It is currently Tue Oct 17, 2017 11:57 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 28 posts ]  Go to page 1, 2  Next
Author Message
 Post subject: Binatang2 Laut Berbahaya?
PostPosted: Sat Nov 15, 2008 3:35 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Nov 15, 2008 1:52 pm
Posts: 18
Salam teman2... :D
Ada yang bisa ngasih tahu jenis2 binatang apa saja yang berbahaya saat kita diving di laut? Semisal ciri2 umum binatang beracun, resiko dan cara pertolongan pertama. Atau mungkin ada buku/majalah yang bisa dipakai referensi...? :lol:

Matur suwun, salam...


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Nov 15, 2008 11:17 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jun 14, 2006 10:07 am
Posts: 446
Location: Market
Hi salam kenal merkava...

Binatang2 berbahaya di laut?cukup banyak, TAPI sebenarnya binatang2 di laut sama saja seperti binatang2 di darat...mereka pada umumnya tidak aggresive apabila kita tidak menunjukan ancaman bagi mereka...contohnya ular laut, binatang tsb merupakan salah satu binatang yang paling beracun, tapi tidak akan menyerang dan mengeluarkan racunnya apabila dia tidak benar2 terpaksa karena untuk menghasilkan racunnya dia membutuhkan waktu yang cukup lama..

Untuk pertanyaan kamu, ciri2 umum binatang yang beracun biasanya kalau kita lihat dari bentuk dan warnanya bagus, cerah..tapi ada juga yang menyerupai karang contoh stone fish, scorpion fish...Saya pernah lihat satu buku referensi ttg binatang2 tsb tapi lupa judulnya apa...mungkin member lain ada yang bisa bantu??

_________________
People got to see this www.sharkwater.com !!!


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Nov 16, 2008 9:37 am 
Offline
User avatar

Joined: Sat Sep 27, 2008 3:17 pm
Posts: 618
Location: sanur - bali
Setuju ama apa yg mildseven bilang. Gak usah takut, kl pas belajar diving nanti akan dikasih tahu koq ama instructornya mana yg boleh didekati, mana yg tidak.

Yang gua tahu hydroid...kl kena bakal terasa panas, gatal & bekasnya lama hilangnya (pengalaman pribadi :D) Trigger fish, biarpun kelihatan cantik tp ikan ini agresif saat sedang bertelur. Ubur2....better stay away from them.

Ini info P3K yg gua dapet di forum:

- SPONGE (Micronia prolifera) dll:
Oleskan HYDROCORTISONE 2,5% 3 kali sehari.
Minum tablet DEXAMETASONE 3 kali sehari.
Jika sakit masih berlanjut hubungi dokter.

- UBUR-UBUR, FIRE CORAL , dan ANEMONE:
Angkat tentakel yang masih menempel (gunakan sarung tangan)
Cuci bagian yang terkena dengan ALKOHOL.
Kemudian oleskan HYDROCORTISONE 2,5% (Cuma Rp. 5.000 per tube),
Minum DEXAMETASONE dan TRAMADOL 3 kali sehari sebagi pain killer.
Jika sakit masih berlanjut hubungi dokter.

- SCORPIONFISH, LIONFISH, STONEFISH:
Rendam luka dengan AIR PANAS untuk mengurangi racun.
Tutup luka denga Kain Kassa yang sudah diberi BETADINE.
Berikan antibiotika jenis CIPROFLOXACIN 500 mg 2 kali sehari selama lima hari. TRAMADOL dapat diberikan sebagi pain killer.
Jika sakit masih berlanjut hubungi dokter.

- BULU BABI:
Cuci luka dengan AIR HANGAT SAMPAI PANAS untuk mengurangi racun.
Cabut patahan bulu babi dengan pinset.
(Pemberian Amoniak dan menghancurkan bulu babi masih
diragukan manfaatnya).
Bilas kulit yang terkena bulu babi dengan BETADINE.
Berikan salep antibiotik seperti GARAMYCIN.
Luka jangan ditutup dengan Kain Kassa
Minum DEXAMETASONE dan TRAMADOL 3 kali sehari sebagi pain killer.
Jika sakit masih berlanjut hubungi dokter.

Silahkan yg lain menambahkan.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Nov 16, 2008 10:26 am 
Offline
User avatar

Joined: Sat Nov 15, 2008 1:52 pm
Posts: 18
Salam teman2... :D
Thanks infonya, obat2an diatas dijual bebas atau tidak ya di apotek? Terus kalau hiu/sharks apa termasuk berbahaya kalau ketemu saat diving?

Matursuwun, salam...


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Nov 16, 2008 11:38 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Jul 14, 2006 10:47 pm
Posts: 226
Location: Sydney, Australia
Cuma nambahin aja, kalau bulu babi/ sea urchin biasanya gw hancurin pakai kepala pisau diving. soalnya kalau di pakai pinset pun susah sekali karena bulu babi itu mudah hancur. Tapi waktu kena bulu babi sih gak pernah minum obat apapun yah.

Kalau ketemu shark, sama seperti mild seven bilang, kalau tidak di provokasi shark juga gak bakalan agresive ke kita. Shark yang nyerang manusia juga kebanyakan di permukaan air karena siluet kita di kira sama mata hiu yang rabun itu anjing laut.

So far sampai detik ini kalau diving di pulau Jawa belum pernah sekalipun ketemu yang namanya shark, dari jenis apapun. Di Bali juga tempat-tempat tertentu aja yang ada shark ( Betul gak bung Mola ? )

Salam diving

_________________
Explore the sea and what lies beneath as much as you can - amazing creatures waiting for you down there
_-_-_-_-_

Budy


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Nov 16, 2008 12:12 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Jan 27, 2007 6:53 pm
Posts: 1379
Location: Sanur - Bali
Waaah.. top banget penjelasannya,..moga pertanyaan dari Merkava bisa terjawab...dan tidak merasa takut tuk belajar nyelem.

Pada prinsipnya rata2 binatang laut itu punya senjata tuk melindungi dirinya dari para predator nya, jika terdesak, maka senjata itu yang di gunakan tuk membela diri (defensive action), jadi bener yang di katakan mildseven itu, mereka tidak akan menyerang jika tidak terpaksa. Jadi tak perlu takut.. kecuali Hiu Putih besar (The great White Shark) yang memang punya karakter menyerang, hiu ini tak peduli apa itu, yang jelas main hantam dulu, urusan itu makanan atau tidak urusan belakang... hehehe, tetapi jangan takut, karena jenis ini tidak hidup di daerah tropis seperti indonesia.

Jangan ini di jadikan bayang2 terus takut dan urung belajar nyelem. Jika itu terjadi, waahh itu keliru namanya..,
Coba aja perhatikan, berapa orang yang meninggal karena naik motor, naik jetski, berapa orang yang patah karena jatuh main ski, sepak bola dll.. sementara untuk penyelaman, berapa orang yang mati yang diakibatnya oleh serangan binatang laut/air, jumlahnya saat sedikit, tetapi malah sering terjadi karena faktor human nya (orangnya yang ngacau).

Tetapi tidak ada salahnya ingin tahu, sehingga bisa hati2 dan respect terhadap binatang laut.

Ada banyak buku referensi yang bisa di jumpai, tetapi tentu carinya tidak di sembarang tempat, mungkin hanya ada di dive shop atau toko2 yang berhubungan dengan kelautan. Salah satunya berjudul "MARINE LIFE INJURY, first aid and threatment.

_________________
Instructor & Trips Organizer
Bali Marine Diving, Dive for Bali & Beyond
CP : Nicky/WA 08123891254/08123808808
Web : http://www.balimarinediving.com
FB : http://www.facebook.com/balimarinedive
IG : @balimarinedive
Twit : @balimarinedive


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Nov 16, 2008 4:02 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jun 14, 2006 10:07 am
Posts: 446
Location: Market
guswid wrote:
Setuju ama apa yg mildseven bilang. Gak usah takut, kl pas belajar diving nanti akan dikasih tahu koq ama instructornya mana yg boleh didekati, mana yg tidak.

Yang gua tahu hydroid...kl kena bakal terasa panas, gatal & bekasnya lama hilangnya (pengalaman pribadi :D) Trigger fish, biarpun kelihatan cantik tp ikan ini agresif saat sedang bertelur. Ubur2....better stay away from them.

Ini info P3K yg gua dapet di forum:

- SPONGE (Micronia prolifera) dll:
Oleskan HYDROCORTISONE 2,5% 3 kali sehari.
Minum tablet DEXAMETASONE 3 kali sehari.
Jika sakit masih berlanjut hubungi dokter.

- UBUR-UBUR, FIRE CORAL , dan ANEMONE:
Angkat tentakel yang masih menempel (gunakan sarung tangan)
Cuci bagian yang terkena dengan ALKOHOL.
Kemudian oleskan HYDROCORTISONE 2,5% (Cuma Rp. 5.000 per tube),
Minum DEXAMETASONE dan TRAMADOL 3 kali sehari sebagi pain killer.
Jika sakit masih berlanjut hubungi dokter.

- SCORPIONFISH, LIONFISH, STONEFISH:
Rendam luka dengan AIR PANAS untuk mengurangi racun.
Tutup luka denga Kain Kassa yang sudah diberi BETADINE.
Berikan antibiotika jenis CIPROFLOXACIN 500 mg 2 kali sehari selama lima hari. TRAMADOL dapat diberikan sebagi pain killer.
Jika sakit masih berlanjut hubungi dokter.

- BULU BABI:
Cuci luka dengan AIR HANGAT SAMPAI PANAS untuk mengurangi racun.
Cabut patahan bulu babi dengan pinset.
(Pemberian Amoniak dan menghancurkan bulu babi masih
diragukan manfaatnya).
Bilas kulit yang terkena bulu babi dengan BETADINE.
Berikan salep antibiotik seperti GARAMYCIN.
Luka jangan ditutup dengan Kain Kassa
Minum DEXAMETASONE dan TRAMADOL 3 kali sehari sebagi pain killer.
Jika sakit masih berlanjut hubungi dokter.

Silahkan yg lain menambahkan.


Kalau gua P3K pada saat trip apabila obat2 tsb tidak ada atau belum ada, paling gampang...kencingin aja..hehehe...memang terkesan jorok yah, tapi amoniak paling banyak dari urine..dan selama ini cukup ampuh untuk menahan rasa gatal dan gangguan sampai ada pertolongan lebih lanjut...

Hmm..ada satu ointment atau salep tapi gw lupa namanya, biasanya di kotak p3k diver selalu ada...lupa namanya..

_________________
People got to see this www.sharkwater.com !!!


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Nov 16, 2008 7:04 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Nov 15, 2008 1:52 pm
Posts: 18
Salam teman2... :D
Matur suwun, clear banget penjelasannya, jadi tambah semangat dan tidak kuatir lagi belajar diving.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Nov 18, 2008 6:11 pm 
Offline

Joined: Mon Mar 10, 2008 11:48 am
Posts: 82
nambahin dikit aja... ada baiknya kalo lagi diving, kalo liat ada binatang laut sebaiknya jangan dipegang. selama ini gue berprinsip "look but don't touch" dan kayanya sampai saat ini cukup mujarab tuh.

Ikan Hiu, hanya ada beberapa yang menyerang manusia. Great White seperti kata molamola, kebanyakan adanya di Australia dan South Africa dan biasanya didekat koloni anjing laut atau pinguin. Di Indonesia yang cukup menakutkan adalah tiger shark, dan mungkin bull shark. Sisanya tidak agresif kecuali dalam keadaan terdesak.

Trigger fish (saat melindungi telur/sarangnya) bisa jadi cukup agresif. Clown fish (Nemo) juga bisa cukup agresif.

Stonefish dan scorpion fish memiliki kamuflase yang baik sehingga kadang terjadi 'kecelakaan' dengan diver.

Moray Eel juga harus diperhatikan karena penglihatannya yang kurang baik, jadi jangan terlalu dekat dengan mereka.

Ubur-ubur jelas yah. panas-panas perih kalo kena. kalo di Australia ada yang namanya box jelly fish yang sangat mematikan walaupun ukurannya sangat mini.

Intinya, respect nature, look but don't touch... hehehehe


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Nov 19, 2008 7:19 am 
Offline
User avatar

Joined: Sat Jan 27, 2007 6:53 pm
Posts: 1379
Location: Sanur - Bali
bener tuh pencerahan dari bomber gemini, lihat boleh di pegang jangan, tetapi kita kudu mesti hati2 juga, buoyancy mesti ok biar tidak nabrak kiri nabrak kanan. Siapa tahu dengan tidak di sengaja jangannya meraih yang namanya stonefish, atau scorpion fish, bisa ke sengat/tusuk durinya, ampun deh..

Soal tiger shark dan bull shark, hiu ini sama agresif nya dengan hiu putih.
Hiu macan emang kadang kita bisa jumpai di perairan kita, misalnya Bali tepatnya di Gili Topekong, sempat ada berseliweran, ini membuat diver sebulan penuh tak berkunjung kesini,.. hiunya ampe ngampirin ke kapal tuh..

Bull shark, biasa hidup di muara sungai, karena hiu ini bisa hidup di 2 tempat, asin dan tawar, sampai menunggu makanan di muara, hehehe.

Murble ray (family dari manta ray) pari hitam bercak putih ini walau kelihatannya lembut tapi depensive actionnya bisa mematikan, contoh si Steve Erwin itu, terbunuh oleh jenis pari ini.., jadi jika lihat ya jaga jarak lah..

_________________
Instructor & Trips Organizer
Bali Marine Diving, Dive for Bali & Beyond
CP : Nicky/WA 08123891254/08123808808
Web : http://www.balimarinediving.com
FB : http://www.facebook.com/balimarinedive
IG : @balimarinedive
Twit : @balimarinedive


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Nov 20, 2008 7:13 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Nov 15, 2008 1:52 pm
Posts: 18
Salam teman2... :D
Trigger fish (saat melindungi telur/sarangnya) bisa jadi cukup agresif. Clown fish (Nemo) juga bisa cukup agresif.
Apa bener nemo juga berbahaya? Kalau lihat bentuk dan tampangnya kayaknya jauh dari bahaya.

Matur suwun, salam.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Nov 20, 2008 8:28 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Jan 27, 2007 6:53 pm
Posts: 1379
Location: Sanur - Bali
iya, nemo juga bisa agresif, hanya saja tidak seganas trigger fish, kalau trigger fish lagi nyerang wah.. mending mundur,.. giginya yang gede tumpul bisa bikin kult robek, atau kepala benjol seperti dilempar batu sebesar bola tenis.

Kalau nemo nyerang, walau kecil, tapi cukup mengagetkan, dan bisa juga merobek kulit dan berdarah, karena saat kita lama di air, kulit itu gampang luka dan sobek jika digigit atau tergores karang dan akhirnya berdarah..

_________________
Instructor & Trips Organizer
Bali Marine Diving, Dive for Bali & Beyond
CP : Nicky/WA 08123891254/08123808808
Web : http://www.balimarinediving.com
FB : http://www.facebook.com/balimarinedive
IG : @balimarinedive
Twit : @balimarinedive


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Nov 20, 2008 10:59 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jun 14, 2006 10:07 am
Posts: 446
Location: Market
Memang setau gua clown fish sangat teritorial sekali..coba aja deketin, pasti masker langsung di sontok2...

_________________
People got to see this www.sharkwater.com !!!


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Feb 02, 2010 3:57 pm 
Offline

Joined: Tue Feb 02, 2010 3:50 pm
Posts: 1
Obat tsb dijual kok di apotek. Kalo Hydrocortisone cukup penting buat dibawa ke laut, apalagi buat yang alergi, ga betah banget kan kalo ngerasa perih dan gatel2 karena kena sesuatu..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Jan 22, 2011 10:31 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
Angkat lagi yah, sharing pengalaman nyeleneh siapa tau berguna....

Gw pernah kena tusuk duri Crown-Of-Thorns (COT), bintang laut yg paling beracun itu di bagian punggung telapak tangan, waktu lagi u/w COT clean up di Nain, Bunaken, akibat partner yang rusuh nenteng COT di air tp ngga bisa kontrol manuvernya, bukannya ditarok ke dalam kotak malah ditarok di tangan gw... :roll:

Karena jauh dari resort dan sialnya ngga ada yg bawa kotak P3K, udah siap2 mati rasa aja deh tuh tangan. Tapi sang kapten kapal dgn tenangnya memungut satu ekor yang masih segar diangkat dari laut,kemudian si COT di balik sehingga semua alat isap (suction pads) yang jumlahnya ratusan dan masih menghisap naik turun kayak alien movie itu menghadap ke atas.

Dia tanya gw " jijik nggak?" Jawaban gw " menurut looo???"
Dengan santainya, dia raih tangan gw, punggung telapak yang terkena tusukan duri racun COT (dengan sekitar belasan bekas tusukan) langsung dia tempelkan ke suction pads bintang sialan itu, trus dia bilang " jangan dilepas ya, 3 menit aja sampai dia mati sendiri"

Rupanya dengan teknik tersebut, puluhan suction pads yang nempel di punggung tangan tersebut langsung otomatis bekerja menghisap kembali semua racun yang masuk lewat tusukan tadi, sama dengan proses waktu si COT menghisap polyp karang sampai akhirnya si karang mati (jadi putih, seperti coral bleaching).

Dengan sebatang rokok di tangan untuk ngurangin bau amis di kapal karena sudah ada puluhan COT mati yang sudah diangkat di situ, saya "menikmati" isapan si COT sambil membayangkan..............bagaimana sakitnya nanti (naaah udah pada mikir yang nggak2 deh...)

Voila! Saat itu juga tidak terasa ada sakit yang ditakutkan, tidak ada pembengkakan atau darken area, tidak ada pusing2 maupun mual atau mati rasa....yang tertinggal hanya bekas luka tusukan yang seminggu kemudian hilang total. Oh sorry, mual ada dikit.....karena bau amis.... :lol:

Ini sekedar reference biar tau siapa si COT ini :

The sharp spines on the sides of the starfish's limbs resemble thorns and create a crown-like shape, giving the creature its name. The thorns are very sharp and are capable of piercing through standard wetsuits and other clothing. They are also venomous. When the crown-of-thorns feed, they release a chemical which is known to attract more starfish to the area.

Venom
The crown-of-thorns produces a neurotoxin which can be released through its spines. Not only are the wounds themselves serious, but the neurotoxin can cause a sharp stinging pain that can last for hours, as well as nausea and vomiting. Frequently, the area around the wound turns a dark blue and begins to swell (edema), which may persist for weeks. The spine(s) themselves may break off and become embedded inside the skin. This can lead to infection, and increased toxicity.[
Some divers kill these predators by injecting the starfish's own stomach acid into each of their many legs.

Cheers
Chris

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 28 posts ]  Go to page 1, 2  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron