It is currently Fri Oct 20, 2017 9:06 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 36 posts ]  Go to page 1, 2, 3  Next
Author Message
 Post subject: Belajar Diving - Sampai Tingkat Apa?
PostPosted: Wed Apr 18, 2012 4:25 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Kejarlah cita-citamu setinggi langit... Oleh karena itu, belajarlah yang giat, hingga ke tingkat yang tertinggi... ini antara lain pepatah para orang tua...

Nah, berkaitan dengan aktivitas diving yang juga harus melalui proses belajar untuk memperoleh peringkat/ certification rating, sampai sejauh mana sih sebetulnya kita harus dan atau mau meneruskan belajar?

Kalau dengan bersertifikat Open Water saja sudah boleh diving, terus kenapa harus ambil Advanced Open Water? Kenapa sih musti lanjutin ke tingkat Advanced? Kalau sudah Advanced, ada lagi tingkatan Rescue Diver, apa iya perlu? Terus, kalau sudah menjadi Rescue Diver, mau kemana lagi? Jadi Divemaster kah? Atau mau jadi Master Scuba Diver? Terus apa manfaat atau kegunaannya mengikuti berbagai jenjang tersebut?

Selamat membahas melalui thread ini... Para sesepuh dan instruktur sangat diharapkan tanggapannya. Terima kasih.

Mudah-mudahan bermanfaat :D

Salam,
Rendra

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Apr 18, 2012 5:01 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
kalo menurut saya sih sertifikat itu hanya sekedar legalitas yang bisa kita manfaatkan privilege nya

kalo belajarnya sih baiknya terus, atau disesuaikan dengan kebutuhan,

jika kita memang memiliki kemampuan pada suatu level tertentu, ga ada salahnya menyesuaikan sertifikat yang kita miliki dengan tingkatan tersebut.

ga berlaku sebaliknya (tapi ini menurut saya pribadi yah)

apapun yang kita pelajari manfaatnya pasti akan kembali ke diri kita sendiri
tapi penerapannya bisa saja bermanfaat buat orang lain.

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 19, 2012 9:01 am 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
Setuju, belajar tidak ada akhirnya. Lebih baik kita terus merasa hijau daripada merasa matang. Kalau sudah matang kan akan segera menjadi busuk.

Hanya saja, yang mungkin perlu dikomen oleh para pakar disini, kursus diving itu 'Mahal'. Setiap kali kita ingin melegitimasi kemampuan dan pengalaman menjadi selembar kartu harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Tapi yang pasti pengalaman dan meningkatkan Log itu juga 'Mahal'.

Suatu saat saya pernah merasa, cukup sertifikat sampai disini, karena kami diving hanya ingin sebatas rekreasi dan penyaluran hobby dengan fun. Tapi bertambahnya log dan karena diving di usia yang tidak muda lagi dan selalu bersama pasangan, rasanya perlu memiliki kemampuan untuk juga menolong orang lain. Kemudian dengan berjalannya kegiatan diving, rasanya perlu juga tau mengenai specialisasi tertentu.. lebih lanjut,... rasanya tanggung amat passionnya yaa.. dah mikirin kalau bisa ngajar kan lebih baik dan lebih assiiik ..

Jadi untuk saya sertifikasi kendalanya duit dan di drive oleh kebutuhan aktivitas yang terus bertambah dan tentunya passion yang terus berkembang (entar kalau mau bikin Dive Center perlu donk jadi Course Director ,.... hehehehe (masih ngimpi.com kalee) ..

Salam
aria
(yang masih banyak keinginan yang belum tercapai... jauh kali yaa hehehe)


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 19, 2012 10:36 am 
Offline

Joined: Sat Mar 20, 2010 7:31 pm
Posts: 222
Location: Jakarta Selatan
aria4m wrote:
Setuju, belajar tidak ada akhirnya. Lebih baik kita terus merasa hijau daripada merasa matang. Kalau sudah matang kan akan segera menjadi busuk.

Hanya saja, yang mungkin perlu dikomen oleh para pakar disini, kursus diving itu 'Mahal'. Setiap kali kita ingin melegitimasi kemampuan dan pengalaman menjadi selembar kartu harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit.


Setuju banget oom … semakin menyelami ilmu diving semakin asyik

Saat ini saya level PADI OW aja. Saya tdk punya niat “punya sertifikat” ke level atasnya

… tapi saya enjoy “nyerap ilmu + praktek” sebanyak2nya krn kebetulan saya punya bbrp teman expat baik yg Master maupun Instructor

Beruntung dari mereka ini saya mendapat ilmu + praktek ala pertemanan alias gratis hehehe ... + youtube :)

Mereka juga mewariskan buku Advance, Rescue hingga Dive Master yg kebetulan sudah saya baca semua… (meski dah banyak yg lupa isinya … yg paling ingat praktek Rescue : Mouth to mouth breathing xixixi)

Karena tujuan saya hanya u/ menyalurkan hobby dan rekreasional saja, saya merasa nyaman dgn level paling jebot/OW tadi … yg kurang nyaman itu tadi … duitnya hehehe

Saya setuju dgn semua pendapat suhu2 di atas ... belajar dan galilah ilmu sebanyak-banyaknya

salam


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 19, 2012 6:50 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Saya sependapat, pada dasarnya belajar (apa aja) adalah suatu proses tanpa akhir; namun setiap orang memiliki keterbatasan masing-2 yang mau tidak mau akan membatasi cara, metode, tahapan dan level belajar tsb.

Hal yang sama juga berlaku utk aktifitas diving - semakin banyak belajar - tentunya (maunya) akan meningkatkan kemampuan diri yang diharapkan akan memberikan hasil yang lebih baik - baik dari segi safety maupun utk bisa menikmati diving itu sendiri.
Diving kaya yo-yo tentunya juga nggak fun dan nggak safe.
Maunya sih belajar terus, tapi keterbatasan waktu, biaya, IQ yang cuma sedikit diatas jongkok (kata anak saya - makin tua papa makin males mikir) yah saat ini kita sekeluarga (kecuali yang paling kecil) baru sampai rescue diver.
Menurut saya, materi rescue diver adalah materi yang paling menarik.
Saya sangat merekemondasi untuk setiap rekreasional diver paling nggak bisa sampai level ini - dan terus diasah agar nggak tumpul.
Saat ini belum terpikir untuk belajar secara formal ke level yang lebih tinggi (ntah kalau nanti pensiun) - namun bukan berarti berhenti belajar. Lah ngikutin forum ini, membaca tulisan2 nya om rendra, mbah surya, mas hantu dlll. juga bagian dari belajar - gratis lagi.

Kalau anak saya kayaknya sih pengen terus, cuma nyari waktunya yang nggak gampang, apalagi saat ini kita tinggal jauh dari laut


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 19, 2012 10:01 pm 
Offline

Joined: Mon Feb 08, 2010 10:37 am
Posts: 87
ikutan sharing ah..

sampai kapan atau sampai tingkat apa..?
bisa nyelem aja udah berasa ajaib banget...jadi rasanya sih sampai OW saja...tapi terus berusaha supaya semakin bagus..dan gak main yoyo underwater...

:)


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 05, 2012 10:45 pm 
Offline

Joined: Sun Apr 29, 2012 12:56 pm
Posts: 49
nuhunnn akang dan teteh...

kalau belajar diving sampai tingkat apa ?

ku jawab : sedalam lautan luas... tak terbatas gedung, tak terbatas jalan, lampu merah, macet... hanya satu yang membatasi kita.... tabung oksigen :D

Sebenarnya belajar itu tak terbatas, sejauh usaha niat dan kesempatan.
Tapi kalau buat saya, tanpa dibatasi nggak bakal bisa (batas target maksudnya)... pertama sebatas kolam, kedua openwater.... selanjutnya semoga secepatnya ke advance.... sudah advance tdk lupa rescue buat keselamatan temen-temen. kalau punya kesempatan, didukung usaha, dan dilengkapi niat... semoga master... setelah master pun bnyk lagi nggak stop disitu... U/W Navigator, Ice Diver, ... next?? U/W Photography (kalo di amrik BIG Year foto burung, kita bisa setahun koleksi jenis foto binatang laut :D ) lanjutnya apa lagi ? salvage master... terus...terus tumbal scientist ke perut laut terdalam.... hehe nggak dong... selanjutnya diving to the moon

yg namanya mimpi gk abis2 :D

salam kenal ya :D


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 06, 2012 2:59 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Jan 27, 2007 6:53 pm
Posts: 1379
Location: Sanur - Bali
Sampai tingkat dewa :)

_________________
Instructor & Trips Organizer
Bali Marine Diving, Dive for Bali & Beyond
CP : Nicky/WA 08123891254/08123808808
Web : http://www.balimarinediving.com
FB : http://www.facebook.com/balimarinedive
IG : @balimarinedive
Twit : @balimarinedive


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jun 11, 2012 1:16 am 
Offline

Joined: Sun Nov 22, 2009 12:59 am
Posts: 77
kalo dulu sya sebenenarnya karna part-time di dive center trus same boss nya di sekolahin DCS SSI ya udah terusin aja.... wkwkwkwkwkwkwk!!!


dan bukti nya sekarang saya harus balik kuliah ke Europe saya masih bisa part-time sebagai instructor di DC dan gaji nya lumayan lho buat student sprt saya :lol: :lol:


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jun 11, 2012 11:10 am 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
gelembung wrote:
kalo dulu sya sebenenarnya karna part-time di dive center trus same boss nya di sekolahin DCS SSI ya udah terusin aja.... wkwkwkwkwkwkwk!!!


dan bukti nya sekarang saya harus balik kuliah ke Europe saya masih bisa part-time sebagai instructor di DC dan gaji nya lumayan lho buat student sprt saya :lol: :lol:


wah ini .. sangat memotipasi daku nih..
thanks for sharing...

aria


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jun 11, 2012 5:59 pm 
Offline

Joined: Mon Jun 21, 2010 10:29 pm
Posts: 171
Location: Rotterdam
waaaksss....pas banget thread-nya dengan dilema saya selama ini.

Pertanyaan saya - apa perlu saya ambil sertifikasi menyelam setelah OW? Proses sertifikasi harganya lumayan dan bisa makan waktu plus sedikit banyak, pandangan saya soal sertifikasi idem dito sama mas Oceanographer..cuman gak ngoyo mesti melegalkan kemampuan ke kartu.

Soal ilmu saya termasuk yg rajin beli dan baca majalah menyelam di sini, jadi sedikit banyak up-to-date-lah. Di sini majalah menyelamnya biasanya juga membahas biologi kelautan juga.

Dan tadinya saya berpikir kalau udah sering menyelam, pengalaman menjadi guru yang terbaik buat kita..

Sampai akhirnya yang saya alami baru-baru ini - ternyata bisa ada beda perlakuan oleh dive center/operator kalau tamu-nya hanya punya sertifikasi OW aja. Ini pengalaman baru-baru ini, waktu di Malapascua, bos dive center-nya sempet bilang kalau mau ketemu Trehser sharks kedalamannya mesti 26 meter ke bawah, jadi dinasehatin saya tidak ke sana karena sertifikasi saya OW. Jadi saya harus buktiin berapa banyak saya sudah menyelam dan untungnya buku dive-logs saya bawa semua. Saya bukan yang tipe penyelam yg ngoyo mau ke 60 meter tapi ya kalau udah lumayan sering menyelam di berbagai kondisi dan kebetulan pernah nyampe 40 meter, jadi rasanya konyol, gak bisa menyelam di satu dive site hanya karena sertifikasi saya OW. Sementara buddy dive saya gak perlu nunjukkin dive-logs-nya (sertifikasi AOW).

Setelah kejadian ini kayaknya saya akan ambil AOW di trip mendatang, sementara buddy dive saya mau ambil Rescue Diver.

Kalau ada ide sertifikasi apa yang menarik dari non PADI mohon di-sharing juga..terimakasih sebelumnya.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 12, 2012 1:18 am 
Offline

Joined: Sat Aug 20, 2011 5:18 pm
Posts: 360
Ya mmg ada sedikit dilema klu bgt, nanti klu misal amit2 nih terjadi kejadian yg tidak diharapkan, yg disalahkan dan dianggap tdk profesional siapa?? Pasti si pihak resort yg kena getahnya "kok udah tau OWD malah dibw sampe 30m?? Shark lg..."

Knp sertifikasi penting? krn mmg itu dijadikan salah satu tolak ukur seorang diver.. Krn logikanya dan menurut sy seharusnya, klu kita cuma pegang OWD even log kita 100, brarti semua 100 log itu kita tidak pernah turun lebih dalam dari kedalaman yg sdh ditetapkan secara standard dan jg profile site yg sesuai utk level OWD. Klu kita menyalahi aturan itu dan logbook kita isinya site2 utk advance, ya syukur semuanya lancar dan gak ada terjadi apa2..

Klu gt yg pegang advance atau rescue atau higher than that pasti bisa?? Belum tentu jg mmg, relatif, klu yg dapatnya shortcut pasti tdk akan sesuai antara level dan skill, tapi klu kita memilih jln spt itu ya resiko silahkan ditanggung dan dipikirkan sendiri2..

Ada org OWD tapi skill setara DM, ya banyak, tapi sewaktu dia jd klien di sebuah trip, apa jaminan si dive pro yg bertindak sbg yg bertanggung jawab terhadap si diver bahwa org ini mmg sertifikatnya aja yg OWD tapi skill sdh jauh di atas.. Kita belajar dan terus belajar, tapi setidaknya certified itulah bukti konkritnya.. Klu dibalik, apa mau diving sm dive pro yg ngaku2 dive pro tapi gak ada bukti?? tentunya kita jg nggak ngerasa safe.. ;)

Menurut sy sertifikasi ada 2, ada Certified Diver atau Qualified Diver apapun level sertifikasinya. Certified blum tentu qualified..

Mmg kita gak maksa harus melegalkan kemampuan ke kartu krn ada faktor2 lain spt biaya, waktu, dll, klu kita dive nya sm dive pro itu2 aja mungkin no problem, tapi klu dive pro baru ketemu di t4? apa jaminan seorang dive pro utk percaya dgn apa yg dikatakan oleh klien? logbook bisa diisi asal, kartu bisa shortcut jg, tapi setidaknya 2 hal inilah yg disinkronkan pertama kali lalu pembuktian di bwh air sewaktu dive pertama, klu sbg diver kita "bohong" ya akibatnya nanti bisa fatal.

Klu pertanyaannya apakah cukup sampai recreational level aja apa masuk dive pro, itu lain lg pembahasannya..

Just IMHO, mohon koreksi2 nya dari senior2 klu ada yg salah.. Masih belajar jg.. :)


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 12, 2012 10:03 am 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
Kalau menurut saya ada beberapa hal :
1. Kegiatan Diving (termasuk keselamatan) adalah tanggung jawab masing2 certified diver; dan sudah seharusnya dia tidak melebihi 'kemampuan' dan sertifikasi yang dimiliki. kenapa..?
2. Level sertifikasi menunjukkan formal trainning yang pernah dilalui. Mengacu pada no satu, benar bahwa pengalaman akan menjadi limit si diver sendiri; tapi dengan sertifikasi atau kursus minimal orang ybs sudah dipaksa untuk tahu teorinya.
3. Sejalan dengan om AKA diatas, segalanya menjadi penting pada waktu ada masalah' . Ternyata kemampuan orang solving problem juga di drive tidak semata dari pengalaman tapi dari pengetahuan teori diving.
4. Pengalaman saya yang masih sedikit menunjukkan, ternyata banyak ilmu baru dan teori-praktek baru yang didapat pada waktu ikut kursus;
5. Saya rasa itulah sebabnya yang namanya non certified diver cuma bisa discovery dive bersama pro. Karena apa ? ada faktor teori diving yang dia belum pelajari. Temen saya yang pernah ikut discovery diving komentar, ooo diving begini aja tho...?? (hehehe belum tau dia kalau ada masalah..).
6. Ternyata menjadi Diver yang bertanggung jawab dan sadar diri (termasuk sadar lingkungan) terbentuk selain dari pengalaman diving, diskusi (Seperti yang paling mantab dari forsel ini), juga dari pengetahuan basic teori diving itu sendiri.

hehehehe koq gue jadi kayak jualan kursus yaa,,, yaaa minimal lagi berusaha menyemangati diri sendiri buat terus belajar.

go save diving friends
Aria


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 12, 2012 10:18 am 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
AKA wrote:

Ada org OWD tapi skill setara DM, ya banyak, tapi sewaktu dia jd klien di sebuah trip, apa jaminan si dive pro yg bertindak sbg yg bertanggung jawab terhadap si diver bahwa org ini mmg sertifikatnya aja yg OWD tapi skill sdh jauh di atas.. Kita belajar dan terus belajar, tapi setidaknya certified itulah bukti konkritnya.. Klu dibalik, apa mau diving sm dive pro yg ngaku2 dive pro tapi gak ada bukti?? tentunya kita jg nggak ngerasa safe.. ;)

Mmg kita gak maksa harus melegalkan kemampuan ke kartu krn ada faktor2 lain spt biaya, waktu, dll, klu kita dive nya sm dive pro itu2 aja mungkin no problem, tapi klu dive pro baru ketemu di t4? apa jaminan seorang dive pro utk percaya dgn apa yg dikatakan oleh klien? logbook bisa diisi asal, kartu bisa shortcut jg, tapi setidaknya 2 hal inilah yg disinkronkan pertama kali lalu pembuktian di bwh air sewaktu dive pertama, klu sbg diver kita "bohong" ya akibatnya nanti bisa fatal.



Nambahin aaah,
1. Dari sudut yang berbeda; Dari pengalaman,... "kartu" is works. Beberapa waktu lalu saya diving berdua bersama Pro di indonesia timur yang masih kurang populer tempat divingnya. Kalau dari penampilan, umur dan pengalaman kayaknya sorry-sorry aja ada pertanyaan apakah oke nih orang..?? Tapi pada waktu tahu dia DM dari lembaga diving paling terkenal , yaa jadi PD saja. Dan benar, secara prosedural dia OK sekali dan by the book. So I got Fun and enjoyable diving then.

2. Accident dan fatality 'katanya' banyak bersumber dari ketidakjujuran, mulai dari tidak jujur mengisi medical declaration, sampai dengan ketidakjujuran menilai kemampuan diri sendiri. Saya dalam hal ini bersyukur memiliki rasa takut dan rasa stress yang kadang luar biasa. Dengan demikian bisa lebih prepare dan berani memutuskan untuk no dive misalnya.

maaf2 kata yaaa kalau ada salah.. just my two cents..
Aria


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Jun 12, 2012 3:48 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Belajar ....ampe bosen sendiri
Belajar ....ampe dapat jodoh, kecuali nyari yg ke 2 , ke 3 dan selanjutnya

Wak kik kik kik

Di luar dari pendidikan formil dari PADI kah POSSI kah, NAUI kah SSI kah atau apa pun lah.....belajar lah materi yg sekunder terhadap diving, tapi mendukung dive safety overall dan tidak di ajarin oleh dive agency pun.

Skill diving tok cuma 33.33% komplit dari safety triangle lengkap yang 100%.

Kalo boat diving, mau setinggi apapun ilmu nya, lalu diving di sea mount atau reef yg di tengah laut....kalo kapal nya mogok dan tidak bisa jemput kita.....sami mawon. Udah ngalamin yang kayak gini.....saya udah 1x.

Kalo lagi diving, yg isi tabung pake compressor berbasis Honda dan dia meleng, angin berubah dan compressor sedot CO nya Honda seabrek-abrek, no training can help you, your nose can't help you too. Udah ngalamin yang kayak gini......udah di Irian Jaya di 1995......gile mek, untung kagak mati.


Terlalu berani sama cuaca demi diving.........ini attitude problem.

Saya tidak ikut saat itu tapi casualty nya begini :
Tahun 1999. Musim barat, Pulau 1000. Temen emang bandel dan tough son of a bitch deh. Bela belain berangkat sendiri untuk ke Pulau dari Ancol, ama ABK nya.
Ombak lagi gede-gede nya dan si gila ini kalo bawa speed boat emang sadis.
Ini temen baik saya yang mind over matter nya kuat.......bisa diving di air 19C pake boxer doank tanpa wetsuit....no joke man. Saya ajah kepala mau pecah di 19C pake double wetsuit pun dan hood pula.

Satu satunya orang yg di seret ikan ke 74 meter dari 55 meter 3x pulak dan kagak black out, single tank. Exertion level di tarik tuna pada kedalaman seperti itu dengan heart rate KALO stamina kayak saya doank....black out so pasti. Computer sampe ERR, tangan robek berdarah darah sebab se-ada adanya batu di wall 110 meter itu dia coba pegang, emang kagak pake glove kalo diving dan telanjang badan melulu. Nafas nya irit minta ampun & non smoker sih.

Pokok nya edan deh.
Saat itu ombak gede di hajar pada 25 knot, kapal nya speedboat model umum Young Marine punya yg V35 ( 35 feet ), kalo kapal model gini lambung depan tidak ada cukup bouyancy saat hajar ombak besar jika di atas 15 knot untuk ride-the-wave dan akan nancap ke dalam ombak. Maklum ini lambung untuk speed dan bukan untuk heavy weather. Saking banyak nya drag dari mountain of water yg kapal ini alami, dashboard nya lepas. Ini kapal center console, jadi dashboardnya bukan di cor sebagai lambung atas, tetapi di bolted down pake skrup. ABK nya kena gunung air ke hajar ke dashboard dan rahangnya patah dan tangan 1 patah juga.

Untung kapal masih bisa putar balik sebab baru sekian mil utara nya ancol marina.
Darah dimana mana dan ABK tepar di lantai. Air bergenang di dalam kapal karena kapal model gini lantai nya bukan self-bailing dan kudu tunggu bilge pump pompa air keluar. Dia emang pinter bawa kapal dan atur pantazt kapal di dorong ombak sampai bilge pump pompa kering baru di tancep balik ke Ancol Marina.

Saya saat itu lagi di Selat Bangka lagi lakukan delivery kapal client dari Singapura-Jakarta. Emang gede ombaknya hari naas itu sebab 12 jam setelah kejadian saya keluar dari Selat Bangka masuk ke Laut Jawa, tapi kapal yg saya bawa besar 22 meter dan offshore capable....gede ombaknya...padahal cuma ampas nya doank dan bukan prime nya untuk saya yg alami 12 jam kemudian.

Coba kalo dia sial dan kepala pecah ke jedot kapalnya...apa kagak kasus ?

Tough Man & indestructible attitude ini yang the last frontier kita harus bisa redam. Ini juga learning loh, learning to control one self.


Sial karena cuaca juga bisa sih. Kawan saya menyelam di Tanjung Bira Sulawesi, emang orang Makassar dia. Saat mulai diving OK. Pas diving 30+ menit, badai turun. Kapal sewaan kabur ngumpet di balik pulau, jauh dari lokasi diving.
4 orang turun. 3 diver hanyut 4 jam dan masih ke temu ama tuh kapal sewaan nya. Kawan saya ini hanyut +-30 jam sebab dia tidak mau usaha lawan arus untuk mengurangi drift nya dengan asumsi kapal sewaan pasti akan sanggup cari. Untung dia ketolong sama kapal kargo yg lewat. Saya dengar berita +5 jam setelah jam H kejadian jadi empot empotan. Untung deh kagak jadi almarhum tuh teman ku.
Ini kategori sial dan tidak siap bawa alat rescue sekunder, padahal dia tau kalo saya diving sama dia di area itu saya bawa radio tercinta ku.
Ujung ujung nya ini juga learning........learning to understand bahwa banyak faktor non dive skill related yg bisa buat kita celaka.


Kira kira begitu lah versi higher learning yg saya maksud, expect the unexpected dan jangan terlalu horny mau diving kalo sudah tau cuaca meragukan.



Blub blup blup.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 36 posts ]  Go to page 1, 2, 3  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: