It is currently Thu Oct 19, 2017 6:49 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 33 posts ]  Go to page 1, 2, 3  Next
Author Message
 Post subject: Nusa Lembongan - Raja Ampat - Lembeh
PostPosted: Fri Feb 01, 2013 12:39 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Awalnya saya agak malas menulis laporan, apalagi kesibukan di kantor cukup tinggi - tapi mengetahui upaya juragan forsel yang banting tulang dan juga uang untuk mengembalikan forum tercinta ini; saya akan mencoba mendongeng lagi, pelan-pelan, mudah2an nggak bikin ngantuk. Syukur-syukur forum ini tambah rame.

Babak 1: Atyrau - Jakarta.

Yang nggak tahu dimana lokasi Atyrau, silahkan minta bantuan mbah Google.
Disini kita nggak punya banyak pilihan, cuma ada satu airline pelat merah untuk keluar dari KZ. Kali ini kita ambil route paling cepat (maunya) yaitu Atyrau - Almaty - Bangkok - Jakarta. Pilihan lain adalah Atyrau - Almaty - KL; tapi transit time di Almaty 19 jam. Yang nggak banyak transit adalah via Amsterdam terus ke Jakarta, cuma muahal banget plus nggak tahan jet lagnya.
Dari Bangkok ke Jakarta kita pakai Air Asia karena ingin hari itu juga sampai di Jakarta agar keesokan harinya bisa sowan ke mbah Surya.

Tgl. 13 Dec. sekitar pkl. 21:00 kita bertiga (saya, istri dan Melati) meninggalkan rumah menuju airport yang jaraknya sekitar 8 km saja. Mayang tidak bersama kami lagi, dia berangkat langsung dari London ke Jakarta.
Malam itu temperatur belum terlalu dingin, sekitar -6 C, udara cerah, salju belum turun sama sekali.
Pesawat berangkat tepat waktu pkl. 22:50 dan mendarat di Almaty pkl. 02:40 dini hari berikutnya, 10 menit lebih awal meskipun landasan memutih karena salju. Langsung kami menuju bussines lounge untuk menunggu penerbangan lanjutan ke Bangkok pada pkl. 07:55, tapi sial nggak bisa masuk, katanya penumpang diijinkan masuk 2 jam sebelum keberangkatan. Kita langsung complaint ke petugas - sudah bayar mahal untuk kelas bisnis tapi nggak bisa masuk - tapi percuma aja ' that's the rule' kata petugas yang cantik tapi judes. Lebih nyebelin lagi, ketika kami tanya dimana kita bisa menunggu karena tidak ada kursi yang kosong - sipetugas dengan enaknya bilang ' not my bussines'. Sontoloyo.
Karena nggak mau ribut dinegara orang akhirnya kita menyiningkir, syukur ada 2 kursi kosong untuk Melati dan mamanya.
Pkl. 06:00 pagi kami coba lagi masuk ke bussines lounge - nggak bisa juga, ternyata pesawat delay sampai pkl. 12:30 siang.
So, dimana kita bisa menunggu? si petugas cuma angkat bahu.
Habis sudah kesabaran saya, nggak peduli dinegara orang; kita ngomel habis2-an; untungnya nggak sendiri, penumpang lain juga mulai marah, apalagi beberapa saat kemudian ada pengumuman lagi penerbangan di tunda pkl. 14:30. Setelah rame adu mulut, akhirnya kita ditempatkan di hotel kecil tidak jauh dari airport. Baru pertama kita makan di hotel, makanannya ditimbang.

Image

Image

Setelah mengalami beberapa kali penundaan lagi, akhirnya pesawat di berangkatkan pkl. 21:30 dan mendarat di Bangkok sekitar pkl. 06 pagi. Namun, penderitaan kami belum berhenti sampai disini - bagasi kami nggak sampai ke Bangkok. Cilakak, penerbangan berikutnya baru dua hari lagi, disamping itu belum jelas barangnya ada dimana. Padahal didalam bagasi ada mask, torch, focus light dan juga beberapa keperluan lain untuk diving.
Sialnya lagi - tiket Air Asia Bangkok ke jakarta juga hangus; nggak bisa dipakai sama sekali. Untung Garuda ada penerbangan pkl. 09:00 pagi; tanpa pikir panjang langsung beli ticket di counter - 40 menit sebelum pesawat berangkat.
Total kami membutuhkan waktu sekitar 41 jam sejak meninggal rumah di Atyrau sampai menginjakan kaki di negara RI tercinta. Begitu kita keluar airport rasanya sumpek, lembab, bau asap rokok dimana-mana - namun lega sekali. Dari airport kita sempatkan mampir dulu ke Grogol, dimana Nauticam EM-5 sudah menunggu. Setelah itu mampir lagi ke Ratu Plaza, kali ini nyomot macro lens 60mm. Sebelum sampai rumah sekali lagi stop di restaurant Sederhana jalan Transyogi cibubur ... nikmat bener yang namanya nasi Padang.

Cerita pahit untuk sampai ke tanah air belum berhenti sampai disini. Di Inggris Mayang ketinggalan pesawat. Kereta dari Plymouth ke London telat karena banjir .. ih.. kayak Jakarta aja. Seat kosong untuk hari berikutnya hanya tersisa 2 kursi kelas bisnis, harus tambah GBP 700 - alamak, pelajar SMA naik peswat bisnis kelas dari London ke Jakarta - tapi mau gimana lagi. Hotel-hotel disekitar airport penuh, sehingga dia harus menginap di hotel agak jauh.Singkat cerita, tanggal 17 malam dia sampai di Jakarta, kita jemput di cengkareng, super gila, butuh waktu 3 jam untuk sampai cibubur. Nggak tahan bener deh tinggal di Jakarta.


Babak 2: Nusa Lembongan

Image

Nusa Lembongan kami pilih sebagai tujuan pertama kami, sebagai pemanasan setelah sekitar 6 bulan nggak pernah nyentuh air laut, sekaligus membiasakan dengan kondisi yang berarus kuat pada lokasi diving berikutnya. Selain itu, Melati ingin mengambil Padi Jr. AOW.
Mayang memilih tinggal dirumah untuk mempersipakan ujian, sekalian nungguin bagasi yang katanya akan datang 3 hari lagi. Dia hanya akan ikut diving ke Raja Ampat.
Tanggal 18 dini hari kami berangkat dari Jakarta dan sekitar pkl. 11:00 kami sudah ada di Scobydoo restaurant and resort yang akan menjadi rumah kami sampai tanggal 22 Desember. Untuk diving kami menggunakan Lembongan Dive Center yang berjarak kurang dari 20m dari kamar kami.

Selama di Nusa Lembongan kami diving di Manta Point (2x), Crystal bay (2x), Pura Ped, mangrove, dan night diving di Lembongan bay tidak jauh dari lokasi parkirnya Bali Hai.
Mungkin karena musimnya sudah lewat, selama 2x diving di Crystal bay kita tidak ketemu mola-mola, nggak masalah, karena memang tujuan kita bukan untuk mencari mola2. Di crystal bay saya bahkan lebih suka bermain dengan glassfish yang menghuni salah satu coral boomy.

Image

Image

Untuk Manta Point, pada penyelaman pertama 2 ekor manta berukuran cukup besar menari-nari mengelilingi gundukan batu besar. Sayang visibility kurang begitu bagus.

Image

Untuk videonya bisa di lihat di link ini - https://vimeo.com/57681377

Sorry musiknya rada dipaksain. Biasanya Mayang yang ngedit, cuma kali ini dia absen dulu sibuk belajar. 2 hari berikutnya kami menyelam lagi dilokasi yang sama, visibility cukup bagus, sayang hanya ada 1 manta itupun dikedalaman sekitar 24m.

Saya sangat menyukai night diving karena biasanya pada malam hari banyak sekali critters yang bermunculan. Namun night diving di Lembongan bay sangat sepi - bisa dikatakan tidak ada apa2nya kecuali ribuan binatang kecil seperti cacing yang terus memburu dan mengerumuni focus light saya yang juga berfungsi sebagai dive light. bagaimana mau memotret kalau kondisinya seperti ini.

Image

Sorry sudah ngantuk, besok dilanjut lagi ... kalau sempat :D

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Nusa Lembongan - Raja Ampat - Lembeh
PostPosted: Fri Feb 01, 2013 7:30 am 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon Jun 12, 2006 10:40 pm
Posts: 1030
Location: kingdom of undersea
Cakeeeeeeppp... seperti biasa...
Terima kasih mas Wisnu masih mau meramaikan forum kita ini. Kalo ada posting2an sebelumnya yang hilang, monggo di repost ya mas. Sedih banget byk postingan bagus yang kehapus, hiks2...

_________________
PETUALANG - Penyelam Tua Lupa Pulang


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Nusa Lembongan - Raja Ampat - Lembeh
PostPosted: Fri Feb 01, 2013 8:24 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
cantik... pasti mengobati perjuangan dalam perjalanan deeh

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Nusa Lembongan - Raja Ampat - Lembeh
PostPosted: Fri Feb 01, 2013 2:55 pm 
Offline

Joined: Mon Apr 04, 2011 9:00 am
Posts: 255
Location: Jakarta Crazy City
ijin nyimak... appetizernya aja seru abis, ditunggu sup, main dan dessertnya :D


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Nusa Lembongan - Raja Ampat - Lembeh
PostPosted: Sat Feb 02, 2013 9:27 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Terima Kasih bos Hes, uda Nando and mas tanto, saya akan coba lanjutkan lagi.

Ada beberapa dive center di Nusa Lembongan serta cukup banyak plihan akomodasi. Lembongan Dive Center (LDC) bukan yang paling top, tapi kami pilih karena selain harga cukup bersahabat, ada diskon khusus untuk WNI, bahkan kami tidak di charge untuk pemakaian wetsuit 5mm.
Lokasinya cukup ideal, berhadapan langsung dengan pantai, disamping juga cukup flexible dalam mengakomodasi keinginan kami.
Untuk akomodasi kami tinggal di Scoobydoo restaurant - memiliki 3 kamar, sederhana tapi cukup bersih.
LDC sendiri menempati bangunan diarea scoobydoo restaurant. Dari kamar ke restauran maupun ke LDC tidak lebih dari 20 m.

Rencana kami yang dipenuhi dengan baik oleh LDC adalah Melati mengikuti Jr. AOW sedangkan saya dan istri diving di lokasi yang berdekatan. Melati mendapat seorang instruktur yang juga salah satu owner LDC, saya dan istri juga ditemani oleh seorang dive guide.
Tidak banyak foto2 yang kita ambil disana, karena memang tidak semua lokasi UWP friendly. Kalau memang kondisi tidak memungkinkan atau menyulitkan, kita tidak akan memaksakan diri.
Saat diving di Mangrove point, malah sama sekali tidak ambil foto karena memang drift diving dan saat itu arusnya kuat sekali. Dalam hal ini ya tinggal dinikmati saja.

Image

Image

Karena jam divingnya cukup tinggi serta theory sudah dibaca jauh2 hari, Melati sama sekali tidak mengalami kesulitan mmengikuti Jr. AOW - bahkan dia menyempatkan juga untuk mengambil sejumlah foto-foto bawah air. Karena hobbynya macro, kamera yang dia pakai adalah EPL-1 dengan lensa macro 60mm.

Image

Berikut beberapa jepretan Melati - bukan yang terbaik karena dia bermaksud mengirimkan foto-foto yang dia anggap bagus untuk mengitu lomba.

Image

Image

Image

Image

Di Nusa Lembongan umumnya schedule diving 2x sehari - jarang yang ambil dive ke 3 atau night diving - yang memang tidak istimewa. Kita sempat ambil dive ke 3 ombak sudah mulai agak tinggi, visibility juga kurang bagus. Praktis selama 4 hari disana kita cuma diving 8x.
Yang menarik, meskipun industri wisata di nusa lembongan tampak glamor, namun urat nadi kehidupan masyarakat setempat adalah rumput laut - yang sebetulnya bukan rumput melainkan
algae. Setiap pagi di Nusa lembongan dimulai dengan kesibukan petani rumput laut untuk menanam dan atau memanen rumput laut. Rumput laut hasil panenan di jemur dipinggir pantai, tepat dimuka LDC, mengeluarkan aroma khas, tapi buat penduduk setempat bau rumput laut adalah bau uang. Setiap tahunnya rumput laut memberikan kontribusi devisa Indonesia tidak kurang dari USD 100 juta.

Image

Image

Sayang kesadaran masyarakat setempat akan kebersihan masih kurang. Sampah berserakan dimana-mana mengundang kerumunan lalat.

Image

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Nusa Lembongan - Raja Ampat - Lembeh
PostPosted: Sun Feb 03, 2013 10:52 pm 
Offline

Joined: Sun Mar 18, 2012 3:58 pm
Posts: 55
salut saya mah sama cerita + perjuangan perjalanan om wisnu sekeluarga, sperti biasa potonya tetep cakep wlo bukan yg the best.
om wisnu punya trik/tips teknik buat bikin video yg bagus?


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Nusa Lembongan - Raja Ampat - Lembeh
PostPosted: Mon Feb 04, 2013 2:38 pm 
Offline

Joined: Mon Aug 30, 2010 9:12 am
Posts: 166
om wisnu.... lagi.. lagiii... dah haus berita diving niihh.. untung forsel dah onlain lagii.. bravooo om..


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Nusa Lembongan - Raja Ampat - Lembeh
PostPosted: Mon Feb 04, 2013 3:53 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
imong wrote:
salut saya mah sama cerita + perjuangan perjalanan om wisnu sekeluarga, sperti biasa potonya tetep cakep wlo bukan yg the best.
om wisnu punya trik/tips teknik buat bikin video yg bagus?


Tengkyu,
kayanya nggak pas deh kalau saya ngasih tip/trik utk video, soalnya saya o'on banget, ngga pakai mikir, dasarnya memang kurang hobby video. Mbah Surya atau temen2 lain mungkin bisa bantu.

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Nusa Lembongan - Raja Ampat - Lembeh
PostPosted: Mon Feb 04, 2013 10:56 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
etantohw wrote:
om wisnu.... lagi.. lagiii... dah haus berita diving niihh.. untung forsel dah onlain lagii.. bravooo om..


@etantohw, TQ
Sorry, lagi banyak kerjaan, di uprek-uprek majikan nih, saya akan coba lanjutkan lagi dengan Babak 3 - sedapetnya, yah.

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Nusa Lembongan - Raja Ampat - Lembeh
PostPosted: Tue Feb 05, 2013 12:08 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Babak 3 - Raja Ampat

Tidak terasa 4 hari cepat berlalu, memang liburan lebih enak daripada ngantor.
Tgl. 18 pagi kita meninggalkan Nusa Lembongan. Rencananya ingin jalan-2 tapi karena Melati mendadak demam dan panasnya tinggi, sesampai di sanur kita istirahat di hotel kecil Jambu inn agar dia bisa istirahat. Saya juga sempat mampir ke scuba pro Bali untuk mengambil flip diopter untuk 4" semi dome port. Waktu di Sea Pearl jakarta kebetulan tidak ada stock, sehingga dengan bantuan mbah Surya, barang dipesan dan langsung dikirim dari Hong Kong ke Bali. Salut, cuma butuh beberapa hari barang sudah sampai.
Malamnya, dengan pesawat garuda kita berangkat ke Makasar. Dari Makasar kita menggunakan Sriwijaya air menuju Sorong berangkat Pkl. 04:30 pagi. Mayang berangkat dari Jakarta dengan pesawat yang sama, janjian ketemu di Makasar. Untungnya juga bagasi yang nyangkut di Almaty datang juga seminggu kemudian sehingga barang2 yang kita butuhkan bisa dibawa juga oleh mayang.
Kita sempat tinggal di Spa and Day Stay hotel di depan gate 5 bandara Sultan Hassanudin - tarifnya kalau ngak salah Rp. 400,000 / 6 jam, kamarnya kecil tapi bersih, ada hot shower, lumayan Melati bisa istirahat lagi karena kondisinya tidak juga membaik.

Semuanya berjalan lancar, akhirnya kita mendarat di Sorong sekitar pkl. 08:00 pagi.
Nggak terlalu salah kalau banyak diver asing yang bilang airport sorong sebagai So Wrong :oops: .
Tempat pengambilan bagasi sempit, sumpek, panas karena nggak ada AC, bau asap rokok sangat mengganggu, dan para porter yang tampak sangar membuat suasana semakin tidak nyaman. WC nya juga alamak. Untung petugas dari Papua Diving telah menanti kami, dengan sigap mereka mengorganisir para porter untuk menangani bagasi kami dan juga diver lain tamu mereka yang saya perkirakan berjumlah lebih dari 25 orang tamu, terbagi utk Kri Eco dan Sorido bay resort.
Dibutuhkan 7 taksi Kijang untuk membawa kami semua ke pelabuhan - yang kemudian di lanjutkan 2 jam perjalanan menggunakan 2 boat menuju pulau Kri, yang terletak di bagian utara Raja Ampat.
Kedua resort yang terletak tidak berjauhan tersebut dimiliki oleh Max Ameer yang juga pioneer diving di Raja Ampat.

Pilihan kami jatuh ke Kri Eco, bukan karena masalah eco friendly ataupun back to nature. Untuk kami berempat tinggal dan diving selama seminggu di Sorido butuh hampir Euro 10,000. Kebo dan sawah sudah terlanjur digadaikan untuk ditukar dengan Nauticam di Sea Pearl.
Begitupun, Kri eco tidak bisa dikatakan murah.

Pintu gerbang Kri Eco resort, kita langsung disambut oleh kamar mandi/toilet pertama yang tampak dikejauhan.

Image

Image

Image

Jadilah kami tinggal di gubuk berdinding dan beratap rumbia, di atas laut - mengingatkan lagunya Phil Collin Home by the sea.
Kami tinggal di family room yang terdiri dari 2 ruang dipisahkan oleh sekat. Penerangan sangat minimum, cuma mengandalkan lampu SL 10 watt yang dipasang didalam lampu petromak. Kecuali untuk sistim kelistrikan saya nggak melihat komponen logam pada bangunan tsb.

Image

Kamar mandi/toilet terletak sekitar 30 - 50 meter dari kamar; nggak ada shower, apalagi hot water, mandi pakai gayung - tapi toiletnya model duduk, bersih dan toilet paper selalu tersedia. Airnya agak payau. Buat yang terbiasa bangun malam untuk ke kamar kecil akan terasa kurang nyaman, apalagi kalau pas hujan.
Inilah penampakan malam dari kamar mandi bersama di eco resort yang tarifnya lebih mahal dari hotel bintang 4.

Image

Secara keseluruhan suasana di Kri cukup nyaman. Pelayanan yang diberikan oleh staff resort yang hampir seluruhnya masayarakat lokal tidak kalah dengan hotel ataupun resort berbintang di daerah tujuan wisata utama seperti Bali.
Untuk dive guide 100% adalah orang lokal, masyarakat setempat, hasil gemblengan pak Abie Carnadie (Bubble Diver). Dari perbincangan dengan tamu-tamu lain yang pernah beberapa kali mengunjungi Raja Ampat dan menggunakan LOB; saya bisa mengambil kesimpulan bahwa kemampuan mereka lebih baik dari umumnya dive guide LOB. Bisa jadi karena setiap hari mereka menyelam di lokasi yang sama sehingga jam selam mereka jauh lebih tinggi dibanding dive guide LOB.
Kecuali salah seorang supervisor, seluruh kitchen staff juga diambil dari masyarakat setempat. Namun jangan salah, untuk masakan, Kri eco saya kasih acungan 2 jempol - bukan cuma kita, tamu-tamu asing lain juga memuji makanan di Kri eco resort. Kue2 dan buah tersedia melimpah. Untuk minuman, setiap saat diruang makan tersedia air panas, teh, sekoteng dan berbagai jenis kopi instant.

Saya pribadi salut dengan Max Amer yang mendidik, menyiapkan dan mengembangkan potensi lokal yang tentunya bukan hal yang mudah. Bagaimanapun juga hospitality industry adalah sesuatu yang baru untuk masyarakat Papua.
Dia juga menyempatkan menemui kita dan berbicara panjang lebar mengenai vision terhadap papua & passion nya yang lain terhadap nautical map.

Image

Yang istimewa dari Kri eco resort adalah house reefnya.
Tanpa perlu berbasah-basah, kita bisa melihat sejumlah black tip bermain-main di house reef, bergerak diantara kaki-kaki penopang bangunan, terutama saat makan siang dan sekitar jam 16:30 yaitu saat kitchen staff mulai menyiapkan makan malam. Saya akan bercerita lebih lanjut mengenai house reef, namun kali saya tampilkan hasil karya Mayang dengan gopro nya.

http://www.youtube.com/watch?v=AQfqR8Jy7LY

Silahkan di nikmati dulu,
untuk divingnya akan saya lanjutkan ... sudah ngantuk

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Nusa Lembongan - Raja Ampat - Lembeh
PostPosted: Tue Feb 05, 2013 5:29 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Saya malah baru bangun.....he he he.
Mantapz dive diary nya Mas..............lanjut.
.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Nusa Lembongan - Raja Ampat - Lembeh
PostPosted: Thu Feb 07, 2013 8:00 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Di Kri Eco resort hampir semua tamu mengambil paket mingguan – yaitu datang hari minggu dan check-out hari minggu juga. Meskipun dimungkinkan, Papua Diving tidak menyarankan untuk berkunjung kurang dari satu minggu – selain rate nya lebih mahal juga harus membayar extra cost untuk boat transfer.
Umumnya tamu Kri eco berasal dari luar Indonesia, tidak banyak tamu penyelam lokal yang tinggal di sana selama satu minggu, apalagi membawa keluarga. Menurut mereka, kami sekeluarga, adalah satunya keluarga Indonesia yang mengambil paket menginap dan diving selama seminggu.
Beberapa waktu sebelum kami datang, ada rombongan tamu lokal, karyawan Telkomsel, menginap selama 3 hari, namun hanya dua orang yang diving, 3 orang snorkeling, dan sisanya bahkan tidak bisa berenang sama sekali.
Periode saat kami tinggal disana, seluruh kamar terisi penuh, terdapat 24 orang penyelam yang dilayani oleh 4 boat – 2 dive guide untuk setiap boat; jadi resort saat itu benar-benar beroperasi pada kapasitas penuh. Pengaturan cukup baik meskipun realisasi tidak selalu tepat waktu.

Bicara mengenai diving di Raja Ampat, adalah mengenai keanekaragaman, ikan dan ikan, warna-warni dan arus yang cukup kuat, bahkan bisa sangat kuat.

Image

Kita akan kecewa kalau mengharapkan air yang sangat jernih – seperti Wakatobi, Bunaken atau Marantale.
Selama kami diving disana visibility rata-rata berkisar antara 10 – 15m; mungkin sedikit lebih, tapi banyak partikel-partikel halus di air.
Di beberapa lokasi juga banyak jelly fish kecil; yang agak mengganggu apalagi kalau kena leher
No current, no fish, katanya. Tapi tidak juga berarti kalau strong current selalu banyak ikan.
Nah, disinilah peran penting dive guide lokal yang sangat berpengalaman untuk membuat memorable diving experience terlaksana.
Sebaliknya, dive guide yang kurang berpengalaman akan membuat orang kapok untuk diving di Raja Ampat.
Di scubaboard, ada diver mancanegara yang menulis pengalamannya mengikuti liveaboard "W" (base di Thailand) dan baru satu musim masuk Raja Ampat.
Dia sangat kecewa, karena sudah traveling separuh bola dunia,selama 3 hari utk sampai Sorong, tapi “katanya” nggak ada apa-apanya, kecuali arus kuat yang menciutkan nyali dan membuatnya kapok untuk kembali ke Raja Ampat.

Di Raja Ampat, umumnya arus akan masuk atau keluar menuju/dari pinnacle atau seamount, terbelah dua. Di area tersebut, biasanya merupakan arena bermain berbagai gerombolan ikan dalam jumlah yang luar biasa besar - sebut saja, Spanish mackerel, yellowtail, jackfish, tuna, barracuda, bumphead, dan sekali-sekali melintas black tip, atau white bahkan saya sempat melihat gray reef berukuran lumayan bergerak cepat menimbulkan suara luncuran yang bikin deg-degan.
Nah, tujuan kita adalah mencapai “sweet spot” lokasi kecil diantara 2 arus, dimana arusnya relative “enak” untuk menyaksikan atraksi tersebut.
Kalau meleset, baik karena timing yang kurang pas, atau lokasi turun kurang memperhitungkan kemampuan penyelam, maka begitu sampai dibawah nggak ada apa-apanya. Tapi arus kuat juga bukan jaminan tempat berkumpulnya ikan, sepertinya mereka punya suatu criteria untuk menentukan lokasi tertentu untuk ngumpul. Kadang, mereka juga ngumpul ditempat yang arusnya relative enteng.
Itulah sebabnya, meskipun timing sudah diatus dengan mengacu ke tide table, sampai dilokasi dive guide kami akan mengamati kondisi permukaan, dan turun ke air – kadang free diving ke bawah, kemudian memutuskan kelayakan lokasi.
Selama seminggu disana, sempat 3 kali kita harus berpindah lokasi diving karena tidak ada arus sama sekali dan tidak ada ikan; atau arusnya terlalu kuat dan berbahaya untuk kemampuan kami.
Yang menarik, saat kita mau pindah tempat, datang boat dari liveaboard yang saya maksud diatas yang kebetulan berada di area tersebut, dan begitu sampai, 8 penyelam langsung turun di lokasi yang kita batalkan. Dive guide kami cuma nyengir, sambil menempelkan jari ke kepala.
Menurut dive guide kami, beberapa hari yang lalu mereka menolong seorang diver dari Liveboard tersebut yang terpisah dan muncul dipermukaan sendirian.

Hari pertama diving umumnya tidak kelokasi unggulan, melainkan untuk cek kemampuan secara bertahap. Dari sini si dive guide bisa melihat apakah penyelam tersebut bisa dibawa ke lokasi tertentu atau tidak.
Namun karena Melati masih sakit, dia tidak ikut diving di hari pertama.
Setelah 2x diving pagi hari, kami kembali ke resort untuk makan siang; kondisi melati kelihatan tidak membaik, suhu bandan sudah agak turun tap banyak sekali bercak-bercak merah bermunculan di wajahnya.
Akhirnya kita putuskan untuk ke dokter yang kebetulan ada di Wasai, 40 menit perjalanan menggunakan boat; ditemani istri saya – sedang saya dan kakaknya tetap mengikuti diving ke 3.
Sepulang diving, Melati dan mamanya telah cembali – rupanya dia kena Campak jerman – yang disebabkan oleh virus Rubella – tidak ada pengobatan khusus. Dokter hanya memberikan obat penurun panas, vitamin, anti histamin serta bedak. Kondisinyapun sudah jauh lebih baik.
Keesokan harinya bisa dikatakan dia sudah normal meskipun bercak-bercak merah masih ada. Saya katakan normal, karena dia sudah mulai cari gara-gara dengan mengganggu kakaknya yang selalu menyempatkan diri untuk belajar.

Sebelum cerita dilanjutkan, boleh dong kan kita narsis dulu,

mel dengan omd
Image

may pakai epl-1
Image

ma pakai gopro
Image

and me ...
Image

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Nusa Lembongan - Raja Ampat - Lembeh
PostPosted: Thu Feb 07, 2013 9:30 pm 
Offline

Joined: Mon Apr 04, 2011 9:00 am
Posts: 255
Location: Jakarta Crazy City
hanya bisa menelan air ludah saja disini melihat itu semua :shock:


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Nusa Lembongan - Raja Ampat - Lembeh
PostPosted: Fri Feb 08, 2013 1:13 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Thanks mas Tantowijaya, mendingan nelen air laut dikit .. silahkan 650D dibawa kesana juga; pasti maknyos.

Okay saya coba lanjut lagi.

Paket seminggu di Kri eco terdiri dari 5 hari, 3x boat diving/day serta night diving kalau ambil paket unlimited.
Saya tidak ingat nama lokasi diving hari pertama, karena tidak terlalu istimewa dan kurang berkesan, hanya satu yang saya ingat, yaitu kuburan.
Namun mulai hari ke 2, kita diving di lokasi diving unggulan, yaitu: Manta point, Arborek, Blue Magic, Sleeping Barracuda, Cape Kri, Chicken Reef, Chicken Bay, Sardine Reef, Five rocks, Mike Point, Freewenbonda, serta night diving di Jetty Yenbuba dan Kri House reef.

Top markotop – tapi mohon ma’af, fotofoto yang kita ambil kurang begitu bagus dan kurang menggambarkan “Raja Ampat Actions”.
Nih seadanya aja:

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Sesungguhnya tidak ada masalah berarti untuk mencapai lokasi tersebut dan menyaksikan the best attraction. Apalgi kita juga pakai reef hook agar bisa bertahan disuatu lokasi. Masalahnya, kita tidak meperhitungkan arah matahari saat menentukan suatu lokasi. Nah, yang selalu terjadi atraksi berlangsung dengan background sinar matahari. Kondisi air yang kurang jernih, banyak partikel, sangat menyulitkan untuk mengambil posisi yang baik. Kedua anak saya yang dasarnya memang perenang kompetitif mencoba meyakinkan saya bahwa mereka mampu menyeberang dan melawan arus. Tapi saya tidak ijinkan.

Underwater fotografi bukan segalanya buat kita, jadi kita nggak mau memaksakan diri untuk mencoba menembus atraksi gerombolan ikan dan mengambil foto dari sisi berlawanan.
Safety bukan first priority buat saya (dan siapapun juga), tapi kalau terjadi konflik antar kepentingan semacam ini, maka safety harus jadi priority – urusan potret memotret ngalah dulu.

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Nusa Lembongan - Raja Ampat - Lembeh
PostPosted: Fri Feb 08, 2013 1:56 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Selama seminggu disana kita juga sempat 2 x night diving.
Yang pertama di Jetty desa Yenbuba, 10 menit dari Kri – nampaknya desa ini cukup ramai karena saat kita sampai disana, jetty dipenuhi oleh masyarakat – ada yang mancing dan banyak juga yang cuma santai.
Meskpun ada perjanjian dengan Papua Diving untuk bisa diving disana, sesuai aturan adat setempat, kita mesti minta ijin dulu ke pemuka adat. Sekitar 15 menit kemudian ijin baru turun.
Untuk mereka yang suka muck diving, Yenbuba jetty akan menjadi lokasi favorit, tidak kalah dengan ambon atau lembeh.
Sama sekali tidak ada arus, lokasi diving effective pada kedalaman 7 m – 1 m saja; banyak sekali critters-critters menarik, 2 jam diving disana juga betah kalau saja perut tidak teriak2.
Di kedalaman 1.5 m kita ketemu wobbegong berukuran cukup besar – panjangnya lebih dari 1,5 m dan juga sepasang flathead crocodile fish.
Mayang yang saat itu pakai kamera EPL-1 dengan lensa 60mm macro nggak bisa berbuat banyak untuk memotret hiu yang sangat “cantik”. Untuk motret kepalanya saja susah, karena dia harus mundur cukup jauh – dan dia Cuma menggunakan 1 strobe.
Namun hal ini malah membuat lebih kreatif.

Image

Image

Image

Melati, yang menggunakan kamera OMD dengan lensa 12-50mm lebih leluasa.
Cukup dengan sekali pencet, fokus bergeser ke 12mm – dan kalau mau macro, tinggal pencet 1 tombol aja, lensa langsung ke 50mm – tinggal pake macro lens kalau memang butuh dekat dengan object.
Inilah salah satu keunggulan OMD dengan 12-50mm. Ngga perlu zoom gear. Mudah-2an aja akan ada update firmware lagi sehingga cukup dengan tombol focus bisa diatur kemana saja antara 12 s/d 50 mm. Saat ini baru 12 dan 50mm. Buat UW sih sudah cukup.

Buat dia ngga ada masalah utk full body

Image

bahkan 2 ekor ikan berukuran cukup besar juga bisa masuk frame. Hebat kamuflasenya ini ikan. Saat diving saya nggak tahu kalau ternyata ada sepasang. Saya baru tahu setelah ditunjukan fotonya oleh anak saya. Maklum mata tua.

Image

Mau matanya aja juga nggak masalah.

Image

_________________
https://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 33 posts ]  Go to page 1, 2, 3  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: