It is currently Tue Dec 19, 2017 5:25 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 42 posts ]  Go to page 1, 2, 3  Next
Author Message
 Post subject: Pelanggaran Pengajaran PADI OWD
PostPosted: Thu Jan 09, 2014 11:28 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
Berikut ini merupakan 6 ciri-ciri umum (terutama di Jakarta) selama pengajaran PADI OW Diver yang melanggar standar PADI. Pada umumnya hal ini lebih dominan berkorelasi dengan tujuan menekan biaya untuk mendapatkan harga kursus yang terbilang murah, yang seakan mencerminkan watak si oknum instruktur/dive center yang menilai murah aspek keselamatan kita demi mengeruk keuntungan semata:

1. Buku manual Open Water PADI yang diberikan tidak asli (foto copyan/dipinjamkan).
Oknum instruktur/dive center hanya membayar PIC saja untuk mengurus sertifikatnya, sehingga uang buku bisa dinikmati sendiri atau untuk mengurangi biaya. Walau kini PADI mengetatkan syarat izin pembelian PIC tanpa buku, namun masih ada celah yang dimanfaatkan oleh oknum instruktur/dive center untuk mensiasatinya, biasanya dengan alasan kegiatan sosial/non-profit/charity.

2. Student tidak diminta membuktikan bahwa dia mampu berenang/mengambang selama 10 menit (bisa sesi latihan di kolam ATAU di laut sebelum ujian dive 2).
Hal ini biasanya untuk mengejar keuntungan duit semata, sehingga student yang tidak memiliki kemampuan berenang/mengambang yang layak pun bisa diterima tanpa si oknum instruktur/dive center memikirkan aspek keselamatan jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada student ketika di laut.

3. Sesi latihan kolam (confined water) pertama bukan di tempat yang dangkal dengan kedalaman yang cukup nyaman untuk melakukan semua skill performance yang disyaratkan.
Salah satu contohnya adalah penggunaan kolam Senayan: kolam Pemanasan (di belakang kolam Lompat Indah) dengan kedalaman 1.8m atau kolam Lompat Indah dengan kedalaman 5m. Tanpa dukungan platform tambahan, sulit untuk dikatakan kedua kolam ini layak sebagai kolam dangkal bagi kebanyakan tinggi rata2 orang Indonesia yang 1.6-1.7m untuk pria dan 1.5-1.6m untuk wanita. Dan dalam kasus tertentu, hal bisa menimbulkan dampak trauma bagi student yang belum nyaman melakukan skill di air untuk pertama kalinya.

Penyewaan kolam Senayan boleh dibilang sangat murah dibanding kolam yang dikelola PADI Dive Center di mana kadang lebih ketat persyaratan penggunaannya.


4. Sesi kolam tidak diajarkan skill CESA (Controlled Emergency Swimming Ascent) sepanjang minimal 9m. Hal ini terkait dengan poin 6 di bawah.
CESA merupakan satu-satunya skill di PADI OWD yang mendapatkan perhatian khusus dan dalam pelaksanaannya sang instruktur wajib tunduk mengikutinya prosedurnya secara baik dan benar. Pada umumnya latihan CESA membutuhkan waktu yang tidak sebentar, di mana hal ini berakibat menambah waktu sewa kolam.

5. Seluruh ujian laut (4x dive) hanya dilakukan dalam waktu 1 hari saja dan biasanya per dive tercatat kurang dari 20 menit.
Jelas untuk menghemat biaya trip yang termasuk mahal jika bermalam atau 2 hari. Dan biasanya alasan yang dipakai oknum instruktur untuk dijelaskan ke student yang bertanya adalah cuaca yang buruk, visibility yang jelek, dan berbagai macam alasan lainnya.

6. Pada ujian laut, skill CESA tidak diuji.
Biasanya saling terkait dengan poin 4 & 5 di atas, karena diburu waktu pulang, sedangkan CESA adalah skill yang membutuhkan waktu dan usaha tersendiri, mengingat PADI memberikan perhatian khusus pada ujian skill CESA ini.

Tanpa bermaksud memojokkan pihak tertentu, postingan ini bertujuan mengajak rekan2 sesama instruktur PADI untuk memberikan pelatihan yang sesuai standar di bawah sistem organisasi di mana kita bernaung dengan menjunjung tinggi profesionalisme dan aspek keselamatan student, sesuai komitmen dan kode etik yang tertuang pada PADI Instructor Manual sebagai "kitab suci" kita dalam pengajaran PADI.

Jika ada yang merasa tidak nyaman akan ketatnya sistem ini dengan segala excuse khas Indonesia, mengapa tetap memilih bertahan? :-?

Bagi student/calon student juga diharapkan sikap kritisnya. Terkadang mereka tahu ada yang salah, namun karena didominasi kultur timur dengan rasa ngga enakan/belas kasihan, akhirnya mereka mendiamkan saja dan dampaknya sang calon student lainnya yang akan menjadi korban berikutnya, dan pada akhir ekosistem dunia diving di Indonesia juga akan menjadi korban.

MERDEKA! \m/


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pelanggaran Pengajaran PADI OWD
PostPosted: Fri Jan 10, 2014 10:54 am 
Offline
User avatar

Joined: Sat Jun 15, 2013 10:41 am
Posts: 148
Location: Bandung
Dear om Botol Kecap,

Kalau Ujian CESA diuji tapi murid melakukan kegagalan itu bagaimana?apakah melakukan CESA bisa dilakukan kembali pada saat si murid melakukan penyelaman lain tanpa ditemani instruktur hanya seorang dive master.

terima kasih atas pencerahannya

_________________
Best Regrads,

Atta


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pelanggaran Pengajaran PADI OWD
PostPosted: Fri Jan 10, 2014 2:37 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
darunatta wrote:
Kalau Ujian CESA diuji tapi murid melakukan kegagalan itu bagaimana?apakah melakukan CESA bisa dilakukan kembali pada saat si murid melakukan penyelaman lain tanpa ditemani instruktur hanya seorang dive master.


Tidak bisa. Ujian PADI OWD hanya berhak dilakukan oleh seorang PADI Instructor, bukan Divemaster. Jika hanya ujian CESA yang gagal, maka bisa diambil jalan tengah dengan instruktur tsb mengeluarkan sertifikat PADI Scuba Diver, atau jika tetap ingin OWD, ya tinggal cari waktu yang tepat untuk melakukan ujian ulang CESA. Jika dilakukan bukan oleh instruktur PADI yang sama, maka terjadi proses referal.

Btw, sebenarnya hal ini bisa dihindari asalkan selama sesi latihan CESA di kolam student telah dinilai layak untuk ujian di laut, dan ini biasanya butuh kesabaran khusus si instruktur untuk student yang memiliki tingkat kesulitan tertentu dalam melakukan CESA. Sabar = waktu yang tidak sebentar, bukan?


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pelanggaran Pengajaran PADI OWD
PostPosted: Mon Jan 13, 2014 6:41 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Emangnya CESA suka gak diajarin ya? Kan nggak terlalu ribet ujian CESA toh?

Ini baru lucu nih.... #menyimak

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pelanggaran Pengajaran PADI OWD
PostPosted: Mon Jan 13, 2014 6:50 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
BotolKecap wrote:
3. Sesi latihan kolam (confined water) pertama bukan di tempat yang dangkal dengan kedalaman yang cukup nyaman untuk melakukan semua skill performance yang disyaratkan.
Salah satu contohnya adalah penggunaan kolam Senayan: kolam Pemanasan (di belakang kolam Lompat Indah) dengan kedalaman 1.8m atau kolam Lompat Indah dengan kedalaman 5m. Tanpa dukungan platform tambahan, sulit untuk dikatakan kedua kolam ini layak sebagai kolam dangkal bagi kebanyakan tinggi rata2 orang Indonesia yang 1.6-1.7m untuk pria dan 1.5-1.6m untuk wanita. Dan dalam kasus tertentu, hal bisa menimbulkan dampak trauma bagi student yang belum nyaman melakukan skill di air untuk pertama kalinya.

Penyewaan kolam Senayan boleh dibilang sangat murah dibanding kolam yang dikelola PADI Dive Center di mana kadang lebih ketat persyaratan penggunaannya.



MERDEKA! \m/


Nah, kalau ini jujur aja akan menyulitkan. Gw juga nggak setuju pemakaian kolam kedalaman 3 - 5 meter untuk confined water training.

Akan tetapi, untuk kolam 1,8 meter yang di belakang kolam Lompat Indah, ini mau nggak mau dipakai. Soalnya, kolam yang sesuai kualifikasi standar boleh dibilang nggak ada yg available untuk public use. Nggak usah ngomong soal PADI Dive Center, ada berapa biji sih PADI Dive Center di Jakarta yang punya kolam qualified dan publicly accessible? Kalau kita mau ngomong standard tapi non-sense juga percuma, gak perlu dibahas. Paling kalo mau bikin platform/ dingklik untuk dijadikan dasar yg lebih dangkal... =))

Dulu, waktu kolam olympic masih boleh dipakai, itu kedalamannya pas, sesuai standard requirement. Sekarang alternatifnya gw pakai kolam Simprug untuk buoyancy training, kedalaman 1,5 - 2,5 meter. Tapi masalahnya adalah kualitas air yg jelek.

Rule dibuat untuk diikuti, but bending the rule nggak selalu berarti 'violation' jika tujuannya adalah untuk mengakomodasi/ adaptasi terhadap local availability.

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pelanggaran Pengajaran PADI OWD
PostPosted: Mon Jan 13, 2014 11:25 pm 
Offline

Joined: Wed Jul 17, 2013 11:53 am
Posts: 276
Location: Buitenzorg, Rain City, Kota Sejuta Angkot
rendra wrote:
Sekarang alternatifnya gw pakai kolam Simprug untuk buoyancy training, kedalaman 1,5 - 2,5 meter. Tapi masalahnya adalah kualitas air yg jelek.


bukan kualitas air yang jelek Om Rendra... tapi lokasi yang tepat buat main petak umpet antara instructor dan murid =))

#pengalaman pribadi :D

_________________
Regards,
Adri


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pelanggaran Pengajaran PADI OWD
PostPosted: Tue Jan 14, 2014 12:04 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
rendra wrote:
Nggak usah ngomong soal PADI Dive Center, ada berapa biji sih PADI Dive Center di Jakarta yang punya kolam qualified dan publicly accessible?

DMI dan Ody punya kolam qualified dan bisa disewa oleh PADI Instructor untuk pengajaran, untuk public rasanya ngga.

Quote:
Paling kalo mau bikin platform/ dingklik untuk dijadikan dasar yg lebih dangkal... =))

Ini solusi cerdasnya untuk kasus kolam pemanasan di senayan, toh hanya berlaku wajib di CW 1. Setara dengan mengajar OWD Junior di kolam standar yg ada di PADI Dive Center.

Quote:
Rule dibuat untuk diikuti, but bending the rule nggak selalu berarti 'violation' jika tujuannya adalah untuk mengakomodasi/ adaptasi terhadap local availability.
Di PADI ini hal ini termasuk "bold" yang artinya violation ketika dilanggar apapun alasannya. Lain halnya untuk beradaptasi dengan kondisi lokal, PADI Instructor memiliki prosedur waivers yg diajukan ke PADI untuk dimintakan persetujuan.

Namun dalam konteks penggunaan kolam pemanasan Senayan, kondisi ini terlalu berlebihan untuk dimintakan waivers. Seperti yang sudah Om Rendra singgung di atas, sediakan saja platform tambahan entah bentuk meja dsb. Entah mengapa, tidak sedikit yang enggan cenderung malas (baca: ngga mau repot) melakukannya.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pelanggaran Pengajaran PADI OWD
PostPosted: Tue Jan 14, 2014 11:40 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Oh kolam oh kolam......... :sad:

Kolam itu mahal bikin nya jika mau 4 meter kedalaman deep end dan 1.2 - 1.4 meter dangkal nya untuk dapat air di level dada ( shallow end ) bagi yang tinggi 150 - 180 cm.

Merawat nya pun tidak murah jika mau bening, higenis dan nyaman.
Kata kunci adalah bening , higenis dan nyaman.

Entah hari ini berapa biaya kolam dive training. Di 2005 ajah udah mahal banget.
Ball park figure biaya buat kolam 11.5 meter x 4.5 meter ( 135,000 liter ) , 4 meter deep end dan sisi dangkal training yg legal depth, di tambah classroom kecil dan preparation area pinggir kolam, awning matahari di atas kolam , 1 WC dan 2 shower area, lampu untuk malam hari, filter system kolam dan yada yada..........Rp600-700jt so pasti deh hari ini.

Perawatan kolam dengan air 135,000 liter, sirkulasi filtrasi 1 turnover pada 4 jam, akan butuh pompa 4 HP atau 3 kw running abadi non stop kalo mau bening cingklong dan higenis. 4kw x Rp1,380 per Kw per jam x 24 jam x 30 hari = 3.9 jt listrik nya doank per bulan. Kebanyakan kolam yg ada, sirkulasi filtrasi 1 turnover nya 8 - 12 jam....too slow.

Biaya media filter, kimia sanitasi, teknologi sanitasi ( contoh ozone generator ), top up water, ganti air sekian lama sekali, labor dan yada yada.........merem Rp 7 juta sebulan.

Tinggal di hitung mau berapa omset dan profit mengajar diving untuk kolam bisa impas, boro2 untung.
Harga tanah jangan di hitung lah, cape.

Jadi kalo mau punya dive training pool yang layak , bening dan higenis dan nyaman......kolam tidak bisa di jadikan stand alone business unit. Susah mau untung.

Satu menangnya industri diving adalah, banyak yang cinta nya besar akan sport nya dan profit tidak di hitung secara pure business modelling.

Jika kita buat feasibility study murni business dan mulai dari ground zero , beli tanah dan bangun kolam serta infrastruktur dive training dan cuma dapat income dari mengajar...........mati ajah ini investment. :mrgreen:

Apalagi jika standard ikutin Jerman, DIN 19643-3
http://www.techstreet.com/products/1843822
Ampe botak pun tak akan balik modal, kecuali harga sewa di adjust ke real cost + profit dan siap2 di ludahin ama tamu/penyewa =))

Level abu atau airborne pollution di Jakarta itu edan.
Ini jadi mahal biaya filtrasi.

Saya tak mau bahas kolam seperti saya bahas compressor.... :D
Dua hobby saya adalah compressor dan kolam.
Ntar yang baca POOL 101, bisa pingsan pulak.... :mrgreen:

.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pelanggaran Pengajaran PADI OWD
PostPosted: Tue Jan 14, 2014 6:37 pm 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
Pasti mahal tuh. Tapi ada irang hila nih pak surya kmrn ktm di jakarta minta tolong hitungin biaya bikin kolam renang besar peruntukan buat bikin underwater studio kaya di luar negri sono nih.

Gmn kira2 tuh pak. Ujuran 15 x 10x 6m nih ya ada sisi ceteknya juga jd bs dipake biat persiapan tuh. Bakalan gokil kayanya nih kolam. Kalo perlu dibikin kaca supaya kaya akuarium tuh.

Gak usah diterangin disini pak nanti saya main ke Grogol Institute of technology aja deh ya hahahah kalo ini boleh dibikin kaya standar air minum hahhaa

_________________
don't dream your live, but live your dream.......


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pelanggaran Pengajaran PADI OWD
PostPosted: Tue Jan 14, 2014 10:19 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
ditajong wrote:
Pasti mahal tuh. Tapi ada irang hila nih pak surya kmrn ktm di jakarta minta tolong hitungin biaya bikin kolam renang besar peruntukan buat bikin underwater studio kaya di luar negri sono nih.

Gmn kira2 tuh pak. Ujuran 15 x 10x 6m nih ya ada sisi ceteknya juga jd bs dipake biat persiapan tuh. Bakalan gokil kayanya nih kolam. Kalo perlu dibikin kaca supaya kaya akuarium tuh.

Gak usah diterangin disini pak nanti saya main ke Grogol Institute of technology aja deh ya hahahah kalo ini boleh dibikin kaya standar air minum hahhaa


700,000 liter minimum nih jika 20% dangkal.
21 kw pompa nya merem deh dengan 4 jam per turnover.
Listrik doank sebulan 15jt medium load, full load 20jt.
Sanitasi dan ini ono........29jt sebulan cost to maintain kalo kolam sibuk ngebayang sih.

Jika tanah nya per meter 10 jt, ini butuh minimal 200 m2 dengan WC dan ruangan kerja. 2M sudah
Jika biaya bangun Rp6jt per m2 = 1.2M untuk rata2 5 meter kedalaman, itungan kasar ajah.
700 ton berat air nya ajah , belum berat beton dan besi beton nya. Kayak nya tanah nya kudu di re-inforced deh.

All in sih 4M , cost to build + perlengkapan terbayang loh, jika tanah 10jt/m2.

Orang berenang 4 jam, jumlah air ketelan tak sengaja jauh lebih banyak di banding 4x mandi pun.
Maka kolam renang, jika standard nya sama dengan air minum ( tapi kadar disinfectant lebih tinggi ), make sense deh.
.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pelanggaran Pengajaran PADI OWD
PostPosted: Wed Jan 15, 2014 12:22 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
Kolam renang kebanjiran lagi ngga Mbah?

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pelanggaran Pengajaran PADI OWD
PostPosted: Wed Jan 15, 2014 7:07 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
oceanographer wrote:
Kolam renang kebanjiran lagi ngga Mbah?


Berdoa terus nih.........amit2 dah. Sampai Maret masih dek-dek-kan ^:)^ jangan deh ...jangan :mrgreen:

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pelanggaran Pengajaran PADI OWD
PostPosted: Wed Jan 15, 2014 1:08 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Saya lagi bangun kolam renang mbah, rencananya buat training juga. Kedalaman dari 1,2 - 2,8 meter, ukuran kira2 20m x 6m, nggak rectangle.

Tadinya mau minta dibikin deep end di 4 meter, tapi setelah dipikir2 lagi buat apa? Untuk deco training toh cukup di kedalaman 2 meter.

Puyeng juga bangun kolam renang ya... hihihi... Soal maintenance.... x_x

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pelanggaran Pengajaran PADI OWD
PostPosted: Wed Jan 15, 2014 8:09 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
rendra wrote:
Saya lagi bangun kolam renang mbah, rencananya buat training juga. Kedalaman dari 1,2 - 2,8 meter, ukuran kira2 20m x 6m, nggak rectangle.

Tadinya mau minta dibikin deep end di 4 meter, tapi setelah dipikir2 lagi buat apa? Untuk deco training toh cukup di kedalaman 2 meter.

Puyeng juga bangun kolam renang ya... hihihi... Soal maintenance.... x_x



Sebelum bangun emailkan saya bentuk nya.
Nanti outlet nya saya kasih tau di mana bagus dan pipa jangan pakai 1.5", selalu pakai 2" sebab parasitic loss nya pipa 1.5" tinggi saat mulai 150 liter per menit dan setiap belokan 90 derajat loss nya kena lagi.
Ini model overflow pool toh ? Overflow paling cepat buang abu airborne.
Pool sampean bisa 235,000 liter tuh kira kira.
Siap2 sekitar Rp 8 juta sebulan listrik + chemicals + annual consumeable, labor tak termasuk , dengan sekitar 4 jam per 1x turnover kemampuan filtrasi.

Soal maintenance kolam gampang, asal mau belajar dan ini lebih susah jauh dari compressor untuk kuasai total.
Nanti kirim staff pool ke tempat eke ajah, training 1 bulan gitu.

Maintaining water chemistry nya yang rumit.
Minimal 1 tahun di datakan chemistry pool ini dengan diver load. 1 hari test 2x water chemistry nya harus tuh.
Nanti bisa dapat profile nya. Tak ada kolam yg sama profile nya.

Seperti lensa, water clarity final 10% terakhir untuk mencapai clarity maksimal yg mahal.
Maintaining clarity lah yang bikin pompa di dor terus. Clarity bagus artinya distribusi sanitasi juga bagus/merata.
Kolam dalam suka ada sanitation blind zone area, maka posisi jeksi air ke kolam penting dan ini bagian dari pipanisasi.


Dua case/kebiasaan umum , kenapa kolam banyak yang buruk air nya.

Case 01.
Siapa yang maintain pool dengan hanya cek water chemistry dan tambah kimia seminggu 2x, itu tak akan bisa baik air nya.

Tanpa awning matahari, pool yg kena direct matahari akan hilang chlorine 0.7 sampai 1 PPM, sebab sinar UV akan makan chlorine. Chlorine level ( Free Chlorine yah, bukan Total Chlorine ) perlu di jaga 2 - 2.5 PPM setiap saat jika tidak ada sanitasi ozone sebagai sanitasi utama. Ozone only juga tidak bisa, chlorine tetap harus ada. Umur ozone di air 30C half-life nya paling top 30 menit doank dan jadi lah oksigen. Ozone = o3. Jadi residual sanitation selalu harus ada = chlorine lah. Jika 0.7 PPM Free Chlorine hilang setiap hari, pool maintenance semingu 2x macam mana mau benar ? :mrgreen:

Per 1 diver 4 jam di air, keringat dia, dan level kuman nya, dengan catatan dia mandi dulu sudah bersih ( bukan bilas yah ), alat selam dia dan lain lain, 0.2 PPM chlorine akan lenyap lawan si diver, di air 135 K-Liter.


Case 02.
Chlorine yg matikan kuman adalah Free Chlorine.
Chlorine yang sudah kelenger karena tugas melayan baddies, akan jadi Combined Chlorine.
Kedua nilai ini nama nya Total Chlorine.
Test kit yang semua orang pakai si warna kuning alias OTO atau Orthotolidine
Image
Combined chlorine lah yang bau menyengat dan buat rambut kayak jabrik, mata merah pedas dan ini ono.
OTO test kit cuma bisa baca Total Chlorine dan sebenarnya useless.......tapi murah.


Yang benar test kit Chlorine ini yang di pakai, FAS-DPD
Image
http://pstpoolsupplies.com/test-kits.aspx
Ini bisa bedakan Free Chlorine ( bagus ) dan Combined Chlorine ( buruk ).
Tanpa FAS-DPD jangan harap bisa benar-benar merawat kolam yg stabil sebab Total Chlorine doank
bukan lah nilai sanitasi. Coba tanya supplier kolam renang FAS-DPD, dari 20 belum tentu 1 tau apa ini test kit.


Jadi Case 01 dan 02 sudah membuktikan praktek perawatan sudah ngaco =))



Selalu pakai pedoman ini :

- Siap di budakin sama kolam. Sehari test water chemistry basic, PH dan Chlorine 2x, before & after diver pakai.

- Siap hari-hari gosok semua sisi kolam dan lakukan vacuum. Gosok2 lantai dan tembok kolam adalah untuk merusak bio film. Kuman2 ngumpet nya di belakang bio film dan tak mempan sanitasi tembus bio film.
Tau p****t gayung kok licin amat di bak mandi.........nah itu bio-film. BACA :
http://ppoa.org/?p=282


- Jangan selalu pakai chlorine tipe tablet yang mahal dan di sebut Trichlor atau Dichlor
Image
Bukan soal harga, ini chlorine tablet ada stabilizer nya.
Rumit untuk di jelaskan secara detail, gampang nya begini : stabilizer ini buat Chlorine di cicil lepas nya supaya tak cepat hilang kena UV dari matahari. Jika selalu pakai ini stabilized chlorine, saat di baca oleh test kit, termasuk FAS-DPD pun, value chlorine di air kesan nya tinggi memadai, padahal effektivitas sanitasi nya tidak segitu. Jadi air tidak lah cukup sanitasi in-real-time, tetapi test kit bilang OK OK. Stabilizer nya sendiri adalah kimia, dan harus ada faktor konversi nya kepada effektifitas chlorine nya. Tapi kudu beli test kit khusus untuk baca kadar stabilizer dan pakai table reduction Chlorine nya. Yg jual pun tak paham sifat buruk stabilized chlorine ini... =))
Di jamin jika pakai ini stabilized chlorine sekitar 6 bulan non stop, bye bye sanitasi memadai dan buruk lah air dan cepat ijo.
Baca ini : http://www.lincoln.ne.gov/city/health/e ... anuric.pdf


- Orang atau diver adalah kotoran bagi air kolam. Bukan kolam jadi tempat mandi.

- Air adalah sumber penyakit, jika tidak di rawat baik.

- Lebih murah dan higenis, minta diver mandi 100% cinklong sebelum masuk kolam, di banding dia pulang kantor pake make up, tancho, gel lah dan keringat + daki se abrek abrek. Apalagi dia boker di kantor dan pake tissue doank pulak kayak bule. Preventive jauh lebih effektive daripada tindakan koreksi.

- Karena kolam cara filtrasi nya tidak effisien, yaitu sedot dan buang pada wadah yang sama, maka 100% air tersaring hanya terjadi saat sudah minimal 6x turnover. Kalo kolam air nya 100KL, pompa kelas 8 jam, maka 48 jam kemudian baru bening bisa recover atau 100% filtrasi terjadi....dengan catatan 48 jam itu tidak ada diver lagi dan design sirkulasi air bagus.

- Filter pasir rating halus nya paling top 100 micron, mata manusia bisa lihat ukuran segitu. Maka sampai modar pun kolam dengan hanya pakai filter pasir tidak akan bisa bening banget. Harus di bantu filter cartridge dengan element 20 micron downstream dari filter pasir dan pasir di upgrade pakai zeolite media. Semua filter system akan hasilkan backpressure. Backpressure sama dengan HEAD LOSS = flow pompa jadi turun alias listrik makin mahal neh sebab per 1x turnover makin lama butuh waktu nya. Mau tak mau, tak ada yang gratis kalo mau bening banget.


- Kolam jangan sekali kali dapat air tanah bekas taman, contoh taman luber saat hujan besar....pupuk itu jahat dan air yang sudah terlarut dengan mineral tertentu , filter tak bisa buang tuh mineral....kudu pake membrane system.
Contoh , chlorine mengandung garam sebagai carrier/binder. Yg kita pakai sebetulnya gas chlorine nya doank.
Garam nya akan build up terus sampai suatu saat air jadi "hard" dan tak nyaman, ada after-taste juga. Ganti air deh.

- Kolam pakai chlorine generator itu adalah kolam semi air asin pada 4,000 PPM garam. Kayak air payau/brackish.
Garam di stroom keluar chlorine nya. Jadi tak ada namanya chlorine-less, cuma beli nya garam ajah :mrgreen:

- Gedung di pinggir kolam, jangan sampai saat hujan air nya lari ke kolam. Gedung itu atap nya biang abu dan biang spora. Ini sebab nya orang suka complaint setelah hujan air kok butek. Kolam yang filtrasi memadai, overflow bagus, awning memadai untuk buang/tangkis air hujan..........hujan pun tetap bening.

- Diver load jauh lebih parah dari swimmer load terhadap sanitasi di air.

- Makin banyak air nya di banding diver, makin besar buffer sanitasi si air ( asumsi level sanitasi memadai )

- Jaga per 4m2 satu diver doank, sebagai load. Kedalaman air tak di hitung, lebar x panjang pool nya ajah.

- Air kolam yg baik adalah di mana sanitasi stabil setiap saat. sebisa mungkin. Stabil setiap saat ini susah neh, tanpa bantuan automated system dan ini ono. Sanitasi di hitung dengan Log Reduction dan Kill Rates
http://www.ahh-some.com/docs/Understand ... 0Rates.pdf
Chlorine memadai cepat membunuh baddies, chlorine kurang perlu waktu lebih lama.
Jika level sanitasi sempat drop dan algae bloom terjadi alias air ijo............obat nya cuma super chlorinasi dan ini bisa sampe 10 PPM chlorine nya. Kolam tak boleh pakai dulu loh. Air kolam itu selalu ada bibit/spore green algae, tak terkecuali selama kena udara kota. Cuma kapan si ijo ini nongol, itu saja pinter2 kita atur sanitasi stabil.

- PH stabil sangat2 sangat penting. PH juga ber effek ke effektivitas chlorine. PH mata manusia adalah 7.4, maka itu target nya supaya mata tak merah atau pedih secara PH. Kalo soal kimia nasty lain nya, lain cerita lagi.

Masih banyak pool 101 yang lain. Sementara info seperti di atas dulu dah yg basic tapi major.
Water chemistry yg kudu di test per 2 minggu ada lagi.

Kira2 gitu lah... :mrgreen:

.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Pelanggaran Pengajaran PADI OWD
PostPosted: Wed Jan 15, 2014 8:20 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
rendra wrote:
Saya lagi bangun kolam renang mbah, rencananya buat training juga. Kedalaman dari 1,2 - 2,8 meter, ukuran kira2 20m x 6m, nggak rectangle.

Tadinya mau minta dibikin deep end di 4 meter, tapi setelah dipikir2 lagi buat apa? Untuk deco training toh cukup di kedalaman 2 meter.

Puyeng juga bangun kolam renang ya... hihihi... Soal maintenance.... x_x

wah mantap.. :-bd :-bd dimana nih lokasi nya?

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 42 posts ]  Go to page 1, 2, 3  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: