It is currently Wed May 22, 2013 11:44 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 20 posts ]  Go to page 1, 2  Next
Author Message
 Post subject: [ASK] Port Ikelite Nikon - Tokina
PostPosted: Thu Apr 14, 2011 12:06 pm 
Offline

Joined: Mon Jun 21, 2010 10:29 pm
Posts: 139
Location: Rotterdam
Hollaa..

mau tanya dong, saya akhirnya akan menggunakan DSLR saya pas menyelam. Rencananya mau beli Ikelite. Nah, saya agak bingung milih port-nya, saat ini budget hanya memungkinkan untuk satu port lensa. Pilihannya antara lensa Nikon macro 60mm atau Tokina fisheye 10-17mm. Ada saran lensa mana yang sebaiknya digunakan untuk UW photography? Konyolnya saya suka wide angle dan macro, jadi makin ribet milihnya...

Mohon pencerahannya dari anggota Forsel yang berpengalaman dengan dua lensa ini di bawah laut...terimakasih banyak sebelumnya..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 14, 2011 4:39 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 841
walaupun ndak bisa motret, tapi ijinkan sayah untuk memberi masukan:

ada kekurangan dan kelebihan DSLR dibandingkan dengan pocket kamera jika digunakan untuk underwater photography. jadikan kekurangan & kelebihan ini sebagai nilai tambah jika kita memilih salah satunya:

KEKURANGAN DSLR:
1. sekali pasang lensa + port, kita ndak bisa tuker lagi ketika sudah di bawah air. faktor pengetahuan akan karakter dive site yang hendak kita foto menjadi sangad penting. walaupun begitu kadang ada juga apesnya, pas lagi turun di site yang bagus untuk wide angle eh ada nudibranch cakep yang menggoda untuk dipotoh.. seringkali untuk menyiasatinya, fotografer bawa 2 rig kamera dengan 2 seting yang berbeda (makro & wide angle)

2. jika motret U/W dengan DSLR sudah hampir pasti harus pakai strobe(s). strobe dengan guide number yang besar (powerful) harganya sudah pasti lebih mahal. pake strobe yang ekonomis, pasti ada saat-saat kita menyesal karena underpower - terutama jika kita pakai lensa fisheye. kalau motret makro, sudah wajib pakai strobe(s) karena flash bawaan kamera DSLR tidak bisa dipakai (rasanya ndak ada housing DSLR yang bisa menggunakan flash bawaan)

3. housingnya muahaaal.. jangan lupa, masih harus beli dome port, macro port, arm & connector, strobes, sync cord dll

KELEBIHAN DSLR:
1. sudah pasti sensor kamera jauh lebih besar dibanding poket kamera. shutter lag nyaris tidak ada - ini penting ketika kita ingin menangkap momen tertentu pada saat motret makro. jika pake poket kita harus super sabar & jeli menangkap momen.

2. pilihan lensa cukup beragam, walaupun dari pengalaman saya untuk wide angle dengan kamera crop factor (1.6) lensa tokina 10-17mm fisheye adalah yang terbaik. sekedar info, lensa ini dulu pertama kali keluar harganya hanya 3,5jt an.. sekarang sudah 6jt lebih karena ini memang lensa bagus. kalau pake full frame, pilihan lensa tergantung dalamnya dompet. fisheye 15mm pilihan yang ekonomis & cukup bagus. macro juga luarbiasa kualitasnya, lensa 90mm atau 100mm + diopter dijamin hasilnya dahsyat.

3. bawa 1 kamera cukup, karena pilihan lensa yang banyak DSLR bisa dipakai untuk motret darat juga. kalau pake pocket camera biasanya kurang lebar untuk dipakai motret landscape. kalo pake DSLR + fisheye udah bisa motret landscape sampe ujung jempol juga keliatan

KEKURANGAN POCKET CAMERA:
1. shutter lag umumnya jadi kelemahan pocket camera. burst mode & focusing lock masih sangat lambat dibanding DSLR kelas entry level. butuh kesabaran ekstra & skill canggih untuk mendapatkan gambar2 dengan kualitas baik.

2. pocket camera umumnya paling lebar adalah 35mm dengan apperture yang terbatas (biasanya f/3.5-f16). ini dengan mudah 'dimakan' oleh DSLR yang bisa dipasang lensa fisheye super lebar dan pilihan apperture sampai f/22).

3. beberapa pocket camera tidak bisa memotret dengan pilihan RAW format seperti pada DSLR (.cr2 pada canon atau .nef pada nikon). ini mengurangi kualitas gambar & keleluasaan untuk mengedit foto.

KELEBIHAN POCKET CAMERA:
1. housingnya muraaaaah! bisa pasang 'wet lens', jadi pas di air pilihan lebih luas. bisa pasang fisheye atau macro sesuka hati & sesuai apa yang ditemui. flash bawaan kamera masih bisa dipakai & untuk fotografi makro, ini sudah mencukupi. silahkan buka http://www.nudipixel.com. disitu rekan saya Erwin Kodiat memotret semua koleksi nudibranch nya dengan kamera poket tanpa external strobe. lebih dari cukup kan? bahkan saya sendiri pernah kalah oleh kamera poket dengan fisheye attachment pada saat lomba foto bawah air untuk kategori wide angle

*tambahan: pocket camera lebih 'luwes' jika dipake untuk macro photography karena bentuk housingnya yang kecil sehingga bisa dibawa 'nyusruk' lebih dekat dengan objek dibanding housing DSLR yang besar & berat ituh..*

2. kemampuan pocket camera saat ini sudah lebih dari cukup. kemampuan penggunaan format RAW & kualitas sensor yang menyamai DSLR entry level sudah lebih dari cukup untuk fotografi hobi. beberapa pocket camera bahkan juga sudah bisa untuk HD video. pilihan apperture juga sudah lebih baik (beberapa pocket camera sudah bisa bukaan f/20)

3. u/w photography membutuhkan selera humor yang amat tinggi (dan dompet yang cukup tebal). sekali bocor, kamera + lensa dijamin wasalam.. kalau pake pocket, paling banter habis 3-4 jt untuk ganti body saja. kalo pake DSLR? silahkan hitung harga body kamera + lensa yang dipakai..

naaah.. dari semua yang ditulis diatas, masih banyak yang bisa di explore.. misalnya komposisi "close up wide angle", dimana foto macro dengan background lebar masih bisa dikejar dengan lensa fisheye (dry lens ataupun wet lens). super macro shoot, yang bisa dicapai dengan penggunaan "diopter" ataupun "stacked diopter" (bisa pada dry lens ataupun wet lens)

silahkan para pakar yang lain (opa hes, om christo, mas wisnu + anak2nya, koko andy chan, dll) ataupun rekan-rekan lain yang juga punya pengalaman untuk sumbang saran..


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: [ASK] Port Ikelite Nikon - Tokina
PostPosted: Fri Apr 15, 2011 10:04 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 229
Location: Sanur - Bali
Hi Indie,

my opinion :
jika sekarang memang baru mulai dgn DSLR utk underwater dan harus memilih, I'd choose the macro setup. Minimum satu strobe is a must for optimum result. 60mm is a very versatile macro lens. Highly recommended.

Dengan setting ini, kamu mulai menyesuaikan diri dengan gear ini (buoyancy and gear character wise) underwater while still making decent to entertaining close up to super macro images...............sampai di titik dimana kamu sudah make the most out of this set up, dimana tabungan dan niat juga sudah nambah, then you upgrade to wide angle set up. At this time, kamu (hopefully) udah menguasai karakter uw dan karakter kamera, so it's only a slight adjustment from macro to wide shooting.

Now a very personal opinion : if you use Nikon, they have the best fish eye lens in the market ( 10.5mm f2.8 ) with similar price to the less saturate and less sharp Tokina 10-17.

Mudah-mudahan membantu.

cheers
Chris

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Apr 15, 2011 5:33 pm 
Offline

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 959
Location: Atyrau, KZ
Mas Hantu memang paling baik hati kalau nyebar ilmu .. dan juga racun

Mau ikutan nimbrung, nggak berani ngejawa, jadi cuma sekedar share pengalaman waktu bingung pilih jalan saat (dan masih) keracunan

Karena pada dasarnya cuma sekedar shooter, sebetulnya saya enjoy pakai compact Oly SP-350 ataupun Canon G9. Tapi namanya juga racun, lama-lama nggak puas juga.
Plihan saya waktu itu adalah DSLR pakai Oly E-620 (kameranya sudah punya) atau beli kamera baru EVIL (Electronic Viewfinder Interchangeable Lens) macam E-PL1, GF-1 atau NEX-5.
Kalau pakai E-620, setiap ganti lensa mesti ganti port; paling nggak butuh 2 ports. Sudah gitu kuatir juga, seperti yang dikatakan mas hantu, sudah pasang macro eh whaleshark lewat; cuma bisa motret kutu nya doang.

Akhirnya saya pilih PEN E-PL1 pakai housing 10bar, pertimbangannya:
- sudah punya accessories utk Oly
- semi dome port nya 10 bar bisa utk 14-42, 7-14, 9-18 dan juga macro ED35mm.
Pada waktu awal saya bahkan berasumsi cukup pakai 14-42mm, bisa buat apa saja, wide angle juga okay krn 28mm (crop factor 2) pakai dome nggak sempit-sempit amat; terus kalau mau pakai macro tinggal zoom ke 84 mm terus pakai macro lens. Jadi kalau pas diving ada whaleshark pakai 28mm terus kalau abis itu ketemu pygmi seahorse belang ngga gondok.

Buat macro sih okay juga, tapi ternyata UW, 28mm kurang lebar. Jadinya keracunan lagi ambil 7-14mm yang harganya cukup buat beli 2 EPL-1. Untung semi dome portnya masih bisa dipakai, jadi nggak perlu menggadaikan sawah. Tapi begitu pakai 7-14mm, ada sekumpulan telur nemo mau netas; tetap aja nggak ke ambil, bisa dipasangan double macro, tapi vignet nya lebih dari 50% karena ngga punya zoom gear ke 14(28),


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Apr 16, 2011 12:33 pm 
Offline

Joined: Fri Sep 25, 2009 3:20 pm
Posts: 114
Location: Jakarta
indie, boleh tau alasan pilih ikelite? saya juga lagi pertimbangkan beberapa merek housing, cuma masih bingung mo pilih yg mana. Lagi coba search di internet kekurangan dan kelebihan masing2.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Apr 16, 2011 7:37 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 841
masukan buat joey dari housing yang saya pernah pake:

ikelite (canon 30d & 40d)
kelebihan:
relatif lebih murah dibanding housing lain. bahan clear polycarbonate, jeroan keliatan jelas. kalo o-ring kelipet atau lupa pasang o-ring (di tutup belakang atau di port) bisa langsung keliatan. aksesori lumayan banyak, pilihan port beragam sesuai lensa, after sales service lumayan (di endonesia ada dealernya).

kekuragan:
karena bahannya tembus pandang, kalo ada bocor alus gampang keliatan. tapi kalo bocornya gede, ngeliatnya puaaaas.. *hehehe..* connector antara body housing dengan port agak 'meragukan'. terbukti dome saya pernah copot di aer.. ada beberapa rekan yang punya ikelite ada retak halus di housing (terutama di lubang tuas & di bagian 'tikungan' body housing.

sea&sea (fuji s5 pro/nikon d200)
kelebihan:
body dari alumunium, pengerjaan solid. kuat & tangguh, pernah kebanting di tulamben gakpapa.. aksesori juga lumayan kumplit. ada leak detector. koneksi antara body housing dengan port cukup bagus & mantep.

kekurangan:
lebih mahal jika dibanding ikelite. kalo ndak jeli, pas leak detector nyala kita ndak lihat. tau-tau udah 'penuh' isinya hehehe.. kalo lupa pasang o-ring (baik di body maupun port - ndak kelihatan..) kejadian saya lupa pasang o-ring yang kedua di port extended macro. wasalam deh..

di dalam body ada batre kecil untuk memberi arus listrik bagi sync cord ber'komunikasi' antara kamera dengan strobe. kalo ini lupa diganti, kamera jadi bego & strobe ndak mau nyamber..

nexus (nikon F90)
kelebihan:
housing badak.. nggak diurus, nggak dirawat, tapi gak pernah bocor. o-ring nggak pernah diganti, makenya suka-suka (karena sudah mulai pake digital) eh kok ya ndak jebol-jebol.

kekurangan:
beraaaaat.. tuas-tuasnya agak keras, terutama untuk shutter lever. kadang jadi susah untuk mencet 1/2 untuk fokus lock. ngebuka port harus 'berdarah-darah' karena seret.

itu semua pengalaman pribadi sayah.. silahkan kalo temen-temen ada yang punya masukan lain..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Apr 16, 2011 10:47 pm 
Offline

Joined: Fri Sep 25, 2009 3:20 pm
Posts: 114
Location: Jakarta
Kl dari penjabarannya Mas Bayu, kayaknya lebih ok sea&sea dong yah, Karena masalah bocor, retak, port lepas itukan fatal, semua kelebihan ikelite jd ga berarti. Kalo sea&sea yg polycarbonat gimana yah kekuatannya? Kl harga, hasil survey diinternet utk body ga terlalu beda banyak antara sea&sea polycarbonat (rdx) ama ikelite, cuma portnya ikelite jatuhnya lebih murah. Utk harga yg hampir sama, sea&sea portnya acrilic sdgkan ikelite glass. kl port standarnya ikelite yg acrilic jauh lebih murah, cuma sekitar $200.
Kalo ga ada bocor/retak issue sih sebenernya tertarik ikelite, dan kl ga salah, keliatannya ikelite bodynya lebih kecil dr sea&sea, ini jg plus point. Agak males bawa rig gede2.
Yg juga masih dipelajari adalah mekanis flash control masing2. Kl housing ikelite, trus strobenya sea&sea bgmn (berhub. udah punya strobe sea&sea)
@ Pak Wisnu, settingan bpk utk epl-1 itu ideal tuh pak, hemat biaya port.
Coba kl bisa attached wide angle wet lens, lebih asyik lg ya, jd bener2 mendapatkan seluruh manfaat compact camera tp kualitas setara SLR.

Buat senior2 photografer, thanks sblmnya utk masukkannya


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Apr 17, 2011 4:03 pm 
Offline

Joined: Mon Jun 21, 2010 10:29 pm
Posts: 139
Location: Rotterdam
Terimakasih banyak mas Hantulaut, Christo, mas Wisnu dan Joy atas masukkannya..

saya akan pertimbangkan lagi soal Ikelite ini. Pilihan ke Ikelite seperti yang diungkapkan mas Hantu Laut, lebih ekonomis ketimbang casing lain dan kualitas lumayan terjamin, selain dealer Ikelite ada di mana-mana. Sebenarnya ada yang lebih murah lagi seperti Nimar. Cuman saya cek review-nya kacau banget, hampir semua mengeluh kebocoran di casing Nimar padahal baru make beberapa kali.

Saya juga tertarik dengan Olympus E-PL karena punya kemampuan seperti DSLR, fleksible ganti lensa dengan bentuk compact-nya. Cuman yah, belajar lagi make kamera merk lain.. :))


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Apr 18, 2011 1:58 am 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon Jun 12, 2006 10:40 pm
Posts: 979
Location: kingdom of undersea
review dari saya:
- Ikelite = harga ga boong
- Sea n Sea = harga ga boong
- Nimar = lupain aja deh
hahaha.. jgn terlalu serius yah :)

_________________
PETUALANG - Penyelam Tua Lupa Pulang


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Apr 18, 2011 3:33 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 841
hwahaha.. setuju opa hes.. kalo ndak salah opa hes juga pernah ngalamin bocor pake ikelite ya?

@joey & indah: sebenernya saya ndak bermaksud bilang ikelite itu housing jelek, samasekali ndak.. tapi memang harga yang bicara & kualitas ikelite itu sesuai dengan harga yang dibayarkan.

ada masukan bagus mengenai 5inch modular dome port, baru sempet baca tadi malem: http://uwcamerastuff.com/modular_5_dome.htm. nampaknya ini menarik untuk dicoba & harganya juga masuk akal dibanding glass dome port.

kalau ingin review serius & pembahasan yang lebih mendalam mengenai u/w housing, bisa baca-baca di: http://wetpixel.com/forums/lofiversion/ ... p/f18.html. disitu banyak sekali masukan mengenai segala macam housing..

semoga ndak tambah pusing..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Apr 18, 2011 7:56 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 229
Location: Sanur - Bali
Gpp coba start dengan Ikelite, like all of us did. Jadi nanti waktu pindah ke housing yang lebih bagus, ada sensasi kepuassssan....beda uang upgrade jadi worthwhile!

Plus kalo review jadi pake hati, karena memang pernah punya :lol:

Nimar? Bukannya sekarang jadi NoMore?

cheers,
Chris

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Apr 20, 2011 7:54 pm 
Offline

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 959
Location: Atyrau, KZ
nambahin sedikit - housingnya ikelite sudah memiliki built-in TTL converter yang cuma bisa dipakai bersama strobenya ikelite.

Saya pernah kirim e-mail tanya, bisa nggak electronicnya dibuang aja supaya saya bisa pakai external flash Metz (olympus protocol) atau olympus flash. Jawabannya nggak bisa.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue May 03, 2011 1:28 pm 
Offline

Joined: Wed Feb 16, 2011 5:50 pm
Posts: 36
hantulaut wrote:
ikelite (canon 30d & 40d)

connector antara body housing dengan port agak 'meragukan'. terbukti dome saya pernah copot di aer.. ada beberapa rekan yang punya ikelite ada retak halus di housing (terutama di lubang tuas & di bagian 'tikungan' body housing.

Waduh, dome copot di air di kedalaman berapa?

Kalau pengalaman saya dengan housing Ikelite, di kedalaman dengan tekanan air yg tinggi, dome nya jadi kencang dan seal menjadi sempurna. Justru saya pernah mengalami kebanjiran (sedikit) ketika berada di permukaan air; padahal sudah versi baru yang ada 4 clamps untuk dome.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue May 03, 2011 2:38 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 841
@pigmy: mulai bocor di kedalaman 15an meter & copot pas di 10an meter.. tadinya mau langsung naik ketika kamera masih belum tergenang, tapi apa boleh buat masih ada 'penalty' deco stop sekitar 15 menitan hehehe.. eh gak taunya itu dome malah copot.

memang di beberapa dive sebelumnya sudah mulai bocor halus *sekitar 1/2 sendok teh laah..* housing saya masih pake clamp tipe lama.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue May 03, 2011 2:47 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1144
Location: Jakarta
gw punya ikelite untuk digital pocket S90... keluhannya sama, bocor dari control buttons... :(

gw masih percaya sama 10bar deh, murah meriah... udah terbukti kebanting juga masih nggak apa2 tuuuh... :D

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 20 posts ]  Go to page 1, 2  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron