It is currently Sun Dec 17, 2017 7:32 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 37 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3
Author Message
 Post subject:
PostPosted: Mon Feb 21, 2011 10:03 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
test lagi


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Feb 21, 2011 10:10 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
Quote:
Sekarang dive instructor saya, saya haruskan bawa Carbon Monoxide detector kemanapun juga, jika pakai tabung yang milik bukan in-house atau tabung sempat di isi oleh compressor yang di luar kontrol saya. Minimumkan resiko dengan sedikit lebih repot dan biaya tidak lah masaalah. Anggap ajah punya hidung helder model electronic........wak kik kik kik.


Om Surya, apa saya yang ketinggalan info atau mata ngga sanggup ngikutin dari depan, bisa di-share info lanjut mengenai carbon monoxide detector ini?

Di luar urusan bau, memang agak sulit buat orang awam mengetahui kualitas kompressor dive center. Pernah liat ruang kompressor sebuah dive center di gili trawangan yang udah bikin ilfil duluan, sebelum nyelam dicium kagak ada bau, untungnya baek2 aja tuh waktu menghirup udaranya.

Quote:
Jika para instructor saya adakan trip di luar pulau 1000, seperti Sangiang dan apalagi di luar Jawa, 3 unit "Diver Radio" dan PLB Satelit pasti di bawa.


Sedikit OOT neh om, Dive Alert kabarnya akan ngeluarin semacam diver radio namanya Nautilus Lifeline. Apakah ini cukup layak sebagai diver radio untuk jaga2 kalo nyasar?


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Feb 22, 2011 1:37 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
BotolKecap wrote:

Om Surya, apa saya yang ketinggalan info atau mata ngga sanggup ngikutin dari depan, bisa di-share info lanjut mengenai carbon monoxide detector ini?

Di luar urusan bau, memang agak sulit buat orang awam mengetahui kualitas kompressor dive center. Pernah liat ruang kompressor sebuah dive center di gili trawangan yang udah bikin ilfil duluan, sebelum nyelam dicium kagak ada bau, untungnya baek2 aja tuh waktu menghirup udaranya.


Sedikit OOT neh om, Dive Alert kabarnya akan ngeluarin semacam diver radio namanya Nautilus Lifeline. Apakah ini cukup layak sebagai diver radio untuk jaga2 kalo nyasar?


Carbon monoxide detector, ini yang saya pakai :
http://www.raesystems.com/products/toxirae-3

Nautilus mirip sama Radio Diver saya di dalam housing senter UK D8, tapi radio saya yang HX850 ada GPS, Strobe dan DSC buatan Standard Communication. Cuma Nautilus emang di design dari awal sebagai rescue device, fungsi sama total. Cuma ini beda nya :

NAUTILUS :
- US$299, artinya lebih murah sedikit dari set saya yang sekitar US$350 an kalo HX850

- Unit lebih mungil


Cuma karena saya paham radio, saya tidak suka nya Nautilus adalah :

01. Kalo rusak agen nya kagak ada di Jakarta, kalo Icom atau Standard Com, bisa di perbaiki di Mirusa, agen nya.

02. Pakai Nautilus sebagai full time radio mungkin tidak akan semudah Icom atau Standard Com yang memang radio. Cuma ini bisa di latih sih.

03. Jika Nautilus rusak, tidak bisa saya ganti jeroan nya sama radio lain. Kalo versi Radio Diver saya, housing nya kan pakai Underwater Kinetic D8 senter, jadi bisa tukar radio anytime.

04. Yang saya tidak dapati info nya adalah berapa watt transmissi Nautilus, ini penting supaya suara kita lebih bening di dengar lawan. Kalo Icom atau Standard Com bisa 0.5W, 2 W dan 6 watt. Kalo jarak sih TX power tidak lah mutlak, tetapi tetap bantu. Di laut mah radio enak, bersih euuy tidak banyak gangguan, kecuali dekat pelabuhan besar.

05. Audio. Speaker Nautilus sangat kecil. Speaker kecil mau merek apapun, audio tidak bisa bagus. Saat ombak dan angin, kita butuh radio yang bacot super kencang.
Karena diver di air pendek posisi vertikal nya, maka sering kali jika saya jauh banget sama kapal, saya akan tegakan lurus tangan supaya line-of-sight signal radio baik karena lebih tinggi dan saya teriak ke microphone. Karena speaker nya Icom atau Standard Com kencang, saya bisa dengar dengan mudah jawaban lawan. Saya kan sudah hanyut 2,000 - 4,000 meter 3x, so udah sering test alat to the limits.

Konsep nya sih bagus Nautilus dan cocok untuk yang kagak mau repot.
Boleh lah kalu you mau beli, kalo saya tetap suka UK D8 + Icom atau Standard Com saya. Toh udah ada dan fungsi sama. Cuma lebih gede ajah foot print nya.

Forget DSC, di Indonesia mau dapat semacam IMEI nya ( kayak ID gitu ) susah sebab harus register atas nama kapal, malas ahhh. Tanpa IMEI , DSC tidak bisa hidup jadi fungsi itu useless bagi saya.

Saya cuma perlu beli SPOT satellite messenger untuk back up PLB 406Mhz saya, jika itu ada, artinya sudah 3 lapis safety saya. Local-ke-diveboat via radio + International Government SAR via satelite + International Private SAR via satelite.
Kalo pake SPOT, bayar asuransi GEOS setahun US$13.00 dapat rescue /SAR re-imbursement sampe US$100,000. Kayak nya saya perlu deh itu asuransi GEOS.
Tambah duit dikit per tahun, bisa pake SPOT jadi tracker tetap. Cuma SPOT kudu bayar iuran tahunan, tapi worth it lah.

Satu hal lagi, tempelken senter "24 jam" yang LED 3Watt yang ada fungsi strobe di BCD. Strobe dari LED nya, jangan yang strobe pake ballast jadul, itu tidak reliable. Jangan cabut tuh senter dari BCD atau pakai jika tak perlu, kalo malam, pakai senter panggil kapal paling ampuh deh. 3W dapat sekitar 200 lumens dan ini bisa di lihat dari jauh.

SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Feb 22, 2011 1:55 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
tuh karbon detector bisa dapat dimana dan berapa duit ya Om?

thx Om atas sharingnya soal radio, walau thread lama (Om Surya sebagai TS-nya) pernah membahas topik ini. dan tetap aja gw sulit ngebayang rasanya hanyut 4 km sebanyak 3x...hehehehe

contoh senter "24 jam" yang dimaksud bisa disebut contohnya Om, tentu tanpa bermaksud promo.

btw, entah mengapa, soal safety orang kita emang kurang teramat concern, giliran rewel soal ini kita dianggap aneh sendiri.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Feb 22, 2011 10:06 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
ToxiRAE 3 beli di :

http://www.raesystems.com/purchase/asia
Cari Mr Maxwell, dia pegang territory Indo dan akan tunjukan anda ke dealer mereka
Minta model nya ini :
ToxiRAE 3, Model PGM 1700, Carbon Monoxide, 0 -500ppm. G01-0101-000

Kalo di USA ini dibawah US$200
http://www.pksafety.com/toxi-rae-3.html

Kamu juga harus beli ini kalau mau super tepat pakai nya.
http://www.techdivinglimited.com/index. ... cts_id=539

Ini flow regulator mini supaya dari regulator via BCD clip, udara akan keluar cuma 1-2 liter per menit. Pake PayPal dan di kantor post kan ke Indonesia, dibahwa US$49 CIF landed Jakarta , tidak ada pajak impor. Asal jangan sering2 ajah impor nya hehehehe.

Tanpa ini BCD clip juga bisa, buka katup pelan2 dan semburkan udara ke sensor, atau masukan detector di tas plastik dan jeksi lah pakai udara tabungya dan tunggu 15 detik. Ini juga tepat.

Ini Rae 3 di rancang untuk di clip di pinggang, jadi sensitive terhadap udara ambient.
Bisa kamu pasang/gantung di ruang compressor dive center sekian menit dan pantau apakah ada CO di sekitar ruangan tersebut.

Ini unit paling bandel dari merek yang lain dan ini IP67, artinya kecemplung di air tidak akan rusak. Ini juga Ex approved, artinya boleh di pakai di area yang bisa meledak, contoh rig minyak dan tambang. Ini kan perusahaan memang main detector gas untuk tambang.

Merek lain tidak waterproof, tidak EX, lebih mahal dan tidak lah lebih sensitive.
Saya ada 2 unit ToxiRAE 3 dan 1 unit QRAE 2 yang bisa juga baca oksigen sampai 30% dan ada data logger nya. Ini saya bawa pribadi ke lokasi dimana dive center ada jasa nitrox. Bukan saya akan pakai Nitrox, tetapi saya tidak mau kecolongan ke isi oksigen lebih tinggi dari 21% atau dibawah 21% . Saya mau udara biasa 21% 02, itu ajah.



Lampu LED 24 jam maksudnya 24 jam nempel terus tanpa di copot dari BCD.
http://www.simplyscuba.com/products/Int ... Torch.aspx
http://www.itorch.ca/i-torck-tec.html

Tips untuk senter. Cari yang pakai LED CREE QR5 untuk kelas up to 220 lumens. Ini sekitar 3 watt. Kalo bisa cari yang 170 lumens atau main jangan di high power saat punya yang 220 lumens. Akan panas dan boros. Kan ini untuk rescue, jadi pinter2 pake nya lah. CREE QR5 saat ini adalah LED terbaik untuk kelas up to 220 lumens....cuma, ada cuma nya :

QR5 outputnya sekitar 100 lumens pada 350 mAh dan bisa di genjot ke 700mAh dan dapat 200an Lumens. Cuma makin di drive tinngi arusnya, umur akan pendek dan suhu akan naik. Tidak ada yang gratis lah. Ingat ini adalah senter rescue bukan senter primary, 170 Lumens pun cukup.

Jika mau terang beli senter yang pakai LED nya tipe Cree MC-E. Ini bisa lawan HID 12 watt atau halogen xenon 20 watt. Ini jenis LED bisa outputkan 550 lumens dengan cuma batere 3XAA dan dapat sekitar 80 menit dari full terang ke 50% terang jika alkaline bagus. Ini sebenarnya 4 LED Cree-XR dalam satu LED module dan di sebut Cree MC-E. Cuma jangan beli yang senternya nya di drive di atas 700 lumens, kasian LED nya.

Saya sedang test beberapa merek dan sampai saya puas "perkosa" unit nya, baru saya akan berikan go-ahead untuk toko jual.

Later,
SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: dive compresor made in china
PostPosted: Tue Dec 20, 2011 6:22 am 
Offline

Joined: Sat Dec 17, 2011 3:25 pm
Posts: 16
ada ga sih yg supply dive compresor made in china?


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Dec 21, 2011 1:28 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Sep 16, 2011 10:30 am
Posts: 59
Location: Jakarta
Trima kasih Pak Surya,
Tulisannya selalu menarik dan kocak, walaupun njelimet. Tulisannya selalu panjang dan soal barang2 yang "kurang" menarik buat orang awam. Eh, setelah baca satu, ternyata ketagihan walaupun suka ga ngerti juga.

Awalnya saya tidak tertarik soal kompresor. Tidak ingin punya, tidak mau buka toko, dan menyelam juga masih baru. Cuma ingin menyelam.

Minggu lalu, setelah baca tulisan lamanya, baru terpikir dan selama ini saya gak pernah cek2 kayak apa sih kompresornya. Pernah liat tapi gak ngerti juga apa itu barang bagus atau jelek, mahal atau murah, dioperasikan dengan benar atau salah. Saya juga jadi mengingat2 kayak apa sih rasanya angin yg saya sedot? Tapi gagal juga karena seingat saya pake tabung dari sekitar 5 tempat yg berbeda, rasanya sih sama2 aja.

Terus terang, buat diver hore kayak saya, secara practicality agak susah ya. Ini barang yg di luar kontrol kita, tapi penting banget buat safety. Kalo pre-arranged trip, harus nanya2 kompresornya, nanyanya giimana gak nagrti. Kalau go show, meski priksa2 kompresor, ga ngarti juga. Kesannya jadi kayak bawel amat sih nih diver... hehehe. Mau beli angin dari Pak Surya gak mungkin juga dibawa2 ke Raja Ampat misalnya, hehehe...

Kalau berasa apek dan bau, mungkin bisa complain. Tapi kalo puyeng/mual misalnya, rada susah. kalo serombongan mungkin bisa complain. Tapi kalo sendirian, yg lain sehat2 aja, kan bisa sebab lain juga.

Jadi mungkin ya musti beli analyzer itu. Tapi harganya lumayan juga ya... hehehe....

Just my 2 perak pak, yg mungkin mewakili kebanyakan penyelam hore...
Salam,
Kresna

_________________
-home is wherever I am-
Kresna Astraatmadja, Jakarta


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 37 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 3 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: