It is currently Tue Oct 24, 2017 3:43 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 37 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3
Author Message
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Mon Jun 17, 2013 3:03 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Recommended ascent rate:

Dari kedalaman >18 meter sampai 18m dengan kecepatan 18m/ menit
Dari kedalaman 18m sampai 0 meter dengan kecepatan 9m/ menit

Jadi semakin menuju permukaan ascent rate yang baik harus lebih lambat, karena perubahan gradient tekanan semakin besar.

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Tue Jun 18, 2013 9:45 am 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
@AKA: peraturan baru yang di ratifikasi oleh dive agency yang tergabung di WRSTC adalah 9meter/menit (30feet/menit) - yang lama adalah 18m/mnt (60ft/mnt)

beberapa peraturan baru:

1. reverse profile are OK: depth dive ke 2 yang lebih dalam dari dive ke 1 diperbolehkan. hanya saja harus patuh kepada hal-hal yang terkait seperti dive profile yang ketat & tidak melampaui batas, melakukan safety stop dll.. dan hal ini hanya berlaku untuk diver yang menggunakan dive computer & dive software, bukan yang menggunakan dive table

2. lower minimum age: peraturan baru adalah usia 10 tahun. peraturan ini diadopsi oleh PADI, SDI, SSI. khusus NAUI & YMCA masih memberlakukan batasan minimal usia 12 tahun, namun ada rencana untuk mengubah peraturan mereka dalam waktu dekat. peraturan lama untuk batasan usia adalah 12 tahun untuk sertifikasi Junior Open Water Diver

3. universal refferal: diver bisa melakukan classroom modul course dengan dive agency A, kemudian pool session dengan dive agency B dan open water dengan dive agency C. hal ini bisa dilakukan selama antar dive agency yang memiliki persetujuan atas standard training yang sama.

4. safety stop: sekarang jadi peraturan yang wajib.. dulu hanya disarankan, bahkan dulunya banget malah ndak diajarkan hehehe..

5. no more buddy breathing: dulu masih diajarkan untuk berbagi udara melalui 1 regulator. skrg sudah tidak wajib karena prosedurnya cukup ribet dan ada alternatif octopus/alternate air source.

6. no more snorkel: dulu snorkel adalah asesoris wajib bagi setiap diver, sekarang boleh tidak pakai. tapi beberapa dive agency masih mewajibkan student diver untuk tetap memakai snorkel pada saat di kolam dan open water course.

ada beberapa yang lain tapi saya ndak inget, silahkan nambahin kalo ada yang tau. yang sayah sebut diatas adalah yang penting :mrgreen: \:D/

_________________
BanyuBiru Explorer Indonesia - Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | Dive Training & EFR Training | Halcyon Dive Systems Dealer | DAN Asia Pacific Supporter | W: www.banyubiru.org | F: Banyu Biru Explorers | T: @banyubiru_xplor


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Wed Jun 19, 2013 9:01 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
aria4m wrote:
1. kesimpulan sederhana saya, sekaligus dari jawaban om BK, seharusnya stop di 3 +- -0.5 meter, tapi safety stop karena tidak mandatory bisa 3-6 meter... hehehehe,

Sebaiknya tidak mencampurkan penggunaan utama Deco Stop dengan Safety Stop. Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, Safety Stop di kedalaman 3-6 meter bukan karena urusan mandatory atau tidak, namun semata-mata dikarenakan pada NAVY Table di kedalaman 3-6 meter tersebutlah yang NDL-nya tanpa batas, jadi relatif aman untuk membuang secara cepat sisa nitrogen di dalam tubuh sebelum surfacing untuk mereduksi potensi DCS.

Quote:
jadi kalau ngitung degassing... kurang ada gunanya donk safety stop di 5-6 m.??

Safety Stop dianjurkan di kedalaman 5-6 meter demi keamanan diver semata untuk menghindari potensi bahaya di permukaan seperti ombak, kapal lewat, buoyancy control, dsb.

Deco Stop sifatnya mandatory dan tunduk sepenuhnya oleh algoritma divecomp yang digunakan, tidak pake acara tawar menawar dan tidak untuk diperdebatkan. Nah, karena di recreational diving kita tidak diajarkan apalagi dilatih untuk urusan deco dive ini, semaksimal mungkin dihindari, daripada kita bingung sendiri yang malah justru berpotensi membahayakan. Tidak mudah memahami deco stop ini dari kacamata seorang penyelam rekreasional. Namun jika tertarik soal penyelaman deco, dianjurkan untuk lanjut ke technical diving *lirik om hantulaut*.

aria4m wrote:
2. Ascend rate itu 9m per menit ya om..? bukan 18 per menit... di table dan di buku OW koq 18m per menit atau 60feet per menit yaa...?? (CMIIW)
AKA wrote:
Setau sy ya, pernah 1x baca buku OW PADI, di PADI mmg 18m/menit.. tapi klu di buku OW SSI itu 9m/menit...

Mengapa PADI menggunakan 18m/menit sedangkan SSI/NAUI 9m/menit? Semata-mata karena mereka menggunakan jenis table yang berbeda, itu saja kok. Table di PADI berbasiskan DSAT, SSI/NAUI merupakan varian dari NAVY Table. Beda table, beda pula basis penelitian dan sudut pandang kegunaannya.

Jangankan ascent rate, soal komposisi Nitrogen saja mereka berbeda, PADI 79% sedangkan SSI 80%. Siapa yang benar? Untuk relevansi pengajaran open water, keduanya dapat diandalkan. Semuanya kembali kepada agency yang menjadi pilihan Anda untuk belajar, ikuti saja sesuai kerangka kurikulumnya. Dan ingat, 18m/menit dan 9m/menit itu merupakan batas MAXIMUM, jadi lebih pelan kecepatannya dari batas maksimum tersebut jelas lebih baik.

Hanya saja ada 1 pengecualian, ketika kita menyelam menggunakan dive computer, maka instruksi batas maksimal ascent rate di dive computer-lah yang WAJIB diikuti. Jika buddy menggunakan divecomp berbeda, maka yang paling konservatif-lah yang harus diikuti.

Mungkin di waktu berbeda, dan kalau sempat, gw akan coba menjelaskan yang terkait deco ini (table, kompartemen, algoritma, model, dsb) dengan bahasa sesederhana mungkin agar mudah dipahami, apalagi buat yang mo lanjut ke jenjang profesional (Divemaster ke atas).

Semoga membantu dan menambah wawasan kita.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Thu Jun 20, 2013 12:51 am 
Offline

Joined: Sat Aug 20, 2011 5:18 pm
Posts: 360
Ditunggu banget om BK buat pencerahannya soal tabel, algoritma, dll tsb..


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Thu Jun 20, 2013 10:20 am 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
BotolKecap wrote:
...

Jangankan ascent rate, soal komposisi Nitrogen saja mereka berbeda, PADI 79% sedangkan SSI 80%. Siapa yang benar? Untuk relevansi pengajaran open water, keduanya dapat diandalkan. Semuanya kembali kepada agency yang menjadi pilihan Anda untuk belajar, ikuti saja sesuai kerangka kurikulumnya. Dan ingat, 18m/menit dan 9m/menit itu merupakan batas MAXIMUM, jadi lebih pelan kecepatannya dari batas maksimum tersebut jelas lebih baik.
....

Mungkin di waktu berbeda, dan kalau sempat, gw akan coba menjelaskan yang terkait deco ini (table, kompartemen, algoritma, model, dsb) dengan bahasa sesederhana mungkin agar mudah dipahami, apalagi buat yang mo lanjut ke jenjang profesional (Divemaster ke atas).

Semoga membantu dan menambah wawasan kita.


Agak OOT sedikit, membaca komennya om BK, jadi keinget kejadian diver yang "kelenger" di Tulamben kemaren... waktu di cek Divecomp Guide nya ternyata katanya ascent rate gak melebihi 18m per menit.. Langsung yang ada dikepala saya waktu itu.... "emangnya menjamin aman kalau segitu..???" yang jelas tuh diver ama guidenya "kelenger" .... terlepas kalau ada sebab lain "kelengernya"...

iya om BK ditunggu ulasannya.... urusan rumus fisika dan matematika nih gue masih leleet terus.. paling gamping sih bener juga.. ikutin aja jangan banyak tanya...

salam safe dives ...

_________________
-------------
aria anugraha m.
0818796937
https://www.facebook.com/aria.anugraha
--------------


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Thu Jun 20, 2013 11:41 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Saya mengusulkan bahwa mengenai rumusan sebaiknya tidak perlu dibahas, karena rumusan ini akan membuat diving terlihat complicated. Unless kita benar2 tertarik untuk membuat decompression model sendiri yang dipandang cocok, maka silahkan saja.

Bagi recreational diver, the best safest way adalah untuk stay di dalam No Decompression Limit atau Maximum Dive Time yang sudah dipelajari saat mengikuti training. Demikian juga untuk aspek lain seperti ascent rate, dive profile, dsb.

Saya tidak menyarankan recreational diver untuk membuat perbandingan antara table satu dengan table lain, karena saya yakin satu table saja diikuti sudah cukup. Yang harus dilakukan adalah memahami betul table yang dipakai.

Jadi nggak bisa kita bilang ikut table A lebih bagus dibandingkan table B hanya dengan pengamatan sepintas. This is too complicated dan akhirnya bisa berujung meningkatnya risiko. Sebagai contoh saja, table yang kita kenal adalah terdiri dari berbagai mazhab/ aliran. Dive comp misalnya, ada yg pakai RGBM (Wienke model), ada yang pakai Buhlmann, ada yg pake permeability model. Mana yang paling baik? Wallahualam, karena lagi2 table ini semuanya BASED ON ASSUMPTION. Nggak ada satu table pun yang directly related ke kondisi fisiologi seorang penyelam.

Nah, sekali lagi saya tekankan, pelajari dan pahami betul table yang pernah anda pelajari dari training agency anda. This way, you will make every dive as a safer dive.

Kalau memang benar2 mau mendalami decompression model, silahkan masuk ke dunia technical diving dengan segala konsekuensinya. Sebagai seorang technical diver, anda bebas memilih mau pakai decompression model yang mana yang paling anda yakini. Di dalam technical diving, anda memang diminta untuk mengenal berbagai model yang ada, termasuk dipersilahkan untuk membuat model sendiri. Terus risikonya gimana? Risiko ditanggung sendiri :)

Saya sarankan kepada para divers dan instructors untuk melanjutkan pembahasan dalam thread ini dalam bentuk upaya memahami masing-masing Table, baik yang dipakai PADI, NAUI, SSI, POSSI dan lainnya.

Sebagai contoh saja yang saya yakin banyak yang tidak aware, misalnya: Kenapa PADI dalam tablenya memakai No Decompression Limit, sedangkan NAUI dalam tablenya memakai Maximum Dive Time? Apa yang membedakan? Bagaimana syarat dan kondisi penggunaan masing2 table? Setiap table memiliki limitasi masing2 dan cara komputasi yang berbeda.

Contoh lain lagi: Masih ingatkah kita cara mempergunakan dive table? Bagaimana menentukan dive profile menggunakan table, apa yang harus dilakukan jika kita nyelonong keluar table?

So, mari kembali ke table yang pernah dipelajari, pahami betul, dan aplikasikan.... or, let me welcome you to the world of Technical Diving :)

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Thu Jun 20, 2013 3:35 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
aria4m wrote:
Agak OOT sedikit, membaca komennya om BK, jadi keinget kejadian diver yang "kelenger" di Tulamben kemaren... waktu di cek Divecomp Guide nya ternyata katanya ascent rate gak melebihi 18m per menit.. Langsung yang ada dikepala saya waktu itu.... "emangnya menjamin aman kalau segitu..???" yang jelas tuh diver ama guidenya "kelenger" .... terlepas kalau ada sebab lain "kelengernya"...

Karena baru katanya, apalagi yang dicek adalah divecomp guide, tidak mudah mengetahui penyebab pastinya. Karena kebetulan gw di sana, dan melihat tingkah laku korban saat diberikan oxygen, rasanya tidak heran kejadian ini menimpa dirinya.

Quote:
iya om BK ditunggu ulasannya.... urusan rumus fisika dan matematika nih gue masih leleet terus.. paling gamping sih bener juga.. ikutin aja jangan banyak tanya...

Tenang om Aria, gw ngga ngebahas rumus2an kok dan bukan untuk pendalaman soal deco. Bagi seorang recreational diving yang ingin melanjutkan ke tingkat pro, materi soal deco ini sering kali dijelaskan dengan bahasa tingkat "dewa" baik oleh seorang instruktur maupun di buku pengantarnya (bahkan termasuk di encyclopedia PADI, yang merupakan induk segala buku manual pengajaran PADI di recreational diving). Tidak banyak yang paham konsep dasarnya, yang ada malah bingung dengan segala jargon2 dan istilah lainnya.

Nah, membahas tentang decompression dengan bahasa yang mudah dipahami, tidak complicated, dan tentu saja masih dalam kerangka recreational diving merupakan tantangan tersendiri. Apa itu kompartemen, mengapa ada M-Values, mengapa algoritmanya berbeda-beda, mengapa pakai half-time, mengapa pakai hipotesa, mengapa tabel berbeda-beda, mengapa OW pakai tabel tidak diajarkan multilevel, dsb. tidak banyak dijelaskan dengan bahasa yang sederhana. Kebetulan latar belakang sebagai software development, memudahkan gw mengimplementasikan algoritma Buhlmann ZH-L16 untuk memahami basic cara kerjanya. Dan tentu saja harapannya nanti, tulisan non-teknis tersebut (sebut saja: Decompression for Dummies =)) ) diharapkan dapat sebagai pengantar maupun komplimen (bukan pengganti buku teks resmi) bagi rekan-rekan yang ingin/sedang melanjutkan ke jenjang profesional seperti Divemaster/Instruktur untuk recreational diving. Tantangan berikutnya adalah: mencari waktu luang dan rekan lain untuk menulis :)) MERDEKA! :ympray:


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 37 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: