walaupun ndak bisa motret, tapi ijinkan sayah untuk memberi masukan:
ada kekurangan dan kelebihan DSLR dibandingkan dengan pocket kamera jika digunakan untuk underwater photography. jadikan kekurangan & kelebihan ini sebagai nilai tambah jika kita memilih salah satunya:
KEKURANGAN DSLR:
1. sekali pasang lensa + port, kita ndak bisa tuker lagi ketika sudah di bawah air. faktor pengetahuan akan karakter dive site yang hendak kita foto menjadi sangad penting. walaupun begitu kadang ada juga apesnya, pas lagi turun di site yang bagus untuk wide angle eh ada nudibranch cakep yang menggoda untuk dipotoh.. seringkali untuk menyiasatinya, fotografer bawa 2 rig kamera dengan 2 seting yang berbeda (makro & wide angle)
2. jika motret U/W dengan DSLR sudah hampir pasti harus pakai strobe(s). strobe dengan guide number yang besar (powerful) harganya sudah pasti lebih mahal. pake strobe yang ekonomis, pasti ada saat-saat kita menyesal karena underpower - terutama jika kita pakai lensa fisheye. kalau motret makro, sudah wajib pakai strobe(s) karena flash bawaan kamera DSLR tidak bisa dipakai (rasanya ndak ada housing DSLR yang bisa menggunakan flash bawaan)
3. housingnya muahaaal.. jangan lupa, masih harus beli dome port, macro port, arm & connector, strobes, sync cord dll
KELEBIHAN DSLR:
1. sudah pasti sensor kamera jauh lebih besar dibanding poket kamera. shutter lag nyaris tidak ada - ini penting ketika kita ingin menangkap momen tertentu pada saat motret makro. jika pake poket kita harus super sabar & jeli menangkap momen.
2. pilihan lensa cukup beragam, walaupun dari pengalaman saya untuk wide angle dengan kamera crop factor (1.6) lensa tokina 10-17mm fisheye adalah yang terbaik. sekedar info, lensa ini dulu pertama kali keluar harganya hanya 3,5jt an.. sekarang sudah 6jt lebih karena ini memang lensa bagus. kalau pake full frame, pilihan lensa tergantung dalamnya dompet. fisheye 15mm pilihan yang ekonomis & cukup bagus. macro juga luarbiasa kualitasnya, lensa 90mm atau 100mm + diopter dijamin hasilnya dahsyat.
3. bawa 1 kamera cukup, karena pilihan lensa yang banyak DSLR bisa dipakai untuk motret darat juga. kalau pake pocket camera biasanya kurang lebar untuk dipakai motret landscape. kalo pake DSLR + fisheye udah bisa motret landscape sampe ujung jempol juga keliatan
KEKURANGAN POCKET CAMERA:
1. shutter lag umumnya jadi kelemahan pocket camera. burst mode & focusing lock masih sangat lambat dibanding DSLR kelas entry level. butuh kesabaran ekstra & skill canggih untuk mendapatkan gambar2 dengan kualitas baik.
2. pocket camera umumnya paling lebar adalah 35mm dengan apperture yang terbatas (biasanya f/3.5-f16). ini dengan mudah 'dimakan' oleh DSLR yang bisa dipasang lensa fisheye super lebar dan pilihan apperture sampai f/22).
3. beberapa pocket camera tidak bisa memotret dengan pilihan RAW format seperti pada DSLR (.cr2 pada canon atau .nef pada nikon). ini mengurangi kualitas gambar & keleluasaan untuk mengedit foto.
KELEBIHAN POCKET CAMERA:
1. housingnya muraaaaah! bisa pasang 'wet lens', jadi pas di air pilihan lebih luas. bisa pasang fisheye atau macro sesuka hati & sesuai apa yang ditemui. flash bawaan kamera masih bisa dipakai & untuk fotografi makro, ini sudah mencukupi. silahkan buka
http://www.nudipixel.com. disitu rekan saya Erwin Kodiat memotret semua koleksi nudibranch nya dengan kamera poket tanpa external strobe. lebih dari cukup kan? bahkan saya sendiri pernah kalah oleh kamera poket dengan fisheye attachment pada saat lomba foto bawah air untuk kategori wide angle
*tambahan: pocket camera lebih 'luwes' jika dipake untuk macro photography karena bentuk housingnya yang kecil sehingga bisa dibawa 'nyusruk' lebih dekat dengan objek dibanding housing DSLR yang besar & berat ituh..*
2. kemampuan pocket camera saat ini sudah lebih dari cukup. kemampuan penggunaan format RAW & kualitas sensor yang menyamai DSLR entry level sudah lebih dari cukup untuk fotografi hobi. beberapa pocket camera bahkan juga sudah bisa untuk HD video. pilihan apperture juga sudah lebih baik (beberapa pocket camera sudah bisa bukaan f/20)
3. u/w photography membutuhkan selera humor yang amat tinggi (dan dompet yang cukup tebal). sekali bocor, kamera + lensa dijamin wasalam.. kalau pake pocket, paling banter habis 3-4 jt untuk ganti body saja. kalo pake DSLR? silahkan hitung harga body kamera + lensa yang dipakai..
naaah.. dari semua yang ditulis diatas, masih banyak yang bisa di explore.. misalnya komposisi "close up wide angle", dimana foto macro dengan background lebar masih bisa dikejar dengan lensa fisheye (dry lens ataupun wet lens). super macro shoot, yang bisa dicapai dengan penggunaan "diopter" ataupun "stacked diopter" (bisa pada dry lens ataupun wet lens)
silahkan para pakar yang lain (opa hes, om christo, mas wisnu + anak2nya, koko andy chan, dll) ataupun rekan-rekan lain yang juga punya pengalaman untuk sumbang saran..