It is currently Tue Nov 21, 2017 11:05 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 5 posts ] 
Author Message
 Post subject: (Boat Safety) Kapal Pinisi tenggelam di Perairan Bintan
PostPosted: Sun Mar 15, 2015 2:44 pm 
Offline

Joined: Tue Nov 12, 2013 12:18 am
Posts: 115
Location: Malongo - Cabinda - Angola
Semalam, sekitar pukul 21.30 sebuah kapal pinisi untuk keperluan penelitian KKP yang disewa dari seorang pengusaha asing dengan nama KM Nurah tenggelam di perairan Bintan-Anambas. Tidak ada korban tewas, semua penumpang berhasil diselamatkan dan dievakuasi oleh dua kapal perang TNI AL yang kebetulan berada di sekitar wilayah tersebut.

Kapal tersebut rencananya akan memetakan kondisi karang dan potensi wisata di kabupaten Anambas dan kabupaten Natuna. Tentunya banyak penyelam ikut turut serta dalam pelayaran kapal penelitian tersebut, syukurlah semua selamat.

Menilik kejadian belakangan di Indonesia, sejauh ini dalam kurun waktu 3 tahun, sudah terjadi 4 kecelakaan / tenggelamnya kapal pinisi di Indonesia, berikut rinciannya:
- 28 Feb 2013 Kapal Pinisi (tidak diketahui namanya) tenggelam di dekat pantai Losari Makassar, tidak ada korban jiwa
- 25 Des 2013 Kapal Pinisi KM Karya Jaya tenggelam di perairan Selayar, 9 penumpang hanyut berhasil diselamatkan
- 16 Aug 2014 Kapal Pinisi KM Versace Amara tenggelam di perairan Sangeang Api, Bima, 2 penumpang hilang
- 14 Mar 2015 Kapal Pinisi KM Nurah tenggelam di perairan Bintan-Anambas, semua korban selamat

Sebagaimana selalu disinggung singgung sebelumnya - terima kasih pada mbah Surya Prihadi yang selalu update dan rajin membahas keselamatan kapal dan pelayaran penyelaman, sebelum naik kapal (apapun)_ selidiki tingkat keselamatannya dan prosedur daruratnya kalau ada kejadian yang tidak diinginkan

Salam diving safety...

_________________
"No safety, no dive!"

Darmawan A Mukharror a.k.a. Gharonk
http://www.sharkdivingindonesia.com


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: (Boat Safety) Kapal Pinisi tenggelam di Perairan Bintan
PostPosted: Sun Mar 22, 2015 3:03 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Bro,

Ada 2 lagi yang tenggelam dalam 3 tahun ini dan dua dua nya kapal Live On Board.
1 di dekat Krakatau dan 1 di Ambon, OTW ke arah Tual ( Kai ) ato apa gitu.

Di zaman gini kecuali cuaca buruk banget kayak yg di Krakatau, accident bocor atau grounding kena karang
seharusnya sudah tidak boleh terjadi, sebab GPS chartploter dan pompa serba-guna itu barang murah.
Baik itu miskin alat basic atau SDM nya ketiduran atau lalai, jika ada trip, kalian pasang mata deh
sebelum pilih itu kapal dan saat sedang berlayar.

Saya punya 1 kebiasaan.
Setiap pakai kapal baru LOB, saya akan ikut jaga di ruang kapten saat malam hari jika saya belum pernah tau
SDM kapal tersebut. Sebab malam itu paling bahaya, walaupun kapal cuma jalan 6 knot.

Kalo soal alat back up, cuma radar dan radio SSB saya kagak punya dan tak bisa bawa saat LOB.

Bagi yang sudah paham navigasi dan punya peta seperti Garmin, Navionics dan C-MAP, ini 3 merek terkuat di
dunia bagi portable chartplotter, hati2 lah saat peta adalah sumber dari skala peta yang hanya 1:500,000.
Skala peta bisa di panggil di database itu mapping system.

1:500,000 artinya 1mm x 500,000 = 1 millimeter titik di peta, itu mewakili 500 meter luas area aktual di laut.
Maka peta skala kayak gini, apapun area dangkal dan ujung pulau, jauhi lah minimal 2KM, sebab GPS sendiri
di Indonesia karena tidak dapat signal WAAS ( correction signal milik USA )

WAAS = Wide Area Augmentation System (WAAS)
http://en.wikipedia.org/wiki/Wide_Area_ ... ion_System

Kalo Eropa , Jepang dan India sebut correction signal ini SBAS ( satellite-based augmentation system (SBAS).
India punya GAGAN
Eropa punya EGNOS
Jepang punya MSAS

Pada 95% of the time, GPS signal yang punya si Obama, akan akurat sekitar 30 meter.
Ini sih benar, sebab saya pakai GPS cari rumpon, tiap minggu, secara GPS akan beda sekitar 25 meter.
Ini pun dengan catatan signal satellite bagus dan minimal dapat 4 satellit. Ini pengalaman real time tahunan
bukan baca internet yah.

Ini info cukup bagus :
http://www.radio-electronics.com/info/s ... cision.php

NOTE : Istilah S/A atau Selective Availability di GPS sudah di matikan di tahun 2000.
Ini fungsi kalo USA lagi perang, GPS sipil akan lebih errror dan GPS militer yang punya akses ke S/A
akan tetap tepat. GPS sipil tidak ada akses S/A.


Jika ada correction signal gratis, bisa lah 3-5 meter accuracy. Jika pakai signal koreksi bayar + alat extra canggih,
bisa lah 2cm akurasi.

Anyway, apapun obstruction di laut, termasuk ujung tanjung sebuah pulau, karena kita ini negara penuh karang,
pelajari lah itu karang berapa jauh menjorok ke laut dari sebuah pulau atau gosong atau area dangkal secara peta
dan...... Tambahkan 1,500-2000 meter menjauhi, cukup aman dah kapal anda, walaupun GPS sedang agak error,
sebab pemetaan di Indonesia itu banyak masih tidak updated dan dari zaman Belendong. Karang juga kan bisa
tumbuh neh, dan makin lah keluar ke laut.

Bagi yang hobby LOB, jadikan Laptop anda sebagai Google Earth off line charting system.
http://freegeographytools.com/2009/manu ... earth-data

Modal nya : NOTE : Saya pakai di 2009 dan sudah jarang pakai sekarang.
- Laptop
- GPS Module tipe USB
- Software gratis ( yg Pro bayar ) untuk supaya Google Earth bisa pakai GPS
http://goopstechnologies.com/
Cuma kalo di Windows 8 saya tak pernah coba. Vista OK, Windows7 OK.
- SABAR. Sebab kudu scan scara manual semua area laut yang kita mau kunjungi dan zoom in dan out
pada resolusi ( eye height ) yang di butuhkan dan, pakai tanggal image beda-beda, cari yang terbaik...semua akan
automatic ke simpan di cache G-Earth di laptop ...tapi cuma bisa simpan 2GB doank. Entah kalo GE versi terbaru
sampai berapa GB. Juga kudu disipline untuk tidak connectkan si Laptop ke Google Earth saat cache sudah lengkap.
WHY ? Karena Google juga pinter, mereka tak mau orang pakai GE mereka offline.
Ada 2 file yang simpan data image nya GE.
- dBCache.dat <<<< ini yang 2GB maximum.
- dBCache.dat.index <<< ini yang berengsek. Ini file lah yang kasih kita zoom ini zoom out image data.
Tanpa ini, burem semua data kita sebab kagak bisa di akses.

Ini INDEX file kalo dulu di 2009, jika kita sudah punya data let say 1 bulan di muka untuk area diving tersebut,
dan sebelum berangkat kita iseng connect ke server GE, bisa di oprex ama server GE ini INDEX dan burem dah hasil
caching/simpan image kita yang kalo internet cepat pun pada 4-8mbps bisa 4 jam kerja nya.
Saya tak paham kenapa GE update in INDEX file dan kapan akan di update. Salah satu cara adalah simpan ini
dua file sebagai master dan saat di perlukan di lokasi ( tanpa internet yah ), delete kedua file bawaan GE dan
copas ini 2 file , dan bisa pake dah.

Apa keunggulan Google Earth ?
Jika lokasi sudah ada high resolution di GE, karang pun bisa kita tengok real time.
Saya nemu karang di Boano Ambon yang di peta Dinas Hidros tak ada, dari image satelit,
mbat dari Universitas di USA, kalo tak salah Florida deh.

Ini contoh ringan bahwa peta kita tak updated sangat.
Labuhan bajo area nih. Komodo.

Image

.
Image


Bingung kagak saya bisa spot satu karang ini dari ratusan karang ? :mrgreen:
Di 2009 sampai 2011, saya getol2 nya latihan scanning image satellite untuk cari karang dalam baik
yang dari peta nautical atau pun yang sukur2 tak terdata oleh peta .
Di 2009 image database GE belum selengkap sekarang, maka saya cari di Universitas Florida tersebut
sebab mereka ada reef program dan itu Universitas dapat peta gratis dari para pemilik satellite yang saat
itu GE belum bayar dan belum di masuk ke GE database. Pulau 1000 ajah lambat sekali dapat image satelitnya.
Tetapi Indonesia Timur lumayan deh database nya.

Dengan sering scanning ini saya tau peta kita, khususnya di ujung pulau atau karang nongol,
kalo ada dibawah air nya, pasti ada yang error soal luas dan kedalaman ini karang tenggelam.
Ujung karang itu yang paling banyak makan korban, sebab yang tak paham lokasi, tapi PD saat tengok pulau dan
asumsi paling 100 meter bibir karang nya menjorok ke laut....mereka fikir, padahal gosong sebuah pulau kadangkala
bisa 10x lebih besar dari si pulau.

Sekitar 2009 juga kawan mau ke Rote, LOB. Saya scanning dulu dan simpan database GE di laptop dia.
Akhirnya ke pakai banget, sebab saat malam mau berteduh, dia mau masuk keteluk yang keadaan aktual karangnya
beda dengan yg di peta nautical. Satu hint, jika karang bisa di lihat di GE sebagai area dangkal, itu pasti tak sampai
lebih dari 5 meter. Yang di takuti kan area dangkal dan ada karang besar 1 biji ajah dan model besar dan keras kayak
brain coral, bisa bocor kapal nya.

Image

.
Ini dibawah extension dari karang ceplok yang konon di peta peak nya 1 meter dan lingkar luar 5 meter,
lalu ke arah dalam teluk adalah 20-23 meter....nonsense ajah,
itu mah cuma 5 meter atau lebih dangkal sesuai outline merah di GE yg saya beri tanda "?"
Image
Jika di lihat di peta nautical ( peta orientasi UTARA ), kapten saat malam hari bisa PD banget masuk dari
sisi selatan di karang ceplok, sebab air di peta dalam 12 meter. Lihat karang di GE jam 6 dari si ceplok 1 meter,
itu kan dangkal dan menjorok ke laut 50% lebih besar dari apa yang peta nautical gambar. Karang kan bisa
tumbuh. Ini bahaya nya. Approach masuk ke teluk ini saya dot dot kan hijau, itu yang paling aman bagi
orang yg tidak pernah masuk ke situ.


Ampe thank-u thank-u dia saya scanning resolusi maksimal ini teluk. :mrgreen:

Pokoknya kita yang main laut, tambahkan ilmu navigasi + baca cuaca + baca arus + paham kapal dikit dah
dan apapun yang sifatnya, diving tidak bisa terjadi/terlaksana atau bisa bahaya karena nya.
Ini akan selamatkan kita suatu saat.

Urusan diving fashion kah, dive gear kah.....tak penting sangat. Beli yang top of the line dan branded, case closed.
Dive fashion can not save your life. :D

Dive save yah Bro.

.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: (Boat Safety) Kapal Pinisi tenggelam di Perairan Bintan
PostPosted: Sun Mar 22, 2015 3:04 pm 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
nah tuh dia si mbah dah bersabda...


gila tuh peta laut pasti diliatin satu persatu tuh sampe si ceplok bs keliatan bedanya sama peta GE....bukan main dah. gak salah punya layar gede bgt tuh pak hahahah

nah yg barusan dibahas blm lagi dr unsur safety LOB nya itu sendiri selain dr segi radar dll nya.
misal:

1. kapal punya brp mesin? rata rata phinisi sekarang hanya punya 1 mesin nah kalo mesin ini mati gimana yah?
2. dingi ada berapa dan berapa peserta diver yg ikutan, berapa guide per divernya?
3 beberapa kapal sudah bawaan salah desain, ini harus lbh berhati hati de. kapal dengan desain tinggi dan berat diatas jgn deh jd pilihan. mendingan tidur aja dirumah deh tuh.
4. safety si diver. (kalo dibekalin nautilus gak masuk hitungan yah hehehe)....

selain kecelakaan yg disebut diatas tadi, kalo gak salah thn lalu jg ada kapal trip dr lombok ke komodo yg pecah hancur di daerah P. Moyo, tapi mungkin ini gak diberitakan banyak yah. kapal ini bawa turis trip snorkling dr lombok ke komodo selama 4 hari dengan island hopping snorkling juga. nah isunya sih pas angin kenceng nih mesin kapal mati dan gak bs kendalikan, lempar jangkar gak cukup panjang krn 1000m+ dalemnya yah. akhirnya hanyut ke pinggir dan hantam karang deh tuh. isinya turis bule semua dan awak kapal sulawesi. kapalnya sehari hari doking di pelabuhan bangsal dan tamu kayanya tamu dari gili juga deh tuh..... ^#(^

_________________
don't dream your live, but live your dream.......


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: (Boat Safety) Kapal Pinisi tenggelam di Perairan Bintan
PostPosted: Mon Mar 23, 2015 8:35 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Itu lah VERSACE AMARA Dit, yg kamu maksud.
http://www.cruiseshipsinking.com/Sinkin ... _2014.html

http://www.telegraph.co.uk/news/worldne ... rdeal.html

SANGEANG adalah pulau yg dulu nya Gunung Api di utara-nya Pulau Sumbawa, jika mau ke Komodo dari Bali/Gili dan lewatnya laut Jawa kudu lewat ini pulau.

Mesin Phinisi memang rata2 satu Dit, sebab kekuatan ada di lunas/Keel jika ada mesin.
Daya dorong mesin tidak lah kecil. Jika mesin dua, lambung dan bukan lunas yang terima daya dorong mesin dan ini akan buat lambung phinisi nya stress. Phinisi itu kayu di skrup ama mur baut dan pakai pasak doank. Basically ini mainan LEGO ukuran KingKong. Kalo kapal baja pake las, kekuatan bisa rata di seluruh lambung dengan bantuan tulang2 dan ini ono. Lambung phinisi tidak punya kekuatan "unity" kayak lambung baja.
.


Kalo LOB pakai Phinisi asli lalu di rombak , itu Phinisi pasti jenis cargo.
Phinisi jenis cargo saat tak ada muatan, malah kurang stabil sebab tinggi dan draftnya kurang dalam.
Draft dalam berikan stabilitas

D= Draft . LWL=Length Water Line
Image

.
Karena Phinisi asli nya bukan lah hotel apung dan di paksakan saat jadi LOB , untuk jadi hotel apung dengan di buat kamar banyak di belakang ruang kapten, posisi tinggi, jauh di atas center of gravity si kapal nya, yah jadi lah tidak stabil. Ini bisa di siasati dengan bantuan Naval Architect untuk hitung ulang dan batasi lah tambahan2 di atas center of gravity, dan bukan cara tradisional dari sang boat builder yg akan buat design apapun pemilik kapal akan minta, asal di bayar.
Image


.
Phinisi rata2 pada kagak punya Stability Chart atau Stability Curve, sebab aturan nya MEMANG tidak perlukan itungan ini. Izin nya kan KLM atau Kapal Layar Motor, jenis izin tersimple.
Image



.
Kapal layar beneran ( sailing boat ) punya KEEL/LUNAS nya sangat dalam dan berat dengan di taro ballast sekian ton. Ini untuk offset* (*righting lever ) beban tiang layar dan tekanan angin kepada layar.

Image
.
Image

Maka setiap kali sebuah kapal bela bela-in ruangan luas di atas center of gravitynya, demi kamar, resiko stabilitas jadi dodol pasti akan terjadi. Contoh , dulu KM Archipelago yg kecil ( ada 2 kapal ). Kena badai saat menjangkar di Bali, di pelabuhan rakyat Serangan, tenggelam. Ini kapal mah berat atas banget.

Dasar apes, KM Archipelago Adventurer 2 yang besar, kena karang pulak di Raja Ampat.

Sial bisa panjang loh, saat KM Archipelago Adventure 2 naik karang, karena obligasi kontrak, Sea Safari III di sewa gantikan KM AA II , eeh kena karang dan tenggelam pulak Sea Safari III. :oops:

Akhirnya tutup lah ini perusahaan yang punya KM Archipelago.


Nyetir Phinisi itu susah neh, mau lurus ajah susah lagi teduh. Defisini susah lurus maksudnya jika di banding yacht yang juga sepanjang Phinisi tersebut. Kalo lagi ombak samping, lebih susah lagi mau lurus. Tak semua Phinisi punya steering system sesuai dengan ukuran dan beban si kapal, maka liar lah steer nya.

Lalu bow/haluan atau sisi terdepan lambung Phinisi itu tinggi banget, jika nyetir nya bukan di atas, jarak pandang Kapten ke depan dan dekat sangat buruk. Belum lagi layar nya kalo di pasang, pandangan sangat terganggu.
Banyak aspek estetika ke-Phinisi-an di pertahankan , tapi aspek safety di cuekin, sebab boss yang punya kapal kagak bisa bawa kapal, maka kalo jarak pandang si Kapten segitu, yah di anggap itu given dan acceptable wong Phinisi sudah ratusan taun kayak gitu modelnya. Dulu pake layar, sekarang pake mesin.

Bow/Haluan juga ada fungsinya kalo tinggi, supaya bisa belah ombak dan kapal tidak nancep masuk ke ombak.
Maka semua ada compromise.
.

Phinisi cargo kayak gini sebelum di dandanin jadi LOB
Image
Kapten 99% of the time akan tengok itu bow/haluan dan jangkar doank saat berlayar. Karena phinisi tidak bisa
lurus sempurna, dapatlah pandangan lumayan saat phinisi meliuk liuk kayak uler kagak bisa lurus. Mirip kayak kita ada di belakang truk mau nyodok pas di jalanan 2 arah bukan TOL, kudu intip lalu lintas dengan kita curi2 masuk ke jalur incoming traffic.

Sebagian LOB Phinisi buat bow/haluan kagak extreme naik tinggi gitu dan not bad deh jarak pandang kapten
Tapi rata2 tidak optimal sih.

Jika aplikasi Phinisi jadi LOB dan UNTUK diving, apa yang paling sering di samperin ?
So pasti gosong/karang/batu ceplok di laut, maka manuverability dan jarak pandang mata si kapten kudu jadi prioritas.
Jangkar kudu extra gede/berat sebab sudah bukan lagi berlindung di pelabuhan yang relatif lebih aman saat fungsinya sebagai kapal cargo, tapi sudah main di daerah malah yang challenging dari segi arus.....wong namanya jadi LOB Diving.

Melawan ombak besar cuma 2.5 cara.
01. Jika di Pelabuhan. Pasang jangkar yg mantap, mesin hidup dan ride out the storm. Haluan hajar ombak dari depan sebab semua kapal jagonya ombak dari depan. Ini kalo Typhoon, semua kapal yang sedang di pelabuhan di keluarkan ke tengah laut dan di lakukan exactly this. Laut lepas ombak lebih "kecil" dan lebih "sopan" di banding di dalam pelabuhan yang jenis ombak "confused" sebab tembok laut di pelabuhan bisa pantulkan balik ombak. Laut dalam kayak 30-50 meter juga lebih aman dari ombak gede di banding air cuma 10 meter, sebab ombak di air dangkal lebih gede saat bagian bawah ombak uber-uberan ama bagian bawah nya saat kena friksi pantai/karang, jadi deh Ombak kelas surfing.

02. DITENGAH LAUT : Mesin kudu sehat. Hajar ombak dari depan atau tidak lebih 45 dejarat dari haluan. Soal arah malah salah, urusan belakangan jika kapal sudah tidak sanggup terima ombak dari samping atau belakang karena kudu paksakan heading ke arah destinasi. Ngalah ama laut dulu, sampe ombak cukup kecil bagi kemampuan ini kapal, baru lah bisa rubah heading ke destinasi.

2.5. Yah berdoa menurut kepercayaan masing2 biar kapal tak tenggelam.

.
Ada DUA problem tambahan saat ombak besar.

RESIKO PERTAMA
Solar kita buruk mutu, dan makin ke Indonesia Timur makin lah bobrok kualitasnya sebab setiap kali solar pindah dari kapal tanker ke penyimpanan Pertamina, lalu naik mobil tangki lalu kudu pindah ke DRUM ....konteminasi kotoran solid dan air akan ikut. Solar kalo ada air, lumut/alga merajalela. Kalo bensin alga tidak bisa idup, kalo solar mah doyan banget si alga.

Kiri filter baru, kanan filter dengan alga dari solar
Image
.
Image
.
Image
.
Pada cuaca buruk, itu alga yang tadinya di dinding tangki solar, dan air yang lebih berat dari solar dan nongkrong di dasar tangki, akan lah ke aduk2 dan ke sedot filter solar. Mampet lah si filter solar dan mati lah mesin.
Ini bisa di cegah dengan pakai filter besar merek Racor yang dual system. Bisa di buka tanpa mesin kudu dimati-kan.
Ganti 1 filter dan ganti 1 filter lagi sambil mesin tetap hidup. Saat ombak besar, kalo mesin mati, habis lah modal stabilitas dinamik ini kapal. Dengan kapal bisa maju lawan ombak, kapal ada stabilitas dari gerak = dinamik. Kayak sepeda ajah, terlalu pelan jatuh kita, kudu ada minimum speed. Ini filter dual Racor besar cuma 8jt kok.

Dual Racor Filter, ukuran element FG1000 yg terbesar . Tinggi 60cm.
Image

Banyak kapal cuma pake yang single Racor
Image

Bahaya nya single filter adalah, mesin kudu di matikan dulu saat ganti element filter.
Kalo yang pasang ini single filter housing , bodoh/salah lokasi dan angin ikut masuk ke selang filter, kudu di pancing dulu buang angin. Kondisi ombak gede suruh pompa angin keluar dari system diesel = cari mati.
Kalo posisi pasang Racor nya tepat, 2 menit kelar deh dan tak perlu buang angin, tapi tetap mesin kudu mati yah.

Logikanya, JIKA kita lihat filter ke mesin utama LOB TIDAK pakai filter double yang bisa operate independently, alias ganti filter sambil mesin tidak perlu di matikan, yah ilmu mesin nya si KKM dan pengalaman di laut nya masih dangkal atau owner pelit kagak mau keluar duit 8jt. Single racor sih murah, cuma 2.5 - 3 juta . Double racor asli dari Racor dengan manifold cantik itu, mahal di manifold duo nya, maka 8jt. US Dollar pada rate 10,000-11,000 yah.

Yang benar adalah :
- Dual Racor ukuran FG1000 upstream ukuran 30 micron >> lalu
- Single FG 1000 Racor ukuran 10 atau 2 micron >>>> baru ke mesin induk ( ada filter solar lagi di mesin , 5-10 micron )
- Vacuum gauge untuk tau level mampet si filter, ini ada bawaan Dual Racor
- Water Alarm di pasang di mangkok water trap si Racor, indikator alarm kudu ada di ruang kemudi kapten dan di ruang mesin.
Mesin, solarnya kena alga dan mampet = akan mati
Mesin, solarnya banyak air = akan mati dan liner + piston bisa retak jika apes , total loss dah tuh mesin kalo block nya ampe pecah karena stang piston hajar piston macet di liner.

.
Ini instalasi dan filter system yang benar.
Tetap saja kalo apes dapat solar busuk di Indo Timur, bisa tiap 1000 liter si filter double racor akan mampet.
.
Image

Racor FG1000, per unit cuma bisa jebak 500 gram kotoran/lumut.
Dengan sekitar 5,000 liter solar terpakai dalam 1 trip 7 harian dan bobroknya mutu solar di Indonesia timur, air dalam solar dapat 1% dan kotoran 0.25 % mah itu makanan hari hari.
5,000 liter kali BJ solar 0.85 = 4,250kg
0.25% kotoran = 10.62kg kotoran, kudu di serap ama filter element
1% air = 42 liter >>> di buang dari water trap sang filter, kudu rajin nih.
Gimana kagak rawan kalo operate LOB di Indonesia ?
Filter kalo single doank, resiko besar.



.
RESIKO KEDUA
Yang pasang mesin kagak paham Naval Architecture kapal dan sifat laut. Ini wajar.
Phinisi karena besar dan DRAFT cukup dalam saat beban 100%, so pasti mesin induk, sisi kenalpotnya akan ada dekat atau dibawah garis air laut di lambung kapal. Kenalpot atau lubang kenalpot di bawah air sudah biasa di kapal dan tak akan mati si mesin sebab gas buang akan kuat dorong si air, yang penting exhaust manifold di buat lebih tinggi dari garis air dengan bantuan injection elbow. Malah air (uap air saat mendidih) adalah peredam alami murah meriah untuk buat suara kenalpot halus, selain fakta bahwa mesin marine itu memang pakai air laut untuk dinginkan radiator nya ( heat exchanger ) dan kudu lah si kenalpot mesin laut selalu di jeksi air laut pakai itu injection elbow, ini namanya kenalpot basah. Adem/sejuk dan suara berisik kurang. Kecuali kapal gede banget, jarang zaman sekarang mesin kapal andalkan kenalpot kering, pasti kenalpot basah.

.
Image
.


Ini contoh pencegahan air laut masuk balik ke mesin induk ( saat mesin mati ) via exhaust systemnya, dengan di pasang lah injecton elbow merangkap exhaust pipe utama di tinggikan sekitar 1.2 meter dari lubang kenalpot atau calculated water line saat 100% beban.
Image
.

Karena lubang exhaust pasti di samping ( irit jarak ) bagi Phinisi atau kapal di atas 20 meter pada umumnya, kalo pas mesin mati dan kena hajar ombak samping....saat ganti filter solar... dan si mesin tidak punya sistim perlindungan via hitungan soal perbedaan tinggi posisi exhaust injection elbow di banding air laut....masuklah air laut ke mesin dan mesin tumbang.

Kapal sport bermesin bensin, kayak Mercruiser inboard, paling sering kemasukan air.
Jika dari kecepepatan tinggi lalu pelan2 mendadak dan pas apes mesin mati, masuk deh air.
Image
.
Karena mesin selalu ngumpet di sun tanning pad dan kagak boleh itu exhaust elbow nongol tinggi,
resiko masuk air jadi tinggi neh.
Image
Exhaust elbow pendek gitu, tengok sisi terkanan dan terkiri yang ada pipa diameter 4inchi bolong.
.
Image
Sudah sering saya lihat mesin ginian jebol karena masuk air laut .




.
Dua kali sial lah saat ombak besar, jika persiapan mekanikal tidak berfikir ke arah itu.
Maka kecelakaan kapal di laut saat ombak besar bukan selalu murni karena ombak nya TOK, tapi bisa juga asal muasalnya adalah soal level kelengkapana alat supporting dan mechanical engineering abal2 itu kapal.

Kita di negara berkembang itu apes. Apa2 import dan mahal.
Lalu solar jelek kalo bukan beli direct Pertamina atau di Shell/Total.
Indo Timur mana ada Shell ?

Mesin mati saat ombak besar karena solar kotor sih sering banget terjadi.

Dive save yah dan pasang mata ke ruang mesin kapal LOB anda.

.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: (Boat Safety) Kapal Pinisi tenggelam di Perairan Bintan
PostPosted: Thu Jan 14, 2016 4:28 pm 
Offline

Joined: Thu May 22, 2014 2:20 pm
Posts: 22
Location: Jakarta, Indonesia
wah semoga saja safety standart untuk kapal pinisi segera ditingkatkan, karena itu merupakan kapal tradisional dan icon negara kita

_________________
Produk Outdoor Foam untuk mempernyaman aktivitas santai di Boat atau Marine Cushion milik Anda.


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 5 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: