. Thank God, masih ada pilihan alat bantu dan pilihannya sudah pasti yang ke 300 meter dengan alat bantu dong...hahaha...I did it easily and in a very short time....soalnya sambil snorkeling di Pulau Rubiah sambil melihat coral dan ikan2...enjoy bgt sampai harus disuruh stop oleh instructor nya.... Advantagenya lagi, selama kursus, saya melakukan confined water di laut dan beberapa open water dalam mild current (kata instrukturnya, its a good training karena dah biasa sama laut dan arus dari awal). That was 2 months ago. About 1 month ago, saya dive di kepulauan Derawan (Maratua, Kakaban dan Sangalaki). Rasanya lebih pede dan anehnya, gak ada rasa takut atau deg2an sama sekali. Mungkin karena faktor udah terbiasa waktu ambil OW nya sekitar sebulan yang lalu dan masih fresh memory nya kali ya.....Hehehe

Pada libur lebaran minggu depan, saya akan mengambil Advanced Adventurer SSI di Bali dan melakukan beberapa fun dive setelah itu and setelah lebaran, saya akan kembali ke Bunaken lagi but this time, bukan enjoy top to bottom tetapi bottom to top. I will be diving and looking at the snorkelers on top of me...hehehe.

It's an experience of a life time and....I never thought that I will be diving in my life, especially in my 40's :D

_________________
Ivan

Keep on diving...Keep on diving


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 23, 2011 5:05 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
AKA, mau dong diajak ke Wakatobi.... :D

Menarik kisahnya... nice story :)

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 24, 2011 12:18 pm 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
ivangan wrote:
...hehehe, saya kantongin ijin dari dokter nya. Berangkatlah untuk mengalami new adventure of my life

Kendala selanjutnya, swim test....

It's an experience of a life time and....I never thought that I will be diving in my life, especially in my 40's :D


Benar, menarik sekali ceritanya...
lesson learned nya :
1. Ke dokter untuk minta ijin. Ternyata (katanya) banyak orang yang gak ambil perdulu sama kesehatannya sendiri dan memaksakan diving padahal kondisi tidak memungkinkan.... Semoga ini menjadi contoh yang baik..

2. Swimming test, dan take it seriously ... ini seharusnya prosedur sebelum mulai kursus . Untungnya instruktur saya dulu juga melakukan test ini, tapi (katanya) mungkin ada (banyak) instruktur diving yang tidak melakukan swimming test, dengan asumsi bla..bla..bla... Semoga ini menjadi contoh yang baik

3. heheheh sama2 mulai diving udah tua (over 40) ...semoga masih diberikan banyak kesempatan untuk diving..

salam diving..
aria


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 24, 2011 12:32 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sun Aug 07, 2011 2:13 pm
Posts: 39
Location: Jakarta
Thanks Mas Aria untuk opini yang sama. Iya....seperti kita semua udah sama sama tau, diving is a dangerous activity and it can be very safe if we stick to the rules and know our own limitation....yuk...let's enjoy it walaupun kita startnya udah agak telat tapi seperti quote nya Mas Raja Ampat, kita akan dive untuk 100 tahun lagi kok....Amin!

Anyway, saya masih rasa sedikit bersalah karena swim test dengan alat bantu itu lor...without it, I will definitely fail... :( So, saya masih tertanya tanya, did I really get through it with the proper procedure? Did I really qualify? Rasa guiltynya masih ada nih...hehehe :?

Pokoknya, let's enjoy it while we still can.....Cheers!

_________________
Ivan

Keep on diving...Keep on diving


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Aug 25, 2011 2:52 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
ivangan wrote:
seperti kita semua udah sama sama tau, diving is a dangerous activity and it can be very safe if we stick to the rules and know our own limitation....

kalimat diving (saya berasumsi maksudnya recreational) merupakan kegiatan yang berbahaya mungkin kurang tepat pak. dibanding "sodaranya" yakni free diving maupun cave diving, recreational diving (selanjutnya disebut diving saja) jauh lebih aman, namun kegiatan diving tidak lepas dari risiko dan memiliki tantangan tersendiri.

berdasarkan studi (mohon koreksi kalo salah), rata2 hanya sekitar 5 orang mengalami kecelakaan per 100.000 penyelam. Dan berikut merupakan kegiatan yang jauh lebih berbahaya dari scuba diving: mengendarai sepeda di jalan raya, menjadi penumpang di dalam mobil (kejadian baru2 ini 2 siswi sma penumpang tewas saat sahur on the street, sopirnya malah cedera ringan akibat tabrakan), mengendarai sepeda motor, maupun main bola di lapangan terbuka saat hujan deras.

namun bukan berarti scuba diving sepenuhnya aman. hanya saja kebanyakan orang yang memasukkan scuba diving ke jajaran kegiatan berbahaya seperti halnya menunggangi kuda liar atau manjat tiang listrik bisa jadi lebih dikarenakan rasa takut mereka dibiarkan lebih mendominasi dibanding berdasarkan fakta dan riset yang ada.

ivangan wrote:
Anyway, saya masih rasa sedikit bersalah karena swim test dengan alat bantu itu lor...without it, I will definitely fail... :( So, saya masih tertanya tanya, did I really get through it with the proper procedure? Did I really qualify? Rasa guiltynya masih ada nih...hehehe :?

selain mampu berenang/mengapung selama 10 menit tanpa alat, diwajibkan berenang non-stop 200 meter tanpa alat ATAU 300 meter dengan mask, fin dan snorkel.

jadi ngga usah merasa bersalah kok pak, prosedur sudah dijalani dengan benar, kalo tidak kan instruktur, yang baik tentunya, tidak akan meluluskan anda. selamat menikmati "candu" nitrogen :)


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Aug 25, 2011 5:45 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
hmm tergantung kategori bahayanya..

kalo dari sudut pandang unhuman environment, seperti air, ruang hampa udara/kadar oksigen diluar batas normal, udara (gas) beracun, temperatur ekstrim, ketinggian, percepatan-relatif, tekanan tinggi/rendah, maka diving termasuk kegiatan yang sangat berbahaya, karena sudah masuk ke hampir semua kategori diatas, padahal tubuh kita sebenarnya tidak didesain untuk berada di (salah satu atau) environment2 seperti itu.

ini sudah terlepas dari faktor alam dan kecelakaan/human error

makanya diperlukan pengetahuan dan keahlian "lebih" untuk melakukan "rekreasi" jenis ini..

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Aug 25, 2011 4:41 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
jika termasuk kategori kegiatan yang sangat berbahaya, cukup menarik jika mengambil discover scuba hanya membutuhkan beberapa jam latihan di kolam, dan setelahnya bisa nyelam di laut walau dengan batasan2 tertentu.

dan istilah recreational diving rasanya kurang pas untuk kegiatan yang dimaksud.

anak balita ketika main di pinggir kolam, jelas ini kegiatan yang amat sangat berbahaya. namun akan menjadi cerita berbeda jika balita ajaib atau orang dewasa yang main di pinggir kolam, apalagi di kolam cetek...wakaakakkkakak

namun begitu, walau terkesan berlebihan, jika dilihat dari sudut pandang extreme semacam itu diving dapat saja diasumsikan sebagai kegiatan yang sangat berbahaya. MERDEKA!


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Aug 25, 2011 5:42 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
coba deh ditanya ke sang guide, lebih enjoy nemenin penyelam discovery atau penyelam bersertifikat, saya rasa sebagian besar guide akan lebih senang menemani penyelam bersertifikat. itu karena secara psikologis potensi bahaya lebih dirasakan oleh sang guide daripada si penyelam discovery..

karena mas BK senang beranalogi, saya coba beranalogi dari sudut pandang saya yah..

jangankan diving, walking atau berjalan kaki juga bisa memberikan perbedaan persepsi, saya pernah lihat ada orang yang berjalan kaki di sisi jalan tol, mungkin karena ibunya bilang ke dia jalan kaki lebih aman kali ya daripada naik kendaraan.. (asumsi aja), dan coba bayangkan kalo ibunya bilang, hati-hati kalo jalan, banyak mobil diluar, jangan kan jalan kaki di pinggir jalan tol, setiap berjalan kaki, pastinya dia akan lebih waspada..

nah sama kaya diving, saat kita mengkategorikan diving sebagai kegiatan yang sangat berbahaya, maka kewaspadaan sang diver akan jauh lebih tinggi, dibanding hanya dikategorikan sebagai kegiatan berbahaya, atau bahkan kegiatan yang aman, pemilihan divespot dan kedalaman penyelaman juga akan menjadi pertimbangan yang ditentukan secara tidak asal-asalan.

dan yang penting, dorongan untuk belajar akan lebih kuat terhadap individunya sendiri, semuanya dengan tujuan keamanan..

-better safe than sorry, right?!

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Aug 25, 2011 5:54 pm 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
mas BK dan Mas Nd pendapatnya sudah sama... tinggal dilihat sisi mana.. yang jelas asuransi biasa ogah nanggung kegiatan diving, rock climbing, caving...


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Aug 25, 2011 5:56 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sun Aug 07, 2011 2:13 pm
Posts: 39
Location: Jakarta
aria4m wrote:
mas BK dan Mas Nd pendapatnya sudah sama... tinggal dilihat sisi mana.. yang jelas asuransi biasa ogah nanggung kegiatan diving, rock climbing, caving...


Mas Aria, masih ada DAN...heheheh.....bantuin Mas Rendra promosi, siapa tau dapat diskon :roll:

_________________
Ivan

Keep on diving...Keep on diving


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Aug 25, 2011 9:40 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
om aria4m: jelas pendapat saya dengan bro nando tidaklah sama. namun, saya juga dapat paham apa yang menjadi pendapat bro nando.

tidak sedikit instruktur yang mengajari diving berangkat dari sudut pandang bro nando. mereka lebih menekankan bahwa diving itu berbahaya, agar calon diver waspada. don't do that and don't do this, or you will die! namun faktanya, tidak sedikit student yang merasa tertekan dan kurang enjoy dengan pendekatan ala seperti ini.

kasus yang menimpa sis travelingangel ketika mengambil ow salah satu contohnya. walau saya paham benar maksud sang instruktur baik, karena saya pun pernah merasakan jadi murid beliau.

sayangnya, saya tidak sependapat dengan pola penekanan seperti itu. bagi saya recreational diving kurang pas dimasukkan dalam kegiatan yang berbahaya, hanya saja memang memiliki risiko dan tantangan tersendiri. tugas dasar seorang instruktur bagaimana agar student merasa diving itu fun, tanpa kompromi soal safety. itu kan intinya recreational diving? saya kurang paham, bagaimana orang bisa fun jika hal "negatif" dahulu yang lebih ditekankan? kecuali latar belakangnya pernah ikut pelatihan berbau militer. industri diving akan sulit berkembang jika "berbahaya" yang ditekankan.

sekali lagi, ini hanya selera dalam memandang kegiatan diving. ada yang cocok dengan cara pandang bahwa diving itu kegiatan berbahaya dan ada pula yang lebih pas bahwa diving itu fun. tujuannya toh sama: tidak ada kompromi soal safety, rasanya semua agency menekankan hal ini. so, the choice is yours. MERDEKA!


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Aug 26, 2011 2:25 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
hehe.. asuransi, jelas sudah alasan apa yang membuat pihak asuransi enggan berurusan dengan diver..

mau jelasin sampe berbusa juga tetep aja mereka ndak mau meng-cover.

itulah pendapat awam, pastinya akan sangat berbeda dengan pendapat kita sebagai diver.. makanya akhirnya munculah DAN.

sebagai reminder
viewtopic.php?t=1600

sama satu lagi tentang responsible diver terutama poin no 4 dan 6
viewtopic.php?t=2002

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Aug 26, 2011 5:12 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
oceanographer wrote:
hehe.. asuransi, jelas sudah alasan apa yang membuat pihak asuransi enggan berurusan dengan diver..

mau jelasin sampe berbusa juga tetep aja mereka ndak mau meng-cover.

itulah pendapat awam, pastinya akan sangat berbeda dengan pendapat kita sebagai diver.. makanya akhirnya munculah DAN.

sebagai reminder
viewtopic.php?t=1600

sama satu lagi tentang responsible diver terutama poin no 4 dan 6
viewtopic.php?t=2002


Sebetulnya kalau bicara soal asuransi, bukannya mereka tidak mau mengcover. Asuransi mau saja mengcover, asal premi yang mereka terima sesuai dengan perhitungan risiko yang harus diantisipasi.

Contohnya yang jelas soal asuransi jiwa. Jika kita memiliki polis asuransi jiwa dan kita juga menyelam, apakah perusahaan asuransi jiwa menolak permintaan pertanggungan kita? Nah dalam hal ini mereka tetap akan mengcover kebutuhan asuransi kita dengan kondisi:

1. Jika kita tidak declare bahwa kita menyelam, tapi kejadian ternyata kita cidera atau meninggal akibat kegiatan menyelam, maka seluruh premi yang sudah dibayarkan/ pertanggungan asuransi kita hangus karena dianggap kita melanggar kontrak pertanggungan; atau

2. Kita dari awal declare bahwa kita menyelam dan dikenakan premi tambahan kegiatan berisiko (dan ini mahal), maka ahli waris kita tetap akan menerima uang pertanggungan asuransi jika kita mengalami musibah dan meninggal akibat menyelam.

ini adalah contoh mengenai asuransi jiwa. Sebagai gambaran saja, saya memiliki polis asuransi jiwa dimana saya secara jujur declare bahwa saya aktif menyelam dan aktif kegiatan otomotif. Akibat dari kejujuran ini (dan kejujuran ini mutlak perlu pada asuransi), maka saya harus membayar premi 3x lipat dari premi normal, dengan nilai pertanggungan yang sama. tapi keluarga saya tidak perlu khawatir bahwa tabungan premi yang sudah disetorkan akan hangus jika terjadi apa2 pada saya saat menyelam atau sedang off-road.

Lain halnya dengan DAN. DAN adalah institusi research di bidang kesehatan dan kecelakaan penyelaman yang bersifat nirlaba. Apa yang dilakukan DAN adalah suatu kontribusi universal pada pengembangan pengetahuan di bidang kesehatan dan risiko penyelaman yang diadopsi pada teori dan aplikasi penyelaman baik yang bersifat rekreasional, commercial maupun research.

Sebagai pengembangan dari kegiatan ini, DAN yang berkembang melalui kontribusi para anggotanya juga menyediakan fasilitas evakuasi medis bagi para anggotanya. Ini adalah service utama DAN bagi para member, dimana evakuasi secepat mungkin dengan cara yang tepat memegang kunci keselamatan bagi seorang penyelam yang mengalami insiden.

Dalam perkembangannya lebih lanjut, DAN akhirnya melalui sebuah upaya yang tidak mudah dan tidak murah berhasil mendapatkan mitra asuransi yang bersedia mengcover biaya perawatan/ treatment terhadap penyelam yang mengalami DCI serta insiden lain yang berkaitan dengan kegiatan penyelaman. Ini adalah suatu sejarah panjang dan tidak mudah yang telah berhasil dicapai oleh DAN.. Melalui hasil riset dan statistika insiden penyelaman DAN berhasil meyakinkan mitra asuransinya untuk bersedia mengcover biaya perawatan yang diperlukan oleh seorang penyelam dalam insiden penyelaman.

Anggota DAN saat ini berjumlah lebih dari 300.000 orang di seluruh dunia. Iuran keanggotaan tahunan DAN yang dibayarkan oleh para anggota dipakai untuk membiayai berbagai jenis riset kesehatan dan keselamatan penyelaman. Dengan menjadi anggota DAN berarti kita berkontribusi secara langsung dalam hal keselamatan penyelaman.

Kembali ke soal asuransi kecelakaan penyelaman, perusahaan asuransi di Indonesia sebetulnya bisa saja menyediakan jenis pertanggungan yang diminta selama nilai premi yang dibutuhkan untuk mengantisipasi risiko dapat dibentuk. Untuk ini maka diperlukan populasi peserta asuransi yang cukup banyak dan konsisten menabung premi. Jumlah diver bersertifikat di Indonesia saat ini diperkirakan sekitar 10rb orang. Jumlah ini masih jauh dibawah populasi yang dibutuhkan oleh perusahaan asuransi untuk dapat menyediakan jenis pertanggungan yang dibutuhkan.

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Aug 26, 2011 8:26 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Apr 09, 2010 10:17 am
Posts: 67
om Rendra, boleh dunk dikasih tau premi nya utk DAN..
thx yak


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Aug 26, 2011 10:30 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
inoe wrote:
om Rendra, boleh dunk dikasih tau premi nya utk DAN..
thx yak


Bisa saya kirimkan melalui e-mail, tolong kirim aja e-mail ke [email protected], nanti saya jawab.

Atau, bisa langsung dilihat di website DAN Asia-Pacific di http://www.danasiapacific.org

Thanks.

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 90 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 3 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: