It is currently Thu Oct 19, 2017 12:40 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 1 post ] 
Author Message
 Post subject: Morotai, Bibir Pasifik yang Tertutup Karang?
PostPosted: Sun Jun 15, 2014 8:14 pm 
Offline

Joined: Tue Nov 12, 2013 12:18 am
Posts: 115
Location: Malongo - Cabinda - Angola
Morotai selama ini dikenal dengan wisata penyelaman benda karamnya, utamanya terkait dengan benda karam peninggalan perang dunia kedua. Beberapa lokasi memiliki peninggalan sejarah berupa kapal karam, truk karam, hingga pesawat dan pembangkit listrik generator yang tenggelam lebih dari 6 dekade. Wisata berbasis peninggalan sejarah ini tentu suatu saat akan hancur ditelan masa, jika tidak dilakukan usaha konservasi perlindungannya.

Terlepas dari wisata benda karam nya, Kabupaten Kepulauan Morotai juga cukup terkenal dengan kelumpahan karangnya. Gugusan karang ini umumnya ditemukan di bagian barat Pulau Morotai yang tidak terpapar langsung dengan samudera lepas, melainkan berhadapan dengan Pulau Halmahera bagian Utara. Di bagian barat inilah terdapat pulau pulau kecil (islets) yang dilindungi oleh atol karang di sekitarnya. Sudah sejak lama diyakini bahwa arus kencang Pasifik yang melewati Morotai turut membawa serta berbagai biota yang terhanyut bersama arus laut, membuat Morotai menjadi daerah terumbu karang yang terbilang subur.

Namun pertanyaan besarnya adalah seberapa subur sehatkah tutupan karang Morotai?

Karena inilah maka kami Shark Diving Indonesia melakukan penelitian tutupan karang bersama Mahasiswa dan Alumni jurusan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran sejak Februari 2014. Berikut adalah hasil penelitian sementara (karena kami tentu saja akan memonitor kondisi terumbu karang di sana, sepanjang kami bisa).

Aru Point (Tanjung Gila, Morotai)
Tutupan Karang di Aru Point diukur berdasarkan data pada kedalaman 14 - 15 m, menunjukkan bahwa 84% wilayah penyelaman di titik selam Aru Point tertutup karang (karang keras sekitar 40% dan karang lunak sekitar 44%), 4% wilayah penyelaman di sini tertutup oleh algae, dan hanya 12% wilayahnya tertutup oleh hamparan karang mati, tidak ditemukan hamparan batuan dan pasir di titik ini. Aru Point yang merupakan titik penyelaman bertipe dinding karang terbukti memiliki tutupan karang dalam kondisi yang sangat baik (84%).

Fariman Point (antara Tanjung Gila dan Pulau Mitita)
Kondisi Fariman Point adalah permukaan dasar laut dengan tipe dataran dangan dengan kemiringan kecil didominasi oleh tutupan karang (55%). Tutupan karang di lokasi penyelaman Fariman Point ini terdiri dari jenis Sponge (20%), jenis Karang Lunak (13%), Karang Keras jenis Acropora (17%) dan Karang Keras jenis Non Acropora (5%). tutupan non Karang hidup adalah sebanyak 45 persen, terdiri dari 26% hamparan pasir, 17% bebatuan, dan 2% karang mati. Jika diklasifikasikan, Tutupan Karang di Fariman Point termasuk dalam kodisi Baik.

Blacktip Point (Pulau Mitita)
Blacktip Point dikenal sebagai lokasi pertemuan dengan Black Tip Reefshark yang terkenal di Morotai. Titik penyelaman ini dikenal memiliki Tutupan Karang dan Non-Karang yang hampir berimbang, dengan total tutupan karangnya mencapai 48%, Algae 3% dan Tutupan Abiotiknya sekitar 45%, sisanya terdiri dari hamparan karang mati seluas 4% dari titik penyelman ini. Mayoritas Karang di titik penyelaman ini adalah jenis Karang Keras Acropora sebanyak 26% tutupannya, dengan jumlah tutupan karang lunak sekira 13%. kondisi tutupan karang di Blacktip Point menunjukkan klasifikasi tutupan yang Sedang.

Grey Shark Point (Pulau Kokoya)
Kondisi tutupan karang di titik penyelaman yang terkenal dengan penampakan Ikan Hiu Karang Abu-Abu (Carcarhinas amblyrhincos) ini didominasi oleh tutupan Non-Karang sebanyak 83%, sisanya hanya sebanyak 15% tutupan karang yang terdiri dari 10% tutupan Karang Keras jenis Acropora, dan 5% tutupan karang lunak, dan 2% wilayah penyelaman ini tertutup oleh algae. Jika diklasifikasikan maka titik penyelaman Grey Shark Point ini tergolong rusak baik karena kerusakan alami (arus di sini sangat kuat) maupun akibat kerusakan di masa lalu (pengeboman ikan, dll).

Shark Diving Indonesia akan konsisten untuk melakukan penelitian dan pengukuran tutupan karang di berbagai lokasi penyelaman di Morotai dan Halmahera Utara, dan sangat mendukung upaya penelitian keilmuan di bidang kehidupan laut di sekitar wilayah ini. Sebagian dari uang yang masuk dari tamu-tamu yang berkunjung dan menyelam ke Morotai akan disumbangkan untuk kegiatan penelitian ini. Semoga anda sekalian menjadi bagian integral dari upaya konservasi dan penelitian karang ini dengan menyelam dan membelanjakan duitnya di Kepulauan Morotai.

Salam,

_________________
"No safety, no dive!"

Darmawan A Mukharror a.k.a. Gharonk
http://www.sharkdivingindonesia.com


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 1 post ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: