It is currently Tue Dec 12, 2017 9:37 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 42 posts ]  Go to page 1, 2, 3  Next
Author Message
 Post subject: Sony RX100 underwater...............imut imut nya nih 20MP
PostPosted: Mon Aug 06, 2012 8:45 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Segede kotak rokok Sampoerna
http://www.youtube.com/watch?v=wX_lcBgY ... r_embedded

Sony RX 100 review..............siake, jadi horny lihat nya ini unit
http://www.imaging-resource.com/PRODS/s ... rx100A.HTM

Housing soon...............

01. RecSea
http://wetpixel.com/i.php/full/recsea-a ... ny-rx-100/
Approx 1 bulan lagi available

02. Nauticam
1 bulan lagi available

Video nya juga mantapzzz :shock:
https://vimeo.com/45682834

Underwater photo dengan di bantu +10 Subsee ( konon ini add on-lens US$500...yikes !! )

Sorry bukan original resolution dan hanya macro. Wide angle soon.

Mau juga ahhhhhh..........
Untuk kamera imut-imut tanpa bisa ganti lensa, this is it lah, yang lain blown away deh.


Have fun......


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Sony RX100 underwater...............imut imut nya nih 20
PostPosted: Mon Aug 06, 2012 9:21 am 
Offline

Joined: Mon Sep 07, 2009 1:33 pm
Posts: 657
Location: Bone, Sulawesi Selatan
mantap pak Surya! jadi tambah banyak pilihan buat yg mau foto UW...


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Aug 06, 2012 5:03 pm 
Offline

Joined: Mon Jun 21, 2010 10:29 pm
Posts: 171
Location: Rotterdam
duh, jadi naksir..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Aug 06, 2012 8:10 pm 
Offline

Joined: Thu Jan 12, 2012 12:46 pm
Posts: 17
Kisaran berapa mbah ?
Buat nyisihin THR :lol:


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Aug 06, 2012 8:46 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Kalo di internet, konon USD630an
JPC dan Bursa belum ada barang, katanya Indo belum masuk resmi.
Di Hong Kong udah beredar.
Paling entar Rp6.1 juta lah, kalo di sama kan ama NEX7 punya harga lokale dan MSRP USA.

Housing Nauticam nya, sekitar US$950an
Eke mau juga koleksi nih kamera kecil gini dan bisa video bagus pulak.
Video bisa 1080 60p loh, bukan 30p atau 60i.........mantapzzzzzz
.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 07, 2012 2:28 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Sep 27, 2008 3:17 pm
Posts: 618
Location: sanur - bali
Harganya hampir 2x lipat canon s100, pantes aja kalo kualitas hasil fotonya lebih bagus :) Cuma saya pikir2 dgn harga segitu buat uw photo apa gak mending oly pen e-pl2 atau nex-5n ya Pak? kualitas hasil dan kemampuan autofocusnya kamera evil ini jauh lbh mumpuni lho.

_________________
dive safely!
guswid


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 07, 2012 3:39 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Diatas kertas spec.nya mengaggumkan,
namun, ada yang sedikit ngeganjel utk UW, yaitu, USB charging (tapi biasanya ada third party china yang bikin), serta manual WB (ini juga kelemahan XZ-1) serta slow fast recycling.
Yang juga belum jelas compatibilitynya dengan WA wetlens, krn 28mm sering bawel masalah vignet.

Pengen tahu lebih lanjut review UW nya, siapa tahu layak utk merogoh kocek lebih dalam lagi untuk menggantikan almarhum XZ-1.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 07, 2012 10:18 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
guswid wrote:
Harganya hampir 2x lipat canon s100, pantes aja kalo kualitas hasil fotonya lebih bagus :) Cuma saya pikir2 dgn harga segitu buat uw photo apa gak mending oly pen e-pl2 atau nex-5n ya Pak? kualitas hasil dan kemampuan autofocusnya kamera evil ini jauh lbh mumpuni lho.



Untuk koleksi neh, imut sebab nya...... :lol:
NEX7 saya udah ada sebagai EVIL nya.
.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 07, 2012 10:21 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
wisnu wrote:
Diatas kertas spec.nya mengaggumkan,
namun, ada yang sedikit ngeganjel utk UW, yaitu, USB charging (tapi biasanya ada third party china yang bikin), serta manual WB (ini juga kelemahan XZ-1) serta slow fast recycling.
Yang juga belum jelas compatibilitynya dengan WA wetlens, krn 28mm sering bawel masalah vignet.

Pengen tahu lebih lanjut review UW nya, siapa tahu layak utk merogoh kocek lebih dalam lagi untuk menggantikan almarhum XZ-1.


Emang USB charging sebel bin kampret. Oly TG-1 saya kayak gitu juga dan dengan harapan ada 3rd party kagak GoPro ku untuk si Sony ini heheheh.

Ini full photo nya, macro doank. Ada pake diopter Subsee +10 ada yang kagak.
http://nauticam.smugmug.com/HousingTest ... &k=HQxpcDZ

Tapi imut imut nya kagak tahan Mas...............eezzzz bica crooottt !! :lol:

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 08, 2012 8:55 am 
Offline

Joined: Thu Feb 16, 2012 1:10 pm
Posts: 68
wisnu wrote:
Diatas kertas spec.nya mengaggumkan,
namun, ada yang sedikit ngeganjel utk UW, yaitu, USB charging (tapi biasanya ada third party china yang bikin), serta manual WB (ini juga kelemahan XZ-1) serta slow fast recycling.
Yang juga belum jelas compatibilitynya dengan WA wetlens, krn 28mm sering bawel masalah vignet.

Pengen tahu lebih lanjut review UW nya, siapa tahu layak utk merogoh kocek lebih dalam lagi untuk menggantikan almarhum XZ-1.


ada link website review kamera untuk UW yg bagus pak?
Thanks


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 08, 2012 10:51 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
wahyu wrote:
wisnu wrote:
Diatas kertas spec.nya mengaggumkan,
namun, ada yang sedikit ngeganjel utk UW, yaitu, USB charging (tapi biasanya ada third party china yang bikin), serta manual WB (ini juga kelemahan XZ-1) serta slow fast recycling.
Yang juga belum jelas compatibilitynya dengan WA wetlens, krn 28mm sering bawel masalah vignet.

Pengen tahu lebih lanjut review UW nya, siapa tahu layak utk merogoh kocek lebih dalam lagi untuk menggantikan almarhum XZ-1.


ada link website review kamera untuk UW yg bagus pak?
Thanks


ada beberapa, http://www.wepixel.com paling populer, terutama review dari yang pro.
Cuma review dari pro kadang ada pesan sponsornya.
di scubaboard juga sering ada yang mengulas.
di forum selam mbah Surya juga sering mengulas dan sharing ilmunya.
Saya sendiri lebih suka review ataupun share dari pemakai umum amatiran, karena buat saya lebih pas mewakili kita-kita yang sekedar hobby dan masih icik-icik.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 08, 2012 4:05 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Ini test di air, kayaknya pake housing prototype RecSea atau Nauticam

http://2fwww.uwphotographyguide.com/sony-rx100-review
Mas Wisnu, OK kah segini macro neh......?
.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 08, 2012 8:24 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Bro Wahyu,

Housing kategori kamera apa ?
P&S atau EVIL atau DLSR ?

EVIL dan DSLR seru kalo banding2-kan sebab control banyak dan rumit buatnya, lalu port bisa di ganti. Bisa di lihat lah filosofi manufaktur sampai dimana mau cari kesempurnaan.

Bagi saya housing aluminum itu bagaikan engineering beauty sebab mechanical nya banyak dan demen pelajarin cara berfikir engineer masing2 merek dan cara mereka berikan solusi mekanikal untuk di jadikan basis operational ergonomic yang baik.

Saya bodoh photo, tapi kalo soal mekanikal saya bisa lihat engineering beauty dan bisa ukur level mau berapa repot housing manufaktur membuat housing untuk kita, demi mudah, enak dan awet di pakai. Karena housing itu sangat mechanical oriented, yang kita bayar adalah bahan, innovasi dan engineering value nya.

Saya banyak belajar soal housing saat mau tentukan D800 iyah atau enggak di beli.
Maka cara pelajari adalah dengan D7000 housing yang semua merek besar ada buat.
Bisa di lihat si merek A B C D, apa filosofi design nya ?

Dengan lebih affordable mesin bubut 5 axis CNC dan 3D measuring system dan CAD saatini, human imagination dan hard work jadi batasan excellence, bukan lagi reputasi merek A B C D tempoe dulu. Saat ini , siapa yang berani beli mesin tercanggih, siap repot testing housing dilapangan, punya brilliant engineer/diver/UW-Photographer....maksudnya bukan hanya engineer tok yang duduk di belakang layar komputer mainkan CAD doank, kudu pinter UW photo juga....bisa lah buat produk luar biasa dengan harga yang sama seperti tempoe dulu. Artinya lebih bang-for-the-buck hari ini beli housing di banding 5-10 tahun yang lalu.

Dalam 5-7 tahun kedepan, akan banyak housing manufaktur lama akan gulung tikar jika tidak bebenah diri. Akan seperti still kamera nanti nya, Eropa dan Amerika di sapu Jepang. Untuk housing high-end akan disapu sama manufaktur Jepang/Asia. Untuk housing low end akan disapu sama China. Maksud saya housing still kamera.

Video housing karena bisa mengandalkan system control by wire kayak Sony Lanc untuk banyak control/function, mechanical ingenuity manufaktur housing untuk pasang tombol/dial/lever trigger nan rumit tidak terlalu nyata seperti DSLR.



Contoh klasik manufaktur yang tidak ikuti perkembangan zaman adalah Ikelite. Dulu ada nama dan cukup bonafit lah, sekarang kayak mainan jika untuk foot print segede SLR dan port harus bisa buka/pasang. Polycarbonate atau plastik apapun, bukan lah material yang bisa terima skrup/bolt stainles steel buka & pasang berkali-kali, saat ganti port. Material hardness nya kurang dan resiko port bisa copot setelah sekian tahun pakai sangat lah tinggi. Semakin berat port nya semakin mudah jebol itu 4 titik pemegang port. Simak sendiri D7000 Ike

http://www.backscatter.com/hostedstore/ ... -6801.70_3
http://www.backscatter.com/hostedstore/ ... -6801.70_5


Tetapi polycarbonate tidak bisa terima system bayonet seperti port merek lain yang pakai aluminum 100%, lagi lagi karena material tidak cocok. Jangankan port yang seberat haram jadah, lensa Nikon mur-mer saya dulu jaman film, ada yang el-cheapo pake bayonet plastic, gompal sudah dalam waktu sekejap.

Lalu soal tombol, Ikelite paling di bawah untuk soal nyaman, accuracy dan ergonomic. Manufaktur ini cari murah production cost, bukan mikirin si user. Housing D7000 nya US$1600 pun bukan lah murah. Untuk engineering yang kita dapati, bahan inferior, system port yang banci, Ike itu sangat overpriced untuk housing DSLR nya.

Jika DSLR kita full frame lalu housing pakai Ikelite, kasian si body FX tersebut sebab no point savings US$1500 di housing untuk body yang mendekati 30-40 juta, contoh D800 dan 5DMk3 atau saat MK2 masih baru dan mahal.

Savings di body bukan hanya soal plastik versus alumunium, tetapi berapa banyak tombol yang ada dan berapa mudah di akses dan tombol yang vital seperti shutter speed, F, dan ISO dan tanpa melepaskan mata dari viewfinder, harus by feel & touch.

Port dan lensa kan mahal, pada akhir harinya, housing jadi tidak lah mahal sebenarnya dalam satu jajaran koleksi lengkap si pemilik. 4 lensa saya untuk D800 sudah lebih mahal dari body nya hampir 1.5x. Port nya ? Ini ono nya ?


Ini pakai mesin CNC jadul, Subal D7000
http://www.backscatter.com/hostedstore/ ... 10nd7000_7

Bedakan kelas machining dengan yang mesin lebih canggih alias lebih modern.
NOTE : BackScatter salah labelkan, ini adalah Nauticam D7000 lama dan bukan 7D. Nauticam yang baru adalah D7000V

Nauticam
http://www.backscatter.com/hostedstore/ ... na-17205_7

Aquatica
http://www.backscatter.com/hostedstore/ ... aq-20068_7

Sea & Sea
http://www.backscatter.com/hostedstore/ ... ss-06157_7


Ini baru bahas kualitas bubut/machining.


Sekarang kita bahas berapa murahan attitude manufaktur soal kurangkan tombol demi irit biaya.

SeaCam D7000
http://wetpixel.com/forums/index.php?showtopic=40966
Nama dan reputasi SeaCam sih top dah, tapi demi ingin pertahankan harga "murah" tombol pun di discount. Per 1 extra tombol = biaya tidak murah. Per 1 trigger lever, lebih mahal lagi. Per 1 dial, lebih mahal lagi. Yang beli ajah ampe kesel tombol kok di discount ha ha ha. Pabrik sih alasan nya gampang, "Less is More"..what a joke. Besok mobil kita harga sama dan ABS di copot, Safety Air bag depan di copot, side airbag di copot untuk supaya "Less is More". Justru biaya biking housing itu banyak mahal di tombol. Yang edan lagi, tengok tombol preview photo zoom in dan zoom out di tiadakan. Kalo lagi macro mau check focus result pake apa ? Jampi Jampi ?

Ini lebih lengkap tombol nya. Subal D7000
http://www.backscatter.com/hostedstore/ ... 10nd7000_3

Sea & Sea D7000 juga lebih lengkap
http://www.backscatter.com/hostedstore/ ... ss-06157_3

Nauticam D7000 juga lebih lengkap. Sudah discountinued dan ada nya D7000V
http://www.backscatter.com/hostedstore/ ... na-17205_3

Nauticam D7000V, photo ke 3 dari atas
http://www.nauticamusa.com/nusa/2011/12 ... 7000v.html

Simak baik baik Subal, Sea & Sea & Nauticam D7000 lama........apa yang kamu lihat ? Ini tiga model tetap pertahankan tombol di housing mereka, ikuti posisi as-is-where-is tombol si Nikon D7000 yg bulat ( multi controller ).
http://www.backscatter.com/hostedstore/ ... kl-25468_4

Simak dengan baik Nauticam D7000V.......itu tombol2 di geser ke kanan supaya jari bisa mainkan tanpa lepaskan pegangan ke grip/handle si housing. Itu pakai link extra dan ada biaya extra.....demi apa ? Demi nyaman di pakai.

Apa sih underwater housing sebenarnya ?
Sebuah pressure vessel untuk kamera kita supaya bisa di bawa menyelam dan sukur sukur semua fungsi bisa di pakai di bawah air dan semua tombol atau control di sesuaikan dengan kenyataan bahwa housing besar pasti ada grip/handle yang akan buat posisi jari jauh dari kamera....maka perlu perubahan posisi control kamera UW dengan yang di darat. Pasang port terbaik dengan kaca terbaik.


Lalu kenapa semua produsen housing akan usahakan tombol shutter di buat di housing pakai trigger lever dan bukan tombol push button ? Karena tekanan air laut pada kedalaman tidak akan berikan banyak effek kepada pergerakan rotasi sebuah trigger lever tetapi akan berikan effek besar kepada tombol push button karena semakin besar luas area si tombol, semakin besar effek tekanan air laut pada kedalaman. Lalu trigger lever juga berfungsi sebagai crow-bar effect alias dongkrak, jarak x force akan menguntungkan si pengguna. Makin dekat si jari user ke axis tengah trigger level, makin berat effort menekan shutter release. Makin jauh jari si user dari axis tengah trigger lever, semakin ringan effort menekan shutter release tetapi akan ada perlu distance tambahan sedikit saat tekan tombol nya, yah extra 1cm paling top lah.

Karena kamera perlu half shutter untuk AE dan AF, maka trigger lever yang presisi sangat penting. Tetapi sebagian DSLR sadar keperluan extra tombol dedicated AF, contoh D800 ada tombol ini :
http://www.backscatter.com/hostedstore/ ... kl-25480_4
Lihat tombol AF-ON di kanan atas, maka di D800 Nauticam ada trigger lever ini untuk AF-ON dan si trigger lever utama shutter release tinggal di tekan full saat subject in-focus tanpa accidental shutter release.

Salah satu hallmark housing bagus beda tipis sama speargun, yaitu trigger harus SANGAT bagus untuk si shutter release, sebab ini kan penting sekali untuk akurasi bidik, focus dan opportunity. Subal konon terkenal enaknya trigger shutter release nya, dan saat ini Nauticam punya sama baik jika tidak lebih baik dari Subal. Bagi saya yang biasa setel trigger speargun dengan beban karet 250kg dan memang suka trigger presisi di senjata, maka engineering trigger itu ada daya tarik tersendiri.


Kita lanjuti bahas bego/malas atau kreatif nya designer housing.

Sea & Sea D7000 mau ganti port ? Keluarkan obeng euy. Keluarkan kamera dari housing dan lakukan alignment ulang total. Turun 65% ke bagian bawah review ini
http://wetpixel.com/i.php/full/wetpixel ... review/P4/

Aquatica, Subal dan Nauticam tidak perlu keluarkan kamera dari housing dan pakai obeng pulak jika ganti port dan lensa. Ada lens release button pulak di sebagian housing ini atau port cukup besar untu jari tekan lens release.


Sekarang siapa yang murahan pakai housing lock nya.

Ini yang saya sebut tool-box lock. Ingat jaman dulu pake housing video jadul, kalo kagak di barengin ngunci nya lock ginian, geser lah back door nya dan belum lagi jari ke jepit hahahah.
http://www.backscatter.com/hostedstore/ ... aq-20068_3

http://www.backscatter.com/hostedstore/ ... ss-06157_3

Nauticam lama, yang 7D juga pake lock jelek ini
http://www.backscatter.com/hostedstore/ ... na-17301_3

Kalo ini lock yang bermodal 1 skrup sebagai fasterner dan di screwed down ke polycarbonate pulak, ini disaster waiting to happen
http://www.backscatter.com/hostedstore/ ... -6871.02_3


Ini lock yang bagus.......
http://www.backscatter.com/hostedstore/ ... 10nd7000_3

http://wetpixel.com/forums/index.php?showtopic=40966

http://www.backscatter.com/hostedstore/ ... na-17205_4

Perhatikan posisi duo-lock si Subal, SeaCam dan Nauticam D7000 lama, sekilas apa yang beda ? Yang beda adalah, Subal dan SeaCam cari posisi gampang, si Nauticam bela bela in posisi lock kiri lebih tinggi dari posisi lock kanan. Kenapa kok Nauticam buat begitu ? Karena saat hanya pakai 2 kunci, tekanan harus rata 50/50 antara dua lock ini dan housing kamera karena ada jendolan atas untul pop-up flash, tidak lah rectangle sempurna dan posisi lock di tengak bukanlah tengah sempurna secara compression ke o-ring nya. Ini prinsip fastener yang semua cylinder head mesin akan ikuti, yaitu equal pressure. Karena housing bisa 100 meter atau 11 ATM atau hampir 11 BAR, yang paham engineering akan buat posisi lock nya seperti Nauticam. Simple sih perbedaanya tetapi ini adalah indikasi bahwa ada engineer yang akan bela mati perfection dan ada yang bela mati cost cutting.


Pernah coba masukin DSLR ke housing dan focus atau zoom gear kudu di matching antara yang di lensa dan yang di housing ? Jika gearing mau presisi, so pasti tolerance nya paling 1mm antara gigi kawin ama gigi. Jadi masukin kamera dan pakai gearing dilensa, perlu hati hati biar kagak tabrakan di gigi dan jadilah kamera tidak center line. Apa solusi nya manufaktur yang mau repot ? Yah bikin retractable gear system lah. Maka nya Nauticam D7000V di introduce karena beda nyata antara D7000 dan yang V adalah :
1 - HDMI output bulkhead untuk video
2 - Relokasi tombol di belakang kamera untuk si multi controller bulat supaya lebih ke kanan dan dekat ama jari.
3 - Ganti focus/zoom knob system di housing dengan yang bisa mundur maju supaya masukin DLSR mudah dan gear kagak kejedot melulu.

Di Subal D7000 system retractable gear nya juga ada, di labelkan MF/AF. Saat MF, gear maju dan kawin ama gear lensa, saat AF gear mundur dan gigi kagak kawin lagi.


Lalu pertimbangkan housing manufaktur rela kagak bikinkan port adaptor supaya bisa pake merek port lain ? Ini bagi yang udah punya koleksi port supaya tidak mubazir. Nauticam rela kehilangan port sales nya dan buat banyak port adapter, merek lain banyak yang mau monopoli sales portnya.


Saya walaupun kagak gila UW photo, cuma demen video doank, saya saat pelajari produk akan rela pelajari secara detail. Dan benar kata Mas Wisnu, review di Wetpixel banyak pesan sponsor....ha ha ha. Tetapi di Wetpixel banyak tombol di jelaskan fungsi nya. Coba lihat ini User Manual D7000 Subal,
http://www.subal.com/images/pdf/bedienu ... 7000_e.pdf
User Manual apa ginian ? Info tipis banget, yang mau shopping around pun jadi susah mau pelajari si housing.

Aquatica punya User Manual cukup bagus
http://www.aquatica.ca/en/manuals/d7000 ... ctions.pdf

D7000V
http://www.nauticam.com/images/product/p_140.pdf

Sorry User Manual lain kagak bisa di download, kudu beli housing nya hahaha.
http://www.seaandsea.com/usermanuals.htm ( ini error )

SeaCam punya User Manual kagak nemu neh.


Jadi selain baca review, pakai lah power of observation kita, ini kan semua mekanikal, bisa lah di pelajari via photo, minimal tidak meleset jauh.

Dengan banyak nya ber-edar photo dan data di Internet, cek sini sono lebih mudah sekarang.

Happy shopping buat Bro Wahyu yah............

........

_________________
Used to be dumb but no more....


Last edited by Surya Prihadi on Thu Aug 09, 2012 1:58 pm, edited 1 time in total.

Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Aug 09, 2012 11:00 am 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
baca petuah mbah surya diatas ini saya jadi inget dome port ikelite saya yang mental saat safety stop.. bablas sudah 5d mark 1 + fisheye 15mm *hiks*

jujur dari awal saya ndak sreg dengan desain port locking ikelite yang memang terlihat ringkih. seperti kata pepatah: "sesuatu yang terlihat jelek, ya memang mungkin benar-benar jelek.."

balik ke rules underwater photography: "anda harus punya selera humor yang (sangat) tinggi" artinya kita harus siap dengan apa yang kita bayarkan. waktu pas kejadian kadang kepikiran, coba ya saya nambah ekstra 2-3 juta ambil housing yang kelasnya lebih diatas, mungkin kejadian ini ndak terjadi.

ini baru aja juga kejadian temen baik yang sedang ke alor, tiba-tiba tombol di housingnya bermasalah & ndak bisa dipake motret. buyar sudah kesenangan dive trip.. udah jauh-jauh pergi kamera cuman nongkrong di kamar. tapi dunia memang ndak adil, ada temen yang 15 thn pake ikelite & ndak pernah ada masalah *hiks*

_________________
BanyuBiru Explorer Indonesia - Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | Dive Training & EFR Training | Halcyon Dive Systems Dealer | DAN Asia Pacific Supporter | W: www.banyubiru.org | F: Banyu Biru Explorers | T: @banyubiru_xplor


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Aug 09, 2012 2:31 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Surya Prihadi wrote:
Ini test di air, kayaknya pake housing prototype RecSea atau Nauticam

http://2fwww.uwphotographyguide.com/sony-rx100-review
Mas Wisnu, OK kah segini macro neh......?
.


Review yang bagus – meskipun si Scott jualan, reviewnya dia cukup fair dan edukatif.
Menurut saya, kalau kita cuma expect di macro, kamera ini bukan the best value. Macro nya bagus tapi nggak terlalu istimewa.
Saya pribadi nggak terlalu impressive dengan crop 100% - coba bandingkan dengan kamera agak jadul (Canon S90) di trip report saya – yang di crop 100% juga kok nggak banyak beda. Tapi tentunya crop 100% dari 20MP memiliki magnification yang jauh lebih besar dibanding S90 yang 10MP. Jadi buat yang suka main croping2an akan sangat membantu.
Nah yang ternnyata lebih impressive adalah di WA nya, tentunya di combine dengan wet lens WA yang pas – dan Dyron fisheye sama sekali tidak murah.
So, kalau mau merogoh kocek lebih dalam maka kamera ini merupakan pilihan yang menarik untuk mereka yang ingin motret pigmy sea horse sekaligus whale shark sekali diving – yang tidak mungkin dilakukan oleh kamera DSLR maupun EVIL manapun.
yang pasti - Sony lebih cerdas dibanding Canon dengan G1X nya.


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 42 posts ]  Go to page 1, 2, 3  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: Bing [Bot] and 3 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: