It is currently Wed Oct 18, 2017 2:33 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 45 posts ]  Go to page 1, 2, 3  Next
Author Message
 Post subject: ANILAO 29 May - 4 June; family diving trip report
PostPosted: Wed Jun 30, 2010 6:20 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Kali ini kami ingin share pengalaman kami sekeluarga mengunjungi Anilao, yang merupakan cikal-bakal berkembangnya industry wisata scuba diving di Phillipine. Sesungguhnya kami mengutamakan di ving di negeri sendiri – namun saat berburu tiket murah awal tahun ini; kami juga melihat promo tiket ke Manila dengan harga yang sangat murah – mana tahan; langsung saja ambil.

Buat teman-teman yang sedang mencari alternative lokasi diving di luar Indonesia, Anilao merupakan pilihan yang sangat menarik. Bahkan – menurut pengalaman saya selama ini , Anilao adalah tempat di luar Indonesia yang memberikan kepuasan paling tinggi sekaligus best for money.
Dari segi biaya Anilao relative bersahabat – “hanya” menghabiskan sekitar USD 2000 untuk kami berempat selama 7 malam, 6 hari diving; total boat diving 60 x termasuk akomodasi dan makan dengan menu ala carte.

Sama seperti trip sebelumnya, andalan kami masih kamera G9 dengan Inon 2000 dipakai oleh anak saya Mayang sedangkan saya harus mengalah dengan memakai back-up camera Oly SP-350. Untuk topside – Olympus E-620. Sebagian besar foto-foto bawah air diambil dengan SP-350 – yang lagi saya tawarkan di forum classified. Kalau laku, maka laporan ini adalah laporan terakhir dengan foto-foto dari SP-350.

Pada kesempatan trip ini saya juga sempat ber main-main dengan lens wide angle super murah – yaitu lensa wide angle murahan (gratis lagi) untuk didarat yang dipaksa nyebur ke laut. Lihat juga product review saya untuk wideangle abal-abal ini.


The Journey

Anilao terletak di propinsi Batangas, 120 km dari Manila, dapat ditempuh dalam waktu 2.5 – 3 jam jika kondisi lalu lintas normal. Mengingat lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Manila, di akhir pekan, apalagi jika harpitnas, Anilao biasanya diserbu oleh para weekender dari Manila – namun mereka umumnya bukan diver. Mungkin kondisinya bisa dibandingkan dengan Anyer atau Carita di akhir pekan atau harpitnas yang ramai oleh pengunjung dari Jakarta yang umumnya juga bukan divers. Namun secara umum lokasinya lebih remote serta kondisi akomodasi dan fasilitas di Anilao lebih sederhana dibandingkan Anyer atau Carita.

Pesawat Royal Brunei yang kami tumpangi mendarat tepat waktu sekitar pkl. 10.00 malam. Suasana di Bandar udara Ninoy Aquino lebih semrawut dibandingkan cengkareng namun proses pengambilan bagasi serta imigrasi berjalan sangat efisien. Suasana ditempat penjemputan mengingatkan saya pada hiruk-pikuknya stasiun Gambir. Sempat membuat bangga sedikit – ternyata Bamdara Soekarno Hatta bukanlah yang paling amburadul. Namun disisi lain juga mebuat saya sedih – karena di bandara ini – para Balik Bayan - yaitu TKF (tenaga Kerja Filipina) mendapat banyak kemudahan dan benar-benar dihargai sebagaipahlawan pemasok devisa – sedangkan di Indonesia, Bandara Soekarno Hatta masih merupakan perangkap untuk para TKI – terutama yang sector informal untuk diperas dan dipersulit oleh para oknum disana.

Karena kami telah memesan kendaran via resort yang akan kami tinggali, sehingga tanpa kesulitan sekitar Pk. 11.00 malam kami telah berada di jalan tol yang juga macet. Jika tidak ada jeepney, suasananya seperti di Indonesia, sama-sama semrawut – cuma kendaraan yang kita tumpangi memiliki pengemudi yang duduk disebelah kiri. Sekitar pk. 01:30 pagi kami sampai ke Arthur Place – resort sederhana yang akan kami tinggali selama seminggu. Untungnya, sebagaimana di Indonesia, disana juga banyak tenaga yang siap membantu untuk menurunkan koper-koper kami yang total beratnya hampir 80 kg – sehingga dalam waktu singkat kami bisa melanjutkan tidur lagi.

The Resort

Arthur’s Place (AP) termasuk budget resort – meskipun dari segi harga sebetulnya juga tidak bisa dikatakan murah, namun hal ini dapat dimaklumi mengingat penghasilan resort ini hanya mengandalkan pengunjung akhir pekan.

AP hanya memiliki 9 kamar - beberapa di antaranya dilengkapi AC. Karena kami datang di akhir pekan, untuk malam pertama dan kedua, kami medapat 2 kamar standard AC – sangat sederhana, tidak ada meja, kursi dan lemari pakaian; ukurannya tidak lebih besar dibanding kamar kos-kosan saya di Yogya dulu. Memiliki kamar mandi didalam; ada air panas, cukup bersih, tidak ada kecoa dan tidak bau.
Hari minggu sore, kami pindah ke kamar family yang berukuran cukup luas, berisi 2 king size bed. Kamar ini terletak hanya beberapa meter dari Dive center, memiliki beranda yang cukup luas dengan tempat tidur ayun dan meja kursi – serta memiliki pemandangan indah langsung ke laut. Kamar mandinya juga jauh lebih besar dibanding kamar standard.

Fasilitas hiburan yang dimiliki AP sangat minim – tidak ada kolam renang, hanya ada 1 meja bilyard yang sudah kusam serta TV dengan DVD dan karaoke system. Disekitarnya pun tidak ada apa-apa, kecuali resort serupa. Tidak ada toko-toko bahkan warung sederhanapun juga tidak ada. Orang datamg ke Anilao hanya untuk menghabiskan waktu weekend bersama keluarga, group dengan berkaraoke, menikmati pantai, diving atau snorkeling – Cuma itu. Beberapa resort yang lebih mewah memiliki sarana bermain dan kolam renang.

No problem!, kami datang ke Anilao untuk diving… dan juga main tennis!!

Ya, kami memang membawa peralatan tennis juga – Melati, anak saya yang paling kecil adalah pemain tennis junior. Pelatihnya yang mantan pelatih junior Phillipine; telah mengontak rekannya sesama pelatih tennis di Manila dan mengatur pertandingan persahabatan di Manila selepas liburan diving ini. Maklum di Brunei yang Negara kecil sangat minim frequency pertandingan. Agar tidak kehilangan feeling terhadap bola maka setiap hari dia harus berlatih – dan APmemiliki halaman berumput, tidak terlalu besar tetapi cukuplah untuk latihan volley – anggap saja latihan di Wimbledon tapi rumputnya lebih lembut. Tidak ada net – maka kursi malas yang digunakan sebagai net.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 30, 2010 6:26 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Diving

Anilao merupakan lokasi awal tempat bermulanya industry wisata scuba diving di Filipina. Presiden Fidel Ramos bahkan ikut diving dan menaruh batu salib di salah satu lokasi diving yang dikenal sebagai Cathedral Rock. Sayangnya, saat kita mau diving di Cathedral Rock hari terakhir, cuaca memburuk sehingga harus dialihkan ke tempat lain. Jadi kita tidak tahu persis seperti apa Cathedral rock itu.

Ada sekitar 15 lokasi diving di sekitar Anilao yang dapat ditempuh menggunakan perahu kayu bermotor kecil yang disebut Banca dalam waktu 1 – 20 menit. Dibandingkan dengan jukung di Bali, Banca lebih besar – mampu menampung sampai 10 penumpang serta memiliki atap.
Diving di Anilao akan sangat mahal kalau jumlah penyelamnya sedikit; 1 atau 2 orang; karena tetap harus membayar ongkos pemakaian banca serta dive guide. Karena kami berempat, biaya diving per kepala jadi sangat murah; yaitu Php 2100 per kepala untuk 3x boat dives/day – atau sekitar Rp. 410,000. Dimana di Indonesia bisa boat diving dengan biaya seperti itu.
Bahkan biaya tersebut bisa lebih murah lagi kalau kita langsung deal dengan pemilik banca dan dive guide.

Kondisi diving di Anilao cukup bervariasi; namun karena Melati masih Jr. OW kami meminta ke Lito, dive guide kami untuk diving di lokasi yang tidak terlalu dalam; arusnya tidak terlalu keras. Sayangnya kami datang di akhir Mei, awal Juni dimana ombak, angin dan juga typhoon sudah mulai muncul. Menurut Lito, waktu terbaik mengunjungi Anilao adalah bulan November sampai dengan May.

Untungnya di Anilao juga ada beberapa lokasi yang terlindung dimana tidak ada ombak dan arus sama sekali; yaitu di Secret Bay dan Basura – lokasi muck diving yang hampir mirip dengan Seraya ataupun Lembeh.
Di secret bay juga terdapat hot spring baik di darat maupun dibawah air. Di lokasi ini tidak banyak ikannya tapi sangat menyenangkan untuk diving di air hangat dan juga panas yang penuh bubble. Bahkan sebelum diving kita bisa membeli telur ayam di warung kecil dipantai – kemudian masukan ke sumber air panas yang ada dipantai – dan setelah selesai diving telur sudah matang; bisa dimakan kalau tidak diambil orang.

Critters yang ada di secret bay juga mirip dengan di lembeh. Dilokasi ini kami menjumpai berbagai jenis lionfish, scorpion fish, octopus, mimic octopus, flying gunnard, flathead, frogfish, dan tentunya nudibranch – namun tetap saja belum bisa mengalahkan Lembeh baik dari variasi maupun jumlahnya.

Di secret bay - octopus ada dimana-mana


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 30, 2010 6:45 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Hari pertama sampai ke lima; cuacanya sangat baik sekali; air sangat jernih, hampir tidak ada ombak; arus kalaupun ada tidak terlalu keras. Namun; siang hari kondisi cuaca berubah; meskipun didalam air arus masih bisa ditangani dan visibilitynya masih lumayan, tapi dipermukaan ombaknya cukup besar dan sangat menyulitkan untuk naik kembali ke banca. Beberapa kali kita harus mengalihkan lokasi diving atau membatalkannya ketika cuaca semakin memburuk.

Lokasi favorit diving kami adalah Twin Rock marine sanctuary – tidak terlalu jauh dari AP, merupakan house reef nya Planet Diver.
Luar biasa!! benar-benar sop ikan – batfish nya besar-besar dan jinak, school of jackfish dan barracuda merupakan atraksi utama lokasi ini. Di lokasi ini juga terdapat tempat untuk fish feeding; jadi begitu kami mendekat langsung kami mendekat langsung dikerumuni oleh ikan-ikan yang berukuran lumayan – termasuk batfish yang ukurannya segede tampah. Sangat mengganggu; saya nggak bisa mengambil foto anak saya dengan background ikan-ikan tersebut karena ikan-ikan menutupi pandangan.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 30, 2010 6:52 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Kalau Lembeh dikenal sebagai Muck diving capital of the world maka Anilao juga dikenal sebagai Nudibranch capital of the world. Dan memang benar; Nudibranch sangat mudah dijumpai dimana-mana.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 30, 2010 7:01 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Lokasi lain yang juga kami sukai adalah Coral garden di pulau Sombrero. Meskipun tidak ada makhluk yang istimewa ataupun aneh disana, namun visibility yang sangat bagus dengan koral yang sangat sehat serta gerombolan ikan anthias (ikan merah kecil yang banyak dijumpai di karang) namun karena jumlahnya yang massive memberikan pemandangan sangat luar biasa untuk di nikmati. Tidak puas-puasnya kami melihat pemandangan sederhana tapi luar biasa ini.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 30, 2010 7:20 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Lokasi diving menarik lainnya adalah Betlehem - meskipun dekat dengan perkampungan penduduk/nelayan; tetapi coral nya cukup sehat dan relatif bersih. Easy diving, tidak ada arus, vis. cukup bagus meskipun dasar laut pasir putih halus yang mudah teraduk-aduk.
Dilokasi ini bottom time kami sekitar 90 menit.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 30, 2010 7:22 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
capek dulu ah .. ntar di lanjut lagi


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 30, 2010 10:15 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
wah thanks buat sharingnya mas wisnu.. saya juga termasuk fans berat anilao.. secara keseluruhan ongkos tripnya relatif murah & nudi nya banyak hehehe.. tambahan info; buat temen2 yang mau ke manila bisa coba browsing cebu air pacific. harga tiketnya murah & flight nya direct jakarta-manila.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 30, 2010 10:35 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Sep 27, 2008 3:17 pm
Posts: 618
Location: sanur - bali
Wow....cakep yah pemandangan uw-nya. Ikan2nya benar2 massive, ngeliat foto2nya aja udah kebayang asiknya diving disana. Lanjut lagi dong om :)


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 30, 2010 11:57 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 30, 2010 11:12 am
Posts: 6
woooww.... kereeeen.... jadi pengen kesana hi hi hi hi....

salam,

Yodie


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Jul 01, 2010 12:20 am 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon Jun 12, 2006 10:40 pm
Posts: 1030
Location: kingdom of undersea
hadooohh... cakep bangeeeett.. jadi kebelet nyelem nih :) kapan2 boleh nih bikin trip kesini, mas hantu mau bantu arrange? hehehe...

nice report n pics btw :)

_________________
PETUALANG - Penyelam Tua Lupa Pulang


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Jul 01, 2010 12:24 am 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
@om hes: yuks! saya gak pernah nolak kalo diajak ke anilao hehehe.. kebetulan ada temen yang punya dive center disana. sama2 waktu IDC dulu.. buat pemanasan gimana kalo kita trip mola2 dulu pertengahan agustus? *kompor*


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Jul 01, 2010 12:55 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
mas Hantu, mas Agus, mas Yodie dan mas Heru
Terima kasih atas komen2nya
Yang perlu dicatat - yang kami kunjungi belum lokasi terbaiknya. Kita diving cuma sampai ke dalaman 12m; kecuali saat saya ngetes lensa abal-abal di suatu pinnacle sempat turun sampai 20 m an dengan mayang.
Ditempat yang lebih dalam tentunya lebih banyak yang gede2nya juga.
Menurut report di SB; seminggu setelah kita diving mola-mola sempat mampir kesana. katanya whale shark juga kadang mampir ke anilao.

Seperti kata mas Hantu, Anilao merupakan slternatif yang menarik dan murah untuk trip dalam waktu yang cukup panjang.
Apalagi ada Cebu airline yang terbang langsung jakarta - manila;
Cebu air juga akan buka jalur Brunei - manila mulai bulan Agustus; sehingga kita pengen kesana lagi.
ayo kalau gitu di arrange aja
kalau satu banca diisi 6 diver, bisa jadi sekali diving biayanya cuma sekitar Rp. 100,000 an.

Cuma, buat yang muslim, berkunjung ke Filipina harus hati2 soal makanan.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya ke Puerto galera; [ada kunjungan kali ini kita membawa lauk-pauk sendiri termasuk sambal ABC, 2 kg rendang dan kering tempe.
Salah satu alasan lain Kita pilih AP, karena mereka menyediakan menu ala carte - bukan - buffet seperti banyak resort lainnya.
Jadi direstaurannya kita cuma pesan nasi dan sayur atau ikan bakar saja.
Hal ini pula yang ikut sedikit menekan biaya :D


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Jul 01, 2010 1:07 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Buat kami diving di Anilao sangat menyenangkan; easy diving; tidak terlalu dalam – typical bottom time kami adalah 70 – 90 menit; itupun masih banyak udara yang tersisa di tangki.

Pada hari ke 6, hari terakhir kami diving di Anilao, rencananya kami akan diving ke Cathedral Rock dan Eagle Points – sayangnya begitu sampai disana, cuaca memburuk, angin sangat kencang dan arus tampaknya cukup kuat sehingga untuk diving pertama kita berpindah ke basura yang merupakan perkampungan nelayan. Mirip seperti beberapa lokasi di lembeh; banyak sampah dan plastik; tidak ada coral sama sekali. Namun di bandingkan Lembeh, Basura relative sepi dari citters – kita cuma menjumpai berbagai jenis lionfish dan nudibranch.

Selesai diving pertama cuaca bahkan semakin buruk, bahkan turun hujan dan angin yang sangat keras – maka rencana diving ke 2 ke Eagle point juga dialihkan lagi; yaitu ke Secret Bay. Rupanya banyak critters yang mencari perlindungan ke secret bay – karena populasi critters yang kami jumpai di secret bay jauh lebih banyak dibanding kunjungan kami sebelumnya. Apalagi setelah menempuh perjalanan diterpa angin dan hujan deras.

Selain nudibranch; di Anilao juga sangat mudah menjumpai berbagai jenis lionfish; scorpionfish, frogfish dan berbagai jenis ikan jelek lainnya.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Jul 01, 2010 1:19 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
buat yang kita yang baru belajar uw photography, anilao juga menyenangkan karena relatif gampang mencari object untuk di potret; ibaratnya - asal jepret aja pasti ada ikannya.
Saking banyaknya ikan, saya sempat dongkol juga karena terganggu waktu anak saya minta dipotret sendiri atau bersama-sama di dalam air.

ikannya bener2 nggerecokin


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 45 posts ]  Go to page 1, 2, 3  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: