It is currently Mon Dec 18, 2017 7:50 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 4 posts ] 
Author Message
 Post subject: Indonesian Skipper Jailed for Japanese Diver Deaths
PostPosted: Fri Jul 11, 2014 12:13 pm 
Offline

Joined: Mon Jun 21, 2010 10:29 pm
Posts: 171
Location: Rotterdam
http://www.thejakartaglobe.com/news/ind ... er-deaths/

wah..saya pribadi kok miris baca-nya...entah kenapa malah merasa boat captain ini jadi tumbal belaka :( Ada yg tahu persis kenapa boat captain ini justru yg bersalah?


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Indonesian Skipper Jailed for Japanese Diver Deaths
PostPosted: Sat Jul 12, 2014 6:01 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
He left the location to buy fuel after losing sight of the divers, returning two hours later, Nursyam said.

“When the Japanese divers came to the surface, the boat wasn’t there,” he said.


Ini lah salah besar nya sang kapten.
Di laut saat kita sewa kapal, sang kapten harus pastikan BBM siap memadai.
Mesin + BBM = nyawa diver , jika diver masih di air dan belum di jemput lalu kapal tidak bisa gerak karena alasan
teknis.

Ombak besar, bisa buat BBM naik 25% karena mesin naik beban.
Cari diver, makan BBM...wara wiri nge-SAR.
Maka, penyewaan kapal untuk diving, jangan sekali kali BBM pas-pas san.
Harus 50% extra capacity dari pemakaiaan normal saat cuaca baik dan beban(kg) sesuai biasa.

Tapi akhirnya semua balik lagi ke harga.
Pay peanuts you get monkey... istilah ini berlaku.

Maka banyak dive center yang berusaha keras punya kapal sendiri yang layak, jika mereka mampu $$ dan bisa lah mesin double jika bukan tripple, BBM memadai dan tangki BBM besar, ukuran kapal memadai.....tapi harga trip extra deh.

Airline pun sama loh.
Low cost airline fuel reserve nya tidak banyak.
Jika landasan ada problem, atau cuaca buruk dan lagi padat tuh airport, kapal kena muter2 nunggu.....kalo cuaca makin parah, dan kudu kabur tuh kapal ke airport lain.....nah, di sini contigency plan nya bicara biaya.

Dive safe yah Indie.

SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Indonesian Skipper Jailed for Japanese Diver Deaths
PostPosted: Sun Jul 13, 2014 9:03 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
.
Saya rasa saya perlu tambahkan informasi soal level BBM di kapal diving sewaan dan bahaya nya BBM tak memadai.
Supaya jika kawan2 sewa kapal, bisa lebih well informed dan amit2 kena kasus BBM tak memadai saat
kritis melakukan pencarian diver hanyut, atau saat cuaca memburuk.

Ini contoh low cost airline dalam nama efficiency, semua pun di cut :
http://news.aviation-safety.net/2013/06 ... incidents/
http://www.independent.co.uk/travel/new ... 49046.html

Cuma kalo di cut nya adalah safety level , kan kagak lucu.
Konon Ryan Air bisa ngirit Rp50 milliar setahun dengan bawa BBM minimal.

Balik ke diving.
Lokasi yang paling tidak boleh BBM pas-pas san :

01. Jika main di sisi open ocean. Contoh, dive spot apapun di Nusa Penida atau Bali dan Komodo yang sisi selatan di Samudra India. Resiko ada dua macam. Pertama, jika ombak lebih kuat dari arus dan umumnya pada bulan tertentu ombak dari selatan hajar daratan, maka jika BBM sampai habis dan kapal mogok, kapal akan ke hempas ke batu/daratan dan .......yah pecah berantakan deh.

02. Jika arus lebih kuat dan arah ke selatan dan kapal mogok habis BBM, jadilah dayak di laut, pada kasus extreme ini slow death yang paling sengsara....jika akhirnya tak ter-rescue kan. Jika di Bali sampai Komodo, arah selatan tak ada daratan lagi sampai kutub selatan.



Di tulisan diving safety, saya selalu tekankan, dimana diver lakukan boat diving, dalam arti tak di jemput ama kapal kita akan hanyut tak tertolong, nyawa kita di tangan kapal/kapten. Saat kapal adalah bagian dari aktivitas diving, tak beda dengan regulator anda, semua harus beroperasi flawless lancar manis. Sekarang dengan kasus cilaka diver Jepang, mungkin pada buka mata deh.

Bagi yang sudah hampir "pesta kuaci" karena kasus kapal, pasti akan memilih :
- Mesin tak boleh satu
- Kalo bisa kapal jangan cuma 1, minimal ada rubber boat support
- Kapal harus seaworthy saat ombak tidak bersahabat

Satu fakta yang tidak enak tapi kenyataan adalah, boat diving itu mahal.
Mahal di BBM, mahal di beli kapalnya, mahal merawat nya dan mahal operasionalnya.
Dimana biaya tinggi, di situ sunat paling sering terjadi.
Sunat punya sunat, ada limit nya dan jangan sampai jadi bahaya.
Cuma orang kalo belum hampir "pesta kuaci", bahaya yang tak jadi malapetaka, sering di anggap sebagai
adventure yang cool.


Informasi dasar konsumsi BBM mesin tempel :

Per 200PK, jika mesin 2 tak, kapal tidak overload, cuaca OK OK, speed dapat 18-25 knot, RPM mesin tidak melebihi 4,500 RPM. Rata rata konsumsi BBM sekitar 75 liter per jam per mesin 200PK 2-tak. Mesin 4-tak yang sama 200HP dan RPM 4,600 bisa 46-50 liter per jam per mesin.

Jika cuaca buruk dan jika kapal sampai sering jatuh dari planing speed atau dibawah 8 knot jika kapal panjang 10-12 meter, siap siap BBM nambah 25% atau lebih, tergantung berapa parah ombaknya.

Proses paling boros makan BBM adalah akselerasi dari pelan merayap ( displacement speed ), sampai planning speed tuh kapal. Sering sering ini dilakukan, konsumsi BBM naik drastis. Praktek ini sering perlu di lakukan, jika mencari diver hanyut jauh. Maka jika di group ada diver yang hobby tidak ikuti dive time atau jarak maximum drift, si diver ini membebankan resources dive trip tersebut. Jika semua sepakat tak masaalah, jika ini diver koboi sendirian, artinya safety kalian 1 kapal di resikokan oleh 1 orang ini. Jika diving sehari 3x, lumayan tuh BBM terpakai melayani ini diver koboi. Saya cuma bahas BBM nya doank, padahal cari 1 diver hanyut jauh, itu resikonya bukan terbesar di BBM, tapi tidak ter-deteksi nya diver lain yang belum naik padahal ini diver2 sopan dan tak jauh naiknya dari lokasi yang di setujui bersama.


OVERLOADING
Jika kapal bermesin kecil, lalu diver banyak, tabung banyak dan ini ono, setiap kecepatan 1 knot berkurang karena overloading, pada kapal yang biasanya bisa 20 knot cruise speed, itu sama dengan 5% konsumsi BBM naik. Maka planning lah dengan baik saat adakan dive trip. Semakin pelan kapal nya karena overload, konsumsi BBM tidak linear lagi, makin boros dan ini asumsi kapal tetap harus bisa maintain 16 knot jika biasanya 20 knot pada beban normal.

Tipikal kapal 10-12 meter planing hull, tak bisa maintain speed antara 11-13 knot tanpa boros kayak setan, sebab ini masih zona speed mau planing tapi tanggung. Ciri ciri nya adalah bow/haluan kapal dongak nya tinggi banget.

Overloading dan kena ombak besar....cakep deh. Bukan hanya boros tapi bahaya.

Kecepatan bagi kapal planing adalah salah satu unsur keselamatan, sebab dengan manuver lincah, bisa pilih ombak yang lebih kecil, atau bow/haluan bisa di bidik 45 derajat hajar ombak ( lebih aman ) atau melawan dorongan ombak samping yang bisa bikin kapal terbalik, dengan engine power.

Sementara ini dulu dah......

Dive safe guys.
.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Indonesian Skipper Jailed for Japanese Diver Deaths
PostPosted: Sun Aug 31, 2014 10:02 pm 
Offline

Joined: Fri Jun 15, 2012 9:10 pm
Posts: 52
indie_dive wrote:
http://www.thejakartaglobe.com/news/indonesian-skipper-jailed-japanese-diver-deaths/

wah..saya pribadi kok miris baca-nya...entah kenapa malah merasa boat captain ini jadi tumbal belaka :( Ada yg tahu persis kenapa boat captain ini justru yg bersalah?


saya kalau ketemu supir kapal bgni bisa marah marah hahaha

dulu saya pernah ikut trip ke papa theo...rame rame kesana diving bareng teman teman, turun dari kapal gitu,bgtu naik kapal gak ada....kita nungguin sampe lama banget ga datang2 sekitar 30 menitan deh pulau sih masih keliatan lah,kalau berenang aja sih 30 menit sampe ),akhirnya semua peserta terpecah dalam beberapa group kebetulan saat itu ombak lumayan tinggi,jadi sampe muntah muntah deh diatas permukaan keselek air laut melulu,singkat cerita akhirnya karena bantuan pluit sakti yg ditiup berkali kali,datanglah speedboat kenceng dari pulau lain yang kebeneran lewat,kita ber4 di rescue sama speedboat..sisanya sampai harus berenang ke pulau karena ga ada kapalnya,alhasil yang pake long blade bisa dikira kira deh nasibnya kaki pada bongsrot bongsrot masuk beach entry kena karang...si tukang kapal macam ga berdosa aja dia,abis disemprot langsung am peserta yg senewen karena ditinggalin,hampir hampir ditabokin...ini sangat sangat bahaya,untung disitu pulaunya keliatan,kalau gak???ap ga bahaya??ini pengalaman saya yang cukup menegangkan..

_________________
New adventure and new experience,another story in my life.....


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 4 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: