It is currently Tue Oct 24, 2017 2:06 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 57 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4  Next
Author Message
 Post subject: Re: BIAYA OPERASIONAL PERSONAL & COMMERCIAL OWNERSHIP COMPRE
PostPosted: Sun Jan 05, 2014 5:10 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Tips & Trick untuk troublefree compressor operation

Untuk Bro Feira24 yang bertanya............

Sudah di bahas kunci sukses jaga asset mahal ini, sekarang di bahas ilmu-ilmu kecil tambahan yg bisa mencegah trouble besar.

Sekali lagi di tekankan RAJIN BACA USER MANUAL.
Teknologi berkembang terus dan sifat perawatan belum tentu sama, maka jangan terlena bagi yang sudah operate compressor puluhan tahun dan berasumsi bahwa tidak ada perubahaan.

Semenjak 2003, Bauer compressor terpopuler di Indonesia, yaitu Mariner 200 dengan block K120 telah mengalami perubahan besar. Capitano yg pakai block K100 juga berubah.


Perubahan yg signifikan adalah :

01. Pelumasan naik dari 1.xx liter menjadi 2.8 liter
02. Ada Oli filter, dulu tak ada
03. Tekanan oli turun dari 55 BAR menjadi 5 BAR, karena stage 3 si piston apung model tahun 2003 dan ke atas sudah pakai composite piston ring dan bukan lagi ring-less floating piston.

Pada tahun 2006 di lakukan 1 improvement lagi pada 3rd stage, yaitu floating piston mendapat jaket oli lebih banyak sebagai pendingin. Pertama kali Bauer pada 3rd stage malah lebih sejuk dari 2nd stage nya.

Perubahan tekanan oli dari 55 BAR menjadi hanya 5 BAR membawa berkah dan bencana.


BERKAH
Pada block lama bertekanan oli 55 BAR, jika piston apung 3rd stage sudah haus, bablas nya oli ke filter cartridge luar biasa banyak nya karena 55 BAR itu tekanan super tinggi untuk oli. Maka block baru dengan tekanan oli 5 BAR
adalah berkah. Dari segi harga assy piston apung 3rd stage juga turun sekitar US$150 lebih murah di block 5 BAR.
Piston apung model oli bertekanan 55 BAR, karena tidak ada piston ring sama sekali, engineering nya luar biasa presisi dan mahal biaya produksi nya. Pada piston apung bertekanan oli 5 BAR, di pasang pison ring composite ( plastic ) sebanyak 7 buah dan bahan piston dari alumunium, bukan lagi baja seperti model oli bertekanan 55 BAR.


BENCANA #1
Bagi user yang sudah lama operate Bauer model lama yg oli bertekanan 55 BAR, lalu malas baca User Manual block baru, dalam waktu sekejap saat ganti oli , ADA POTENSI jebol piston apung 3rd stage nya...........KENAPA ?
Block lama dengan pompa oli 55 BAR karena posisi pompa oli di dasar crankcase, tidak lah perlu di pancing saat ganti oli. Block baru dengan pompa oli 5 BAR, sesuai User Manual nya, karena posisi pompa oli di atas oil level, maka perlu di pancing atau buang angin saat ganti oli.......NAH LOH !!!!

Block Lama
Image


Block Baru
Image

Buang Angin di pompa oli block baru
Image


BENCANA #2
Pompa oli 5 BAR di block baru adalah 1 direction only, tak boleh salah putaran.
Listrik 3 phase , jika kabel R/S/T ( live 1 - 3 ) salah pasang, motor bisa terbalik putar arah nya.
Saat terbalik putaran pelumasan tidak akan mengalir !!!
Block lama dengan pompa oli 55 BAR pakai pompa oli model tekan, tidak ada arah putaran. Mau putar salah pun oli tetap akan mengalir, tetapi cooling air flow terbalik.

Bencana #1 dan #2 ini lah yang buat banyak masaalah.
Pertama karena malas baca User Manual soal buang angin di pompa oli dan kedua adalah saat pasang kabel listrik 3 phase, arah rotasi tidak diperhatikan. US$1,200 sampai 2,000 adalah minimum repair cost nya, tergantung berapa jam salah arah putar nya.



Di lokasi remote area , contoh Gili Air dan Terawangan lah dan area tertentu di Bali, sering kali PLN saat melakukan perbaikan di trafo mereka, phase nya terbalik saat di pasang dan compressor yang tadi nya berputar arah dengan benar, tiba tiba jadi salah arah putar. Ini sudah sering saya dengar terjadi. Kadang kala ini terjadi saat Dive Center beli generator baru atau lakukan perbaikan dan teknisi tidak cermat bertanya " Adakah alat 3 phase di Dive Center ini ? ", main pasang saja kabel baru di Change Over Switch ( PLN>>GEN selector ) dan jebol lah di dive compressor saat listrik mati dan generator jadi sumber power. :sad:

Saya pernah berkunjung salah satu Dive Center di Manado yg sudah lama berpengalaman.
Owner bercerita " Brengsek ini Bauer block baru, saya punya jebol "
Saya tanya kenapa.......dia bilang dia tidak tau bahwa ada oli filter nya dan ganti oli doank tanpa ganti oli filter dan
akhirnya tersumbat si oli filter sampai pelumasan minim dan jebol lah compressor.... :mrgreen:
Dia salahkan penjual yang konon tidak informasikan soal oli filter. :D
Ini yang saya bilang, old habit die hard.....baca lah User Manual semua produk baru anda.


Bauer juga bajingan.
Bagaimana kita tau oli sudah mencapai tekanan jika oil pressure gauge yang cuma US$75 ( termasuk bubut adaptor dan beli pressure gauge bagus merek WIKA oil filled, 7 atau 10 BAR di Glodok ) tidak di berikan secara cuma cuma ?? Gelo ......demi murah.....brengsek !!!


Beli dan pasang sendiri lah oil pressure gauge
Image


Ada rekan di Gili Trawangan yg takut soal listrik PLN terbalik, karena dia sudah tengok tetangga nya jadi korban compressor nya. Dia minta saya buatkan proteksi ini.

Image
Lingkaran merah adalah otak dari proteksi ini.
Ini alat diteksi phase yang terbalik, phase loss, load imbalance dan voltage drop.
Semua orang listrik industri bisa buat rakitan alat ini, tinggal minta atur logical operation nya saja.
Pada prinsipnya, saat phase listrik ada yang error, compressor akan mati dan sirene 110db akan mengaung
ngaung. Barang siapa yang main di lokasi remote dengan potensi listrik bisa terbalik, pakai proteksi ini.


Jadi kunci nya operasional compressor supaya save-ur-money tetap sama, yaitu :
01. SEJUK SEJUK SEJUK operasional di buat sebisa mungkin.
02. PELUMASAN PELUMASAN PELUMASAN tidak boleh gagal.



Ada teknik yang tidak perlu buang angin segala di pompa oli Bauer block baru untuk dapatkan tekanan oli dengan baik dalam 30 detik setelah ganti oli dan filter oli. Di buku tak ada teknik ini :mrgreen:

01. Rumah filter oli di isi oli dulu, sampai -2cm. Pasang filter oli. Luber dah itu rumah filter oli. Artinya alur oli yang nan-kecil ke crankcase akan penuh dengan oli.

02. Penutup merah tempat isi oli, di buka. INI PENTING.

03. Buang semua tekanan di water separator 1 dan 2 ( P21 atau final water separator ) supaya compressor tidak ada beban. Ini juga SOP standard saat start compressor.

04. Tahan terus katup di water separator 1 posisi buka, sampai tekanan oli naik 5 BAR.

05. Hidupkan compresssor, 10 detik matikan jika belum naik juga tekanan oli.
Coba lagi, di jamin dalam 30 detik total, tekanan oli akan sudah naik. Tak perlu berlepotan oli gaya buku Bauer dengan acara buang angin segala.

Penutup merah tempat isi oli jika di tutup akan buat system jadi closed crankcase.
Saat pompa oli belum ada tekanan memadai, closed crankcase bikin flow oli agak lambat/sulit maka perlu di buka.
Itu rahasia nya.

CATATAN :
Jika ada yang ajarin buang angin di pipa oli kecil ke arah 3rd stage ( sisi kiri oil pump ), jangan lakukan !! Lakukan versi Bauer yang buka plug di sisi kanan pompa oli.
Itu sisi kiri ada oil regulator dan bukan sekedar fitting doank. Regulator ada per/pegas yang tahan oli, maka itu lokasi jelek untuk buang angin. Buang angin selalu pada lokasi bebas hambatan. Jitak saja yang kasih saran seperti itu :mrgreen:

Image



SELALU :
Buang semua tekanan di water separator 1 dan 2 ( P21 atau final water separator ) supaya compressor tidak ada beban saat start. Ini juga SOP standard saat start compressor. INI PENTING.





CARA GRATIS ANALISA WEAR & TEAR DI PISTON DAN LINER

Gratis maksudnya tidak perlu special tools.

Pendataan adalah kunci sukses perawatan. Apalagi saat compressor masih perawan, kita akan punya baseline yg bagus as-new.

Mata, hidung dan telinga jika di pakai dengan baik akan buat good engineers.

Mata, selalu observe benda benda yang kendor di mesin bergerak.
Hidung, bau aneh bisa tanda overheating.
Telinga, suara aneh bisa tanda something is wrong in progress.

Tugas compressor adalah simple.
Tekan lah udara bebas sampai 207 BAR, dalam proses penekanan ini karena compressor pakai pelumas oli, mau tak mau udara akan di "racunkan" oleh si compressor dengan uap oli....mau tak mau sebab piston liner dan ring piston dan semua benda gerak tanpa pelumasan akan hancur.... :mrgreen: . Pada tahap final, filter cartridge akan bersihkan dan keringkan udara dan hasilnya adalah udara bersih standard EN12021....jika semua SOP baik di ikuti.

Jadi uap OLI berlebihan pada udara terproduksi sebelum di purifikasikan oleh filter cartridge, adalah acuan bahwa compressor sudah uzur dan perlu di ganti ini ono ...sebab hitungan kapasitas media purfikasi jadi ngawur.
Bukan tunggu sampai crankshaft patah, piston jammed up dan meledak... :mrgreen: baru lah ada perbaikan.
Terms perbaikan tidak enak di dengar, yang benar adalah preventive maintenance.

Uap oli berlebihan juga akan sama dengan carbon built up berlebihan di aftercooler dan di chamber compression, yang akhirnya selain kualitas udara buruk, overheating akan cepat terjadi dan kehausan extra juga akan cepat terjadi. Mahal nanti akhirnya.

Di mesin mobil, nilai compression yg memadai adalah angka penting bahwa piston liner dan piston ring sehat dan power ledakan BBM akan jadi kinetic energi sesuai design, alias tokcer. Irit BBM dan power OK dan efficiency tinggi.
Ingat, commodity mesin mobil adalah kinetic energy. Compression chamber mesin mobil isi nya biang racun dan di buang di kenalpot setelah di bersihkan oleh catalytic converter.

Commodity dive compressor adalah udara bertekanan tinggi yang perlu di gerakan oleh kinetic energi proses pembuatan udara nya. Selanjutnya filter cartridge akan bersihan udara ini supaya layak pakai sebagai udara pernafasan. Jadi beda sekali kedua mesin ini yah. Mesin mobil bisa mogok. Compressor jika penggerak nya sehat ( Honda atau Diesel atau motor listrik ) dan si compressor nya mogok alias macet..........bangkrut lah kita so pasti.

Jadi budaya troubleshooting gaya mesin mobil bahwa asal muter tuh compressor = compressor sehat, di buang jauh jauh yah. :mrgreen:


Kita pakai logika saja saat monitoring keadaan komponen gerak compressor, tanpa perlu pegang 1 obeng pun.
Cuma modal gelas bening saja.

Wear and tear piston dan liner akan lebih cepat daripada kehausan di crankshaft. Crankshaft mandi oli terus dan nyaman deh. Piston dan liner kudu di kepret-kepret dan di jeksi oli supaya tak haus dan kerja nya lebih rumit di banding crankshaft yang cuma muter doank. Piston naik turun, panas saat compression dan carbon build up ada nya di compression chamber......sengsara deh kerja piston, ring nya dan liner nya.

Kita tau bahwa semua compressor yang pakai pelumas oli, pasti akan ada oli yang mau tak mau akan kebuang ke dalam compression chamber saat tekan udara. Maka yang perlu di monitor adalah, berapa banyak oli yang masuk ke udara ini. Dimana uap oli sudah berlebihan masuk ke udara produksi, sudah waktunya compressor di remajakan....yes, as simpel as that. Tak perlu pakai flow meter segala test compressor piston blow-by atau bocor nya compression yang adalah acuan batas umur piston, ring nya dan liner. Kita pakai logika saja :

AA. Jika compression ring udara bocor, maka oil ring juga akan bocor. Sama sama haus maksudnya.
Piston blow-by di baca pakai flow meter untuk ketahui nilai bocor ring udara.

BB. Kita monitor air kondensat secara berkala, karena saat ring udara haus , ring oli juga akan haus. Simple sekali.
Dimana ring oli haus, oli dalam air kondensat akan ikut naik jumlah nya.

Ambil gelas bening yang bersih. Dua gelas.
Gelas no 1 tangkap air kondensat water & oil separator no 1.
Gelas no 2 tangkap air kondensat water & oil separator no 2, atau final atau P21 jika Bauer.


Air Kondensat dari Water Sep no 1 - compressor sehat
Image

Image

Saat pertama air kondensat di keluarkan, karena tekanan udara tinggi, air akan sedikit butek sebab
bubble udara masih banyak. Diamkan 2 menit, air akan bening sebab gas akan pelan2 terbuang ke udara dan
sedikit sekali berkas oli di compressor sehat.



Air Kondensat dari Water Sep no 1 - compressor TIDAK sehat
Image




Air Kondensat dari Water Sep no 2 atau final - compressor sehat
Image
Water separator final pasti oli lebih banyak daripada WS 1, sebab 3rd stage floating piston sangat sangat terlumasi, maka oli lebih tercampur di udara pada 3rd stage. Pada kompressor tak sehat, disini akan nampak air kondensat yang akan seperti iler kuning2....jijik banget, sebab oli nya banyak sekali.



Dibawah ini adalah filter cartridge P21 pada compressor amburadul. Tengok berapa lezat nya
oli akan masuk ke tabung karena molecular sieve dan activated carbon udah belepotan oli dan akhirnya paru2 diver jadi korban. Di sisi kanan bawah adalah filter cartridge P41 yang sudah expired pada compressor sehat, si putih adalah molecular sieve jika expired tapi masih kering -47C dewpoint.
Tak ada berkas oli, ataupun uap air.

Image


Jadi jika curios ingin tengok kondisi compressor di dive center tujuan anda, cukup cari 2 gelas bening.
Jika ada bekas filter cartridge, lebih bagus lagi untuk tengok level saturasi uap air dan oli di media nya.
Dimana compressor berlepotan oli dari sisi luar, itu udah tanda buruk.
Mata berguna toh.... :mrgreen:


Ada satu effek disaster yang akan jadi bonus tambahan saat keadaan worn out berlebihan di piston, ring dan liner
stage 1 dan stage 2. Itu piston blow-by akan sangat sangat banyak bocor ke crankcase dan artinya air kondensat
akan masuk dalam jumlah besar ke pelumasan. Kehausan extra cepat akan terjadi dan jika tidak ada perbaikan,
compressor bisa jammed-up.



Ini oli 40 jam pada compressor tak sehat di banding oli 200 jam pada compressor sehat.
Image


Jika user anggap Rp100 juta adalah nilai berarti, buruan deh beli pyrex bening untuk tengok oli bekas.
Pendataan keadaan dan warna oli akan bisa berikan informasi :
- Panas berlebihan, oli akan lebih coklat daripada biasanya pada durasi pakai yang sama.
- Warna kayak oli 40 jam itu loh, dimana air kebanyakan sudah terlarut di oli.

Oli sintetis baru kayak minyak goreng neh, cakep.
Image
Kalo oli mineral, agak lebih coklat saat baru. Mirip seperti oli sinsetis saat 100 jam.


WARNING :
Compressor yang susah running lebih dari 100 jam dengan oli mineral, tidak boleh pakai oli sintetis
kecuali aftercooler dan semua compression chamber terlebih dahulu di bersikan dari carbon build-up
bekas oli mineral. Oli sintetis Bauer punya daya larut kotoran begitu bagus, endapan dari bekas
oli mineral malah akan buat gangguan :

01. Water separator bisa macet dan tak optimal
02. Katup bisa tak tutup baik kena ganjal kotoran.
03. Pokok nya ribet deh :mrgreen:


Dari oli sintetis, boleh langsung pakai oli mineral. Tidak sebaliknya.

Oli sintetis jauh lebih bersih kualitas udara nya, sebab bocor nya ke udara produksi lebih sedikit
dibanding oli mineral, pada compressor yang sama2 sehat yah.



SUMMARY :
Pendataan akan banyak berguna pada long term ownership compresor.
Lihat, dengar dan cium always works... :mrgreen:
3 sensor ini kita miliki, gunakan lah.

Apa yang Audita lakukan saat ini dengan cari suhu operasional tersejuk, adalah safety opeational database yang dia bangun secara spesifik untuk compressor room dia. Tiap ruangan beda beda, maka testing harus rajin dan improvement dilakukan demi imrpvement. Lalu dia ternyata tau diri juga jaga kenyamanan tetangga atas noise pollution....he he he, keluar doku untuk rockwool high density deh dan buat sound trap box.

Dia bersusah payah saat ini untuk savings Rp40 jt repair pada <2000 jam. Tanpa Audita monitoring dan di bantu cooling blower cap badai, di jamin 1,000% compressor dia akan overheat pada <2,000 jam dan akan MAHAL sebab scenario isi tabung di Gili bisa ganas sekali pada high season.

Audita secara operasional dive compressor sudah punya pengalaman bertahun-tahun di tempat gawe lama nya.
Cuma kalo dulu, repair compressor tahunan di anggap cost of doing business :)) padahal cuma perlu down-time 10 jam pada 1,000 dan 2,000 jam untuk maintenance by the book dan cossssss, running lagi tuh compressor.
Running non stop 10 jam adalah taboo besar juga...dulu, sekarang ia sudah paham apa guna nya blower cap badai dan berapa miskin informasi soal batas suhu compressor yang NON-EXISTENT di buku User Manual.....kik kik kik.

Dia juga sempat tengok tetangganya yang pakai PE300, RPM 1,800 di genjot itu block PE200 dan yg compressor satu ini bentar2 minta duit repair. High output secara paksa.

Ini Audita kita lagi training oprek2 PMV nya PE300 :mrgreen:

Attachment:
audita in action v1.JPG


.
Attachment:
audita in action v2.JPG


.
Attachment:
audita in action v3.JPG



PMV ( pressure regulating valve ) compressor ini macet sebab owner pakai filter cartridge nya over limit banget.
Saat filter media sudah over saturated sama uap air, activated carbon akan keluarkan sulphuric acid dan buat grepes dan macet komponen PMV yang barrel nya adalah dari alumunium. US$400 nih merem kalo ganti barrel PMV sebab barrel nya complete assy.
Tuh Audita korek2 pake bamboo kayak korek kuping ajah..... :))

Image
Karena PMV macet, seat nya cacat kena tekan berlebihan dan akhirnya pressure control gagal alias ngempos.



Ini akibat pakai filter cartridge melebihi batas expired.
Image
Maka untuk compressor, siapa yang buruk perawatan akan rugi besar.
Jika PMV macet, tekanan tidak bisa di tahan pada 150BAR di water separator final. Effek yang akan terjadi adalah, kita tidak bisa buang uap
air secara efficient sebab dengan 150 BAR tekanan di jaga, density uap air naik 150x dan uap air akan jadi air cair karena Vapor Pressure nya tercapai. Ini alat demi ambil keuntungan Gas-Law jadi tak berfungsi. Tanpa PMV berfungsi, umur filter cartridge akan turun 80% atau lebih sebab
membuang uap air secara mekanikal ( murah tanpa media molecular sieve ) tak terlaksanakan dengan baik saat tekanan di 1 BAR sampai <149 BAR.
Setiap 1 BAR hilang, efficiency kelipatan 1 akan hilang. Jangan anggap remeh tugas mulia PMV.


Dari 100 pemilik/operator compressor, belum tentu 5 tau apa guna nya PMV. Padahal di User Manual di tulis perawatan nya. Ini PMV rata rata neglected banget oleh operator. Ini tiap hari idupin compressor kudu di test fungsi nya euuuyy.

Image
Test PMV cukup gampang dan paling tepat sih di system filter P41 atau lebih besar sebab ada pressure gauge di water separator no 2 atau final.
Cara nya begini :
Saat compressor hidup, tekanan akan naik sampai maksimal. Jangan pasang selang isi ke tabung.
Buang udara 207 BAR dari selang isi sampai pressure gauge di selang isi drop habis alias mendekati ENOL.
Tutup katup selang isi, lihat lah bahwa dari 0-2000an PSI atau 150 BAR meter akan naik cepat, sebab udara tekanan 150 BAR sudah stand by
di water separator 2 atau P21 filter. Dari 150 BAR ke 207 BAR itu meteran akan naik pelan2. Ulangi proses ini 2 sampai 3x. Jika PMV meler atau
tak tahan tekanan, pressure gauge di selang isi akan naik pelan pelan dari enol BAR sebab tak ada udara tekanan tinggi di jebak di water separator 2 atau P21 filter housing dan pelan lah itu tekanan naik. Gampang kan ?

Di system filter besar P41 atau yang lebih besar, water separator 2 nya ada pressure gauge.
Itu pressure gauge saat udara di buang dari selang isi, akan nahan di 2,000an PSI atau 150 BAR, selama PMV nya berfungsi.
Di atas 150 BAR lah, si PMV akan bocorkan udara ke selang isi. Ini paling akurat testing PMV.

Jadi kalo tak cek setiap hari mulai isi tabung si fungsi PMV mah keterlaluan. Begitu gampang dan di depan mata pulak.



Jadi looking back, Audita baru sadar bahwa selama ini teknis perawatan tidak optimal sebab dia baru sadar tentangga nya banyak yang PMV nya bablas......... :D bukti neglect perawatan compressor gampang di cari di Gili , sebab per meter persegi area, tak ada lokasi lain di Indo yg ada compressor sebanyak di Gili, kecuali di gudang nya Bauer Dive Master dan Lautan Mas....kik kik kik.

Maka nafsu belajar nya semakin besar....which is a very good thing. Saat di lihat log compressor Dive Sport Air Fill Center selama 26 bulan sudah running masing-masing 2,300 jam ke dua unit tanpa breakdown sama sekali dan di high season bisa di genjot 18 jam non stop kok kagak jebol.....makin terusik dia :mrgreen: .

Ini hal bagus, bagaimana belajar tambah ilmu, produksi udara terbaik dan target adalah compressor zero breakdown dan bottom line nya savings money pulak. It does not get better than this. Audita sedang alamin euphoria ber-experiment seperti apa yang saya rasakan sekian tahun lalu. Emang sih addictive.

Abis ini dia kayak nya akan belajar swimming pool maintenance pulak......... :mrgreen: , bagaimana air kolam lulus test air minum.



Audita ada CO detector juga, maklum takut mati dia =)) .


Bagi yang pakai Honda karena alasan listrik susah, usahakan isi sore-malam hari deh.
Tanpa bantuan blower cap badai, compressor anda pada 30C sudah pasti mild overheating dalam 30 menit pun.
Slow death, not very instant death but expensive in the long run. Tidak bisa compressor ber Honda tanpa blower cap badai, akan umur sepanjang compressor bermotor listrik di bantu forced cooling blower cap badai, jika 30C suhu ambient nya atau lebih. Honda sendiri heat outputnya tinggi, sebab compression engine 70% energi nya jadi heat dan hanya 30% jadi kinetic energi. Kalo compressor sih 90% power consumption nya jadi heat energi.
Motor listrik jauh lebih sejuk...JAUH JAUH banget. Dempet ama Honda ajah udah sial tuh compressor... :mrgreen:

Ini lah sedih nya di negara tropis jalankan compressor. Cukup di ukur stage 2 dan 3 sisi output nya pake thermo gun, jika 135C atau lebih terus menerus, kiss your wallet good bye soon.




Jika 4,000 jam compressor kelas Bauer Mariner 200 atau PE200 anda tak minta uang di luar maintance baku seperti di uraikan di posting ini, cukup sukses lah anda merawat dan improvise untuk compressor tersebut.
Saya sebut improvise sebab suhu 30C ambient itu disaster waiting to happen jika blower cap badai tidak jadi bagian dari alat kerja compressor anda. Holy grail yang di cari adalah 8,000 jam tanpa ganti piston ring dan liner untuk compressor RPM 1,300, suhu ambient 30 - 32C selalu dan air cooled model 3 stage.

3 compressor saya semenjak 1991, Capitano 1 unit dan Mariner 200 2 unit, tak ada yang tahan 2,000 jam tanpa breaking the bank atau kondisi selalu yahud :sad: . Sebab dulu tak paham sangat soal compressor cooling.
2 pakai Honda sebab di bawa ke laut melulu dan 1 pakai listrik. Jadi uang sekolah udah mahal nih, please take the fruits of my labor dan save u guys money & shortened the learning curve yah.


Berapa mulus 1,300 jam inspection pada compressor terawat baik dan forced cooling dan 250 jam oil change interval ?
Image
3rd stage floating piston bisa melebihi 2,000 jam jika maintenance seperti ini. Savings US$440 per 1,000 jam extended life sebab ini adalah sebenarnya 1,000 jam kudu ganti. Pada 2.8 liter oli di kalikan US$56 per liter + US$30 oli filter, per oil change = US$142 per 250 jam.
Per 1,000 jam x 4 = US$568 biaya oli di offset dengan piston apung tak perlu ganti, cuma beneran keluar US$568 less US$440 = US$128 sebagai biaya extra dibanding saran edan Bauer 2,000 jam ganti oli sekali.
Dengan oli hanya 250 jam di pakai, level perlindungan karena oli masih bersih, sehat dan cinklong deh akan berikan
benefit ribuan dollar savings pada 3 liner dan piston ring set yang bisa US$800 per cylinder/stage yang tak akan rusak prematur. Belum lagi savings di crankshaft dan block nya compressor yang akan berumur optimal dengan pelumasan hanya 250 jam pakai.

Si piston apung lah si biang bunyi teng-teng-teng ( metallic impact ) pada compressor saat start-up enol tekanan.
Si piston apung belum ada bantalan tekanan udara dan piston utama nya hajar pantazt piston apung.
Di stage 3 memang ada dua piston, satu terhubung ke crankshaft dan satu di piston apung.
Ini lah piston apung yang akan macet saat pelumasan buruk, overheat dan rotasi compressor terbalik.

Honing adalah proses dimana piston liner ( cylinder ) sengaja di buat baret2 super halus sekian derajat pattern-nya supaya pelumasan bisa lebih baik ( film oli ke jebak di baret2 super halus nya ) dan running-in ( hindrayen ) nyaris tak perlu dilakukan. Tetap ganti oli pada 10-20 jam pertama harus yah, sebab saat manufacturing/assembling ada saja kotoran dari anti-seize lah dan ini ono.



.
Image

Kedua photo di atas memperlihatkan keadaan baik 2nd dan 3rd stage sebagai contoh, bahwa 250 jam ganti oli dan forced cooling ( karena suhu kita panas ) bisa menjamin longevity si compressor. Improvise memang perlu, apa boleh buat.


2 compressor lagi PE200 di Bali juga kondisi mulus sama pada 2,300 jam malahan dan pada high season memang record non-stop running pernah 18 jam kedua dua nya sebab 200 tabung di isi sekaligus.
200 di bagi 5.xx tabung per jam dibagi 2 compressor = 18 jam.
10-12 jam running non stop sih makanan hari2 saat high season.
Coba deh pakai compressor non-forced cooling running 18 jam non-stop pada suhu ambient 30C, bisa mahal biaya belajarnya.


Selain dari 2,000 jam/2 tahun umur oli sebagai saran edan Bauer dan jangan di ikutin, informasi perawatan lain dari Bauer sangat perlu di ikuti.


Selamat nikmati umur panjang & maskimal investment anda.....
Ingat advice baik ini : In mechanical engineering , it does take money to save money, but you win big at the end.



Apa my next project ?
Udah 3 tahun saya pending ini experiment dan akan di lanjutin dalam waktu dekat.
Pelumasan memadai adalah satu hal. Oli super bersih dan bebas uap air ( apalagi air cair ) adalah holy grail nya lubrication engineers. Challenge ini lebih fun lagi karena seperti sudah di jelaskan dari awal, tak mungkin compressor punya oli tak kena uap air atau bebas air cair dari piston blow-by.

Ini adalah oli compressor baru umur 28 jam.
Image

Jika cepat di ambil dari compressor yang baru running dan di sejukan ke 20C, lalu pakai lampu Kelvin tinggi supaya jelas, akan sangat nyata dua macam air di oli ini. Satu adalah free water yg adalah air cair di dasar Pyrex.
Satu lagi adalah air yg sudah hampir senyawa dengan oli alias emulsified. Air emulsified dengan oli lah yang bikin oli butek kayak tuh oli 40 jam di posting atas.

Jika di diamkan lama itu oli 28 jam, oli akan bening pelan2 saat air jadi free water ( air cair ) semua.


Sifat oli ada addetive khusus yang akan buat sifat demulsibility.
Demusibility adalah kemampuan oli untuk kuras air dari dirinya supaya air tersebut jadi free water, alias air cair
tetesan yang nampak di dasar Pyrex. Pada alat besar yang oli nya se-abrek abrek dan mahal kayak setan, contoh hydraulic system atau compressor King Kong, sifat demulsibility bisa bantu air terkumpul di oil sump dan cuma perlu di buka katup untuk kuras air, yang karena lebih berat dari oli akan ada di dasar crankcase/oil sump.

Air dalam oli bagaikan racun. Kerusakan prematur akan terjadi.
Maka oli compressor mahal sebab sifat nya sangat unik untuk tetap bisa berkerja dengan kadar air tinggi.
Tetap ini jelek bagi compressor kita...AIR di oli, taboo besar.

Jika oli sudah bening dan kita mau tau apa ada air yang sudah keburu larut atau dissolved, jika kadar air nya cukup tinggi, cuma perlu di sejukan ke 10C, dan hukum kimia berlaku...........bahwa oli yang ada kadar air akan jadi berkabut/cloudy jika di dinginkan. Beda tipis dengan sifat udara, makin sejuk makin tak bisa bawa banyak water vapor.
Image


Oli baru yang tak akan cloudy saat di dinginkan sebab tidak ada air terlarut.
Garis hijau adalah kondensasi di test tube kaca, bukan cloudy.
Image



Jika oli super mulus tapi ragu ada air di dalam nya yang sudah dissolved, gampang...........goreng ajah.
Image
Toh boiling point air adalah 100C dan oli compressor bisa 260C flash point :mrgreen:
Kalo lagi experiment ginian, nyesel deh dulu chemistry karena guru nya tua dan peyot saya suka bolos melulu =))
coba kalo mahir chemistry, mantap deh.


Ini test 3 tahun lalu. Filter system dengan media yg bisa tangkap air yang sudah larut di dalam oli.
Image

.
Image

.
Ini free water yg kudu disedot manual sebab udah bergumpal karena sifat demulsibility si oli ini.
Image


Next project akan tiru cara kerja mesin besar di industry.
Mereka sebut ini oil polishing. Oil polishing sering di sebut off-line oil filter system.
http://www.cjc.dk/products/fine-filters/

Di mobil ada juga semacam model ini, di sebut bypass oil system
http://www.amsoil.com/shop/by-product/f ... %2fbf.aspx

Pada mesin apapun yang pakai pressurized oil dan ada oli filter, tingkat kehalusan oil filter tidak bisa lebih halus dari 100 micron. Lebih halus lagi akan mampet cepat si oli filter. Maka by-pass oli filter bisa pakai filter sehalus 1 micron sebab jalurnya khusus sirkulasi doank dan tidak ganggu filter utama.

100 micron itu sudah sangat kotor bagi oli.
Target oli bersih adalah dibawah 20 atau 10 micron kotoran yang boleh ada di dalam oli.

System filter yang saya test adalah 10 micron >> 10 micron >>> 4 micron absolute.
Cuma itu pompa nya tak akan tahan lama sebab diaghram pump punya reverse osmosis mini dan bukan heavy duty oil pump. Filter yang 10 micron ada media tangkap air dan yg 4 micron adalah particle filter tok.
Dimana ada definisi ABSOLUTE, artinya murni 4 micron berdasarkan hitungan beta ratio untuk filter.
Filter micron rating itu banyak bohong nya........ hati2 kalo beli.

Jadi experiment berikut nya adalah, pasang filter system off line di compressor.
Kapasitas oli akan naik jadi sekitar 6 liter dari 2.8 liter.
Posisi filter system di lebih rendah dari titik level oli terendah di compressor, supaya oil level tak pernah akan lebih dari batas maksimal di compressor dan crankcase compressor tetap akan 2.8 liter selalu walaupun filter system running saat compressor operasional.

Pompa khusus yang mampu pompa oli kental tidak murah.
Pada flow 5 liter per menit dengan vikositas sampai 500 centistroke, tekanan 12 BAR, kudu pake 750 watt motor untuk pompa nya. Pompa kudu rotary gear pump dan buatan India pun complete system pompa + reduction gear + motor listrik ABB bisa Rp9 juta.

Ini pompa nya :
http://www.roparpumpsindia.com/cgx.html

Dengan filter housing, selang dan fitting ini ono, Rp12 juta pasti melayang.

Cerita nya sih setiap compressor sudah di pakai, oil polishing system ini akan di running senilai 10x turnover total oli atau minimal 15 menit lah. Bisa juga sambil di pakai tuh compressor, oil polishing ini akan juga running.
Target experiment ini cuma 1, berapa jam lebih umur pakai compressor dengan bantuan oil polishing ini ?
Jika total oli menjadi 6 liter, maka umur pakai oli bisa di extend ke 500 jam dan asumsi 4 unit filter 10 micron terpakai selama 500 jam sebab media tangkap air nya sudah jenuh, tambah biaya lagi Rp800K lah. Unit filter particle yang 4 micron absolute nya sih 1,000 jam merem dah. Total damage sekitar Rp 1 juta per 1,000 jam untuk biaya 5 filter kayak nya deh.

Oli pada dasar nya tidak mudah rusak, base oil nya. Yang terjadi adalah oli jadi kotor sebab oli hold in suspension semua kotoran mesin yang filter tak bisa saring dan addetive di oli akan expired. Maka nya oli bisa di recycle, base oil nya yang di ambil.

Jika bisa 8,000 jam tanpa ganti piston ring dan liner, rasanya investment ini worthwhile sih, dengan benefit dapat ilmu tambahan.... :mrgreen:. 8,000 jam perlu 20 tahun kalo di Sea Pearl mah....wak kik kik kik sebab average cuma 400 jam setahun. Kudu test ini oil polishing di compressor Audita yang bisa log minimal 2,000 jam setahun. Audita punya cocok sebab compressor nya tidak banyak gerak/pindah dan mudah di dongkrak tinggi supaya oli polising system ada di bawah crankcase compressor.

Dit, ada mainan baru lagi nih....... :D

SP


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BIAYA OPERASIONAL PERSONAL & COMMERCIAL OWNERSHIP COMPRE
PostPosted: Sun Jan 05, 2014 7:18 am 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
Waduh bangun pagi2 tiba2 disuguhin mainan baru pula nih. Kayanya hrs lbh sering berdoa nih biar gak disamperin setan mulu hahahah

Wah seru tuh ya pak kl di tes di kompresor dr baru. Saya tgl 6-13 di jkt nih nanti saya samperin kerumah ya pak. Itu oli polishing yg dulu kan ya pak? Tapi efeknya besar gak tuh pak dgn oli filter dan pump tambahan brarti bs 6 liter dan bs lbh bersih ya pelumasannya selama kotoran di filter lg sampe 4 mikron. Wah seru jg nih kynya. Abis duittttttttt

_________________
don't dream your live, but live your dream.......


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BIAYA OPERASIONAL PERSONAL & COMMERCIAL OWNERSHIP COMPRE
PostPosted: Sun Jan 05, 2014 7:21 pm 
Offline

Joined: Mon Aug 27, 2012 7:25 am
Posts: 73
^:)^ ^:)^ ^:)^

anjrot si mbah... parah tingkat dewa ilmunya... ampun mbahhh ampunn...
saya levelnya sekarang baru mainan portable CO analyzer aja... :oops: :oops:


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BIAYA OPERASIONAL PERSONAL & COMMERCIAL OWNERSHIP COMPRE
PostPosted: Sun Jan 05, 2014 10:06 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Dit,

Oli super bersih dan kadar air serendah mungkin sudah jadi materi kajian banyak pihak produsen bearing dan labotarium. Karena itu lah off line oil polishing laku di industry yang alat mekanikal nya mahal dan oli nya banyak ( mahal ). Bagi kita orang awam ilmu ginian tidak umum, tapi basic science nya jelas.

Semua komponen gerak di mesin andalkan film oli sebagai pelumasan dan juga nil-contact antara logam A ke logam B. Film oli itu tipis sekali.

Jika kamu bongkar mesin mobil, crankshaft bearing bukan model ball bearing, tapi kayak logam tipis bulat di bagi 2 dan tengah nya ada alur oli. Lihat di bawah.
Image
Source : http://www.k9ape.com/new/CrankBearing.html

Murni film oli adalah pelumasan untuk crankshaft mesin.
Kalo crankshaft compressor masih pake bearing bulat atau needle. Tetap film oli yang melumasi sih.


Ini ada study soal umur bearing vs bersih nya oli dan bebas air nya oli.
Studi ini pakai materi kajian dari produsen bearing kayak SKF dan FAG juga.
SOURCE : http://turbolab.tamu.edu/proc/pumpproc/P13/P1371-79.pdf

Image
uM artinya micron.
Pada 35 micron, 25,000 miles oli nya sudah break-down.
Pada 6 micron bisa 125,000 miles sebelum breakdown.
Rambut manusia sekitar 100-150 micron.

Break down maksud nya sudah uzur.
Semakin banyak kotoran di "pegang" oli, si kotoran akan oksidasikan oli makin cepat, oksikasi adalah penuaan si oli, selain dari baret-baret akan terjadi pada komponen gerak di mesin. Jadi kotor itu double jahat.

Image

Fig 8, 9 & 10 di atas menjelaskan, kelipatan umur pakai bearing jika oli super bersih, filter super halus dan kadar air super rendah.

Fig 8 dan Fig 9 mudah di cerna, fig 10 soal air di oli harus ada bayangan, apa sih 400 PPM.
PPM = Parts per million
400 /1,000,000 = 4 / 10,000
Sama dengan 4 tetes air di 10,000 tetes oli atau 1 tetes air di 2,500 tetes oli atau 0.4cc air di oli 1 liter

Untuk lebih jelas soal air di oli :
http://www.machinerylubrication.com/Rea ... ter-in-oil

Gampangnya adalah kita mau sebisa mungkin oli di air 75 PPM doank.
400 PPM air di oli , oli mulai cloudy sudah.
1000 PPM air di oli, air sudah harus jadi air cair di dasar Pyrex, apalagi di bantu sifat demulsibility oli.
Maka oli compressor kita, selalu di atas 1,000 PPM dan ini tak bagus.
Logika nya , bearing di lumasi dengan air cair pasti rusak :mrgreen: , itu ajah yg perlu kita tau.

Balik lagi, dari segi humidity negara kita yg basah kuyup lembab nya, compressor akan lebih banyak dapat air
di oli nya. Jadi kita selalu pada posisi rugi sebagai compressor owner.......apa boleh buat.

Scenario ini sama dengan kondisi BBM solar di Indonesia yg bukan tipe Pertamina DEX ( Euro 3 ) tapi yang si Pertamina murah dan termasuk solar Shell pun, di mana sulfur masih pada level mengerikan. Waktu saya masih merawat armada kapal bermesin diesel, obat kita cuma 1, pakai oli terbaik/termahal dan pakai 50% dari umur pakai. Tetap saja mesin kita kalah awet sama negara yang solar nya Euro 3 atau lebih baik dengan kadar sulfur max 50 PPM ( acuan tahun 2006 - Euro 3 standard ).

http://www.pertamina.com/news-room/sepu ... luncurkan/

Solar dengan Sulfur tinggi selain emisi buruk, by-product nya adalah sulfuric acid dan mesin diesel cepat korosi.
Common Rail injection cepat jebol kena solar sulfur tinggi.

Ini lah sebab nya mesin truk di Indonesia biang keladi asap hitam sebab solar kita yg murah itu jelek mutu, selain pada jorok merawat nya.


Jadi experiment off-line filter harus di coba, sebab kadar air di oli compressor jubilah banyaknya.


Ini contoh stage 1 Bauer Capitano model lama yg saking jarang pakai nya, alias pake sebentar dan di simpan doank...... kadar air di oli bikin kehausan dan karat di stage 1. Ini masih block lama yg pakai ring-less floating piston 3rd stage nya.
Image

Image

Ini compressor di bawah 20 jam umur nya loh. Temen beli bekas berapa tahun lalu. Stage 2 dan 3 OK sih.
Jarang pakai artinya pelumasan tak di kepret2 ke sini sono, akan juga buat komponen rusak.
Lihat stage 3 floating piston, baret halus dikit di sisi atas. Ini floating piston ring-less model lama bisa US$600 harga nya. Laporan terakhir itu compressor bunyi aneh2, dibawah 1,000 jam pake nya dan di Lampung.
Kalo nanti di bongkar saya photo kan deh.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BIAYA OPERASIONAL PERSONAL & COMMERCIAL OWNERSHIP COMPRE
PostPosted: Sun Jan 05, 2014 10:13 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
bongabonga wrote:
^:)^ ^:)^ ^:)^

anjrot si mbah... parah tingkat dewa ilmunya... ampun mbahhh ampunn...
saya levelnya sekarang baru mainan portable CO analyzer aja... :oops: :oops:


Belajar atuh Kang. Ini posting cukup banyak isi nya. :mrgreen:
Kalo ke Bauer Thailand bayar US$2,000+ loh, swear !!

Sebagai konsumen tabung, sudah tepat kamu punya CO meter deh, tak salah.
Hidung dan CO meter kombinasi ampuh.
Uap oli di udara tabung tak bisa di baca sama CO meter, hidung masih bisa tangkap bau oli, tapi artinya sudah level tinggi itu uap oli di udara.

Test uap oli paling mahal kalo mau akurat.
Bawa gelas Aqua bekas ajah tengok itu kondensat Water Separator 1 dan 2............he he he.

.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BIAYA OPERASIONAL PERSONAL & COMMERCIAL OWNERSHIP COMPRE
PostPosted: Mon Jan 06, 2014 4:10 am 
Offline

Joined: Mon Aug 27, 2012 7:25 am
Posts: 73
Huahaha disuruh belajar sama mbah.. ampun mbah ampuun.. gak kuku otaknya... wkwkwk 8-} 8-}
Becanda mbah, postingan mbah pasti saya baca biarpun kadang suka jedotin kepala ke meja stres bacanya... wkwkwk

menarik sekali ya urusan kompresor ini,
baru tahu saya kalo ternyata kompresor udara untuk diving sensitif sekali vs suhu ambient dan humidity, juga running hoursnya...
udah gitu instrumentasi monitor minim... kombo yahud banget bikin operator kompresornya pusing... kwwkwk

btw mbah, pertanyaan bodoh, kalo kompresor ditaro di ruang AC dedicated gitu membantu gak ya untuk sistem pendinginnya? atow... udah kadung mahal duluan buat biaya listrik ACnya?


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BIAYA OPERASIONAL PERSONAL & COMMERCIAL OWNERSHIP COMPRE
PostPosted: Mon Jan 06, 2014 6:19 am 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
nah mangkin banyak yg teracun nih dgn kompresor kayanya

bantu jawab versi saya karena semalem jg abis ngomongin itu....
ruangan ac sih bertujuan untuk pendinginan kan tapi tujuann pendinginannya adalah suhu berapa nih?
nah kmrn saya tes tuh suhu kompresor tanpa blower bs sampe 150'C pada 30'c ruangan nah suhu stage 2 yg kita mau adalah dibawah 130'c bahkan kalo bs 125'C. nah brarti 20 derajat lbh dingin kan tapi dari 150'c loh. nah berapa besar ac yg dibutuhkan untuk dinginin ruangan da mesin itu kan? apakah bisa kita taro mesin mobil dalem ruangan ac trus kita nyalain ac n berharap mesin mobil bs dingin tanpa pendinginan dr radiator atau fan......

dan jg nanti biaya listrik dan investasi nya kalaupun itu bs bakalan sangat mahal. jd si blower cap badai untuk saat ini adalah solusi termurah dan termudah


salam

bsk ketemuan yuk di jakrta

_________________
don't dream your live, but live your dream.......


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BIAYA OPERASIONAL PERSONAL & COMMERCIAL OWNERSHIP COMPRE
PostPosted: Mon Jan 06, 2014 8:32 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Jun 15, 2012 12:42 am
Posts: 958
Location: Bintaro sektor 9
Ikut dong ketemu. Tapi bisanya kamis :)

_________________
Arief
0811194177
[email protected]
@feira24


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BIAYA OPERASIONAL PERSONAL & COMMERCIAL OWNERSHIP COMPRE
PostPosted: Mon Jan 06, 2014 1:19 pm 
Offline

Joined: Mon Aug 27, 2012 7:25 am
Posts: 73
thanks bro dita,
kemungkinan besar memang akan high invest & high operation cost juga.
kalo melihat HP motor dan pressure ratio kompresornya, (4kW, rasio kompresi dari 1 bar ke 200 bar) memang besar kalor yang perlu diambil dari sistem ini.

untuk air yang mengotori oli, itu dari mana ya sumbernya? apakah dari air yang terkandung dalam udara (dalam bentuk humidity)? maaf kalo mbah udah pernah jelasin, saya kelewat kayanya.
kalo misalnya si air dari udara ini potensial bikin problem di oli, gimana kalo airnya diambil/dikurangi sebelum masuk ke kompresor?
mungkin bisa pake dessicant, ada gak ya dessicant yang bisa di-regenerate?
maaf ya kalo usulnya terdengar bodoh :oops: :oops: :oops:


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BIAYA OPERASIONAL PERSONAL & COMMERCIAL OWNERSHIP COMPRE
PostPosted: Mon Jan 06, 2014 6:35 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
0.75Kw AC atau 1 HP itu sekitar 9,000 btu daya dingin nya.
Typical AC bisa dinginkan ruangan ukuran cocok dengan 1 HP ......7C, 30C jadi 23C.......jika tidak ada "pemanas" di ruangan.

1 HP AC sanggup membuang panas kira2 12 orang di satu kamar cukup sempit atau lumayan nyaman, pada 26C C. Manusia suhu nya 36.9C standard kalo kadak demam. Kalo lagi horny mungkin lebih panas =))

PE200 pakai 4KW motor nya. 90% daya motor ini jadi panas.
Jika daya cooling AC dan panas nya compressor setara dalam KW terbuang jadi heat atau cold, AC 3.5KW atau 4.5 HP minimal untuk hanya buat ruangan tidak panas lebih dari suhu awal jika compressor running.

Biasanya ruangan compressor pake AC itu nabung dingin dulu, baru compressor running sekian jam doank.
Kalo di running bareng dan bicara isi 4 jam atau lebih...........murahan pakai blower cap badai.

Ini ada studi soal Heat Transfer CoEfficient ( HTC ) dimana sebuah logam di sejukan dengan kecepatan tiup angin pelan, sedang dan kencang dari 10.8 KM jam sampai 64.8 KM/jam.
http://digitalcommons.wpi.edu/cgi/viewc ... ering-pubs

Untuk buat sebuah logam sejuk, ada beberapa cara :

01. Suhu ambient di sejukan
02. Pendingin udara di ganti dengan air, jadi water cooled.
03. Luaskan total area di logam si radiator
04. Kencangkan angin yang di tiup ke logam

Mesin mobil kecuali Porsche yang air cooled, pakai air radiator sebagai media pendingin dan udara mendinginkan si air radiator. Air cepat transfer panas block mesin, radiator buat total area cooling jadi sangat besar saat air kena angin. Mesin tempel pakai air laut langsung sebagai pendingin.

Di studi yg saya berikan link, ada informasi menarik.
Image

Graphic di atas kasih lihat bahwa pada 5 meter/detik atau 18 KM/Jam panas yang terbuang ( HTC ) adalah sekitar 60 watt per M2. Watt kan hitugan energi, jadi panas bisa di hitung dalam watt. Pada 18 meter per detik atau 64.8 KM/jam, panas yang terbuang bisa 150an Watt per M2. Blower cap badai pada sedekat dekat nya dengan logam di cylinder head bisa 35an KM per jam ( +-9 meter per detik ) velocity udara nya. Kipas asli pulley Bauer cuma paling top 15 KM per jam atau 4.1 meter per detik. Maka dengan blower cap badai, buang panas bisa sekitar 110an watt per meter persegi adalah solusi murah. Blower cap badai harus blower static pressure tinggi, supaya velocity udara tinggi, bukan hanya sekedar meter kubik udara banyak tapi slow velocity. Resiko blower cap badai adalah, noise level nya lebih tinggi dari si compressor...kik kik kik.

Studi ini simple di cernah, hasilnya adalah lebih mudah buang panas dengan cara tiup kencang di banding udara nya di sejukan. Tengok 4.3 EFFECT OF AIR TEMPERATURE di link tersebut. Tidak signifikan HTC beda nya pada suhu dingin pun. Maksudnya heat removal watt of heat per m2 area tidak naik berarti dari tiupan angin sejuk, cuma 4% untung nya pada 5 m/detik.

Hal yang sama saya lakukan di CPU computer saya, saat ini tiupan cooling fan 11 KM/jam ....berisik kayak compressor mini =)) , tapi suhu CPU saya saat 90%+ loading tak lebih dari 63C di suhu ambient 30C. Limit CPU saya adalah 67C maximum allowed continous duty. Ini CPU kelas 135 watt. Tetap CPU pakai cooler Noctua yang radiator nya terbesar, tapi saya tidak perlu pakai water cooling, cukup air cooled. Jika saya cari tak berisik dan pakai cooling fan standard, overheat CPU saya pada loading tinggi saat rendering video ber jam jam.

Solusi terbaik sih pakai water cooled compressor :mrgreen: , tapi ini model yang besar sekali baru water cooled, atau special modification dan mahal.

Di Florida ada satu perusahaan, nama nya Nitrox Solution.
Owner nya Bob Olson. Dia modifikasi Bauer supaya head nya water cooled dan siap pakai di ruangan yang relatif panas dan karena ini untuk Nitrox continuos blending, maka suhu nya bisa +20C lebih panas dari compressor biasa gara2 oksigen level tinggi. Pada 30C suhu ambient, blower badai pun susah mau sejukan cylinder head di bawah 135C jika bikin Nitrox 36% karena batasan air cooling sih.

Image
SOURCE : http://www.showmanagement.com/newsletter/68

Cuma ini barang mahal, konon lebih dari US$50,000 untuk setara dengan 240 liter per menit.
Water cooled nya chilled water, maka bisa sejuk sekali.

.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BIAYA OPERASIONAL PERSONAL & COMMERCIAL OWNERSHIP COMPRE
PostPosted: Mon Jan 06, 2014 7:15 pm 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
bongabonga wrote:
thanks bro dita,
kemungkinan besar memang akan high invest & high operation cost juga.
kalo melihat HP motor dan pressure ratio kompresornya, (4kW, rasio kompresi dari 1 bar ke 200 bar) memang besar kalor yang perlu diambil dari sistem ini.

untuk air yang mengotori oli, itu dari mana ya sumbernya? apakah dari air yang terkandung dalam udara (dalam bentuk humidity)? maaf kalo mbah udah pernah jelasin, saya kelewat kayanya.
kalo misalnya si air dari udara ini potensial bikin problem di oli, gimana kalo airnya diambil/dikurangi sebelum masuk ke kompresor?
mungkin bisa pake dessicant, ada gak ya dessicant yang bisa di-regenerate?
maaf ya kalo usulnya terdengar bodoh :oops: :oops: :oops:



No problem mas kita kan sama sama blajar nih.

Air itu didapat dr piston blow by si kompresor dimana dengan tekanan 200 bar tuh air yg didapat cukup byk. Udah pernah dibahas itungannya brp cc sama pak surya dulu tuh. Dan fungsi dr oil polishing adalah menyaring air i oli supaya base oil nya gak tercemar sehingga dgn kualitas oli tg bagus dan bersih dr air maka pelumasan nya bs lbh maksimal dan daya tahan mesin bs lbh baik. Bener gak tuh pak? Nah air humidity diatas 75% dan 35c suhu ternyata ada juga optional water separator $1.000 dollar tuh yg gak pernahdisebutin sama bauer sebelumnya (ada dibahas dihalaman 1)

Yah namanya jg eksperimen jd gak ada yg pasti, yg bs kita lakukan hanya nyoba supaya hasilnya bs maksimal aja sih ya. Ayo ide lainnya dikeluarkan biar bs dibahas bersama nih

_________________
don't dream your live, but live your dream.......


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BIAYA OPERASIONAL PERSONAL & COMMERCIAL OWNERSHIP COMPRE
PostPosted: Mon Jan 06, 2014 9:04 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
bongabonga wrote:

untuk air yang mengotori oli, itu dari mana ya sumbernya? apakah dari air yang terkandung dalam udara (dalam bentuk humidity)? maaf kalo mbah udah pernah jelasin, saya kelewat kayanya.

Sudah di bahas air darimana, baca dari awal posting :mrgreen:

kalo misalnya si air dari udara ini potensial bikin problem di oli, gimana kalo airnya diambil/dikurangi sebelum masuk ke kompresor?
mungkin bisa pake dessicant, ada gak ya dessicant yang bisa di-regenerate?
maaf ya kalo usulnya terdengar bodoh :oops: :oops: :oops:


Filter cartridge compressor pakai dessicant, nama nya Molecular Sieve, jenis 13X. Itu pengering nya.
Cara termurah buang air kondensat dari udara adalah water separator, super kering nya baru pakai dessicant 13X.

2 water separator Bauer, punya tingkat effisiensi buang air sekitar 99.4%, dessicant 13X nya cuma kerja untuk 0.6% nya sebab target kekeringan udara -55C ( EN12021 , ice diving ) dan di Indo bisa -47C. Buang air kondensat dalam jumlah besar ini andalkan Gas-Law, final touch baru dessicant.

Jika dari awal dessicant yang di pakai di sisi input compressor, harus ada cara mekanikal dulu supaya udara di tekan sedikit untuk dessicant berfungsi baik dan udara bebas hambatan ke input compressor. Negative suction tak boleh terjadi di input compressor, berat kerja nya. Let say deh kita pakai Silica Gel sebagai dessicant di input compressor. Ini spec berbagai dessicant :
http://www.sorbentsystems.com/desiccants_charts.html

Silica Gel bisa tangkap 40% uap air di banding berat nya, asal awal nya ini gel sudah kering sekali, tetapi Silica Gel tidak bisa tangkap uap udara level rendah kayak Molecular Sieve 13X atau tidak bisa keringkan udara sekering 13X. Rate nya juga pelan tangkap nya. Perlu 25C suhu ambient untuk kerja nya bagus pulak. Anyway anggap ini Silica Gel bisa sedot 30% uap udara di banding berat nya deh, tapi limit kekeringan silica gel cuma sampai 40% RH ( relatif humidty ) doank. Pada stage 1 yang tekan udara 7x, 40% RH akan jadi 280% artinya 180% sisah di atas 100% harus jadi air cair. Tak effektif lah Silica Gel. Kita harus pakai dessicant yang bisa buat 10% RH dan ini mahal, belum termasuk re-generation system nya.

Maka tidak akan ada yg jual pengering udara untuk sisi input compressor, tak feasible dan practically agak useless.

Dessicant 13X di dive compressor tidak bisa di regerate kayak dessicant di industry, karena sudah berlepotan uap oli juga saat jenuh. Di industry dimana dessicant di re-generate pakai suhu 350C, itu dessicant nya bersih dan cuma ada uap air tertangkap, bukan racun dari oli. Industry memang re-generate dessicant nya, tapi pakai alat regeneration dan doku lagi.

Dessicant terbaik untuk uap air super kering adalah Molecular Sieve 13X, yah itu yang di pakai di dive compressor.
Kemampuan serap dessicant untuk uap air, tertinggi adalah 23% dari berat nya 13X. Baru dari pabrik udah saturated 1%, di compressor di pakai sampai 20% untuk dapat udara super kering -55C dewpoint.
Simpan 13X itu susah setengah mati sebab pasti tersaturasi uap air dalam 3 bulan jika botol nya plastic.
Plastic adalah waterproof tapi tidak gas proof. Maka Coltri itu bodoh dengan sarankan user re-fill sendiri 13X dan di jual dalam kemasan botol pulak. Jika pun re-fill di lakukan, regenerasi harus di lakukan terlebih dahulu supaya 13X kering sekali. Import sampai jual sampai di pakai customer, sudah di atas 3 bulan total time. Bauer pakai vacuum packed alumunium foil, sebab alumumium adalah logam dan bisa lah 2 tahun masa simpan kemasan ini masih kering dan siap pakai.

Mau test 13X kalo masih kering gampang kok.
Ambil seraup tangan 13X. Genggam dengan baik. Kasih air sampai 13X di genggaman basah merata.
Tahan tuh 13X di tangan. Jika tangan kita tidak melepuh kebakar kepanasan, itu 13X sudah tersaturasi alias basah saat disimpan. 450 gram 13x punya heat release 1,800 btu saat serap air....panas euuy.
1 btu hour adalah 0.29 watt hour, itu energy lumayan besar dan untuk compressor yang andalkan auto-drain untuk buang air kondesat, lalu solenoid nya rusak dan air jika masuk dalam jumlah pas cukup banyak dan mendadak ke filter cartridge yang masih agak baru tapi sudah ada berkas oli compressor, filter cartridge + filter housing bisa kebakaran loh.


Bauer P21 isi dessicant nya 68 gram. Artinya uap air cuma bisa di tangkap 68 x 0.2 = 13.6 gram atau cc air.
Uap air di udara , pada suhu 30C ( ada di posting ini ) per kubik meter udara, isi nya 30cc uap air.
Jadi, tanpa bantuan mekanikal water & oil separator pada level effisiensi 99.4%, 1 tabung pun tak cukup si filter P21 jika cuma andalkan 13X dan bangkrut lah kita.

.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BIAYA OPERASIONAL PERSONAL & COMMERCIAL OWNERSHIP COMPRE
PostPosted: Mon Jan 06, 2014 10:35 pm 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
Pak kalo Dibikinin intake supaya udara yg masyk ke kipas bauer atau kipas blower itu udara dingin banget bs gak yah. Misalnya intake dibukin ducting dr seng trus dikasih es batu setiap mau ngisi. Jd udara yg ditiup adalah udara dingin. Misal bs dpt 15C kan brarti pendinginan akan lbh sejuk tuh. Sama kaya jaman vw kombi mogok trus dikompres pake lap basah supaya cepet dingin tuh heheheh

_________________
don't dream your live, but live your dream.......


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BIAYA OPERASIONAL PERSONAL & COMMERCIAL OWNERSHIP COMPRE
PostPosted: Fri Jan 17, 2014 8:36 pm 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
nih contoh kompresor room di luar negri, makin horny aja liat foto kaya gini, ruangan super clean trus wiphose nya banyak bener pula hahahah

kapan nih di indo bs sampe kaya gini yah orang bener bener mikirin soal udara diving nih


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
don't dream your live, but live your dream.......


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BIAYA OPERASIONAL PERSONAL & COMMERCIAL OWNERSHIP COMPRE
PostPosted: Mon Jan 20, 2014 9:47 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Jun 15, 2012 12:42 am
Posts: 958
Location: Bintaro sektor 9
Keren abis. Bacanya nyicil yaaa.

_________________
Arief
0811194177
[email protected]
@feira24


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 57 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 4 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron