It is currently Fri Oct 20, 2017 11:23 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 19 posts ]  Go to page 1, 2  Next
Author Message
 Post subject: Underwater Macro Photography : The Dark Side
PostPosted: Sat Jun 22, 2013 10:28 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
Bukan, ini bukan bagaiman caranya memotret macro objects di malam hari. Ini hasil percakapan tadi malam dengan seorang dive guide senior dari ibukota muck diving di negara ini, dan saya tertarik mengangkat kembali topik yang selalu jadi polemik di dunia underwater photography ini.

Kita sering takjub dengan hasil-hasil foto macro yang membuat mata melebar dan pujian bertebaran : "WOW" "Cool shot" "Amazing" "Great moment" "Patience paid" "Great skill" etc etc.

Kemudian ada juga komentar yang datang dari pihak yang kebetulan lebih ke menganalisa bagaimana proses foto tersebut terjadi : "How did you do that?" "Why is that thing on a top of the other thing?" "How it got there?" "It's not natural" "that animal looks stress" etc etc. Biasanya komentar seperti ini datang dari kalangan diver yang lebih lama jam selamnya, lebih berpengalaman dengan marine life, its habitat & its behavior.

"Underwater macro photography itu penuh dengan harassment", demikian bunyi statement-nya.

Mari kita bahas.
Fotografi makro dan supermakro adalah pada sifatnya akan lebih menantang jika si fotografer bisa menunjukkan bagian dari objek kecil yang tidak dapat dilihat mudah secara kasat mata. Dan foto itu akan lebih heboh lagi jika objeknya adalah makhluk hidup. Foto mata seekor lalat atau lebah atau cicak atau ulat bulu pasti akan mengundang decak kagum yang melihatnya.

Di air, banyak fotografer pemula menaruh interest mereka pada objek makro yang bergerak lambat atau tidak bergerak sama sekali. Pertama karena mudah difoto (mungkin buoyancy mereka belum bagus, mungkin kamera mereka tidak mempunyai focal length yang lebar untuk wide angle yang maksimal, atau karena memang pada dasarnya suka objek makro). Rata-rata kamera poket dengan internal flash sudah bisa menghasilkan foto makro yang bagus, karena mereka bisa memotret dari jarak yang dekat bahkan hampir menempel ke object yang bersangkutan.

Namun seiring dengan kehausan akan sebuah portfolio yang heboh dan ego yang tinggi karena sering melihat reference di majalah atau websites, beberapa mulai menapak ke jenjang yang lebih advanced lagi: objek yang susah ditemui (rare), angle yang tidak lazim, sampai moment yang spektakuler. Disinilah beberapa fotografer ada yang terjebak ke dalam sikap egois menghalalkan segala cara, yang penting fotonya bisa hebat kalau perlu menang kontes foto sekalian.

Beberapa contoh:
- Nudibranch dipindahkan ke tempat yang lebih bagus backgroundnya, atau lebih tinggi supaya bisa low angle shot
- Seafan domisili sang pygmy seahorse dibengkokan sampai si seahorse mencuat sendirian, atau mendorong2 seahorse dengan pointer supaya menghadap ke lensa
- memutuskan tangan featherstar/crinoid dengan shrimp atau crab di atasnya, supaya tidak lari kemana-kemana
- memegang ekor ikan (oleh dive guide) supaya mau menghadap lensa, apalagi dengan telur dimulutnya, kalau perlu dikcok-kocok ikannya supaya telurnya ada yang keluar dari mulutnya, lebih dramatis (psycho!)
- mengadu dua ekor ikan yang sudah ditangkap sebelumnya, dimana kedua ekor ikan-ikan itu dipegang oleh rekan atau dive guide
- membuat pufferfish menggembung
- mengupas telor cuttlefish supaya bening dan tembus pandang sehingga bayinya terlihat transparan, bahkan ada yang dilempar ke midwater demi low angle shot, sering juga mimic octopus diperlakukan seperti ini
- saya pernah dengar diver cerita, ada dive guide yang menyuruh divernya diam saja di satu titik dangkal, kemudian dia pergi berenang selama 10-15 menit, lalu tiba-tiba nongol dengan kedua tangan ditangkupkan, dan VOILA!!! dia langsung menumpahkan beberapa ekor nudibranch berlainan jenis di pasir di depan si tamunya. "Silakan difoto", gesturenya.

Dan masih banyak lagi trik-trik jelek yang mungkin hanya si fotografer/dive guide yang tahu. Inilah yang membuat penjurian underwater photo contest makin ketat, terutama dalam urusan rules & regulation proses pengambilan foto. Kadang juri-juri yang berpengalaman pun langsung tahu apakah foto tersebut diambil di habitat naturalnya atau dipindahkan, dan behavior si objek dalam keadaan stress atau tidak, untung selanjutnya didiskualifikasi, dan nama si fotografer bisa di black list.

Underwater macro photography itu termasuk wildlife photography. Anda tidak mengatur bagaimana seekor singa harus menghadap, bagaimana burung elang harus membuka sayapnya, dll. Anda menunggu, anda mempelajari, kalau tidak dapat hari ini, ya besok coba lagi. Kalau diving berikutnya baru 3 bulan lagi, ya jangan ngotot dan menghalalkan semua cara.

Dari 10 fotografer dengan karya yang bagus, saya rasa 9 dari mereka menghabiskan waktu di air beratus-ratus jam untuk menghasilkan foto-foto juara itu. Plus, bakat orang juga berbeda. Kalau si A yang baru 100 kali dives bisa motret dengan bagus, mungkin karena dia memang pada dasarnya sudah menguasai teknik fotografi atau memang punya "mata" yang artistik. Kalau si B sudah ribuan dives baru dapat foto yang bagus, itu karena pengalaman dan latihan. Kalau si C udah 1000 dives tapi foto2nya jelek terus, mungkin karena memang nggak bakat atau nggak interest dengan fotografi.

To summarize, marilah kita berlomba menghasilkan foto bagus, tapi foto bagus tidak diikuti dengan attitude yang benar, konsekuensinya ada di belakang, anda musti siap terima.

Wide angle? Nanti kita lanjut di topik berikutnya.

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Underwater Macro Photography : The Dark Side
PostPosted: Sat Jun 22, 2013 11:14 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
beware of The Dark Side

may the Force be with you.. :)) mantau aah..

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Underwater Macro Photography : The Dark Side
PostPosted: Sat Jun 22, 2013 12:40 pm 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
Ikut memantau dan sejujurnya pernah berpikir jelak .... apakah runtuk mengahsilkan foto bagus harus me"nyiksa." Objeknya... ? Pemikiran itu timbul waktu pernah diving satu boat dengan banyak uw photografer dengan alat2 bak transformer.... pas bareng guide yg suka mindah2 in nuddybrunch buat di foto.... atau guide yg jago banget janjiin objek...

Saya sih sementra pilih motret buat koleksi pribadi dan pasang di fb.

Btw , kepikiran juga pas workshop di tulamben... lomba photo iwpc... kalau si guide nya juga dapat hadiah dari photo pemenang.... apa gak tambah2 " kecurangan" ... menyiksa objek mudah terjadi .. ??

Maap yaaa kalau ada kata2 yg salah.... maaap sekali..

_________________
-------------
aria anugraha m.
0818796937
https://www.facebook.com/aria.anugraha
--------------


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Underwater Macro Photography : The Dark Side
PostPosted: Sat Jun 22, 2013 1:50 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
aria4m wrote:
Ikut memantau dan sejujurnya pernah berpikir jelak .... apakah runtuk mengahsilkan foto bagus harus me"nyiksa." Objeknya... ? Pemikiran itu timbul waktu pernah diving satu boat dengan banyak uw photografer dengan alat2 bak transformer.... pas bareng guide yg suka mindah2 in nuddybrunch buat di foto.... atau guide yg jago banget janjiin objek...

Saya sih sementra pilih motret buat koleksi pribadi dan pasang di fb.

Btw , kepikiran juga pas workshop di tulamben... lomba photo iwpc... kalau si guide nya juga dapat hadiah dari photo pemenang.... apa gak tambah2 " kecurangan" ... menyiksa objek mudah terjadi .. ??

Maap yaaa kalau ada kata2 yg salah.... maaap sekali..


Nggak salah mas, benar sekali memang praktek ini susah dikontrol waktu eksekusinya. Anyway, resiko tetap ditanggung si penghasil gambar, seandainya image yang prosesnya "malpraktek" itu di publish ke publik via personal socmed, kan namanya dia akan dicap buruk di komunitas. Kalau di lomba foto, ya kita tinggal berharap juri-juri memang teliti dan kompeten aja supaya foto2 hasil praktek buruk itu tidak tembus ke daftar pemenang.

Beberapa guide seniors justru sudah menghindari praktek beginian, karena mereka sudah sadar dan aware hasil yang ditimbulkan, baik untuk objek, si fotografer, dan yang paling penting nama mereka sendiri kalau ketahuan. Malu mereka di antara komunitas, apalagi makin banyak divers yang sadar diri dan perduli proses maupun lingkungan. Mungkin dive guides yang baru2 ini yang lagi cari nama atau cari (sorry) extra tips, jadi ada urusan pamer dan rada ekstrim aksi fotografer guiding-nya. Atau mungkin juga karena mereka belum pernah dapat pelatihan kalau praktek itu salah.

Di komunitas yang kecil ini sudah pada aware, guide2 mana saja yang memang hebat dalam membawa fotografer sambil mendidik si fotografer itu kalau salah. Dan kalau fotografernya masih super amatir dan ngeyel, justru jadi bahan candaan mereka tuh :)

Nah, jadi ini juga yang membuat saya memutuskan untuk tidak terlalu berkutat dengan underwater macro photography.
Ini pendapat saya pribadi, saya lihat lebih banyak potensial damage-nya --sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja-- ke objek, ke badan sendiri, ke dive gear, ke photo equipment. Kalau foto close up/portrait ke ikan2 saya seneng. Mereka bisa pilih kabur/ngumpet kalau nggak senang difoto :-D

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Underwater Macro Photography : The Dark Side
PostPosted: Sun Jun 23, 2013 10:46 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Saya pernah melihat sejumlah foto UW yg mengaggumkan tapi juga meragukan - antara lain mimic octopus yang tampak terbang, di potret dari low angle sehingga seluruh kaki2nya tanpak melebar dengan indah; dengan BG 100% water column.
Masalahnya, beberapa kali ngelihat octopus, selalu bergerak dekat dengan dasar, dan kalaupun berenang maka posisinya akan meluncur.
Sampai sempat heran, gimana caranya bisa ambil komposisi tsb.
Beberapa waktu yang lalu saya sempat baca bahwa bukan tidak mungin terjadi harassment - misalnya dengan di lempar keposisi yang cukup tinggi; sehingga kaki2nya tampak menggeliat dinamis.

Buat kita sekeluarga, nggak mau terobsesi dengan UWP - dan juga diving. Buat kita diving dan UWP cuma sekedar hobby rekreasi menikmati keindahan alam - serupa dengan jalan2 keobject2 indah lainnya. Ada yang bisa dipotret bagus okay dan kalau kondisi nggak memungkin ya nggak motret, bahkan nggak membawa kamera. Intinya, nggak maksain, pokonya kaya piknik aja.

Itu juga saya nggak terlalu encourage anak2 untuk ikut lomba - karena keinginan untuk menang (menghasilkan foto yang bagus) sering membuat lupa banyak hal termasuk safety, baik si critters maupun yg motret.
Pernah sekali anak saya mau ikutan lomba, saking asyiknya nungguin momen hampir saja kena deco. Segera saja saya tarik keatas.

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Underwater Macro Photography : The Dark Side
PostPosted: Sun Jun 23, 2013 11:43 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
wisnu wrote:

Itu juga saya nggak terlalu encourage anak2 untuk ikut lomba - karena keinginan untuk menang (menghasilkan foto yang bagus) sering membuat lupa banyak hal termasuk safety, baik si critters maupun yg motret.
Pernah sekali anak saya mau ikutan lomba, saking asyiknya nungguin momen hampir saja kena deco. Segera saja saya tarik keatas.


Benar sekali mas Wisnu point yang ini.

Banyak diver lupa kontrol bottom time kalau sudah terlalu fokus motret. Akhirnya NDL terlewati dan an easy no-decompression dive berubah jadi decompression dive. Memang selama deco stop selesai resiko akan minim. Masalah timbul justru untuk diver lain yang sudah selesai dan menunggu lama di boat, misalnya. Dive schedule jadi berubah, karena bottom time yang disetujui waktu briefing dilanggar, biasanya guide akan mulai tidak simpati, juga divers lain. Lain cerita kalau private trip ya silakan.

Belum lagi kalau praktek ini sering dilakukan dalam sebuah dive trip multiple days. Badan makin drop karena kurang tidur, semua profile diving menjadi deco dives, chance terkena DCS main tinggi.

Ada bbrp fotografer yang mengikat dive comp mereka di housing handle/arms dekat LCD camera, supaya tetap terpantau sambil me-review LCD. Boleh ditiru, tapi kalau tetap sering deco dive, ya ketahuan ikut2an trend aja :))

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Underwater Macro Photography : The Dark Side
PostPosted: Sun Jun 23, 2013 2:17 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Jun 15, 2013 10:41 am
Posts: 148
Location: Bandung
baca semua pembahasan tentang underwater photography membuat aku berpikir bahwa mereka yang mendalami skill ini sangat jago, karena ada dua teknik yang dipergunakan teknik fotografi dan teknik diving.

untuk aku yang log divenya masih sedikit seperti mendapat ilmu baru bahwa underwater photography memang sulit apalagi dengan teknik bouyancy yang masih berantakan :-s .

teknik fotografi di darat saja sudah lumayan apalagi teknik fotografi di bawah laut. mungkin itu pula yang membuat hanya sedikit para fotografer dengan jam terbang tinggi memahami underwater photography.

bagaimana mecreate objek sesadis itu untuk mendapatkan hasil gambar yang bagus /:). rasanya hak asasi binatangnya terganggu atas keegoisan kita sebagai manusia untuk mendapatkan perhargaan atas hasil foto yang diambil.

semoga suatu hari nanti aku bisa belajar kemampuan underwater photography tapi untuk saat ini kayanya mau memanjakan mata dan hati menikmati keaagungan Tuhan yang membutuhkan waktu jutaan tahun menciptakannya.


Christo del Mar wrote:
wisnu wrote:

Itu juga saya nggak terlalu encourage anak2 untuk ikut lomba - karena keinginan untuk menang (menghasilkan foto yang bagus) sering membuat lupa banyak hal termasuk safety, baik si critters maupun yg motret.
Pernah sekali anak saya mau ikutan lomba, saking asyiknya nungguin momen hampir saja kena deco. Segera saja saya tarik keatas.


Benar sekali mas Wisnu point yang ini.

Banyak diver lupa kontrol bottom time kalau sudah terlalu fokus motret. Akhirnya NDL terlewati dan an easy no-decompression dive berubah jadi decompression dive. Memang selama deco stop selesai resiko akan minim. Masalah timbul justru untuk diver lain yang sudah selesai dan menunggu lama di boat, misalnya. Dive schedule jadi berubah, karena bottom time yang disetujui waktu briefing dilanggar, biasanya guide akan mulai tidak simpati, juga divers lain. Lain cerita kalau private trip ya silakan.

Belum lagi kalau praktek ini sering dilakukan dalam sebuah dive trip multiple days. Badan makin drop karena kurang tidur, semua profile diving menjadi deco dives, chance terkena DCS main tinggi.

Ada bbrp fotografer yang mengikat dive comp mereka di housing handle/arms dekat LCD camera, supaya tetap terpantau sambil me-review LCD. Boleh ditiru, tapi kalau tetap sering deco dive, ya ketahuan ikut2an trend aja :))

_________________
Best Regrads,

Atta


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Underwater Macro Photography : The Dark Side
PostPosted: Sun Jun 23, 2013 10:17 pm 
Offline
User avatar

Joined: Mon Oct 18, 2010 10:41 am
Posts: 118
Kalo disimak tulisannya Mas Chris ini,
saya jadi inget bahwa ini adalah cerita yang sempat dikupas sedikit saat Underwater Photography Workshop di Dive and Jazz 2013 hari kedua :) Acaranya memang tidak seresmi dan serame hari pertama, tapi sharing ilmu oleh Mas Chris saat itu tetap berlangsung dengan asik.

Point penting yang bisa saya ambil:
  • Underwater Macro Photography adalah wildlife photography juga
  • Karena wildlife, jadi hasil foto akan lebih menarik / advanced jika merupakan angle / moment yang tepat dan tidak terpikirkan oleh orang sebelumnya
  • Jika saat hunting motret mahluk2 macro tapi kondisinya menurut kita saat itu kurang sesuai harapan, yaudah tinggal. Next dive baru kejar lagi (itu pun kalo masih niat / ada kesempatan kesitu lagi :D )

Kira-kira begitu kali ya CMIIW.

Kalo menurut saya pribadi:
Kita adalah manusia yang hidup di darat, kita hanyalah tamu bagi mahluk-mahluk yang ada di dalem air.
..

_________________
~ T h o m a s S a t r i o


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Underwater Macro Photography : The Dark Side
PostPosted: Mon Jun 24, 2013 7:05 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jan 31, 2013 4:06 pm
Posts: 350
Location: Coral Triangle
Christo del Mar wrote:
Ada bbrp fotografer yang mengikat dive comp mereka di housing handle/arms dekat LCD camera, supaya tetap terpantau sambil me-review LCD. Boleh ditiru, tapi kalau tetap sering deco dive, ya ketahuan ikut2an trend aja :))

Bener banget kata om chris,waktu itu aq gak sengaja merhatiin galileo sol alexander mustard koq diiket di float arm,ternyata eh ternyata alasannya itu ya.. :D
btw klo diaktifin alarm dive time dan depth meter berguna gak om,lumayan berfungsi jg tuh kyknya..

_________________
Eat, Sleep, Dive and Dive

Pin 2357C1BD
HP 085270426789
Email : [email protected]
FB: Benny Dwi Saputra
@mr_beny
Website www.divingatindonesia.com


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Underwater Macro Photography : The Dark Side
PostPosted: Mon Jun 24, 2013 10:14 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
darunatta wrote:

semoga suatu hari nanti aku bisa belajar kemampuan underwater photography tapi untuk saat ini kayanya mau memanjakan mata dan hati menikmati keaagungan Tuhan yang membutuhkan waktu jutaan tahun menciptakannya.


Nikmati diving sesuai niat awalnya, to admire the ocean life, to become weightless, to move freely. Saya mulai motret underwater setelah 170 dives. Dan itu keputusan yang tepat buat saya, karena di 170 dives pertama tanpa kamera itu, saya belajar banyak mengenai buoyancy, propulsion, arus, memperhatikan fotografer underwater, bagaimana mereka memposisikan diri dan alat, dan terutama mempelajari sifat2 marine life.

Jadi waktu pertama kali saya pegang kamera underwater, udah nggak pusing lagi sama buoyancy, wong kameranya juga pocket aja :D

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Underwater Macro Photography : The Dark Side
PostPosted: Mon Jun 24, 2013 10:18 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
tomfreakz wrote:
Kalo menurut saya pribadi:
Kita adalah manusia yang hidup di darat, kita hanyalah tamu bagi mahluk-mahluk yang ada di dalem air.
..


dan kita adalah fotografer underwater keliling, kalau kliennya nggak suka/nggak mau difoto, ya kita pergi tanpa disuruh. :-bd

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Underwater Macro Photography : The Dark Side
PostPosted: Mon Jun 24, 2013 10:21 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
bennydwisaputra wrote:
Christo del Mar wrote:
Ada bbrp fotografer yang mengikat dive comp mereka di housing handle/arms dekat LCD camera, supaya tetap terpantau sambil me-review LCD. Boleh ditiru, tapi kalau tetap sering deco dive, ya ketahuan ikut2an trend aja :))

Bener banget kata om chris,waktu itu aq gak sengaja merhatiin galileo sol alexander mustard koq diiket di float arm,ternyata eh ternyata alasannya itu ya.. :D
btw klo diaktifin alarm dive time dan depth meter berguna gak om,lumayan berfungsi jg tuh kyknya..


Bisa juga, asal disiplin. Bukan seperti alarm bangun tidur yang kita snooze terus, akhirnya tetap telat. :D
Satu lagi, kebanyakan fotografer pro itu udah pada berumur, jadi alasan dive comp diikat di housing juga supaya nggak ketinggalan waktu turun divingnya :))

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Underwater Macro Photography : The Dark Side
PostPosted: Mon Jun 24, 2013 10:31 am 
Offline
User avatar

Joined: Sat Jun 15, 2013 10:41 am
Posts: 148
Location: Bandung
Met Pagi Mas Chris,

Setuju sekali dengan kalimat yang disampaikan oleh Mas Chris. segala sesuatunya memang harus dilakukan pada waktu yang tepat jangan sampai terlalu memaksakan diri.

Christo del Mar wrote:
darunatta wrote:

semoga suatu hari nanti aku bisa belajar kemampuan underwater photography tapi untuk saat ini kayanya mau memanjakan mata dan hati menikmati keaagungan Tuhan yang membutuhkan waktu jutaan tahun menciptakannya.


Nikmati diving sesuai niat awalnya, to admire the ocean life, to become weightless, to move freely. Saya mulai motret underwater setelah 170 dives. Dan itu keputusan yang tepat buat saya, karena di 170 dives pertama tanpa kamera itu, saya belajar banyak mengenai buoyancy, propulsion, arus, memperhatikan fotografer underwater, bagaimana mereka memposisikan diri dan alat, dan terutama mempelajari sifat2 marine life.

Jadi waktu pertama kali saya pegang kamera underwater, udah nggak pusing lagi sama buoyancy, wong kameranya juga pocket aja :D

_________________
Best Regrads,

Atta


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Underwater Macro Photography : The Dark Side
PostPosted: Mon Jun 24, 2013 10:36 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
poin plus pasang divecom di camera: pasti diingetin crewboat kalo ketinggalan

"pak camera nya dibawa ga?"

ga pernah ada sejarahnya ada crewboat yang bilang "pak divecomnya ga dipake?" :D

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Underwater Macro Photography : The Dark Side
PostPosted: Wed Jun 26, 2013 4:44 pm 
Offline

Joined: Thu Jul 12, 2012 12:39 pm
Posts: 33
Location: Jakarta
http://www.scubadiving.com/training/ask-expert/ask-expert-muck-sticks-tool-or-crutch

The muck stick was invented for diving in muck and serves that purpose well, but it seems to have been adopted by nearly everyone who owns a camera now. When new divers see underwater photographers using muck sticks, they reason that if it’s OK for seasoned pros to use them, then it must be OK for all divers.
The seafloor community is made up of infauna — marine animals that live in the soft bottoms of the seafloor — including most species of shellfish, whose only contact with the seafloor’s surface is via their siphons. Such sea life are the ones that are most likely harmed by muck sticks. The second most affected animals are epifauna, such as crabs and sea stars, which live on the seafloor. These animals are often the ones that photographers are trying to photograph to get a killer shot. I’m afraid that’s exactly what they’re getting — the killer shot.
The main issue I have with muck sticks is that the use of them violates many of the regulations put in place when marine sanctuaries are established. Most marine parks and other protected waters have adopted a no-touch policy of some sort, including Bonaire’s National Marine Park, Egypt’s Red Sea, Cozumel’s Parque Nacional Arrecifes and off North Carolina (the jurisdiction of the Department of Environment and Natural Resources). If you must use a muck stick, then at least use it outside the marine park.
If you’re in an area where its use is not forbidden, then use your tool at your discretion. Play by the rules. Whether you’re exploring Bonaire’s fishy reefs, get- ting in some awesome bottom time in the Red Sea, cruising the wall at Maracaibo in Cozumel, or spearing dinner off the coast of North Carolina, if you decide to ignore the rules and carry a muck stick, it should be considered a premeditated violation of the rules set forth by the folks who are kind enough to share their treasure with us.





Gimana komentar senior2 untuk penggunaan muck stick?? Apa sudah ada dive site/marine park di Indonesia yang menerapkan "no-touch policy" dalam bentuk apapun seperti site2 yang disebutkan di atas?? Mohon pencerahannya. Terima kasih :smile:

_________________
Work Safely, Dive Safely, Live Happily


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 19 posts ]  Go to page 1, 2  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: