It is currently Sat Oct 21, 2017 12:57 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 20 posts ]  Go to page 1, 2  Next
Author Message
 Post subject: Club selam -- bagaimana dan kenapa
PostPosted: Fri Mar 09, 2012 10:50 am 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
Mas-mas yang ganteng dan mbak2 yang cantik.

Mungkin ada masukan kah, kami berkeinginan membentuk club selam, perkumpulan selam atau sekedar paguyuban orang2 yang seneng menyelam.

Ada yang bisa memberikan masukan bagaimana memulainya, kebetulan targetnya temen2 sesama alumni.

Dan apa perlu bikin paguyuban seperti ini ?, untung rugi dan sebagainya ??.

Kalau ada masukan monggo dan kami akan senang sekali.

Salam
Aria


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Mar 09, 2012 11:27 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
wadah seperti ini sebenernya berfungsi utama sebagai lalu lintas informasi, khususnya bagi para anggotanya

kalo ada bentuk khususnya biasanya jadi nge-drive untuk sering ketemuan/kopidarat/trip bareng.

nanti perkembangannya bisa macem2 : bisa sebagai media kampanye khusus/menggalang misi tertentu, tujuan profit, atau buat sekedar isi waktu luang.

untuk memulai sih gampang aja: langsung publish, nilai tambah dari wadah ini akan mendatangkan simpatisan dengan sendirinya

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Mar 10, 2012 1:39 am 
Offline

Joined: Sat Aug 20, 2011 5:18 pm
Posts: 360
Sedikit sharing ya mas, maaf klu agak blak2an atau ada yg tersinggung atau gmn, no offense..

Sebenarnya utk memulai ya tinggal bikin nama, dan arahnya harus jelas, klu mmg club ya brarti sekedar komunitas aja dan klu komunitas ini mau dibw ke tujuan profit spt kata om nando, tapi jgn sampai misalnya ngejual trip tapi harganya di bawah harga standar pasar krn trip kebersamaan buat fun, ya klu 1 1 kali dan tdk menggunakan jasa dive center, istilahnya nyari tangki sendiri, nyewa kapal sendiri skali2 pergi bareng jalan sendiri masih ok, tapi klu tiap minggu dan jadi jualan ini yg gak sehat.. ya buat pengusaha kaya yg dive cuma buat seneng2 aja sih no problem, tapi jgn lupa di sekeliling t4 club ini berdiri ada org2 yg hidup total dari diving.. jadinya nanti akan jadi omongan dan saling jelek2an di belakang, akhirnya jadinya malah nge gap satu komunitas dgn komunitas lain.. dan akhirnya customer mulai membandingkan harga.

Krn dari club krn sdh terkumpul banyak komunitas nya, mulai deh deket sama org2 tertentu yg mungkin ada yg punya kompresor, ada yg punya kapal, dan krn "temen" jual harga modal kesannya jadi ngerusak harga. Krn biasa kecenderungannya spt itu.. Jadinya terjadi miss persepsi apakah "X" ini adalah club atau dive center atau apa.

Well, sy gak blg itu salah, org mau seneng2, punya duit ya duit sy sendiri, apa salahnya, hak sy dong?? ya betul sih, tapi spt yg sy blg di atas, jgn lupa bahwa ada yg hidup total dari diving, bersaing secara sehat, yaitu saingan kualitas, jangan harga.. klu harga kompak, tinggal bgmn servis nya aja, toh industri diving adalah industri jasa yg dijual adalah pelayanan dan kualitas, seperti kualitas udara, alat, guide yg kompeten, dll..

Klu tdk dijadikan jualan its okay, tapi yg masalah klu dijadiin jualan tapi untung2 tipis barang 50-100rb per tamu krn kapal punya kenalan tinggal bayar bensin aja bukan itungan sewa, tangki yg murah tapi udara minim kualitas, jadi jual trip bisa 40-50% di bawah harga pasar, ini yg jadi problem nantinya.
Klu club yg non profit, hanya utk kumpul2, kopdar, diving bareng, mungkin bisa kerja sama ama dive center setempat, misal khusus member club nya ada dapat diskon klu ikut trip sama dive center yg bersangkutan, atau klu anggota club ini mau ngadain trip bareng dan menggunakan jasa dive center ini bisa dikasih diskon khusus krn bukan hanya skali trip tapi next time bisa trip lg, jadi kerja sama jangka panjang lah. ini akan lebih baik, daripada club yg jalan sendiri krn punya kenalan ada kapal dll spt yg sy utarakan di atas akhirnya malah jualan trip dgn profit tipis, kasian tetangga yg menggantungkan hidup dari diving dan sdh ada standarisasi harga tapi kita malah ngerusak dgn alasan buat fun aja.

Skali lagi tidak bermaksud menyinggung atau apa, maaf klu "kasar", hanya mengutarakan opini pribadi aja, klu salah mohon koreksinya, masih newbie jg jadi mungkin yg senior2 bisa ngasih pandangan yg lebih bijak, mungkin opini sy salah.

Tapi wadah2 ini bagus juga buat misalnya klu senior2 yg sangat2 aware terhadap safety dan masalah konservasi serta skill penyelaman, klu ada newbie yg datang otomatis mereka akan dpt influence yg baik krn senior2 nya "tepat dan benar", tapi klu dapat komunitas yg miring2 jadinya ya miring jg ntar. Klu sy liat dari sharing2 mas aria di forum sy yakin mas aria jg diver yg aware terhadap hal2 di atas, jadi klu mas aria bisa buat komunitasnya dan mengarahkan diver2 baru biar tekniknya bener tentunya itu akan sangat baik mas..
Ditunggu kabarnya mas klu komunitas nya udah di deklarasikan, mudah2an klu mas aria grand launching ngundang member2 forsel buat diving bareng disponsori oleh mas aria and the geng... hahahaha..
Sukses mas..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Mar 10, 2012 8:22 am 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
Thanks untuk supportnya, semoga bisa jadi jalan ... :)

Saya sendiri ndak kepikiran buat profit. Kalau mau profit saya pikir mending buka dive center, dive store atau resort sekalian ... (huuhh cita2 masa pensiun nih.. hehehe). Dah banyak temen2 disini yang jago dalam urusan ini.

Sebenarnya saya pribadi cuma ingin memasyarakatkan diving saja diantara komunitas alumni yang terbatas, masa di negeri yang surga para divers, lebih banyak di'lihat' sama orang asing daripada orang indonesianya sendiri ??!. Dari sisi sosial temen2 saya itu yaaa mestinya berkecukupan, tapi olah raga rekreasi yang favorit mereka (masih) golf. Sekali bikin event puluhan bahkan ratusan orang langsung ikut. Ndak salah sih, cuma penasaran aja, kalau kita ajak diving apa masih puluhan orang juga gak yaa yang berminat ..?

Makanya sedang mencari cara yang jitu untuk mengumpulkan diver yang aktif, setengah aktif dan tidak aktif bahkan yang baru mau belajar diving di komunitas supaya ngeguyup dan jadi sering trip. Kalau bisa sih ndak perlu eksklusif tapi mau mulai dari komunitas yang kecil dulu yang kemudian semoga bisa membesar.

Jadi masukan masih terus kami terima. TeOPe dah forsel...

salam
aria


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Mar 12, 2012 8:52 am 
Offline

Joined: Sat Mar 20, 2010 7:31 pm
Posts: 222
Location: Jakarta Selatan
Yg penting harus ada orang yang mau mengorbankan waktu dan tenaga (tidak jarang finansial jg) untuk mengurus club-nya oom.

Kalo ga ada yg bersedia melakukannya, apapun club-nya + berapapun jumlah anggota biasanya lama2 akan bubar jalan/mati.


AKA wrote:
bersaing secara sehat, yaitu saingan kualitas, jangan harga..


Kalo saya melihatnya malah harus bersaing baik dari kualitas dan harga.

Saya kira dgn kualitas yang baik + harga yang bersaing (bisa di bawah rata2) adalah yang dicari konsumen


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Mar 12, 2012 9:48 am 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
Berarti tidak selalu donk yaaa, harga dibawah rata-rata artinya standard pelayanan dan safety juga di bawah rata-rata.??

Ada yang punya pengalaman kah ? yang harga dibawah rata-rata tapi pelayanan dan standard keselamatan tidak ikut dibawah rata-rata.

Kalau yang sebaliknya sih sudah ngalamin, harga diatas rata-rata tapi standard pelayanan dibawah... :( ... :)

salam
ar


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Mar 12, 2012 10:19 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Mar 10, 2011 11:33 am
Posts: 91
hehehe..pengalaman saia juga sama,harga diatas rata2 kualitas kaki lima,


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Mar 12, 2012 11:01 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Setahu saya di Indonesia ada beberapa Dive club - misalnya kapal selam di bali, corona, dan juga beberapa dive club yang berafiliasi dengan ataupun perpanjangan tangan dari dive center.
Saya sendiri kurang tahu karena nggak pernah jadi member - mungkin ada teman-teman yang member dari suatu dive club dan bisa sharing manfaatnya serta kegiatan2 yang dlakukan dan apakah dive club tersebut bisa menampung "aspirasi" anggotanya.

Waktu saya tinggal di Brunei, club expat disana juga punya dive club, yang tujuannya untuk memfasilitasi scuba diving mengingat di Brunei kegiatan diving sangat terbatas dan hanya ada 2 dive center - itupun kalau masih hidup; serta memastikan safety sesuai standard BSAC . Saya memilih tidak jadi anggota karena untuk jadi member harus member BSAC dulu.
Dan buat saya waktu itu pilihan diving di Indonesia bersama keluarga dan juga temen lebih menarik.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Mar 12, 2012 11:05 am 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
Bicara kualitas kudu jelas kayaknya standardnya. Kalau saya standard itu masalah keamanan. Soalnya ada dive center yang mewajibkan diver cek sendiri dan pasang alat sendiri, dan double cek, trus DM atau guidenya galak banget soal kedalaman, waktu penyelaman dan "jangan kena karang" .. kalau ini saya anggap justru pelayanannya baik.

Yang ngeselin , ngaret dari sisi waktu, bahkan divers dibiarin keleleran dalam air karena si Guide cuma asyik newenin seorang diver cewek dalam grup.

Salam,
aria


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Mar 12, 2012 12:42 pm 
Offline

Joined: Thu Nov 19, 2009 10:24 am
Posts: 174
Kelihatannya dibikin 'non profit' itu sulit...
karena (at least) ada dana operasional yang dibutuhkan, telepon, ngurusin ini dan itu, tanggung jawab kalau ada yang meleset, dll.
Belum lagi urusan waktu dan tenaga.

Mungkin non profit itu bisa dalam arti ini "paguyuban sosial, bukan bisnis oriented"... tapi kalau tanpa profit sama sekali, saya rasa juga susah jalan...
Karena harus ada sponsornya kalau mau tanpa profit sama sekali seperti itu...

Member pasti ingin dilayanin secara profesional, dan untuk melakukan itu perlu dana, perlu tenaga.
Apa benefit yang ingin diberikan kepada seorang yang menjadi member, apa kewajiban member...



Kemudian dari sisi pengembangan, kalau sekedar kumpul2 sosial mungkin ok untuk beberapa saat, tapi kalau betul2 ingin berkembang seharusnya ada profesional yang memang 'bermain' di dalam club.
orang orang ini dapat profit dan dari dia lah motor penggeraknya.

Club juga kalau mau banyak diminatin perlu modal, tanki ? peralatan diving ? kompressor ?
Untuk menarik minat diver baru, yang pasti gak ada peralatan, apa yang akan disediakan oleh club ?
Kalau tidak ada modal, kembali lagi jadi kumpul2 sosial saja.
So... siap ayang mau memodalin, mengambangkan, mengiklankan, ke radio, ke blog2 dst kalau bukan seorang profesional yang memang seharusnya mengambil profit dari club...


Namun jika club menyediakan hal2 tersebut, bagaimana persinggungan antara club dengan kaum profesional yang biasanya menyediakan hal2 yang ditawarkan club (pelatihan/sertifikasi, pengadaan alat, trip, dll).

Siapa yang akan memberikan pelatihan2 ? hanya sharing antar anggota saja ? Sementara hanya instructor yang secara legal punya kewenangan memberikan pelatihan.
jadi kembali lagi ngandalin kaum profesional, kembali lagi, konsep 'non profit' diuji lagi... :D


tambah pusing ya ? semoga pusing yang bermanfaat :).
Ada baiknya kalau Bung Aria bisa menjelaskan konsepnya mau seperti apa dan kira2 apa yang akan dilakukan ketika menghadapi situasi diatas...
Saya juga ingin belajar :).

sukses selalu !!


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Mar 13, 2012 3:23 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Pengalaman saya, peranan klub selam itu sangat penting dalam pengembangan industri selam di Indonesia. Biasanya klub itu terbentuk awalnya dari orang-orang di dalam komunitas yang sama, seperti contoh mas Aria adalah alumni. Ini sangat bagus, karena bagi orang yang sangat awam kebanyakan terdapat barrier psikologis untuk memulai suatu hal yang baru. Dengan adanya komunitas, akan menjadi gateway bagi para penyelam baru untuk masuk ke dunia selam.

Saya merasakan bagaimana klub selam sangat berperan dalam pengembangan kapasitas anggota. Pada tahun 80'an, kita memiliki keterbatasan sarana dan prasarana. Nah, peranan klub dalam hal ini sangat membantu dalam penyediaan sarana dan prasarana. Melalui pengelolaan yang sederhana, klub bisa membeli scuba tank, kompresor, kapal dan berbagai kebutuhan anggota, termasuk training. Kalau tanpa klub, akan jauh lebih sulit bagi kita pada saat itu untuk bisa menyelam secara aktif.

Satu hal yang saya pelajari mengenai klub yaitu bahwa keanggotaan jangan diharap bisa eksklusif. Dalam artian, setiap anggota sah-sah saja untuk ikutan klub atau komunitas lain dalam waktu bersamaan. Kenapa saya utarakan ini, karena pada umumnya saat mendirikan suatu klub, ada timbul harapan bahwa terjadi suatu kekerabatan yang sangat erat. Loyalty. This is not the case these days. Klub/ komunitas selam adalah tempat bersosialisasi dan sosialisasi practically has no barriers. Kalau mau buat klub yang eksklusif, forget it. Nanti malah pusing sendiri hehehe.... Yang penting, bikin aja klub dengan suasana yang asik dan menyenangkan. Gak usah kebanyakan aturan harus gini, harus gitu. Yang relax aja. Begitu juga soal iuran anggota, ini salah satu hal yang paling sulit dan absurd dalam konteks domestik. Dari 10 anggota, udah biasa kalau misalnya yg rajin bayar iuran cuma 2-3 orang. Sementara yg lain karena berbagai alasan iurannya gak masuk-masuk. Jadi sebaiknya gak usah deh mikirin cash flow klub dari iuran anggota... dibikin lebih simple aja, model urunan as and when mau ngapain. Soalnya masalah iuran bisa jadi bahan gak enak untuk dibahas.

Yang jelas, benefit dari adanya klub setidaknya dapat memberikan:
- kemudahan training dan peningkatan kemampuan bagi anggota
- kemudahan trip arrangement
- kemudahan pengadaan peralatan
- kemudahan penebaran racun menyelam (positive means... :D)
- kongkow happy2 dengan bahasa yang sama

ya intinya satu rasa, satu tujuanlah... happy go diving aja... :D

salam,
RH

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Mar 13, 2012 12:36 pm 
Offline

Joined: Wed May 20, 2009 6:35 am
Posts: 57
forsel kan uda termasuk club, mas ari
ngobrol2, arrange trip, sampe ngikut trip bareng2 bisa smua
mau ktemuan tinggal bikin gathering
:D


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Mar 13, 2012 5:58 pm 
Offline

Joined: Sat Mar 20, 2010 7:31 pm
Posts: 222
Location: Jakarta Selatan
aria4m wrote:
Ada yang punya pengalaman kah ? yang harga dibawah rata-rata tapi pelayanan dan standard keselamatan tidak ikut dibawah rata-rata.


Ada oom ...

Kebetulan saya ambil sertifikasi dr ybs

Mantap pokoknya + instructor saya punya hobi lain yg sama dgn saya

Pokoknya setiap break / SI ... casting deh :)


Oya ttg club bisa ambil contoh dari banyaknya club fotografi ... (nyelam dan fotografi dulu sama2 diangap hobi mewah ... skr kedua2nya udah banyak pelakunya)

Mereka yg hobi motret ini banyak sekali yg muda2 + kreatif ... lumayan OK lho hasilnya

Bikin club buat kongkow2 + sharing .... lalu clubbing pula hehehe

Dr situ mereka coba2 motret kawinan or produk etc... tentunya dgn harga jauh di bawah harga senior2nya yg udah pro ... skalian buat portfolio (objek ada ... dapet duit pula)

Nah yg pusing memang fotografer papan atas ... yg saya tahu ada beberapa dari mereka udah mulai ditinggalkan client-nya sejak bbrp tahun lalu ... krn yg muda2 ini bisa menawarkan kualitas yg OK dgn harga OK pula

Saya kira kalo mau memasyrakatkan diving, kondisi seperti ini yg dinanti2 penikmat bahari


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Mar 13, 2012 7:00 pm 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon Jun 12, 2006 10:40 pm
Posts: 1030
Location: kingdom of undersea
@betock, sy ralat yah, forumselam BUKAN club. Tidak ada organisasi disini, ga ada AD/ART, ga ada pengurus etc etc standar club. Tujuan awal forsel dibentuk justru utk mewadahi dan menjembatani semua diver, antara junior n senior, pemula dan kawakan, dan antar club, dive center dan semua pelaku industri diving. Inget, ini cuma forum online utk saling bertukar informasi tanpa perlu merasa sungkan :)

Dalam perjalanannya, beberapa member forumselam yg memiliki kesamaan minat membentuk club dgn. masing2 tujuan, dan tetap aktif di forsel jg. Forumselam murni non profit, tidak menarik biaya apapun atau menjual trip dgn tujuan cari untung. Juga kami tidak pernah secara komersial menjual trip tanpa kerjasama atau melibatkan dive center/operator yg memang memiliki wewenang utk. mengadakan dive trip.

Bicara soal club, sebaiknya didirikan berdasarkan kesamaan minat dan karakter diving. Saya sendiri pada akhirnya, diving sama org yg itu2 aja, karena kesamaan minta di UW fotografi, ga suka diving yg ekstrim2, maen arus n dalem2. Terjadi gitu aja tanpa perlu mendirikan club khusus :) Ada beberapa club didirikan agar bisa memasyarakatkan diving dgn harga yg. lebih terjangkau. Ga ada salahnya kan? IMHO yah.., selama dia menjual paket murah hanya utk. anggotanya saja sih ga masalah, tapi kalo sudah mulai menjual keluar dan bersaing dgn. dive center, bukan club lagi donk namanya? Club seperti ini sebetulnya udah menjurus ke dive operator komersial tanpa afiliasi dgn. organisasi2 selam yg. udah mapan.

Jadi kalo mendirikan club nanti, dipastikan dulu arah n tujuannya, apakah mau komersil apa tidak? Kalo bertujuan komersil, sebaiknya dirikan dive operator ajah, hehehe...

@rendra, gmn ni bos.. jadi ga bikin club diver disko? :D

_________________
PETUALANG - Penyelam Tua Lupa Pulang


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Mar 14, 2012 1:05 am 
Offline

Joined: Sat Aug 20, 2011 5:18 pm
Posts: 360
Nah harus diperjelas garisnya mas, jgn absurd.. krn klu dah punya sarana dan prasarana kumplit ampe punya kapal segala, ya jgn sampai melenceng seperti yg om hes blg, klu mmg utk internal itu saja urunan buat ngadain logistik ya no problem harga murah, sah2 aja.. tapi klu sampai mengadakan pelatihan di bawah harga pasar, trus mulai jual trip "keluar" nah "keluar" ini pun jadinya akan masalah klu gak jelas, krn dunia diving kecil, org2nya itu aja, bisa akrab lah klu mmg kita aktif as recreational diver atau terjun ke dive pro, pasti bakal kenal dan jadi temen lah istilahnya, nah temen2 inilah yg bisa dikatakan eksternal club secara profesional tapi secara personal?? dan apa tega ngambil untung ama temen sesama diver meskipun itungannya eksternal club??, klu dtg krn bw tamu ya its okay mungkin dia bwh rombongan lebih dari 5 org ya buat temen kita ini mungkin bisa gratis lah, tapi klu dtg as personal, 1 2x mungkin no problem tapi klu tambah banyak?? akan jadi masalah pastinya spt yg di awal sy blg, org2 yg menggantungkan hidup total dari dive akan merasa risih krn persaingan harganya jadi gak sehat..

Dan sy setuju sm om rendra klu club2 dan komunitas ini yg sangat mensupport utk berkembangnya industri diving ke depannya, tapi utk membuat no barriers, well, yg sy liat di lapangan gak seindah itu masalahnya, 2 komunitas yg berbeda lah, tapi org2nya saling kenal semua ketemu di pulau diving di pulau yg sama, bisa duduk sama2 di 1 meja makan dan ketawa ketiwi bareng, tapi di belakang malah saling nge jelek2in...

Jadi klu buat sy pribadi, yg penting menjaga batasannya aja jgn sampai merusak harga di luar.
Klu masalah harga bintang lima kualitas kaki lima ya sy rasa itu umumnya di persoalan SDM nya, tapi utk kualitas logistik sy rasa itu berjalan beriringan, ada harga ada kualitas barang2 yg dipake, terutama kompresor, barang 1 ini gak murah soalnya, rawatnya jg klu gak ngerti biar harga ratusan juta tetep aja kualitas udaranya hancur.
Ibaratnya klu di pulau seribu lah, mau yg nyaman dan cepet, naik dari ancol pake speed boat yg disediakan oleh operator seperti venus, klu mau murah meriah agak menderita dikit ya naik dari angke. Jadi lebih ke kualitas fasilitasnya lah. klu udah masalah guide nya atau apa ya itu udah SDM nya, mau semahal apapun jg klu mmg SDM nya gak bener ya jadinya kaki lima jg. Krn secara itung2an klu buat profit kan cost operational fasilitasnya dulu yg diitung baru itung2an jasa utk fee baru itung mau ambil profit brp, dan itungan cost operational utk fasilitasnya itu yg paling besar pasti.


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 20 posts ]  Go to page 1, 2  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: