It is currently Wed Oct 18, 2017 5:58 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 26 posts ]  Go to page Previous  1, 2
Author Message
 Post subject:
PostPosted: Mon Dec 12, 2011 7:31 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Sebetulnya kalau mau bicara divecomp mana yg paling konservatif, ya kembali ke Dive Table. Dive Table itu konservatif banget, karena dia statis. Dive table tidak mengenal perubahan profile, dia tidak menghitung ulang proses dekompresi yang terjadi.

Kalau pakai dive table, tinggal lihat berapa maximum depth, lihat sudah berapa lama run time... ketemu deh kapan dan dimana harus berhenti untuk menyelesaikan masalah dengan sang nitrogen :). Gak mau tau apakah sebelumnya pernah nyelem lebih dangkal, atau bolak balik atas bawah. Pokoknya patokannya max. depth dan bottom time aja. This is the most conservative.

Kembali ke kitab, inilah yang paling konservatif. Sama halnya waktu milih dive computer, toh kita juga harus lihat jenis algoritma yang dipakai untuk mengetahui mana yg cukup konservatif.

Disini, sekali lagi saya mau mengingatkan teman-teman untuk TIDAK PERNAH MELUPAKAN perencanaan penyelaman secara MANUAL dengan menggunakan DIVE TABLE.

Saya menemukan banyak sekali diver yang sudah mengenal dive computer sejak dini, dan pada akhirnya baca dive tablenya gak bisa/ gak ngerti lagi. Saya berani bilang kepada orang2 yg tidak ngerti lagi bagaimana menggunakan dive table ini bahwa mereka telah sangat bodoh karena berani mengambil risiko yang terburuk yang dapat mereka alami selama menyelam, yaitu kehilangan status dekompresinya. Jika mereka mengalami hal ini, hal terbaik yang dapat dilakukan setelah diving kan hanya menunggu di surface, berusaha mencari apakah ada timbul gejala DCS, dan mempersiapkan evakuasi darurat untuk mengirimnya ke deco chamber terdekat... :)

Kalau nggak DCS ya syukur, kalo DCS ya syukur juga akhirnya mengerti risikonya.

*doesn't mean to be sarcastic, cuma hal2 begini sangat amat mengerikan!

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Dec 12, 2011 10:36 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
Kresna wrote:
saya sendiri masih belum punya pendapat alias masih mencari.

ngga usah bingung bro, mari kita bikin simpel dulu. penyelaman rekreasional merupakan penyelaman no-deco, ini harus paham dulu artinya apa. kalo urusan no-deco juga belom paham, ngga usah pusingin soal safety stop ataupun deepstop maupun punya divecomp: sama aja boong.

jika bro punya divecomp, yang paling utama bukan baca safety stop maupun deep stop, tapi paham baca NO-DECO-nya. kalo di D4 maka kudu paham di bagian NO DEC TIME nya. bagi pengguna umum, gw pribadi selalu menganjurkan untuk mulai naik perlahan jika no-dec-time-nya mulai menunjukkan tersisa waktu kurang lebih 5 menit.

safety stop sendiri merupakan rekomendasi dari kebanyakan agency untuk membentuk habit safety diving, bukan sebuah keharusan (agency kebanyakan sepakat safety stop dinyatakan sebuah keharusan hanya jika melebihi 30 m atau mendekati no-deco). namun dalam keadaan umum, safety stop ini sendiri membutuhkan kesempurnaan bouyancy.

deep stop merupakan "aksesoris", dipakai jika soal penyelaman no-deco dan melakukan safety stop sudah dirasa mantap. 1-2 menit ngga masalah, bahkan mo 5 menit deepstop juga ngga dilarang, semakin lama tentu bertujuan untuk lebih konservatif. tujuannya untuk mengeliminir nitrogen yang terserap tubuh, walau terkesan berlebihan bagi rekreasional diving.

divecomp sendiri dibuat sebagai konsekuensi logis perkembangan zaman dan adanya multilevel diving. sayangnya, seringkali ini diterjemahkan bisa untuk diving model "yo-yo", naik turun naik turun...

dan berdasarkan pengalaman, divecomp suunto sangat teramat konservatif, cocok bagi pemula. yang penting ngerti baca no-deco-nya dan baca manualnya serta memahaminya. buku manual suunto termasuk bersahabat bagi pemula dibanding uwatec :) yang menyedihkan, amat banyak yang memiliki divecomp seharga jutaan namun buta sama sekali kegunaannya, kecuali cuma bisa baca kedalaman sama waktu penyelaman.

so, plan ur dive and dive ur plan....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Dec 13, 2011 2:13 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Sep 16, 2011 10:30 am
Posts: 59
Location: Jakarta
Quote:
Saya berani bilang kepada orang2 yg tidak ngerti lagi bagaimana menggunakan dive table ini bahwa mereka telah sangat bodoh karena berani mengambil risiko yang terburuk yang dapat mereka alami selama menyelam, yaitu kehilangan status dekompresinya.

Bener om rendra. Beberapa orang bahkan ga punya tabel RDP. Sedih juga lihat orang2 yg menyepelekan safety. Termasuk juga dive center yg enggak ngasih pre-dive briefing (kalo ga ditanya), bahkan yg gak nanya sertifikasi dan lognya, boro2 tandatangan liability release and assumption of risk.

Quote:
dan berdasarkan pengalaman, divecomp suunto sangat teramat konservatif, cocok bagi pemula. yang penting ngerti baca no-deco-nya dan baca manualnya serta memahaminya. buku manual suunto termasuk bersahabat bagi pemula dibanding uwatec

mudah2an ga salah, karena saya emang nyari yg konservatif. manual cukup jelas dan masuk akal di kantong :) cuma akan lebih baik kalo contoh/simulasi kasus lebih banyak. kadang sih suka ada perbedaan sama punya tetangga, tapi so far masih lebih konservatif.

Quote:
amat banyak yang memiliki divecomp seharga jutaan namun buta sama sekali kegunaannya, kecuali cuma bisa baca kedalaman sama waktu penyelaman.

wah, kasian bener ya. ini sih pake spg/jam tangan aja. padahal posisi/ukuran angka NO DEC TIME di D4 jelas banget. ga tau kalo divecomp lain. artinya ini hal terpenting dari sebuah divecomp. angka dive time malah kecil banget. saya pribadi biasanya mulai aware bila NO DEC TIME sudah mendekati 10menit dan bergerak naik begitu kurang dr 10menit. barangkali ini tergantung self confidence masing2 ya. saya sih mau ambil safety margin lebih aja...

thanks banget buat om2 dan bro2 yg udah share ilmunya. mudah2an gak bosen denagn pertanyaan2 pemula ya...
btw, dimana bisa cari kabel koneksinya ya? ingin juga mempelajari dive profilenya, karena memory terbatas. liat2 di internet, harganya lumayan ya buat sebuah kabel... :D

Salam,
Kresna

_________________
-home is wherever I am-
Kresna Astraatmadja, Jakarta


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Dec 13, 2011 7:24 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Aug 19, 2009 9:18 am
Posts: 185
@Kresna: coba cek di divemaster, rasanya mereka punya.

_________________
Randy | Email: randy@banyubiru.org


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Dec 14, 2011 8:17 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Sep 16, 2011 10:30 am
Posts: 59
Location: Jakarta
trims pak randy... sudah cek.. harganya lumayan untuk seutas kabel :roll:

_________________
-home is wherever I am-
Kresna Astraatmadja, Jakarta


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Dec 15, 2011 10:07 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Aug 19, 2009 9:18 am
Posts: 185
Betul, mangkanya saya juga belum beli.. Ntar pinjem ya kalo udah beli.. Hahahaha

_________________
Randy | Email: randy@banyubiru.org


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Dec 15, 2011 10:35 pm 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
rendra wrote:
ya kembali ke Dive Table. Dive Table itu konservatif banget, karena dia statis. Dive table tidak mengenal perubahan profile, dia tidak menghitung ulang proses dekompresi yang terjadi.

Saya menemukan banyak sekali diver yang sudah mengenal dive computer sejak dini, dan pada akhirnya baca dive tablenya gak bisa/ gak ngerti lagi. Saya berani bilang kepada orang2 yg tidak ngerti lagi bagaimana menggunakan dive table ini bahwa mereka telah sangat bodoh karena berani mengambil risiko yang terburuk yang dapat mereka alami selama menyelam, yaitu kehilangan status dekompresinya.

*doesn't mean to be sarcastic, cuma hal2 begini sangat amat mengerikan!


Wah saya pernah ngeliat atau pernah dive bareng sama diver yang gak ngerti baca dive tabel, yaa pernah juga sama diver yang gak bisa baca dive comp nya sendiri, dan yang lebih parah udah gak baca tabel, gak bawa dive comp, diving "yo yo" naik turun, bawaannya mau kedaleeem aja dibawah DM yang pake Dive Comp. Nah waktu di safety stop mana gak kenal deco stop lagi dia.. padahal diver yang lain satu grup udah kena deco time 5-10 menit...

Bener kali kata om ronny, tinggal nunggu di surface... untuk nunggu DCS symptom eeee ini lebih parah.. langsung hajar nyilem lagi.

Yuk safety dive.. aja.. diving kan buat fun, bukan buat mempertaruhkan nyawa..

salam
ar


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Dec 15, 2011 11:04 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Sep 16, 2011 10:30 am
Posts: 59
Location: Jakarta
Quote:
Wah saya pernah ngeliat atau pernah dive bareng sama diver yang gak ngerti baca dive tabel, yaa pernah juga sama diver yang gak bisa baca dive comp nya sendiri, dan yang lebih parah udah gak baca tabel, gak bawa dive comp, diving "yo yo" naik turun, bawaannya mau kedaleeem aja dibawah DM yang pake Dive Comp. Nah waktu di safety stop mana gak kenal deco stop lagi dia.. padahal diver yang lain satu grup udah kena deco time 5-10 menit...

Bener kali kata om ronny, tinggal nunggu di surface... untuk nunggu DCS symptom eeee ini lebih parah.. langsung hajar nyilem lagi.


Tambahin om aria: besoknya balik ke Singapur dari Manado, kurang dari 24 jam setelah repetitive dive 2 hari. Saya cuma berdoa, semoga pesawatnya didelay aja dah...

_________________
-home is wherever I am-
Kresna Astraatmadja, Jakarta


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Dec 23, 2011 3:23 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
BotolKecap wrote:

Nyelam sesuai batasan level sertifikasi yang kita miliki, sempurnakan bouyancy, jaga ascent rate, selalu cek sisa udara, dan pastikan menyelam tidak melebihi deco limit. Hal2 ini lebih penting, dan penting dijadikan habit, dibanding mengaktifkan deep stop.

But, the choice is yours....


Nah walaupun punya saya ndak sebesar botol kecap *hehehe..*, tapi saya setuju banget kalimat om BK yang terakhir ini.. Stay within the basic, keep things simplified & do a good diver habit.. *maap bukan sok bahasa enggris, tp kalo diterjemahin jadi panjang & aneh*


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Apr 07, 2012 8:35 am 
Offline

Joined: Sat Apr 07, 2012 7:58 am
Posts: 11
Location: jakarta
nubie langsung ambil buku catatan nih..
ilmu ilmu ilmu...

_________________
-by Playboyo-


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Apr 07, 2012 3:48 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Bener kata Mas Renda, udah pada ke enakan sekarang pake dive comp dari awal.
Harus kuasai basic tabel nya. Nanti compare dive comp sama tabel. Lama-lama hafal.

Deep Stop atau PDIS ( Profile Dependent Intermediate Stop ) adalah ceritanya penyempurnan algorithm dive computer.

Ingat selalu, tabel manual atau algo dive comp adalah theoretical modeling.
Memang modeling ini sudah di dive kan jutaan kali kalo sekarang mah.
Tidak ada satu pun table atau algorithm yang jamin 100% , walaupun pada no-deco limit diving nya......bahwa kita akan bebas resiko DCS.
Yang pasti, jika tidak mau kena DCS jangan menyelam.

Dengan kemajuan alat doppler untuk lihat micro bubble di badan manusia setelah penyelaman, nampaklah lebih jelas resiko DCS , maka Micro Bubble theory dan Deep Stop di tambah atau disempurnakan. Wong namanya thoretical modeling toh.

Tidak ada manusia yang akan sama reaksi atau effeknya terhadap penyerapan nitrogen di badan nya. Nitrogen bubble nya pasti ada, yang penting jangan ini bubble bikin kasus DCS.

Yang pasti adalah :
Jika kita ada beban kerja extra, contoh kena arus lah, ngos-ngos san melulu karena finning terus......ini akan tambah resiko DCS, di luar dari kurang minum ( dehidrasi ) dan apa pun the DON'T nya untuk mencegah DCS.

Table atau algo kan tidak tau kesehatan kita kayak apa, medan selam kayak apa dan faktor lain kayak apa........modeling pasti pakai averaging dan asumsi. Mana ada modeling bisa tau kita overweight, kita kurang tidur, kurang minum dan lain-lain.

Pake dive comp tapi tetap kena DCS ?
Bisa donk, saya udah masuk chamber gara-gara itu. Kenapa....?.....over exertion di kedalaman dan 2x dive di kedalaman dalam dan dalam 1 hari, deco panjang banget. Tangan kanan yang paling gawe banyak kena DCS neh.....atit banget kayak di tusuk ribuan jarum euuyyy. Ini DECO dive, 1995.

Sekarang resiko DCS bisa saya turunkan karena dive comp baru ada work load sensor. Kelakuan buruk kena penalti terus, jadi makin conservative dive nya.
Repetitive dive dan jika ada dive yang agressive di skenario Live On Board 7 hari dive non-stop, terasa banget penalti nya di dive berikutnya.

Memang sebaiknya paham basic tabel manual dulu, jadi at least ada gambaran. Toh dive comp cuma real-time kalkulator belaka, bukan magic instrument.

Safe diving........

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 26 posts ]  Go to page Previous  1, 2

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron