It is currently Thu Oct 19, 2017 12:42 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 39 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3
Author Message
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 12, 2012 11:56 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Mbah Surya gas pol neh... bisa jadi DC Business 101 nih thread hehehe...

In short, untuk buka DC yang sukses layaknya memiliki:
1. PASSION yang sangat kuat, cinta mati sama diving (dan diving operation);
2. MONEY, you need money to make money di dunia diving... back to Rule #1, living the passion = draining your pocket 8)

Gw setuju banget sama semua yang ditulis mbah Surya... makanya gw gak berani buka DC. Jadi operator aja udah ribet... Gw sbg dive operator gak pernah bisa bersaing market sama operator2 lain, karena gw set standard yang sesuai sama passion dan pakem gw. Yang bersedia bayar, ya silahkan ikut dan menikmati. Tapi kalau awalannya udah pakai kata2 "yah, kok mahal..", gw mending gak jalan deh, enjoy diving aja sendiri hehehe...

Semoga semakin banyak penyelam yang punya passion tinggi dan capital yang sesuai untuk membuka DC yang jempol... aamiin..

Kalau DC yang merangkap pijat/ spa, it's not new business, udah cukup banyak kok, even ada LOB yg package sekaligus spa services... :)

blup..blup..
rendra

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 12, 2012 12:14 pm 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon Jun 12, 2006 10:40 pm
Posts: 1030
Location: kingdom of undersea
gw cuma brani buka forum :D

_________________
PETUALANG - Penyelam Tua Lupa Pulang


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 12, 2012 9:58 pm 
Offline

Joined: Sat Aug 20, 2011 5:18 pm
Posts: 360
Contohnya gini deh, misal course..

Si A ngadain course dgn harga 1jt misalnya, tapi naik kapal kayu mesin 40pk 2tak, air tank yg gak tll bagus, gear ok lah, gak pake pool, langsung laut confined waternya di pantai.
Si B ngadain course dgn harga 3jt tapi naik speed boat 4 tak, pake public pool.
klu si A mau ke pulau setengah jam nyampe, si B 10 menit doang nyampe di pulau yg sama. krn menurut pengetahuan sy, cost kapal ini yg paling mencolok perbedaannya.
ibaratnya klu di jkt si A lewat muara angke 25rb nyampe di pramuka, si B lewat marina ancol 200rb skali jln.

Apakah bisa si B mengatakan bahwa si A merusak harga pasar??

Dgn standard yg sangat2 tinggi, bgmn dgn segmentasi pasar?? yg mid-low ama yg mid-high.. brarti di bisnis ini pun tetap harus memilih segmen dong.. yg mid-low bisa dikatakan yaaa im sorry to say, terima nasib aja dpt air tanks yg kurang ok dll.. klu yg mid-high ya kita gak usah ngomong lah, kita sediain fasilitas yg sangat2 memadai dgn harga di atas rata2, mereka pun rela utk spending krn mereka having..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Apr 14, 2012 10:10 am 
Offline

Joined: Mon Aug 30, 2010 9:12 am
Posts: 166
saluutt sekali lagi untuk semua kawan2... ternyata animo (passion) dalam dunia diving di indonesia sangat besar dan bersemangat.. (saya sangat terinspirasi oleh tulisannya mbah surya)....
mbah kapan bikin training/ seminar ttg kompressor ? sy jadinya pingin jg jadi spesialis air filling kompressor nihh heheheeee.. sambil masih ngitungin teman punya keinginan buka DC heheheeee...
BTW, bagaimana om rendra ttg jumpa fans eh copi darat forsel kemarin ? sayang saya absen dulu karena masih dinas di luar kota :( seruu yaaaa ??? bisa dong di share laporannya heheheee..
thanks, lagi ...

etanto


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Apr 29, 2012 5:24 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
AKA wrote:
Contohnya gini deh, misal course..

Si A ngadain course dgn harga 1jt misalnya, tapi naik kapal kayu mesin 40pk 2tak, air tank yg gak tll bagus, gear ok lah, gak pake pool, langsung laut confined waternya di pantai.
Si B ngadain course dgn harga 3jt tapi naik speed boat 4 tak, pake public pool.
klu si A mau ke pulau setengah jam nyampe, si B 10 menit doang nyampe di pulau yg sama. krn menurut pengetahuan sy, cost kapal ini yg paling mencolok perbedaannya.
ibaratnya klu di jkt si A lewat muara angke 25rb nyampe di pramuka, si B lewat marina ancol 200rb skali jln.

Apakah bisa si B mengatakan bahwa si A merusak harga pasar??

Dgn standard yg sangat2 tinggi, bgmn dgn segmentasi pasar?? yg mid-low ama yg mid-high.. brarti di bisnis ini pun tetap harus memilih segmen dong.. yg mid-low bisa dikatakan yaaa im sorry to say, terima nasib aja dpt air tanks yg kurang ok dll.. klu yg mid-high ya kita gak usah ngomong lah, kita sediain fasilitas yg sangat2 memadai dgn harga di atas rata2, mereka pun rela utk spending krn mereka having..


Bro AKA,
Menurut saya si A bukan merusak pasar, tapi itu namanya budget diving. Semua level ada market nya sendiri sendiri. Cuma soal udara selam, please deh EN12021 harus tuh.

Makanya dive center/resort yang adakan trip kudu informasikan lengkap, kapal kayak apa, berangkat darimana, berapa lama p****t kita duduk di kapal sia-sia dan etc etc. Sering kenyamanan kapal tidak di sebutkan bagi yang pakai kapal pelan, sebab itu kapal bisa make or break a trip profitability.....maka yang inferior tidak akan di broadcast sama organizer.


SAYA BAHAS BUKAN UNTUK JAKARTA :
Kalo soal detail asset dan fasilitas sebuah Dive Center/resort yang running trip, yang punya fasilitas bagus long termnya akan menang. Kenapa saya bilang akan menang ? Karena income Dive Center/resort ( bukan jualan dive gear yah ) 90% akan masuk dari uang asing, bukan uang lokal.

Indonesia boleh besar negaranya, boleh 220 juta penduduk nya, lokal diver nya termasuk kecil untuk population based yang segede ini. Kita bicara recreational diver yah, bukan diver yang kerja di dive center/resort. Kita perlu individual recreational diver yang spending uang untuk hidupkan dive center/resort.

Case to Note 1 :
Saya ke Adex Singapura 2012. Saya lihat DEEP 2012, kan bini ( Sea Pearl ) ikutan.
Dimata saya ada 1 hal yang sangat mencolok. Apa itu....... hot babes in sexy bikinis ? I wished heheheh. J/K.

Yang mencolok adalah, bagaimana sebuah negara dengan populasi 4-5 juta orang doank, kagak ada dive resort ( mau yelam di dermaga Mobil Oil apa di Jurong Island .....heheheeh ), kok dive show nya sebesar Indonesia yang adalah Asia's Diving Capital dan punya potensi pasar 220 juta orang ?


Case to Note 2 :
Peserta dive center/resort yang berbasis di Indonesia, termasuk kapal LOB, yang ikut DEEP tiap tahun menyusut semenjak 2008 ke 2012. Kenapa ? Mereka sadar local market bukan pangsa mereka dan buang uang saja kalo nongkrong di DEEP.
Di Adex 2012, lebih banyak peserta dive center/resort yang berbasis di Indonesia dan buka booth di sana. Juga sebagian buka di DRT ( Hong Kong ).


Case to Note 3 :
Kalian yang affliated dengan PADI dan SSI silahkan buka database nya, certification dua agency terbesar ini di Indonesia, murid nya orang mana porsi terbesar ? Orang asing coy, turis..... bukan lokal.

Di Thailand yang pada 2009 saja certification 89,000ish murid untuk PADI + lain2, 5% atau tak sampai pun adalah orang Thai, sisah nya turis semua.


Nah, 3 case to note ini menyatakan satu hal :

Pertama adalah, lihat income per capita negara tersebut.Boleh kecil tapi Singapura itu sekitar US$50,000+ per person per year average. Kita cuma <US$3,000. Singapura jua information hub dan trading hub pulak, untuk South East Asia.

Kedua , tolak ukur fasilitas dive center/resort anda harus di gearing ke orang asing. Kecuali anda bisa absorb market diver lokal dan operate profitably....silahkan. Tapi ironis jika buat usaha di Bali atau Lombok atau Manado lalu focus marketnya ke local diver sebab jumlah nya kalah banyak jauh sama diver asing/turis. Harus jadi chameleon , bisa adaptasi untuk semua macam tamu donk.

Terima, telan dan pahami = buru dollar asing. Itu lah nasib dive center/resort di Indonesia sebenarnya, at least sampai diver lokal mencapai 40,000 sertifikasi setahun. Kapan ini akan terjadi..........entah lah. 40,000 lokal diver setahun yang lulus, jika 20% tetap diving kan ada 8,000 calon prospek.

Jika kita tidak bisa paham basic market numbers dan spending power calon customer...........gimana mau dagang ?

Passion boleh passion tapi jika sudah berkeluarga, ada beberapa mulut extra yang harus di beri makan dan di beri pendidikan. Ingat itu baik2. Sukses dulu jadi suami dan ayah yang bisa penuhkan semua obligasinya, baru hamburkan uang di bidang hobby/passion.



Saya monitoring sales performance LOB bintang "5", bintang 5 dalam arti apa yang ada di Indonesia yah, bukan bintang "5" versi Internasional. Juga lihat semua dive center resort besar yang bagus.........ramai kah usaha mereka ? YEP, ramai dan profitable.

Logika nya gini deh.
Orang asing yang kudu terbang ke Indonesia dan bayar tiket US$1,000 - 2,000+, apa mau susah payah report lagi nyari dive center/resort yang so-so demi low cost ? Ada memang ada , tetapi banyak yang tidak pusingkan harga dalam arti selama harga tidak gorok leher, mereka terima lah bahwa diving memang tidak murah.

Jangan terobsesi dengan Murah barulah Laku, jika ini filosofi dagang kita, tidak akan ada ShangriLa , Hilton dan Waldorf Astoria hotel chain.

Diving dollars kita masih banyak diminati oleh yang mampu bayar, jangan takut ke hilangan pasar. Kunci nya cuma.............can you provide what high levels they expect ?


Ada satu kapal LOB baru. Namanya SALILA. Ini konsorsium punya orang lokal 100%. Ini 50 meter besi dan bekas kapal Tuna Training Fleet Jepang. Untuk stability , seaworthiness & urusan main ombak, tidak ada LOB di Indonesia atau Asia yang bisa lawan kapal ini. 9.5 knot cruising speed. Kapal Tuna Training Fleet Jepang selalu main di laut Pacific yang super ganas ditambah typhoon prone waters. Maka ombak Indonesia is nothing deh. Tinggal pasang zero speed stabilizer untuk saat anchoring, kapal ini akan super mantap, padahal sudah mantap karena berat nya jubilah setan. Kalau tidak salah Salila US$15,000 rate harian untuk 20 diver atau US$750 per orang per hari.

Masih lebih murah dari Silolona : http://www.silolona.com/vessel.html
yang occupancy 10-12 orang dengan rate kalo tidak salah US$13,500 per hari atau US$1,125 per orang per hari. 50 meter Silolona adalah 50 meter bullshit, bullshit karena panjang pulpit ( lidah depan ) di hitung dan stern transom juga. Effective panjang paling 40 meter untuk Silolona. Ini punya cewek, dari USA.
Setahun sekitar 3 bulan di Indonesia, sisah nya ke tujuan Asia lain nya.
Tidak diving spesifik, tetapi bisa di pakai diving. Guest to serving crew ratio 1 banding 1...yes, jadi raja lah.

Kenapa ada kapal seperti ini ?
Karena ada market nya, that simple.


Kalo saya karena paham konstruksi kapal dan sudah ikut pembangunan satu kapal phinisi yang akan saingin Silolona, phinisi bagi saya tidak worth the money untuk tamu jika di atas US$350 per hari per orang. Dari segi engineering nya itu pasak yang sekarang di bantu dengan bolt & nut sebagai penyatu struktur kapal, tetap tidak bisa se-solid welded steel hull....PERIOD. Banyak lah engineering aspect yang tidak bisa qualified kan phinisi sebagai kapal "bagus". Sensasi sailing ala zaman duloe adalah daya jual phinisi, padahal dari segi investor itu lah kapal termurah size for size...wak kik kik kik. Weakness thus becomes strength.


Karena kita sadar akan potensi diving related services di Indonesia sebenarnya lumayan bagus, mulailah berfikir dari kacamata tamu asing. Jangan berfikir dari kacamata diver lokal. Pakai sudut pandang dimana mayoritas tamu memandangnya. Kalo tidak ikuti the "flow" of the paying guests, mau ikuti apa ?
Jika diver local dapat pricing privelleage, silahkan, itu policy masing-masing pengusaha. Hotel besar ajah di jakarta suka ada harga paket khusus weekend untuk orang lokal, itu kan targetted marketing yang paham market buying power, bukan unfair competition.


Bagi yang minat mau buka dive center/resort. Luangkan waktu dan ikuti 10 trip LOB dan land based dari nama-nama terpopuler di Indonesia, dari situ lihat kenapa mereka bisa sukses. Apa suka duka nya. Jika kita belum merasakan layanan dan fasilitas mereka dan cuma hear-say doank, hayalain doank mah susah euyyy. Experience & Learn from the best in the industry, itu saran yang sangat basic.

Blup Blup Blup........

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Apr 29, 2012 5:41 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
etantohw wrote:
saluutt sekali lagi untuk semua kawan2... ternyata animo (passion) dalam dunia diving di indonesia sangat besar dan bersemangat.. (saya sangat terinspirasi oleh tulisannya mbah surya)....
mbah kapan bikin training/ seminar ttg kompressor ? sy jadinya pingin jg jadi spesialis air filling kompressor nihh heheheeee.. sambil masih ngitungin teman punya keinginan buka DC heheheeee...
BTW, bagaimana om rendra ttg jumpa fans eh copi darat forsel kemarin ? sayang saya absen dulu karena masih dinas di luar kota :( seruu yaaaa ??? bisa dong di share laporannya heheheee..
thanks, lagi ...

etanto


Seminar compressor 101 saya sudah buat 2 kali, for fun ajah dan gratis.
Pertama di Bali, setelah Scubapro Technical Seminar tahun lalu. Peserta banyaknya resort lah. Saya tidak broadcast, cuma bilangin sama peserta Scubapro Tech Seminar doank.

Kedua kali di Sea Pearl karena ada kawan saya ( Octopus Dive , Ibu Thea) minta tolong di ajarin satu team nya yang kebetulan juga ada di Penida. Berapa bulan lalu lah.

Kalo soal compressor seminar mah kagak perlu bayar.
Saya senang jika ada yang mau belajar demi kualitas atau demi jaga standard udara yang layak EN12021. Ini safety point yang paling sering di abaikan.

Cuma timing ajah neh, saya suka mendadak di panggil ama client/boss. Maklum saya kerja part-time untuk beberapa bidang.

Nanti deh kapan kapan saya broadcast yah. Lagi sibuk banget nih berapa bulan ini.

Cuma sayang sekali, itu Bauer Filter Program ( yg saya kasih linknya ) yang dealer Bauer ajah kagak kasih ke konsumen, cuma di dowload 2x. Ini suatu bukti memang pada umumnya mayoritas kurang minat hal-hal yang repot dan apalagi added quality yang tidak bisa di lihat oleh orang umum/customer.:(

Malah UW Light Test yang saya kasih linknya, 24x di download.


SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Jun 07, 2012 10:09 am 
Offline
User avatar

Joined: Sat Aug 20, 2011 10:14 am
Posts: 192
*ngubek-ngubek Bauer Filter Program*


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Jul 20, 2012 5:02 am 
Offline
User avatar

Joined: Mon Dec 14, 2009 9:47 pm
Posts: 177
Location: di atas ombak, di bawah laut
Surya Prihadi wrote:
..

Passion boleh passion tapi jika sudah berkeluarga, ada beberapa mulut extra yang harus di beri makan dan di beri pendidikan. Ingat itu baik2. Sukses dulu jadi suami dan ayah yang bisa penuhkan semua obligasinya, baru hamburkan uang di bidang hobby/passion.

.........


*langsung duduk tenang gk jadi mikirin bisnis diving* (at least for now and several years ahead)

_________________
-ardi-
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Let's Go Diving


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Jul 20, 2012 9:49 am 
Offline

Joined: Sun Aug 21, 2011 1:12 pm
Posts: 23
wisnu wrote:
rendra wrote:

Kalau mau belajar banyak, coba diskusi mendalam sama om Surya Prihadi (Sea Pearl) atau Vimal (Dive Masters). Kalau dari gw pribadi, gw pakai rumus investasi baku untuk buka DC ataupun DO, yaitu:

"Buka DC/DO hanya kalau kita benar2 sudah nggak perlu duit lagi, sudah punya sumber duit lain yang nggak terbatas, dan mau senang-senang melalui DC/DO yang akan gw bikin". Simple... hehehe...




Om Rendra
Menurut salah seorang temen saya, kunci sukses DC/DO adalah komitment + kecintaan + safety concern ... baru masalah bisnis
Kalau cuma mau cari duit medingan buka panti Pijat.


Setuju banget nih ama Pak Wisnu...
Kebetulan udah 1 tahun ini kami(saya ama temen2 club) coba2 buka DO di Wakatobi(Tomia), Sistem bagi hasil ama temen yg kelola disana .... kami sediaan:
- 1 pcs kompresor
- 20 pcs tabung
- 7 set dive gears
Hasilnya dalam setahun emang dikit banget.....hanya cukup biaya maintenance alat aja.
Mungkin ada masukan dari temen2 disini ..... gimana DOnya bisa maju. :)

salam

ade


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 39 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: