It is currently Sun Oct 22, 2017 4:24 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 61 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next
Author Message
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 23, 2010 9:33 am 
Offline

Joined: Thu Jun 17, 2010 1:24 pm
Posts: 11
bergaul sama masboy doong :D


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 23, 2010 9:39 am 
Offline

Joined: Mon Feb 08, 2010 10:37 am
Posts: 87
Ikut nimbrung ya.,

Soal log book:

Menurut saya log book itu catatan pribadi., buat ngukur kemampuan pribadi, dan tujuan/urutannya kuantitas - kualitas, jadi dengan meningkatnya kuantitas diharapkan kualitas meningkat juga.

tentu masing2 orang berbeda..ada yg buku log nya cepat penuh, tapi kemajuan kualitasnya kurang cepat.., ada yg baru 5 tapi udah oke.,
kalo soal pamer log..itu mah pengecualian aja kali.

jadi menurut saya, sebaiknya kalo ada iklan diving trip, sebaiknya selain mensyaratkan jumlah log juga menyampaikan tentang medan selam nyanya..biar masing2 diver yg mau ikut mempertimbangkan kemampuan dirinya.

Soal karakter diver:

Untuk alasan tertentu yang nggak bisa saya sebutkan disini, saya mungkin termasuk tipe donald trumph, alasannya lebih kepada mempertimbangkan keselamatan dan kenyamanan diver lain (jika menyelam berombongan), bukan karena banyak duit :p
kalau disuruh milih sih maunya nyelem rombongan lah..tapi ya gitu deh.

Jadi, menurut saya, mengelompokkan si boleh2 aja dan sah2 aja..tapi masing-masing pasti ada latar belakangnya.

Salam.,


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 23, 2010 11:17 am 
Offline

Joined: Thu Nov 19, 2009 10:24 am
Posts: 174
Nimbrung...

Komentar untuk quality vs quantity : bagi saya perlu berimbang...
Nembak langsung ke tempat2 eksotis nan indah nan arus nan mahal tanpa skill dan pengetahuan yang ok rasanya rugi banget... kecuali memang tujuan diving untuk prestige...
Maksudnya... bagaimana bisa menikmati spot kalau tidak bisa senang melihat hewan, koral2 yang unik, dll ?
Bagaimana bisa menikmati lokasi yang indah kalau bouyancy masih gak bagus, nafas boros dll ?

Kalau bagi saya sih, coba yang santai dulu, balik ke kota, practice lagi di kolam, coba yang lebih adventurous, practice kolam lagi, coba trip yang panjang, practice kolam lagi, belajar keunikan tiap dive spot....
Dengan begini bisa maksimum keasikannya....


Kalau spend berpuluh puluh dive di dive spot yang sama terus, ya mungkin kepingin jadi DM di tempat itu kali ya :lol: :lol: mau dihafalin lokasinya...


Rasanya lebih baik dikembalikan ke pertanyaan awal : 'Mengapa anda diving' ?
Sport ? Prestige ? Sambil kerja traveling bisa leisure ? Menemukan ketenangan di dalam air ? Untuk bisnis ? Cari teman ? dll, etc...


Kalau menilik ulasan HantuLaut, 7 list tipe diver itu adalah yang seharusnya dihindari, walaupun saya melihat ada ironi disini...
Pengamatan saya, Instructor, Dive Center, Pebisnis di dunia selam, dari sisi bisnis dan pekerjaan sebenarnya mengharap diver model 1, 2, 3, 7 dan kurang suka dengan diver model 4, 5, 6...

Dari sisi hobi, kecintaan pada laut dan dunia selam, model 1 - 7 tidak dikehendaki...

Dari sisi memasyarakatkan selam pada sebanyak mungkin orang, yang nantinya akan mendatangkan lebih banyak lagi pelanggan, tipe 4, 5, 6 adalah yang paling baik.

Point saya, mau gak mau, suka gak suka tipe 1 - 7 semuanya dibutuhkan
:lol: :lol:.

Yang diinginkan khan selam semakin memasyarakat, tapi tetap jadi 'elit'.
Tapi apa bisa seperti itu ? Semakin banyak customer selam akan menjadi semakin tidak 'elit' dan mengarah ke komoditas (ie : margin tipis :D).... dan ini inevitable.


Lebih baik terus berusaha 'memurnikan motivasi diving', secara gradual mengarahkan diver untuk mengenal ekosistem laut, mencintai koral dan hewan2 laut dan bagaimana cara melestarikannya...
Dengan demikian lepas dari bisnis, kita tetap memiliki komunitas yang benar-benar suka diving karena suka ada di laut...
hehehe... ah, berat banget nulisnya... sorry saya ngelanturnya kejauhan.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 23, 2010 12:39 pm 
Offline

Joined: Sun May 16, 2010 12:53 am
Posts: 90
hantulaut wrote:
enyong wrote:
kalau dilihat dari 7 contoh divers di atas, kesannya semuanya negatif.

mudah2an newbie ini tidak menajdi salah satu dari contoh di atas...


@enyong: itu realita yang ada diantara para diver.. seperti saya bilang, itu semuah tidak mengada-ada. kondisi itu sayah angkat supaya jadi bahan diskusi kita disini.

buat saya jumlah dive log vs banyaknya lokasi yang sudah diselami TIDAK menjadikan seorang diver menjadi CAKAP atau istilah enggris nya "mastering the skill". yang paling IDEAL adalah ketika si diver itu rajin me 'review' apa yang kurang dari dirinya & nggak pernah berhenti belajar. caranya banyak, nanti kita bahas sama-sama sejalan dengan mengalirnya diskusi ini.

banyak loh diver yang nggak peduli mengenai skill nya & gak mau belajar lagi setelah dapet sertifikat. ada juga diver yang hanya ngejar sertifikat setinggi-tingginya. hasilnya? nol besar..

ayo silahkan dilanjut ngobrolnya..


very nice input...

makin semangat praktek di kolam :)

thx a lot om hantulaut


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 23, 2010 3:08 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sun Feb 22, 2009 9:01 pm
Posts: 623
Location: SuNda KeLaPa
hmmm...kl saya...lebih ke quality kali yahhh...secara statusnya adalah pegawai yg ga bisa diving kapanpun seenak jidat terkait dana dan waktu...yg penting begitu ada kesempatan & dananya ada...langsung deh embat...hihihi...kl colong2 bolos dikit2 mah gpp kali yahh..yg penting divingnya oke...
kya misalnya waktu ke Ternate kemaren...itu kebetulan pas long weekend..cuma bolos 1 hari...bisa diving beberapa kali ud puas...asal beneran isi lautnya menjanjikan...(sayangnya walau isi lautnya menjanjikan yg kemaren pegi cuaca ga mendukung :( )

Mengenai tipe diving yg mana...hmmmm....saya tipe nomer 8 aja deh...yg serba worthed..hahahaha....harga trip worthed...site diving worthed...diving rame2 sih suka..tapi karena saya divingnya masi blun bisa terlalu ikutin orang..maunya diikutin..jadi masi agak prefer diving sendiri..karena DMnya yg ikutin saya bukan saya ikutin DM hihihihi... ( kl ud foto suka lupa diri...lupa liat rombongan tiba2 ud tinggal be2 sama buddy :shock: ) saya sama suami seh suka tanya2 dulu sebelum pegi diving..tanya2 sama temen2 yg ud pernah pegi ksana..tanya ada apa aja..apa yg musti disiapin...setidaknya ud ada persiapan pengetahuan sebelum berangkat..sampe d tempat enjoy dan explore deh...

Soal banyaknya log...buat saya, back to "QUALITY MATTER" percuma diving ribuan kali kl kemampuan ga se-ok yg cuma puluhan kali...yg ada malu juga kl divingnya dibarengin...hehehhe...

begitulah kira2 pendapat saya..hehehe...

_________________
|-JoeY-|
--------------------
" LooK dEEp InTo NaTuRe, U'LL UndeRsTaNd ThiNgs BeTTeR "


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 23, 2010 4:54 pm 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
pertanyaannya mendasar buat saya adalah : apakah diving harus malu atau harus sombong2an yah???

buat saya mau dikit banyak atau temat bagus ngak sih buat saya gak harus di maluin atau di banggain. karena saya diving untuk saya pribadi bukan untuk orang lain kan.

kalau list dr om hantu itu lbh terhadap orang lain yang berhubungan dgn kita seperti dive center, buddy, instruktur atau dive guide.

gak perlu malu kok ngakuin log hanya 4 krn baru lulus open water dan dive masih jelek namanya juga baru blajar kan....

ayo kita blajar diving bareng di forum.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 23, 2010 5:08 pm 
Offline

Joined: Sat Mar 20, 2010 7:31 pm
Posts: 222
Location: Jakarta Selatan
oceanographer wrote:
yang pasti sih akan lebih nyaman bergaul sama diver yang jujur, tidak sombong, dan rajin menabung.. hehe


hehehe yang ini saya paling demen :)


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Jun 23, 2010 9:53 pm 
Offline

Joined: Sat May 08, 2010 11:49 pm
Posts: 62
Location: Adelaide
giriwil wrote:
oceanographer wrote:
yang pasti sih akan lebih nyaman bergaul sama diver yang jujur, tidak sombong, dan rajin menabung.. hehe


hehehe yang ini saya paling demen :)


Setuju jg sama yang ini :)
Syukurlah berdasarkan pengalaman sih belum pernah ketemu instruktur abal2 yg masuk kriteria Om Hantu Laut :D dan waktu trip selalu ketemu diver yg disebut di atas


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Jun 24, 2010 10:49 am 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 19, 2006 1:52 pm
Posts: 1318
Location: Jakarta
wah topik yang menarik.. :wink:

hmm kalo buat gw pribadi diving is like drinking wine
terkadang just a sip cukup buat me-recharge otak dari kejenuhan dunia kerja..

terakhir nyelem waktu bulan mei kemaren, belum nyemplung2 lagi sampe sekarang.. tapi masih menantikan nyemplung berikutnya yang blm tau kapan :D

setuju apa kata blue dolphin .. kualitas
setuju apa kata ditajong .. apakah diving harus malu atau harus sombong2an yah???
dari topik hantu laut.. iya nih, gw termasuk murid instruktur abal2, jadi banyak tau nyelem malah dari forum selam :wink:

_________________
Dona


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jun 28, 2010 1:36 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
drg_dimas wrote:
Tumben om ada no 4??? biasanya tabu tuh pake angka 4....hehehe :lol: :lol:


hahaha.. pak dokter merhatiin aja nih hehehe.. gakpapa lah sekali2 ada angka 4 nya.. kadang bikin hokky juga kok hahaha


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jun 28, 2010 6:28 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Halo buddies,

Topik ini menarik sekali ya. Saya mau ikutan nimbrung dengan mengcopy paste sebuah line yang sangat indah dari website Poseidon (http://www.poseidon.com), sbb:

"Diving is not a sport nor a creed-but a way of being for those who embrace curiousity, cherish freedom, and delight in discovering the unknown. We are merely guests beneath the sea, and the more we are accepted by its inhabitants, the incredible creatures of the ocean, the deeper our understanding. This is the knowledge we strive for, the prize we seek."

Di awal topik pembahasan mencoba mengulas apakah (a) kualitas diving (dalam hal ini berkaitan juga dengan variasi spot yang pernah dikunjungi), dan (b) kuantitas (jumlah dive log). Dua hal ini semakin menarik dengan input dari teman-teman lain seperti Dita, Hantu Laut, mas Wisnu, dan lainnya.

Menurut saya, antara log dan kualitas pasti ada korelasinya. Seperti pepatah lama mengatakan 'practice makes perfect', namun memang log number seorang diver tidak selalu berarti bahwa kualitasnya akan improve secara paralel sebagaimana contoh yang sudah dibahas oleh Hantu Laut.

Log dive saya baru-baru ini mencapai angka 3000, kalau nggak salah terakhir itu 3008 dives, which tercapainya sejak saya mulai diving sekitar 25 tahun yang lalu. Apakah angka ini istimewa? Bagi saya mungkin iya, saya sempat terharu merenung sebelum saya nyebur untuk log nomor 3000. I celebrated my dive #3000.

Namun, bagi orang2 yang memang bekerja di diving industry seperti dive guides, angka 3000 yang saya capai adalah nothing, small thing. Kenapa? Contohnya di daerah Bunaken dan Bali, ternyata seorang guide dalam 1 tahun dalam keadaan normal melakukan dive sebanyak 900 kali. Artinya dalam 5 tahun dia akan membukukan dive sebanyak 4,500 kali! What an amazing figure!

Menyambung ulasan saya di atas, pertanyaan yang muncul adalah "apakah kualitas diving meningkat?" Saya akan mencoba mengulas dari dua sudut pandang, yaitu dari sudut pandang saya pribadi, dan dari sudut pandang saya terhadap diver lain. Pembahasan ini juga saya coba ukur berdasarkan kualitas satisfaction dan kualitas dari sisi skill.

Bagi saya pribadi, belakangan ini diving satisfaction cenderung menurun. Saya merasakan bahwa susah sekali mendapatkan kepuasan yang luar biasa dari diving yang saya lakukan. Saya suka ngobrol sama buddy saya kalau kualitas diving kok rasanya semakin turun. Saya coba identify problem yang saya hadapi ini, karena rasanya aneh bahwa antara keinginan nyebur yang menggebu-gebu kok tidak diimbangi dengan suatu kepuasan yang luar biasa? Hal ini tidak terjadi sebelumnya, every dive is always the best dive ever.. Kalau dibilang bosan sih terus terang nggak, karena setiap hari pun maunya nyebur. Apa yang saya rasakan adalah bahwa pada akhirnya EVERY WATERS ARE THE SAME! Mau di P. 1000, Sangiang, Bunaken, Wakatobi, Raja Ampat, Tulamben, Maldives, Cebu, Florida, Hawaii, semuanya kayanya sama aja. Setiap surfacing saya suka ngomong ke buddy saya: "Ah, cuma gitu aja, nothing special".

Saya hampir setiap minggu diving dan umumnya ke Sangiang. Bulan lalu saya ke Bunaken, dan PAAANG!!!... suddenly I feel sorry bahwa saya akhirnya nggak bisa bedakan asiknya diving di Bunaken dengan di Sangiang! What a shame! Dan saat inipun saya juga tidak mau expect terlalu banyak from every dive yang akan saya lakukan, karena saya selalu merasa bahwa each dive only give me the same satisfaction, not more. Saya berusaha mengatasi perasaan ini dengan mencoba fokus ke macro photography dan Project Aware, trying to shift my enjoyment to get the satisfaction.

Untungnya, saya juga masih bisa mengalihkan perasaan biasa saja dari setiap diving ke arah research selain Project Aware. Bukan research seperti layaknya research, tapi lebih ke arah experimenting dan mereview perfection maupun skill baru yang saya peroleh dalam melakukan diving. Saya selalu berusaha untuk memastikan bahwa diving skill dan practice saya adalah the safest dan harus perfect. Akhirnya saya selalu membandingkan diving attitude dan skill dari diver lain yang menyelam bersama di grup saya maupun grup lain yang kebetulan berpapasan. This way I keep on improving my skills and knowledge about diving.

Pengen nulis banyak soal ini, nanti sambung lagi deh... pusing juga mikirin kenapa gw jadi begini... kurang bersyukur? tauk deh... Mungkin harus merenungi kalimat Poseidon di atas lagi...

Cheers,
Rendra

[/i]

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jun 28, 2010 8:23 pm 
Offline

Joined: Tue Jan 19, 2010 10:57 pm
Posts: 64
wah oom rendra, kalau sudah 3.000 di dive log dan tidak berprofesi di industri diving, luar biasa angka tersebut buat saya.

Wong saya saja nggak kebayang kapan bisa mencapai 1.000 mengingat jadwal dan bujet untuk bisa diving setiap tahun terbatas. Bisa 70x setahun saja sudah luar biasa banyaknya.

Buat saya, oom Rendra sudah termasuk kategori beruntung sekali. Mungkin kalau sudah 3.000 dives, jangan-jangan saya bisa mengalami perasaan serupa, hehehe

Atau - jangan2 - saya yang lebih 'beruntung' dari oom rendra ya? karena masih hijau sekali dalam jumlah, jadinya masih terus exciting, hahahahaha

Salam,

Ricky Pesik
sangat newbie <100


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jun 28, 2010 8:32 pm 
Offline

Joined: Thu Jun 10, 2010 6:00 pm
Posts: 40
Saya noobie beraniin diri ikutan nimbrung. Kesenggol banget baca opini nya ditajong.

Sekarang dive log masih 4, itu pun contengannya training, bukan recreational. Emang rada malu sih, minder nyari buddy, sampe mikir gpp deh bayar dive master buat nemenin khusus diving berdua... kalo memang ga bisa dapet buddy yang kurang lebih se level-an (mahal gak ya private gitu?)

Bukannya pengen jadi type #7 nya hantulaut, tapi males kan kalo di rendahin ama buddy yang emang udah puluhan / ratusan log nya, sementara kita masih cupu n masih suka oleng-oleng di bawah.

Setelah quantity dan quality cukup, moga saya masih ingat topik ini, sehingga tidak menjadi sombong dan tetap mau membantu siapapun dan berapa pun log nya. Dan kalau bisa bantu-bantu new divers yang baru mulai juga kayaknya bisa jadi kepuasan tersendiri.

Well then, balik ke topik awal... kalau bisa sih saya mau dua2nya. Tapi seperti blue_dolphin; waktu, pekerjaan dan biaya jadi kendala. So, manfaatin sebaik-baiknya pas ada waktu dan sesuai tabungan yg terkumpul. Jadi kalo harus milih, saya milih Quality. Gak perlu banyak2 tapi di tempat yang bagus-bagus. Buat latihan kan bisa di kolam dive center.


ditajong wrote:
pertanyaannya mendasar buat saya adalah : apakah diving harus malu atau harus sombong2an yah???

buat saya mau dikit banyak atau temat bagus ngak sih buat saya gak harus di maluin atau di banggain. karena saya diving untuk saya pribadi bukan untuk orang lain kan.

gak perlu malu kok ngakuin log hanya 4 krn baru lulus open water dan dive masih jelek namanya juga baru blajar kan....



Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jun 28, 2010 8:36 pm 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon Jun 12, 2006 10:40 pm
Posts: 1030
Location: kingdom of undersea
@ rendra, gw tau obatnya utk lebih dpt kepuasan di diving.., coba deh nyumbang housing subal ke gw, dijamin puas dan tersanjung2, wkwkwkwk... sorry oot

_________________
PETUALANG - Penyelam Tua Lupa Pulang


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Jun 28, 2010 8:49 pm 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon Jun 12, 2006 10:40 pm
Posts: 1030
Location: kingdom of undersea
Ok skarang yg agak serius. Kalo ada org tanya udah brapa log, pasti gw jawab ga tau, krn emang ga pernah nyatet2 log. Buat gw, diving yg berkualitas jika bisa dapet foto2 bagus, ga peduli itu mau di sangyang atau raja ampat. Jumlah rombongan jg ga terlalu ngaruh, soale kalo nyelem gw agak2 autis, hehehe... Nah kecuali kalo lg foto wide, pasti lebih prefer sedikit org yg nyelem krn bubblenya ganggu bgt :) Jadi soal kualitas dan kuantitas, ya jelas penting kualitas, dalam arti dapet kepuasan dr diving itu sendiri, bukan dari site2 eksotik nan kesohor :D

_________________
PETUALANG - Penyelam Tua Lupa Pulang


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 61 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: Bing [Bot] and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron