It is currently Tue Oct 17, 2017 6:39 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 28 posts ]  Go to page Previous  1, 2
Author Message
 Post subject:
PostPosted: Fri Jun 05, 2009 12:04 pm 
Offline

Joined: Fri May 29, 2009 10:32 am
Posts: 117
mildseven wrote:
Tergantung ikan ape dulu...shark fin, turtle prohibited...alasannya kesian..hehe

Kerapu makaaaan..apalagi kalau di tim tausi..hmmmm...kuwe kalau bakar mantaap tuuu..apalagi pake cabe ala bali...

lobster dibatasi karena takut kolesterol..hehehe


Hahaha bisa aja nih mildseven, mendingan buka resto sea food aja kayaknya hapal banget makanan seafood yg enak2 hahaha.......


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Jun 05, 2009 12:08 pm 
Offline

Joined: Fri May 29, 2009 10:32 am
Posts: 117
guswid wrote:

Hahaha...kl masalahnya cuma mau makan ikan laut aja sih ngapain mst berburu segala mas? Wong masing2 udh ada bagiannya, biarlah para nelayan yg nangkepin ikan, kita sih jd konsumen aja, gak usah ikut repot berburu buat nangkep ikannya. Yang penting gimana kita selektif dlm memilih ikan apa yg kita makan. Sekali lg, kl gak ada demand/permintaan, otomatis lama2 jenis penangkapannya jg dibatasi/dikurangi. Nembak sendiri ikan bukanlah cara mengatasi masalah (dan gak akan menghentikan) eksploitasi ikan oleh nelayan.

Apa mas ini belajar diving utk nangkepin ikan? Kl saya sih utk menikmati keindahan alam bawah air aja. Tp kl kita diving terus nembak ikan, saya pikir tujuannya gak murni hanya utk makan, tp pst ada unsur hiburannya, ya kan? Kecuali mas ini memang profesinya nelayan, ya silahkan aja belajar diving buat nangkepin ikan (tapi selektif ya) :D


Kalo unsur hiburan sih pasti ada mas, kecuali kalo saya terdampar di pulau, pasti tujuannya untuk bertahan hidup......
Saya sih belajar diving so pasti alasan pertamanya adalah untuk menikmati alam lain (bawah laut), spearfishing sih cuma selingan doang........seperti kata mas Guswid, yg penting SELEKTIF kan, jangan cuma asal mentingin hiburan, semuanya ditembakin, yg dimakan cuma 1, sisanya dibuang, itu sih saya jg ga setuju......

BTW Mas Guswid fotonya bagus2, foto U/W nya mana nih? ditunggu yaaaaaaaa


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Jun 05, 2009 8:48 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Jan 27, 2007 6:53 pm
Posts: 1379
Location: Sanur - Bali
Waahh.. jadi seru nih berbincangannya... spear fishing sih boleh2 saja asal selective dan bertanggung jawab seperti apa yg di katakan GusWid, dan tidak dilakukan dengan menggunakan scuba, kalau dengan scuba itu bukan spearfishing tapi eksekusi...,ini yg udah tidak di rekomen dan telah di hapus dengan pertimbangan konservasi

Kalau mo spearfishing ya free diving, itu baru namanya berburu..hehhee

:lol: :lol:

_________________
Instructor & Trips Organizer
Bali Marine Diving, Dive for Bali & Beyond
CP : Nicky/WA 08123891254/08123808808
Web : http://www.balimarinediving.com
FB : http://www.facebook.com/balimarinedive
IG : @balimarinedive
Twit : @balimarinedive


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Jun 05, 2009 11:57 pm 
Offline

Joined: Fri May 29, 2009 10:32 am
Posts: 117
Kalau gitu mendingan mas bang Mola, spearfishing sambil freediving tp just for fun, nembak sebanyak2nya cuma buat hiburan semata dan memenuhi semangat berburu, atau speafishing sambil scuba tapi selective?


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Jun 06, 2009 10:14 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Jan 27, 2007 6:53 pm
Posts: 1379
Location: Sanur - Bali
Milkygendut wrote:
Kalau gitu mendingan mas bang Mola, spearfishing sambil freediving tp just for fun, nembak sebanyak2nya cuma buat hiburan semata dan memenuhi semangat berburu, atau speafishing sambil scuba tapi selective?


Hehehe, dimana-mana orang yg spearfishing pastinya free diving, kecuali yg nakal baru pake scuba...
Kalau di tempat aku, jika ada yg mau spearfishing harus freediving, tapi kalau mau pake scuba ya aku biasanya tolak.. :lol: :lol:

_________________
Instructor & Trips Organizer
Bali Marine Diving, Dive for Bali & Beyond
CP : Nicky/WA 08123891254/08123808808
Web : http://www.balimarinediving.com
FB : http://www.facebook.com/balimarinedive
IG : @balimarinedive
Twit : @balimarinedive


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 05, 2009 3:51 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
mohon ijin untuk menengahi:

ada 2 kategori dalam metoda melakukan spearfishing

1. dengan freediving
dilakukan karena ikan tidak kabur akibat bunyi gelembung. lebih menantang karena kita juga harus punya skill dalam melakukan freediving. hanya bisa dilakukan di visibility yang jernih & tidak ada arus.

2. dengan scuba gear
dilakukan karena kondisi visibility air yang keruh & arus yang kencang. cari mati kalo mau nekat freediving. biasanya rekan-rekan seapearl (Surya cs) spearfishing di daerah Jawa Barat dengan metoda ini karena memang hanya bisa dilakukan dengan scuba.

spearfishing tidak ramah lingkungan?

menurut saya ini pendapat sepihak. sekarang saya tanya, apakah memancing adalah kegiatan yang ramah lingkungan? memancing tidak bisa memilih ikan & tidak semua ikan bisa di "tag & release". ada beberapa ikan seperti tuna akan mati jika dipancing.

spearfishing (jika dilakukan dengan bertanggung jawab) hanya memilih ikan yang sesuai dengan kategori spearfishing. gak ada hunter yang nembak mola-mola misalnya. mereka memilih ikan yang biasa ditangkap seperti ikan kuwe & tuna. jangan sebut spearfisher sebagai kegiatan yang jahat kalau anda masih makan ikan & daging (ayam, sapi, kambing, kelinci dsb) kalaupun anda vegetarian, ya sudahlah.. anda memang bukan manusia *hehehe.. becanda*

pelihara ikan di akuarium? ini menurut saya lebih jahat karena sangat egois. ikan di akuarium dipastikan akan mati dalam jangka paling lama 1 tahun.

semoga bisa jadi bahan diskusi.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 05, 2009 5:39 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jun 14, 2006 10:07 am
Posts: 446
Location: Market
hantulaut wrote:
mohon ijin untuk menengahi:

ada 2 kategori dalam metoda melakukan spearfishing

1. dengan freediving
dilakukan karena ikan tidak kabur akibat bunyi gelembung. lebih menantang karena kita juga harus punya skill dalam melakukan freediving. hanya bisa dilakukan di visibility yang jernih & tidak ada arus.

2. dengan scuba gear
dilakukan karena kondisi visibility air yang keruh & arus yang kencang. cari mati kalo mau nekat freediving. biasanya rekan-rekan seapearl (Surya cs) spearfishing di daerah Jawa Barat dengan metoda ini karena memang hanya bisa dilakukan dengan scuba.

spearfishing tidak ramah lingkungan?

menurut saya ini pendapat sepihak. sekarang saya tanya, apakah memancing adalah kegiatan yang ramah lingkungan? memancing tidak bisa memilih ikan & tidak semua ikan bisa di "tag & release". ada beberapa ikan seperti tuna akan mati jika dipancing.

spearfishing (jika dilakukan dengan bertanggung jawab) hanya memilih ikan yang sesuai dengan kategori spearfishing. gak ada hunter yang nembak mola-mola misalnya. mereka memilih ikan yang biasa ditangkap seperti ikan kuwe & tuna. jangan sebut spearfisher sebagai kegiatan yang jahat kalau anda masih makan ikan & daging (ayam, sapi, kambing, kelinci dsb) kalaupun anda vegetarian, ya sudahlah.. anda memang bukan manusia *hehehe.. becanda*

pelihara ikan di akuarium? ini menurut saya lebih jahat karena sangat egois. ikan di akuarium dipastikan akan mati dalam jangka paling lama 1 tahun.

semoga bisa jadi bahan diskusi.


Setuju dengan bung bayu..karena memang disini (Indonesia) masih belum jelas peraturan spearfishing dan lain2...jadi untuk mengadaptasikan spearfishing bisa pakai scuba..

Kecuali peraturan untuk spearfishing jelas...daerah mana aja yang bisa dan relative aman, baru spearfishing secara freedive bisa diterapkan secara saklek..

Kalau untuk ramah lingkungan...hmm tergantung juga..asal jangan angel fish atau ikan hias di hajar...buat apa juga, dan bukan sportnya kalau main asal bunuh...

Waktu itu ada diskusi spearfishing merusak karang...tapi yang jadi pertanyaan bagaimana kalau seorang diver yang baru dapat license, apakah dia langsung bisa neutral buoyancy? gw rasa pasti ada adjustment, bagaimana kalau adjustment kena karang...toh sama juga..tapi bukan berarti spearo rata2 merusak karang yah..karena spearo yg pengalaman pasti bisa merapikan speargunnya secara neutral setelah dia nembak..justru disini seninya juga..hehehe

_________________
People got to see this www.sharkwater.com !!!


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Aug 06, 2009 3:46 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
mildseven wrote:
Kecuali peraturan untuk spearfishing jelas...daerah mana aja yang bisa dan relative aman, baru spearfishing secara freedive bisa diterapkan secara saklek..

Kalau untuk ramah lingkungan...hmm tergantung juga..asal jangan angel fish atau ikan hias di hajar...buat apa juga, dan bukan sportnya kalau main asal bunuh...

Waktu itu ada diskusi spearfishing merusak karang...tapi yang jadi pertanyaan bagaimana kalau seorang diver yang baru dapat license, apakah dia langsung bisa neutral buoyancy? gw rasa pasti ada adjustment, bagaimana kalau adjustment kena karang...toh sama juga..tapi bukan berarti spearo rata2 merusak karang yah..karena spearo yg pengalaman pasti bisa merapikan speargunnya secara neutral setelah dia nembak..justru disini seninya juga..hehehe


Bener banget mas Mildseven.. Inilah hebatnya orang-orang kita, belum tau banyak tapi berani komentar & menyalahkan. Spearfisher nasibnya sama seperti pemburu (field hunter) Saya dulunya adalah salah seorang yang anti dengan field hunter karena saya anggap mereka biadab & tidak peduli lingkungan.

Ternyata saya salah besar. Setelah saya tau lebih banyak & diajak beberapa kali pergi dengan beberapa komunitas yang berbeda, saya akhirnya harus bilang bahwa pemburu tidaklah berbeda dengan pecinta alam lainnya. Mereka justru menjaga lokasi berburu dengan baik demi kelangsungan hobi berburu mereka. Kasarnya jika babi hutan habis, mereka mau berburu apa? Atas dasar ini mereka melakuka preservasi yang sangat baik & terawasi.

Karena mereka membunuh binatang lalu disebut biadab? Ini juga salah besar. Mereka hanya memburu (atau hanya diijinkan) untuk berburu babi hutan. Apakah babi hutan yang menghancurkan ladang petani di pedalaman sampai bersih tuntas tidak boleh dibilang biadab? Saya lihat dengan mata kepala sendiri ada satu desa yang hampir kelaparan karena ladangnya dihabisi oleh babi hutan.

Balik ke masalah spearfishing. Seperti yang mildseven bilang, untuk bawa speargun siapapun yang punya uang bisa melakukannya. Mau nembak apapun dia bisa (termasuk nembak orang/kucing). Sayangnya nasib spearfisher belum seberuntung field hunter yang sudah punya tata tertib yang diatur oleh Perbakin. Aturan main mereka jelas & sangsinya tegas. Walhasil para spearfisher harus kembali ke diri masing-masing.

Jangan salah, kita sebagai sesama spearfisher saling mengenal satu sama lain dengan baik. Sekali kita berlaku ngasal, bakal habis reputasi kita. Istilahnya, bakal dicoret dari elite team sebagai spearfisher sejati.

Saya sendiri mengerti kenapa masih banyak orang yang mencela spearfishing karena belum banyak mengetahui lebih dalam lagi. Sama seperti jika saya beranggapan bahwa memancing itu juga jahat. Sama seperti jika kelompok vegetarian menganggap orang yang makan daging itu bar-bar.

Mari ah dilanjut diskusinya, maaf kalo kepanjangan ya nulisnya.

Salam,
bayu


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Aug 06, 2009 4:47 pm 
Offline

Joined: Thu Jul 26, 2007 8:19 am
Posts: 239
kalo ngomong soal Spear Fishing, ada sedikit cerita dari Laut Lampung.
yg pasti laut lampung adalah salah satu saksi nyata...
dulu laut lampung ini, thn 1980an banyak sekali dengan lobsternya.
namun, era 1990an
banyak sekali divers2 yg membawa spear gun
Saya ada beberapa kali diving dengan mereka. Kelalukan para divers itu adalah memburu lobster dgn cara menggunakan spear gun tersebut.
Jadi sang lobster di di dekati oleh si divers, sampai jarak nya kurang lebih hanya 50cm,
baru di tembak pake spears gun nya (ya jelas aja KENA... anak kecil juga bisa)

Semua di bantai habis... akibatnya, sekarang di laut lampung, lobster adalah barang yg sangat Langkah.

Jujur ngomong saya kalo diving di Lampung, trus liat ada divers yg bawa spear gun, udah sebel dulu liat nya. (biasanya diver2 tersebut udah pada tua, umur2nya di atas 50an)
gak ada yg bisa nasehatin mereka.
Pengen rasa nya, di tangah laut, tuh spear gun, di lempar aja ke laut yg paling dalem







:D

_________________
I'm a newbie


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Aug 06, 2009 9:55 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Sep 27, 2008 3:17 pm
Posts: 618
Location: sanur - bali
hantulaut wrote:
Bener banget mas Mildseven.. Inilah hebatnya orang-orang kita, belum tau banyak tapi berani komentar & menyalahkan. Spearfisher nasibnya sama seperti pemburu (field hunter) Saya dulunya adalah salah seorang yang anti dengan field hunter karena saya anggap mereka biadab & tidak peduli lingkungan.

Ternyata saya salah besar. Setelah saya tau lebih banyak & diajak beberapa kali pergi dengan beberapa komunitas yang berbeda, saya akhirnya harus bilang bahwa pemburu tidaklah berbeda dengan pecinta alam lainnya. Mereka justru menjaga lokasi berburu dengan baik demi kelangsungan hobi berburu mereka. Kasarnya jika babi hutan habis, mereka mau berburu apa? Atas dasar ini mereka melakuka preservasi yang sangat baik & terawasi.

Karena mereka membunuh binatang lalu disebut biadab? Ini juga salah besar. Mereka hanya memburu (atau hanya diijinkan) untuk berburu babi hutan. Apakah babi hutan yang menghancurkan ladang petani di pedalaman sampai bersih tuntas tidak boleh dibilang biadab? Saya lihat dengan mata kepala sendiri ada satu desa yang hampir kelaparan karena ladangnya dihabisi oleh babi hutan.


Kalo utk kasus berburu babi hutan saya sih menilainya selama itu bertujuan utk mengontrol jumlah populasi sih masih sah2 aja, jelas disini bermaksud menjaga kelestarian alam/rantai makanan di alam. Tapi kl pelestariannya bertujuan utk "menjaga kelangsungan hobi berburu mereka" sih sama aja bohong atuh mas, karena yg dikedepankan disini adalah hobi berburunya (membunuh demi kepuasan pribadi).

Lalu, apa pemburu itu cuma segelintir orang yg memiliki ijin? Saya yakin msh banyak orang lainnya yg tdk punya ijin tapi suka berburu, dan tentunya bukan hanya babi hutan buruannya.

Kalo soal ladang dihabisi babi hutan, atau pun gajah, atau ternak penduduk dimakan macan/harimau, atau bahkan penduduk desa yg diserang macan, saya sih gak akan menyalahkan binatang2 tsb. Jelas2 manusia yg menyerobot habitat tmpt tinggal & berburu mereka, jd gak salah kalo mereka terpaksa mencari makan disana. Saya yakin, hewan2 itu jg melakukannya krn tidak punya pilihan lain. Apa orang2 itu peduli pd mereka? boro2...

hantulaut wrote:
Balik ke masalah spearfishing. Seperti yang mildseven bilang, untuk bawa speargun siapapun yang punya uang bisa melakukannya. Mau nembak apapun dia bisa (termasuk nembak orang/kucing). Sayangnya nasib spearfisher belum seberuntung field hunter yang sudah punya tata tertib yang diatur oleh Perbakin. Aturan main mereka jelas & sangsinya tegas. Walhasil para spearfisher harus kembali ke diri masing-masing.

Jangan salah, kita sebagai sesama spearfisher saling mengenal satu sama lain dengan baik. Sekali kita berlaku ngasal, bakal habis reputasi kita. Istilahnya, bakal dicoret dari elite team sebagai spearfisher sejati.

Saya sendiri mengerti kenapa masih banyak orang yang mencela spearfishing karena belum banyak mengetahui lebih dalam lagi. Sama seperti jika saya beranggapan bahwa memancing itu juga jahat. Sama seperti jika kelompok vegetarian menganggap orang yang makan daging itu bar-bar.


Kalo menurut saya sih mas, apapun itu, hunter, spearfisher maupun pemancing sama2 gak bener apabila mereka melakukan aktifitas tsb dgn tujuan utama kesenangan/kepuasan pribadi semata. Tapi apabila kegiatan tsb dilakukan dengan bijaksana, bertujuan baik, dan ttp mengutamakan kelestarian & keseimbangan alam, silahkan saja....
Masalahnya, berapa banyak sih orang2 yg berpikiran sejauh itu?

Sori, saya sih bukan vegetarian, tp saya pikir para vegetarian tidak menganggap orang yg makan daging itu barbar ah. Kebanyakan alasannya mereka mulai dari agama, kesehatan bahkan protes krn 'penyiksaan' yg dilakukan peternak thd hewan utk konsumsi.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Aug 07, 2009 10:13 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jun 14, 2006 10:07 am
Posts: 446
Location: Market
Well all..IMAO semua tergantung bagaimana kita melihatnya...toh every coin always has 2 sides..dan semua juga balik lagi ke edukasi dan profile masing2 diver...

Ada beberapa diver yang kalau diving suka cunihin alias pegang sana sini, mindahin karang atau binatang dengan sengaja, apakah dengan begitu tidak mengganggu natural world mereka? dan juga di beberapa organisasi tidak meyarankan untuk mengganggu dengan menyentuhnya lah dll...kenapa mereka seperti itu? apakah bukan hanya untuk kepuasan pribadi juga? penasaran apa sih rasanya...hehehe..atau kepikirian eh lucu, gemesin..hehe

Dan ada juga profile diver yang bener2 diving untuk menikmati kelestarian laut...

Memang kejadian yang di lampung itu sangat tragis (kalau bahasa korannya) dan mungkin yang bisa saya bilang karena kurang adanya edukasi thd para spearo tsb, atau mungkin karena rata2 umurnya 50an mereka mungkin agak ignorance thd hal2 seperti ini...well semua pasti ada ceritanya...

tuncep pointnya...spearo and divers are not two different species..mereka sama2 masuk ke dunia lain (bukan acara tv) underwater...sama2 menikmati keindahan bawah laut juga..meskipun caranya beda, pasti masing2 ada sedikit merusak tergantung awareness dan etika thd alam (bisa dapat dari education)...yang penting spearo dan diver need to have a bit of respect to each other before they respect the sea..jadi kita ngga bisa men-judge atau menyalahkan satu sama lain...

mungkin yang bisa kita tanya pada diri masing2...apakah kita as a diver, either spearo atau fun diver atau photographer, sudah melakukan hal yang terbaik untuk tetep menjaga kelastarian underwater kita?atau kita masa bodo amat yang penting gue seneng?well...pribadi kita yang hanya bisa jawab...:)

Btw, kalau yg jadi cunihin diver...coba deh ke crystal bay trus pegang2 mola...mau tau gw reaksi para dive center disono...cuek aja atau bisa2 di bentak sampe pingsan...ehehehe...just a joke..

_________________
People got to see this www.sharkwater.com !!!


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Aug 07, 2009 4:02 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
guswid wrote:
Kalo utk kasus berburu babi hutan saya sih menilainya selama itu bertujuan utk mengontrol jumlah populasi sih masih sah2 aja, jelas disini bermaksud menjaga kelestarian alam/rantai makanan di alam. Tapi kl pelestariannya bertujuan utk "menjaga kelangsungan hobi berburu mereka" sih sama aja bohong atuh mas, karena yg dikedepankan disini adalah hobi berburunya (membunuh demi kepuasan pribadi).

Lalu, apa pemburu itu cuma segelintir orang yg memiliki ijin? Saya yakin msh banyak orang lainnya yg tdk punya ijin tapi suka berburu, dan tentunya bukan hanya babi hutan buruannya.


Saya pikir begini, selama pelestarian punya tujuan yang baik rasanya sah-sah saja. Sebagai contoh, pelestarian jalak bali ujung-ujungnya juga untuk dijual oleh oknum kehutanan. Disini kalau kita berpikir secara idealis mungkin nggak akan ada konsep pelestarian yang bisa jalan.

Ilustrasi mengenai 'field hunter' yang saya berikan disini adalah mereka yang benar-benar 'hunter' yang punya etika atau pride dan memiliki izin. Lagipula dari sekian banyak yang berizin itu pastinya masih ada yang nakal juga. Mau urusannya membunuh demi kepuasan pribadi, itu saya kembalikan ke pribadi masing-masing.

Kalau kita mau berpandangan skeptis, lebih baik kita tidak usah diving sekalian. Kontribusi diver terhadap kerusakan alam bawah air toh pasti ada. Saya masih sering lihat diver-diver (baik pemula ataupun yang sudah kawakan) yang membiarkan SPG & octopusnya gelantungan kesana-sini dan ini akan nabrak atau nyangkut di koral. Sepintar apapun kita, tentu suatu kali fins kita akan nyenggol karang. Saya sendiri walaupun sudah berhati-hati, masih juga beberapa kali fins saya kena karang.

guswid wrote:
Kalo soal ladang dihabisi babi hutan, atau pun gajah, atau ternak penduduk dimakan macan/harimau, atau bahkan penduduk desa yg diserang macan, saya sih gak akan menyalahkan binatang2 tsb. Jelas2 manusia yg menyerobot habitat tmpt tinggal & berburu mereka, jd gak salah kalo mereka terpaksa mencari makan disana. Saya yakin, hewan2 itu jg melakukannya krn tidak punya pilihan lain. Apa orang2 itu peduli pd mereka? boro2...


Saya nggak mau komentar mengenai masalah ini, karena saya juga nggak ngerti maunya hewan-hewan itu apa (soalnya nggak bisa bahasa hewan hehehe..)

Saya rasa bukan karena mereka tidak punya pilihan lain. Itu memang 'nature' mereka dalam bertahan hidup. Anjing rumahan yang sudah demikian 'domesticazed' saja kadang marah kalau merasa terpojok.

guswid wrote:
Kalo menurut saya sih mas, apapun itu, hunter, spearfisher maupun pemancing sama2 gak bener apabila mereka melakukan aktifitas tsb dgn tujuan utama kesenangan/kepuasan pribadi semata. Tapi apabila kegiatan tsb dilakukan dengan bijaksana, bertujuan baik, dan ttp mengutamakan kelestarian & keseimbangan alam, silahkan saja....
Masalahnya, berapa banyak sih orang2 yg berpikiran sejauh itu?


Di masa-masa awal saya belajar spearfishing, rasanya berat sekali untuk berdamai dengan ego. Udah setengah mati freediving hampir seharian, eh gak ada ikan yang sesuai dengan kriteria. Pas ada kerapu ukuran 2-3 kg lewat, terbersit pikiran untuk nembak. Tapi akhirnya mikir juga, malu dong bawa kerapu sekutil gitu. Wong targetnya kuwe 5 kg keatas. Nah, pada akhirnya lebih bangga pulang gak bawa apa-apa, daripada harus nembak lobster.

Balik ke masalah diving. Rasanya semua setuju kalau aktivitas diving dilakukan dengan tujuan utama kesenangan & kepuasan pribadi. Dan seperti yang saya sebutkan diatas, divingpun punya dampak lingkungan yang negatif. Siapa yang bisa mengontrol ekses yang ditimbulkan? Ya si diver itu sendiri. Tapi seberapa besar para diver bisa mengontrolnya? Sangat relatif.

Jangan dikira underwater photographer juga bersih dari masalah yang sama. Saya pernah diving dengan salah satu u/w photographer kelas dunia. Tadinya saya nyembah-nyembah karya beliau. Tapi begitu saya tau kelakuannya & cara dia menghasilkan foto, wah langsung kehilangan respek. Toh waktu saya tegur, dia berkilah bahwa ini cara yang harus dilakukan untuk mendapatkan obyek yang bagus. Dan obyek itu nantinya akan jadi referensi bagi banyak orang lain. Jadi gimana? Susah kan justifikasinya..

Mengenai diver yang bertujuan baik dan mengutamakan kelestarian/keseimbangan alam, ini adalah sebuah jargon yang berat sekali. Mungkin dari 100 diver yang saya kenal hanya ada kurang dari 10 orang yang memang benar-benar mewakili golongan ini.

guswid wrote:
Sori, saya sih bukan vegetarian, tp saya pikir para vegetarian tidak menganggap orang yg makan daging itu barbar ah. Kebanyakan alasannya mereka mulai dari agama, kesehatan bahkan protes krn 'penyiksaan' yg dilakukan peternak thd hewan utk konsumsi.


Gak apa-apa, saya kebetulan seorang mantan vegetarian selama hampir 10 tahun. Kalau alasan jadi vegetarian adalah karena agama & kesehatan, menurut saya sih sah-sah saja. Tapi kalau alasanya karena protes atas dasar 'penyiksaan' peternak hewan untuk dikonsumsi kok kelihatannya naif banget. Tapi sudahlah, nanti panjang kalo didiskusikan hehehe..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Aug 07, 2009 5:14 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Sep 27, 2008 3:17 pm
Posts: 618
Location: sanur - bali
iya mas, sudah lah, lebih baik kembali ke topik utamanya saja. Yg penting dr sini kita bs mulai sadar dan utk kedepannya dpt trs saling mengingatkan tmn2 kita, bahwa apa pun aktifitas hobinya, jgn lupa utk ttp ingat menjaga kelestarian alam.


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 28 posts ]  Go to page Previous  1, 2

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: