It is currently Wed Oct 18, 2017 7:41 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 23 posts ]  Go to page Previous  1, 2
Author Message
 Post subject:
PostPosted: Wed May 05, 2010 2:52 pm 
Offline

Joined: Mon May 18, 2009 4:53 pm
Posts: 61
Location: Jakarta, Indonesia
rendra wrote:
Solo diving... hmmm...

just double all the preparations lah... 8)

- use double tank with separator manifold
- use two sets of regulators
- use double bladder BCD
- bring double mask
- bring double bottom timer

make everything double! ribet kan?? Mending ajak buddy deh :D


Tambah lagi senter ada 3, 1 primary, 2 backup.
kalau double, jet fin bawa 2 set donk... wkakakkakaka

Sayangnya otak, kaki, tangan, cuma ada 1 set. Maka itu solo diving tidak di encouranged.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed May 05, 2010 2:52 pm 
Offline

Joined: Mon May 18, 2009 4:53 pm
Posts: 61
Location: Jakarta, Indonesia
hantulaut wrote:
rendra wrote:
Solo diving... hmmm...

just double all the preparations lah... 8)

- use double tank with separator manifold
- use two sets of regulators
- use double bladder BCD
- bring double mask
- bring double bottom timer

make everything double! ribet kan?? Mending ajak buddy deh :D


hehehe.. ini mah udah diving dengan preparasi technical dive nih..

@om rendra: di IANTD ada jargon "consider all your dive as a solo dive", kalo gw gak salah di GUE juga gitu ya? mohon pencerahan


GUE sih frown upon solo diving.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed May 05, 2010 2:57 pm 
Offline

Joined: Mon May 18, 2009 4:53 pm
Posts: 61
Location: Jakarta, Indonesia
idealnya sih tiap diving harus ada buddy. Tapi apa yang Rendra sebut, sering kali didalem praktek tidak bisa begitu.

Kalau recreational tidak terlalu ketat ya masalah buddy. Kalau techie kan di haruskan sedeket mungkin. Tapi bayangkan, 1 photographer, 1 non-photographer. Masa non-photographer hover disamping photographer melolo.

Jadi menurut ane, kalau di indo, harus bend the rules dah, ga bisa terlalu paten.

Back to the topic solo diving, ya boleh aja sih, kalau masih bujangan. wkakakak

Fact: solo diver is riskier than kalau ada buddy.

Walauupun buddy qualification under kita, tetap kalau dia tidak bisa tolong, seengga2nya kita bisa samperin dia, and kita take over ascend procudure.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed May 05, 2010 3:11 pm 
Offline
User avatar

Joined: Mon Sep 28, 2009 7:47 pm
Posts: 75
saya pernah baca buku tentang technical wreck diver di amerika sana,jadi tuh diver untuk masang tali referensi ke wrecknya dia nyebur sendiri ke kedalaman sekitar 180 ft..n dalam eksplorasinya mereka pisah2 juga,yg satu ada yg penetrasi wrecknya n lain melakukan tugasnya masing2..untuk peralatannya pun udah yg standar technical dive pake double tank + manifold sama spare peralatan2 lain yg udah di sebutin om rendra......kayanya untuk solo dive mesti yg jam terbang tinggi ya...kalo untuk pemula kaya sih mending ga usah coba2 kali ya... :D


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed May 12, 2010 12:21 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Temens,

Saya pribadi sih kurang sepaham tentang 'bending the rules' about buddy system dalam recreational diving. Playing against all odds, and yet the odds does happens :)

Kalau diambil underwater photography sebagai perumpamaan, secara ekstrim memang seakan-akan yang satu motret, yang satu bengong. Namun demikian, karena peranan buddy tergolong vital khususnya bagi recreational diver, maka salah satu unsur paling utama dalam dive planning ini harus dipersiapkan benar2. Dalam hal u/w photography, the best way mungkin harus ambil buddy profesional/ komersial, misalnya dari dive center setempat.

Sebagai analogi saja, dalam technical diving boleh dibilang semua preparation adalah 4 kali lipat. Yet, buddy tetap somebody yang ultimately harus hadir. Kalau diambil contoh pemasangan reference line dilakukan secara solo, tidak berarti disana tidak ada standby diver yang siap nyusul any time there is trouble. Dan ingat, preparation sudah 4 kali lipat (minimum). Nah, dalam recreational diving, boleh dibilang persiapan not even dua kali lipat. Disini odd-ball nya. Still wanna go solo this way is fine (of course if your family can understand this. Kalau kita pribadi sih mungkin so passionate about the underwater realm and perhaps also to die while diving, submerged. But normally this is not the case with our family)... :D

Well, anyway, seorang certified diver mengetahui segala risiko yang mungkin dihadapinya. Apakah risiko itu bisa diantisipasi atau tidak, you will never know until it happened. Even seorang Dive Professional seperti Dive Master or Instructor, udah nggak berhak mengatur apa yang mau dilakukan oleh seorang certified recreational diver. The only thing we can do is just to remind them in anticipation of the risks associated with diving. Just to remind... nothing more... :)

Dive safely buddies! Silahkan coba renungkan doa saya setiap kali diving:
* God, let there be one more bar for me to inhale while I'm down here, so I can still see my daughter... *

Cheers,
Rendra

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed May 12, 2010 3:04 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
rendra wrote:
Sebagai analogi saja, dalam technical diving boleh dibilang semua preparation adalah 4 kali lipat. Yet, buddy tetap somebody yang ultimately harus hadir. Kalau diambil contoh pemasangan reference line dilakukan secara solo, tidak berarti disana tidak ada standby diver yang siap nyusul any time there is trouble. Dan ingat, preparation sudah 4 kali lipat (minimum). Nah, dalam recreational diving, boleh dibilang persiapan not even dua kali lipat. Disini odd-ball nya. Still wanna go solo this way is fine (of course if your family can understand this. Kalau kita pribadi sih mungkin so passionate about the underwater realm and perhaps also to die while diving, submerged. But normally this is not the case with our family)... :D


sayah setuju dengan om rendra. amat sangat beda jika kita analogikan antara recreational dengan technical. levelnya sudah di 'bahasa' yang sama sekali lain. di technical diving seorang diver sah-sah aja turun sampe ke 300meter/1000feet lebih dengan open circuit (terakhir kalo gak salah bahkan tembus 340meter) secara SOLO (!)

hanya saja karena preferensi di technical diving amatlah beragam, maka di setiap penyelaman diver tech dianggap harus 'mandiri'. sebagai contoh: jika diver A turun ke 72m dengan bottom time 20 menit dengan trimix 15/55 dan deco stage 40% O2 & 100% O2 tentu dive plan nya beda dengan diver B yang turun ke kedalaman & bottom time yang sama dengan trimix 18/35 dan deco stage yang sama. disini berarti jika terjadi apa2 pada diver A (misalnya kehabisan udara), maka diver B sulit untuk menolong karena perbedaan mix pada udara yang dipakai. sudah pasti decompression plan kedua diver bisa kacau balau jika dipaksakan untuk saling menolong. ini artinya resiko keduanya untuk kena DCS akan besar sekali.

itu tadi contoh ekstrim nya.. amit-amit deh..

rendra wrote:
Well, anyway, seorang certified diver mengetahui segala risiko yang mungkin dihadapinya. Apakah risiko itu bisa diantisipasi atau tidak, you will never know until it happened. Even seorang Dive Professional seperti Dive Master or Instructor, udah nggak berhak mengatur apa yang mau dilakukan oleh seorang certified recreational diver. The only thing we can do is just to remind them in anticipation of the risks associated with diving. Just to remind... nothing more... :)


yak setuju lagih.. ketika seorang diver telah certified, artinya dia sudah paham betul akan resiko dari kegiatan ini & dianggap telah punya skill untuk menangani resiko yang mungkin timbul. makanya ketika dive course jadilah murid yang cerewet. tanya sampe capek & sampai betul-betul mengerti. instruktur juga gak boleh males ngajarin sampe detail - your name is stamped in the card, right?

gak usah bicara solo dive deh.. saya sendiri sering lihat praktek 'touchdown' ke kedalaman tertentu hanya untuk personal record. bahkan kadang dengan bangga hal tersebut dipajang di facebook. single tank & 60 m deep doesn't make me impressed! it's pure stupidity.. tapi mau bilang apa, wong dia udah certified diver. toh kalo sampe kenapa-kenapa itu juga urusan dia. boro-boro bakal dapet warisan toh?


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed May 12, 2010 5:09 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jun 14, 2006 10:07 am
Posts: 446
Location: Market
Quote:
rendra wrote:
Well, anyway, seorang certified diver mengetahui segala risiko yang mungkin dihadapinya. Apakah risiko itu bisa diantisipasi atau tidak, you will never know until it happened. Even seorang Dive Professional seperti Dive Master or Instructor, udah nggak berhak mengatur apa yang mau dilakukan oleh seorang certified recreational diver. The only thing we can do is just to remind them in anticipation of the risks associated with diving. Just to remind... nothing more... :)


yak setuju lagih.. ketika seorang diver telah certified, artinya dia sudah paham betul akan resiko dari kegiatan ini & dianggap telah punya skill untuk menangani resiko yang mungkin timbul. makanya ketika dive course jadilah murid yang cerewet. tanya sampe capek & sampai betul-betul mengerti. instruktur juga gak boleh males ngajarin sampe detail - your name is stamped in the card, right?

gak usah bicara solo dive deh.. saya sendiri sering lihat praktek 'touchdown' ke kedalaman tertentu hanya untuk personal record. bahkan kadang dengan bangga hal tersebut dipajang di facebook. single tank & 60 m deep doesn't make me impressed! it's pure stupidity.. tapi mau bilang apa, wong dia udah certified diver. toh kalo sampe kenapa-kenapa itu juga urusan dia. boro-boro bakal dapet warisan toh?


Well done explanation bung hantu laut! setuju banget it's pure stupidity if a diver wish to break his/her personal record by going deeper (below 40m) by AIR or without any training!

Saya juga personally agree, a certified diver do their dive at his/her own risk and after the training he/she should know the limit. Tapi kenapa apabila ada kejadian (s**t happens) selalu yang disalahkan atau dipermasalahkan adalah si instructor/guide/dive centernya? memang ada banyak variable karena yang tahu adalah yang mengalami.

Apakah liability release saja tidak cukup?

* Mohon thread ini tidak diflame karena ada kejadian kecelakaan belakangan ini. Karena thread ini for pure educational purpose and experience sharing only.

_________________
People got to see this www.sharkwater.com !!!


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed May 12, 2010 8:11 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Sep 27, 2008 3:17 pm
Posts: 618
Location: sanur - bali
duh...pada serius pisan euy :lol:

Maaf lho...saya bukan mau ngeflame, cuma mau mengagumi avatar barunya mas Ari :lol:


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 23 posts ]  Go to page Previous  1, 2

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: