It is currently Thu Dec 14, 2017 10:18 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 10 posts ] 
Author Message
 Post subject: Prihatin - penangkapan coral reef fish di Bitung (Lembeh)
PostPosted: Mon Nov 28, 2011 4:17 pm 
Offline

Joined: Wed Feb 16, 2011 5:50 pm
Posts: 36
Tadi saya diceritakan teman, bahwa di Trans TV ada acara yang memburu coral reef fish yang ditayangkan kemarin (Minggu, 27 November 2011) pada pukul 6:00 PM. Penangkap ikan tsb. naik kapal, snorkling dan menangkap ikan untuk dijual. Tetapi justru acara ini menceritakan mengenai profesi seseorang yang bisa dikatakan "merusak".

Saya cukup prihatin, mungkin karena producer acara tersebut belum terdidik mengenai masalah penangkapan coral reef fish. Apakah kita perlu ajukan protes kepada Trans TV?


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Nov 29, 2011 8:51 am 
Offline

Joined: Sat Mar 20, 2010 7:31 pm
Posts: 222
Location: Jakarta Selatan
.

lebih tepat kalo mau protes ya ke si pelakunya kenapa mencari nafkah dgn cara merusak ... bukan ke TV-nya yang memang tugasnya melaporkan kejadian tsb

.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Nov 29, 2011 1:00 pm 
Offline

Joined: Wed Feb 16, 2011 5:50 pm
Posts: 36
giriwil wrote:
.

lebih tepat kalo mau protes ya ke si pelakunya kenapa mencari nafkah dgn cara merusak ... bukan ke TV-nya yang memang tugasnya melaporkan kejadian tsb

.

Pelaporan kejadian ini oleh Trans TV justru bukan menentang professi dan perusakan lingkungan, tetap mengulas pekerjaan tersebut yang mendatangkan nafkah. Di mana seharusnya, kalau benar Trans TV sudah concern dengan lingkungan, justru menekankan pada perusakan lingkungan dengan profesi tersebut.

Kalau mau protes ke pelakunya, mau berapa banyak yang ditegur? Nah dengan ditayangkan hal ini di Trans TV secara nasional, ditonton oleh masyarakat Indonesia, berapa banyak lagi pelaku-pelaku baru tersebut akan muncul karena mengingat profesi perusakan ini dapat mendapatkan nafkah. Bukannya Trans TV mendidik, tetapi malah menganjurkan profesi yang merusak ini.

Make sense?


Top
 Profile  
 
 Post subject: halo
PostPosted: Tue Nov 29, 2011 3:08 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Mar 10, 2011 11:33 am
Posts: 91
saya sebagai diver rekreasi,gak pernah berani untuk protes sama orang yg mencari makan seperti mereka,biarpun caranya dikatakan merusak lingkungan.
kenapa...??
karena kita hanya protes tapi tidak mencarikan solusi buat mereka,
kita hanya protes demi keegoisan kita sendiri untuk menikmati keindahan laut.
kalo mau fair,mereka juga pantas protes ke kita,
gak usah jauh2lah,lihatlah kepulauan seribu,
mereka kesulitan mencari ikan,ikannya udah jauh berkurang di banding dulu,
salah siapa ikannya berkurang?
saya rasa kita semua yg menikmati pembangunan di jakarta turut andil dalam perusakan lingkungan di kepulauan seribu.
jadi intinya bagi saya ,jika kita tidak mencarikan solusi,lebih baik kita tidak usah merasa paling benar,kita semua juga melakukan dosa yg sama,
karena sacara langsung atau tidak langsung,kita sama dengan mereka,hanya mencari sesuap nasi.
ini hanya opini saya pribadi ya,tidak bermaksud mencari debat ataupun musuh.
salam damai selalu:)


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Nov 29, 2011 4:47 pm 
Offline

Joined: Sat Mar 20, 2010 7:31 pm
Posts: 222
Location: Jakarta Selatan
Pygmi Seahorse wrote:
Kalau mau protes ke pelakunya, mau berapa banyak yang ditegur? Nah dengan ditayangkan hal ini di Trans TV secara nasional, ditonton oleh masyarakat Indonesia, berapa banyak lagi pelaku-pelaku baru tersebut akan muncul karena mengingat profesi perusakan ini dapat mendapatkan nafkah. Bukannya Trans TV mendidik, tetapi malah menganjurkan profesi yang merusak ini.

Make sense?


ga masuk akal menurut saya kalo TV tsb menganjurkan profesi seperti itu (kecuali kalo anda menonton sendiri tayangan itu ... kan anda cuma denger cerita dari temen)

kalo memang TV tsb menganjurkan seperti itu ... memang TV-nya harus diingatkan.

Tapi kalo dia cuma memberitakan kejadian tsb ... ya harus ke pelakunya lah

Misalnya ... ada kejadian pengeboman ikan/destructive/illegal fishing ... Apakah TV/media massa hrs disalahkan karena memberitakan hal tsb krn dgn menayangkan kejadian tsb dianggap mengajarkan nge-bom ... ???

Atau contoh lebih luas ... tragedi 9/11 pengeboman menara kembar WTC ...
berarti seluruh media massa di dunia harus disomasi ... krn mengajarkan seluruh masyarakat dunia jadi teroris ???


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: halo
PostPosted: Tue Nov 29, 2011 4:48 pm 
Offline

Joined: Sat Mar 20, 2010 7:31 pm
Posts: 222
Location: Jakarta Selatan
ajehgile wrote:
jadi intinya bagi saya ,jika kita tidak mencarikan solusi,lebih baik kita tidak usah merasa paling benar,kita semua juga melakukan dosa yg sama,

salam damai selalu:)


stuju :)


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Nov 29, 2011 9:50 pm 
Offline

Joined: Mon Jun 21, 2010 10:29 pm
Posts: 171
Location: Rotterdam
Quote:
jadi intinya bagi saya ,jika kita tidak mencarikan solusi,lebih baik kita tidak usah merasa paling benar,kita semua juga melakukan dosa yg sama,


Solusi memang harus dicari..tapi dosa yang sama? hehe..manusia selalu punya jalan dalam menghidupi dirinya..buktinya sudah ada menteri khusus yg nangani ekonomi kreatif di Indonesia.. :))

Lebih lanjut lagi, the greatest danger is not the evil among those who are evil but the silence of those who are good.. (Göran Persson)

....jadi menurut saya pribadi, gak ada salahnya menyuarakan keprihatinan atas dokumenter tersebut terutama buat yang udah nonton dan merasa prihatin, bukan untuk menyalahkan tapi memberikan masukan kepada media.

Mungkin perlu diberikan penjelasan lagi mengenai jenis ikan apa yang ditangkap di dokumenter tersebut - (btw, apa udah ada di youtube?)

Saya pribadi sih kurang setuju ya bila ikan diambil dari habitatnya untuk dipindahkan ke habitat lain tanpa penelitian yang memadai sebelumnya. kasus kayak lion fish yang tahu-tahu muncul di perairan Karibia itu adalah salah satu contoh bagaimana peranan manusia yang bisa membahayakan keberadaan habitat laut.

Kalau nangkep dengan snorkeling mestinya gak banyak yang bisa diambil...Tapii ya kalau yang ditangkap ini adalah jenis ikan-ikan langka yang sulit untuk berkembang biak atau mudah punah hanya untuk dijadikan ikan hias, mungkin kita harus prihatin juga. Kayak misalnya kalau yg diambil itu adalah mandarin fish dan ditaruh di akuarium..weleh..itu bukannya ikan mandarin terkenal gak bisa di akuarium lama-lama...udah mati satu sebelun sempet kejual, diambil lagi ibunya si ikan mandarin ini di laut..wahh..

Harus ada pengarahan kepada penduduk setempat yang mengandalkan perikanan untuk kehidupan sehari-hari mengenai jenis ikan langka yang harus dijaga, dan apa saja yang bisa dikonsumsi atau yang bisa dipelihara untuk jadi ikan hias etc. Tugas pemda-lah kalau soal kayak ginian. Lagian Lembeh itu kan daerah yang seharusnya dilindungi bukan? Dive resorts di sana dan para penyelam di sana kan udah bayar pajak dan uang masuk menyelam ya salah satunya kan harus digunakan untuk melestarikan daerah tersebut..tetapi yah itu kalau emang pemda Minahasa Utara dan pihak swasta di sana memang peduli untuk mempertahankan keberadaan Lembeh sebagai daerah penyelaman dunia..

*sori banget kalau rada sinis soal Lembeh* baru-baru ini denger berita dari kawan bahwa di antara Selat Lembeh dan Bangka itu ada pertambangan emas yang menurut berita terakhir, limbahnya katanya mulai mencemari air sungai di sekitar desa daerah situ... arggh..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Nov 29, 2011 10:34 pm 
Offline

Joined: Sat Aug 20, 2011 5:18 pm
Posts: 360
Menurut sy loh ya, justru coral reef itu dijaga spy ikan tetap dapat berkembang biak dgn baik di habitatnya.. Spy masyarakat punya penghasilan dari situ.. Jadi asal tidak merusak habitat ya silahkan aja, tapi jgn kalap ngambilnya.. Secukupnya aja..

Menurut sy, om pigmy kurang detail menjelaskan bagian "merusak"nya itu spt apa?? klu snorkling trus nangkep pake tangan ya seekor aja udah alhamdulilah ya.. sesuatu banget.. hahahahaha...

Nangkap ikan boleh, cuma masyarakat harus di didik utk menangkap tdk dgn cara yg merusak, dan jumlah yg ditangkap harus dikendalikan.. Tujuan coral reef dilindungi kan biar ekosistem bawah air tetap seimbang *kebanyakan ntn discovery channel.. hehehehe.. biar ikan dari hiu sampe plankton bisa terjaga siklus memakan dan dimakannya.. bleh ditangkap tapi secukupnya.. Yg dipermasalahkan kan cara nangkapnya, dan klu nangkap ingat warga 1 provinsi jadinya udah di luar batas...


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Dec 04, 2011 10:07 pm 
Offline

Joined: Wed Feb 16, 2011 5:50 pm
Posts: 36
giriwil wrote:
Pygmi Seahorse wrote:
Kalau mau protes ke pelakunya, mau berapa banyak yang ditegur? Nah dengan ditayangkan hal ini di Trans TV secara nasional, ditonton oleh masyarakat Indonesia, berapa banyak lagi pelaku-pelaku baru tersebut akan muncul karena mengingat profesi perusakan ini dapat mendapatkan nafkah. Bukannya Trans TV mendidik, tetapi malah menganjurkan profesi yang merusak ini.

Make sense?


ga masuk akal menurut saya kalo TV tsb menganjurkan profesi seperti itu (kecuali kalo anda menonton sendiri tayangan itu ... kan anda cuma denger cerita dari temen)

kalo memang TV tsb menganjurkan seperti itu ... memang TV-nya harus diingatkan.

Tapi kalo dia cuma memberitakan kejadian tsb ... ya harus ke pelakunya lah

Misalnya ... ada kejadian pengeboman ikan/destructive/illegal fishing ... Apakah TV/media massa hrs disalahkan karena memberitakan hal tsb krn dgn menayangkan kejadian tsb dianggap mengajarkan nge-bom ... ???

Atau contoh lebih luas ... tragedi 9/11 pengeboman menara kembar WTC ...
berarti seluruh media massa di dunia harus disomasi ... krn mengajarkan seluruh masyarakat dunia jadi teroris ???

Tidak bisa dong disamakan antara "penangkapan ikan yang mendatangkan nafkah" dengan "911". Dua-duanya sama-sama berita, tetapi yang satu memberitakan profesi yang mendapatkan uang. Bayangkan, jikalau banyak rakyat yang terpacu dengan hal penangkapan coral reef fish yang mendatangkan uang. Bayangkan, jika profesi penangkap coral reef fish bertambah, akibatnya benar2x perusakan Lembeh. Bayangkan kalau anemon tidak terdapat clown fish, bahkan tidak ada anemon sama sekali. Bayangkan jikalau sebelumnya rakyat tidak mengetahui bahwa menangkap coral reef fish dan mahluk lainnya dapat menghasilkan uang.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Dec 05, 2011 8:15 am 
Offline

Joined: Sat Mar 20, 2010 7:31 pm
Posts: 222
Location: Jakarta Selatan
[/quote]
Tidak bisa dong disamakan antara "penangkapan ikan yang mendatangkan nafkah" dengan "911". Dua-duanya sama-sama berita, tetapi yang satu memberitakan profesi yang mendapatkan uang. [/quote]

.

knapa gak bisa?

di dunia teorisme juga ada iming2 uang kalo mau jadi teroris atau misinya tercapai

.


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 10 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron