It is currently Fri Oct 20, 2017 8:32 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 32 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3  Next
Author Message
 Post subject: Re: Sekarang kira-kira berapa yaa divers (WNI) di indonesia.
PostPosted: Thu Oct 24, 2013 10:45 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Om Aria,

Soal belum menjadi daya tarik utama kayanya sih berkaitan dengan urusan penerimaan manfaat oleh negara dari kunjungan/ wisata diving. Ini challenge gede buat kita semua.

Permasalahan ini bisa muncul karena literally jumlah diver yang mungkin belum mencapai minimum (boro2 economic of scale) untuk industri selam kita. Penerimaan negara dari pajak yg dibayarkan oleh dive operators kayanya masih dikit banget (sampe gak kelihatan karena hanya fractal of a trillion). Kalau dibandingkan MICE (meeting, conference, exhibition) aja pastinya kalah telak industri diving dibandingkan aktivitas dan kontribusi mereka ke kas pemerintah.

So balik lagi, pe er kita banyak. Dengan bertambahnya jumlah diver, maka idealnya industri diving akan berkembang. Salah satu pe er utama kita adalah membuat lifestyle ini menjadi affordable. Ini salah satu kendala utama. Tax/ import duty peralatan diving masih super duper tinggi, masuk kategori barang mewah. Contoh di Spore, import duty dive gear itu kalo gak salah cuma 7%, di kita bisa sampai 130% (Di buku tarif bea masuk, alat diving masuk kategori Peralatan Olah Raga Bahari Yang Belum Diklasifikasikan, dengan konsekuensi masuk kategori yg kena PPN Barang Mewah).

Temen2 dan para sepuh yg aktif di asosiasi lagi usaha maksimal dan minta kepada Kemenparekraf untuk kirim nota ke Kemenkeu untuk merubah kebijakan impor alat diving, tapi ya itu tadi, menteri Parekraf juga nggak berani karena kalau ditanya berapa jumlah diver, berapa penghasilan negara dari wisata diving, mereka nggak bisa nunjukin angka yang cukup representatif dan memenuhi kepentingan stakeholder, dalam hal ini negara.

Coba bikin hitungan sederhana yuk mengenai berapa kontribusi industri diving ke stakeholders...

Anggap angka dari Nando yg kita pakai, ada 100.000 divers aktif di Indonesia
Per diver spend rata2 per dive Rp500.000 (termasuk biaya akomodasi, di luar airfare)
On average, per tahun setiap diver melakukan 10 dive (which means trip 5 hari @2 dive/ hari)
Berarti, 100.000 divers ini menciptakan perputaran langsung dari diving activity sebesar Rp5.000.000 x 100.000 = Rp500M (kecil banget yah.... OMG!)

Rp500M setahun itu baru omzet. Kalau dari omzet ini dihitung PPN 10%, maka kontribusi melalui PPN cuma Rp50M doang...
Sekarang dari dive operation, kalau jujur hitung2an pajaknya, maka setelah dipotong biaya operasional dsb, anggap operating profit margin mencapai 30%, artinya ada sisa Rp150M. Dari sini dipotonglah PPh sebagai sumbangsih buat negara, kira2 angka penerimaan pajak sekitar Rp50M lagi. Jadi total penerimaan pajak oleh negara Rp100M, ya kecil banget dibandingkan MICE!

Kenyataannya: Apakah bener 100.000 diver yg aktif? Dan apakah aktif itu berarti spending Rp500rb/ dive dan melakukan 10 dive setahun?

Balik lagi contoh Bali. Dive ke Nusa Penida deh yg jelas gampang diperkirakan. Ada berapa dive boat dari Semawang yg standby utk bawa diver ke Crystal Bay or other points? 20 boat? Kapasitas rata2 10 diver? Berarti daya angkut 200 divers per hari? Bener keisi gak? Nggak juga kan? Anggap bener keisi, artinya per hari 200 divers. Seminggu jalan berapa hari yg bisa optimal? 3 hari? Berarti seminggu dapat 600 divers. Sebulan 2400 divers. Average spending Rp1jt per diver? Artinya ada Rp2,4M omzet dari most active days disana. Ini dikerjakan oleh sekian puluh dive center di Bali... So small! wheeew...... We ultimately need more divers! :-\

Kalau lihat report PADI, worldwide growth juga nggak eksponensial. Average annual growth rate sertifikasi baru dalam kisaran 1 - 5% aja tuh kalau gak salah....

Kalau pengamatan sepintas gw pribadi, diving kemanapun, ketemunya 4L (Lo Lagi Lo Lagi). Newbies masih sangat terbatas. Artinya dive industry masih kurang rajin mempromosikan diving ke khalayak ramai nih....

Ini makanya dianggap diving belum mampu menciptakan daya tarik. Pe er gede nih untuk membesarkan industri diving kita....

Kegiatan seperti IWUPC itu kan salah satu inisiatif untuk membuat diving menjadi lebih menyolok dan menjadi perhatian banyak pihak. Ini upaya yang harus didukung, tapi kayanya masih adem ayem aja respon dari publik. Padahal sangat menarik lo IWUPC itu, ayo dong rame2 dukung, ajak temen2 termasuk yg non-diver, agar mereka akhirnya ikut teracuni diving.

Dive Operators/ Instructors, coba deh lakukan visit ke sekolah2, perguruan tinggi dan perusahaan2. Kasih short seminar mengenai daya tarik/ pesona diving dan bagaimana caranya untuk menjadi diver. Ini pasti menarik banget dan merupakan salah satu cara untuk mengundang para calon penyelam untuk akhirnya menjadi penyelam yg aktif. Jangan terlalu pusing soal biaya, anggap effort ini sebagai investasi yg hasilnya akan anda petik kemudian. Utamakan kualitas, dan jangan perang harga yg ujung2nya mengalahkan quality of service. Diving is not for everyone, santai aja. Kalau 10x kunjungan nggak ada satu calon student pun yg nyangkut, ya lakukan 10x lagi, no big deal kan? Namanya juga perjuangan hehehe....

Saya cukup sering memperkenalkan diving di komunitas non-diving. Dan pada umumnya respon sangat positif. Karena saya pribadi nggak ngajar diving (yg biasa2 aja hehehe), saya bagi2 para calon student ini ke banyak dive center/ instructors. Bagi2 customer lah istilahnya. Saya happy dengan cara begini, jualan jangka panjang, dan modalnya nggak gede kok, cuman modal teh botol sama ongkos TJ. Apalagi kalau cerita diving versi online melalui group di WA ataupun BB, modalnya cuma minyak kayu putih buat ngurut jempol doang hahahaha....

Yuuuuk.... para dive professionals, sama2 masyarakatkan diving di komunitas yang lebih luas. The more divers out there, akan semakin hidup industri diving di Indonesia dan akhirnya akan memberikan manfaat bagi nusa, bangsa dan negara (cieeeeee).....

Kok jadi ngalor ngidul ya posting gw? Gak papa yah? Sharing dan msh berhubungan sama topik kok hehehe...

Salam!
rendra

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Sekarang kira-kira berapa yaa divers (WNI) di indonesia.
PostPosted: Thu Oct 24, 2013 1:07 pm 
Offline

Joined: Mon Apr 04, 2011 9:00 am
Posts: 255
Location: Jakarta Crazy City
paling suka kalo om rendra sudah memberi siraman rohani semacam ini hehehehe
kalau masalah jumlah diver di indonesia menurut saya pribadi "bersabarlah", why ?
saya yakin pada generasi ke-3 ini industri selam kita akan berkembang
lho koq generasi ke-3 ? sesuai peraturan hewan yg dilindungi di penangkaran boleh dikonsumsi setelah generasi ke-3
halah malah tambah ngawur
untuk saya sendiri saya anggap generasi ke-2
bagi generasi ke-2 sendiri saya rasa banyak yg tidak mendapat ridho dari generasi ke-1
contohnya saya sendiri dan istri saya, mereka beranggapan ini olahraga yg berbahaya
malah dikomentari "maksimal 5m ya"
untung dgn lambat mereka bisa diberi pengertian
secara langsung maupun tidak langsung ini bisa mempengaruhi minat dari generasi ke-2
ada yg nyoba2 lalu stop karena berbagai faktor, ada yg nyoba2 lalu bablas
istri saya sendiri kalau ga sama saya kayaknya ga akan kesampean untuk diving
di keluarga besar saya ga ada yg diving tapi akhirnya ayah saya skrg keracunan snorkeling, ga nyangka
jujur kalau saya sendiri setahun trip cuma 3 kali, tapi saya gunakan untuk trip yg "memuaskan"
daripada setahun saya bisa 5-6x tapi dgn servis yg so - so

kembali lagi ke generasi ke-3
nah di generasi ke-3 ini diharapkan bisa mendapat keuntungan dari generasi ke-2 yg cita2nya terhambat ataupun diracuni oleh generasi ke-2 ini

industri diving menurut saya baru booming (di indonesia)
jadi butuh waktu untuk mencapai tujuan itu semua


maaf kalau tambah ngawur, maklum org aneh suka membaca dari sudut pandang yg lain

*pak rendra : ppn 10% yg dicatet paling 20-30% dari 10% itu ditambah retribusi daerah, harus percaya lho.... kan kita sealiran (denger2 dari pak denny hihihihihi)


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Sekarang kira-kira berapa yaa divers (WNI) di indonesia.
PostPosted: Thu Oct 24, 2013 4:34 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
kalo dibanding-bandingin ya jadi gitu deh.. besar-kecil itu relatif koq

kalopun kecil bukan jadi alasan pemerintah untuk tidak mendukung toh..

saya lebih setuju dibilang kecil/sedikit dan belum banyak menyumbang, biar makin semangat membangun *abstrak mode on*

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Sekarang kira-kira berapa yaa divers (WNI) di indonesia.
PostPosted: Thu Oct 24, 2013 5:10 pm 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
rendra wrote:
Om Aria,

Contoh di Spore, import duty dive gear itu kalo gak salah cuma 7%, di kita bisa sampai 130% (Di buku tarif bea masuk, alat diving masuk kategori Peralatan Olah Raga Bahari Yang Belum Diklasifikasikan, dengan konsekuensi masuk kategori yg kena PPN Barang Mewah).

Ini makanya dianggap diving belum mampu menciptakan daya tarik. Pe er gede nih untuk membesarkan industri diving kita....

Kegiatan seperti IWUPC itu kan salah satu inisiatif untuk membuat diving menjadi lebih menyolok dan menjadi perhatian banyak pihak. Ini upaya yang harus didukung, tapi kayanya masih adem ayem aja respon dari publik. Padahal sangat menarik lo IWUPC itu, ayo dong rame2 dukung, ajak temen2 termasuk yg non-diver, agar mereka akhirnya ikut teracuni diving.

Dive Operators/ Instructors, coba deh lakukan visit ke sekolah2, perguruan tinggi dan perusahaan2. Kasih short seminar mengenai daya tarik/ pesona diving dan bagaimana caranya untuk menjadi diver. Ini pasti menarik banget dan merupakan salah satu cara untuk mengundang para calon penyelam untuk akhirnya menjadi penyelam yg aktif. Jangan terlalu pusing soal biaya, anggap effort ini sebagai investasi yg hasilnya akan anda petik kemudian. Utamakan kualitas, dan jangan perang harga yg ujung2nya mengalahkan quality of service. Diving is not for everyone, santai aja. Kalau 10x kunjungan nggak ada satu calon student pun yg nyangkut, ya lakukan 10x lagi, no big deal kan? Namanya juga perjuangan hehehe....

Saya cukup sering memperkenalkan diving di komunitas non-diving. Dan pada umumnya respon sangat positif. Karena saya pribadi nggak ngajar diving (yg biasa2 aja hehehe), saya bagi2 para calon student ini ke banyak dive center/ instructors. Bagi2 customer lah istilahnya. Saya happy dengan cara begini, jualan jangka panjang, dan modalnya nggak gede kok, cuman modal teh botol sama ongkos TJ. Apalagi kalau cerita diving versi online melalui group di WA ataupun BB, modalnya cuma minyak kayu putih buat ngurut jempol doang hahahaha....

Yuuuuk.... para dive professionals, sama2 masyarakatkan diving di komunitas yang lebih luas. The more divers out there, akan semakin hidup industri diving di Indonesia dan akhirnya akan memberikan manfaat bagi nusa, bangsa dan negara (cieeeeee).....

Kok jadi ngalor ngidul ya posting gw? Gak papa yah? Sharing dan msh berhubungan sama topik kok hehehe...

Salam!
rendra


Nah kalau ini gue setuju bangeeet.. ayooo majukan.. yaa kita2 juga kan yang harus memajukan.

cuma btw, masih bingung aja sampe sekrang... kenapa industri diving di malaysia kayaknya lebih heboh dari di sin?? thailang lebih rame... bahkan negara ditengah lautan kagak ada "ape2"nya kayak maldives bisa hidup cuma dari wisata.. (termasuk diving).. belum lagi Great barrier reef koq bisa mencapai omset ratusan juta dollar (katanya)per tahun .. mereka mulainya kayak di indonesia juga kah..?

btw out of topic dikit.. gue pernah keliling singapore keluar masuk diveshop.. perasaan harganya murahan di indonesia... gak jadi dah belanja disana..

_________________
-------------
aria anugraha m.
0818796937
https://www.facebook.com/aria.anugraha
--------------


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Sekarang kira-kira berapa yaa divers (WNI) di indonesia.
PostPosted: Thu Oct 24, 2013 6:47 pm 
Offline

Joined: Mon Apr 04, 2011 9:00 am
Posts: 255
Location: Jakarta Crazy City
aria4m wrote:
cuma btw, masih bingung aja sampe sekrang... kenapa industri diving di malaysia kayaknya lebih heboh dari di sin?? thailang lebih rame... bahkan negara ditengah lautan kagak ada "ape2"nya kayak maldives bisa hidup cuma dari wisata.. (termasuk diving).. belum lagi Great barrier reef koq bisa mencapai omset ratusan juta dollar (katanya)per tahun .. mereka mulainya kayak di indonesia juga kah..?


pertanyaan menarik, untuk menjawabnya anda harus mengalaminya
mulai dari anda kesana menikmati liburan disana dan membandingkan nikmati liburan disini
yg dibandingkan fasilitasnya, kemudahannya, kenyamanannya, masalah keindahan nomor 2 lah
disini maksud saya mulai dari kedatangan, informasi, transportasi, kenyamanan di bandara, kotanya, perjalanannya, bla bla bla sampai anda duduk di pesawat untuk pulang

lalu mencari info bagaimana org bisa mendirikan suatu resort mulai dari perizinan, validitas informasi kepemilikan, biaya yg jelas, keamanan hasil investasi, bagaimana bentuk dukungan pemerintah, masyarakat, bla bla bla sampai bisa operasional dgn aman dan diterima masyarakat setempat, dan ga lupa perilaku masyarakat setempat terhadap kepedulian yg berhubungan dgn dunia diving (jorok kah, masih pake bom, mancing hiu)

bandingkan dgn di indonesia

nanti akan terjawab sendiri


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Sekarang kira-kira berapa yaa divers (WNI) di indonesia.
PostPosted: Thu Oct 24, 2013 10:28 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Jaman saya mulai diving, dulu ada majalah namanya Skin Diver, itu majalah diving paling laku/ best seller di dunia. Majalah ini sudah ada sejak periode tahun 70'an kayanya.

Nah, pada saat itu, medio awal 80'an, kalau perhatikan iklan-iklan yang ada di majalah Skin Diver itu isinya nawarin dive trip semisal Truk Lagoon, Maldives, GBR, PNG dan pulau2 pacific lainnya, termasuk ke Papua, daerah kepala burung yg sekarang ngetop dengan nama Raja Ampat. But you know what? Saat itu operator diving ke wilayah Papua adalah pasangan Ron & Valerie Taylor, dengan model Live Aboard (lupa nama kapalnya). Saking penasarannya, pergi juga saya ikut mereka dan masih ingat bener waktu itu booking via Florida, dan berangkat dari Guam... Padahal masih ada flight dari Jakarta - Biak - Hawaii - LA waktu itu. Ironis ya, org Indonesia mau nyelem ke lokasi di Indonesia, tapi kudu traveling dulu ke negara orang.... #-o

Back to the eighties, jumlah penyelam rekreasional kayanya masih sangat minim, dan akhirnya eksplorasi daerah2 tujuan selam pun belum bisa optimal. Barulah setelah tahun 2000'an kelihatan mulai menanjak dan publikasi tentang daerah2 tujuan wisata selam selain Bunaken, Wakatobi, Bali dan Pulau Seribu mulai terbuka. Derawan, Kakaban, Maratua itu baru kita kenal sekarang, sayang banget. Padahal operator Malaysia dan Filipina udah jualan lokasi tersebut sejak lama.

So, bener bahwa ini masalah proses, masalah waktu. Mudah2an Moore's Law berlaku juga di industri selam Indonesia, pertumbuhan yg exponential. Ini hanya bisa terjadi kalau kita sebagai tuan rumah, yang punya negeri, aktif berkontribusi.

Konon negara kita penduduknya 200 juta orang. Kalau 1% aja yg nyelem, artinya udah 2 juta orang.... aamiin! Mudah2an tercapai ya...

Nanti kalau ada kesempatan bekoar di depan umum, gw mau deh bekoar soal topik ini... seru nih...

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Sekarang kira-kira berapa yaa divers (WNI) di indonesia.
PostPosted: Sun Oct 27, 2013 6:50 pm 
Offline

Joined: Mon Aug 27, 2012 7:25 am
Posts: 73
Mas Rendra,

Maksudnya kali 30% ya, pajak barang mewah? Masa 130%?

setuju banget mas untuk usaha mengurangi pajak untuk divegear.
kalo menurut saya, ini seperti lingkaran setan...
diver minta pajak dive gear dikurangi -> pemerintah gak setuju kalo diver gak banyak -> diver saat ini gak banyak karena dive gear mahal -> dst...

mungkin pendekatan ke pemerintah bisa sedikit dirubah arahnya:
1. semakin banyak diver akan memacu ekonomi di daerah-daerah tujuan selam
2. diver dengan gear milik sendiri akan lebih comfortable dalam melakukan penyelaman
3. diver yang sudah punya gear sendiri punya "tekanan mental" untuk merencanakan trip setidaknya setahun 2x, atau sekedar weekend diving
4. supaya diver punya gear sendiri dan mentrigger poin 1 dan poin 3, pajak barang selam dikurangi

menurut saya berbeda dengan golf, diving lebih "memeratakan" pendapatan terutama ke daerah-daerah, dan kontak langsung diver adalah dengan masyarakat lokal (makan indomie di warung2 lokal, ngasih tip ke dive guide lokal, dsb) - berbeda dengan golf, dari segi pemerataan ekonomi, uang dari golfer masuk ke kantong korporasi dan hanya sedikit yang ke masyarakat lokal.

harus diyakinkan bahwa efeknya jelas tidak instan, tapi in the long run pastinya diving semakin populer.
Terutama dengan semakin banyaknya middle-class worker - pekerja kantoran yang aslinya pecinta alam dan tertarik dengan diving, namun jadi gak semangat/gak tertarik untuk diving karena problem biaya.

jangan lupa juga karakteristik masyarakat Indonesia itu sensitif terhadap biaya - lebih memilih untuk mendapatkan lower cost & lower quality service/goods daripada better service/goods tetapi punya impact cost tambahan.
buktinya? coba kita tanya sama2 nih sama temen kita yang kemaren buka garage sale barang diving bekas di bubbles... barangnya LICIN TANDAS GAK BERSISA - saya ampe gak kebagian apa2 =)) =)) =))
dari situ sebetulnya sudah keliatan kalo pasarnya ada - tinggal gimana "memantik api"nya supaya jadi semakin booming.

saya lihat dive operator sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyediakan trip dengan biaya semurah mungkin (kadang saya amazed dengan murahnya biaya - relatively - untuk melakukan diving trip!), saatnya dari negara membantu untuk mem-boost dengan mengurangi pajak barang mewah tersebut.

kalo boleh usul, tentang pertanyaan "berapa jumlah diver aktif di Indonesia" - sodorin aja daftar diver indonesia yang ngambil sertifikat di dive center Indonesia - PADI, SSI, SDI, POSSI, dll.
kalo mau agak "jujur", dilist open water diver yang terdaftar. sertifikat lanjutan (AOW, A2, dll) tidak dimasukkan dalam total diver.
kalo mau agak "jail", tumplekin aja semua list diver dengan berbagai tingkat sertifikasi :mrgreen:

just for the info... saya pernah ngobrol dengan turis asing - ybs booking trip ke Indonesia ON LOAN (minjem duit ke bank) demi bisa diving selama sebulan di Indonesia.

Sedemikian menariknya alam bawah air kita buat turis luar.

bonga2


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Sekarang kira-kira berapa yaa divers (WNI) di indonesia.
PostPosted: Tue Oct 29, 2013 1:24 pm 
Offline

Joined: Sun Oct 23, 2011 10:50 am
Posts: 20
Location: Jakarta
Ini topik menarik banget karena pertanyaan ini jadi pertanyaan saya juga akhir-akhir ini. Berapa jumlah diver di Indonesia selama kurun waktu 5 tahun terakhir? Saya rasa usul mas/mbak bongabonga menarik banget, bisa dihitung dari berapa orang yang ambil license per tahun nya dari masing-masing agency. baik itu OW, AOW, Rescue atau DM. Cuma pertanyaannya sekarang, data ini dipublikasikan gak oleh masing-masing agency? Kalo pun gak dipublikasikan, kira-kira bisa diusut ke masing-masing agency gak ya? Datanya pasti kotor ya karena campur sama WNA yg ambil license di Indonesia, tapi ya bisalah jadi acuan.

Kalo perhatian saya bukan ke divegear sih mas/mbak sekalian, tapi betapa cepat lakunya pernak-pernik diving saat Deep Indo. Kayak kaos, gantungan kunci, lighter sampe kerudung kepala yang biasa buat biker tapi bisa dipake buat diver cewe berambut gondrong kayak saya. Ada pasar juga tuh di situ...


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Sekarang kira-kira berapa yaa divers (WNI) di indonesia.
PostPosted: Tue Oct 29, 2013 9:51 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
cicisuciati wrote:
Ini topik menarik banget karena pertanyaan ini jadi pertanyaan saya juga akhir-akhir ini. Berapa jumlah diver di Indonesia selama kurun waktu 5 tahun terakhir? Saya rasa usul mas/mbak bongabonga menarik banget, bisa dihitung dari berapa orang yang ambil license per tahun nya dari masing-masing agency. baik itu OW, AOW, Rescue atau DM. Cuma pertanyaannya sekarang, data ini dipublikasikan gak oleh masing-masing agency? Kalo pun gak dipublikasikan, kira-kira bisa diusut ke masing-masing agency gak ya? Datanya pasti kotor ya karena campur sama WNA yg ambil license di Indonesia, tapi ya bisalah jadi acuan.

Kalo perhatian saya bukan ke divegear sih mas/mbak sekalian, tapi betapa cepat lakunya pernak-pernik diving saat Deep Indo. Kayak kaos, gantungan kunci, lighter sampe kerudung kepala yang biasa buat biker tapi bisa dipake buat diver cewe berambut gondrong kayak saya. Ada pasar juga tuh di situ...


Mbak/mas cicisuciati,

Inilah uniknya suatu industri. Makanya saya lebih mengarahkan hal ini sebagai topik industri diving, karena dalam suatu industri akan muncul multiplier effect. Multiplier effect inilah yang akan dinikmati para stakeholders dalam cakupan yang lebih luas dan saling terhubung satu sama lain baik secara langsung maupun tidak langsung.

Terlepas dari ketersediaan data (yg kalau ditunggu bakalan bikin ide pada mentok/ stagnant), maka saya mengajak siapapun yang saat ini sudah bersinggungan dengan topik diving, untuk ikut memasyarakatkan diving kepada masyarakat luas. Tujuannya tidak lain untuk menularkan lifestyle ini, yang pada akhirnya akan membentuk industri selam yang semakin mantap.

Sebagai gambaran, menurut pendapat saya porsi ekonomi dive gear dalam industri selam akan terbatas, akan tetapi dive trip, courses, sampai pernak-pernik, kuliner, transportasi, akomodasi, akan tumbuh secara eksponensial terhadap dive gear.

Coba kita buat ilustrasi super iseng...

Diver A beli dive gear komplit, yg paling bagus, paling mahal, dia spend Rp30 juta. Dia bakal pakai ini at least for the next 3 years.

Nah within the next 3 years, setelah si Diver A ini menyelam dan punya gear sendiri, dia akan menghasilkan perputaran ekonomi yg sangat besar dibandingkan dive gear investmentnya....

Misalnya...
Dalam setahun si A ini melakukan 5x trip, per trip 5x dive. Per dive dia spend 500rb. Dive trip = 25 x 500rb = 12.500.000
Dari 5x trip, 3 trip yg deket (misal pulau seribu), dia spend transportasi dan akomodasi Rp750.000/ trip = 2.250.000
Sisanya 2 trip yg jauh (misal ke Komodo dan Bali), dia spend transportasi dan akomodasi Rp4jt/ trip = 8.000.000
Selama trip, pasti wisata kuliner, atau plg nggak ya makan/ minum, anggap habis 200rb/ hari = 2.000.000
Trus dia belanja souvenir, anggap spend 1 juta deh setahun...

Nah dalam setahun, si A udah spend Rp12.5 + 2.25 + 8 + 2 = 24.75jt.
Dalam 3 tahun, si A spend hampir 75jt utk trip aja, which is 2.5x investment dia di dive gear

Hebat kan? Belom ngitung spending utk course, utk advancing the skills and knowledge

Sekarang, ada berapa org spt A? Anggap 100.000 orang... maka GDP industri selam menjadi 100.000 x 25jt/thn = 2,500,000,000,000 (dua setengah trillion rupiah!)

Kalau 1% penduduk Indonesia adalah penyelam seperti si A ini, maka ada 2.000.000 penyelam, yg artinya bisa menghasilkan perputaran ekonomi dr industri selam sebesar 2jt x 25jt (males banget yak ngitungnya)....

25 x 2 = 50, trus angka nolnya ada 12! => 50,000,000,000,000! Ini masih diluar dive gear lho!

Yg menikmati ekonomi sebesar 50T ini siapa? Banyak banget! mulai dari instruktur, toko, sampe tukang parkir dan tukang sapu! negara juga menikmati pendapatan pajak dari PPN dan PPh.

Angka 50T ini baru satu elemen perputaran industri lho.... baru ngitung dari diving, dan domestic consumption. Belum ngitung tourist visit dr luar negeri. Belum ngitung investasi di sektor pendukung (resort, hotel, restaurant, sekolah pariwisata, sekolah selam, warung, rumah makan, industri perkapalan and so on and so on....)...

Kalau hitungan saya, jika ada 2jt penyelam di indonesia, industri selam akan mampu menciptakan perputaran setidaknya sekitar Rp150T setahun, yg artinya bakalan nyumbang PPN 15% dan PPh yg lumayan

So, yuk ramein industri selam kita.... sambil menyelam, minum air hehehe...

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Sekarang kira-kira berapa yaa divers (WNI) di indonesia.
PostPosted: Tue Oct 29, 2013 9:55 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
bongabonga wrote:
Mas Rendra,

Maksudnya kali 30% ya, pajak barang mewah? Masa 130%?


bonga2


bener 130% bro....

Jadi, kalau berdasarkan buku tarif, untuk alat selam yg tidak ada kategori khusus ini bisa saja diperhitungkan sbb:

Pajak Bea Masuk (PBM) = up to 100%
PPN import = 10%
PPN BM = 10%
etc.. etc = 10%

Sum up, bisa sampai 130%...

Di HS book/ buku tarif 2012, baru wetsuit doang yg ada tarifnya.... yg lainnya msh masuk klasifikasi peralatan olah raga perairan yg belum diklasifikasikan... Pinter2an kasih penjelasan dan mohon maklum org bea cukai, supaya PBM nggak sampai 100%...

Nasiiiiiiiib.....

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Sekarang kira-kira berapa yaa divers (WNI) di indonesia.
PostPosted: Wed Oct 30, 2013 1:14 pm 
Offline

Joined: Sun Oct 23, 2011 10:50 am
Posts: 20
Location: Jakarta
Quote:
Kalau 1% penduduk Indonesia adalah penyelam seperti si A ini, maka ada 2.000.000 penyelam, yg artinya bisa menghasilkan perputaran ekonomi dr industri selam sebesar 2jt x 25jt (males banget yak ngitungnya)....
Quote:



Tapi pertanyaannya masih...berapa jumlah divers WNI? Data ini dipublikasikan atau tidak oleh agency-agency diving itu? Kalau lihat dari thread diskusi ini tampaknya hanya PADI yang mau terbuka.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Sekarang kira-kira berapa yaa divers (WNI) di indonesia.
PostPosted: Wed Oct 30, 2013 11:44 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
cicisuciati wrote:
Quote:
Kalau 1% penduduk Indonesia adalah penyelam seperti si A ini, maka ada 2.000.000 penyelam, yg artinya bisa menghasilkan perputaran ekonomi dr industri selam sebesar 2jt x 25jt (males banget yak ngitungnya)....
Quote:



Tapi pertanyaannya masih...berapa jumlah divers WNI? Data ini dipublikasikan atau tidak oleh agency-agency diving itu? Kalau lihat dari thread diskusi ini tampaknya hanya PADI yang mau terbuka.


wah kalo masalah MAU terbuka atau buka-bukaan monggo menuju ke TKP

http://www.possi.or.id/possi-divers-database/

tapi maklum ya kalo belom semua entry data dimasukin, tergantung waktu senggang admin nya :-D

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Sekarang kira-kira berapa yaa divers (WNI) di indonesia.
PostPosted: Thu Oct 31, 2013 10:23 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
@Nando: weleh.... baru 199 entry tuh.... hahaha.... belom bisa jadi info yg akurat....

@Cici: guestimate aja, local diver yg aktif sekitar 5000 orang paling banyak. Aktif tuh artinya paling nggak di menyelam 2 kali dalam setahun (2 dives). ini kalau mau ambil moderat. kalau mau lebih konservatif, penyelam aktif paling nggak dia menyelam 5x dalam setahun (5 dives). Jumlahnya akan jauh lebih sedikit, mungkin di bilangan 3000'an orang aja...

Kita coba research kecil2an sedikit, pakai alatnya adalah member dari forum/ socmed:

Forsel: as of this point tercatat 2404 member, aktif plg banyak 10%

Facebook:
- Group Deep & Extreme Indonesia (ini group berkaitan sama Deep Indonesia, so boleh dibilang bisa merepresentasikan org yg punya minat dan pergi ke Deep Indonesia expo): terdaftar 3400 member... yg aktif.. ?

- Group SDI (yg masuk ke SDI umumnya aktif menyelam, mudah2an): 991 member ---> almost genuine number of active local divers yg bersocmed via FB

- Group Banyu Biru Explorers (umumnya penyelam aktif juga - closed group approved by moderator): 321 member ---> genuine number, dan umumnya member di group SDI dan Deep/Extreme Indonesia

So, anggap, dari FB aja, yg near accurate aktif divernya gak lebih dari 1000 orang.

Yg di luar FB, anggap 2x lipat, jadi ada 2000 orang lagi... total 3000'an...

Kayanya angkanya nggak jauh deh dari segitu... So that's your current market utk local divers.

Very small? Yup, that's the fact!

So, yuuuk ajak lebih banyak orang menyelaaaaaam.....

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Last edited by rendra on Thu Oct 31, 2013 10:32 am, edited 1 time in total.
additional data


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Sekarang kira-kira berapa yaa divers (WNI) di indonesia.
PostPosted: Thu Oct 31, 2013 10:55 am 
Offline

Joined: Sun Oct 23, 2011 10:50 am
Posts: 20
Location: Jakarta
Waw, ini info yang sangat berguna mas Rendra...makasih ya :x :x :x

Jadi ah jualan pernak-pernik diver ;)

Jadi pengen daftar ke SDI dan Banyu Biru Explorers...


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Sekarang kira-kira berapa yaa divers (WNI) di indonesia.
PostPosted: Thu Oct 31, 2013 11:25 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Ini ada berita di Jakarta Post online tanggal 19 Oktober 2013.

Menurut berita ini, industri diving menghasilkan 'hanya' Rp14,5M setahun!!!! Ow My Gawd! :-o

Judulnya: Scientists, diving industry to recover RI's Coral Reefs
Link: http://www.thejakartapost.com/news/2013 ... reefs.html

Marine scientists from several NGOs are conducting joint efforts with dive operators to recover coral reefs in some areas in Indonesia affected by mass bleaching due to global warming.

At a workshop on coral bleaching held in Denpasar on Friday, they discussed the impact of coral bleaching, which occurred at an alarming rate in 2009 and 2010, and attempted to learn from the episode to anticipate more bleaching in the future.

It was predicted that future coral bleaching could be more severe and frequent as sea temperatures continued to rise significantly, said Scott Heron, marine physicist from NOAA Coral Reef Watch.

“We’re looking back at the 2010 bleaching event to see what we can learn and do. Ocean acidification has been more severe due to higher carbon emissions, which have weakened coral exposed it to stressful conditions due to pollution and irresponsible human activities in the ocean,” Heron said.

Coral bleaching occurs when coral loses its alga symbionts called zooxanthellae due to stressful conditions. The coral tissue becomes transparent, bleaching it white. Without the zooxanthellae, the coral not only lose their color, but also slowly starve to death.

In 1998, the worst coral bleaching in 700 years occurred, hitting the Great Barrier Reef. The Caribbean area suffered a similar fate in 2005.

In 2009, mass bleaching was recorded in Bali and a year later many famous dive sites in the Maldives, Thailand and Malaysia reported severe bleaching affecting all coral areas there.

“In Indonesia, about 20 locations also reported mass bleaching. In Sabang and East Aceh up to 90 percent of coral were reported to be bleaching and have gradually recovered,” said Naneng Setiasih from the Coral Reef Alliance.

Heidi Schuttenberg from the Centre for Sustainable International Development at the University of Aberdeen, said bleaching had a negative impact on tourism, particularly divers’ satisfaction with reef conditions and marine life.

“However, there are factors that operators can control to maintain diver satisfaction, price and information. Divers are supportive of such management and prefer operators that are engaged in reef management and who are environmentally-friendly,” she said.

She explained what could be done to respond to coral bleaching and climate change, including implementing effective responses by raising awareness, supporting coral survival and collecting information to improve management, as well as identifying naturally resilient areas and incorporating these into management priorities.

Amar Doshi from Queensland University of Technology’s School of Economics and Finance conducted research on the economic value of scuba diving and the impact of bleaching in Indonesia, Malaysia and Thailand.

He found that coral bleaching in 2010 probably resulted in a loss of about Rp 1.1 billion (US$96,800) to 1.7 billion.

“Diving brings substantial economic benefits to economies — as much as Rp 14.5 billion a year, but the total cost of bleaching to the region is likely to have been over Rp 1.1 billion,” he said.

Representatives from the diving industry said they would actively report to the authorities and NGOs that were responsible or monitoring coral. NGOs also provided an easy guide on recognizing bleached coral and reporting it.

:shock: :(( #-o

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 32 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: