It is currently Tue Oct 24, 2017 3:50 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 47 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4  Next
Author Message
 Post subject: Re: Diving di Trawangan, timbul di Penida...
PostPosted: Tue Oct 08, 2013 8:12 am 
Offline

Joined: Mon Apr 04, 2011 9:00 am
Posts: 255
Location: Jakarta Crazy City
ini baru seru
nunggu kabar ah, ilmu yg priceless


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Diving di Trawangan, timbul di Penida...
PostPosted: Tue Oct 08, 2013 11:41 am 
Offline
User avatar

Joined: Mon Apr 08, 2013 11:40 am
Posts: 32
Location: jakarta, indonesia
menanti simulasi dari gili, pastinya bermanfaat sekali.

_________________
mardi
_____________________________________________________________
sy manusia yg tak ingin beralih dri status newbi, krn belajar tak pernah ada akhirnya.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Diving di Trawangan, timbul di Penida...
PostPosted: Tue Oct 08, 2013 12:36 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Aug 20, 2011 10:14 am
Posts: 192
Surya Prihadi wrote:
Pernah minta ama McMurdo untuk khusus coding PLB untuk Indonesia, tapi saat itu mereka tak mau coding kan sebab mungkin volume of sales nya terlalu kecil. Kalo EPIRB kapal mah gampang, asal ada agen nya di Indo, bisa di program ulang coding nya biar cocok ama Indonesia.

"The Hex ID is a 15 hexadecimal character string (valid range: numbers 0 through 9 and letters A through F), referred to as the beacon 15 Hex Identification, or 15 Hex ID. Your beacon’s 15 character Hex ID uniquely identifies your 406 MHz beacon and is encoded in the message your beacon transmits to search and rescue services if your beacon is activated. When your beacon is activated satellites will detect the transmission and relay the distress alert to search and rescue services. The Hex ID contains the country code and other identification features relative to the carrier which are dependent upon the coding protocol used. The Hex ID can identify the carrier using the radio call sign, a serial number, aircraft registration marking, etc."

-------

kalo ada yang punya PLB yang sudah registered di Indonesia, kita test sekalian.
Kita benar2 aktifkan tuh PLB, tengok response time BASARNAS menelefon ke HP pemilik dan/atau rumah pemilik berapa lama untuk verifikasi false alert yang adalah acuan response time juga bagi kita. Tak perlu sampai BASARNAS termobilisasikan, cukup mereka telefon ke nomor HP pemilik PLB sebagai langkah awal cross check ini false alert atau emergency sungguhan.

Kasus Cipto koslet PLB nya karena cannister masuk air, US Navy atau US coast guard bell HP dia untuk verifikasi, kan Cipto punya register di NOAA-USA juga.


kebetulan saya juga pakai mcmurdo oom; sudah bisa diprogram disini; EPIRB juga. kalau ELT pihak lain. untuk 'beacon test/false alarm test' LUT-MCC Basarnas sepertinya secondary emergency contact saya siap ditelpon 24 jam :-c

=)) =)) =)) =))

btw; formulir pendaftaran PLB/EPIRB di BASARNAS & beberapa cuil informasi lain saya unggah disini http://www.forumselam.com/viewtopic.php?f=17&t=4284

_________________
Would rather be diving than posting!


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Diving di Trawangan, timbul di Penida...
PostPosted: Tue Oct 08, 2013 2:35 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Mantap tuh kalo gitu Om NDR, good info. Enak deh kalo PLB udah bisa di program ulang dengan mudah. How time change...YIPEEE !!!!!!

Mau jadi test diver apung2 ama eke kah ? :mrgreen:


.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Diving di Trawangan, timbul di Penida...
PostPosted: Tue Oct 08, 2013 2:47 pm 
Offline
User avatar

Joined: Sat Aug 20, 2011 10:14 am
Posts: 192
Surya Prihadi wrote:
Mantap tuh kalo gitu Om NDR, good info. Enak deh kalo PLB udah bisa di program ulang dengan mudah. How time change...YIPEEE !!!!!!

Mau jadi test diver apung2 ama eke kah ? :mrgreen:


.


iya, kabari kalau mau ganti batere atau sekalian program ulang oom; nanti saya berikan kontaknya di Jakarta. mau ngapungnya kapan oom? :-bd

_________________
Would rather be diving than posting!


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Diving di Trawangan, timbul di Penida...
PostPosted: Tue Oct 08, 2013 5:00 pm 
Offline

Joined: Mon Aug 30, 2010 9:12 am
Posts: 166
wuiiiihhh menyimak....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Diving di Trawangan, timbul di Penida...
PostPosted: Tue Oct 08, 2013 10:06 pm 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
Siap komendan ayo kita tes d gili. Siapa yg mau ikutan nih

_________________
don't dream your live, but live your dream.......


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Diving di Trawangan, timbul di Penida...
PostPosted: Wed Oct 09, 2013 8:33 am 
Offline
User avatar

Joined: Tue Jul 18, 2006 9:25 am
Posts: 399
Location: Sanur - Bali
Kalo waktunya pas, I'm in! :)

_________________
@divephotobali


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Diving di Trawangan, timbul di Penida...
PostPosted: Wed Oct 09, 2013 8:51 am 
Offline

Joined: Wed Jul 17, 2013 11:53 am
Posts: 276
Location: Buitenzorg, Rain City, Kota Sejuta Angkot
ditajong wrote:
Siap komendan ayo kita tes d gili. Siapa yg mau ikutan nih


mau dong om... kapan? sekalian mudik

_________________
Regards,
Adri


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Diving di Trawangan, timbul di Penida...
PostPosted: Wed Oct 09, 2013 10:01 am 
Offline

Joined: Mon Apr 04, 2011 9:00 am
Posts: 255
Location: Jakarta Crazy City
menanti kabar siapa tau jadwal cucok


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Diving di Trawangan, timbul di Penida...
PostPosted: Wed Oct 09, 2013 2:46 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Aug 01, 2013 12:55 pm
Posts: 189
Location: Bogor
Ikut Dit... blom pernah diving di Gili...

_________________
tabik,
arievz!
learn to dive, dive to learn


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Diving di Trawangan, timbul di Penida...
PostPosted: Wed Oct 09, 2013 8:50 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Jun 15, 2012 12:42 am
Posts: 958
Location: Bintaro sektor 9
Ikut. Mau liburan ke trawangan.

_________________
Arief
0811194177
[email protected]
@feira24


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Diving di Trawangan, timbul di Penida...
PostPosted: Thu Oct 10, 2013 3:40 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
MANTAP KAWAN2 ku nih !!!!!
Semoga middle November yah.

Thanks all

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Diving di Trawangan, timbul di Penida...
PostPosted: Thu Oct 10, 2013 10:09 pm 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
Wih byk peminatnya nih kayanya. Ok nanti saya coba omOngin sama dc disini yah siapa yg tertarik ikutan nih. Ayo yg mau ikutan blajar dulu tuh pake radionya heheheh

Skalian kita ngerakit filter ya pak.

_________________
don't dream your live, but live your dream.......


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Diving di Trawangan, timbul di Penida...
PostPosted: Fri Oct 11, 2013 6:04 am 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
Surya Prihadi wrote:
Apapun alat yang pakai USB sebagai metoda chargig = Piece of SHI-ET.
Kenapa............? Karena algorithm USB sendiri bukan lah handal di charging tapi awal design nya adalah data port.
Sama ama GoPro lah, charge pakai stand alone charger bodoh voltage based seperti Wasabi = THE BEST.
4.3Volt penuh dan charger mati, tipe constant current. Kalo via USB, USB chip banyak tugas lain....ribet lah.

Alat apapun, jika ON-OFF nya adalah software based, contoh Nautilus ataupun switch ON-OFF apapun yang bisa multi fungsi, contoh POWER iyah, MENU iyah, itu artinya firmware main peranan dan bukan dummy ON-OFF switch yang fullproof kayak REAL MECHANICAL SWITCH yang disconnect power supply alias batere.

Radio sensitivity circuitry nya adalah dari design, module buatan Icom world proven.
Nautilus beli module mungkin tipe abal2, maka murah dan low power.
DI USA banyak radio module nya abal2, contoh Radio Shack lah, Uniden lah dan sejenis.

Dengan USB based charging, artinya batere mentok di 3.6Volt kosong 4.3 volt penuh.
Tak bisa lah watt besar, sebab watt besar batere harus yang 7.2 volt ( 2 cell lit-ion ), tapi kagak bisa pakai USB charging. USB charging taken for granted, itu problem nya.

Untuk diver radio JANGAN pakai channel 16, pakai channel 69 ( pleasure craft ship to ship channel ).
Gampang diingat 69 pun, sebab sexy. =))

Misi dari diver bawa/pakai radio adalah = Dive boat kita yang rescue kita, bukan kapal lain. Kapal lain hanya untuk saat kepepet. Jangan sekali-kali andalkan orang lain. Scenario drift harus cepat response time , maka dive boat kita lah yang tugas jagain kita.

Kalo sudah hanyut di open sea, mainkan scan 69/16 , jadi bisa monitor dive boat kita dan passing vessel.
DSC bukan main di channel 16, tetapi di channel 70 digital. Seperti SMS, simple signal digital pada kondisi signal buruk pun masih mampu transmit di banding audio vokal manusia, maka channel 70 lah di pilih dan itu selalu monitored regardless, asal radio nya DSC capable.

"The DSC system's digital processing techniques, combined with the relatively narrow receiver bandwidths used, provide a DSC signal with resistance to noise and fading over the radio path.

This results in increased range compared with radiotelephone transmissions.

Unfortunately, DSC remains one of the GMDSS' least understood sub-systems. This lack of understanding is reflected in the very high DSC false alert rate."


Module GPS sendiri makan batere lumayan. Maka Nautilus umur stand-by pun pendek.
Satu hal yang harus kita sadari bagi alat yang batere nya USB based charging dan "sealed unit", akan ada minimum voltage nya dan akan shut down sendiri untuk menjaga supaya batere tidak terlalu low battery dan tidak bisa recover. Lain dengan charger bodoh tipe docking station, kayak Icom M72 , M88 dan sejenis, kecuali batere rusak, charging akan selalu berhasil.

USB based device sendiri pakai power untuk management USB nya, maka saat USB charger di plug-in, circuitnya harus hidup dulu, baru charging bisa di laksanakan. Alat emergency sebaiknya pakai charger bodoh constant current voltage sensing = terbaik. Apalagi USB port bisa terima data, lebih repot lagi si alat ini untuk
Enumerate ( menjelma ) sebagai charging port TOK.
http://www.maximintegrated.com/app-note ... vp/id/4803

Saya banyak belajar USB charging gara2 GoPro.
Ternyata banyak PC dan charger konon USB type, ternyata tidak lah USB compliant dan charging sering tak tuntas.
Lalu pakai laptop untuk charging, Laptop ada power saving mode dan sleep mode, makin parah ajah charging tak tuntas. Kabel jelek ajah drop 0.2 volt, tak akan penuh sebuah batere yang USB based charging.



PLB
Yang mau beli PLB tolong di cek dulu yah.
PLB coding mirip sama EPIRB, yaitu 3 digit pertama ada COUNTRY CODE.
http://www.itu.int/online/mms/glad/cga_mids.sh
Contoh Indonesia 525, USA 303
Jadi yang benar adalah, dealer PLB merek X, di USA, akan jual PLB dengan coding USA.
Tergantung negara, ada negara yang hanya terima registrasi bagi citizen dan coding PLB harus coding sesuai dengan negara di mana PLB tersebut di daftar. Jadi jangan beli se-enak udel dan susah daftar pulak.

Saya owner PLB pertama di Indonesia di tahun 2009, saat itu BASARNAS belum ada fasilitas daftar PLB.
Maka saya beli USA coded PLB, sebab NOAA di USA bebas bagi saya non resident atau orang asing, numpang fasilitas daftar. Sudah dua kali di renew dan terakhir di sarankan saya untuk pidah registrasi di country of residence. Tetap saya pertahankan USA registration sebab kan PLB saya coding USA. Tahun 2014 atau 5 tahun, saya perlu ganti batere, nah saat itu saya akan coba di program ulang nih PLB atau beli baru yang coding Indonesia sekalian.

Pernah minta ama McMurdo untuk khusus coding PLB untuk Indonesia, tapi saat itu mereka tak mau coding kan sebab mungkin volume of sales nya terlalu kecil. Kalo EPIRB kapal mah gampang, asal ada agen nya di Indo, bisa di program ulang coding nya biar cocok ama Indonesia.

"The Hex ID is a 15 hexadecimal character string (valid range: numbers 0 through 9 and letters A through F), referred to as the beacon 15 Hex Identification, or 15 Hex ID. Your beacon’s 15 character Hex ID uniquely identifies your 406 MHz beacon and is encoded in the message your beacon transmits to search and rescue services if your beacon is activated. When your beacon is activated satellites will detect the transmission and relay the distress alert to search and rescue services. The Hex ID contains the country code and other identification features relative to the carrier which are dependent upon the coding protocol used. The Hex ID can identify the carrier using the radio call sign, a serial number, aircraft registration marking, etc."


Yang gampang mah pake ICOM M72 dah.
Potong pelampung oval jaring nelayan, jadikan float = BERES.


DITA-san,

Kapan-kapan kumpulin temen2 kamu di Gili Terawangan. Nanti kalo sambil oprek2 compressor+filter tower mu.
Kita bikin RADIO & SOSIS SHOW-DOWN

Satu kapal stand by di dive spot, simulasi dive spot. Jangan bergerak. Kita sebut DIVE BOAT.
Satu lagi kapal kecil jagain saya. Saya volunteer sebagai drifting diver.
Saya drift bawa semua merek radio yang saya punya, termasuk Nautilus pinjam sama siapa kek.
Radio masuk di tupperware, jadi di apungkan semua, siap comot untuk test dan tidak kelelep.
Saya bawa garmin GPS, untuk ukur jarak berapa jauh saya drift dari Dive Spot /Dive Boat.
Saya bawa juga GPS logger module saya, sebagai verifikasi ke dua jarak drift saya untuk di analisa nanti di darat.
Dive Boat akan ada 2 radio, satu di gantung di leher kamu, simulasi ABK sedang jadi spotter.
Satu radio portable lagi kita pakai kayu dan gantung +3.2 meter lebih tinggi, supaya dapat extra line of sight.
Radio yang di gantung +3.2 meter, di sebelah nya pasang digital audio recorder. Jadi ini akan rekam semua transmissi radio antara saya dan kamu dan sekalian kita bisa tau seberapa jauh jarak extra dengan height 1 radio lebih tinggi sekitar 2 meter dari radio di tangan kamu. Di dada, radio sekitar 1.2 meter tinggi nya. Di mulut, radio sekitar 1.5 meter tinggi nya.

Saya akan terus transmit radio sampai 4KM jarak kita terpisah, dengan increment per 50 meter.

Pada saat yang sama, kita test visibility sosis.
Ambil bamboo atau pipa paralon, 2 meter panjang, kita ikat berbagai jenis sosis yang di tenggelamkan dengan timah, biar pada berdiri tuh sosis. Jadi sosis saya kagak usah pegang, cukup geser2 sekali kali biar melebar ke arah kamu, jadi mudah di tengok. Setiap kali saya reporting jarak, kamu tengok tanpa binoculars, sosis mana yang nampak mata. Di catat sebagai data. Cari 1 anak muda yang mata nya masih bagus, jadi spotter juga, compare dah.

Jika mau real time sharing test ini ama temen2, gampang.
Cuma perlu marine VHF yang permanent mounted ( kapal punya ) pakai antena 9db panjang 8 feet, posisikan 5 meter dari atas tanah, letakan di tanjung paling nongol di Gili T, supaya tak terblokir daratan atau pohon.
Penonton duduk di sini sambil dengerin radio chatter kita, jadi mereka bisa tau berapa meter radio mana tumbang dan berapa meter sosis mana masih nampak ama kamu dan spotter ke 2.

Kita main disisi barat Gili T, biar cepet drift nya.
Di Google Earth ada Queen Villa n Spa yang cocok jadi lokasi simulasi Dive Spot dan juga posisi meletakan radio permanent mounted di darat. Cukup tanjung tuh Queen Villa n SPA.

Saya bisa pakai GoPro di jidat dan setting time lapsed photo per 10 detik. Ini sebagai acuan visual saat semua data ini di jadikan sebuah video lengkap dengan audio rekaman radio traffic. Di Dive Boat dimana kamu stand-by, kita pakai NEX7 atau Canon 550D saya dan juga lakukan photo per sekian detik ke arah saya. Kita cari lensa yang final value nya setara dengan mata kita 1:1. Ini bisa jadi database, berapa kecil seorang diver dan sosis nya pada jarak X-Y dan Z. Kita set semua jam dikamera sama dan mudah buat story line nya nanti. Ini kudu minta bantuan cara berhitung ama pakar photography kita di Forsel nih, lensa apa dan zoom ratio berapa di tengok di layar monitor 23" untuk setara ama mata kita.


Kalo ada yang punya PLB yang sudah registered di Indonesia, kita test sekalian.
Kita benar2 aktifkan tuh PLB, tengok response time BASARNAS menelefon ke HP pemilik dan/atau rumah pemilik berapa lama untuk verifikasi false alert yang adalah acuan response time juga bagi kita. Tak perlu sampai BASARNAS termobilisasikan, cukup mereka telefon ke nomor HP pemilik PLB sebagai langkah awal cross check ini false alert atau emergency sungguhan.

Kasus Cipto koslet PLB nya karena cannister masuk air, US Navy atau US coast guard bell HP dia untuk verifikasi, kan Cipto punya register di NOAA-USA juga.

What do u think ?
Kalo experiment gini kayaknya Bro Renda demen juga nih :mrgreen:

SP
.


kalo gitu nanti saya coba pake boat manta 1 dan cari boat kecil atau speed boat untuk dampingin pak surya ngapung2 ya pak. jgn lupa bawa roti ama pisang tuh buat bekel di tupperware ya pak dan termos air buat kopinya skalian pak hehehee

seru nih

_________________
don't dream your live, but live your dream.......


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 47 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: