It is currently Sat Nov 18, 2017 10:39 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 20 posts ]  Go to page Previous  1, 2
Author Message
 Post subject:
PostPosted: Fri Nov 11, 2011 9:22 am 
Offline

Joined: Thu Nov 19, 2009 10:24 am
Posts: 174
menambahkan dari komentar joym,
kalau se-penangkapan saya, mengapa kita perlu waktu adaptasi dahulu sebelum dive di high altitude adalah karena kadar oksigen yang lebih tipis dibanding di permukaan laut.
Sorry bahasanya kurang tepat, kalau % oksigen (21%) tetap sama dimana mana tapi tekanan udara yang berkurang membuat napas lebih 'berat' (atau lebih sering) untuk bisa mendapatkan volume oksigen yang sama.
Disaranin ada waktu beberapa jam untuk adaptasi supaya kita gak tersenggal-senggal waktu tarik napas.

Batasannya ya kondisi fisik masing2 orang... orang yang fit kondisinya, kadar HB dalam darahnya tinggi, cenderung butuh waktu lebih singkat untuk adaptasi dibanding yang kondisinya gak fit.


Terus akibat lain dari udara yang tipis (tekanan udara rendah) adalah resiko terkena DCS lebih besar.
Kita tau orang yang terkena DCS pertolongan pertamanya adalah Oksigen murni, nah karena oksigen yang tipis di high altitude, membuat orang menjadi mudah terkena DCS setelah diving (nitrogen yang numpuk agak sulit dikeluarkan / digantikan dengan oksigen).
Sekali lagi ini tergantung kondisi fisik tiap orang.

that's all I got... hope it helps.. :)


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Nov 13, 2011 2:34 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
saya coba tambahkan juga ya...

menyempurnakan apa yang telah disinggung oleh om joy, saat tiba pertama kali ke lokasi penyelaman di ketinggian, tubuh kita akan menerima perubahan dari tekanan yang lebih besar ke tekanan yang lebih kecil.

artinya tekanan parsial nitrogen di tubuh kita lebih besar daripada tekanan parsial nitrogen di sekitar, hal ini menyebabkan tidak semua nitrogen bisa terlepas, berbeda ketika di dataran rendah sebelum naik ke dataran tinggi, nitrogen di tubuh bisa jadi tanpa sisa. singkat kata hal ini menggambarkan seakan-akan kita baru selesai melakukan sebuah penyelaman di kedalaman. nah, sisa nitrogen di tubuh inilah yang wajib dikompensasikan sehingga menjadi dasar perhitungan saat menyelam di ketinggian.

untuk itulah dibutuhkan waktu minimal 6 jam sebelum dilakukan penyelaman pertama di ketinggian (semacam virtual surface interval) karena dibutuhkan waktu agar tekanan nitrogen dapat sama dengan tekanan di sekitar tubuh kita. tapi ini pun ngga wajib-wajib amat selama di bawah 2400 m. jika udah kebelet mo nyelam di ketinggian 300-2400 m tanpa menunggu 6 jam, maka harus segera dilakukan penghitungan ulang pada tabel RDP sebagai bagian kompensasi sisa nitrogen di tubuh kita.

kalo penjelasan di atas agak sedikit teknis, maka secara sederhana bisa dikatakan tubuh perlu beradaptasi minimal 6 jam ketika tiba pertama kali di lokasi ketinggian adalah dalam rangka penyesuaian tekanan parsial nitrogen dengan tekanan udara di sekeliling, bukan karena berkurangnya tekanan oksigen.

namun begitu, akibat tekanan dan densitas oksigen yang berkurang di ketinggian, maka tiap kali kita bernafas akan mengandung lebih sedikit molekul oksigen. hal ini mengakibatkan tubuh akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan oksigennya.

nah, jika kondisi fisik seorang penyelam tidak prima saat menyelam di ketinggian, walau dia telah menyesuaikan RDP/divecomp, maka dia lebih berpotensi terkena Hypoxia (yang artinya tubuh kekurangan oksigen), dibanding terkena DCS. mengenai potensi DCS sendiri di penyelaman ketinggian, sudah saya terangkan di postingan sebelumnya.

hal-hal inilah yang menjadi alasan mengapa menyelam di ketinggian lebih konservatif dan dibutuhkan kursus tersendiri (specialty).

semoga lebih tercerahkan...


Last edited by BotolKecap on Mon Nov 14, 2011 5:49 pm, edited 1 time in total.

Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Nov 14, 2011 7:24 am 
Offline

Joined: Fri Sep 25, 2009 3:20 pm
Posts: 115
Location: Jakarta
Om botol, teorinya masih fresh from the oven nih :-)
Yg masih belum clear, kenapa kl tekanan rendah, nitrogen malah susah keluar dr our tissue, kan kl kita nyelem makin dalam, tekanan makin besar, nitrogen masuk? Pikiran sederhana, kan kebalikannya, kl tekanan rendah, nitrogen gampang keluar?


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Nov 14, 2011 5:33 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
dibilang fresh from oven, ngga juga om joy. yang beginian sedikit banyak udah dipelajari sebelumnya saat ngambil DM plus ditambah encyclopedia.

btw, kalimat gw di atas mungkin kurang pas, yang dimaksud tekanan nitrogen di tubuh ketika di ketinggian adalah partial pressure-nya (susah nyari padanan bahasa indonesianya). nah, sifat nitrogen dalam situasi ini dinamakan supersaturated dan bubbles (biang kerok DCS) dapat terbentuk. biar tidak salah paham, DCS bukan hanya saja bisa terjadi di kala diving. jika kita dari 0m menuju ke ketinggian di atas 5.500m, maka DCS juga bisa terjadi, dan ini tanpa perlu diving!

jadi kurang tepat bila lepasnya nitrogen dikaitkan secara langsung dengan adanya *tekanan* rendah atau tinggi, lebih merupakan dampak dari *perubahan* tekanan itu sendiri, baik rendah maupun tinggi, yang juga berdampak ke partial pressure gas dan berpotensi menghasilkan bubbles si biang kerok DCS. fenomena partial pressure gas terkait dengan perubahan tekanan dijelaskan melalui hukum dalton. kalo ntar ambil DM pasti dijelasin kok, tinggal mudeng apa kagak...hehehehehe

btw, tapi jika tertarik hal teknis begini, mungkin akan gw sempetin jelasinnya dengan analogi sesimpel mungkin om, sapa tau bisa buat bekal bertapa 2 minggu ke bali :)


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Nov 16, 2011 5:53 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Jawaban om Botol Kecap sangat mantap dan benar sekali.

Contoh decompression adalah saat kita membuka sebotol coca cola ataupun minuman carbonated lainnya.... sebelum dibuka, kita tidak melihat busa/ bubbles, karena tekanan konstan. Padahal minuman bersoda itu betul2 cairan dicampur dengan gas dan dipampatkan sehingga gas menjadi inert (menyatu dengan cairan) dan cairannya sendiri menjadi supersaturated (sangat jenuh dengan gas) (nyolong istilah om botol)...

Begitu botol dibuka maka terjadi *perubahan* tekanan mendadak yang menyebabkan terjadinya pelepasan tekanan pada dinding cairan dan voila! keluarlah bubbles...

It's a simple magic of M-Value :D

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 20 posts ]  Go to page Previous  1, 2

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: