It is currently Thu Oct 19, 2017 12:31 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 19 posts ]  Go to page 1, 2  Next
Author Message
 Post subject: SAFETY - Boat Diving Part 2 + Buoyancy at S-Stop + Drift
PostPosted: Fri Apr 03, 2009 11:41 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Dear All,

Ini saya oprek-oprek tulisan saya tempo dulu di SDI ( untung database masih ada di SDI ), mungkin agak basi sebab 2007 tetapi semoga ada yang minat atau belum baca. Masaalah safety ngak pernah basi kan yah.... :D

Karena ada kecelakaan di Tioman soal diver kena baling-baling, maka saya mau tulisan ini di on-air kan di Forum Selam.

Memang benar, kalau mau pipis atau apapun yang sifatnya diver berenang di air sekitar kapal, atau glayutan di belakang kapal atau apa kek, kapten kapal harus diberi tau dulu. Semakin besar kapalnya, semakin rawan kecelakaan, sebab kapten tidak bisa melihat ke belakang kapal atau tau 100% what's going on. Jika kapal cuma 10 meter dan mesin tempel tanpa lantai ke 2 ( flybridge ) ini mudah untuk kapten tengok seluruh aktivitas di atas kapal dia.

Juga Dive Master harus selalu broadcast ke kapten bahwa ada orang yang sedang di air, sebab kapten mungkin sedang tengok depan matanya. Kapten juga harus biasakan sebelum mesin di hidupkan, dia harus tanya sama Dive Master atau tim leader apakah semua sudah aman naik diatas kapal.

Jika trip semua nya kawan, agak gampang, sebab ada ajah yang nyari diver yang tak nampak di kapal. Jika trip umum dan tercampur dengan tamu yang tidak saling kenal, peranan Dive Master harus sangat dominan.

Ini juga termasuk saat ada pria yang berani kencing saat kapal sedang jalan ( cewek susah begini...kik kik kik ), baik laut teduh, apalagi sedang ombak...lapor ke kapten. Pertama supaya dia tidak manuver terlalu drastis saat ada sampah di laut dan jika perlu kecepatan kapal di turunkan.

Jika kapal bermensin tempel, tolong cowok2 jangan pegang mesin saat kencing, sebab mesin akan belok sesuai koreksi haluan kapal yang di perlukan oleh kapten...bisa jatuh yang kencing nanti. Baiknya sih kapal berhenti deh, kecuali ilmu kencing-on-the-move nya udah tinggi.... :P

Lihat arah angin, kencing ikuti arah angin, jangan lawan angin, biar tidak balik itu pipis ke kapal...kik kik. Jika kapal lari di atas 10+ knot, pipis bisa balik ke kapal euyyy.



Enjoy the information, semoga bermanfaat.

Surya wrote in SDI/ALFA DOLPHIN , 2 Juli 2007...........
Judul : DIVE SAFETY - Boat Diving Prat 2 + Buoyancy at safety stop + Drift


Kawan-kawan diver,


Saya sambung lagi tulisan saya lagi, jangan bosan baca dulu.

Jika kita diving dengan menggunakan kapal, kita pasti expect kapal untuk mengerti aturan main para diver supaya diver lebih aman. Sekarang kita juga harus mengerti batas-batas kemampuan kapal dan kebiasaan operator kapal pada umumnya, karena kapal juga ada batasan kemampuan nya.

Ada satu catatan yang saya ingin para diver usahakan didik kapten dive boat, yaitu cara penjemputan diver yang lebih aman.

Walaupun saran saya untuk mengibarkan sosis minimal 3 meter dari bawah air, tetap saja jika entah kenapa ada diver yang panik atau tidak mantap buoyancy nya, selalu ada yang akan nongol tanpa sosis. Ini jika sedang apes, bisa berbahaya bagi si diver tersebut, apalagi jika satu group banyak diver nya, contoh ada sepuluh diver dan 5 buddy team dan lokasi selam di pinggir pulau dan pulau itu relatif karang nya parallel dengan pantai dan bumi nya agak lurus.

Lihat photo : Rute Umum Menjemput Diver

Scenario dan geografis seperti ini sangat tipikal jika diving di pinggir pulau. Diver sudah pasti akan menyelam parallel dengan garis pantai, karena karang memang adanya disana dan sloping reef juga ada nya disana. Mari kita bayangkan satu skenario buruk. D1 ( Diver team 1 ) nongol duluan, lalu dijemput dengan dive boat. Lalu buddy team D5 nongol dan jarak cukup jauh, pasti dive boat geber mesin dan ingin jemput D5, pada saat yang sama karena karang parallel dengan pantai, si dive boat sudah pasti akan gunakan pantai sebagai patokan navigasi visual dia, sebab dia juga tidak mau kapal berada di air yang terlampau dangkal, tapi juga umumnya enggan terlampau jauh dari pantai atau di air sangat dalam. Mohon dicatat, ada dua cara navigasi di laut, visual dan instrument. Visual yah... pakai mata dan instrument pakai kompas atau GPS + compass.

Dalam penjemputan diver, pasti metoda visual yang dipakai karena toh diver yang nongol memang nampak, baik sosis nya atau orang nya sendiri.

Dari D1, kapal melaju jemput D5, apa boleh kata ada diver team D4 ternyata sudah 3 meter dibawah air dan siap-siap mau melepaskan sosis. Karena buddy team D4 masih pemula, si diver John Doe yang dapat tugas untuk mengibarkan sosis dari 3 meter dibawah air....sibuk buka gulungan sosis nya dan isi angin dengan octopusnya. Cilaka nya dan sangat sering terjadi bagi diver pemula, jika sedang pada kedalaman +-5 meter dibawah air, jika sedang melakukan suatu task/tugas, akurasi buoyancy mudah tergangu. Nama nya juga masih kurang jam terbang, ini wajar. Jadi tanpa sadar John Doe naik sedikit demi sedikit dan berada 1 meter dibawah air, SIAL nya belum sempat itu sosis naik, dive boat sedang melintas diatas kepala John Doe. Pada kedalaman satu meter, sudah pasti John Doe akan kena lambung kapal atau bagian underwater gear kapal. Apa yang akan terjadi jika Dohn Doe sampai kena baling2 kapal ?

Bukan rahasia umum bahwa saat melakukan safety stop bagi diver pemula, dan dia kebetulan konsentrasi nya terganggu karena harus melakukan SATU tugas lain, dia bisa tanpa sadar tau2 udah di permukaan. Masaalahnya adalah diver jika sedang melakukan suatu tugas, kadang2 nafas suka agak ditahan.....tanpa sadar. Dan aneh tapi nyata, kebiasaan orang "tertahan" nafasnya tanpa sengaja adalah saat setelah inhalation ( nafas masuk ) bukan setelah exhalation. Wajar lah, new oxygen supply kan enak. Jeleknya lagi, kuping kita hanya akan memberikan indikasi kita tidak pada posisi kedalaman yang tepat, yaitu jika kita sedang sinking down...sebab pressure air bertambah. Jika kita sedang going up tanpa sadar, kuping OK OK ajah, apalagi cuma selisih 2 meter.

Bersambung....................
Loh ternyata image size tak boleh lebih dari 800 pixel lebar nya yah ?
Test dulu yah...sabar


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Apr 04, 2009 12:49 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Sambungan.............tapi enggak pake lem.. :P

CATATAN : Sebagian info saya update..


Apes nya lagi seperti yang saya uraikan dalam tulisan saya yang lain, dimana 10 Meter sampai 0 meter adalah paling rawan karena buoyancy paling sulit di jaga di level ini, pasal nya tuh urusan expansion udara, persentase gesernya gede banget pada depth range ini.

Hitungan nya gampang, rata2 saat kita nafas dan buang nafas, paru-paru kita "mekar" kira2 0.5 liter. Ini disebut Tidal Volume. Bukan total volume paru-paru yah. Kita hanya concern dengan apa pun volume udara di tubuh kita yang bisa "mekar" dan menmbuat buoyancy kacau. Jika diver udah lupa atau emang malas baca buku, Archimedes Principle mengatakan...dan emang bener kata tuh si kakek....... 1 liter volume apapun baik udara kek, BCD kek, paru2 kek...akan menghasilkan daya apung 1kg dikurangi dengan berat jenis object itu sendiri.

Kita enggak usah bahas panjang lebar soal Kakek Archimedes, yang penting diver pemula tau bahwa saat anda nafas dan dada anda "mekar" 0.5 liter, buoyancy anda akan naik 0.5 kg. Jangan di itung lah berat jenis air laut padahal akan membuat buoyancy sedikit lebih dari 0.5kg. Pokoknya tarik nafas..anda naik, buang nafas anda tenggelam....jika sedang neutral buoyancy dan depth tidak bergeser... Titik.

Jadi jika John Doe tarik nafas dan enggak sengaja ditahan, 10 detik ajah pada kedalam 3 meter, dia bisa naik cukup cepat ke permukaan, sebab 500 gram daya apung extra udah dia dapat dari mekar nya paru2 dia. Jangan bercanda ama 500 gram, itu lumayan kuat daya apung segitu coi.

Jeleknya lagi, karena diver baru itu selalu sengaja over weight kira-kira 1kg, maka setiap satu meter dia enggak sengaja naik, itu udara di BCD ikut "mekar" dan tambah lagi lah buoyancy di John Doe. Jadi lah istilah run away ascent.

Saya selalu didik kapten dive boat manapun yang saya naik, supaya kapten untuk tidak melaju saat mau jemput diver yang cuma +-300 meter dari kapal. Ada ABK yang kalo pake kapal kecil ( perahu karet ) gaya nya kayak Baywatch dan geber terus kalo lagi jemput diver. Satu hal lagi yang saya tekankan ke kapten adalah, jangan jemput para diver dengan mengambil rute pintas parallel dengan pantai. Memang jarak tempuh lebih dekat tetapi jika ada diver yang SIAL dan tiba-tiba naik tanpa sosis, bisa cilaka. Saya selalu minta dia ke air dalam dulu kira2 seratus meter ke tengah laut dan baru masuk lagi ke air agak dangkal jika diver sudah siap dijemput dipermukaan.

Lihat Photo : Safer Diver PIck Up Method

Memang dari photo tersebut, kapal jadi zig zag saat menjemput, tetapi kapal lebih sedikit posisinya/keberadaan nya di air dangkal ( 30 - 60 feet ) , dimana diver biasanya akan nongol. Approach seperti ini jauh lebih aman. Memang nampaknya berlebihan tetapi in the name of safety, ini tidak lah merepotkan. Saya membuat metoda ini karena saya diver dan saya juga sering jadi kapten kapal, jadi saya hafal kebiasaan masing-masing profesi. Malah saking seringnya nyetir kapal teman, anak saya waktu kecil di sekolah saat di tanya "Apa kerja Papa kamu ? "...anak saya jawab ...Papa saya kapten kapal.... wele2, kapten kapal tanker tinja kaleee... :oops:

Ini lah juga worry saya, jika diver tidak pakai sosis yang ada talinya.....artinya dia harus nongol badan di permukaan baru lah tiup sosis. Maka sosis nya tidak effektif sebagai "alat anti-kejedot kapal " , cuma jadi marker untuk bantu kapal lihat dia. Sayang sekali, sosis pasangin tali donk kawan-kawan...7 meter cukup....10 meter lebih baik.

Diver-diver jika main nya di lokasi air bening seperti Manado dan Bali, belum tentu sadar akan hal ini soal pentinngnya sosis ada tali, karena air super bening melihat diver dibawah air yang cuma min3-5 meter gampang. Jika air butek seperti laut Jawa dan air tidak flat seperti kaca, gelembung diver saja susah tengok, jangankan tengok diver dibawah air. Enggak lucu banget kena dive boat sendiri, tapi such thing happened before. Tapi ingat, jika ada angin dan ombak riak-riak kecil ajah...mau bening pun airnya...akan percuma, bubble anda tidak akan nampak dipermukaan, sebab effek angin mendorong air juga membuat bubble bubble kecil. Percaya lah.


Jika kalian tanya, sudah berapa kali kapal lewat di persis di atas kepala saya saat saya belum sempat kibarkan sosis.....udah sering sekali...sering banget. Saya kan masih di 5-10 meteran, so aman deh. Kebiasaan saya kibarkan sosis juga bukan di 3 meter, tetapi saat di masih 5-6 meter dan kadang2 saat masih di 10 meter. Lihat lokasi lah. Semangkin rawan lokasi nya jika penjemputan terlambat, semangkin cepat saya kibarkan sosis. Tali sosis saya adalah 20 meter. Pake reel dibikin ama Ruswan kawanku. Kalau pake reel, tali susah kusut. Ini reel di buat sendiri dan kecil tidak seperti reel siap beli yang gede. Beli solid plastik teflon dan di bubut di bengkel, jadi lah custom reel. Ide bagus, kita kembangkan dan kita sebar luaskan.

Satu hal yang diver harus tau adalah mengenal suara baling-baling kapal saat anda dibawah air. Ciri-ciri mesin tempel suaranya high pitched ( putaran cepat ), sebab putaran baling-baling nya cepat. Nanti deh saya coba lakukan rekaman suara dibawah air dan upload untuk kalian bisa dengar. Kenapa harus anda mengenal suara baling-baling kapal ? Ini penting sebab suara baling-baling kapal, menentukan ukuran kapal. Ukuran kapal menentukan berapa dalam "draft" kapal tersebut. Draft adalah Draft Beer... :shock: , J/K..."draft" adalah kedalaman kapal dari batas garis air ke titik paling dalam kapal tersebut. Yah, titik paling dalam untuk sebuah kapal..sial nya adalah BALING-BALING nya ( umum ). Jangan kan baling-baling, kejedot lunas ( keel ) kapal saja sudah cukup untuk menjenguk Opa anda in heaven.

Semakin besar kapal nya, semakin dalam "draft" nya....ini fakta teknis yang tidak bisa lari. Contoh, kapal bermesin tempel suaranya akan seperti ini : Zinggggggg
Seperti suara orang bor tembok dengan alat bor. Putaran baling-baling sekitar 2,000-3000 putaran permenit, tergantung sedang berapa cepat lari nya tuh kapal.
Draft nya paling dalam cuma 1.5 meter udah dalem banget.

Kapal Tug Boat, tergantung ukuran. Draft 4 meter tidak heran. Ini suara baling-baling nya agak pelan dan tidak seperti suara orang bor tembok, lebih mengema sebab baling-baling besar. Frequency lebih rendah sebab baling-baling berputar sekitar 300-400 putaran per menit. Kapal kapal kayu dan phinisi suaranya mirip, cuma intensitasnya bebeda sebab Tug Boat mesin nya lebih besar. Kapal pesiar yang bukan mesin tempel, suaranya kurang lebih sama tetapi lebih cepat sedikit sebab putaran baling-baling sekitar 1,400 putaran permenit saat melaju.

Sebab itu di daerah ramai lalulintas kapal, saya akan mejengs safety stop di 5 meter, bukan di 3 meter. Sosis naik dulu selalu dan jika saya sudah mendengar suara mesin kapal saya mendekati atau melihat bayang-bayang nya, baru lah naik pelan-pelan ke 3 meter. Kapal diving kita harus menjadi tameng dari lalu lintas kapal lain nya. Jika di air bening ini mudah, jika air keruh memang agak susah.

Jika anda menyelam di area yang ada lalu lintas kapal tanker, mohon hati-hati sebab kapal tanker "draft" nya bisa sampai 10 meter. Tidak main-main, ini king kong size. Suara baling-baling nya sangat rendah putaran nya, sekitar 50-100 putaran per menit saja...tapi intensitas nya seremmmm... :roll:

Lanjut ke sosis.....
Satu lagi enaknya kibarkan sosis awal bagi yang belum sadar adalah, kita bisa buat diri kita sedikit minus buoyancy dan numpang ngapung dari sosis. Ini praktis sebab, sosis juga perlu sedikit beban untuk menarik dia, supaya berdiri/berkibar nya cantik. Jadi dengan sedikit minus buoyancy, mau kecolongan run-away-ascent itu lebih sulit. Praktis kan.


APA YANG PATUT DIVER LAKUKAN SAAT DI JEMPUT DIVE BOAT

Selalu perhatikan kondisi laut. Sering kali diver segerombol maunya ascent di air dangkal 30 feet, sebab memang nyaman bisa lihat bottom. Laut yang nampaknya botomless hijau cendol memang pada umumnya buat orang eggak nyaman. Jika arus dan angin mendorong kapal ke arah dangkal, ini bisa bahaya untuk kapal, sebab kapal bisa kandas. Kalau kapal kandas...kalian semua yang akan susah.

Saya sarankan diver selalu mencoba repot dikit dan berenang agak ke tengah laut setelah nongol di permukaan, supaya kapal punya waktu untuk angkat alat kalian dan tidak sampai terdorong angin atau ombak dan kandas ke tempat dangkal.

Saya perhatikan rata2 diver pemula akan perlu sekitar 2 menit per diver untuk dari mulai dia berikan weight belt ke ABK lalu bla bla bla...sampai ia naik aman di atas kapal. Coba itung ajah kalo diver nya ada 4 orang, berapa lama proses ini memerlukan waktu. Saya juga dulu lama seperti ini kok. Apa enggak bahaya tuh bagi dive boat jika angin dan ombak arahnya sedang mendorong kapal ke arah karang. Maka nya saya bilang dalam tulisan saya yang lain, pelajari juga alam nya.

Jadi kita sebagai diver harus sadar bahwa kapal itu ada batasan2 nya. Kita harus kerja sama dengan kapal biar semua baik, aman dan lancar.

Baiknya, kapal itu dilengkapi dengan tali lempar. Tali panjang 20 meter dan ujung nya yang akan dilempar ke diver, ada pelampung nya. Tali jangan terlampau kecil dan juga jangan terlampau besar. Diameter 10 mm cukup nyaman dan kuat. Kalau bisa tali jangan bahan plastik, beli bahan nya yang tidak pedas di tangan. Pelampung di ujung tali kalau bisa cukup berat untuk ada inertia untuk jarak saat dilempar. Kalau pelampung itu model nya Life-Ring ( umumnya warna orange ) juga boleh, tapi jangan yang terlampau besar, nanti lemparnya susah.

Tali lempar ini penting sekali jika ada diver yang terlampau dekat dengan karang dangkal. Tali dilempar dan diver ditarik dulu ke air lebih dalam dan baru lah si diver naik ke kapal. Jangan sekali-kali seorang diver mau nyaman sendiri dan akhirnya kapal jadi korban alias kandas. Jika kapal kandas saat belum jemput semua diver, artinya diver yang belum terjemput pasti akan hanyut. Jika diver tersebut kena ombak atau alun saat di air dangkal ( yang bahaya ombak gulungan memang selalu di air dangkal ), siap siap lah seorang diver yang cukup handal swimming skill nya dengan mengunakan snorkling set dan bantu lah dia. Bawa tali lempar tersebut dan pegang dia erat2, lalu tarik dengan kapal sampai ke zona yang lebih aman. Jangan resiko kan se isi kapal demi satu diver, kalo dia President Obama Mama yah no comment lah.

Saya sudah lakukan rescue seperti ini dua kali. Pertama di Tanjung Layar Ujung Kulon dan ke dua di sekitar Tanjung Bira - Sulawesi. Yang di Tanjung Layar -UK, para divers salah nongol dan kapal tidak berani masuk ke zona tersebut sebab alun memang besar dan lokasi ini sempit diantara dua batu besar. Dive boat nya besar, tidak lincah dan pelan, perahu karet tidak ada. Saya saat itu baru Advanced Open water dan dibawah 100 dive.

Bersambung..............


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Apr 04, 2009 1:06 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jun 14, 2006 10:07 am
Posts: 446
Location: Market
Wah om surya memberikan penjelasannya jelas dan padat nih..thank you oom..

Mungkin ini penambahan aja atau sekedar sharing pengalaman...

Enaknya diving di Asia termasuk di Indonesia, diver yang di jemput oleh kapal...saya sempat kaget waktu itu, dan bener2 seneng banget...Wong biasanya di aussie mana ada diver di jemput ama kapal kecuali kalau emergency...hehehe..jadi apa yg di ajarkan pada OW pada bagian berenang melawan arus dapat di terapkan..

So then I realised, how lucky we are..:D however, I agreed with om surya regarding the safety...Thank you again om for reminding us with your article..:)

_________________
People got to see this www.sharkwater.com !!!


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Apr 04, 2009 9:10 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Hello Om 7,

Tergantung lokasi dan prosedur, jika diver harus balik ke kapal dan arus di atas 1 knot, kasian deh.

Bagus nya sih di jemput kapal biar survey bawah air nya lebih puas. Kalau dive boatnya besar dan diver sampai 20+ orang, yah agak repot jika kapal nya tidak ada perahu karet. Tapi balik lagi sesuai apa yang mereka jual dalam trip tersebut lah. Ada lokasi yang rata tapi melebar, ini baiknya diver balik ke kapal. Tetap emergency bahwa diver harus di jemput, harus berlaku.

Di Indonesia nyaris tidak pernah saya dengar diving dari kapal dan kapal ngetem diam, bisa di kemplang ama tamu yang operate kapal nya... :D Phinisi yang tidak mobile, pasti ada perahu karet nya, anyway bahaya phinisi jika jemput diver....terlalu bloon manuvernya dan susah nampak dari tempat kapten.


Cheers,
SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Apr 04, 2009 9:21 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Sambungan......................



Terakhir di Tanjung Bira, DM nya yang saya tolong sebab dia sudah dekat sekali dengan batu dan ombak tiba2 besar. Ini nama nya sial. DM belain tamu yang lain, akhirnya dia sendiri yang hampir bahaya sebab dia the last man into the boat.

Tali lempar ini sangat penting dan bukan hanya bisa menyelamatkan diver, tetapi overall resiko dive boat "terbahayakan" jadi lebih minimal. Ingat nasib anda jika boat diving ada di dive boat nya.

Kalau lokasi seperti Karang Jajar - Ujung Kulon yang batu nya bahaya dan alun nya mengerikan jika Samudra Hindia tidak bersahabat, saya mungkin akan pilih satu tindakan drastis. Saya pada kondisi tertentu mungkin akan harus pilih 1 diver in distress lebih baik bonyok babak belur kena batu dan saya rescue dia sebatas kemampuan ketimbang satu kapal hancur tenggelam disana dan semua diver termasuk kapten dan ABK bisa ikut bernasib naas. Kalau pilihan sudah seperti ini kan repot. Amit2 jangan sampai terjadi seperti ini. Kalau di Karang Jajar, kapal tidak akan kandas, langsung tengelam dan pecah berantakan jika amit sampai ke hajar alun lalu terlempar ke batu.

Makanya, kenal lah dan pelajari lah medan selam anda. Ingat lah, dive boat bukan Rescue Helikopter yang bisa jemput dimana saja. Kalau trip, jangan hanya selalu mengandalkan DM, andalkan intelligence kita sendiri juga. Dengar briefing dia mengenai lokasi, jangan asal main nguntit ajah.


Apakah saya sendiri dan kawan-kawan sudah mengalami dive boat "mogok" ?

01. Pertama kali saya mengalami dive boat "mogok" terjadi saat trip Cipaku - Krakatau.
Ditengah jalan, ada getaran aneh dari shaft baling-baling. Saya bilang sama pemilik/kapten yang nama nya Suwanda bahwa ini tidak normal. Dia bilang normal, eehhh tidak lama ke mudian suara keras terdengar dan berhentilah kapal, mesin tetap hidup sehat. Ternyata kopel gearbox ke shaft baling-baling jebol. Sama saja, baling2 berhenti dan kapal tidak bisa jalan, walaupun mesin sehat.

Saya gembira sekali ini terjadi sebelum kita diving, jika diver sedang di air, bagaimana nasib kita tuh. Ini namanya blessing in disguise. Kita minta tolong dengan kapal nelayan yang memang sedang ada di sekitar sana. Itu pun sejam lebih kita panggil pake bermacam cara. Akhirnya kita deal dengan kapal nelayan, supaya tarik kita ke Pulau Sebesi. Nah, disini duit baru laku tuh.


02. Ujung Kulon - Panaitan, tapi bukan Karang Jajar. Cuma saya berdua Ruswan yang diving, satu kapten dan satu ABK. Ruswan sudah naik ke kapal dan saya baru muncul. Tumben saya pikir sosis saya udah berkibar 3 menit kok kapal belum mendekati. Saya sadar, pasti kapal ada maasalah. Saya juga yakin pasti Ruswan akan kontak saya via radio VHF. Bener ajah, begitu VHF keluar dari senter saya, Ruswan udah mengudara, cari saya. Kita hanya 400 meter terpisah. Tengok bisa, teriak pake bacot kagak bisa. Dia bilang starter mesin ( kapal ini mesin tunggal ) mati total. Saya bilang check sekring 15 ampere di kabel putih dekat aki. Mesin dia 250PK sama dengan mesin kapal saya dan saya cukup hafal, bedanya saya pakai 3 mesin biar aman dan kencang. Saya di lokasi selam yang satu ini agak takut dengan satu pantai yang akan saya lewati jika saya hanyut terus, disitu ada batu dangkal dan ombak mengulung-gulung lumayan besar. Mati sih kagak lah, hilang ganteng karena besot seluruh badan dan muka pasti lah... :roll:

Arus tidak kencang sekali, tetapi berlawan arah dengan angin. Kapal ke tiup kedalam selat, saya hanyut ke luar selat. Disini saya masih PeDe lah, Samudra Hindia masih 12KM lebih...masih jauh dan berenang ke pantai cukup dekat, tidak sampai 1,000 meter dengan catatan saya harus berjuang berenang parallel dulu dengan pantai dan cari yang tidak ada ombang bergulung-gulung, paling top berenang 2KM lagi.

Karena kapal ini tidak pernah mogok saat mau jemput diver, jadi ABK agak grogy karena saya sedang hanyut. Mesin tempel darurat 25PK yang dibawa, tidak bisa hidup. Saya dikabarkan oleh Ruswan bahwa mesin 25PK tidak mau nyalah. Wah, jadi dayak lagi nih pikir saya. Akhirnya mesin 25PK darurat hidup. Ternyata karena grogy, ABK colok selang bensin terbalik. Karena selang bensin ada one-way-valve, mesin tidak hidup2. Wha ha ha, saya ketawa saja. Cuma +-25 menit saja saya hanyut.

Akhirnya saya di jemput. Saya coba perbaiki mesin tetapi waktu sudah sore dan pulang ke Pulau Peucang itu jauh kalo pake mesin kecil 25PK. Kita balik ke Peucang. Check punya check, ternyata aki nya yang rusak satu cell. Jadi voltase tidak tercapai. Sampai botak pun tidak akan hidup mesin ini. Itu mesin 25PK darurat pun, saya yg tekankan untuk selalu dibawa dan selalu di test sebelum setiap trip. Untung lah, saya ketolong dengan nasihat saya sendiri. Karena kapal ini bisa dipasangkan mesin cadangan 25PK untuk emergency, perahu karet tidak critical keperluan nya.


03. Ada cerita lucu lagi dan ini memang mujur, maksud saya sial yang sebenarnya memberikan kemujuran. Lokasi Ujung Kulon juga. Saya dan kelompok saya naik kapal Ruswan, tapi ini yang mesin tempelnya nya dua. Kawan saya Jonathan "Apauw" juga sedang fun dive dengan kawan2 nya, pakai kapal single engine dari sumur.

Mesin kanan kapal Ruswan tiba2 ada gangguan di Copong. Team saya tetap pada mau diving, saya bilang TIDAK !!. Jika kapal dengan mesin tempel, tinggal satu mesin, dan dipaksakan, itu surviving engine akan stress berat dan bisa jebol. Kalo mesin diesel masih agak tahan, asal speed super slow. Celamitan diving boleh, kalo cari bahaya jangan deh.

Kita balik ke Peucang. Saya minta Ruswan sewa kapal lagi satu dari Lippo Carita. Dia selalu bawa telefon Satelit Byru, jadi bisa komunikasi dengan Carita. Kapal kedua disiapkan dan akan meluncur. Dive boat kita saya perintahkan jalan pulang dulu, tetapi beban kita kosongkan total, supaya kapal ringan dan mesin tidak stress. Dengan dive boat balik dahulu 3 jam di muka, nanti hitungan saya dia akan kita ketemu di tengah jalan sekitar sebelum Tanjung Lesung dan wilayah ini HP sudah aktif. Saya tetap concern akan safety mereka.
Tetap telefon satelit kita berikan ke kapten nya si Ruswan karena kita total ada 2 telefon satelit.

Kapal jemputan datang 3 jam setelah kita bel dan satu jam kemudian kita sudah papasan dengan dive boat kita yang pincang mesin dan udah jalan 4 jam duluan. Sesuai hitungan, wilayah jumpa memang dekat dengan T-Lesung ini sudah aman terjangkau HP biasa.

Hari itu kawan kita Jonathan pulang agak awal ke Sumur, kita malah lewatin kapal dia dekat Tanjung Alang- Alang saat kita pulang naik kapal jemputan. Ternyata bukan hanya kita yang apes, kapal Jonathan juga apes. Gearbox kapal nya tidak lama kemudian jebol. Kapal ini mesin tunggal, jadi yah mogok total lah. Untung kapal itu ada radio dan bisa kontak dengan pemiliknya yang memang juragan kapal dan ada beberapa kapal lain. Mereka di jemput dengan kapal kedua.

Cerita punya cerita saat saya bel-bel an dengan Jonathan esoknya dan dia bilang dia mogok. Saya bilang, untung kamu tidak diving siang harinya di Copong dan malah langsung pulang. Jika mereka dive siang di Copong, bisa ada kemungkinan gearbox jebol saat diver sedang mau dijemput dan sial nya dive boat team saya juga lagi mandek di Peucang, bukan lagi beredar di Copong. Jika team saya masih di Copong, mereka bisa gimana cara kek panggil kita. Kalo enggak salah, kapal-kapal Sumur lebih suka pake radio 2 meteran, bukan marine VHF. Kita ada nya marine VHF.

Tapi Johnathan bisa pake cara lain lah panggil kita. Bakar baju di celup solar di ujung bambu kan asapnya hitam, kita pasti akan datang. Yah ini lah namanya sial tapi mujur.

Emang kita orang Indonesia paling top lah, kalo tabrakan dan patah kaki, pasti kita bilang nya.....untung enggak mati. Kalo kita kecolok mata kiri nya, pasti kita bilang....untung enggak dua-dua nya. Yah memang pikirin yang happy daripada yang worse case, lebih enak di hati lah.

Sementara ini dulu yah....

Dive Safe,
SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Apr 04, 2009 11:36 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Nov 02, 2006 10:31 am
Posts: 295
Location: jakarta
wuih bermanfaat sekali postingannya
terima kasih P.Surya

_________________
the more you look around at things, the more you see


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Apr 04, 2009 12:25 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
wah ternyata urusan kapal bisa ngerepotin juga ya..
-ga pernah dpt masalah dr kapal soalnya-

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Apr 05, 2009 12:14 am 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon Jun 12, 2006 10:40 pm
Posts: 1030
Location: kingdom of undersea
Sadiiisss.. pak Surya bagi2 warisan.. bener2 nambah elmu nih, makasih banyak yah.., ditunggu elmu2 laennya :D

Btw saya juga pernah mogok sebelum tj. alang2 pake kapal sumur, ga punya telpon satelit n ga ada sinyal, yg. ada kite cuma bengong nungguin kapal lewat, hehehe... sampe 6 jam baru ada bala bantuan. Dalam masa penantian itu jg saya berpikir untuuuuunngg.. ga pas lagi diving :) Agak2 trauma dan butuh waktu yg cukup lama utk berani lagi ke Ujung Kulon pake kapal Sumur. Sampe sekarang ga brani nyelem di luar selat Peucang atau daerah2 yg. berarus, hehehe...

Ini postingan trip report waktu mogok dulu viewtopic.php?t=137

_________________
PETUALANG - Penyelam Tua Lupa Pulang


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Apr 05, 2009 8:40 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Quote:
2. Heru conveniently skipped the mentioning of the ultimate HIGHLIGHT of this trip: our boat's gear box broke down and left us stranded in the ocean for over four hours without any means of communication with the outside world. So how did we pass the time while waiting to be rescued? Eating, Fishing, gossipping, eating, sunbathing (even though it was drizzling outside), singing "Unforgettable" on repeat, eating, napping, did I mention eating?
Dec 18, 2006


Memang mechanical breakdown sesuatu hal yang sulit kita kontrol, walaupun dengan perawatan stringent dan procurement yang benar, tapi ini bisa di minimize.

Saya spend time di atas kapal cukup lama, sebenarnya main-business saya adalah urusin kapal-kapal pesiar , jadi saya hafal benar dengan kapal dan its related problems.

Justru karena paham, rasa bimbang selalu ada, apalagi jika mesin tunggal.

Wilayah Ujung Kulon selama masih dari Sumur ke Peucang, laut nya tidak terlalu dalam, jangkar masih bisa di pakai. Dari Copong ke Tanjung Layar asal mepet pantai juga belum terlalu dalam, jangkar masih bisa di pakai.

Selat Panaitan ( Copong ke Panaitan ) di tengahnya dalam...lebih dari 300 meter, jangkar tidak akan sampai. Dari karang Copong radius 4,000 meter masih dangkal, malah tak sampai 40 meter jika arah ke North-West dan ke barat nya.

Karang Jajar yang arah ke laut lepas, 300 meter dari nya, laut sudah drop off dalam ke 300 meter. Ini juga sulit untuk jangkar bisa di deploy jika ada gangguan mekanikal.....saat ombak/alun besar...lebih repot lagi.

Boat diving memang resiko jika saat diving, kapal ada gangguan mekanikal.
Tetapi jika diver cuma main di Copong atau Karang Care, berenang ke pantai masih bisa sebab wilayah Copong yang umum orang diving kan, cuma <1,000 meter dari batu Copong yang terkenal itu. Kalau saya diving nya bisa 3,000-4,000 meter ketengah lautnya ( north-west atau barat nya ) dari batu Copong.

Jika yang diving main parallel dengan pantai, ini aman juga. Jika main di tanjung dan bablas ke open water, yah susah.

Gearbox memang kendala bagi banyak kapal kayu sebab mereka suka pakai gearbox yang murah dan kurang reliable. Jika gearbox seperti ini di pakai di kapal Tuna long line, kata operator 6 bulan jebol, tapi kan ini operasionalnya +-150 hari non stop. 30 hari di laut istirahat 10 hari lalu ke laut lagi , ini user profilenya dan mesin+gearbox nyaris 100% kerja terus.

Hal lain yang tidak mendukung untuk kapal kayu biasanya shaft baling-baling dan segala komponen underwaternya, bukan barang bagus yang di pakai. Sebab ini barang mahal dan alternatif murahnya, home made lah istilahnya ....banyak, jadi bisa salah pilih dengan mudah. Jika mesin tidak bisa di buat sendiri, jadi tetap branded, walaupun ada merek seperti Dong Feng ( atau inferior Chinese import lain nya ) yang tidak terlalu reliable.

Kapal kayu yang saya maksud disini adalah yang umum dan dibuat dengan murah. Bukan seperti kapal Phinisi yang ada sebagian menggunakan underwater gear yang bagus dan kuat, serta mesin yang benar-benar marine engine dan branded.

Memang ini dilematis. Reliability ada harganya, ada investasi tambahannya. Cuma perlu satu mechanical breakdown pada moment kritis, everything goes haywire.

Coba saya ubek-ubek arsip lagi soal safety Boat Safety Part 1, nanti saya posting yah.


DIVE SAFE

_________________
Used to be dumb but no more....


Last edited by Surya Prihadi on Mon Apr 06, 2009 2:17 pm, edited 1 time in total.

Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Apr 06, 2009 10:13 am 
Offline
User avatar

Joined: Sun Feb 22, 2009 9:01 pm
Posts: 623
Location: SuNda KeLaPa
wahh..benar2 pengetahuan baru buat sayah...
trims berat y buat sharingnya !! :lol:
semoga pas kejadian, (amit2 ketok meja kayu 3x) semua ini inget n ga lupa karena ud panik >.<

_________________
|-JoeY-|
--------------------
" LooK dEEp InTo NaTuRe, U'LL UndeRsTaNd ThiNgs BeTTeR "


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Apr 06, 2009 10:15 am 
Offline

Joined: Tue Sep 02, 2008 9:04 pm
Posts: 36
Waah kereen... Terima kasih banyak, ilmu n penjelasannya oke bgt..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Apr 10, 2009 10:38 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Jan 27, 2007 6:53 pm
Posts: 1379
Location: Sanur - Bali
Top,,,.. pelajaran bagus.., perlu jai perhatian lebih jika bepergian ke remote area..
This is a novel problem where we can not expect when it gonna happen,..

_________________
Instructor & Trips Organizer
Bali Marine Diving, Dive for Bali & Beyond
CP : Nicky/WA 08123891254/08123808808
Web : http://www.balimarinediving.com
FB : http://www.facebook.com/balimarinedive
IG : @balimarinedive
Twit : @balimarinedive


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Apr 25, 2009 7:54 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Feb 17, 2009 9:19 am
Posts: 26
Location: Jakarta
infonya mantab sekali pak.. numpang repost ke milist club ya.. terima kasih.. napa pak surya saya tampilkan kog... :wink:


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Aug 10, 2009 4:05 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
eeeh.. lagi baca2 nggak taunya ada mbah surya juga disini.. ayo aktif lagi dong mbah hehehe..

lu gak tau kan gue siapa mbah? hahaha... ntar kagak gue bagi nomer cantik lagi ah kalo lu gak tau gue..

temen-temen forumselam, mbah surya ini perlu dipaksa untuk aktif nulis & di'peres' ilmunya. beliau ini gak pelit bagi2 ilmu kok, cuman dianya aja males bangun pagi hahaha..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 12, 2009 5:35 am 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon Jun 12, 2006 10:40 pm
Posts: 1030
Location: kingdom of undersea
Iya nih menyenangkan, forumselam mulai banyak mbah2nya, ada mbah Nicky, mbah Bayu, mbah Surya n yg terbaru mbah Rendra. Ayo jgn sungkan2 bagi2 ilmu buat kita2 yg masih ijo ini, hehehe...

_________________
PETUALANG - Penyelam Tua Lupa Pulang


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 19 posts ]  Go to page 1, 2  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: