It is currently Wed Oct 18, 2017 8:57 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 5 posts ] 
Author Message
 Post subject: Catatan Dive Trip 4 - 5 November 2006 : Eksplore Kep Seribu
PostPosted: Mon Nov 13, 2006 1:16 am 
Offline

Joined: Thu Jul 13, 2006 8:50 pm
Posts: 19
Location: Jakarta
Apa di cari dan di dapatkan dari sebuah Dive Trip kecil 4-5 November 2006...? :wink: Kami katakan “dive trip kecil” karena dari jumlah peserta hanya 8 orang, sesuai target kami. Dive spot yang kami pilih pun bukanlah dive spot yang populer di kalangan sebagian divers, terutama divers senior. Dari kontak via email kami sudah informasikan ada beberapa alternatif dive spot yang bisa di pilih : Pulau Kuburan Cina, Pulau Genteng, Kotok, APL, Semak Daun, dan Karang Lebar.

Beberapa tujuan atawa harapan dari dive trip kecil ini yang dapat disebutkan, pertama: pengalaman. Dari 8 divers sebagian besar belum pernah diving di dive spot yang kami tuju. Sebagian besar rekan-rekan meski sudah mengantungi Open Water Sertifikat dan A-1, ingin menambah jam nyelam. Kedua, eksplore Kep Seribu. Suatu fakta Kep Seribu kaya akan dive spot yang mungkin belum banyak di datangi para divers pemula maupun di”lewat”kan oleh divers senior. Ketiga, menambah kenalan baru sesama divers. Diantara 8 divers sebagian besar belum pernah ketemu sebelumnya, hanya kontak via email. Kebetulan dari 8 divers tidak semua berasal dari perguruan yang sama. Adolf, Eddy, Boy, Ellen alumni JODI (Jakarta Ocean Dive), Zen dan Tono alumni Immersion, Oktaf alumni Bubbles, dan terakhir Pipin alumni POSSI, tepatnya dari Bank Mandiri di bawah asuhan Pak Amir. Keempat, tentu saja rekreasi ‘n fun...

Dive Trip kecil ini sudah kami rencanakan sebulan sebelumnya. Selama kurun waktu sebulan tersebut kami mengundang melalui beberapa forum online, yang akhirnya sesuai target peserta 8 rekan menyatakan join.

Memilih home base di Pulau Pramuka dengan penginapan Villa D’lima. Pemilihan akomodasi di Villa D’lima dengan pertimbangan kenyamanan, service, dan sarana pra-sarana memadai untuk sebuah dive trip dari manajemen Villa D’lima. Mendapatkan dukungan berupa penyediaan tabung, weightbelt, serta Dive Master dari Dive Center Elang Ekowisata. Kerja sama apik dengan pihak Elang Ekowisata adalah pertimbangan service dan profesional para crew-nya yang di komandani Sabihis dkk. Serta beberapa perangkat BCD & regulator bagi rekan yang belum memiliki di supply dari Sea Pearl-Grogol, dengan pertimbangan harga memadai serta perawatan peralatan yang bagus. Juga tidak kalah andilnya dukungan awak kapal, yang di komandani Pak Mail dkk, yang mengantar kami dari Pulau Pramuka ke Dive spot yang sudah kami tentukan. Pengalaman dan pengetahuan Captain Mail dkk akan dive spot yang kami tuju memperlancar kegiatan ini. Very thanksfull kepada mas Untung dkk dari Villa D’lima, Sabihis, Lukman, dkk dari Elang Ekowisata, Ibu Evie & mbak Rina dari Sea Pearl, dan Captain Mail dan crew-nya.

Hari Pertama,

Kami berangkat hari Sabtu 4 November. Atas pertimbangan tertentu yang disampaikan via email rombongan kecil kami akhirnya terbagi 2 kelompok pemberangkatan. Saya, Oktaf & (girlfriend-non divers), Pipin, Ricky (non divers), Ellen & Suami memilih berangkat naik ojek kapal dari Muara Angke. Sementara Eddy, Boy, Tono & Zen menggunakan Kapal Sepa dari Marina Ancol. Selisih perbedaan jam berangkat tidak menghambat perjalanan kami, karena tokh tiba di home base, Villa D’lima hanya selisih waktu 15 menit. Meskipun kami berangkat dengan sarana yang berbeda kami sepakat saling kontak dan koordinasi saat keberangkatan. Mengingat diantara rekan-rekan yang berangkat masih ada yang belum pernah ketemu, hanya kontak via emai.

Sesuai rencana & itinerary yang kami buat, begitu tiba kami istirahat sejenak, mengisi perut yang masih keroncongan, dan bersiap berangkat ke Dive Spot pertama Pulau Kuburan Cina. Sebelum berangkat kami breafing dulu dengan Dive Master (DM) sekaligus berkenalan, merencanakan kedalaman penyelaman, penyamaan bahasa isyarat yang mungkin kami gunakan, serta pembagian kelompok penyelaman. Kami sepakati dari alternatif dive spot di atas kami menentukan Pulau Kuburan Cina dan Pulau Genteng menjadi tujuan kami. Sebagaimana kami sampaikan melalui itinerary, disepakati selama penyelaman kami tunduk :wink: pada pengawasan dan instruksi DM. Kepada DM saat breafing kami minta untuk tidak sungkan-sungkan menegur apabila ada tindakan kami selama penyelaman yang dianggap tidak benar dan cenderung membahayakan. Selain itu tidak merusak karang atau mengambil sesuatu selama penyelaman menjadi kesepkatan kami.

Satu hal yang kami lakukan sebelum berangkat kami sepakat sudah menyiapkan serta merakit alat masing-masing :wink: . Meski semua itu bisa dibantu rekan-rekan Elang Ekowisata serta awak kapal, namun kami mencoba merefreshkan kembali pelajaran merakit yang pernah kami dapatkan di perguruan masing-masing. Beberapa rekan terlihat masih ada yang kagog. Barangkali karena sudah lama tidak diving, namun tetap di pandu rekan-rekan Dive Master & Pak Mail, sang Captain kapal, yang memang sudah punya kualifikasi Dive Master juga.

Perjalanan dari Pulau Pramuka ke Pulau Kuburan Cina menempuh waktu kurang lebih 1.5 jam. Sekitar jam 1 siang kami sudah berada di Dive Spot. Cuaca cerah, namun arus kencang di permukaan rupanya menyambut kami. DM Sabihis & Lukman melakukan orientasi permukaan dan mengatakan arus cukup kencang. Pasang alat di bawah tidak memungkinkan mengingat gelombang dan arus, akhirnya kami memilih untuk backscroll. Satu per satu kami turun, dan memang benar arus permukaan cukup kencang. Yang menolong kami supaya tidak terpisah adalah berpegangan pada tali. Itupun harus dipegang erat.

Setelah semua ready dipermukaan, sebelum entry kami kembali mengingatkan pembagian buddy. Pembagian buddy berdasarkan pertimbangan siapa yang irit atau boros tabung. Saya, Eddy, Ellen, Tono, termasuk yang mengaku boros tabung memilih satu kelompok. Sementara lainnya yang termasuk irit tabung mengelompok jadi satu. Entry kami lakukan begitu ada aba-aba dari DM.

Sebuah kejadian yang tidak diharapkan fin saat salah satu rekan kami lepas dua-dua-nya. Setelah berusaha di cari hanya di temukan satu saja. Beruntung ada seorang ada rekan kami, Ricky, non divers yang berencana snorkling. Ya sudah akhirnya kami pinjam fin beliau. Kejadian ini memberikan pelajaran untuk tidak terulangi di dive berikutnya.

Hal yang dikhawatirkan Ellen berdasarkan pengalaman waktu ujian yaitu susah turun tidaklah menjadi kenyataan. Di dampingi DM Lukman saya ‘n Eddy saling mengawasi ‘n menjaga Ellen saat entry. Siap narik Ellen kalau sulit turun. Namun kenyataannya Ellen entry lancar-lancar saja. Segera kami memulai diving dengan rencana kedalaman sekitar 15-20 meter. Berhubung arus cukup kencang, sang komandan diving, DM Sabihis menginstruksikan kami agar mengikuti arus.

Sayangnya begitu kami descent sambil menikmati pesona Kuburan Cina, formasi kami sempat kacau. Pengelompokan kami akhirnya buyar. Ya sudah lah akhirnya kelompok boros & irit tabung gabung jadi satu. Yang penting kami tidak lepas dari buddy. DM menjalakankan tugasnya dengan bagus. Salah satu di posisi leading satunya lagi sebagai sweeper.

Visibility bagus sekali, sekitar 10 meter. Kami dive mengikuti arus. Berusaha dive senyaman mungkin. Nuansa Kuburan Cina yang kaya akan soft coral yang beragam cukup indah untuk dinikmati. Mengingkatkan saya kembali saat “Nostalgia Dive Trip” tanggal 8 Oktober bersama DM Rahmat dari Odydive. Waktu itu saya sempat di ajak DM Rahmat coba deep dive di 29.5 meter. Di kedalaman tersebut masih melihat softcoral dan ikan-ikan yang cukup menarik. Itu juga yang menjadi pertimbangan kami memilih dive spot Kuburan Cina. Kepinginnya coba lagi deep dive, namun situasi tidak memungkinkan. Bottom time di dive comp saya tercatat 32 menit, dengan suhu 30 derajat. Maksimal kedalaman 19.8 meter.

Meski formasi sudah “berantakan” selama dive selain menikmati softcoral kami tetap saling mengawasi ‘n menjaga buddy. Apalagi masing-masing kedalaman kami relatif tidak lah sama, namun kami tetap berusaha menjaga buddy masing-masing. Kondisi ini bisa dimaklumi dan biasa saya alami di dive pertama. Dari dive pertama ini rupanya Ellen mengalami sedikit “trouble” yaitu sakit di telinga, meskipun equalizing sudah dilakukan. Akhirnya memutuskan untuk naik di dampingi DM Lukman. Sementara lainnya meneruskan diving.

Sekitar jam 13.50 saya mengakhir penyelaman bersama Zen, dengan savety stop sambil diving di 5 meter. Menyisakan tabung 30 bar. Tidak lama kemudian menyusul rekan-rekan lain. Sementara Pipin memilih exit di pantai pulau Kuburan Cina di dampingi DM Sabihis. Tidak jauh dari rencana sekitar jam 2 siang kami menyelesaikan diving pertama. Bersiap ke dive spot kedua yaitu Pulau Genteng.

Trip dari Pulau Kuburan Cina ke Pulau Genteng hanya menempuh waktu 30 menit. Di Pulau Genteng kami bisa merapat, disambut ramah oleh penunggunya yaitu Pak Samsuri. Surface interval kami isi dengan menikmati santap sore. Perut lapar kami obati dengan mengeluarkan perbekalan. Sangat nikmat saat Pipin mengeluarkan perbekalan andalannya yaitu ikan asin, mangga, cemilan kacang, dll...SI 1 jam lebih lumayan dapat melepaskan sedikit “ketegangan” saat dive pertama. Beberapa evaluasi dan planning untuk dive kedua kami lakukan selama SI tersebut.

Dive kedua di Pulau Genteng. Arus permukaan cukup tenang. Entry rencana dari dermaga. Maunya sich giant step namun untuk menghindari hal tidak diinginkan kami memilih backscroll dari perahu. Entry kami lakukan sekitar pukul 15.30 dengan rencana kedalaman maksimal 20 meter. Kali ini kami tidak melakukan pengelompokan seperti dive pertama. Yang penting jangan kehilangan buddy. Entry pun lancar. Namun saat entry visibility kurang oke di bandingkan dive pertama, yaitu sekitar 5 meter. Namun kami tetap meneruskan penyelaman.

Meskipun visibility hanya 5 meter kami mencoba menikmati penyelaman. Salah satu rekan DM di posisi leading, satunya lagi sebagai sweeper. Lagi-lagi kejadian saat dive pertama terulang, kami kembali terpisah. Namun kami tetap berusaha bersama buddy. Saya dive bersama Tono di dampingin DM Lukman. Sempat juga saya diingatkan DM Lukman kala nyaris masuk di kedalaman 25 meter. Di DC saya tercatat kedalaman maksimal 23.4 meter. Kemana lainnya...? Entah lah. Namun kami percaya mereka tidak terpisah dari buddy-nya. Kami juga percaya masing-masing tetap berada di “jalur” aman yang sudah di arahkan DM sebelum entry. Bottom time saya di dive kedua tercatat 31 menit. Temperatur hampir sama yaitu 28 derajat. Cuaca cerah. Sisa tabung 50 bar.

Mengakhiri penyelaman kedua ini ternyata Ellen yang pertama kali keluar, yang didampingi Oktaf. Tumben Oktaf termasuk cepat entry, padahal termasuk yang paling irit. “dampingi Ellen…”, kata Oktaf. Meski sisa tabungnya masih banyak, masih 100 lebih. Setelah Ellen ‘n Oktaf, giliran saya dengan Tono. Sekitar 10 menit kemudian Zen, Eddy muncul di dampingin Pipin dan DM Sabihis. Terakhir Boy yang didampingin Lukman. Suatu kejadian yang seharusnya off the record tapi on the record aja dech, yaitu salah satu rekan kami sempat dive alone beberapa teman sebelum ketemu buddynya. Jadilah “ever dive alone”. “jangan bilang nama gw ya...ha...ha...”, pesannya :wink: .

Nuansa di Pulau Genteng hampir mirip dengan Pulau Kuburan Cina. Cukup banyak softcoral dan ikan ekor kuning. Ini yang pertama kalinya saya turun di lokasi ini. Demikian juga teman-teman lain. Namun overall menurut saya pribadi kurang menarik di banding Kuburan Cina. Sekalipun demikian kami sepakat merasa enjoy dengan pengalaman ini. Pengalaman baru di dive spot yang belum pernah kami datangi, pengalaman baru bagi rekan yang terpisah dari buddynya sehingga terpaksa ber-dive alone, pengalaman baru melakukan kerja sama dan koordinasi selama penyelaman.

Sekitar jam 5 sore kami bertolak dari Pulau Genteng menuju home base Pulau Pramuka. Seraya mengucapkan terima kasih kepada Pak Samsuri sebagai “tuan rumah” Pulau Genteng. Trip back menempuh waktu sekitar 1 jam. Captain Mail membawa perahu pelan dan santai. Ombak tidaklah besar sehingga kami bisa menikmati view sunset dalam perjalanan kembali. Oleh Captain Mail diajak melewati Pulau Panjang, yang terkenal dengan air stripnya, serta direncanakan akan dibangun bandara di Kep Seribu, entah kapan rampungnya. Selain itu melihat dari kejauhan Pulau Kelapa. Pulau Kotok, Pulau Semak Daun, melintas Pulau Panggang dan Pulau Karya. “Edd...masih ingat spot waktu kita ujian...?”, tanyak ku kepada Eddy saat kapal melewati perlahan pulau Karya. Sebuah pulau yang memberikan pengalaman kepada Eddy & Ellen, rekan seangkatan waktu ujian A-1/Open Water di JODI.

Sekitar jam 18.15 kami merapat di dermaga Pulau Pramuka. Sempat menyaksikan rombongan Martin Wetik yang sedang bersiap ujian A-2, yaitu night dive. Berakhirlah sudah kegiatan inti hari pertama dive trip kecil kami. Sebenarnya saya, Boy, ‘n Oktaf rencanakan untuk nightdive. Namun berhubung sudah capek akhirnya batal...

Sarana ‘n prasarana Villa D’lima memang menunjang untuk kegiatan paska diving. Adanya shower, bilas peralatan, jemur dive gear, adalah kenyamanan yang dapat kami nikmati. Pengelola Villa D’lima cukup mengerti kebutuhan para divers sehingga menyediakan fasilitas tersebut walau kondisinya cukup sederhana.

Menutup kegiatan Dive Trip hari pertama kami menikmati santap malam dengan ikan bakar. Sajian khusus ikan bakar ditangani langsung oleh crew Villa D’lima, dari pemilihan ikan, bakar dan meramunya, sehingga siap saji. Mas Brahim dari Villa D’lima mengerti betul karakter perut para divers yang kelaperan setelah diving. Sehingga tidak membiarkan lama perut kami keroncongan. Alhasil kami menikmati santap malam lezat sekali. Selain itu suguhan juice mangga menambah kenikmatan tersendiri sebelum kami berangkat ke peraduan. Suasana nyaman namun tidak harus mewah kami dapatkan dari sarana, service, rekan-rekan Villa D’lima. Sehingga kami pun merasa nyenyak istirahat sambil menyiapkan diri esok harinya.



Hari kedua,

Pagi-pagi sekali mas Boy sudah bangun dan bersiap hunting sunrise...Sementara yang lainnya masih asyik dengan kenyamanan ‘n kenikmatan tidurnya. Rencana dive hari kedua start jam 8 pagi. Sebelumnya sempat menemani Zen ‘n Tono yang baru pertama kali ke Pramuka berkeliling Pulau Pramuka. Sarapan nasi uduk yang murah meriah menambahkan kenikmatan tersendiri...

Sebagaimana di atur oleh DM, spot di hari kedua adalah Pulau Air dan Semak Daun. Setelah dive III di Pulau Air, kami SI dengan merapat di Pulau Semakdaun sebelum melanjutkan dive IV. Namun karena kami mendapat berita yang sedikit tidak meng-enak-an, yaitu kami tidak dapat seat pulang yang rencana naik Kapal Trans Jakarta. Padahal rencananya kami pulang dengan kapal yang sama. Sehingga lagi-lagi kami harus berpisah ada yang memilih naik Kapal Sepa dan naik ojek Kapal. Karenanya paling lambat jam 12 siang kami sudah harus berada di pulau Pramuka.

Konsekuensinya rencana dive spot di atas harus bergeser ke yang lebih dekat yaitu Karang Lebar. Kami rencanakan SI tetap di kapal sekitar 30 menit. Cukup singkat...Apa boleh buat mengingatkan cukup singkat juga waktu tersedia sebelum kembali ke Jakarta. DM, Crew kapal, serta rekan-rekan divers bisa memaklumi kondisi ini. Saya pun yakin rekan-rekan tidak kecewa dengan pengalihan ke Karang Lebar. kebetulan tanggal 22 Oktober lalu saya dengan Oktaf sudah melakukan penyelaman di lokasi ini. Waktu itu kami surprise dengan spot ini. Kami pun berharap surprise yang pernah saya ‘n Oktaf alami juga dialami rekan-rekan yang belum pernah.

Jam 8 pagi kami bersiap dengan melanjutkan “tradisi” pasang alat masing-masing sebelum loading ke perahu. Karang Lebar letaknya tidak jauh dari Pulau Pramuka. Hanya sekitar 30 menit. Masih sedikit lebih jauh Pulau Air dan Semak Daun. Dari lokasi ini pulau Pramuka masih terlihat jelas. Demikian juga pulau Panggang dan Pulau Karya. Cuaca waktu itu berawan dan diperkirakan akan turun hujan. Kami sudah khawatir visibility akan pendek.
Dan benar saja. Saat semua rekan sudah entry hujan turun. Kali ini kami tidak melakukan pengelompokan seperti halnya dive pertama kemarin. Kami sepakat entry bareng sambil tetap menjaga dan saling mengawasi buddy kami. Rencana kedalaman penyelaman 20 meter.

Meski entry point kali ini agak beda waktu saya ‘n Oktaf turun 2 minggu, namun tidaklah mengecewakan. Spot Karang Lebar oke banget. Softcoral yang lebih beragam dan jenis ikan yang dijumpai pun lebih beragam. Sekitar 10 menit pertama kami berjumpa dengan akar bahar yang membentuk seperti kipas dengan diameter 1 meter. Cukup besar. Softcoral yang berwarna-warni, menyajikan pesona tersendiri. Kami pun dapat menikmati penyelaman. Beruntung juga kekhawatiran akan visiblity yang pendek tidak berlangsung lama. Rupanya dipermukaan hujan sudah reda berganti sinar matahari pagi yang menembus gugusan softcoral, menambah apik suasana. Saking asyiknya kami dive, lagi-lagi DM Lukman mengingatkan saya untuk kembali ke “jalur” penyelaman manakala akan menuju kedalaman di atas 22 meter. Dive comp mencatat kedalaman maksimal 21.6 M, dengan Visibility sekitar 10 meter, temperatur 30 derajat, bottom time 35 menit, dengan menyisakan tabung 40 bar.


Namanya juga Karang Lebar, tentunya dive spot ini luas dan lebar. Memang benar keadaannya. Menurut Sabihis dan Captain Mail, yang mengetahui betul lokasi ini, dive spot ini termasuk jarang di datangi. Barangkali para divers lebih memilih pulau Air, Semak Daun, APL, Kotok, dan dive spot lainnya. Saking lebarnya butuh 6 kali dive yang menyambung untuk kelilingi dive spot ini. Pun juga comment rekan-rekan untuk spot ini sangat positif. “lebih bagus dari yang kemarin”, kata Zen yang di iya kan rekan-rekan lain.

Karenanya saking bernafsu untuk turun lagi di dive IV. Dengan se-ijin DM, kami rencanakan SI cukup 30 menit meski sempat dapat “protes” dari Oktaf. “lah lama-lama di kapal bakalan jackpot nich...hihihihi...kebetulan salah satu rekan kami sudah sempat jackpot... Jadilah kami membagi 2 kelompok di dive IV. Saya, Eddy, Tono memilih turun dulu, didampingi DM Lukman. Yang lainnya, Oktaf, Zen, Boy, dan Pipin memilih belakangan. Kebetulan di dive III mereka exit belakanga. Ellen di dive III & IV tidak ikut berhubung ada urusan...

Dive terakhir atau keempat lanjut di point saat kami exit dive III. Lagi-lagi kami mendapat suguhan nuansa softcoral yang menarik dan mempesona. Beruntung kami sempat bertemu penyu sisik yang berenang santai di kedalaman 18 meter. Sempat juga ngelus punggung si penyu saat yang berenang ke arah kami. Wah sayang juga saya belum punya underwater camera padahal nuansanya oke banget.

Tidak ada “kejadian” di dive keempat. Kecuali saking asyiknya kami bertahan lebih lama. Dengan SI hanya 30 menit, sempat nembus 20.1 meter, dalam hitungan DC bottom time kami sekitar 20 menit. Namun kami cukup “nekad” lebih lama lagi. DM kami pun memberikan “toleransi”. Meski nekad sampai DC sempat “protes” alias ngeluarin kode “err”, kami tetap menjaga kedalaman aman. Demikian juga buddy, kami saling menjaga, tidak ada yang lepas pandangan. Total bottom time saya 45 menit. Kala tabung menunjukkan angka 50, sesuai rencana semula, kami naik di 7 meter. Terus kami pertahankan kedalaman tersebut sambil save stop. Saat jarum tabung di angka 20 meter, tidak ada pilihan lain dan tidak ingin terus “nekad” saya kasih kode ke Tono dan Eddy untuk naik.

Berakhir sudah dive keempat, berarti berakhir sudah kegiatan diving kami. Secara keseluruhan berakhir juga kegiatan 2 hari dive trip kecil kami. Sekitar jam 12 siang kami sudah bersandar di dermaga Pulau Pramuka, siap kembali ke Jakarta. Yang naik ojek kapal jam 1 siang sudah siap berangkat. Yang naik kapal Sepa bisa lebih leluasa waktunya, baru berangkat pulang sekitar jam 14.30.

Beberapa catatan dari kegiatan dive ini. Pertama. Sebagaimana di umumkan sebelumnya, dive trip ini sifatnya non-commercial. Faktor biaya menjadi perhatian kami. Seoptimal mungkin kami menekan biaya sehingga cukup terjangkau. Meskipun kami pun tidak ingin menjadikan dive trip ini murahan.

Semua biaya kami tanggung bersama. Dari sisi keuangan tidak ada satu pun rekan yang mengambil keuntungan, dan diharapkan tidak ada satupun yang di rugikan. Semua cost biaya, seperti perangkat dive gear, akomodasi, kapal ke dive spot, makan, dan lain-lain kecuali pengeluaran pribadi kami lakukan secara transparan. Kalaupun ada special diskon dari pihak Villa D’lima kami nikmati bersama. Perkiraan biaya dengan kenyataan tidak menyimpang jauh. Sekalipun ada boleh dibilang jumlahnya tidak berarti. Semua tetap dalam dalam perkiraan.

Kedua. Dive trip tidak ada EO, tidak ada leader, masing-masing me-leading dan bertanggungjawab atas dirinya masing-masing. Susah maupun senang disepakati di tanggung bersama. Sehingga tanggungjawab tidak dibebankan atau bertumpu pada satu orang saja.

Ketiga. Kami sepakat secara terbuka dan terus terang saling memberikan evaluasi untuk perbaikan di kegiatan berikutnya. Overall kami semua merasa puas dan enjoy dengan service maupun pelayanan pihak-pihak yang mendukung kegiatan kami.

Faktor KENYAMANAN tetap menjadi perhatian kami saat menyepakati gagasan dan konsep dive trip ini. “Nyaman tidak harus mewah”, menjadi salah satu konsep dive trip ini. Mengingat kami mengerti betul kebutuhan divers dalam suatu dive trip. Karenanya pertimbangan memilih akomodasi Villa D’lima, Elang Ekowisata, penyewaan kapal, mengacu pada record bagus mereka, yang pada akhirnya dapat mewujudkan sebuah dive trip yang “nyaman dan murah”.

Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada pengelola Villa D’lima yang di komandani mas Untung dkk, Elang Ekowisata yang di komandani Sabihis dkk, Captain kapal Pak Mail dan anak buahnya, Sea Pearl yang di handel Ibu Evie & mbak Rina. Terima kasih atas supportnya sehingga dive trip kecil ini boleh dibilang lancar dan 95% sesuai rencana/itinerary yang kami buat.

Keempat. Bagi rekan-rekan yang pertama kali dive di Kep Seribu, khususnya di spot yang kami tuju, tentunya memberikan kesan tersendiri.

Secara keseluruhan bolehlah kami mengambil kesimpulan bahwa Kep Seribu masih menyimpan dive spot yang menarik dan eksotik. Selain itu masih banyak dive spot yang masih menantang, seperti beberapa wreck di sekitar Pulau Pramuka.

Kepada rekan Oktaf, Eddy, Boy, Ellen, Pipin, Zen, Tono, terima kasih atas kerja sama-nya. Semoga silahturahmi kita tetap terbina.

Terakhir, untuk kegiatan dive trip kecil berikutnya akan kami adakan tanggal 9-10 Desember. Dive trip berikutnya kami buat dengan konsep yang sama, yaitu non-commercial. Semua cost biaya kami lakukan transparan. Mengambil spot sekitar Pulau Pramuka. Kami tertarik dengan informasi beberapa “The Hidden Dive Spot” di sekitar pulau Pramuka. Kembali kami mengharapkan dukungan dan support dari pihak-pihak di atas.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Baru join di dunia diving. Ingin menjalin komunikasi, silahturahmi, persahabatan dengan rekan-rekan divers. Salam


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Nov 14, 2006 1:24 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jun 14, 2006 10:07 am
Posts: 446
Location: Market
Sep sep...boleh donk forumselam nanti ikutan...keep on posting aja kapan dan dimana...

sep sep

_________________
People got to see this www.sharkwater.com !!!


Top
 Profile  
 
 Post subject: lanjutin foto-fotonya......
PostPosted: Tue Nov 14, 2006 9:54 pm 
Offline

Joined: Thu Jul 13, 2006 8:50 pm
Posts: 19
Location: Jakarta
sayang nich belum punya underwater camera.....jadi baru begini aja fotonya......


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Baru join di dunia diving. Ingin menjalin komunikasi, silahturahmi, persahabatan dengan rekan-rekan divers. Salam


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Nov 14, 2006 10:21 pm 
Offline

Joined: Thu Jul 13, 2006 8:50 pm
Posts: 19
Location: Jakarta
mildseven wrote:
Sep sep...boleh donk forumselam nanti ikutan...keep on posting aja kapan dan dimana...

sep sep


sip lah.......rencana akan jalan lagi tanggal 9-10 Desember. Home base tetap di Pulau Pramuka. Spotnya ada beberapa alternatif : Pulau Air, Semakdaun, Karanglebar, dan The Hiddepn Spot lainnya.......Trip tetap dirancang bukan commercial trip....Pasti dech nanti akan di umumkan......

_________________
Baru join di dunia diving. Ingin menjalin komunikasi, silahturahmi, persahabatan dengan rekan-rekan divers. Salam


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Jul 07, 2011 7:38 pm 
Offline

Joined: Wed Jun 29, 2011 9:50 pm
Posts: 28
foto2 UWnya ditinggu om. :D


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 5 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: