It is currently Sun Oct 22, 2017 4:27 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 7 posts ] 
Author Message
 Post subject: Ambon October 2013
PostPosted: Sat Nov 30, 2013 10:48 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Bagian I

Akhir Oktober kemarin, kami kembali mengunjungi Ambon - cuma saya dan istri, karena Mayang nggak libur sekolah sedang adiknya sedang ikut turnamen tenis di Grenoble.
Kala sebelumnya kita menginap dan menggunakan jasa Maluku Diver; kali ini kita mencoba Dive center baru yang kurang dari 2 minggu beroperasi, yaitu Dive Into Ambon (DIA) yang dikelola oleh Kaj and Barb - 2 nama yang tidak asing di dunia UWP. Sebelum menangani DIA, keduanya mengelola KBR (Kungkungan Bay Resort), resort papan atas kondang yang juga merupakan pioner di Selat Lembeh.
Dengan beroperasinya DIA, setidaknya saat ini di ambon beroperasi 4 DC komersial, yaitu Maluku Diver (MD), Blue Rose Diver (BRD), Blue Motion serta DIA.
MD yang mengambil pangsa pasar diver papan atas terutama para underwater photographer; serta Blue Motion yang lebih mengincar budget diver, keduanya berlokasi tidak jauh dari hot spot laha, di teluk Ambon yang merupakan sorganya muck diving.
BRD juga masih terletak di teluk ambon meskipun disisi yang berseberangan dengan Maluku Diver.

Tidak seperti ketiga DC tersebut, DIA belokasi di sayap barat hotel Aston Natsepa, hotel berbintang 4 (??) paling mewah dan megah di Ambon; tidak jauh dari pantai Natsepa yang cukup terkenal dengan rujak nya. Saya sendiri belum pernah merasakan enaknya rujak bumbu kacang di pantai Natsepa.
Lokasi resort yang sangat indah, dengan pasir putih dan air yang jernih, menghadap langsung ke teluk Bagoala disisi tenggara pulau ambon.
Fasilitas di hotel Aston Natsepa sangat baik, setara dengan hotel besar bintang empat. Hotel ini memiliki taman-taman indah yang terawat rapi, beberapa kolam renang, tempat bermain dan juga ruang pertemuan berukuran besar.

Image
DIA dive center by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

Image
Aston Natsepa Hotel by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

Sayangnya, untuk urusan perut, masih belum memuaskan. Makanan yang disajikan umumnya
masakan lokal dengan pilihan terbatas (ayam dan ikan), sayuran yang terlalu matang, dan terlalu spicy untuk umumnya wisatawan manca negara.
Kekurangan ini disadari sepenuhnya oleh DIA, sehingga untuk penyelam terdapat tambahan menu terpisah atau bisa memesan menu ala carte dengan harga sekitar Rp. 100,000.
Kita juga mencoba makanan dari menu ala carte tersebut. Sop buntut dan sapi lada hitamnya cukup okay tapi agak alot. Chicken Cordon Blue nya keras/overcooked dan hanya dilengkapi dengan 11 keping french fries tipis - 3x comot sudah habis.
Para staff hotel pada dasarnya sangat ramah dan penuh perhatian, hanya saja kemampuan mereka masih harus ditingkatkan lagi agar memenuhi standard hotel bintang 3 atau 4.
Satu hal lagi yang cukup mengganggu; di restaurant tidak terdapat pemisahan yang nyata untuk non-smoking area. Beberapa tamu (yang semuanya orang Indonesia) dengan enaknya merokok disisi bagian dalam restaurant yang diperuntukan untuk non-smoking area.

Menurut DIA, pada akhir bulan November; hotel ini akan berganti management dimana GM yang baru berasal dari Swiss. Mudah-2an dengan new management kan terjadi perbaikan yang berarti. Sayang sekali, kalau unjuk kerja yang prima dari dive center tidak didukung oleh pelayanan yang sama dari pihak hotel.

Diving

Pemilihan lokasi DC ini sangat menarik; karena memiliki akses langsung ke titik penyelaman diantara pulau ambon dan dan haruku yang dikenal sebagai lokasi selam dengan visibility tinggi, terumbu karang sehat serta ikan-ikan pelagic.

Image
DIA 2 by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

Lalu bagaimana dengan akses ke teluk ambon? Padahal selama ini teluk Ambon merupakan daya tarik utama penyelam yang berkunjung ke Ambon.
Jangan kuatir, Untuk itu DIA membangun jetty di teluk Ambon, yang dapat dicapai 15 menit berkendaraan dari hotel.
Disana mereka menambatkan satu day boat mereka yang cukup besar, cukup memadai untuk 10 orang diver ditambah 3 dive guide; dilengkapi toilet serta kanopi. Boat serupa yang digunakan oleh Tasik Ria Diver di Manado.

Di teluk Bagoala, DIA menambatkan dua boat - satu berukuran besar (kapasitas 8-10 diver) parkir persis di depan Dive center serta satu lagi lebih kecil parkir di sisi kanan dive center.
Biasanya mereka mengatur schedule 1 hari (3 dive) Muck diving di teluk ambon dan hari berikutnya di sisi tenggara atau timur. Namun schedule ini bisa saja berubah jika dikehendaki oleh para tamu.

Kebetulan saat kami disana, fotografer kondang Brian Mayes dan istrinya Jill juga sedang ada disana. Mereka ternyata lebih menyukai sisi timur pulau ambon yang jauh lebih bersih dibanding teluk ambon. Setiap hari mereka diving disana menggunakan boat yang lebih kecil.

Image
DIA boat by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

Saya sendiri ikut bergabung dengan group 8 orang diver yang sebagian besar dari negara jiran. Dari 3 hari diving, kami berkesempatan 2 hari diving di teluk ambon dan 1 hari disisi timur; sesuai dengan harapan awal saya.

Muck diving di teluk ambon, terutama di twilight zone (Laha) tidaklah untuk setiap orang. Jangan berharap menemui terumbu karang sehat warna-warni. Yang ada adalah dasar laut berpasir ataupun puing-puing karang mati (yang kali ini juga dilapisi tanah halus kecoklatan akibat banjir yang melanda ambon beberapa waktu yang lalu) serta sampah-sampah berserakan dimana-mana. Namun, disela-sela sampah serta celah-celah batu bersembunyi makhluk-makhluk unik dan fotogenik incaran para underwater photographer.
Saya yakin si imut-imut berikut ini jauh lebih banyak dipotret dari pada putri scuba indonesia.

Image
Little crab 2 by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

Image
Little crab by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

Image
Little shrimp by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

Image
Coleman shrimp by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

Image
Goshpipefish 4 by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

Sayang, sang superstar bawah air di ambon - yaitu ambon frogfish (Histiophryne psychedelica) sudah lebih dari 3 tahun tidak menampakan diri. Semoga saja ikan ini tidak punah; melainkan hanya bersembunyi atau cuti panjang disuatu tempat untuk kemudian muncul lagi saat kita berkunjung kesana di kesempatan lain.
Bagaimanapun juga kita tidak kecewa, selain memang tidak banyak berharap, masih banyak critters lain yang kita jumpai; termasuk Rhinopeas berwarna ungu ini.

Image
Rhinopea 3 by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

Buat mereka yang gampang "jijay" bakalan kapok untuk diving di twilight zone; karena bukan cuma sampah; tapi disisi barat terdapat ratusan atau bahkan ribuan bangkai ikan tuna berserakan dimana-mana. Ini salah satunya ..

Image
Deco Tuna by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

Tapi tidak sedikit yang justru ketagihan untuk menyelam di sana - termasuk saya sekeluarga.

Teluk Ambon yang memalukan

Ada satu hal yang sangat menyedihkan dan juga memalukan. Hati ini rasanya benar-benar pedih ketika melihat ratusan meter gugusan sampah dalam kepadatan yang sangat tinggi yang didominasi oleh kantung-kantung plastik bertebaran sejauh mata memandang. Entah berapa truk kalau sampah-sampah tersebut dikumpulkan.
Diantara ribuan sampah dan kantung plastik (tas kresek) berukuran kecil dan sedang, terdapat pula kantung plastik berukuran besar yang melintas menyerupai manta ataupun ikan pari.
Dugaan saya, sampah-sampah tersebut adalah sampah rumah tangga yang dikumpulkan di kantung plastik kecil untuk kemudian dimasukkan ke kantung plastik yang lebih besar sebelum dibuang ke teluk ambon ..... alamak!
Saya sengaja tidak mengambil foto2 indah sampah tersebut. Yang saya lakukan malah sibuk mengalihkan perhatian para tamu dari negara jiran dengan topik pembicaraan mengenai tips memotret underwater dengan kamera kompak dari Bryan Mayes (kebetulan mereka nggak tahu siapa Bryan Mayes).
Dan upaya ini cukup berhasil. Tidak ada satupun yang tertarik untuk memotret sampah-sampah di teluk Ambon.

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Ambon October 2013
PostPosted: Sat Nov 30, 2013 2:20 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Bagian II - Selat Haruku

Bosan dengan maco dan muck diving? muak dengan sampah-sampah yang mencemari teluk ambon? atau rindu dengan terumbu karang yang sehat, air yang jernih?
Don't worry, Ini enaknya diving dengan DIA - kalau kita nggak mau menyelam di teluk ambon maka dengan mudah bisa memilih untuk menyelam di lselat Haruku yang terletak antara pulau Ambon dengan Haruku atau bahkan ke saparua sekalian juga dimungkinkan.

Sayang kita hanya punya satu hari (3x diving) di selat Haruku, di lokasi penyelaman yang dikenal sebagai batu loncat. dengan terumbu karang yang sangat sehat, baik hard coral maupun soft coral, air yang sangat jernih, berbagai jenis ikan termasuk pelagic dan ikan2 berukuran besar lainnya. Tidak banyak orang yang menyelam di lokasi ini. Bahkan kita tidak melihat diving boat lain selain yang kita gunakan serta diving boat kecil yang digunakan oleh Byan Mayes dan istrinya.
Di lokasi ini kita sempat ketemu rombongan bumphead parrot fish dalam jumlah besar serta seekor hiu yang berenang di kejauhan. Sayangnya, ikan-ikan tersebut masih sangat pemalu sehingga ketika didekati langsung menjauh.

Image
Ambon seascape by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

Image
Ambon seascape 5 by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

Image
Ambon seascape 6 by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

buddy saya juga ikut2an motret.

Image
Ambon seascape and Cel by Wisnu Purwanto Family, on Flickr


Merebus Telur di kedalaman 24m

Yang juga sangat menarik, di lokasi ini terdapat gunung api bawah laut dimana terdapat celah didasar laut pada kedalaman 24 meter yang sangat panas. Disana kita sempat menaruh selusin telur ayam di celah tersebut. Sekitar 5 menit, telur sudah matang dan siap dinikmati, bahkan lansung di makan oleh dive guide kita.
Rasanya? Enak sekali, lebih enak dari direbus dengan cara biasa. Bisa jadi karena dimatangkan oleh pasir yang sangat panas dan tekanan air yang tinggi seperti di presto.

http://youtu.be/icZWJ-m0D-g

Saya mengusulkan ke DIA untuk mencoba dengan tuna yang diberi bumbu (tidak perlu pakai garam) dan dibungkus alumimum foil. Saya membayangkan, lezatnya tuna tersebut untuk makan siang sambil menikmati keindahan pantai batu loncat. Perfect.
Sayang, keesokan harinya kita sudah harus kembali ke Jakarta. So, belum sempat menikmati menu tuna presto ala batu loncat.

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Ambon October 2013
PostPosted: Sun Dec 01, 2013 5:31 pm 
Offline

Joined: Mon Apr 04, 2011 9:00 am
Posts: 255
Location: Jakarta Crazy City
review dari Pak Wisnu emang selalu ditunggu2
akhirnya saya kembali lagi ke MD
kalau melihat foto2 Pak Wisnu rasanya saya masih harus banyak belajar
kalau Pak Wisnu ketemu bangkai ikan saya malah ketemu bangkai hiu di pante nama slope, pas di sebelah posisi ornate hitam
siapa tau skali2 kita bisa dive bareng sambil belajar langsung sama suhu nya :D

laha emang mantap, apalagi untuk night dive, rasanya ga pernah berenti foto disana
penuh dengan hewan2 yg imut yg entah bagaimana koq bisa tersebar dimana2.
sayang skrg ini rhinopias pun tidak menampakkan diri
banyak yg kecewa disini
tapi emang bulan oktober kemaren katanya the best season
skrg yg mau ke ambon buruan deh, lagi musimnya octopus
setiap hari (3 hari) saya ketemu octopus di tempat yg berbeda


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Ambon October 2013
PostPosted: Mon Dec 02, 2013 1:41 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Thanks mas,
yah, next time siapa tahu bisa ketemu, kita sama2 belajar lah,
memang kalau kita mau nya diving di teluk ambon saja terutama di Laha, MD pilihan paling pas - apalagi kalau bawa buntut yang ngga diving.
saya nggak banyak ketemu octopus, yang banyak malah ghostpipefish; bisa dikatakan selalu ketemu disetiap lokasi.
untuk Rhino kayaknya pada turun ketempat yang agak dalam ... mesti hati2 jangan kena deco.

tantowijaya wrote:
review dari Pak Wisnu emang selalu ditunggu2
akhirnya saya kembali lagi ke MD
kalau melihat foto2 Pak Wisnu rasanya saya masih harus banyak belajar
kalau Pak Wisnu ketemu bangkai ikan saya malah ketemu bangkai hiu di pante nama slope, pas di sebelah posisi ornate hitam
siapa tau skali2 kita bisa dive bareng sambil belajar langsung sama suhu nya :D

laha emang mantap, apalagi untuk night dive, rasanya ga pernah berenti foto disana
penuh dengan hewan2 yg imut yg entah bagaimana koq bisa tersebar dimana2.
sayang skrg ini rhinopias pun tidak menampakkan diri
banyak yg kecewa disini
tapi emang bulan oktober kemaren katanya the best season
skrg yg mau ke ambon buruan deh, lagi musimnya octopus
setiap hari (3 hari) saya ketemu octopus di tempat yg berbeda

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Ambon October 2013
PostPosted: Wed Dec 04, 2013 11:19 am 
Offline

Joined: Tue Jul 03, 2012 11:31 am
Posts: 5
mau tanya best season di ambon bulan apa ya? kira2 mei visibilty apa oke, dan juga dive spot yg berisikan ikan2 dan coral penginapan mana yang recommend dari segi waktu menuju tempat penyelaman?

thanks in advance


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Ambon October 2013
PostPosted: Wed Dec 04, 2013 8:36 pm 
Offline

Joined: Mon Apr 04, 2011 9:00 am
Posts: 255
Location: Jakarta Crazy City
siapa tau bisa membantu
bulan mei seperti indonesia timur pada umumnya kayaknya kurng friendly bahkan MD bulan 6-8 tutup
kalau kapan bulan yg ok dari oktober sampai skrg ini sip banget sepertinya
tgl 29 nov - 2 des kemarin laut teduh sekali, cuma sesekali gerimis
kalau visibility namanya juga muck dive (atraksi utama teluk ambon) ya begitu lah
kalau di luar teluk sana kayaknya lagi lumayan berarus kata guide saya kemarin
kalau penginapan sudah pasti maluku divers (MD) yg cuma bbrp menit dari dive spot
atau diveintoambon di aston natsepa yg fasilitasnya lebih lengkap


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Ambon October 2013
PostPosted: Thu Dec 05, 2013 9:58 am 
Offline

Joined: Tue Jul 03, 2012 11:31 am
Posts: 5
tantowijaya wrote:
siapa tau bisa membantu
bulan mei seperti indonesia timur pada umumnya kayaknya kurng friendly bahkan MD bulan 6-8 tutup
kalau kapan bulan yg ok dari oktober sampai skrg ini sip banget sepertinya
tgl 29 nov - 2 des kemarin laut teduh sekali, cuma sesekali gerimis
kalau visibility namanya juga muck dive (atraksi utama teluk ambon) ya begitu lah
kalau di luar teluk sana kayaknya lagi lumayan berarus kata guide saya kemarin
kalau penginapan sudah pasti maluku divers (MD) yg cuma bbrp menit dari dive spot
atau diveintoambon di aston natsepa yg fasilitasnya lebih lengkap



Terima kasih atas informasinya, sangat membantu sekali. padahal berencana ke ambon-maluku akhir mei, mampir ke ora baru mau coba diving seputaran maluku. tapi ternyata kurang friendly yah bulan-bulan seperti mei :(


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 7 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron