It is currently Sun Dec 17, 2017 1:47 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 23 posts ]  Go to page 1, 2  Next
Author Message
 Post subject: Pemberat Oh Pemberat
PostPosted: Tue Jul 20, 2010 12:22 pm 
Offline

Joined: Thu Jun 10, 2010 6:00 pm
Posts: 40
Pemberat oh pemberat


Sebagai diver pemula kita cenderung memakai pemberat berlebihan dan yang paling mengerikan adalah apabila kita belum terlalu paham bilamana dan bagaimana cara melepaskan pemberat-pemberat tersebut, akibatnya bisa sangat fatal.

Seorang penyelam haruslah terus berusaha untuk dapat menyelam dengan pemberat yang sesedikit mungkin, dan memperhatikan hal-hal berikut ini:

1) Buoyancy…. Yang terpenting dan terutama saat menyelam adalah memperhatikan buoyancy. Tidak perduli berapapun dive log kita, buoyancy adalah ukuran baik buruknya seorang penyelam. Belajarlah terus untuk memperhatikan buoyancy dalam setiap penyelaman dengan tujuan untuk terus menyempurnakannya. Tanpa buoyancy yang baik penyelaman bisa berubah dari tidak menyenangkan menjadi membahayakan baik untuk diri sendiri, buddy dan juga lingkungan bawah air.

2) Salah satu penyebab ketidak becusan kita terhadap buoyancy adalah “pemberat”. Kita, sebagai pemula cenderung memakai pemberat berlebihan. Dan dengan memakai pemberat berlebihan kita akan cenderung mengatur buoyancy kita dengan cara inflate bcd. Sering terlihat penyelam yang selalu berpegangan kepada inflator bcd nya untuk mengatur buoyancynya. Hal yang seharusnya tidak perlu terjadi. Pemakaian pemberat yang tidak seimbang juga akan mempengaruhi gerakan-gerakan kita menjadi tidak seimbang. Setiap orang punya gaya gerakan dan berat masing-masing dari bagian-bagian tubuhnya yang unik. Karena itu masing-masing kita harus lah ingat bagaimana memasang pemberat di badannya sendiri. Baik jumlahnya, letaknya ataupun jenisnya.

3) Sebagai pemula kita diajarkan untuk descend secara vertikal. Kaki terlebih dahulu. Padahal ada banyak cara untuk descend. Membungkuk dengan kepala terlebih dulu, atau gaya horizontal. Kita, para pemula selalu turun dengan kaki terlebih dahulu karena itu yang diajarkan kepada kita awalnya. Cobalah descend dengan cara lain yang mungkin lebih cocok untuk kita dan pada akhirnya membantu kita untuk mengurangi pemakaian pemberat yang berlebihan.

4) Kita harus menguasai pernafasan kita. Kita yang mengatur kembang kempis nya paru-paru kita, bukan sebaliknya. Sebaliknya artinya kita kurang sadar akan seberapa kembang kempisnya paru-paru kita. Tidak saja kita belajar untuk sadar seberapa banyak keluar masuknya konsumsi udara dalam paru-paru kita, tetapi juga mempergunakannya sebagai pengatur buoyancy kita. Memang susah, tetapi harus terus dipelajari, karena cara pernafasan (paru-paru) kita –ingat-ingat– adalah elemen yang sangat penting untuk pengaturan buoyancy. Dan itu semakin susah untuk dicapai dan dilakukan bila kita terlalu berat.

5) Semakin sedikit pemberat yang kita pakai, semakin hemat energi yang kita gunakan dan kita akan bernafas dengan lebih ringan. Dan jika dalam suatu situasi emergency yang mengharuskan kita meniup bcd kita dengan mulut, kita tidak harus meniup sebanyak bila kita memakai pemberat yang berlebihan.

6) Akhirnya, pelajarilah cara membuang pemberat. Setiap bcd yang weight-integrated punya cara memasang pemberat yang berbeda-beda. Pelajari dan berlatihlah bila perlu. Pelajari cara membuang pemberat kita sendiri dan buddy kita.


Perlu diingat pula bahwa uncontrollabe-ascent / naik terlalu cepat juga sangat berbahaya. Oleh sebab itu pengurangan pemakaian pemberat haruslah disesuaikan dengan kemampuan kita. Nyamanlah dengan pemberat yang kita gunakan, seimbang dan terutama tidak berlebihan.

Disadur dan diterjemahkan dari berbagai artikel. Terima kasih sebelumnya untuk yang ingin menambahkan dan mengomentari :) :) :)


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jul 20, 2010 12:28 pm 
Offline

Joined: Sun May 16, 2010 12:53 am
Posts: 90
mantap nih penjelasannya...

bisa share cara menentukan pemberat yang pas ?


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Jul 22, 2010 2:42 pm 
Offline

Joined: Thu Jun 10, 2010 6:00 pm
Posts: 40
Nyong... ikut coaching clinic nya boss rendra, tar diajarin :D :D

setau gw yang masi cupu ini, gak ada rumus yang pasti buat ngitung berapa banyak weight yang musti dipake. Tiap orang dan tiap kondisi beda-beda, karena faktor yang menentukanya banyak. Misal kalo pake wetsuit neoprene yang 3 mm dan yang 5 mm kemungkinan besar perlu weight beda. Atau pakai wetsuit pendek dan wetsuit panjang juga pengaruh. Belom lagi fins nya, apa pake fins yang neutral buoyancy atau yang positif, atau yang negatif... dan ada cukup banyak faktor lain lain deh.

Nah, makanya waktu ikut coaching clinic kemaren, nyoba pemberatnya juga disesuaikan secara personal. Yang badannya kecil dan kurus belum tentu butuh pemberat yang lebih sedikit daripada yang badannya lebih tinggi gede. Begitu pula sebaliknya....

moga ga salah ngejelasinnya ... kalo salah monggo dikoreksi... hehehehe.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Jul 22, 2010 5:38 pm 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
mas rico, mungkin saya mau nambahin mengenai teknik descent yah
pas open water kita diajarin turun dengan kaki dibawah karena pas pertama diving kita masih dianggap blom mahir mengatur bouyancy sehingga teknik kaki dibawah dianggap yang paling aman karena kalau sampe terlalu cepat masih bisa ditahan dengan kaki. coba langsung diajarin duck dive atau kepala di bawah, nah bisa benjol2 tuh kejedot karang kan mas.

tetapi bukan berarti hanya itu teknik yang ada.
sama halnya dengan dilarang menahan napas yang diajarin di open water..

tetapi setelah ambil peak performance bouyancy kita diajarkan mengontrol bouyancy dengan cara mengontrol napas kita, tahan napas untuk naik dan buang napas untuk turun. nah yang open water itu adalah modul termudah dan teraman supaya seseorang dapat belajar diving dengan mudah,fun serta tetap aman.

wah brarti skr dah pake weight sedikit semua dong yah.

tapi ada satu point yang ketinggalan kalau menurut saya mas rico. dengan kita memakai sedikit weight otomatis tenaga kita akan hemat byk untuk kicking. tetapi saat diving ditempat yang berarus atau surge yang lumayan maka yg menggunakan weight lebih byk akan mendapatkan stabilitas lebih baik dibandingkan dengan yang weight sedikit mas.. seperti kita menjatuhkan batu besar dan batu kecil di kolam arus. yang batu besar akan stabil sedangakan yg batu kecil akan terbawa arus lebih keras....

untuk uw foto dibutuhkan penyesuaian dengan berat weightnya supaya tidak terlalu berat dan tetap mendapatkan kestabilan yang dibutuhkn supaya bs stabil dalam air.

sebagai pembanding juga adalah BCD dengan sistem backplate. mereka menggunakan plate stainlesteel dibanding alumunium yang ringan karena stainlesssteel lebih berat dari alumunium sehingga pembagian distribusi weightnya dapat lebih baik lagi.. kalau butuh ringan knp ada BP stainless yang berat kan.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Jul 23, 2010 1:11 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue May 11, 2010 11:26 pm
Posts: 102
Location: Bandung
Tambahin buat buoyancy control:

Kenali cara dumping udara pada BC masing2 (keuntungannya punya BC sendiri); Posisi2 seperti apa yang paling baik buat dumping udara lewat dump valve yang ada. Baik itu lewat selang inflator (biasanya bahu kiri) ato dump valve tarik (bahu kanan atau di bawah - biasanya - kanan BC).

Karena saya juga menganut aliran weight minimalis, kalo udara di BC ga bisa dibuang se-habis2-nya, bisa aja saat ascend nanti tiba2 terbang sendiri gara2 masih ada udara nyisa yang ngembang.. dan susah dikeluarinnya. Particularly annoying @3meter :)


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pemberat Oh Pemberat
PostPosted: Sun Sep 08, 2013 11:17 pm 
Offline

Joined: Mon Aug 05, 2013 1:01 am
Posts: 11
Kakak senior semua, mau tanya donk...

Saya 'kan diver baru nih, log masih di bawah 10, dan masih harus belajar mengatur buoyancy. Saat underwater dan perairan tenang, saya bisa stabil 1 meter di atas reef (belum berani deket2, khawatir fin toel2 coral). Saat berarus, saya cenderung naik-turun. Nah pernah satu kali arusnya lagi lumayan kenceng, nggak dilawan sih, diikutin aja, tapi tiba-tiba saya shooting ke permukaan! Saya sendiri bingung kenapa saya bisa meluncur ke atas begitu. Saya sudah cepet2 deflate BCD sampai seabis-abisnya, tapi terlambat. Saat itu saya baru dive sekitar 20 menit dan menghabiskan 1/4 tanki (jadi tankinya masih agak penuh). Saat itu DMnya sedang bawa orang yang discovery, jadi dia juga nggak melihat saya shooting.

Pertanyaan saya... apakah mungkin pemberat saya kurang sampai saya meluncur ke atas? Atau justru kebanyakan sehingga tanpa sadar saya inflate BCD kebanyakan saat di bawah air? Atau ada faktor lain?

Sekedar info, saya tergolong SANGAT banyak pakai weight, sampai 7-8, kalau pakai 6 ga bisa turun di laut meskipun udah BCD udah kempes bgt dan buang nafas selama-lamanya *sampai engap*. Waku belajar di kolam renang pun saya harus pakai 6 pemberat, baru bisa turun ke kedalaman 2 meter, dan bisa melayang kira-kira 30 cm di atas lantai kolam tanpa harus inflate BCD.

Mohon pencerahannya... Thx...


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pemberat Oh Pemberat
PostPosted: Mon Sep 09, 2013 7:06 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
meluncur ke atas (shoot up) terjadi karena ekspansi volum udara dalam BCD

jika BCD sudah 100% kosong, tetap bisa terjadi karena ekspansi volum udara pada rongga tubuh <~ banyak nih rongga nya bukan cuma paru-paru, hentakan awalnya bisa diakibatkan faktor luar, misal dorongan massa air (arus), potensial inersia (gelombang perairan dalam), atau sekedar kayuhan fins yang menyebabkan pengurangan kedalaman

sah-sah aja pakai 7-8 pemberat selama memang dibutuhkan

hitungan awal biasanya pemberat yang kita gunakan adalah 5% atau 1/20 bobot badan hingga 10% 1/10 bobot badan di darat, tapi kondisi ini butuh disesuaikan kembali saat buoyancy check

buoyancy check dapat dilakukan dekat dasar (fins pivot) atau di permukaan (eye leveling), jika sudah netral, harusnya udah ga main2in inflator lagi jika leveling +/- 5-10 meter tergantung dari kedalaman start nya

sebetulnya masih banyak cara2 lainnya, tapi lebih enak jelasinnya sambil praktek di air, yuk ah
http://www.forumselam.com/viewtopic.php ... 0&start=60

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pemberat Oh Pemberat
PostPosted: Tue Sep 10, 2013 1:29 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Soal pemberat memang sering membuat berat.... lah namanya saja pemberat hehehe....

Best practice: Trial & Trial & Trial.... Cobain di kolam renang, seberapa banyak pemberat yang dibutuhkan...

Tips (penting nih...):
Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi buoyancy adalah kita sendiri (yes, it's in our brain!).

Kalau mau buoyancy controlnya enak, yang pertama sekali harus didapatkan adalah aquatic comfort. Aquatic comfort adalah bagaimana agar kita dapat merasa nyaman di air. Manusia itu mammalia yang dirancang untuk hidup di darat. Setiap dari kita, mau newbie ataupun super pro sekalipun, pasti memiliki rejection terhadap air. Nah, kalau kita sudah menguasai aquatic comfort ini (artinya sudah bisa mengendalikan tubuh kita sendiri), maka insyaallah buoyancy control akan semakin baik. Tubuh kita tidak akan melakukan rejection untuk 'menenggelamkan' dirinya di dalam air.

Contoh soal (boleh dicoba):
Cobalah menyelam tanpa alat alias free diving, nggak usah dalam2. 1 - 2 meter aja, cari tempat yang bisa ada pegangan untuk nahan badan tetap di dalam air. First effort, hitung berapa lama bisa bertahan, sampai dada terasa panas atau rasanya mau meledak. Kalau sudah, istirahat sebentar di permukaan, tenangkan hati, badan dibuat rileks, tarik nafas dalam (jangan hyperventilate), terus turun lagi ke dasar dan coba bertahan lebih lama. Buat tubuh serileks mungkin, jangan tegang. Pikiran dibuat senang berada di dalam air. Pasti akan terasa bedanya, terutama momen saat badan terasa lebih nyaman melayang di dalam air.

So, salah satu kunci utama dari buoyancy control dalam diving BUKAN pada PEMBERATNYA.... Melainkan pada DIRI KITA SENDIRI.

Too much weight can kill you, and not enough weight can kill you also. Trial, trial and trial....

Kalau masih belum ketemu juga, join coaching clinic sama kak hantulaut deh... :)

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pemberat Oh Pemberat
PostPosted: Tue Sep 10, 2013 1:17 pm 
Offline

Joined: Mon Sep 07, 2009 1:33 pm
Posts: 657
Location: Bone, Sulawesi Selatan
rendra wrote:

Too much weight can kill you....


pasti plesetan dari 'too much love will kill you'.
:)) :))


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pemberat Oh Pemberat
PostPosted: Wed Sep 11, 2013 4:44 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Jun 15, 2012 12:42 am
Posts: 969
Location: Bintaro sektor 9
Bonar Sitohang wrote:
rendra wrote:

Too much weight can kill you....


pasti plesetan dari 'too much love will kill you'.
:)) :))


Waduh coaching clinic kudu bawa timbangan ni

_________________
Arief
0811194177
[email protected]
@feira24


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pemberat Oh Pemberat
PostPosted: Tue Oct 08, 2013 10:05 am 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 518
Location: jakarta
rendra wrote:
Best practice: Trial & Trial & Trial.... Cobain di kolam renang, seberapa banyak pemberat yang dibutuhkan...

Tips (penting nih...):
Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi buoyancy adalah kita sendiri (yes, it's in our brain!).



ini gue demen banget... salah satu materi ajaran om hantulaut yang paling nyantol yaaa ini... "everything start in your brain"... sebelum diving take a moment untuk tenang dan 'membayang' kita santai dan bisa turun dengan tenang... apalagi buat gue yang sering panik sendiri... it works manytimes...

jumlah weight banyak atau sedikit yang jelas bukan prestasi, yang jelas yang cocok buat kita saja dengan trial and trial. Ganti alat atau pakai atau gak wetsuit dan bahkan jenis wetsuit bisa mengganti jumlah weight yang kita pakai. jadi yang memang aktif diving, punya alat sendiri lebih nyaman dan ikut BnP course om Rendra/ Hantulaut sangat membantu..

_________________
-------------
aria anugraha m.
0818796937
https://www.facebook.com/aria.anugraha
--------------


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pemberat Oh Pemberat
PostPosted: Tue Oct 08, 2013 6:02 pm 
Offline

Joined: Sat May 08, 2010 11:49 pm
Posts: 62
Location: Adelaide
aria4m wrote:
rendra wrote:
Best practice: Trial & Trial & Trial.... Cobain di kolam renang, seberapa banyak pemberat yang dibutuhkan...

Tips (penting nih...):
Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi buoyancy adalah kita sendiri (yes, it's in our brain!).



ini gue demen banget... salah satu materi ajaran om hantulaut yang paling nyantol yaaa ini... "everything start in your brain"... sebelum diving take a moment untuk tenang dan 'membayang' kita santai dan bisa turun dengan tenang... apalagi buat gue yang sering panik sendiri... it works manytimes...

jumlah weight banyak atau sedikit yang jelas bukan prestasi, yang jelas yang cocok buat kita saja dengan trial and trial. Ganti alat atau pakai atau gak wetsuit dan bahkan jenis wetsuit bisa mengganti jumlah weight yang kita pakai. jadi yang memang aktif diving, punya alat sendiri lebih nyaman dan ikut BnP course om Rendra/ Hantulaut sangat membantu..


Benar om banyak sedikitnya pemberat bukan menjadi ukuran prestasi kok.... Yang penting kita nyaman dan tahu batas safety...


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pemberat Oh Pemberat
PostPosted: Thu Oct 24, 2013 12:46 pm 
Offline

Joined: Mon May 18, 2009 4:53 pm
Posts: 61
Location: Jakarta, Indonesia
[quote="m0xty"
Benar om banyak sedikitnya pemberat bukan menjadi ukuran prestasi kok.... Yang penting kita nyaman dan tahu batas safety...[/quote]

Ada lanjutannya - "But why stop there?"

Kalau kita sudah nyaman dengan 3kg, cobalah kurangin 1kg lagi setelah dive log sudah mulai bertambah.

_________________
GUE Fundamental @ 2009
GUE Tech 1 @ 2013
GUE DPV 1 certified @ 2016
GUE Gas Blender @ 2016
The authorized go-to-guy for Halcyon Dive System, Fourth Element thermal protection since 2011.
http://www.g-techdive.com


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pemberat Oh Pemberat
PostPosted: Thu Oct 24, 2013 4:45 pm 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 518
Location: jakarta
gnulab wrote:
[quote="m0xty"
Benar om banyak sedikitnya pemberat bukan menjadi ukuran prestasi kok.... Yang penting kita nyaman dan tahu batas safety...


Ada lanjutannya - "But why stop there?"

Kalau kita sudah nyaman dengan 3kg, cobalah kurangin 1kg lagi setelah dive log sudah mulai bertambah.[/quote]

kalau sudah nyaman "why dont stop there..?" , mohon pencerahan dan masukan nya , trus maksudnya sejalan dengan jumlah loq ini bagaimana yaa om..?

ntar kalau sampe gak bawa pemberat lagi ane malah panik, gimana emergency release weight supaya ngapung yaah..?

mohon..mohon maap , mohon pencerahannya para suhu...

_________________
-------------
aria anugraha m.
0818796937
https://www.facebook.com/aria.anugraha
--------------


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pemberat Oh Pemberat
PostPosted: Thu Oct 24, 2013 6:15 pm 
Offline

Joined: Mon May 18, 2009 4:53 pm
Posts: 61
Location: Jakarta, Indonesia
aria4m wrote:
gnulab wrote:
m0xty wrote:
Benar om banyak sedikitnya pemberat bukan menjadi ukuran prestasi kok.... Yang penting kita nyaman dan tahu batas safety...


Ada lanjutannya - "But why stop there?"

Kalau kita sudah nyaman dengan 3kg, cobalah kurangin 1kg lagi setelah dive log sudah mulai bertambah.


kalau sudah nyaman "why dont stop there..?" , mohon pencerahan dan masukan nya , trus maksudnya sejalan dengan jumlah loq ini bagaimana yaa om..?

ntar kalau sampe gak bawa pemberat lagi ane malah panik, gimana emergency release weight supaya ngapung yaah..?

mohon..mohon maap , mohon pencerahannya para suhu...


"Why don't stop there"
Yang di maksud "why stop there?" adalah, kita sebagai diver harus "advance ourselves", jangan berhenti di tahap comfort. Seringkali open water diver, sampai advanced pun masih pakai banyak timah. Bukan karena mereka perlu pakai timah segitu banyak, tetapi karena mereka sudah terbiasa. Padahal mereka bisa kurangin pemakaian timah. Response yang sering didenger adalah "Aah, gpp, sudah enak koq."

"Sejalan dengan jumlah log"
Kebanyakan open water diver awalnya pakai timah berlebih, that's ok. Karena cara nafas, buoyancy, kicking masih berantakan.
As time goes by, mereka sudah bisa lebih relax, otomatis nafas, kicking akan lebih teratur. At this point of time, weight bisa di kurangin. Of course, tetap ada limit berapa banyak weight kita bisa kurangin.

"Tidak bawa pemberat"
Kayanya ada salah ya. Kalau tidak bawa pemberat, otomatis bisa ngapung; tidak perlu emergency weight release untuk ngapung.

Henry

_________________
GUE Fundamental @ 2009
GUE Tech 1 @ 2013
GUE DPV 1 certified @ 2016
GUE Gas Blender @ 2016
The authorized go-to-guy for Halcyon Dive System, Fourth Element thermal protection since 2011.
http://www.g-techdive.com


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 23 posts ]  Go to page 1, 2  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron