It is currently Mon Oct 23, 2017 2:51 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 44 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3  Next
Author Message
 Post subject:
PostPosted: Mon Jun 18, 2012 6:53 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Jika di Galileo atau Uwatec manapun yg ada transmitter udara, prioritas warning akan tunjukan mana yg lebih penting terhadap sisah waktu di bawah air.

Karena jika ada transmitter udara, maka akan ada 2 versi sisah waktu di bawah air, pertama adalah secara sisah udara dan kedua adalah secara TIDAK KENA DECO alias nitrogen loading.

Contoh attachment dengan lingkaran biru di layar Galileo menjelaskan.

Biru muda : NO STOP 3
Ini artinya 3 menit lagi adalah batas NO DECO TIME kalo di Suunto

Biru Tua : RBT 18
Ini artinya Remaining Bottom Time atau AIR TIME kalo di Suunto, tinggal 18 menit.


Contoh dengan no 2 merah di photo artinya : ( Ini berkedip )
Remaining Bottom Time tinggal 3 menit lagi dan karena RBT 3 ini lebih pendek dari NO STOP , maka kedipan warning akan tiban kolom NO STOP. Ini indikasi secara sisah udara lebih bahaya ( supplai menipis ) daripada NO STOP alias nitrogen loading.

Kalo kamu beli D4i + transmitter udara dan sempat lakukan Decompression Dive, pastikan saat decompression dilakukan, jika AIR TIME atau sisah udara sudah menipis, alarm prioritaskan mana ?

Juga kamu harus pastikan apakah kebutuhan udara saat decompression masuk dalam hitungan AIR TIME tidak ? Maksudnya begini. Di Galileo jika diver butuh decompression, RBT nya atau Remaining Bottom Time sudah bukan lagi remaining bottom time biasa, tetapi akan berhitung sekian menit adalah jatah decompression dan itu tidak akan di tampilkan di RBT lagi, di sunat malah. Jadi kita tidak salah tafsir.

Contoh. Saya diving pada kedalaman 40 meter , lalu saya belum ada obligasi decompression, dan RBT saya di berikan angka 10 menit, tetapi NO STOP saya di berikan 2 menit. Ini artinya secara loading nitrogen saya masih bisa 2 menit lagi dan tidak lah masuk ke decompression diving. Secara sisah udara, udara di tabung saya masih bisa 10 menit sisahnya, termasuk 40 BAR safety margin ( reserve udara ) dan termasuk kebutuhan udara saat ascend dari kedalaman 40 meter ke 3 meter berdasarkan keborosan nafas saya saat itu dan pada variable ascend speed yg beda beda. Suunto cuma ada 10 meter per menit sebagai maksimal, Uwatec makin dangkal minta kita makin pelan.

Lalu saya iseng nongkrong di 40 meter 2 menit lagi. Habislah sudah jatah NO STOP atau diving non decompression. Sisah udara saya secara RBT akan turun 8 menit. Jika saya masuk ke decompresion diving, umumnya awal pertama akan dapat 5 menit deco pada 3 meter jika saya nongkrong 1 menit extra lagi di kedalaman.
Galileo akan berhitung dan RBT saya akan di sunat. Bukan di sunat 5 menit loh, tetapi akan di sunat sekian liter udara pada 0.3 ATM ( 3 meter ) selama 5 menit di konversikan ke nilai konsumsi udara pada 5 ATM ( 40 meter ). Karena basis konsumsi udara adalah berdasarkan surface equivalent, maka RBT akan berkurang sesuai konversi ini. Jika saya nonkrong lebih lama lagi, akan ada kebutuhan decompression di andaikata 7 meter juga, RBT akan di hitung ulang lagi. Dan semua ini di tambah kebutuhan udara saat melakukan ascend yang aman, kalo dari 40 meter yah sekitar senilai 3.xx menit udara lah. Maka nya Uwatec yg air-intergrated di sebut TRUE air intergrated computer sebab TRUE RBT yang di hitung.

Ini yang kamu harus check nanti di D4i, apakah ini semua masuk dalam hitungan AIR TIME nya ? Di buku nya sih tidak ada statement yang secara jelas menyatakan ini.

Ini informasi RBT nya Uwatec dari brosur lama tipe Smart Com ( sebelum Galileo )
http://www.dykcen.dk/PDF/Manualer/Uwate ... gement.pdf

On deeper dives, divers need to carry sufficient gas reserves
to ascend and complete any necessary decompression stops.
The Smart COM displays a Remaining Bottom Time field,
which is an estimate of the time remaining at the current depth
until an ascent must be commenced. Once the ascent
commences, the Smart COM has already included a prediction
of the gas reserves necessary to ascend at the prescribed
ascent rate and complete the necessary decompression stops.
The baseline for the RBT is the “tank reserve value” which can
be set via Smart TRAK in 5 bar increments between 20 and
120 bar. An RBT of 0 means that if an ascent is commenced at
that time and carried out at the correct ascent rate, respecting
all decompression stops, the diver will be on the surface with
approximately the tank reserve left in the tank.
The calculation is based on the diver’s current rate of gas
consumption, temperature and the current tank pressure
and starts 1.5 minutes after the start of a dive. It is updated
every 4 seconds. The computer accurately modifies the
Remaining Bottom Time according to variations in the
diver’s rate of breathing. If the diver is experiencing heavy
exertion, then the RBT is reduced. If the diver is relaxed,
then the RBT is extended.
The accuracy of this calculation is due to the pressure
sensor’s ability to accurately measure a single breath of air.
The accuracy is further enhanced because it considers the
ambient temperature and air pressure is affected by ambient
temperature variations. This is particularly useful for a diver
who is diving through thermoclines.


Karena sudah puluhan tahun Uwatec menggunakan cara seperti ini untuk hitung TRUE RBT, banyak orang berasumsi semua computer yang pakai transmitter udara akan berkemampuan sama......NOPE, that is not true.

Hati hati jika kemampuan air-intergration di computer kamu tidak secara jelas menjelaskan apa saja parameter terhitung. Saat decompression diving dan jika ini semua tidak di hitung, bahaya bagi diver nya.


Yang mudah saja deh.
Menyelam pada 50 meter. Dari segi ascend time yg simple saja lah, let say rata rata 15 meter per menit sampai 30 meter dan sisah nya 10 meter per menit, untuk mencapai ke 3 meter akan perlu sekitar 4.xx menit. 4.xx menit itu dari pada ascend 50 meter ke 3 meter tidak sedikit udara nya loh.

Lalu ke butuhan udara saat deco. Perlu lagi sekian banyak udara.


Kita juga sebagai diver harus sadar batasan sebuah dive computer.
Harus kecil ukuran jam tangan, harus irit batere, harus affordable, harus TRUE air intergration, harus ini dan ono...........yah susah neh.

Uwatec udah lama pake CPU 32 bit, karena 16 bit kagak sanggup hitung semua parameter yg di butuhkan dengan tepat dan cepat. Layar kudu gede dikit, supaya fungsi penampilan data di berikan prioritas. Barete harus gede sebab kalkulasi data se abrek2 dan makan power untuk CPU nya. Ingat ini DIVE COMP, bukan fashion goods.

Cuma diver sekarang banyak yang fikirkan fashion over function dan ada sebagian manufaktur dive comp ikuti selera pasar soal fashion. Terpaksa fungsi di sunat sunat tetapi belum tentu semua ini di jelaskan di buku panduan nya. Pandai pandai lah pelajari kemampuan dive comp kamu. Jangan berasumsi, pastikan sebatas mana cara berhitung dive comp yang ada air-intergration nya.

Karena Uwatec pertama di dunia pakai transmitter udara untuk air intergrated computer pada 1995 di Air-X, banyak orang fikir semua dive comp yg pakai transmitter udara akan berkemampuan sama dengan Uwatec. That is not the case. D9 satu contoh mutlak bahwa sepatut nya itu di sebut Dive Computer dengan Tank Pressure data, tak lebih tak kurang.........bukan air-integrated dive comp sebagai TRUE air intergrated.

D4i nampaknya juga belum TRUE air-intergrated . Kudu test dulu lah kalo mau yakin. Pake D4i dan Galileo bareng dan lakukan dive yg sampai kena deco dive 10 menit deh. Pada level ukuran jam tangan dengan batasan dari ukuran batere.......susah mau jadi TRUE air-intergrated dive comp.



Dive Safe.........
.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 19, 2012 12:54 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
wahyu wrote:
mumpung ngomongin transmitter, boleh dong sharing transmitter untuk D4i, apakah cukup pinter?
dan apa manfaatnya bagi newbie sekain untuk mengetahui remaining tank pressure.

sekadar nambahin soal fitur rbt/rtp divecomp. seperti yang selalu disarankan di buku manualnya, fitur ini bukan untuk menggantikan fungsi spg yang ada, jadi sangat amat tidak dianjurkan ketika first stage terpasang transmiter, lalu spg dicopot dengan alasan biar ngga ribet.

safe dive!


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 19, 2012 12:59 am 
Offline

Joined: Sat Aug 20, 2011 5:18 pm
Posts: 360
wah, pantesan ya galileo jg harganya bikin nyesak.. hehehe.. tapi faktor safety detail yg diterapkan di galileo banyak org ngerasa divecomp ini ribet dan tll konservatif, dikit2 bunyi..
Dari penjelasan pak surya, menurut opini sy, rada2 gak worth it dong ya beli D9, harga mahal tapi detail processingnya, gak beda sm D6 atau D4, hanya fitur2 lain aja yg ditambahkan..

Pak surya, let say dgn kita pake galileo, diving kita akan lebih rapi seiring berjalannya waktu krn faktor2 yg ada di galileo yg pak surya sdh jelaskan, tapi ini utk kita pribadi, bgmn dgn fakta kondisi di dlm air klu misal kita guide org apalg pemula, yg masih yoyo dive di bwh?? gak berhenti bunyi dong tuh divecomp..dan apa efeknya terhadap divecomp itu sendiri??
Krn pada kenyataan biasanya kita harus ngikutin org krn mungkin buddy kita masih pemula,atau faktor lain yg membuat profile penyelaman itu tdk rapi..

Lalu soal transmitter, apakah selama ini 0 "zero case" yg bermasalah dgn transmitter?? misal lg nyelam tau2 error pas lg tengah2 penyelaman pressure tanknya, namanya jg full elektronik, ada kemungkinan bisa terjadi dong.. klu yg masih tetap pasang manual gauge sih masih ok, klu yg gak pake manual SPG lg gawat tuh..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 19, 2012 1:56 am 
Offline

Joined: Thu Feb 16, 2012 1:10 pm
Posts: 68
Om Surya,
Pada contoh kasus nongkrong tambah 2 menit di 40 meter menggunakan galileo, jika divecomp menghitung air time yg disunat untuk deco stop adalah 7 menit, maka angka RBT yg muncul adalah 1 menit. Begitu ya om?
Terus udara yg digunakan utk ascend (misalnya 3,5 menit) apakah menggunakan udara reserve (yang 40 bar) atau galileo sudah "mencadangkan" udara untuk ascend? Atau termasuk di RBT yg 1 menit?
Para suhu yg menggunakan D4i air integrated, apakah ada yg bisa mengkonfirmasi apakah D4i mengitung sisah udara sebagaimana galileo atau tidak?

Terima kasih atas pencerahannya.

Salam,
Wahyu


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 19, 2012 2:04 am 
Offline

Joined: Thu Feb 16, 2012 1:10 pm
Posts: 68
BotolKecap wrote:
wahyu wrote:
mumpung ngomongin transmitter, boleh dong sharing transmitter untuk D4i, apakah cukup pinter?
dan apa manfaatnya bagi newbie sekain untuk mengetahui remaining tank pressure.

sekadar nambahin soal fitur rbt/rtp divecomp. seperti yang selalu disarankan di buku manualnya, fitur ini bukan untuk menggantikan fungsi spg yang ada, jadi sangat amat tidak dianjurkan ketika first stage terpasang transmiter, lalu spg dicopot dengan alasan biar ngga ribet.

safe dive!


Setuju sekali om.
Saya lebih suka pakai SPG manual + wrist divecomp daripada SPG yg dipasang divecomp.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 19, 2012 2:17 am 
Offline

Joined: Thu Feb 16, 2012 1:10 pm
Posts: 68
Om Surya,
Kalo saya nggak salah memahami. Di galileo, udara "dikelompokkan" menjadi 3 kelompok : RBT, udara untuk ascend + deco stop dan udara reserve. Bener nggak om?


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 19, 2012 2:26 am 
Offline

Joined: Thu Feb 16, 2012 1:10 pm
Posts: 68
Om AKA,
Kalo dari penjelasan om Surya, D4i justru lebih pinter karena bisa menampilkan tank pressure dan air time, sementara D9 cuma bisa tank pressure saja.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 19, 2012 4:56 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
AKA wrote:
Lalu soal transmitter, apakah selama ini 0 "zero case" yg bermasalah dgn transmitter?? misal lg nyelam tau2 error pas lg tengah2 penyelaman pressure tanknya, namanya jg full elektronik, ada kemungkinan bisa terjadi dong.. klu yg masih tetap pasang manual gauge sih masih ok, klu yg gak pake manual SPG lg gawat tuh..

di buku manualnya telah dijelaskan untuk diminta selalu menyelam dgn backup instrument. jadi kalo dah pake galileo tapi gak pake manual spg, bisa jadi dia ngga baca dan paham manual atau kelewat pede mo jadi jagoan di laut :)

dari pengalaman gw pribadi, galileo sol cocok buat level DM ke atas atau diver yg antusias dgn ilmu diving, dan ngga masalah dgn harganya bisa buat beli 3 iPad baru. Kalo baru OW atau bouyancy berantakan atau ngga paham apa itu NDL, mending jangan pake sol dah, daripada nyari penyakit.

Sebagai info tambahan, Suunto D9 telah digantikan dengan D9tx.

wahyu wrote:
Pada contoh kasus nongkrong tambah 2 menit di 40 meter menggunakan galileo, jika divecomp menghitung air time yg disunat untuk deco stop adalah 7 menit, maka angka RBT yg muncul adalah 1 menit.

Buat apa seorang recreational diver nongkrong di 40m dan melakukan penyelaman deco? kalo emang doyan, sekalian belajar technical diving yg memang pas peruntukannya. safe diving bro.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 19, 2012 5:01 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
wahyu wrote:
Om AKA,
Kalo dari penjelasan om Surya, D4i justru lebih pinter karena bisa menampilkan tank pressure dan air time, sementara D9 cuma bisa tank pressure saja.


Saya baru baca ulang buku D9, halaman 56
http://hollywoodivers.com/library/Suunto/D9.pdf
Ada di sebut AIR TIME.

Tetapi 2 user yg punya D9 dan Galileo ( Bang Toga Liquid Dive ) dan kawan saya Hendro, mereka bilang Air Time versi D9 tidak seperti Galileo. Terlalu simple dan tidak bisa jadi acuan seperti RBT nya Galileo. Ingat D9 sudah 4 tahun kalo tidak salah, teknologi D4i mungkin sudah berkembang. "i" biasanya artinya Intelligent.

Apakah D6i sama total dengan D9 soal Air Time, you beli dan test dulu dah.

.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 19, 2012 7:01 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
wahyu wrote:
Om Surya,
Pada contoh kasus nongkrong tambah 2 menit di 40 meter menggunakan galileo, jika divecomp menghitung air time yg disunat untuk deco stop adalah 7 menit, maka angka RBT yg muncul adalah 1 menit. Begitu ya om?
Terus udara yg digunakan utk ascend (misalnya 3,5 menit) apakah menggunakan udara reserve (yang 40 bar) atau galileo sudah "mencadangkan" udara untuk ascend? Atau termasuk di RBT yg 1 menit?
Para suhu yg menggunakan D4i air integrated, apakah ada yg bisa mengkonfirmasi apakah D4i mengitung sisah udara sebagaimana galileo atau tidak?

Terima kasih atas pencerahannya.

Salam,
Wahyu


Bukan gitu Bro. Baca ulang buku Open Water.

40 meter adalah 5 ATM, maka apapun udara yang kita butuhkan untuk paru paru kita akan menjadi 5 kali lebih padat sebab ketekan 5 atmosfir, di banding saat di permukaan. Jadi kalo nafas butuh 1 liter per sedot/inhale dipermukaan, di 5 ATM itu udara sebenarnya volume 5 liter tertekan jadi 1 liter. Apa artinya ini, yah lebih boros 5 kali lipat lah yau....saat di 5 ATM.

Nah safety stop jika di minta sama Galileo pada 3 meter dan kudu 7 menit.
Galileo tau 3 meter itu 1.3 ATM ( +0.3 ATM).

Simulasi nya kayak gini :

Andaikata si John nafas nya 1.5 liter sekali sedot, dan sedot nya andaikata 15 kali semenit. Dan si John berada di 5ATM alias 40 meter. Berapa sebenarnya pernafasan si John jika di hitung surface equivalent alias 1 ATM ?
1.5 liter x 15 x 5 = 112.5 liter lah konsumsi si John pada 5 ATM alias 40 meter.

Jika Galielo si John masih ada RBT 8 menit, artinya untuk jatah udara nafas di kedalaman 40 meter, tidak termasuk jatah udara untuk ascend ke 3 meter, si John kira kira punya sisah 8 x 112,5 liter = 900 liter, terhitung dengan gaya atau keborosan nafas si John saat itu.

Jika Galileo minta John deco di 3 meter selama 7 menit, artinya, di John akan perlu udara 1.5 liter x 1.3 ATM x 15 nafas per menit x 7 menit = 204.7 liter

RBT yg baru akan menjadi 900-204.7 = 695.3 liter di bagi 112.5 liter per menit, dan dapat lah 6.18 menit tuh RBT terkoreksi........bukan 1 menit.

Ini kan di Open Water di jelaskan bahwa makin dalam makin boros. Hitungan detail mungkin tidak ada, tapi informasi ini kan ada toh.


Saya attached contoh logbook teman. Ini bukan logbook saya sebab eke tidak akan dive sampe 77 meter neh. Ini untuk bahas RBT.

Perhatikan kolom pertama, dia di 77 meter dan masih ada udara 157 BAR dan RBT nya 5 menit.

Blok MOD 57.5 itu hitam, artinya alarm bunyi sebab MOD ( Maximum Oxygen Depth ) yang di seting teman saya adalah 1.4 Partial Pressure 02 dan pada 21% oksigen, itu sama dengan 57.5 meter. Lalu dia sudah lebih dalam dari 57.5 meter.

Lihat kolom 3 lingkaran merah, pada 77.4 meter PP02 nya 1.83.

Tanda angka 1 huruf biru muda adalah loading nitrogen si diver, itu ada 8 compartment, sebab algo nya Galileo pakai 8 ( kalo algo Trimix nya Uwatec yang baru keluar pakai 16 compartment , kalo non technical dive , 8 compartment lebih cocok ).

- CNS = Central Nervous System
- Skin = kulit
- Musc = Muscle alias otot
- Bone = tulang

Tanda angka 2 huruf biru adalah liter per menit pernafasan dia pada 77 meter.
Sekitar 17.5 liter per menit. Jika di konversi ke 1 ATM atau permukaan atau umumnya di panggil SURFACE EQUIVALENT, jadi nya begini : 17.5 x 8.7 ATM = 152.2 liter per menit.

KOLOM DUA
Jika Galileo berikan RBT 4 menit pada 77.4 meter ( kolom 2 ) dan keborosan bernafas 18 Liter/menit pada 8.774 ATM, maka 18 x 8.774 = 157.9 liter/menit
4 menit x 157.9 = 631.6 liter di asumsikan tersedia untuk nafas nya tok di kedalaman 8.7 ATM alias 77.4 meter.

Tekanan tabung kawan pada kolom 2 di posisi di 156 BAR dan setau saya dia pakai yg 80CF, jadi 156 x 11 liter = 1,716 liter

Safety setting Tank Reserve kawan saya, saya asumsi di 40 BAR.
Maka 40 x 11 = 440 liter tidak akan di hitung oleh Galileo sebagai "modal" dari RBT.

1,716 Liter tersedia
Min 440 liter Tank Reserve = 1,276 Liter
Min 632 liter dah, kehutuhan udara selama 4 menit di 77.4 meter = 644 liter

Ingat yah RBT tidak ada 4.5 atau 4.1, jadi pastinya angka lebih konservatif akan di ambil. 4.5 menit RBT pun akan di hitung jadi 4 menit tok.

Artinya, Galileo berhitung 644 liter per menit adalah udara yang di butuhkan oleh si diver ini untuk naik, pada VARIABLE ascend speed yg aman secara algo Uwatec dan pada profile keborosan nafas di diver tersebut pada saat itu, real time.

Mari kita cross check.

Galileo punya algo berikan VARIABLE ASCEND SPEED sebagai berikut :

Ini maksud dari variable ascent rate.
depth (m) ......<6 <12 <18 <23 <27 <31 <35 <39 <44 <50 >50
speed (m/min) ..7....8....9....10... 11...13....15....17...18...19....20

Jadi dari 77.4 ke 50 speed boleh 20 meter per menit.
27.4 meter di bagi 20 meter/menit = 1.37 menit

50 meter ke 44 meter boleh 19 meter per menit
6 meter di bagi 19 meter/menit = 0.315 menit

44 meter ke 39 meter boleh 18 meter permenit
6 meter di bagi 18 meter per/menit = 0.333 menit

39 meter ke 35 meter boleh 17 meter per menit
5 meter di bagi 17 meter per menit = 0.29 menit

35 meter ke 31 meter boleh 15 meter per menit
4 meter di bagi 15 meter per menit = 0.266 menit

31 ke 27 meter boleh 13 meter per menit
4 meter di bagi 13 meter per menit = 0.30 menit

27 ke 23 meter boleh 11 meter per menit
4 meter di bagi 11 meter per menit = 0.36 menit

23 ke 18 meter boleh 10 meter per menit
4 meter di bagi 10 meter per menit = 0.40 menit

18 ke 12 meter boleh 9 meter per menit
6 meter di bagi 9 meter per menit = 0.66 menit

12 ke 6 meter di bagi 8 meter per menit
6 meter di bagi 8 meter per menit = 0.75 menit

6 meter ke safety stop 3 meter boleh 7 meter per menit
3 menit di bagi 7 meter per menit = 0.42 menit

Total menit di butuhkan untuk ascend/naik aman cara algo Uwatec dari 77.4 meter ke safety stop 3 meter = 5.149 menit

Yang saya tidak sanggup hitung cara manual adalah kebutuhan udara si diver ini pada kedalam variable, sorry neh, eke bukan computer 32 bit.


Tapi demi iseng, mari kita ambil averaging lah.

Dari 77.4 ke 50 speed boleh 20 meter per menit.
27.4 meter di bagi 20 meter/menit = 1.37 menit
Asumsi 8.77 ATM ke 6 ATM adalah average 7.38 ATM
Nafas kawan saya saat itu di profiling pada 18 liter per menit SAC ( Surface Air Equaivalent ). Maka kita asumsi 18 x 7.38 x 1.37 menit = 181.9 liter per menit

44 meter ke 39 meter boleh 18 meter permenit
6 meter di bagi 18 meter per/menit = 0.333 menit
Asumsi 5.44 ATM ke 4.39 ATM adalah average 4.915 ATM
Nafas kawan saya saat itu di profiling pada 18 liter per menit SAC ( Surface Air Equaivalent ). Maka kita asumsi 18 x 4.915 x 0.33 menit = 29.2 liter liter per menit


39 meter ke 35 meter boleh 17 meter per menit
5 meter di bagi 17 meter per menit = 0.29 menit
Asumsi 4.39 ATM ke 4.35 ATM adalah average 4.37 ATM
Nafas kawan saya saat itu di profiling pada 18 liter per menit SAC ( Surface Air Equaivalent ). Maka kita asumsi 18 x 4.37 x 0.29 menit = 22.8 liter liter per menit


35 meter ke 31 meter boleh 15 meter per menit
4 meter di bagi 15 meter per menit = 0.266 menit
Asumsi 4.35 ATM ke 4.1 ATM adalah average 4.225 ATM
Nafas kawan saya saat itu di profiling pada 18 liter per menit SAC ( Surface Air Equaivalent ). Maka kita asumsi 18 x 4.225 x 0.266 menit = 20.2 liter liter per menit


31 ke 27 meter boleh 13 meter per menit
4 meter di bagi 13 meter per menit = 0.30 menit
Asumsi 4.31 ATM ke 3.7 ATM adalah average 4 ATM
Nafas kawan saya saat itu di profiling pada 18 liter per menit SAC ( Surface Air Equaivalent ). Maka kita asumsi 18 x 4 x 0.30 menit = 21.6 liter liter per menit


27 ke 23 meter boleh 11 meter per menit
4 meter di bagi 11 meter per menit = 0.36 menit
Asumsi 3.7 ATM ke 3.3 ATM adalah average 3.5 ATM
Nafas kawan saya saat itu di profiling pada 18 liter per menit SAC ( Surface Air Equaivalent ). Maka kita asumsi 18 x 3.5 x 0.36 menit = 22.7 liter liter per menit

Udah ah bosen ah itungnya. Sambung sendiri yah. Udah ampir 300 liter nih, baru sampe 23 meter doank.

Bersambung...............


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 19, 2012 7:16 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Bro Wahyu, kamu jangan tersinggung, tetapi pertanyaan kamu soal sunat 7 menit itu artinya kamu tidak cukup baca buku Open Water kamu. Logiknya kan makin dalam makin boros........lupa yah ?

Jika kita tidak rajin baca, kita tidak bisa maju.
Aquatic skill TOK tidak cukup. Suatu saat kita mungkin perlu pakai basic know how kita untuk situasi emergency.

500 dive pertama saya , saya pakai tabel.
500 sampai 1,500an pakai dive comp, tetapi tidak air intergrated.
1500 keatas saya pakai Galileo yg ada air integration.

Saya belajar banyak soal keborosan nafas diri saya pada level stress beda beda dan pada level kenyamanan beda beda dan effek detak jantung berlebihan karena Galileo.

Cuma kunci nya 1.......BACA BACA dan jangan malas belajar.

Ingat satu hal, INFORMATION IS POWER, maka gunakan lah informasi yang ada, baik itu dari membaca atau dari instrument anda.

Jangan kebanyakan Cyber Diving.
Lakukan real dive beneran yang banyak, pulang download data dive comp, pelajari apa dan bagaimana interaksi tubuh kita terhadap dive tersebut.


Mari sambung.............

Lihat attachment
Kolom 2 and 3 saya beri panah biru. Apa maksud saya ?
Saat kawan saya nafas extra di kolom 3, walaupun dia lebih dangkal dari kolom 2, RBT berubah seketika, karena Galileo sensing nafas si diver ini naik dari approx 24 liter per menit pada 8.737 ATM ( 73.7 meter ) ke 26-27 liter per menit pada 8.08 ATM atau 70.8 meter. Dari 3 menit di sunat jadi 2 menit si RBT.

Jika di lihat attachment sebelum ini yg 1to4.jpeg si diver kan santai saat turun, kagak banyak energi kicking dan nafas bisa santai gaya open eagle negatif. Nafas dia dibawah 20 liter per menit semua di 4 kolom. Saat dia naik dari 77.4 meter dia harus kick dan ini perlu udara lebih, maka terbaca di kolom 2 dan 3, nafas dia naik.

Lalu lihat di kolom 4 yg 54.7 meter. RBT dia naik jadi 5 menit sebab toh di kedalaman 54.7 meter, memang secata atmosfir di diver tidak akan seboros saat di 70an meter.

Bersambung..............
.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 19, 2012 7:19 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Lihat attachment........

Lihat RBT nambah terus secara dinamik pada kedalaman berbeda dan pola nafas berbeda.

Itu kolom tengah yg ada graph merah dan hijau adalah indikator, MERAH adalah kita serap Nitrogen, HIJAU kita gassing off. Saat diving pun, Galileo bisa berikan data ini in real time, tinggal pencet ajah.
.


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 19, 2012 7:41 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Maka tolong saat beli sesuatu apa pun alat itu, tanya sama yang jualan, apa kemampuan nya alat tersebut.

Jika yang jual tidak bisa jawab..........yah susah lah yau.
Tolong jangan berasumsi, nanti bayaha bagi yang berasumsi.


Jika Suunto bisa sepandai dan adaptive seperti Galileo atau semua family Uwatec yang sudah adaptive, hal ini akan digembor gemborkan dalam marketing brochure nya bahwa D4i dan D6i atau pun apa model lain nya, bahwa adalah TRUE air-intregrated computer. Uwatec adalah benchmark untuk TRUE air-intergrated dive comp.

Suunto memuaskan pasar bagi diver yg pilih fashion over function. Itu sangat berhasil business wise.

Scubapro-Uwatec secara dagang juga tau bahwa Uwatec segede batu bata tidak akan bisa menarik diver muda atau newbie yg pilih fashion over function dan tidak hati hati pula saat baca User Manual. Uwatec adalah Dive Computer company, bukan Sport Instrumentation company lah cocok nya kalo sebutan Suunto.
Hanya 1 kerjaan Uwatec, yah bikin dive computer doank.
Saking bandel nya Uwatec jadul si Aladin Pro abu2, ampe sekarangpun banyak yg 20 tahun umurnya, masih ajah belum mati2 dan masih banyak di pake orang. Cari saja dive comp merek apapun yg umurnya 20 tahun dan masih di pake hari-hari...kagak ada.

Saya akan ulangi lagi, pada dasarnya, semua dive comp hari ini bagus lah. Mau ukuran kecil kek, gede kek........algo nya relatif konservatif.

Semua terserah diver nya, berapa pandai ia pergunakan informasi yg bisa di dapati dari alat atau instrument nya.

Kalo soal algo yg adaptive, yah itu beda lagi. Tapi algo adaptive kalo sensor nya kagak di pake, yah jadi algo bego juga........sama ajah.


Tidak ada dive comp yang terlalu canggih untuk recreational diver. Yang ada adalah diver tidak mau maksimalkan informasi yang dia dapati demi tambah ilmu. Justru dengan data yang berlimpah, baru lah kita bisa tambah ilmu.

Yg salah kapra adalah, jika computer trimix di pakai pada diving recrational.
Hitungan tissue compartment Trimix beda dengan single gas yang kita pakai. Itu doank.

Scubapro baru kasih kabar bahwa Galileo Sol sudah bisa download gratis Trimix algo. Tapi di sarankan jangan di pakai untuk non trimix dive karena compartment jadi 16 dan bukan 8 lagi. 16 compartment tidak maksimal kata mereka bagi single gas dive.

Ingat yah Trimix pakai Helium dan algo nya beda di banding kita yang pake udara biasa atau Nitrox. Jadi pilih aplikasi yang paling cocok buat kita, bukan yang paling cool atau complicated. Ntar kayak beli regulator Poseidon kelas 200 meter untuk recrational diving pulak ha ha ha. Di <50 meter berat euyyy.

Dive Safe.............

_________________
Used to be dumb but no more....


Last edited by Surya Prihadi on Tue Jun 19, 2012 1:35 pm, edited 1 time in total.

Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 19, 2012 7:43 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
BotolKecap wrote:
wahyu wrote:
mumpung ngomongin transmitter, boleh dong sharing transmitter untuk D4i, apakah cukup pinter?
dan apa manfaatnya bagi newbie sekain untuk mengetahui remaining tank pressure.

sekadar nambahin soal fitur rbt/rtp divecomp. seperti yang selalu disarankan di buku manualnya, fitur ini bukan untuk menggantikan fungsi spg yang ada, jadi sangat amat tidak dianjurkan ketika first stage terpasang transmiter, lalu spg dicopot dengan alasan biar ngga ribet.

safe dive!


Setujuh. Saya tidak akan rely on ONE instrument. SPG capiler pasti ada juga.
Lalu saya hafal table, jadi dive comp mati pun saat deco, tidak masaalah.
.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 19, 2012 7:44 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
wahyu wrote:
Om Surya,
Kalo saya nggak salah memahami. Di galileo, udara "dikelompokkan" menjadi 3 kelompok : RBT, udara untuk ascend + deco stop dan udara reserve. Bener nggak om?


YEP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 44 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: