It is currently Thu Oct 19, 2017 5:51 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 37 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3  Next
Author Message
 Post subject:
PostPosted: Wed Jan 26, 2011 12:03 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
BotolKecap wrote:
makasih om surya atas pencerahannya soal busines dive gear, walau yang saya maksud lebih ke dive center untuk mentraining orang nyelam. kebetulan saya udah bosan jadi orang gajian dan terbiasa ngajar di kuliah terbuka/seminar, so lagi berangan2 pengen memasyarakatkan diving dengan membuka dive center sambil ngecengin janda kece bahenol tetangga sebelah...hehehehehe. kebetulan juga saya masih melihat celah ceruk pasar di jakarta yang penuh sesak ini dan tinggal tambahin kerukan dalam kolam yang udah ada di rumah. selebihnya, biar usaha dan garis tangan yang bicara.

kalo kompresor, kebetulan kerjaan saya bersinggungan dengan dunia otomotif, dan teman2 termasuk sering melakukan uji coba/riset nyeleneh produk di bidang otomotif, jadi cara kerja kompresor ini agak menarik minat untuk mempelajarinya.



Ohh dive training, I see. Jumlah diver lokal sih sedang naik lumayan di Jakarta, walaupun total Indonesian certification masih terbanyak adalah orang asing di Bali, Lombok dan Manado.

Nah, kalo kamu main mesin otomotif, cocok deh. Pasti bisa paham dengan mudah soal compressor.

Kolam dan air, saya akan ulas sedikit. Itu ilmu nya tidak kalah menarik sama compressor dan tidak kalah rumit jika hyper clean dan hyper higenis adalah target nya. Cuma kolam juga tidak akan bisa jadi profit center jika owner kolam terobsesi seperti saya untuk kualitas air terbaik. Maksud saya untuk Jakarta yg murid tidak bisa banyak-banyak banget. Jika kamu tidak pusingkan rugi-untung, ini lebih baik lagi , pikirkan bahwa keluarga bisa nikmati kolam............mantap.


Kolam kamu nanti HARUS minimal 4 meter dalam nya, kalo bisa 4.5M lebih baik sebab posisi dada harus di 3 meter sebagai simulasi safety stop depth. Murid yang latihan di kolam 4 meter akan lebih cepat mahir bouyancy sebab kolam 2.5 meter tidak bisa berikan simulasi sepert ini. Soal berapa besar kolam, itu tergantung lokasi dan budget. Untuk 6 murid + 1 DM + 1 instructor , 45 m2 udah tergolong kecil tapi cukup nyaman.

Targetkan, 4 jam sirkulasi air per turnover ( total jumlah air di kolam ) harus tercapai jika mau air bersih selalu atau cepat bisa recover nya setelah mengajar. Per 4-5 meter persegi kolam per 1 diver, adalah design load yang lumayan konservatif, jangan over crowding, kedalaman kolam tidak di boleh hitung.

Scenario kolam 11.5 meter x 4,5 meter dengan 2 tahap kedalaman 4 meter dan 1.2 meter air nya sekitar 135,000 liter. Ganti semua pipa pakai 2 inchi, jangan 1.5 inchi.
Pasang 2 pompa minimal @1,000 watt, pisahkan plumbing nya dalam 2 circuit terpisah dan satu sisi kiri satu pompa+piping dan satu sisi kanan 1 pompa+piping.
Suction buat 2, 1 per pompa, satu di kedalaman maksimal dan 1 di 1.2 meter.
Suction di balancing tank juga buat dua.

Output pompa liter per menit tidak naik linear dengan daya pompa nya dalam watt. Lebih efficient dari segi power to flow ratio pakai 1,000 watt x 2 daripada 2,000 watt x 1, cuma cost dan piping memang lebih mahal di 2 x 1000 watt.

Flow cepat pada pipa kecil = buang energy
Filtrasi multi tahap buang energy, tetapi hasil air lebih baik
Filter 1 size up dari reccomended size di selection chart, lebih rendah head loss nya dan lebih efficent dari segi filtrasi karena velocity air lebih pelan dan resistance lebih rendah.
Filter kekecilan dan pompa besar = disaster

Ukuran balancing tank untuk kolam model overflow/luber :
1,000 liter + 100 liter per diver yang akan turun di kolam + jumlah air yang selalu masih tersirkulasi di overflow system. Ini aman dari luber saat banyak diver dan aman dari tekor saat diver banyak yang giant stride entry.

Target sirkulasi adalah 530 - 560 liter per menit untuk 4 jam per turnover di kolam 135 K liter. Double stage filter,pasir dan cartridge, pilih 1 size up semua filter. Filter tipe DE jangan pake, percuma. Jika pipa 2" dan pressure drop tidak tinggi di suction dan discharge, 250-260 liter per menit bisa dapat kalo elbow pipa pakai yang soft bend dan 1 piping per satu lubang discharge dan bukan cabang-becabang kayak exhaust manifold mobil yang 4-1.

4 Jam per turnover untuk sirkulasi air, ini kapasitas ekonomis di training pool
2 Jam per turnover adalah commercial pool. Decently high loading
8 jam per tunover adalah personal pool, low loading
Pakai flowmeter untuk ukur flow air aktual, jangan pakai pump output chart doank, itu ngaco selalu sebab loss di piping dan filter jarang di hitung secara tepat. Jika beli pompa Hayward atau Penta Air ( USA ) hati hati, itu hitungan output chart berdasarkan listrik 60hz dan perlu di sunat 20+% di listrik 50hz. Pompa = biaya, spec tidak tepat = buang uang.

Filter pasir di upgrade media nya pakai Zeolite yang doyan ammonia, ini bisa tangkap keringat diver. Zelbrite merek dagang nya. Sudah ada agen di Indonesia untuk Zelbrite. Ini media bisa saingin DE tanpa reseh nya dan mahal nya DE.

Jika bisa kolam pakai sunshade, supaya chlorine loss tidak tinggi dan tidak panas banget siang hari.

Pakai ozone system, kalo budget cukup target kan 1.6ppm ozone.
1.6 PPM ozone akan bunuh parasite Gardia dan Crpto
http://en.wikipedia.org/wiki/Cryptosporidiosis
http://www.aces.edu/dept/extcomm/newspaper/feb1b02.html
Jika chlorine tok, 5PPM pun untuk ini dua bandidos belum tentu cukup. Kuman/prasite bisa chlorine resistant, tetapi nyaris tidak ada yang ozone resistant.
Ozone 10-200x lebih potent dari chlorine( tergantung target kill nya apa ) dan akan jadi oksigen dalam sekitar 12 menit pada air 28C, jadi tidak ada berkas bahaya. Half-life ozone sangat pendek, maka nya chlorine tetap perlu walaupun pakai ozone. Chlorine cukup di 1 ppm konstant. 2 unit ozone generator, 1 pompa 1 ozone generator.

Ruang Pompa jangan di letakan bawah garis air kolam, buat above waterline, nanti ribet jeksi ozone nya, harus pakai compresssor udara dan kalo pipa pecah, banjir itu ruang pompa.


OZONE 101
http://www.icwt.net/conference/WaterSup ... 0Hamil.pdf


Pompa sirkulasi tidak boleh mati kalau pakai ozone. 24 jam running.
Minimal 1 pompa running selalu dan saat ada diver, 2 pompa running terus dan di tambah 12 jam running tambahan untuk pompa ke dua.

Biaya average listrik jika pada Rp 1,380 per kw ( kayak nya udah naik 20% deh ) :
1,380 + 20% x 24 jam - Pompa 1 = Rp39,744 + PPN + Pajak Penerangan
1,380 + 20% x 12 jam - Pompa 2 = Rp 19,872 + PPN + Pajak Penerangan
Sekitar Rp 60,000 per hari + PPN, sebulan 30 hari = 1,8 jt + PPN

Ozone generator life 20,000 jam maksimal atau 3 tahun pro rata.
Investment minimal Rp45,000 unit, ballast life +-6 years
Lamp replacement, 8 module, Rp 27 juta per 3 tahun
Cost per tahun selama 6 tahun (45+27 ) / 6 = 12 juta per tahun / 1 jt per bulan.
Ini belum masuk kategori high output unit, tetapi sangat membantu.


Chemical per bulan, tergantung beban diver, matahari, shaded atau non-shaded kolam nya, jumlah daun ( yep, jangan kaget...daun )yang jatuh ke kolam dan curah hujan, approx Rp 500K - 700K per bulan harus deh.

PH & Chlorine test. Chlorine test yg tipe titrant, akurasi bisa sampai 0.2 PPM free chlorine dan combined chlorine, per test Rp 2,000 x 3 test per hari = Rp 6,000 per hari pada akurasi 0.5PPM. Per bulan Rp 180,000 jika pandai belanja test kit nya. Jika beli di Hanna, siap2 US$45-75 per impor dan tidak ready stock untuk DPD sebab ada expiry date dan jarang yang beli tipe DPD ( diethyl-p-phenylene diamine ). Ini powder dan reagent kit.

Test-kit kolam kena hazardeous chemical charge, walaupun tidak bahaya. Jika pakai test kit yang umum, itu agak useless sebab tipe reagent nya Orthotolidine atau OTO. Single Botol bertutup kuning dan chlorine test nya warna kuning di comparator. Tidak bisa baca free chlorine atau combined chlorine cuma total chlorine, maka nya useless jika di pakai untuk troubleshooting air. Test berkala selang seling dengan pakai test kit DPD, boleh pake tuh OTO.
Free chlorine = chlorine yang kita perlukan
Combined chlorine = chlorine yang sudah "used", ini yang buat kolam ada bau chlorine menyengat.
Total Chlorine adalah Free dan Combined di totalkan.

Filter tipe cartridge 1.6 jt x 2 unit per filter housing. Total sekitar Rp3.2jt /tahun atau Rp260,000 per bulan

Zelbrite/Zeolite media, tahan 4-5 tahun. Initial investment kayak nya sekarang Rp 4 juta per filter pasir dapat deh. 8 juta per 5 tahun atau 1.6jt per bulan atau Rp135k per bulan.

Loss air per hari 500 liter , evaporation dan bocor kecil sini sono di lantai.
Sekitar 1-2 cm level air di kalikan area kolam adalah normal untuk evaporation rate per hari jika tanpa sunshade dan tanpa bocor. Nyaris tidak ada kolam yang tidak bocor micro.
Per diver mandi 200 liter.
Harga air PDAM sekarang +-Rp 12,000 per 1,000 liter.
Biaya air siapkan sekitar Rp 600,000 per bulan kalo murid lumayan dan termasuk kebutuhan air kolam.

Biaya monthly = approx 3.3 jt sebulan. Full time pool staff Rp 1.5 jt bulan.
Total cost approx 4.8 jt sebulan.
Lain-lain, tambah Rp500k sebulan

Listrik akan naik untuk kedua pompa running terus seiring dengan beban diver.


LAIN-LAIN
Perbaikan impeller pompa dan bearing, sekitar Rp2.2 juta per 20,000 jam operasional atau per 3 tahun.

Cleaning equipment bla bla bla


Diver di haruskan mandi dan shampoo sebelum masuk kolam, bilas tidak cukup jika air mau bening selalu ujung ke ujung. Sebulan modalin Rp200-300k sabun+shampoo cukup lah. Jatuh nya lebih murah dan lebih bersih untuk kolam.

Biaya pembuatan kolam kedalaman 45% nya pada 4 meter dalam scenario ini dan alat filtrasi + sanitasi , tetapi bukan ozone system ?? 500-600 jt
Perawatan struktural kolam ?? No idea
Perawatan sekitar kolam ?? No idea



JANGAN
- ada taman dekat kolam yang air hujan bisa limpahkan air bekas taman di kolam, apalagi kalo taman pakai pupuk
- pakai batu alam atau batu apapun yang selain keramik. Nanti bisa calcium clouding dan warna batu bisa masuk ke air kolam
- jangan sampai diver kencing di kolam
- sampai air hujan yang bersumber dari run off dinding gedung keliling kolam akan masuk ke kolam
- buat kolam indoor, jika mau indoor ventilasi harus sangat baik sebab gassing-off chlorine bisa buat orang sakit. Jika pakai ozone pun, harus ada ozone destruction chamber. http://picsllc.com/wp-content/uploads/o ... guards.pdf

- mengandalkan sensor ORP jika tidak paham cara ORP berkerja dengan baik dan cara merawat nya. Chlorine generator banyak pakai sensor ORP.
- pakai PH meter electronic jika tidak rutin kalibrasi, error nya bisa parah
- pakai kertas test strip PH, tidak terlalu akurat. PH adalah logarithmic, artinya PH 7 ke 8 adalah 8 itu 10x lebih tinggi dari 7. Sama dengan skala Ritcher untuk gempa. Maka akurasi PH test kit sangat penting dan PH adalah basis dasar dari sanitasi air. Terlalu panjang untuk di jelaskan, tetapi super penting PH yang stabil dan sesuai.
- simpan kimia penurun PH ( biasa nya HCL ) satu ruangan dengan chlorine, kalo kecampur ini dua kimia bisa meleduk. Jangan ini dua kimia di simpan dekat compresor, nanti ke sedot hawa chlorine ke snorkle compressor.
WARNING : HCL 40% adalah sama dengan air aki sir/acid, hati2, itu bisa bakar kulit
- lengah saat handling kimia kolam, itu bahaya semua sebab concentrated
- pakai lampu submersible di dalam kolam, pakai yang di luar kolam saja, di dinding. Ribet, repot, bahaya ( jika 220V ), mahal dan tidak terang banget pula. Pakai HID cocok dan cari color temperature yang near sunlight dan criss cross kan pemasangan saling ber-sebrangan, supaya beam pattern tidak ada bayangan.
- pasang water feature kayak air mancur segala atau apapun yang buat banyak air jadi bubbling, PH akan geser karena ini.


SELALU
- Pisahkan tabung untuk kolam dengan tabung untuk laut, pakai di kolam tok. Itu boot nya tabung dari laut suka banyak pasir. Buka mesh protector nya tabung untuk pakai di kolam, itu biang peyimpan kotoran dan spora algae.

- Cegah baby atau anak kecil yang masih belum bisa di atur buang hajat nya, larang mereka main di kolam. Kalo baby poop, walaupun pake diapher, mampus owner kolam. Kamu harus super chlorinate 10PPM selama 48 jam.

- Jaga PH di 7.2 , itu adalah PH yang sama dengan air mata kita, jadi nyaman.

- Ingat bahwa kolam renang bukan lah tempat mandi. Kolam renang yang baik setara dengan air minum ( tetapi ada obat sanitasi dan tidak boleh di minum ) dan perenang atau diver adalah kotoran nya. Jika mindset ini di terapkan, kolam bisa super higenis.

- Jika kita berdiri di pinggir kolam jarak 2 meter dan bisa tercium bau chlorine, itu kolam sudah gagal sanitasi nya alias kebanyakan combined chlorine. Kolam yang kondisi sanitasi nya masih baik dan hanya ada free chlorine ( the one we need ), pada 3 PPM pun tidak bisa ke cium dari 1 meter. Bisa tercium jika hanya dekat sekali dan khusus nya tercium saat kena tangan atau badan kita, itu chlorine ber reaksi dengan keringat dan jadi combined chlorine ( karena sudah ter-oxidize ). Jika kamar mandi di kolam renang sudah sangat ber-bau chlorine ( biasa nya lebih parah dari air kolam nya ), itu salah satu signal tambahan bahwa air kolam sudah kebanyakan combined chlorine nya. Combined chlorine yang buat rambut kaku kayak amplas, mata merah dan yang punya asthma bisa kambuh.

- Catat dengan baik sifat sanitasi kolam dengan lakukan test sebelum dan sesudah diver pakai kolam dan jam 6 pagi dan jam 6 sore. Hujan + intensitas terik matahari juga di data. Ini data akan sangat valueable. Nyaris tidak ada kolam yang sama sifat nya. Jika data ada 6 bulanan, sampean bisa buat prediction table dengan tepat dan saya jamin kolam bisa stabil clarity nya dan level higenis nya tanpa perlu super chlorinasi 1 kali pun dalam setahun penuh.

- Istilah ganti air setahun 1x karena air sudah "jenuh", itu hanya untuk yang tidak bisa merawat kolam secara konsisten dan tidak paham sanitasi.


Jika nat keramik di kolam tidak bisa nampak jelas dari 10 meter pun ( pakai masker ), itu kolam clarity nya tidak memadai. Problem dengan sanitasi atau filtrasi atau dua-dua nya. Test lain bisa lakukan dengan cari rambut cewek yang panjang, jika di kedalaman 4 meter tidak nampak itu rambut oleh mata kita dari permukaan kolam, itu water clarity tidak memadai. Kalo tetangga yang janda itu berambut panjang, minta bantuan dia...wak kik kik kik


INGAT
- Jika pakai chlorine generator ( salt water generator ), upsize 1 tingkat sebab kita di negara tropis. 4,000 PPM garam tidak lah nyaman untuk kebanyakan orang. Banyak orang tidak suka rasa anta ( asin sedikit ) bagi kolam yang pakai chlorine generator. Ini alat bukan membuat kolam bebas chlorine, ini sama dengan chlorinated pool. Garam di kasih stroom jadi chlorine, itu doank technologi nya. Cocok untuk resort yang susah dan jauh untuk beli chlorine. Semua buruk atau baik nya chlorinated pool, akan sama untuk pool yang pakai chlorine generator. Siap siap hardware di kolam yang dari stainless steel kualitas abal-abal akan cepat rusak pada garam 4,000 PPM.

- Buat minimal 3 water discharge pada kedalaman 4 meter. Kolam sedalam 4 meter tidak bisa dapat sirkulasi sanitasi dengan mengandalkan water discharge untuk system overflow yang umum nya 30 cm dari permukaan air doank. Akan ada "blind spot sanitasi" pada air yang terdalam. Nanti kudu pake tabung scuba dan sikat gigi sebulan sekali gosokin black algae dari nat keramik.

- Karena sanitasi dan filtrasi kolam renang di buang dan sedot di wadah yang sama, maka 1 turnover sirkulasi belum lah menghasilkan 100% air ter saring. Perlu sekitar 6x turnover, baru lah terjadi 100% filtrasi. Maka pompa berukuran 4 jam per turnover perlu 4jam x 6 = 24 jam untuk air bisa recover seperti kondisi semula, udah mujur nih itungan. Ini yang buat kolam pribadi kalo butek lama recovery nya, sebab pompa terpasang rata-rata 8 jam per turnover doank. Jadi butuh 2 hari penuh pompa jalan non stop.



Kalo soal air, semua penjelasan saya di atas masih basic, terlalu panjang untuk di jelaskan 100%. Tapi ini sudah lumayan comprehensive Pool 101.


Kamu hitung itu sebagai cost dan lihat untung rugi nya vs berapa murid bisa di handle per bulan dan semoga informasi di atas bisa membantu.

Jika opreasional profit tidak menutupi untuk kolam, pikir kolam sebagai mainan pribadi dan untuk keluarga. Jadi untung/rugi kagak di pusingin. Ini yang saya lakukan, bisa nyengir terus liat air bening walaupun piggy bank kosong.


SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jan 26, 2011 12:25 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
hes wrote:
waduh.. mbah yg satu ini paling royal kalo soal bagi2 ilmu.. makasi banyak mbah.. sangat mencerahkan :D


Sama-sama tengkyu Pakcik :D
Jika air fill center atau user paham proses udara yang baik, ini bisa buat diving lebih aman. Mutu udara sebenarnya sangat-sangat penting, tetapi sering di abaikan. Di luar dari konteminasi udara fatal yang bisa terjadi, udara jelek yang bikin diver tidak nyaman atau sampe pusing sudah termasuk a big no-no.

Tidak semua konteminasi bisa di cium sama hidung, ini yang bikin serem. Jika tidak ada detector, cuma hidung modal kita :?

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jan 26, 2011 12:39 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
hantulaut wrote:
weits.. ada yang baru jadi agen resmi Gates nih.. buat yang seneng underwater videography, Gates ini housing kelas mercy daaah.. siapakah yang jadi agen resmi Gates? silahkan tanya sama mbah Surya hehehe..


Kerjaan Opa Cipto ama bojo ku tuh..........wak kik kik kik
Kalo dikau tidak kasih tau, eke juga kagak sadar merek nya Gates, cuma dengar rumour nya doank.

Kalo Opa Cipto pasti pilih Gates sih, emang itu merek favourite dia dan emang proven.
I pake mini size GoPro Camera ajah deh.........., tapi lampu nya HID kik kik kik

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jan 26, 2011 1:47 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
@mbah surya: hahaha.. iya, cipto kemaren yang kasih tau.. berita bagus lah, secara gates termasuk yang cukup pilih-pilih kalo kasih authorized dealer hehehe..

pengen nambahin urusan dive center 101 tapi ntar ya, eike ngantor dulu hehehe..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Jan 28, 2011 6:53 pm 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
berat nih kalo yg ngantornya mulai jam 2 siang nih
ahahhahaha

makasih mbah ulasannya sangat nambah ilmu


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Jan 28, 2011 6:58 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
@ditajong: shift malem dit hwahaha..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Feb 08, 2011 9:15 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
buat om surya makasih atas pencerahannya yang luar biasa, sampai2 saya copy paste dan editing ulang demi kemudahan baca...hehehehe. btw, kalo soal tata lampu kolam gimana ya om? saya liat ada yang di dalam kolam, ada yang disorot dari atas.

buat kakak hantulaut, ditunggu ah utang soal nambahin 101 dive center-nya 8)


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Feb 09, 2011 11:59 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Jangan pakai lampu di dalam kolam. Yang bagus mahal neh dan beam pattern tidak bisa merata sebab jarak pengaruh sama beam pattern.

Lalu setiap kita buat lubang extra di kolam, apapun itu lubang guna nya, waterproofing nya ada potensi bocor rembes. Kan lubang di pantazt nya lampu cuma cor semen doank.

Lampu kolam yang bagus merek nya kayak WIBRE bisa 10 juta satu. Kamu harus pakai yang 12V, supaya kalo bocor orang tidak ke stroom. Kudu pasang juga MCB khusus yang bisa jepret kalo ada yang ke stroom : GFI arau RCD
http://en.wikipedia.org/wiki/Residual-current_device

Lalu trafo 12V yang kamu pesan, harus murni gulungan 220V nya isolated dari 12V dan bukan model murah meriah yang satu kabel nya nyebrang ke 12V. Beli yang fully isolated.

Lampu saya semua di atas kolam, tidak ada yang di dalam kolam. takuuuuttt.
Lagi mau nabung beli yang new generation light untuk gantikan yang HID sekarang.
Ada technology baru neh. Cuma generator ozone ku sudah harus di ganti , udah hampir 20,000 jam dan output nya sudah drop , jadi diversifikasi biaya dulu lah...:D

Yang penting jangan lampu cuma satu sisi, kagak enak lihat bayangan.
Color temperature sama kan dengan matahari lah, biar murid betah.
Bikin terang rang rang rang, ini secara sikologis buat orang betah di kolam pada malam hari dan instruksi visual dari instructor ke murid jadi lebih mudah. Ingat air 4 meter butuh power lebih untuk cahaya sampai ke dasar.

Contoh, halogen 1,500 watt total di kolam saya tidak cukup terang, bagi saya.
Jadi saya ganti 175w HID x 3 dan 1 x 250W HID. Set up ini 3 x lebih terang dari halogen dan lumayan white light. HID 250 watt agak jelek beam pattern nya nya, saya tidak suka. Yang 175 watt bohlam dan reflector nya lebih bagus, cuma sayang yang 175watt kagak di impor lagi ama yang jual.

Good luck building your pool yah.

SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Feb 12, 2011 11:28 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
Surya Prihadi wrote:
Good luck building your pool yah.

masih jauh om, cuma ngumpulin info mulai dari sekarang. Thx atas sharingnya yang termasuk langka ini om.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Feb 18, 2011 6:05 pm 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
mbah surya, saya mau tanya nih .
pernah baca di artikel ato di forum kalo air fill dive center mereka menggunakan air banks dulu yg besar kaya tabung oksigen yang gede itu untuk tampung udaranya sebelum masuk ke dalam tabung scuba.
katanya tabung itu membuat ngisi tank lbh cepet karena bs pake beberapa selang sekaligus dan itu tabung isinya besar kalo gak salah 30 ato 50 L dan bs diisi sampe 330 bar sedangkan kerja kompresor juga katanya jd lebih ringan.

nah gmn nih apakah air banks tersebut bs berbahaya dari segi udara yang ada atau gimana. makasih nih mbah atas ilmunya


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Feb 21, 2011 2:31 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Air bank bukan buat kerja compressor jadi ringan, tetapi buat kerja compressor jadi konsisten dan bisa untuk curi start.

KONSISTEN
Compressor yang sering ON-OFF lebih cepat haus dari yang sekali jalan langsung sekian jam.

CURI START
AA. Perbedaan suhu 5C saja lebih sejuk antara malam dan siang hari, akan buat umur filter naik 25%. Setiap 5C lebih sejuk, compressor secara operasional bisa lebih sejuk mekanikal nya sampai 10C, jika kita bicara air-cooled dan bukan water-cooled.
Jadi isi malam hari so pasti lebih untung.

BB. Beli kompressor kecil ( tetapi yang continuos duty ) jika di running lebih banyak per hari, cost of ownership turun. Cost of running tetap sama secara mekanikal sebab wear & tear per jam akan sama. Tanpa air-bank, ukuran compressor akan perlu disesuaikan dengan demand dari diver yang mau isi sesuai dive schedule mereka.
Ini repot dan kompressor jadi kudu besar. Dengan air-bank, dive center nabung udara pada saat jam tidak sibuk, untuk di pakai saat jam sibuk. Sukur-sukur compressor bisa di genjot 12 jam sehari, jadi efficient cost of ownership nya dan balik modal lebih cepat secara durasi pemilikan.

CC. Jika daerah tersebut ada biaya listrik beban puncak, pakai air-bank bisa cari jam-jam yang lebih murah untuk hidupkan compressor.


TECHNICAL NOTE
AA. Sebenarnya untuk main di 330 BAR untuk isi air-bank, biaya akan naik secara mekanikal sebab semua pressure vessel seperti final water separator, umur filter housing dan umur kompressor nya sendiri akan turun.

Contoh, pada 0-350-0 BAR ( pressure cycle ), umur final water separator P/N 8311-EU milik Bauer hanya 128,000 cycle. Pasti jika sudah memiliki air-bank minimal compressor sudah 400 liter per menit atau setara dengan 2 x Mariner 200. Maka per 10 menit akan di buang air, sesuai standard umum dan ini 1 cycle. 10 menit dapat 2 tabung lah kalo compressor medium size kayak gini. Jadi 256,000 tabung ter isi, itu final water separator di buang. Jika pada 0-230-0 BAR , umurnya ini water separator = infinite, atau 15 tahun kalo mau aman. Harga unitnya 10 juta merem nih.

BB. Lalu filter housing yang juga pressure vessel, jika pakai yang ukuran besar seperti Bauer P61 P/N 61082 ( tinggi 84 cm ), pada 140-350-140 BAR, umurnya cuma 4,000 cycle. Jika pada 140-230-140 BAR, bisa 215,000 cycle. Jika perawatan benar, filter housing tidak akan turun dari 140BAR. Harga unit nya 15 juta merem nih.

CC. Soal compressor, jika mau main di 330 BAR, harus beli yang 4-stage. 3 stage bisa saja tetapi umur akan lebih pendek. Konon umur bisa hilang 40% jika main di 300 BAR saja bagi yang 3-stage seperti Bauer Mariner. Kagak ada yang gratis lah, genjot mangkin tinggi = umur pendek. Kalo saya takut meleduk nya....hehehehe.
Yah biaya operasional jadi nambah Rp30 juta per 2,000 jam bisa lah kalo main di pressure kayak gini.

DD. Kalo yang design system ini bodoh dan mau ngirit, lalu tidak di pasang regulator khusus supaya udara dari tabung 330 BAR tidak lah bisa lebih dari 207 BAR saat mengisi ke tabung umum 207 BAR, terjadi lah resiko over-pressurizing.


Lalu tahukah bahwa harga tabung nya TOK yang 486 cubic feet dan service pressure 5,000 psi ato 340BAR DOT approved, adalah US$1,000 di USA. Lalu entah berapa embel2 air-fill manifoldnya, selang isi nya, regulator nya dan lain-lain yang pasti tidak murah.

http://www.bauerair.com/fliers/Air%20St ... 202010.pdf
http://www.bauercomp.com/sites/default/ ... torage.pdf

Bauer Amerika sebut tabung air-bank nya ( DOT 5,000 PSI type ) sebagai equivalent 468 cubic feet pada 5,000 psi atau ini sama dengan 6 tabung 80 cubic feet umum yang kita pakai yang isi nya cuma 77 CF.

Air-bank 50 liter, adalah 50 liter sebagai volume tabung jika di isi air. Tabung umum kita yang 80CF, setara dengan 10.xx liter, jadi 50L air bank = +-5 tabung umum 80CF.
http://aerotecnicacoltriasiapacific.com ... /air_bank/


Lalu air bank itu tidak bisa di pakai sampai kosong, sebab kudu isi tabung tamu sampai 207 BAR. Maka jika service pressure 340 BAR dari sebuah tabung air-bank ukuran 50L, hanya 340-207=113 BAR yang ke pake. 113 BAR x 50 L = 5,650 liter udara. Tabung 80CF kalo sisah 35BAR mau di isi sampe 207 BAR ( 3,000psi ) perlu 172 BAR pada 10 liter = 1,720 liter udara.

Maka 5,650 / 1,720 = 3.28 tabung 80CF yang bisa terisi. Sisahnya di bantu compressor lagi.

Ini ironi nya : Tabung 80CF cuma Rp1.85 juta at the most.
Kalo US$1,000 dapat Rp9 juta, ampir dapat 5 tabung 80CF.... he he he.
Versi air-bank 486 cubic feet yang US$1,000 dapat setara 6 tabung, anggap lah, tapi ini kan harga FOB USA. Iyah pun harga landed Jakarta, dalam hal kapasitas cuma lebih murah 20% dari tabung umum 80CF.

Lalu tabung satuan 80CF bisa langsung di pakai menyelam. Bisa di kirim ke diver pakai kapal lain. Air-bank kagak bisa euuy.

Belum biaya air-fill manifold nya dan alat pendukung sebuah air bank. Merem US$1,500-2,000 mah.
Belum resiko tabung 207 BAR 80CF kena over pressure.
Belum umur compressor jadi pendek.
Belum biaya ganti pressure vessel jadi naik.

Jadi logika investasi air-bank tidak masuk akal. Kecuali ada batasan-batasan tertentu yang mau tak mau harus pakai air bank. Banyakin tabung 80CF paling gampang dan aman. Air bank mau jual bekas ajah susah neh.

Air bank juga kudu di hydro yah. Ini tabung juga. Nah, untuk testing nya pada 7,500 psi ato 510 BAR bisa kagak fasilitas kita di Indonesia ? Sukur-sukur bisa, kalo tidak bisa artinya 5 tahun pake kudu di istirahatkan donk ??

Jadi kalo ada yang punya air-bank dan padahal lokasi kerja tuh dive center tidak ada alasan khusus, itu artinya owner kena di kelecein yang jualan air-bank...wak kik kik kik.

Kalo pabrik yang banyak perlu pneumatic system atau perlu udara bersih untuk apa kek, wajar punya air-bank sebagai semacam "stabilizer" tekanan udara.

SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Feb 21, 2011 2:58 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Bahaya nya tabung besi yang di pakai sebagai air-bank ?

01. Yang pasti tekanan tinggi lebih resiko lah.

02. Jika yang rawat kompressor nya jorok, bisa kasus kalo tabung besi.
Definisi jorok gampang kalo mau di periksa mah. Tanya ama dive center yang pakai Bauer dan lihat filter nya, jika housing nya warna emas dan tinggi 2 jengkal dan filter cartridge nya biru plastik, itu P21. Ini paling umum se Indonesia untuk Bauer sampai kelas Bauer Mariner 200, sebab paling murah beli nya dan emang ready stock nya pake P21 melulu. Jika dive center pakai ini filter untuk isi lebih dari 35 tabung, itu sudah jorok. Sayang nya, isi sampe 80 tabung adalah standard yang di pakai banyak dive center pengguna filter ukuran P21.

Nanti di tabung 50L air-bank nya akan banyak air sebab filter udah uzur dan kagak bisa tangkap air lagi. Ini tabung besi kalo banyak air , pasti akan karat. Kalo udah lama kagak di ganti tuh udara di air bank mungkin karena off-season, karat akan makan oksigen dan hasilkan CO2.

Orang diving pake tabung besi yang udah karat dan udara di simpan sekian bulan, ada yang mati sebab pingsang di bawah air pada oksigen kadar rendah di tabung nya.
Kagak umum sih, tapi ada. Pada 16% 02 ajah udah bloon tuh diver dan akhirnya bisa pingsan.

03. Partikel debu dari besi karat kan taboo bagi regulator kita.

04. Karat bisa buat tabung besi rusak ( maksud nya tipis dan mudah meledak ) dalam hitungan bulan, jika air cukup banyak. Kan jarang orang visual air-bank per 1 tahun kayak tabung selam 80CF. Jadi resiko kecelakaan akan naik.

Kira kira gitu lah..... :D

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Feb 21, 2011 8:25 am 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
wah makasih sekali nih pak surya atas masukannya.
brarti dengan itungan tekanan dan volume air ban masih lbh mudah dengan nambahin tabung 80cf ya dari pada air bank.

dan dari harga juga lbh masuk akal nambah tabung ya mbah.... untuk umur filter nih . kira kira kalo itungan 35 tank itu brp lama ngisinya yah karena kan sisa udara di tabung kadang2 beda2 ada yg sia 100 bar ada yg si 150 bahkan ada yg cuma sisa 30 bar. nah ini kan beda dengan volume udara yang bisa disaring.

kmrn ngobrol2 sama operator yang ngisi tabung pake coltri n bauer. mereka ngitungnya ganti filter tiap jam kerjanya bukan diitung tabungnya. jd kalo tabung kosong otomatis lbh lama isinya. ya sebenernya sih kayanya sama aja cuma beda di waktu buka selang n pasang di tank baru aja selangnya
tapi itu paling cuma beda 2-3 mernit per tabungnya kan.

kalo gak salah dulu divemaster bali punya air banks yah, tapi skr kayanya dah gak ada lagi yah. mungkin karena alasan tersebut yah..

kalo pake filter p41 itu filter harus indent yah. perbedaan cost nya emangnya jauh sekali yah kalo pake filter kapasitas besar dan kecil. karena di tempat saya masih pake P21 ( tabung emas 2 jengkal dan catrige biru) dan itu pakenya banyak bgt. tiap hari 60 tank minimal...
mungkin kalo pake housing yg lbh besar bs lbh efisien kali yah...

makasih mbak atas ilmunya nih


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Feb 21, 2011 9:52 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Cara hitung umur filter kan di Bauer User Manual ada.
P21 pada ambient temperature 30C, cuma boleh 4-5 jam. Karena Mariner 200 itu semenit 200 liter dan satu tabung 80CF adalah sekitar 2,200 liter, do the math deh.

Lihat di sekitar posting tengah , ada tabel umur P21
viewtopic.php?t=1468&postdays=0&postorder=asc&start=0

Pada hitungan basic bahwa tabung 80CF itu di pake sampe sisah 35BAR, maka per tabung perlu 10 menit untuk isi = 25 tabung maksimal.
Jika semua tabung sisah 100 BAR pun, cuma boleh 50 tabung 80CF.

Kalo mau tau formula hitung nya, gampang.

Semua umur filter adalah berdasarkan kemampuan media molecular sieve (MS ) untuk "tangkap" air. Ini tidak lari dari spesifikasi nya bahwa MS cuma mampu tangkap 20% berat uap air terhadap berat nya sendiri. Semua merek compressor yang beken akan pakai kualitas molecular sieve yang sama, jadi tidak ada istilah merek A lebih irit filter nya bla bla bla. Kapasitas molecular sieve dan activated carbon adalah kunci nya.

P21 isi nya cuma 68 gram MS.
Jika compressor kita sehat dan semua water separator berfungsi baik, maka kita tinggal cari water vapor content pada suhu operational tuh compressor. Suhu operational adalah suhu ambient yang di tambah suhu panas extra dari kompressi dan di tabel Bauer itu ada dan disebut Temperature of Final Water Separator, alias suhu udara produksi final. Pasti bedanya +10 sampai +15C lebih panas dari suhu ambient, ini tidak bisa lari. Jadi pada ambient 30C, pasti suhu udara akhir di DALAM Final Water Separator yang adalah housing tuh P21 sendiri = 40C sampai 45C.

Water separator pertama warna silver di Bauer dan design P21 yang adalah juga final water separator + filter housing combo, mampu buang air sekitar 99.4%, sisah 0.6% lah yang di tangkap oleh MS di dalam filter cartridge. Yep, so expensive tuh filter cuma untuk tangkap 0.6% sisah uap air.

Karena compressor melalukan tekanan, maka basis kalkulasi adalah 100% humidity yang akan terjadi pada udara didalam compressor saat di tekan 3x, kan 3 stages alias 3 piston.

Dibawah adalah berapa banyak air tuh udara bisa "miliki" pada 100% humidity.

Temperature [°C] >> Water content dalam gram per 1000 liter udara

10.0 >>9.405
11.0 >>10.020
12.0 >>10.67
13.0 >>11.35
14.0 >>12.08
15.0 >>12.84
16.0 >>13.64
17.0 >>14.49
18.0 >>15.38
19.0 >>16.32
20.0 >>17.31
21.0 >>18.35
22.0 >>19.44
23.0 >>20.59
24.0 >>21.80
25.0 >>23.07
26.0 >>24.40
27.0 >>25.79
28.0 >>27.26
29.0 >>28.79
30.0 >>30.40
31.0 >>32.08
32.0 >>33.85
33.0 >>35.70
34.0 >>37.63
35.0 >>39.65
36.0 >>41.76
37.0 >>43.97
38.0 >>46.28
39.0 >>48.64
40.0 >>51.21
41.0 >>53.83
42.0 >>56.57
43.0 >>59.43
44.0 >>62.41
45.0 >>65.52
46.0 >>68.75
47.0 >>72.12
48.0 >>75.63
49.0 >>79.28
50.0 >>83.08
51.0 >>87.03
52.0 >>91.14
53.0 >>95.41
54.0 >>99.85
55.0 >>104.5
56.0 >>109.3
57.0 >>114.2
58.0 >>119.4
59.0 >>124.8
60.0 >>130.3

Lalu kita lihat P21 yang cuma punya MS sebanyak 68 gram. Jika hanya 20% kemampuan tangkap air nya tuh MS, maka 68 x 0.2 = 13.6 gram air.
Padahal pada 45C final temperature saja ( ini suhu umum di Indonesia ) air yang di udara sudah 65.52 gram per 1000 liter udara atau 131 gram air per tabung 80CF atau 3/4 nya teh botol...........wak kik kik kik kik. Jadi lihat lah berapa penting tugas water separator di setiap tahap kompressi untuk buang air.

Kalo kamu tidak jaga itu Pressure Maintaining Valve ( PMV ) di housing P21 kamu dan rusak dalam posisi OPEN ( umum nih ), maka umur filter kamu cuma tinggal 3-5 tabung doank. Baca dengan seksama posting saya : mengenai PMV
viewtopic.php?t=1468&postdays=0&postorder=asc&start=15

Maka nya diving di negara tropis itu beban biaya bagi air fill center, karena panas nya suhu ambient kita.

Ini cara hitung umur filter pada 200BAR operasional pressure
( 0.2 x 200 BAR x gram nya si molecular sieve ) di bagi water content pada suhu final, hasil adalah udara "kering dan bebas racun" dalam kubik meter

Contoh P21 pada suhu final udara terproduksi 45C alias suhu ambient 30C:

( 0.2 x 200 x 68 ) / 65.52 = 41 cubic meter udara kering
41,000 / 2,000 liter per tabung 80CF = 20.5 tabung euuuy. Maka nya Bauer tulis 4-5 jam doank umurnya ukuran P21 pada ambient 30C, jika 200 liter per menit dan pada 200BAR.

Ini udara akan masuk standard EN 12021 atau Grade E yang kekeringan udara terproses di targetkan -55C dew point atau sekitar cuma 2 tetes uap air didalam tabung 80CF.

Karena Indonesia tidak ada musim salju dan tidak ada ke bimbangan regulator akan beku karena udara basah, baik bagi ice diver atau fire-fighter, maka kita masih bisa "main" di peraturan Grade E yang bilang :
"Udara boleh lah tidak sekering -55C dew point, asal dewpoint temperature nya -10F lebih kering dari suhu ambient terdingin di lokasi kerja"

http://www.airsystems.com/Reference/CGA ... ations.pdf

Apa artinya dew point temperature ?
Suhu dimana uap air di udara jadi air CAIR.

Dalam standard Grade E, kita di Indonesia bisa molorkan waktu pakai filter kita, tetapi batasan nya tetap ada, yaitu activated carbon (arang ) tidak bagus kerja nya jika udara terlalu basah. Yang ambil racun dari udara dan semua berkas uap oli adalah activated carbon. Compressor kita itu biang nya uap oli.

Lalu komposisi jumlah arang terhadap jumlah molecular sieve itu sudah dihitung pada
kekeringan udara berdasarkan standard yang berlaku, paling ada sedikit lebih lah.
Jadi, dengan paksakan pakai filter untuk melebihi dari standard hitungan pabrik, itu arang akan over saturated ama uap oli dan racun lain. Jadi lah tabung bau selain basah dan racun akan bablas ke tabung. Molecular sieve tidak bisa buang bau/racun. Makin tua tuh compressor, makin banyak uap oli yang bablas ke udara produksi. Makin tidak boleh lah itu filter umur pakai nya di extend.

Arang itu kalo di lihat pakai electron microscope, akan seperti sarang tawon. Nah lubang super super kecil ini lah yang jadi tempat parkir racun. Kalo tempat ini sudah keburu di bajak oleh molekul air, nanti si racun mau parkir dimana ?

Kutipan dari sebuah scientific paper :

Water adsorption in activated carbon has been one of the most important problems in purification, especially in areas such as VOC removal from air. ...

VOC : Volatile organic compounds (VOCs) refers to organic chemical compounds which have significant vapor pressures and which can affect the environment and human health. Kata sopan racun nih.............wak kik kik kik.

Kalo di compressor yang pakai pelumasan minyak, VOC nya termasuk hydrocarbon. Compresor memang sengaja produksi uap oli untuk pelumasan, itu di buang sekian persen oleh kedua water separator yang saya sebut, sisah nya di tangkap oleh activated carbon. Maka nya activated carbon selalu di tempatkan setelah molecular sieve, sebab TIDAK BOLEH SAMPAI basah.

Lalu jika air-fill center extra hati-hati dan pakai filter yang ada isi nya Hopcalite untuk tangkap carbon monoxide ( semua compressor yang pakai penggerak Honda atau diesel HARUS pakai Hopcalite sebab itu mesin banyak hasilkan carbon monoxide racun tak berbau super bahaya ), itu Hopcalite si catalyst hanya berfungsi jika udara tidak lebih basah dari -40C dewpoint.


Maka semua pakar setujuh bahwa -45C dewpoint adalah umur maksimal pakai filter bagi yang tidak ada problem regulator membeku.
Malah kalo kita beli sistim monitoring canggih Bauer Securus, itu compressor akan mati saat filter sudah mencapai basah -55C. Mbah punya sistim monitoring lebih canggih dari Bauer Securus dan tidak kena di budakin Bauer untuk tambah US$50 per filter cartidge karena itu filter cartridge nya beda, ada sensor built in...wak kik kik.
Lagi lagi end user kena sedot doku nya.

Maka nya saya bilang 35 tabung untuk P21 ( 35 x 10 menit = 5.8 jam ) sebagai MAKSIMAL dan ini sudah tidak lulus standard EN 12021 pun pada end-of-filter-life nya. Tapi masih masuk Grade E jika pakai celah hukum suhu ambient Indonesia tersebut. Kalo kirim udara untuk testing ke labotarium accredited, tetap gagal sih sebab lab tidak mau resiko dan akan pakai -55C sebagai standard dewpoint temperature. Lihat attachment, itu screen shot kalkulator filter life dari Bauer.

Coltri yang ukuran outputnya sekelas Bauer Mariner adalah MCH13.
13 artinya 13 kubik meter per jam / 60 menit = 216 liter per menit.
Ini kalo saya lihat skematik nya, harus isi ulang media filter nya sendiri dan bisa di pakai sampai 28 jam pada 30C ambient. Cuma sayang berapa gram molecular sieve nya, tidak ada data. Saya bisa itung terbalik sih, sekitar 526 gram MS. Jadi ini di adalah ukuran antara Bauer P31 ( 312 gram) ke P41 ( 809 gram ).

Saya tidak suka isi ulang sendiri filter media. Itu ada technique nya. Kepadatan isi sangat penting supaya tidak ada "channeling". Lalu umur simpan molecular sieve dalam botol plastik cuma 6 bulan terhitung tanggal produksi. Di atas 6 bulan udah masuk uap air. Kudu di oven bagi yang paham sifat molecular sieve jika umur simpan sudah lebih dari 6 bulan. Kalo tidak paham yang pake, terus ajah isi-ulang dan estimasi umur filter akan meleset jauh.Molecular sieve begitu handal sedot uap air, kita buka tutupan botolnya beberapa kali ajah sudah ada effek buruknya. Lalu botol plastic adalah water-tight tetapi tidak gas-tight. Uap air adalah air dalam bentuk gas. Maka nya Bauer kemaskan semua filternya pakai alumunium foil tebal dan di vacuum pack demi menjaga kekeringan dan bisa di simpan 2 tahun, asal jangan di robek tuh alumunium wrap nya.


Ingat umur filter harus dihitung pada tekanan 200 BAR dan flow per per menit nya dan suhu final, baru lah dapat jam nya. Pada compressor kecil secara jam umurnya lebih panjang sebab flow udara lebih sedikit. Ujung-ujungnya tetap total udara terproses bisa berapa banyak, pada tekanan X dan suhu Y.


Emang kamu operate dive center dimana Bro sampe 60 tabung sehari ? Bali-Lombok kah ?


Ada know-how soal filter system upgrade dimana dalam hitungan 2,000an isi tabung ( berpacu pada standard EN 12021 ) sudah balik tuh modal investasi upgrade ini dan selebih nya untung 79% biaya filter. Jika kita hitung harga P21 sebagai US$36 each, maka +US$1,000 savings per BULAN jika 60 tabung pro-rata per 25 hari kerja per bulan dan end-of-filter-life masih masuk standard EN12021. Know how to source & know how to design.........kik kik kik.


P41 upgrade akan mahal banget ( NOTE : P41 IS NOT THE BEST COMMERCIAL SOLUTION ), tanya ajah ama yang jual. P41 Final separator + P41 filter housing baru pakai cartridge yang isi nya cuma 809 gram molecular sieve ( 809 gram jika tidak pakai Hopcalite P/N 62565 ).

Saya sangat concern dengan kualitas udara sebab ini sumber bahaya jika di abaikan.
Memang pola investasi awal di dive center adalah, beli system air fill yang semurah mungkin ( sekecil mungkin filter nya maksudnya ), ini wajar sih. Tetapi di atas 3 tabung sehari, P21 is a commercial disaster. P21 adalah untuk week-end warrior, bukan untuk commercial.


Safety penyelaman di hantui oleh beberapa sumber problem.

- Jika boat diving, sebagian dari safety kita mengandalkan kesehatan mekanikal kapal, baik mesin atau alat pendukung lain nya. SDM juga pengaruh, tetapi mesin kalo rusak parah, tidak ada montir terpandai di dunia pun bisa lakukan perbaikan tanpa bongkar mesin dan pas saat diver naik ke permukaan, kapal mogok pula, diver hanyut lah .........jadi kasus deh.

- Kualitas udara. Udara sumber kehidupan. Comfort dan ketenangan adalah state-of-mind yang paling penting bagi diver. Jika udara nya bau, diver tidak nyaman, sudahlah kita buka celah untuk potensi kecelakaan BISA terjadi. Jika udara nya contaminated dan apapun judgement sih diver jadi impaired ( anggap tidak pingsan lah ), ini yang paling-paling kita takuti sebab malapetaka adalah chain of event, one thing leads to another. Kalo lagi meleng tiba-tiba di makan Great White di Indonesia, itu baru apes nama nya.

- Aquatic skill dan mengenal alam kita. Ini jelas sangat penting. Kalo lagi bulan penuh atau mati lalu terjadi arus bawah 3+ knot kayak di Batu Abah Bali dan masih mau menyelam juga, yah ini diver cari bahaya sendiri.

- Pakai teknologi yang ada untuk bantu penyelaman supaya lebih aman atau/dan bisa mencegah terjadi trouble yang bisa nanti menjadi disaster.

Jadi 3 safety factor ini saling bersangkutan, dan kualitas udara adalah yang paling secara tidak sadar sering di cuekin. Jika dive center tidak bisa menjawab berapa jam umur pakai P21 sebenarnya atau equivalent berapa tangki pada 30C ambient, artinya User Manual tidak pernah di baca. Alat nya ada untuk tau umur filter, cuma harga nya bisa >US$3,000. Saya ada alat ini, karena emang demen oprek2.

Kalo diver sedang dalam pendidikan dan tidak baca buku nya, kan salah tetapi bisa di gagalkan kelulusannya oleh instruktur sebab pasti tidak bisa isi test sheet nya. Jika dive center bablaskan umur pakai filter nya terlalu jauh, siapa yang mau "luluskan" atau "gagalkan" mereka ? Modal hidung doank cium bau udara tidak bisa. Bau itu sudah berarti beyond bad, lalu sial nya lagi carbon monoxide tidak ada bau nya.


Sekarang dive instructor saya, saya haruskan bawa Carbon Monoxide detector kemanapun juga, jika pakai tabung yang milik bukan in-house atau tabung sempat di isi oleh compressor yang di luar kontrol saya. Minimumkan resiko dengan sedikit lebih repot dan biaya tidak lah masaalah. Anggap ajah punya hidung helder model electronic........wak kik kik kik.

Jika para instructor saya adakan trip di luar pulau 1000, seperti Sangiang dan apalagi di luar Jawa, 3 unit "Diver Radio" dan PLB Satelit pasti di bawa. Tidak ada yang namanya terlalu hati-hati, yang ada adalah coba lah jauhkan masaalah semaksimal mungkin, apapun bentuk masaalah itu. Prevention is better than cure, so pasti.


Standard kualitas udara semakin ketat sekarang sebab banyak informasi baru mengenai teknologi air-processing. Buku user manual compressor sekarang juga sudah jauh lebih informatif sebab liability akan turun dengan padatnya informasi penting di sebuah buku user manual. Cuma old-timer sering berpacu pada buku lama yang ada bilang "up to" 100 tank fill untuk P21. UP TO itu adalah berdasarkan tabung 7 liter, suhu udara ambient 10C dan apapun UP TO yang menguntungkan. Salah sih tidak para produsen, kurang jelas ajah. Buku user manual baru sudah sangat baik informasinya.


Safe Breathing Air Everyone..........
SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Feb 21, 2011 9:54 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Lupa attached euuyy


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 37 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: