It is currently Fri Dec 15, 2017 7:13 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 56 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4  Next
Author Message
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 07, 2011 1:35 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
hantulaut wrote:
hiks.. mas wisnu butuh anak angkat ndak ya? saya berminat loh.. hahaha.. wah sayang banget kemarin ndak ketemu pas deep..


Mas Bayu, sorry banget - nggak sempat sowan, maklum di jakarta cuma sebentar - macetnya gila bener. Kita 2 x ke deep, tapi cuma sebentar-sebentar, sempat ketemu dengan beberapa temen forsel mas rendra, mas aria, mbak dindon, beli mola, mas randy, bluefx.

Akhir May rencanannya sih mau ke jakarta lagi, belum tahu diving trip ke mana ..

nggak kuat saya kalau ngangkat mas Bayu, berat ... saya aja yang jadi anak angkat biar diajarin diving yang bener.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 07, 2011 1:41 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
bangjun wrote:
Saya Juga mau jadi anak angkat mas wisnu... heheheh


bangjun, boleh deh jadi anak angkat .. anak yang baik macam Roger Fedreer kalau pergi-pergi orang tuanya diajak pakai biz kelas dan hotel ***** :D


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 07, 2011 1:45 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
@mbak dindon, mas betock, randy, and teguh - thanks you.
Babak selanjutnya ke tunda dulu sebentar ya, barusan boss masuk ruangan nanyain kerjaan yang nggak selesai selesai juga .... untung aja dia nggak ngeliat kalau sibuknya ternyata lagi ngetik cerita di forsel. 8)


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 07, 2011 4:00 pm 
Offline

Joined: Fri Sep 25, 2009 3:20 pm
Posts: 115
Location: Jakarta
Sama Pak, gara2 Rendra jadi keracunan Gorontalo. Sayangnya waktu kesana airnya agak keruh krn hujan terus. Memang disana ga banyak pelagic tapi rombongan istri sy sempet dikejar marlin gede. What an experience, sayang ga sempet ambil foto, udah keburu grogi dulu liat tombak panjangnya.
Gorontalo emang keren utk foto2 seascape.
Very good photo Pak, thanks for sharing.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 07, 2011 5:08 pm 
Offline

Joined: Wed Oct 13, 2010 2:55 pm
Posts: 2
Location: Jakarta, Indonesia
*Ga tahan komentar.* Ini saya jadi jejeritan dan menghela napas panjang selama ngebaca.

Ya, Tuhan, semoga bosnya om wisnu ga sering-sering masuk ke ruangan biar babak berikutnya segera berlanjut. Amin.:p

_________________
rassi


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 07, 2011 7:22 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
sempat punya cem2an di gorontalo, sayang waktu itu belom tahu kalo lautnya ternyata seindah dirinya :lol:


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 07, 2011 8:28 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
"The Togian Islands in Sulawesi offer divers and snorkelers the unique experience of being able to explore all three types of Coral reef (fringe, atoll and barrier). The islands in the centre of Tomini bay, known as the calmest bay on earth, are an undiscovered tropical paradise boasting hundreds of islands with beautiful white sandy beaches untouched by tourism".

Sangat menggoda sekali.

Disekitar Kadidiri terdapat beberapa lokasi diving, tapi kita sangat berharap bisa diving di pulau Una-una, sekitar 1.5 jam dari Kadiri, yang katanya merupakan best divesite nya togean serta di B52 bomber wreck. Saya berharap di Una-una bisa ketemu gerombolan ikan barakuda dalam jumlah besar yang membentuk tornado atau jackfish school yang lebih hebat dari Tulamben atau gerombolan Napoleon Wrasse yang seperti panser. Apalagi sudah dimodalin lensa Panasonic Lumic 7-14mm.

Sayang seribu sayang - karena cuaca yang tidak mendukung - yaitu ombak yang cukup besar - serta lebih parah lagi, stock BBM sedang mepet maka tidak mungkin untuk day trip ke Una-una pada hari itu.
"Terpaksa" kita diving di Taipi wall, house reef serta the Crack yang tidak terlalu jauh dari resort. Kecuali di house reef yang koral-koralnya banyak yang rusak, Taipi wall dan the crack cukup baik, coral cukup sehat, bahkan kami sempat ketemu bumphead parrot fish berukuran cukup besar di the crack.

Image

Pada diving ke 2 dan ke 3 meskipun jarak pandang lumayan sekitar 20m, karena banyak partikel-partikel / pasir putih halus bertebaran maka sangat mengganggu untuk WA photography. Jangankan pakai strobe, dengan natural light saja bintik-bintik putih susah dihindarkan.

Kami memahami kondisi laut yang diluar perkiraan tidak memungkinkan untuk mengunjungi pulau Una-una, namun kami tetap berharap bisa diving dilokasi wreck bomber B24 peninggalan perang dunia ke 2 yang terkenal tersebut. Apalagi lokasi dan jalur perjalanan kesana cukup terlindung dari ombak yang besar. Namun kali ini kami harus kecewa lagi, BM tidak bisa mendapatkan supply BBM dari wakai - katanya sedang kosong. Supply BBM terganggu karena cuaca yang jelek.
Lagi-lagi, kita diving disekitar kadidiri, kali ini di mini canyon, new reef serta nursery rock.

Ombak semakin besar dan arus cukup kuat. Disatu sisi, arus yang lumayan membuat ikan-ikan termasuk yang berukuran cukup besar banyak berseliweran; namun disisi lain viz. menurun karena banyak partikel dan pasir halus. Di Mini canyon, kami sempat bertemu sepasang Napoleon wrasse yang berukuran besar, bergerak perlahan dengan anggun, menari dan melenggok dengan lembut dalam arus. Object foto yang menarik, oleh karenanya saya mencoba mendekatinya dari belakang dengan berputar melawan arus.
Maunya sih bisa dapat foto ikan besar tersebut dengan background beberapa diver berukuran kecil-kecil dikejauhan. Tapi, setelah bersusah payah dan ngos-2an menembus arus, belum sempat kamera di jepret, dengan cepat dan begitu mudahnya pasangan tersebut melejit menghilang dari pandangan - sial! 20 bar udara habis dalam waktu singkat tapi tidak ada hasilnya. Sorry dude nggak ada fotonya.

Yang cukup menarik di new reef, cukup banyak coral-coral yang rusak - karena penggunaan sianida dan bom beberapa waktu yang lalu. Namun sangat menggembirakan, koral-koral baru bermunculan dan tumbuh dengan sehat dan cepat. banyak terdapat sponge dan table coral berukuran raksasa. Mudah-mudah dalam waktu yang tidak terlalu lama, new reef akan segera rimbun dan populasinya bertambah padat.

Image

Image

Image

Diving ke 3 di nursery rock menyisakan cerita lain - ada 3 group di boat kami, yaitu kami sekeluarga dengan dive guide lokal, cewek tomboy, panggilannya abo serta group lain, yang terdiri dari 2 orang PhD dosen di universitas Belanda, si backpacker dari swiss serta dive instructor bule dengan panggilan wolf. Sedangkan group ketiga adalah Instruktur dan OW student yang akan diturunkan didaerah berpasir yang terlindung dari arus.
Dari permukaan sebetulnya sudah dapat diprediksi kalau penyelaman kali ini akan cukup menguras tenaga. Rencananya, begitu back roll dari boat, setiap group secepatnya turun dan merapat ke wall yang tidak terlalu dalam. Group kami turun setelah group bule tersebut. Dan benar, pada kedalaman sekitar 5 m terdapat arus yang cukup kuat bahkan cenderung menarik keatas dan berputar kearah lain menjauhi formasi rock. Dengan susah payah perlahan-lahan akhirnya kami berhasil melepaskan diri dari sedotan arus tersebut, segera mencari shelter untuk berlindung untuk kemudian bergerak menuju daerah berpasir yang dangkal dan datar tempat latihan OW, meskipun bisa dikatakan tidak banyak yang bisa dilihat disana - apalagi pasir-pasir putih halus sangat menggangu visibility.
Akhirnya, selama kurang lebih satu jam kita cuma putar-putar disekitar lokasi sambil berharap bertemu sesuatu yang menarik - cukup banyak memang ikan-ikan kecil yang juga berlindung dari arus.

Dilokasi ini kita ketemu crocodile flathead fish, morray eel dan bleny kecil mungil yang bersembunyi di lubang polip karang, yang diabadikan oleh Melati dengan G9 nya.
Saya sendiri dengan lensa 7 - 14mm yang di set ke 7mm (karena belum punya zoom gear nya) nggak bisa apa-apa.

Image

Image

Image

Dan seperti biasa dia selalu bisa dapat nudibranch; kali ini lagi main buntut2an.

Image

Sering kali kalau kita menyelam kita selalu mengharapkan sesuatu yang luar biasa dan melupakan hal-hal kecil yang sering dianggap biasa-biasa saja. Nah, ketika kita terperangkap disuatu tempat yang yang "tidak banyak di lihat", melati lebih bisa melihat dan memanfaatkan momen ini untuk bermain-main dengan xmass tree worms yang cantik sekaligus menjadikan koleksi digitalnya.
Katanya akan digunakan untuk mendesai kartu natal.
Beberapa koleksi xmass tree worms nya yang diambil disaat-saat "membosankan"

Image

Image

Image

Image

Setelah satu jam lebih, bosan dengan itu-itu saja, kita kembali ke boat. Sampai diatas boat, group 1 masih belum naik - padahal biasanya mereka nggak pernah lebih dari 1 jam - dan tidak ada tanda-tanda kemunculan mereka dilokasi, padahal kita sudah berputar-putar diradius 100 m. Akhirnya diputuskan untuk mengikuti arus sampai ke pulau Taipi. Benar saja, akhirnya mereka kita jumpai diperairan pulau Taipi lebih dari 1 km dari titik awal.

Image

Penyelaman tersebut juga merupakan penyelaman terakhir kita. Karena kondisi ombak yang terus memburuk maka rencana night diving kita batalkan lagi.

Sore hari kita sempat mampir ke Lestari Kadidiri, resort mumer yang paling ramai di togean. Cukup dengan 2 gelas cappucino di starbuck, kita bisa sudah menginap 1 malam di paradise plus 3x makan (yang katanya lezat) dan gratis snorekeling pakai boat.

Image

Bandingkan dengan kenyamanan tidur di hammock bungallow nya BM setelah selesai diving atau sambil menunggu diving ke 3 setelah makan siang.

Image

Dan kembali menikmati tenggelamnya sang mentari tepat di muka bunggalow kami.

Image

Esok harinya, kami akan meninggalkan Togean menuju ampana di main island, dimana mobil sewaan kami telah menunggu untuk membawa kami ke tentena dan Rantepao Tana Toraja.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Apr 08, 2011 1:37 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Babak 3: Togean - Ampana; almost "lost" in paradise.

Babak ke 3 ini sebetulnya bukan merupakan acara diving, tapi ngga ada salahnya di ikutkan sekaligus memperkenalkan jalur yang sempat populer dikalangan turis backpacker sebelum kerusuhan Poso.
Togean - Ampana cuma "sekedar" perjalanan laut menempuh jarak sekitar 30 km dari Kadidiri ke Ampana, tapi kalau mengingat perjalanan ini saya merinding sekaligus bersyukur karena masih bisa menulis laporan ini.

Dalam kondisi normal, Ampana bisa ditempuh dalam waktu 4-5 jam dengan menggunakan ferry KM Tuna Tomini.
Pilihan yang lebih cepat adalah dengan mencarter speed boat; butuh waktu sekitar 2-3 jam jika pakai speed boat kecil milik BM dengan biaya Rp. 2,5 jt sekali jalan.

Kadidiri paradise memiliki speed boat baru, berumur kurang dari 1 bulan, yang lebih besar dan lebih powerfull, bermesin 2 x 100 PK dimana dalam kondisi normal, Ampana bisa ditempuh dalam waktu 1 jam saja! Tarif normalnya tidak murah, Rp. 4,000,000, namun karena keluarga pemilik resort (yang juga pemilik hotel Oasis di Ampana) tersebut juga ingin pergi ke Ampana, maka kami cukup membayar Rp. 2,35 Jt. Tetap tidak murah, tapi kami tidak punya banyak pilihan. Ferry KM Tuna Tomini memang jauh lebih murah, cuma Rp. 40,000 per orang, tapi dalam kondisi cuaca seperti itu memiliki ketidak pastian yang sangat tinggi. kalaupun berangkat, bisa jadi siang hari dan sampai di Ampana malam hari. So, pilihan jatuh ke speed boat milik Kadidiri Paradise. Untungnya juga mereka mau.

Tepat Pkl. 08:00 pagi kami sekelurga serta mbak Elvi yang cantik anak pemilik KP, 2 orang staff KP serta sang driver, yang tidak lain adalah pak Edy pengusaha terkemuka di Amapama sekaligus pemilik KP dan hotel Oasis Ampana.
Awalnya saya tidak tahu kalau si sopir adalah sang juragan sendiri - sorry, nggak ada tampang bos sih, meskipun saya agak heran, karena speed boat masih kinclong langsung digenjot kecepatan tinggi sebelum tertahan oleh ombak yang semakin membesar yang mau nggak mau memaksa beliau mengurangi kecepatan.

Sekitar 1.5 jam meluncur dicuaca yang semakin jelek dimana ketinggian ombak mencapai 2 m, kami memasuki wilayah Siatu - pemukiman suku Bajo atau orang laut yang berada diteluk / laguna yang sangat tenang - dimana sang supir sempat show-off memacu boatnya mencapai kecepatan 50 km/jam.

Image

Tujuan kami mampir didesa Siatu adalah untuk mendapatkan tambahan BBM, sekaligus berlindung dari badai yang akan lewat serta untuk mendapatkan "petunjuk" dari tetua desa tersebut yang katanya bisa membaca bahkan menjinakan angin.

Saat mampir didesa Siatu saya sempat tour mengelilingi desa yang dikelilingi air sangat tenang. Tidak terbayang kalau disisi lain desa tersebut ombak tinggi menggelora menghantam tebing batu.

Image

Image

Pada kesempatan tersebut saya juga sempat bertanya kepada salah seorang tetua desa mengenai phenomena cuaca yang tidak umum yang menimpa "the calmest bay on earth". Menurut si mbah, kejadian ini adalah siklus rutin tapi memang tingginya ombak diluar perkiraan - jauh lebih besar dibandingkan siklus terakhir tahun 1972.

Desa pemukiman suku Bajo ini memilki sekolah inpres yang lumayan bagus.

Image

Yang berada didepan kelas 6 ini tentunya bukan siswa sekolah ini.

Tidak sampai 1 jam menikmati ketenangan desa Siatu, green light keluar, badai berlalu speed boat bisa melanjutkan perjalanan lagi.
Namun tidak berapa lama, setelah melewati bomba, angin dan ombak datang lagi - bahkan mencapai ketinggian 3 m.

Dengan piawai si bos masih mampu mengendalikan boatnya meniti ombak, menunggu turun dan kemudian memacu kembali boatnya menaiki ombak berikutnya. Cukup mendebarkan! akhirnya beliau kelelahan juga dan memutuskan untuk beristirahat lagi di pulau atol Taupan, dimana ditengahnya terdapat danau laut.

Image

Pulau ini tidak memiliki sumber air tawar tetapi memiliki penghuni sekitar 100 orang. Setiap rumah dilengkapi dengan solar panel kecil jatah dari pemerintah. Terdapat sekolah dasar dengan 2 ruang, tapi nampaknya hanya satu yang difungsikan. Saat mampir, saya tidak menjumpai siapapun disekolah tersebut.

Image

Lapangan sepakbola seadanya berada didepan sekolah.
Bukan tidak mungkin dari pulau kecil ini suatu saat akan muncul pemain sepak bola handal Indonesia yang tidak cuma pinter berantem seperti para pengurusnya.

Tak seorangpun diantara kita yang mengira perjalanan akan molor; sehingga tidak ada yang membawa mbekal makanan kecuali snacks yang sudah ludes saat menunggu di desa Siatu. Terguncang-guncang dan basah ternyata menguras energy juga. Maka, begitu sampai pak Edy yang dikenal baik oleh penduduk desa tersebut langsung menuju rumah salah seorang warga untuk minta dimasakkan Indomie. Amazing! semuanya sependapat, meskipun tanpa telur, tapi adalah the best Indomie yang pernah kita nikmati. Satu panci besar langsung ludes.

Image

Kita sedang menunggu Indomie didepan salah satu rumah penduduk. Yang pakai baju hijau adalah pak Edy - pemilik Kadidiri Paradise.
Sedangkan kaki putih mulus yang muncul di pintu tersebut dapat dipastikan bukan milik penduduk pulau Taupan :D

Serupa seperti desa siatu, perairan dimuka desa sangat jernih dan tenang - bagaikan kolam renang. Namun dikejauhan terlihat ombak putih naik turun dengan liarnya.
Setelah menunggu sekitar 1 jam, dan dikejauhan ombak putih tampaknya sudah mulai berkurang, kami melanjutkan lagi perjalanan - yang dalam kondisi normal dapat ditempuh dalam waktu 30 menit saja.

Baru beberapa saat meluncur, kembali ombak besar melanda speedboat kami, bahkan lebih gila lagi, ombak menjulang jauh lebih tinggi dari boat kami, mengangkat dan memutar boat kami seperti mainan. Saya bisa merasakan ketegangan di wajah pak Edy sementara anaknya Elvy wajahnya memucat dan memohon untuk kembali ke pulau Taupan. Kesulitan untuk memutar balik, pak edy mengarahkan boatnya menuju ke pulau batudaka - pulau terbesar di kepulauan togean. Dengan susah payah akhirnya kami sampai juga ke perairan yang sangat tenang di nanggala, di uujung pulau batudaka.

Kembali kami beristirahat dan berlindung dari amukan ombak sekitar 2 jam sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke Ampana. kali ini, amarah sang ombak memang mulai sedikit mereda. Alhamdullilah, pkl. 16:30 kami sampai di Ampana dengan selamat meskipun seluruh barang-barang kami basah kuyup.
Thank's God.

Di Ampana telah menunggu anak-anak perempuan pak Edy (yang nggak kalah cantiknya dengan pemain sinetron) dan juga mobil yang kami sewa untuk melanjutkan perjalanan ke Rantepao Tana Toraja via Tentena di pinggir dana Poso.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Apr 08, 2011 2:15 pm 
Offline

Joined: Thu Apr 23, 2009 7:03 pm
Posts: 68
:shock: :shock: , istrinya mas Wisnu itu dulunya pencinta alam ya ?, diajak petualangan gitu, bawa anak2 pula emang enggak marah ?. Ini baru keluarga 8) ......


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Apr 08, 2011 4:52 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
wisnu wrote:
Di Ampana telah menunggu anak-anak perempuan pak Edy (yang nggak kalah cantiknya dengan pemain sinetron) dan juga mobil yang kami sewa untuk melanjutkan perjalanan ke Rantepao Tana Toraja via Tentena di pinggir danau Poso.


nampaknya saya jadi tertarik 'napak tilas' perjalanan mas wisnu sekeluarga.. haaaa..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Apr 08, 2011 6:29 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Aug 25, 2009 5:03 pm
Posts: 156
waaaaaaaaaaawwwww, foto fotonya luar biasaaaaaa
sharing data teknisnya dong mas Wisnu

kalau ada open recruitment anak angkat, sayah juga gak mau kalah dengan om hantulaut, hahahaha

lagi lagi lagi..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Apr 08, 2011 8:00 pm 
Offline

Joined: Sat May 08, 2010 11:49 pm
Posts: 62
Location: Adelaide
hantulaut wrote:
wisnu wrote:
Di Ampana telah menunggu anak-anak perempuan pak Edy (yang nggak kalah cantiknya dengan pemain sinetron) dan juga mobil yang kami sewa untuk melanjutkan perjalanan ke Rantepao Tana Toraja via Tentena di pinggir danau Poso.


nampaknya saya jadi tertarik 'napak tilas' perjalanan mas wisnu sekeluarga.. haaaa..



maap Oom Wisnu,, bolehkah diupload foto anak2nya Pak Edy :)


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Apr 08, 2011 9:10 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
saya memberi dukungan pada @m0xty.. silahkan bagi yang ingin ikut mendukung.. slot dibuka.. quota minimal 10 dukungan..

*hwahaha.. maap ya mas wisnu.. ini semata-mata untuk mempopulerkan lokasi wisata selam..*


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Apr 08, 2011 9:44 pm 
Offline

Joined: Sat May 08, 2010 11:49 pm
Posts: 62
Location: Adelaide
hehehe biar semangat aja Oom Hantu :). Kalo di-acc Oom Wisnu fotonya, nanti pesen halcyon ke Om Rendra/Oom Hantu trus mampir ke Toge dan Toraja sambil nampang kegantengan make halcyon ke anak2nya Pak Edy


btw @Oom Wisnu jadi pake Zeagle Tech gak sih?, di room dive gear pada ribut travel gear, walau susah nyari yg jual zeagle mungkin bisa ngasih reviewnya


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Apr 08, 2011 10:01 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
mas hantu & mas M0xty
mohon sejuta maaf, belum dapat ijin dari ybs jadi nggak bisa di publish - ntar nggak dapat diskon gede kalau ke sana.
Anyway, penampakan yang resmi ada tuh di video yang ada diwebsitenya mereka http://www.kadidiriparadise.com/
yang muncul disitu cuma 2 orang. kayaknya ada yang lebih muda lagi deh
nah yang kakinya doang muncul itu nggak bisa diganggu gugat meskipun domisilinya di surabaya dan punya apartment di jakarta utara.

Sekedar sharing cerita, dulu ada bule namanya crispin gibb, sering diving di Togean, eh ujung2nya kawin dengan anaknya yang punya resort Black marlin, dan saat ini BlackMarlin dikenal sebagai punyanya dia - lihat aja di websitenya Black marlin.

Ayo, ada yang mau mengikuti jejak si ipin ini?


@mas M0xty, saya pakainya zeagle brigade and scout istri, memang rencananya mau beliin zeagle tech untuk anak saya, tapi nanti aja beberapa saat sebelum next diving trip. Disini gampang sih belinya, paling seminggu sudah sampai.

satu hal lagi mas, mohon menyebutkan togean yang lengkap ya .. jangan cuma Toge aja :D apalagi konteksnya sedang membahas para penghuni paradise.


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 56 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 4 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: