It is currently Thu Oct 19, 2017 9:44 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 28 posts ]  Go to page Previous  1, 2
Author Message
 Post subject:
PostPosted: Sun Jan 23, 2011 3:01 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
hi....

menarik nih topiknya serta seluruh jawaban yang diberikan. banyak yang bener dan ada juga yang harus dikoreksi/ diluruskan sedikit. yang jelas2 menarik tips dari chris soal ngobatin luka COT, very interesting.

kalau ada yang mau mempelajari Hazardous Marine Life Injury serta penanganannya silahkan saja hubungi saya atau bisa juga forum membuat kelasnya. Kebetulan saya licensed instructor DAN Asia Pacific untuk penanganan HMLI (Hazardous Marine Life Injury).

yiuk kita buat kelasnya... per batch max. 10 orang yah... syaratnya harus sudah menguasai CPR dan first aid (yes, some hazardous marine life akan membuat kita harus melakukan CPR).

cheers,
Rendra
DAN Asia Pacific
Hazardous Marine Life Injury (HMLI) Instructor

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Mengenal Hazardous Marine Life
PostPosted: Sun Jan 23, 2011 3:36 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Dalam kenyataan, sebagaimana sudah diulas oleh teman2 yang lain, cidera yang disebabkan oleh mahluk laut berbahaya sangat jarang terjadi dan jika terjadi umumnya disebabkan oleh kecerobohan diver itu sendiri serta reaksi mempertahankan diri oleh binatang dimaksud.

Namun demikian terlepas dari teknik maupun gaya menyelam anda, selalu terdapat risiko cidera akibat binatang laut seperti tersengat, tergigit atau terpotong.

Cidera akibat binatang laut berbahaya secara umum dapat dibagi dalam 4 kategori:
- Terkena bisa (envenomation)
- Tergigit (Bites)
- Iritasi
- Keracunan (poisoning)

Cara penanganan cidera akibat binatang laut berbeda dari satu dengan yang lainnya, tergantung jenis binatang apa. Namun demikian protokol standard Basic Life Support (BLS) yaitu DRABCD (Danger, Response, Airway, Rescue Breathing, Chest Compression and Defibrilation) tetap kita pergunakan sebagai dasar pemberian pertolongan.

Perlu diingat bahwa kita harus mengenal ciri2 serta gejala2 dari cidera akibat binatang laut. Jika kita melihat binatang apa yang menyengat kita, misalnya, maka akan lebih mudah untuk melakukan penanganan. Namun seringkali terjadi, khususnya dalam kasus sengatan, iritasi dan keracunan, kita sudah tidak sempat melihat/ mengetahui binatang apa yang menciderai diri kita.

Tanda-tanda dan gejala yang ditimbulkan pada cidera akibat binatang laut berbeda-beda antara satu jenis binatang dengan lainnya. Reaksi setiap orang juga akan berbeda-beda tergantung usia, kesehatan, sensitifitas terhadap bisa ataupun reaksi alergi tertentu. Cidera yang diakibatkan juga berbeda-beda berdasarkan banyaknya bisa yang disalurkan, potensi bisa, jenis racun dll.

Kategori berbisa (envenomations):

- Tusukan tulang ikan (Spine Punctures): pari, stonefish, scorpionfish, lionfish, Crown of Thorns Starfish, bulu babi, dan lainnya

- Jellyfish (ubur2), corals, hydroyds dan anemones

- Ular laut

- Blue Ringed Octopus

- Cone Shell

Reaksi Alergi Parah (Anaphylaxis):

Anaphylaxis terjadi pada saat seseorang menderita reaksi alergi yang parah terhadap zat asing. Hal ini mungkin terjadi sebagai akibat tersengat bisa jenis2 tertentu. Reaksi anaphylactic dapat mengancam keselamatan jiwa dan karenanya perlu mendapatkan pertolongan medis segera.

Gigitan (Bites):

- hiu, barakuda, moray eel, krapu (grouper)
- octopus, cumi2, orca, singa laut, anjing laut

dalam cidera akibat gigitan, hal yang paling mengancam adalah terjadinya infeksi serta kehilangan darah.

Tergores, abrasi dan iritasi:

- iritasi kulit dapat terjadi akibat kontak dengan teripang (sea cucumbers), sea lice, beberapa jenis sponges, rumput laut dan beberapa jenis mahluk dan binatang laut lainnya.

- infeksi dapat terjadi dalam kasus2 iritasi dan seringkali harus dikendalikan dengan antibiotik, bahkan perlindungan terhadap tetanus.

Keracunan:

- keracunan umumnya terjadi akibat memakan hasil laut. beberapa contoh racun yang lazim terjadi dalam kasus memakan seafood diantaranya ciguatera, scombroid, tetrodoxin dan keracunan kerang.

(bersambung...)

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jan 24, 2011 11:21 pm 
Offline

Joined: Mon Jun 14, 2010 4:46 pm
Posts: 62
Location: siberia
waaaaaaaaaw berguna banget nih!!

kemaren saya abis kena hydroid oleh2 dari bali ilangnya sebulan lebih, kalo malem gatelnya pol pol an tp ga mau ngegaruk takut tambah parah, dikasih caladine panasnya gila2an... huft serba salah


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jan 25, 2011 4:31 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
bijal wrote:
waaaaaaaaaw berguna banget nih!!

kemaren saya abis kena hydroid oleh2 dari bali ilangnya sebulan lebih, kalo malem gatelnya pol pol an tp ga mau ngegaruk takut tambah parah, dikasih caladine panasnya gila2an... huft serba salah


ngomong mengenai stinging hydroid jadi inget waktu ke bunaken 3 thn lalu tangannya anak saya kesenggol sedikit waktu motret pontohi. setelah seminggu seperti ini. Kulitnya dia memang sensitif - digigit nyamuk saja bekasnya nggak hilang beberapa hari.

Image


Top
 Profile  
 
 Post subject: HMLI Info - Fish Spine Injury
PostPosted: Tue Jan 25, 2011 11:08 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
nyambung tulisan sebelumnya...

foto dari om wisnu cakep tuh... contoh yang bagus banget :D

OK, kita mulai dari kategori Fish Spine Injuries (gara2 nyamber ikan pari, nginjek stonefish, nyenggol scorpionfish, lionfish, megang Crown of Thorns, ngedudukin bulu babi dll...)

"Sentuhan" tak sengaja dengan mahluk2 bertulang ini dapat mengakibatkan rasa sakit yang ruarrrr biasa. Ikan2 ini memiliki duri2 yang tersembunyi yang berfungsi sebagai alat pelindung diri. Saat ikan2 jenis tersebut terancam, duri2 dimaksud dimunculkan dengan maksud menakuti pengancamnya. Kecuali bulu babi, CoT dan beberapa jenis bintang laut lain yang memang jelas2 durinya nongol dan jelas terlihat... :D

Duri2 pada mahluk laut ini banyak yang menyerupai jarum suntik dengan lubang yang terhubung ke sebuah kantong bisa sehingga mereka bisa menyuntikan bisa ke tubuh kita.

Jenis bisanya sendiri ada yang sangar, ada yang sedang2 saja. Contohnya bisa dari stonefish, nah kalo kena ini dijamin rasa sakitnya alang kepalang. It's highly toxic dan dapat menyebabkan rasa sakit luar biasa serta dalam beberapa kasus terbukti mematikan.

Suhu yang panas dapat membantu melumpuhkan bisa dari fish spines. Oleh karena itu disarankan merendam bagian tubuh yang terkena duri2 nakal ini dalam air panas yang cukup panas namun tidak sampai membuat kulit melepuh (bukan merebus tangan atau kaki...). Kalau tidak tersedia air panas, bisa pakai heat pack (yang buat kompres) atau bahkan dipanasin pakai api (bukan dibakar lo yaaaa...).

Khususnya ikan pari, karena durinya lumayan besar, bisa menyebabkan perdarahan hebat. Kematian bisa terjadi akibat perdarahan yang tidak terkendali.

Bagian2 duri bisa saja tertinggal dalam luka yang diderita korban dan sangat berpotensi mengakibatkan infeksi. Oleh karena itu, setelah P3K dilakukan, korban harus meminta bantuan dokter untuk memberikan antibiotik, bahkan anti tetanus jika diperlukan. Antibiotik adalah obat keras, itu makanya harus dokter yang kasih. Jangan membiasakan diri memakai antibiotik tanpa resep.

Ciri/ Tanda akibat Fish Spine Injury:
- Sejarah/ penampakan sang mahluk di daerah tertentu
- Rasa sakit (langsung terasa dan akut)
- Luka berlubang, perdarahan
- Bengkak
- Warna abu2/ kebiruan di sekitar lokasi tertusuk (biasanya gara2 stonefish yg begini)
- Mual, muntah2
- Shock
- Panik
- Kesadaran/ reaksi yang menurun

Penanganan:
- Kendalikan luka yang parah, jika ada
- Buang/ ambil tulang/ duri yang menancap jika memungkinkan
- Rendam bagian yang luka dalam air panas (sekitar 45C). Si penolong sebaiknya mengukur panasnya air tersebut dengan kulitnya sendiri sebelum merendam bagian tubuh si korban. Rendam selama 30 - 90 menit untuk menghilangkan sakit. (Air panasnya bikin aja terus, tuang lagi.. lagi.. lagi..).
- Kalau nggak ada air panas, pakai heat pack/ ice pack (untuk mengendalikan rasa sakit).
- Rawat korban yang shock
- Berikan analgesic sesuai aturan
- Bersihkan luka dengan cara menggosoknya memakai sabun dan AIR TAWAR, lalu bilas dengan AIR TAWAR
- Oleskan antiseptik
- Hubungi dokter

Catatan: Khusus untuk sengatan stonefish sudah ada anti bisanya.

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: HMLI Info - Jellyfish, Corals, Hydroids, Anemones
PostPosted: Tue Jan 25, 2011 11:30 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Sekarang untuk mahluk2 keluarga ubur2, koral, hidroid dan anemon.

Ubur2 (jellyfish), coral polyps, hydroids dan anemones memiliki kapsul penyengat yang disebut 'nematocyst', yang umumnya terdapat pada tentakelnya.

Nematocyst ini memiliki panah berbisa yang ditembakkan saat terjadi direct contact, untuk melumpuhkan korbannya (makanan/ musuhnya, termasuk kalo kesenggol kita). Masalahnya karena biasanya nematocyst ini berjumlah ribuan, jadi lumayan banget ketembak ribuan panah beracun...

Perhatikan bahwa walaupun kita memakai exposure suits (wetsuit), nematocyst tetap saja bisa menembus kulit yang tidak terlindung. Nematocyst yang menempel di wetsuit atau benda lain masih berpotensi melumpuhkan korban saat tersentuh kulit telanjang. Jadi hati2 memegang 'bekas' tentakel ubur2 yang menempel di wetsuit, dinding kapal, tergeletak di pantai dsb.

Nah, kabar baiknya adalah racun/ bisa pada nematocyst kelompok ini pada umumnya tidak berbahaya bagi manusia. Beberapa jenis ubur2 memang dikenal mematikan, seperti beberapa jenis "box-type jellyfish" yang memiliki bisa yang sangat ampuh yang mampu menyebabkan rasa sakit luar biasa, menyebabkan kejang serta kegagalan napas dan jantung. Box jellyfish dengan multitentakel adalah yang paling mematikan dan secara statistik tercatat cukup banyak kasus kematian akibat ubur2 ini di perairan tropis.

CUKA adalah cairan yang diketahui sangat efektif untuk melumpuhkan nematocyst dari box jellyfish. Jika terjadi sengatan parah di wilayah perairan TROPIS yang disebabkan oleh box jellyfish, CUKA harus segera diberikan pada luka. INGAT, cuka tidak boleh dipergunakan pada setiap jenis jellyfish, coral, hydroid atau anemone karena pada beberapa species pemberian cuka dapat mengakibatkan sengatan lebih lanjut.

Untuk mengurangi rasa sakit bagian yang terkena dapat dikompres dingin menggunakan cold pack atau es.

Pada kasus terkena Pacific Man O War, perawatan / P3K dilakukan dengan merendam bagian yang terkena dalam air panas (seperti dalam kasus fish spine injury).

Tanda/ Ciri:
- rasa tersengat, rasa sakit akut pada bagian yang terkena
- warna kulit memerah (ruam)
- rasa sakit pada kelenjar2 getah bening (ketiak, leher, selangkangan)
- shock
- sulit bernafas/ berhenti bernafas
- tidak responsif/ serangan jantung

Penanganan:
- Lakukan prosedur pengamatan (primary survey) dan bertindak
- Jika cidera merupakan sengatan jellyfish di perairan TROPIS, segera basuh/ tuangkan cuka pada luka
- Singkirkan tentakel yang masih menempel (hati2, gunakan alat bantu seperti pinset, pisau dsb)
- Kompres dingin untuk mengurangi rasa sakit
- Segera cari bantuan medis jika:
* terjadi rasa sakit yang tidak tertahankan, kesadaran menurun dan terdapat kesulitan bernafas
* rasa sakit pada area yang tersengat tidak berkurang setelah dirawat
* muncul rasa sakit ke bagian tubuh lain
* jika area yang tersengat cukup luas (separuh badan atau lebih)
- JANGAN MENCUCI BAGIAN TUBUH YANG TERSENGAT DENGAN AIR!

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jan 26, 2011 6:34 am 
Offline

Joined: Sun Jan 23, 2011 9:31 am
Posts: 18
Wuih mantap banget infonya om Hendra. Oh iya, katanya beberapa gastropoda macem blue ringed octopus atau cone shell bahaya juga ya? trus kalo kena, first aidnya gimana om?


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Binatang2 Laut Berbahaya?
PostPosted: Mon Jul 29, 2013 11:35 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jul 17, 2013 8:43 am
Posts: 35
good advice semua.. btw tu gimana cara balikkan COT nya?? duri semua.. (-| .. keren banget


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Binatang2 Laut Berbahaya?
PostPosted: Wed Jul 31, 2013 7:32 pm 
Offline

Joined: Thu Jan 31, 2013 12:35 pm
Posts: 64
pernah temen aku digigit nemo malhan waktu dive hehehe


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Binatang2 Laut Berbahaya?
PostPosted: Wed Jul 31, 2013 8:35 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
Jack_7 wrote:
good advice semua.. btw tu gimana cara balikkan COT nya?? duri semua.. (-| .. keren banget


jaman itu dijepit pake pake batang bambu yang sudah dipotong tipis, dibikin seperti pinset dgn panjang 40 cm, jepit deh pas di bagian tengah COT, atas dan bawah.

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Binatang2 Laut Berbahaya?
PostPosted: Wed Aug 14, 2013 1:40 pm 
Offline

Joined: Sun Apr 29, 2012 12:56 pm
Posts: 49
kyk begini kah kejadiannya yg satu diver ambil COT, satu diver lagi nadah cot pakai kantong keranjang/apa lah... tp malah kena tangan diver yg nadah ??

https://www.youtube.com/watch?v=8rEUloGvpo0

ada juga diver ambil COT pakai jepitan makanan gitu, tp yang panjang...

_________________
Hardy
085266344428
322305f9


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Binatang2 Laut Berbahaya?
PostPosted: Mon Aug 19, 2013 3:25 pm 
Offline
User avatar

Joined: Mon Aug 19, 2013 10:09 am
Posts: 84
Location: Jakarta
udah ada yg pernah kena fire corral?
dive experience saya kena fire corral ampe telapak tangan ane melepuh bgt, alhasil 2 minggu baru sembuh :-$

kejadian waktu awam belajar diving disekitar perairan tulamben.. ga ngerti itu bahaya apa gak main sentuh aja.. :-|

ini sebagai pembelajaran buat para divers semuanya spy lebih aware dan bijaksana dalam berinteraksi dengan binatang dan corral2..

_________________
noob diver with sexy ladies behind


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Binatang2 Laut Berbahaya?
PostPosted: Fri Aug 30, 2013 11:02 am 
Offline

Joined: Fri Aug 30, 2013 10:21 am
Posts: 6
katanya yang warna menarik juga kadang bahaya, sebagai janga2 jangan pegang yang belum kita ketahui keamananya atau jauhi

_________________
login military bases military bases in sign in


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 28 posts ]  Go to page Previous  1, 2

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: