It is currently Fri Oct 20, 2017 9:28 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 55 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4  Next
Author Message
 Post subject: Re: BCD Backplate
PostPosted: Tue Apr 09, 2013 3:02 pm 
Offline

Joined: Mon Aug 30, 2010 9:12 am
Posts: 166
Woooowww jadi seriuusss neeehh... heheheeee.. om hantu memang masih ganteng kok, terbukti waktu deep kemarin dikelilingi oleh cewe2 maniezzz... miss 'F' masih tetap memukau huaahahahaaa...
Mas, saya masuk ke forum selam juga gak pingin terlalu serius, kalo forum ini jadi terlalu serius dan tidak fun saya mo pindah saja... diving is fun makannya program diving dinamakan fun dive :D :D eh gak da hubungannya yaaa... hihihiiii maaf kalo saya salah ngomong...

etanto


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BCD Backplate
PostPosted: Tue Apr 09, 2013 3:07 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
micr0pr0cess0r wrote:

Soal weight ditching, terimakasih penjelasannya soal "weighting strategy". Terimakasih untuk pengetahuan baru ini. Seperti sudah diuraikan BP stainless + STA ~ 5kg, dan ini tidak bisa dibuang in case emergency, dan ini tidak bisa direlease, jadi ini pengetahuan yang sangat penting.

Requirement fitness level yang seperti oom Rendra sebutkan, sewaktu saya mengambil kursus OW Diver tidak pernah disebutkan, saya coba cek lagi nanti apa saya tidak membacanya di student book. Terimakasih, pengetahuan baru lagi buat saya. Saya ada 2 pertanyaan :
1. Bolehkah saya katakan, dalam case BP stainless + STA, requirement fitness level ini mutlak dimiliki?
2. Apakah hal ini berlaku juga buat BCD type lain? Misalkan, BCD travel yang beratnya 1.8 kg saja, tanpa trim weight?

BC jacket modern memang sudah dilengkapi dengan trim pocket, bedanya ini option, bisa dipake apa tidak. Beda hal dengan BP stainless stell, harus dipakai.

Have a safe dive ...


Soal diver fitness level dapat dibaca-baca pada link berikut ini:

http://www.diversalertnetwork.org/medic ... uba_Diving
http://scuba.about.com/od/learntodive/a ... itness.htm

Minimum fitness level yang bersifat physical berlaku untuk semua level diver. Waktu open water, ada swimming test requirement, yaitu harus bisa berenang jarak 200 meter dalam waktu kurang dari 14 menit dan underwater swim (breathhold) minimum 15 meter. Jadi memang ada standard tersebut.

Soal pemakaian BP dan STA saya rasa bukan berhubungan langsung dengan fitness level, tetapi pada weighting strategy. Soal fitness tadi kita bahas soal ability to survive with certain load. Apakah diving pakai super light weight BCD maupun heavy weight BCD, maka fitness level adalah mandatory.

Lagipula, BP stainless steel memang rancangan standarnya adalah untuk drysuit diving. Drysuit punya lift capacity yang cukup besar. Nggak terlalu masalah. Kalau pakai wetsuit dan SS backplate, ya sudah pasti harus mempertimbangkan masalah survival floating ability.

Balik lagi sedikit soal fitness level, ada beberapa simple test yang bisa coba dilakukan untuk mengukur fitness level, dan menjelaskan kenapa fitness level itu perlu:

- Jika anda dapat berjalan kaki sejauh 100 meter dengan membawa seluruh dive gear (complete scuba system) anda tanpa terengah-engah dan masih bisa bicara secara normal, maka fitness level anda tergolong lumayan.
- Jika anda tidak dapat melakukan pembicaraan secara normal dalam exercise diatas (tersengal-sengal), maka better don't dive. Exercise dulu lagi.

Kalau dive di Tulamben, misalnya, maka kita harus jalan kaki dulu. Orang2 pada umumnya gear dibawain sama porter. Sekali-sekali coba deh bawa sendiri gear kamu, komplit. Jangan pakai porter. If you can do this without problem, than your fitness level is very good :)

Terus balik lagi ke pertanyaan di atas, soal BCD BP tidak bisa di ditch, jawabannya BISA. Jika diperlukan, in emergency, buang aja BPnya. No big deal dibandingkan harga nyawa kita. Pertama dibuang pasti weight belt dan camera gear.... selanjutnya mulailah membuang yang lainnya jika memang terpaksa :)

Sudah pernah dengar cerita diver tenggelam karena sudah buang weight tapi enggan membuang camera gearnya? Mati konyol deh demi camera.... jangan sampe kejadian seperti ini...

cheers,
rendra

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BCD Backplate
PostPosted: Tue Apr 09, 2013 3:42 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Topik mengenai diver fitness level pernah saya muat pada thread berikut ini:

viewtopic.php?f=17&t=1670&start=0

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BCD Backplate
PostPosted: Tue Apr 09, 2013 3:51 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
mohon ijin ikut komentar:

agak geser topik sedikit tapi semoga masih masuk di konteks pembahasan. pertanyaan saya: seberapa sering kita dump weight? kalau anda orang yang sering dump weight, berarti ada yang salah dengan gaya diving ataupun penerapan di aspek safety. seperti yang sudah disebut om rendra, seharusnya diver dengan 'proper weigthing' masih sangat bisa mengapung di permukaan air tanpa harus inflate BCD.

lagipula prosedur 'dump weight' itu menurut saya dilakukan ketika ada kerusakan di BCD yang tidak bisa di inflate ataupun dalam keadaan kita tidak bisa mencapai positive buoyancy di permukaan. atau juga karena ndak bisa positive buoyant di permukaan karena tangkinya habis & ndak tau caranya manual inflate. kalo kejadian seperti ini sering terjadi, ya berarti ada yang ndak bener kan? mending pilih hobi berkebun aja, karena artinya anda tidak layak untuk diving. bersyukurlah kalau sampai hari ini temen-temen ada yang tidak pernah dump/ditch weight/weightbelt nya.

hal kedua, sudah seharusnya kita familiar dengan konfigurasi alat kita. bagaimana caranya dump weight jika kita pakai weightbelt dengan harness + crotch strap, bagaimana caranya buka integrated weight (tiap brand atau tipe seringkali berbeda sistem mekanisme locking nya). dan yang terpenting lagi adalah: kita tau dan mengerti konfigurasi alat buddy kita. seringkali masalahnya justru ada disini. buddy kita perlu dibantu untuk dump weight tapi kita tidak tau caranya.

makanya yang namanya pre dive safety check itu bukan wacana doang atau cuman buat main-main. perhatikan alat buddy, jangan cuman di pegang-pegang aja. kalo ndak tau, tanya caranya gimana buka weight belt, gimana buka scuba unit, gimana sistem tank strap nya (scubapro/mares/seaquest punya sistem yang berbeda).

balik ke masalah BCD. itu sekali lagi terserah ke pribadi masing-masing. mau pake jacket style, mau pake harness & backplate, mau pake back inflation jacket, ataupun hanya pake backpack tanpa flotation device samasekali juga boleh. sekedar meluruskan: yang namanya backpack itu adalah plastik dengan handle yang ada strap untuk tangki menempel. ini jaman dulu backpack dikombinasi dengan collar horse BCD.

segitu dulu, nanti lanjut lagi ya :-j


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
BanyuBiru Explorer Indonesia - Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | Dive Training & EFR Training | Halcyon Dive Systems Dealer | DAN Asia Pacific Supporter | W: www.banyubiru.org | F: Banyu Biru Explorers | T: @banyubiru_xplor


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BCD Backplate
PostPosted: Tue Apr 09, 2013 4:05 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jan 31, 2013 4:06 pm
Posts: 350
Location: Coral Triangle
hantulaut wrote:

balik ke masalah BCD. itu sekali lagi terserah ke pribadi masing-masing. mau pake jacket style, mau pake harness & backplate, mau pake back inflation jacket, ataupun hanya pake backpack tanpa flotation device samasekali juga boleh. sekedar meluruskan: yang namanya backpack itu adalah plastik dengan handle yang ada strap untuk tangki menempel. ini jaman dulu backpack dikombinasi dengan collar horse BCD.

segitu dulu, nanti lanjut lagi ya :-j


Saya kenal dengan baik salah satu orang yg kekeuh dan ngerasa nyaman banget pake BCD yang model ginian,rock on dude..hahaha
Bukan cuma ganteng tp jadi pusat perhatian.. :)) ^:)^

_________________
Eat, Sleep, Dive and Dive

Pin 2357C1BD
HP 085270426789
Email : [email protected]
FB: Benny Dwi Saputra
@mr_beny
Website www.divingatindonesia.com


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BCD Backplate
PostPosted: Tue Apr 09, 2013 7:36 pm 
Offline

Joined: Thu Feb 07, 2013 1:11 pm
Posts: 152
rendra wrote:
micr0pr0cess0r wrote:

Soal weight ditching, terimakasih penjelasannya soal "weighting strategy". Terimakasih untuk pengetahuan baru ini. Seperti sudah diuraikan BP stainless + STA ~ 5kg, dan ini tidak bisa dibuang in case emergency, dan ini tidak bisa direlease, jadi ini pengetahuan yang sangat penting.

Requirement fitness level yang seperti oom Rendra sebutkan, sewaktu saya mengambil kursus OW Diver tidak pernah disebutkan, saya coba cek lagi nanti apa saya tidak membacanya di student book. Terimakasih, pengetahuan baru lagi buat saya. Saya ada 2 pertanyaan :
1. Bolehkah saya katakan, dalam case BP stainless + STA, requirement fitness level ini mutlak dimiliki?
2. Apakah hal ini berlaku juga buat BCD type lain? Misalkan, BCD travel yang beratnya 1.8 kg saja, tanpa trim weight?

BC jacket modern memang sudah dilengkapi dengan trim pocket, bedanya ini option, bisa dipake apa tidak. Beda hal dengan BP stainless stell, harus dipakai.

Have a safe dive ...


Soal diver fitness level dapat dibaca-baca pada link berikut ini:

http://www.diversalertnetwork.org/medic ... uba_Diving
http://scuba.about.com/od/learntodive/a ... itness.htm

Minimum fitness level yang bersifat physical berlaku untuk semua level diver. Waktu open water, ada swimming test requirement, yaitu harus bisa berenang jarak 200 meter dalam waktu kurang dari 14 menit dan underwater swim (breathhold) minimum 15 meter. Jadi memang ada standard tersebut.

Soal pemakaian BP dan STA saya rasa bukan berhubungan langsung dengan fitness level, tetapi pada weighting strategy. Soal fitness tadi kita bahas soal ability to survive with certain load. Apakah diving pakai super light weight BCD maupun heavy weight BCD, maka fitness level adalah mandatory.

Lagipula, BP stainless steel memang rancangan standarnya adalah untuk drysuit diving. Drysuit punya lift capacity yang cukup besar. Nggak terlalu masalah. Kalau pakai wetsuit dan SS backplate, ya sudah pasti harus mempertimbangkan masalah survival floating ability.

Balik lagi sedikit soal fitness level, ada beberapa simple test yang bisa coba dilakukan untuk mengukur fitness level, dan menjelaskan kenapa fitness level itu perlu:

- Jika anda dapat berjalan kaki sejauh 100 meter dengan membawa seluruh dive gear (complete scuba system) anda tanpa terengah-engah dan masih bisa bicara secara normal, maka fitness level anda tergolong lumayan.
- Jika anda tidak dapat melakukan pembicaraan secara normal dalam exercise diatas (tersengal-sengal), maka better don't dive. Exercise dulu lagi.

Kalau dive di Tulamben, misalnya, maka kita harus jalan kaki dulu. Orang2 pada umumnya gear dibawain sama porter. Sekali-sekali coba deh bawa sendiri gear kamu, komplit. Jangan pakai porter. If you can do this without problem, than your fitness level is very good :)

Terus balik lagi ke pertanyaan di atas, soal BCD BP tidak bisa di ditch, jawabannya BISA. Jika diperlukan, in emergency, buang aja BPnya. No big deal dibandingkan harga nyawa kita. Pertama dibuang pasti weight belt dan camera gear.... selanjutnya mulailah membuang yang lainnya jika memang terpaksa :)

Sudah pernah dengar cerita diver tenggelam karena sudah buang weight tapi enggan membuang camera gearnya? Mati konyol deh demi camera.... jangan sampe kejadian seperti ini...

cheers,
rendra



Terimakasih penjelasannya oom Rendra.

Mengapa ini saya tanyakan karena ada kejadian teman saya tidak bisa inflate bladder via power inflator, so dia beralih inflate manual tetap gagal. Makan waktu doi menyadari inflate manualnya gagal. Dan awak kapal tidak menyadari keberadaannya. Terengah2, akhirnya doi dump weight, masih dengan set scuba di punggung, doi teriak manggil kapal. Teriakan kesekian baru didengar sama kapal, dengan sigap doi dijemput.
Saya setuju, doi survive karena fitness level yang baik.

Kedua, saya pernah lihat DM pakai BP/W tanpa releasable weight. Polos, saya ingetin untuk pake pemberat, doi bilang BP nya cukup sebagai pemberat.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BCD Backplate
PostPosted: Tue Apr 09, 2013 9:52 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Untuk soal DM yang tidak pakai pemberat lagi, mungkin karena dia sudah optimal weightingnya dan tidak perlu tambahan weight lagi selain gear yang sudah dipakai, termasuk BP. Kalau dia harus tambah weight lagi, maka dia akan terlalu negatif, which is not good at all.

Ingat, the deeper we go, the less weight we need. Yang harus dilakukan justru mengisi BCD dengan udara agar bisa compensate negative buoyancy kita. Sebaliknya, the shallower we go, maka positive buoyancy effect semakin besar. Yang harus dilakukan adalah mengurangi, bahkan mengosongkan BCD agar kita bisa netral.

Di kelas Buoyancy & Propulsion, kami memberikan coaching bagaimana mendapatkan weighting optimal, dan ini termasuk bagaimana utk survive dalam BCD failure.

Prinsipnya kira2 begini:
1. Seorang diver harus bisa stay neutral pada kedalaman safety stop (5 meter), dengan scuba tank terisi minimal (sekitar 50 bar), dan BCD dalam keadaan kosong 100% (100% flat);

2. Jika posisi ini bisa dicapai, artinya si diver telah mencapai posisi netral yang optimal, dan dia akan dengan mudah naik ke permukaan dari kedalaman 5 meter hanya dengan satu tarikan nafas dalam.... atau menenggelamkan diri hanya dengan hembusan satu nafas dalam. Netralnya sempurna. Ini semua dilakukan dalam posisi BCD flat/ fail; Dalam hal ini, tidak ada bagian gear yang harus di ditch. Kita tidak mengenal istilah overweight atau underweight. Weighting harus optimal, dan diver bisa diam netral underwater dengan swing antara tidal volume paru2 tidak lebih dari 60cm;

3. Tujuannya tidak lain agar dalam kondisi BCD malfunction (tidak bisa dikembangkan), maka si diver tetap dapat menyelesaikan safety stop dengan sempurna. Jika posisi netral tidak dapat dicapai, maka kemungkinannya hanya 2: si diver langsung muncul ke permukaan dan berupaya setengah mati kicking ke kedalaman safety stop... atau si diver terlalu negatif, dan ujung2nya kicking berupaya setengah mati untuk bisa stay di kedalaman safety stop. Apa yang akan terjadi dalam hal ini? Offgassing process tidak akan berjalan sempurna karena diver mengalami exertion dan posisi tubuh tidak optimal untuk offgassing. Posisi offgassing terbaik adalah dalam posisi horizontal, relax, tidak banyak bergerak.

Paru2 kita sebagai alat buoyancy control memegang peranan sangat besar. Dengan volume udara sekitar 6 liter, paru2 kita bisa jadi pelampung alami. Jika pernah belajar survival swimming, salah satu metode yg dipakai adalah memanfaatkan kapasitas paru2 sebagai pelampung alami. Ini juga pada beberapa dive course muridnya diajarkan cara floating di permukaan hanya dengan mengandalkan siklus pernafasan. Kami mengajarkan ini di kelas BnP.

So balik lagi ke awal, it's not the BCD alone, mau BCD super ringan ataupun backplate BCD yang punya bobot berat, diver buoyancy dipengaruhi banyak aspek. Dan salah satu aspek terpenting adalah si divernya sendiri, seberapa mampu dia mengendalikan inherent buoyancy yang dimilikinya.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Last edited by rendra on Tue Apr 09, 2013 10:21 pm, edited 1 time in total.
photos added


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BCD Backplate
PostPosted: Wed Apr 10, 2013 1:03 am 
Offline

Joined: Sat Aug 20, 2011 5:18 pm
Posts: 360
numpang nyeletuk...

wih, yg pake tank kuning-pink ganteng benerrrrr.... :ymapplause: ;)) ;))


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BCD Backplate
PostPosted: Wed Apr 10, 2013 1:54 am 
Offline

Joined: Mon Aug 27, 2012 7:25 am
Posts: 73
micr0pr0cess0r wrote:


Terimakasih penjelasannya oom Rendra.

Mengapa ini saya tanyakan karena ada kejadian teman saya tidak bisa inflate bladder via power inflator, so dia beralih inflate manual tetap gagal. Makan waktu doi menyadari inflate manualnya gagal. Dan awak kapal tidak menyadari keberadaannya. Terengah2, akhirnya doi dump weight, masih dengan set scuba di punggung, doi teriak manggil kapal. Teriakan kesekian baru didengar sama kapal, dengan sigap doi dijemput.
Saya setuju, doi survive karena fitness level yang baik.

Kedua, saya pernah lihat DM pakai BP/W tanpa releasable weight. Polos, saya ingetin untuk pake pemberat, doi bilang BP nya cukup sebagai pemberat.


Mas,

Dicek gak kenapa bladder/manual inflatornya kenapa kok bisa gak berfungsi?
Apakah diketahui penyebabnya?


Last edited by bongabonga on Wed Apr 10, 2013 2:47 am, edited 1 time in total.

Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BCD Backplate
PostPosted: Wed Apr 10, 2013 2:02 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
wah ada foto saya..

halo mas microprocessor, situ pasti ga demen nonton tukul atau OVJ deeh :D

kalo bahas soal weighting sama buoyancy, saya termasuk yang sial nih, dan mungkin sedikit orang yang punya problem seperti saya ini, curhat dikit boleh ya..

pertama, badan saya sangat negative, wassalam deh eye level neutral buoyant, ga bisa floating tanpa berenang, meski dilaut sekalipun, belom nyoba di Dead Sea sih.. jadi satu-satunya yang nolong hanyalah wetsuit yang agak tebal, which is belom kesampean punya karena sizing problem, itu pun kalo udah masuk kedalaman 1 meter pasti freefall, but I'm consider lucky kalo kata anak-anak freedive, tapi kan ane demen SCUBA dibanding freedive.

kedua, kebanyakan peralatan diving yang beredar dipasaran, dan kebetulan yang saya miliki ternyata memiliki buoyancy negative, makin terbenam aja deh tuh kalo pake komplit, jadi boro-boro mikir pake pemberat, apalagi ditching weight

ketiga, hobby saya motret, jadi ditambah lah sisi negative buoyant dari additional gear, tapi sekarang udah ketolong sama housing yang lagi di modifikasi supaya bisa netral

keempat, saya ga pernah merasa nyaman memakai weight di pinggang, diving is about comfort right? even tanpa pemberat sekalipun BCD saya tetap terisi, ga bisa dikosongin, kalo ditambah pemberat, drag BC udah ga nyaman, apalagi kalo ngelawan arus.. dengan menggunakan jacket udara kadang lari ke pinggang dan ini bikin ga nyaman juga, makanya saya beralih ke backbuoyant dan saya menemukan kenyamanan pada style diving saya, masih di sizing problem, ga semua backbuoyant BC bisa pas, saat menentukan pilihan kebetulan BP/W yang paling masuk karena bisa di adjust se-minim mungkin.

kelima saya sering praktek ditching SCUBA gear di kolam, dan momen ke permukaan dari dasar kolam tanpa alat itu butuh usaha keras bagi saya, bahkan dengan bantuan fins, jika saya berhenti mengayuh, saya akan kembali freefall, makanya in case of emergency pilihan saya adalah, inflate BC instead ditching weight atau bahkan buang BC, jadi pada predive safety check yang terpenting bagi saya selain air-flow, adalah memastikan BC saya bekerja dengan baik.

so, harap maklum kalo saya menolak jika ada orang yang menyarankan saya pake weightbelt tambahan (hampir setiap trip saya terpaksa menolak, kadang sampai dua kali nolak)

kita belom pernah ketemu satu trip toh mas microprocessor? kalau nanti ketemu, pasti saran anda saya tolak juga :-D

agak melenceng dikit, saya pernah nyaranin seorang diver untuk merubah posisi pisau selamnya dengan alasan safety, kebetulan dia nurut, eh pas di penyelaman tersebut doi kehilangan pisaunya, padahal umur tuh pisau udah tahunan, jadi nyesel ngasi saran, meski alasan tersebut sudah dibenarkan oleh kami berdua, sekarang dia beli pisau yang sama persis dan diposisikan pada posisi awal, sejak itu saya ga komentar lagi tentang posisi pisaunya.

jadi dibalik setiap pilihan, saya rasa setiap diver, especially the experienced one, pasti sudah punya pertimbangan masing-masing, dan apapun pilihannya, benefit dan resiko akan dikembalikan ke masing-masing individu

salam

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BCD Backplate
PostPosted: Wed Apr 10, 2013 7:55 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jan 31, 2013 4:06 pm
Posts: 350
Location: Coral Triangle
micr0pr0cess0r wrote:
rendra wrote:

Soal diver fitness level dapat dibaca-baca pada link berikut ini:

http://www.diversalertnetwork.org/medic ... uba_Diving
http://scuba.about.com/od/learntodive/a ... itness.htm

Minimum fitness level yang bersifat physical berlaku untuk semua level diver. Waktu open water, ada swimming test requirement, yaitu harus bisa berenang jarak 200 meter dalam waktu kurang dari 14 menit dan underwater swim (breathhold) minimum 15 meter. Jadi memang ada standard tersebut.

Soal pemakaian BP dan STA saya rasa bukan berhubungan langsung dengan fitness level, tetapi pada weighting strategy. Soal fitness tadi kita bahas soal ability to survive with certain load. Apakah diving pakai super light weight BCD maupun heavy weight BCD, maka fitness level adalah mandatory.

Lagipula, BP stainless steel memang rancangan standarnya adalah untuk drysuit diving. Drysuit punya lift capacity yang cukup besar. Nggak terlalu masalah. Kalau pakai wetsuit dan SS backplate, ya sudah pasti harus mempertimbangkan masalah survival floating ability.

Balik lagi sedikit soal fitness level, ada beberapa simple test yang bisa coba dilakukan untuk mengukur fitness level, dan menjelaskan kenapa fitness level itu perlu:

- Jika anda dapat berjalan kaki sejauh 100 meter dengan membawa seluruh dive gear (complete scuba system) anda tanpa terengah-engah dan masih bisa bicara secara normal, maka fitness level anda tergolong lumayan.
- Jika anda tidak dapat melakukan pembicaraan secara normal dalam exercise diatas (tersengal-sengal), maka better don't dive. Exercise dulu lagi.

Kalau dive di Tulamben, misalnya, maka kita harus jalan kaki dulu. Orang2 pada umumnya gear dibawain sama porter. Sekali-sekali coba deh bawa sendiri gear kamu, komplit. Jangan pakai porter. If you can do this without problem, than your fitness level is very good :)

Terus balik lagi ke pertanyaan di atas, soal BCD BP tidak bisa di ditch, jawabannya BISA. Jika diperlukan, in emergency, buang aja BPnya. No big deal dibandingkan harga nyawa kita. Pertama dibuang pasti weight belt dan camera gear.... selanjutnya mulailah membuang yang lainnya jika memang terpaksa :)

Sudah pernah dengar cerita diver tenggelam karena sudah buang weight tapi enggan membuang camera gearnya? Mati konyol deh demi camera.... jangan sampe kejadian seperti ini...

cheers,
rendra



Terimakasih penjelasannya oom Rendra.

Mengapa ini saya tanyakan karena ada kejadian teman saya tidak bisa inflate bladder via power inflator, so dia beralih inflate manual tetap gagal. Makan waktu doi menyadari inflate manualnya gagal. Dan awak kapal tidak menyadari keberadaannya. Terengah2, akhirnya doi dump weight, masih dengan set scuba di punggung, doi teriak manggil kapal. Teriakan kesekian baru didengar sama kapal, dengan sigap doi dijemput.
Saya setuju, doi survive karena fitness level yang baik.

Kedua, saya pernah lihat DM pakai BP/W tanpa releasable weight. Polos, saya ingetin untuk pake pemberat, doi bilang BP nya cukup sebagai pemberat.


Maaf sekedar minta izin nambahin..

Kalau dari kasus temennya mas microprosessor kemungkinan beliau belum mengetahui bahwa dengan kondisi tanpa BCD pun asalkan dengan weighting yang pas,kita bisa ascent dan descent hanya menggunakan tarikan nafas tanpa dibantu dengan dump weight in case BCD fail..

Walaupun sudah sampai di permukaan juga asalkan dengan weighting yang pas juga masih bisa mengapung,asalkan tahu teknik inhale dan exhale yang baik..

Soalnya buddy sejati saya tidak menggunakan bcd yang ada bladdernya sama sekali,otomatis beliau pure hanya menggunakan tarikan nafas untuk mengatur bouyancynya,jadi tidak ada kasusnya bladdernya fail wong bladdernya kaga ada.. :-*

oiya selama saya diving kalau saat saya ascent dan descent di saat kedalaman safety stop berarti antara 5-6 meter saya pure hanya menggunakan tarikan nafas,tidak pernah menggunakan inflator kecuali saat sudah floating di surface baru saya mengembangkan bcd biar nyaman sambil nunggu dijemput kapal.. :D
Begitu sih yang saya lakuin selama ini,mohon maaf sebelumnya saya juga masih nubie saat ini log aja belom sampe 100..

Terima kasih..

_________________
Eat, Sleep, Dive and Dive

Pin 2357C1BD
HP 085270426789
Email : [email protected]
FB: Benny Dwi Saputra
@mr_beny
Website www.divingatindonesia.com


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BCD Backplate
PostPosted: Thu Apr 11, 2013 7:23 am 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
Mas micro. Acungan jempol buat anda dr saya. Terlepas dr pertanyaan mas micro tetapi artikel ini bikin byk pertanyaan2 yg menurut saya banyak ditanyain sama orang baru menjadi terjawab semua. Makasih mas atas bantuannya.

Mas rendra n om bay. Jgn emosi mas namanya orang blm tau dan nanya kan gak ada salahnya dijawab dgn santai. Soal tingkat kegantengan emang itu becandaan internal jd mungkin orang kurang bs ngerti kan. Hahhaha gitulah masib jd orang ganteng.

Kalo kata sesepuh diving : kalo tajir kagak, sukses kaga, pinter kaga ya cuma sombong doang yg kita bisa. Kalo sombong jg dilarang ya sama aja lo nyuruh gw mati aja dah tuh. Jahhahahaha

Untuk bantu nambahin dikit. Menurut saya diving gak ada salah dan benar yg ada hanya tepat atu tidak. Semua alat dibikin pasti da tujuannya kan tp balik ke kita yg pake tepat atau kaga. Kalau emang salah knp dong alat itu dibikin kan.
Bpw ss + sta mah berat bgt. 5 kg coy. Kl mau buang ya pasti kaga bs deh tuh. Kalo ada yg bs ditch bpw pas outoff air sih jagoan, lah kalo kita mau buka bcd di surface aja kaya mau brantem tuh kl pake single loop harnest apalagi dalem air. Tapi hal itu bukan mustahil yah tapi susah. Nah soal pake bpw sepertinya itu dah didesain bukan utuk weight ditching jgn lupa loh bpw ada yg make g string.

Jd semua kembali ke divernya sanggup atau gak dan buddy tau gak konfigurasi alat buddynya. Kalo kaya di foto om hantu sih saya gak akan melewatkan Body check eh buddy check tuh. Apalagi ngecek bladder yg warna putih tuh mastiin masih berfungsi gak dan gak bocor. Hahahahahaah ~x(

_________________
don't dream your live, but live your dream.......


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BCD Backplate
PostPosted: Thu Apr 11, 2013 3:51 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
AKA wrote:
numpang nyeletuk...

wih, yg pake tank kuning-pink ganteng benerrrrr.... :ymapplause: ;)) ;))


hus! itu efek warna tangki & BCD hehehe.. eh nanti salah lagi ngomongin BCD yg bikin ganteng @-)

_________________
BanyuBiru Explorer Indonesia - Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | Dive Training & EFR Training | Halcyon Dive Systems Dealer | DAN Asia Pacific Supporter | W: www.banyubiru.org | F: Banyu Biru Explorers | T: @banyubiru_xplor


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BCD Backplate
PostPosted: Thu Apr 11, 2013 5:22 pm 
Offline
User avatar

Joined: Mon Oct 31, 2011 10:02 am
Posts: 73
Wuih...tank pink dan kuningnya keren bener yah.... :ymapplause: :x


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: BCD Backplate
PostPosted: Sun Apr 14, 2013 8:58 pm 
Offline

Joined: Mon May 18, 2009 4:53 pm
Posts: 61
Location: Jakarta, Indonesia
bongabonga wrote:
santai wrote:
bro arief, kalo zeagle, typenya yg apa ya?
bro bonga2, sorry, "H" itu halcyon bukan?
bedanya zeagle, hollis, halcyon, scubapro, deep ocean supplies apa sih? kok kalo diliat di internet, modelnya hampir. sama semua?
thanks sebelumnya.. :)


Iya bro, "H" itu halcyon.

pada prinsipinya bcd backplate/wing (biasa disingkat BP/W) hogarthian terdiri dari 3 komponen utama:

1. backplate metal
Sesuai deskripsinya, pelat logam :D, bahannya bisa aluminium atau stainless steel. Semua pabrikan menyediakan dua material tersebut.


Sekarang Halcyon sudah keluar versi Traveler yang beratnya cuma 2.5 kg, dan ini backplate pakai bahan PA Nylon.

bongabonga wrote:
Yang membedakan biasanya posisi slot untuk membaut wing dengan platnya.
Yang kedua, ada beberapa brand backplate untuk digunakan dengan single tank perlu dipasang STA (single tank adaptor). Single tank adaptor ini fungsinya sebagai tempat tank-strap menempel di tangki.
Biasanya, kalopun perlu pemasangan STA, harganya udah masuk di dalam harga paket BP/W.
Yang perlu diperhatikan: amannya kalo beli BP/W belinya satu pabrikan. Udah pasti slot untuk membaut wing dan plat-nya cocok.


sebetulnya kalau bicara system backplate + wing, lobang baut untuk wing & backplate sudah standar. Jadi tidak harus beli dari 1 pabrik. Keunggulannya biasa harga lebih murah kalau beli jadi 1 paket.

bongabonga wrote:
2. wing (bladder)
Ini bahasa gampangnya, ya balon udara aja :D
Hampir sama dengan model2 wing BCD biasa.
Yang membedakan, bentuknya ada yang horseshoe (tapal kuda) atau donut.
Yang model donut lebih enak untuk dipakai, karena meminimalisir kemungkinan udara terperangkap di salah satu sisi wing.
yang perlu diperhatikan: Untuk diving di daerah tropis, tidak perlu wing dengan lift capacity besar. As low as 18lb cukup kok kalo kita diving dengan 3mm wetsuit dan pemberat 2-4 kg. Pilih lift capacity wing antara 20-30lb. Dan pilih yang model donut.
Lift capacity yang besar2 (40 lb misalnya) hanya kalo kita diving drysuit/exposure protection tebal.
Less lift = less volume = less drag = less effort to swim.
Yang kedua, mungkin terlihat sepele tapi kadang2 mengganggu, perhatikan juga panjangnya inflator kita. Saya punya merk lain, yang saya gak suka adalah inflatornya panjang sekali, sampe gelantungan di bawah. Buat beberapa orang mungkin tidak masalah.


Ada yang harus di benarkan. 40 lb hanya kalau kita pakai steel tank yang sangat besar & berat atau aluminum tank yang besar. Di Indonesia, jarang dive center yang ada sedia tipe tanki ini. Di Thailand/Philippines mungkin ada. Tetapi di Australia water temperature minimal 17 deg C, tanki yang most commonly available adalah Aluminum 80 cu ft (alias, yang dipakai di Indonesia).

Kalau sudah pakai drysuit, sudah pasti diving di suhu air single digit, dan kebanyakan pakai steel tank. Tetapi diving drysuit bukan berarti harus pakai 40 lb wing karena drysuit sendiri adalah buoyancy device. Pengalamanan saya diving di 7-9 deg C, pakai 7mm wetsuit, tetap cukup pakai 30lb wing. Waktu itu pakai tanki alu 80.

_________________
GUE Fundamental @ 2009
GUE Tech 1 @ 2013
GUE DPV 1 certified @ 2016
GUE Gas Blender @ 2016
The authorized go-to-guy for Halcyon Dive System, Fourth Element thermal protection since 2011.
http://www.g-techdive.com


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 55 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron