It is currently Mon Oct 23, 2017 8:38 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 37 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3  Next
Author Message
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Thu Apr 18, 2013 7:17 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jan 31, 2013 4:06 pm
Posts: 350
Location: Coral Triangle
rendra wrote:
bro benny: ikuti prosedur emergency deco sesuai yg sdh disebutkan, termasuk monitoring gejala dcs sesudahnya. sebagai tindakan jaga2 saja, upayakan utk bisa menghirup high concentration oxygen selama 2 jam pertama setelah emergency procedure. ini akan mengurangi risk timbulnya gejala dcs. prosedur pemberian oksigen hrs ditaati, krn too little or too high O2 sama2 mempunyai dampak yg tdk diinginkan.

bro BK: sebetulnya recreational table bisa digunakan utk multilevel dive planning. RDP wheel dan eRDP mengakomodir multilevel dive planning. Prosedurnya memang lebih kompleks namun termasuk yg diajarkan kepada rec diver, to my knowledge. cmiiw.

Siap om,kalau gini udah kejawab semua pertanyaannya,jadi ikutin saja prosedurnya..
Masalahnya om di Manado bisa dihitung dengan jari DC yang menyediakan 100% oxygen.. #:-s ,setau saya gak semua boat crew dilatih emergency procedure semisal EFR begitu oleh DC..
Setau saya hanya satu DC yang melatih EFR untuk boat crewnya dan menyediakan 100% oxygen on board..

Mudah2an kedepannya akan ditingkatkan kualitas dari segi keamanan..

_________________
Eat, Sleep, Dive and Dive

Pin 2357C1BD
HP 085270426789
Email : [email protected]
FB: Benny Dwi Saputra
@mr_beny
Website www.divingatindonesia.com


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Thu Apr 18, 2013 7:41 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
rendra wrote:
bro BK: sebetulnya recreational table bisa digunakan utk multilevel dive planning. RDP wheel dan eRDP mengakomodir multilevel dive planning. Prosedurnya memang lebih kompleks namun termasuk yg diajarkan kepada rec diver, to my knowledge. cmiiw.

Interpretasi saya akan bentuk table adalah segi empat serta dilengkapi matriks kolom dan baris :D Sedangkan untuk mengakomodir multilevel dive, RDP sendiri dirancang berbentuk wheel dan electronic, kalau ini saya sepakat dengan om Rendra :)

Nah, dikarenakan alasan menekan cost, pada umumnya OW di sini diajarkan penggunaan RDP dalam bentuk table. Di sinilah seringkali pada ngga ngeh bahwa bentuk table segi empat itu bukan dirancang untuk multilevel dive. Dan jangan2, mereka pun ngga paham multilevel dive itu apa. Entah instruktur yang kurang berperan aktif atau sang student yang memang bermasalah ketika mengikuti kursus.

Plan your dive, and dive your plan.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Fri Apr 19, 2013 8:56 am 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
bennydwisaputra wrote:
oceanographer wrote:
kasus nya ngerii

Baru sekitar sebulan yang lalu om nando,kebetulan saya gak ikut soalnya lagi hari kerja tapi guide cerita sama saya..
si tamu panik karena istrinya kebawa sampai ke sisi pulau bunaken dan para tamu terpisah satu sama lain..
Akhirnya si istri diselamatkan oleh kapal diver yang lain, disitu saya sempat berpikir betapa pentingnya radio nautilus yang saya punya.. :)
amit-amit jangan sampai pernah kejadian begini.. [-(



Kalo saya sih gapang aja om ben, jelasin sejelas jelasnya max depth 30m, max time 30 mnt safety stop 3mnt, suruh mereka nunjukin sertifikat advance nya dan tanda tangani liability release sebelum nyelem. Nah ini merupakan prosedur pencegahan yg utama, kalau sertifikatmya open water mau turun ke 30m sih mau ada kecelakaan atau gak kecelakaan jg dah salah besar si DC dan giudenya. Jd kl ada apa apa ya siap siap aja deh tuh,hahahah

Kalo semua dah kita lakukan dan tamu tetep bandel mau turun dalem ya tugas kita tinggal manggilnteng teng teng untuk naik, kalo msh blm naik coba panggil lg teng teng teng untuknkeduabkalinya, kalo masih belm mau naik ya dicoba teng teng teng ketiga kalinya setelah itu menurut saya ya tugas kita sbg guide ya telah selesai, tinggal naik ke boat dan tungguin aja, sepulang ke dc ya tinggal minta tamu untuk berkemas kemas dan cari DC lainnya aja mas. Krn menurut saya ke bodohan tamu merupakan tanggung jawaba masing2 bukan berarti hrs mempertaruhkan nyawa guidenya loh. Guide manado dpt duit kecil bgt loh untuk resiko yg merrka ambil...kasian coyyyyy....

Kl mas ben ke gili lain cerita, ooen water mentok di 18m kl mau lbh dalem bisa aja sambil bawa cangkul mas buat gali dasarnya biar tambah dalem tuh hahahaha. Kalo mau turun 30 tp open water tetep bisa kok,gmn caranya? Ambil advanture deep sama instruktur aj, hanya 1 dive tp kita dpt ilmunya kan. Kalo mau diving lbh dlm lg gmn cara, ambl deep speciality bs turun sampe 40m.. kalo kurang lama tinggal ambil nitrox spec bs up to 40%. Kl kurang dalem ya ambilntec dive, advance nitrox and extended range. Atau skalian ambil rebreather... semua bakalan keluar duit byk tapi kita blajar byk untuk lbh baikndan mungkin lbh aman kan. Diving itu beresiko tp resikonya bs dipelajari.

Kaya om rendra,hantu dan mbah surya bs jago kayabskr emangnya mereka otodidak? Jangan harap coy. Beli buku gak murah, ambil course lbh mahal lg, tanya jawab di internet jg modal batre n pulsa kan. Jd diving tuh gak murah. Kalo mau diving murah jg bs tp ya jgn dlm dlm yah krn resiko makin besar dan makin bahaya. Mau nyari apa sih diving dalem mas hehehe.....asuransi kaga ada yg mau byr loh kl lewat dr sertifikat kita...

Ayo silahkan ditambah nih

_________________
don't dream your live, but live your dream.......


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Fri Apr 19, 2013 11:23 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
dita, gw utang buku ya ... :))

tar gw kirimin deh, promise is a promise :)

mau nambahin dikit aja, maklum lagi sempit waktunya, tar kalo ada waktu mau buka thread baru...

Ada dua report menarik dari DAN Diving Incident report tahun 2008 yang dihimpun melalui PDE (Project Dive Exploration). Datanya kira2 begini:

Dari sisi procedural problem pada sekian banyak dive yang dipantau, most common procedural incident adalah masalah buoyancy.... :)

Dari sisi equipment problem, 6 case tertinggi adalah:

1. Computer problem & failure (157 kejadian)
2. Face mask problem (73 kejadian)
3. Fins problem (65 kejadian)
4. Thermal protection problem (57 kejadian)
5. BCD problem (42 kejadian)
6. Regulator problem (19 kejadian)
dst...

Procedural dan equipment problems tersebut berujung pada DCI (DCS & AGE), barotrauma, drowning, dll, termasuk fatality...

Segini aja dulu deh... tar gw buka thread baru ajah... :)

Dive safely!

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Fri Apr 19, 2013 3:02 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
@lae botolkecap: kemane aje lu bos, lama ndak jumpa hehehe.. RDP alias dive table BISA digunakan untuk multilevel dive planning. nanti mari kita sama2 pelajari ya. saya juga agak lupa caranya, tapi saya yakin bisa karena dulu sempet belajar.

@udita: hahaha.. saya termasuk orang yang percaya, segala sesuatu itu ndak bisa instan.. setidaknya, kalopun bisa instan, proses di belakang layarnya pasti panjang. mie instan aja ngebuatnya masih harus baca petunjuk kan? belajar formal itu perlu, tapi harus diperdalam dengan belajar non-formal, ditambah dengan diskusi dengan orang yang menguasai apa yang kita pelajari dan jangan lupa juga jam selam/log.

ini copy paste dari tulisan om rendra:

Dari sisi equipment problem, 6 case tertinggi adalah:

1. Computer problem & failure (157 kejadian)
2. Face mask problem (73 kejadian)
3. Fins problem (65 kejadian)
4. Thermal protection problem (57 kejadian)
5. BCD problem (42 kejadian)
6. Regulator problem (19 kejadian)
dst...


terlihat jelas case tertinggi adalah computer problem. jadi apakah kita masih akan 100% percaya sama benda satu ini?

_________________
BanyuBiru Explorer Indonesia - Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | Dive Training & EFR Training | Halcyon Dive Systems Dealer | DAN Asia Pacific Supporter | W: www.banyubiru.org | F: Banyu Biru Explorers | T: @banyubiru_xplor


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Sat Apr 20, 2013 12:39 am 
Offline

Joined: Mon Aug 27, 2012 7:25 am
Posts: 73
Mas Rendra,

Bisa di-share artikel DAN yang dimaksud? Menarik ketika dibahas tentang dive computer sebagai penyebab paling banyak incident ketika diving.
Pertanyaannya adalah, apakah incident tersebut terjadi karena dive comp rusak ketika diving, ataukah ketidakmengertian si diver terhadap fungsi dan display dive computer yang dia pake.
Jika yang terjadi adalah akibat ketidakmengertian si diver, menurut saya ini bukan equipment failure.

IMHO dive computer tidak bisa menggantikan prosedur dive planning (max depth, max bottom time, turn-back pressure, dsb), tetapi tetap berguna untuk memastikan dive plan berjalan sesuai rencana, juga mencatat dive profile in case terjadi incident dan data penyelaman diperlukan dokter hiperbarik.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Sat Apr 20, 2013 2:25 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
bongabonga.... kebetulan filenya gede bener, via e-mail aja yah...

kebetulan yang ikut PDE (Project Dive Exploration)adalah umumnya diver yang mempelajari segala manual, termasuk manual divecomp, jadi asumsikan saja bukan karena nggak ngerti cara pakainya...

secara umum, masalah pada pemakaian dive comp, seperti yang pernah saya tulis dan memang sudah dijelaskan dalam report tersebut, diantaranya:
- dive comp berhitung secara realtime, tapi tidak memperhitungkan kondisi fisiologis maupun teknis prosedur si penyelam itu sendiri;
- kondisi fitness penyelam buruk (ini salah satu contributing factor dominan pada case DCS)
- dive comp memiliki sampling error (masalah ini dijelaskan juga dalam user manual)... makanya selalu disuruh mempersiapkan manual plan atau back up procedure
- berdasarkan penelitian, sampling error pada dive comp akan semakin besar dalam pemakaian repetitive dive dengan waktu yang pendek (setiap hari menyelam, beberapa kali), serta semakin dalamnya penyelaman...

well, antara diving dan DCS memang erat sekali.... it's like either you are really good or really lucky... and the winner would be if you are really good, because you don't have so much luck :) ;)

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Wed May 01, 2013 8:37 am 
Offline

Joined: Sun Apr 29, 2012 12:56 pm
Posts: 49
sebenarnya pikiran orang awam (mungkin termasuk saya hehe..) nggak mau rugi, pinginnya lama2 atau terlalu ambisius , trs nunggu sampai disuruh naik sama divecomp ya baru naik (push to the limit), padahal spt yg dibilang om rendra, nggak semua manusia sama daya tubuhnya.

atau selain itu ya tipe orang yang merasa sudah hebat sendiri, merasa powerfull dgn divecomp barunya, atau merasa sepele dgn resiko diving.

makannya saya selain ngikutin DM dan buddy, saya sendiri ngecek2 juga kedalaman, bottom time, spg, kalau salah satu udah sesuai planning saya sendiri, langsung aja kasih kode naik. kalau saya minta naik pasti buddy atau DM naik toh ?
pas diatas kalo ditanya knp udah naik ? gw bilang aja oksigen mau habis biar nggak bnyk di tanya2, tp pas di cek ternyata masih 100 di spg :-D

_________________
Hardy
085266344428
322305f9


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Wed May 01, 2013 3:33 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
hardyboii wrote:
sebenarnya pikiran orang awam (mungkin termasuk saya hehe..) nggak mau rugi, pinginnya lama2 atau terlalu ambisius , trs nunggu sampai disuruh naik sama divecomp ya baru naik (push to the limit), padahal spt yg dibilang om rendra, nggak semua manusia sama daya tubuhnya.

atau selain itu ya tipe orang yang merasa sudah hebat sendiri, merasa powerfull dgn divecomp barunya, atau merasa sepele dgn resiko diving.

makannya saya selain ngikutin DM dan buddy, saya sendiri ngecek2 juga kedalaman, bottom time, spg, kalau salah satu udah sesuai planning saya sendiri, langsung aja kasih kode naik. kalau saya minta naik pasti buddy atau DM naik toh ?
pas diatas kalo ditanya knp udah naik ? gw bilang aja oksigen mau habis biar nggak bnyk di tanya2, tp pas di cek ternyata masih 100 di spg :-D


Sebetulnya semuanya balik ke divernya. Computer is only machine, garbage in - garbage out. Mau computernya secanggih dan semahal apapun, kalau divernya ngawur ya hasilnya ngawur juga...

Makanya ada istilah lama yang bunyinya: "The most important diving equipment that you need is YOUR BRAIN"

:)

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Wed May 08, 2013 7:53 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
hantulaut wrote:
@lae botolkecap: kemane aje lu bos, lama ndak jumpa hehehe.. RDP alias dive table BISA digunakan untuk multilevel dive planning. nanti mari kita sama2 pelajari ya. saya juga agak lupa caranya, tapi saya yakin bisa karena dulu sempet belajar.

Sejak forsel error, gw jadi jarang online kakak, lagi sibuk ngelonin anak orang...hahahaha. Tapi nanti kita bersua jua di Jazz & Dive kakakk.....

RDP tidak "dirancang", bukan berarti tidak bisa untuk multilevel dive, dan secara umum entah apa relevansi pada prakteknya saat ini untuk kegiatan recreational diving.

Penekanan gw di sini adalah soal safety. Lihatlah bagaimana seorang diver tidak memiliki divecomp namun pengetahuan akan RDP pun terbatas, tapi ingin menyelam bagaikan Deni si manusia ikan? Kembali lagi ke manusianya dan lingkungan tempat dia dididik menyelam.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Thu Jun 13, 2013 8:14 pm 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
bennydwisaputra wrote:
..
Masalahnya om di Manado bisa dihitung dengan jari DC yang menyediakan 100% oxygen.. #:-s ,setau saya gak semua boat crew dilatih emergency procedure semisal EFR begitu oleh DC..
Setau saya hanya satu DC yang melatih EFR untuk boat crewnya dan menyediakan 100% oxygen on board..

Mudah2an kedepannya akan ditingkatkan kualitas dari segi keamanan..


Masa sih di daerah wisata selam sekelas menado hanya satu yang siap 100%oksi di boat, Saya suka celingukan di dive boat untuk nyari botol 100% oksigen sih, bukan buat dipake tapi buat pengen tau saja. Rasanya ke menado terakhir ada deh.... :)

kembali ke topik, para sesepuh, mau nanya donk...
1. Kebetulan saya baru ganti dive comp, karena divecomp sebelumnya error. dan errornya ketika dipakai diving di laut. Dan errornya bukan mati, tapi ngaco nunjukin depth nya.. untung sempet sadar dan cross check ke depth gauge yang di SPG.... lesson learn nya... jangan terlalu percaya Divecomp atau pakai divecomp double; atau ikut saran om rendra untuk run dive plan sebelum diving secara detail dan ikutan dive plan nya... Nah di divecomp yang baru (merek beda pastinya) ndak sama dan banyak simbol2 yang baru (kurang familiar) dan kepaksa dan kebetulan dah baca manuallnya completed, walaupun ndak sepenuhnya ngarti., ... sampai ada kejadian berikut, jadi timbul pertanyaan...
2. Di Divecomp yang baru saya set deep stop ... dan kemaren dapet nih deep stop, pernah saya tanyakan ke om rendra kepan dan dikedalaman berapa kita melakukan deep stop. Terjawab deep stop biasanya setengah dari kedalaman maksimum yang sudah kita lakukan, yang belum terjawab, kapan kita kena dan kapan tidak... soalnya ndak selalu setiap dive kena deep stop.
3. Mengenai deco stop karena melebihi NDL (kalau ini udah beberapa kali karena ndak sengaja dan terutama karena motreeeet... :ymblushing: :-t ), kenapa deco stop harus dilakukan diantara depth 3-4 meter persissss...? sedangakn kalau safety stop kan antara 3-6 meter masih diterima sama divecomp nya..?

Thanks untuk jawabannya sebelumnya para suhu...

_________________
-------------
aria anugraha m.
0818796937
https://www.facebook.com/aria.anugraha
--------------


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Thu Jun 13, 2013 11:28 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
aria4m wrote:
bennydwisaputra wrote:
..

kembali ke topik, para sesepuh, mau nanya donk...
1. Kebetulan saya baru ganti dive comp, karena divecomp sebelumnya error. dan errornya ketika dipakai diving di laut. Dan errornya bukan mati, tapi ngaco nunjukin depth nya.. untung sempet sadar dan cross check ke depth gauge yang di SPG.... lesson learn nya... jangan terlalu percaya Divecomp atau pakai divecomp double; atau ikut saran om rendra untuk run dive plan sebelum diving secara detail dan ikutan dive plan nya... Nah di divecomp yang baru (merek beda pastinya) ndak sama dan banyak simbol2 yang baru (kurang familiar) dan kepaksa dan kebetulan dah baca manuallnya completed, walaupun ndak sepenuhnya ngarti., ... sampai ada kejadian berikut, jadi timbul pertanyaan...
2. Di Divecomp yang baru saya set deep stop ... dan kemaren dapet nih deep stop, pernah saya tanyakan ke om rendra kepan dan dikedalaman berapa kita melakukan deep stop. Terjawab deep stop biasanya setengah dari kedalaman maksimum yang sudah kita lakukan, yang belum terjawab, kapan kita kena dan kapan tidak... soalnya ndak selalu setiap dive kena deep stop.
3. Mengenai deco stop karena melebihi NDL (kalau ini udah beberapa kali karena ndak sengaja dan terutama karena motreeeet... :ymblushing: :-t ), kenapa deco stop harus dilakukan diantara depth 3-4 meter persissss...? sedangakn kalau safety stop kan antara 3-6 meter masih diterima sama divecomp nya..?

Thanks untuk jawabannya sebelumnya para suhu...


Deep Stop itu pilihan... mau dipakai boleh, nggak juga boleh. Yang jelas, menurut mazhab bubbles model, deep stop adalah upaya mengurangi risiko DCS yang sangat konservatif, sehingga sangat layak untuk dipakai. "An ounce of prevention is worth a pound of cure", kira2 begitu... :)

Pada dive computer, deep stop biasanya dihitung pada dive yang lama (long dive) dan atau multilevel dan repetitive diving. Jadi pada kondisi RNT diver = 0 menurut dive comp (dive #1), deep stop belum muncul. Pada dive berikutnya barulah deep stop mulai dihitung.

Safety stop adalah non-mandatory stop (makanya dibilang safety stop). Pada dasarnya safety stop diberlakukan untuk dive dalam kisaran NDL, sebagai faktor penambah keamanan. Secara teori, dive yang dilakukan dalam kisaran NDL biasa juga disebut No-Stop Dive, artinya diver bisa aja langsung menuju permukaan dengan kecepatan 9m/ menit dari kedalaman 18 meter, tanpa melakukan safety stop. Nah masalahnya, nggak banyak diver yang bisa cukup disiplin dengan dive profile yang rapi, tidak yo-yo sehingga menyebabkan multi-level diving secara tidak disengaja. Untuk ini maka safety stop menjadi rekomendasi yang perlu dipertimbangkan untuk dilakukan.

Decompression stop, tahap terakhir memang dilakukan di 3 meter. Kedalaman 0 - 5 meter adalah kedalaman kritis karena pressure gradient sangat besar. Di permukaan laut ambient pressure adalah 1ATA, dan di kedalaman 5 meter = 1,5ATA. Artinya terjadi peningkatan tekanan sebesar 50%. Dalam perjalanan kembali ke permukaan, yang dikendalikan adalah kecepatan perubahan pressure gradient menuju 1ATM. Sekali lagi ini adalah kedalaman kritis dimana setelah mengalami tekanan 2ATA di kedalaman 10 meter, pressure menurun drastis sebesar 50% di kedalaman 5 meter dst. Perubahan pressure gradient yang signifikan ini sangat mempengaruhi tissue desaturation (off-gassing), khususnya di spinal cord atau syaraf utama di punggung yang menyambung ke otak. Spinal cord ini adalah jaringan/ tissue dengan klasifikasi cepat (fast tissue) yang sangat kritis dengan risiko terjadinya kelumpuhan jika proses off-gassing tidak sempurna. Spinal cord ini masuk dalam T13.5 (super saturated dalam 13.5 menit) dan yang paling kritis mengalami supersaturation sebagai sebuah fast tissue. Supersaturation pada fast tissues pada saat ongassing (descent) terjadi pada kedalaman 0 - 5 meter. Sebaliknya, untuk offgassing maka dilakukan pada kedalaman 5 - 0 meter. Berdasarkan faktor-faktor inilah maka ditetapkan kedalaman2 tertentu dimana seorang diver harus melakukan decompression stop.

Ribet yah? Gini deh yang gampang. Anggap saja proses offgassing dimulai saat kita mulai bergerak menuju permukaan. Menyelam ke 20 meter, deep stop di 10 meter, kemudian dengan kecepatan 9m/ menit menuju permukaan. Selama bergerak 9m/ menit tersebut terjadi desaturasi (offgassing). Nah di kedalaman 3 meter, jika memang diminta untuk deco stop, kita berenti di 3 meter, plus minus 0,5 meter. Paling bagus kalau bisa stop persis di 3 meter. Makanya buoyancy control harus perfect. Paling susah kalau lautnya swelling, nyebelin banget :)

#masih mikirin penjelasan yg lebih sederhana... :)

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Sat Jun 15, 2013 12:44 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
Seperti biasa, karena spesialis saya tukang tambah, maka saya minta izin menambahkan apa yang sudah disampaikan para sesepuh di sini...hehehheehe

aria4m wrote:
2. Di Divecomp yang baru saya set deep stop ... dan kemaren dapet nih deep stop, pernah saya tanyakan ke om rendra kepan dan dikedalaman berapa kita melakukan deep stop. Terjawab deep stop biasanya setengah dari kedalaman maksimum yang sudah kita lakukan, yang belum terjawab, kapan kita kena dan kapan tidak... soalnya ndak selalu setiap dive kena deep stop.

Deep stop opsional sifatnya, walau diaktifkan namun tidak sempat dilakukan juga tidak apa2. Masing2 divecomp memiliki algoritma tersendiri dalam menentukan kapan kena deep stop. Namun sederhananya, bagi yang menggunakan divecomp, yang tentu saja masih dalam kondisi baik dan terawat, ikuti saja instruksi yang diberikan divecomp tersebut. Bagi pengguna divecomp, membaca manualnya wajib hukumnya.

Quote:
3. Mengenai deco stop karena melebihi NDL (kalau ini udah beberapa kali karena ndak sengaja dan terutama karena motreeeet... :ymblushing: :-t ), kenapa deco stop harus dilakukan diantara depth 3-4 meter persissss...? sedangakn kalau safety stop kan antara 3-6 meter masih diterima sama divecomp nya..?

Safety stop dan deco stop walau fungsi utamanya identik, tapi memiliki perbedaan yang BESAR. Deco stop WAJIB hukumnya akibat penyelaman yang melebihi NDL, jika dilanggar kita berisiko tinggi DCS. Soal perhitungan deco stop sangat kompleks, inilah salah satu alasan NDL diberlakukan pada recreational diving. Deco stop harus di kedalaman berapa dan berapa lama, sepenuhnya ditentukan oleh algoritma masing2 divecomp sesuai profile penyelamannya. Jadi kebetulan saja om Aria memang diminta deco stop di 3-4 meter sekian menit, dan ini WAJIB hukumnya, sesuai perhitungan divecompnya karena telah melewati batas NDL.

Sedangkan safety stop, dalam kondisi umum, bukan sebuah keharusan, namun sangat disarankan untuk habit safety. Mengapa? Fungsi utama dari safety stop adalah untuk mengeluarkan secara cepat nitrogen yang tersisa di tubuh, dan ini bertujuan meminimalisir DCS.

Safety stop bisa dilakukan di kedalaman 3-6 meter (10-20 feet) karena jika kita lihat pada NAVY Table, NDL pada kedalaman ini secara teori adalah tanpa batas (unlimited), jadi masuk kategori aman. Sesimpel itu. Dan safety stop umumnya disarankan pada kedalaman 5-6 meter, bukan di 3 meter, semata-mata (dan lagi-lagi) demi alasan safety, mengingat ombak atau kapal yang berseliweran di permukaan, ditambah buoyancy yang belum sempurna.

Jadi ingat perkataan seorang rekan di acara Dive 'n Jazz lalu, kebetulan beliau bekerja di industri migas yang sarat dengan rule safety: "Ketika safety itu sekecil apapun dilanggar, maka safety itu sendiri sudah tidak lagi berwibawa"

Sewaktu mengambil OW, kita telah mengetahui bahwa batasan recreational diving adalah NDL. Rasanya kurang bijak jika beberapa kali kita terkena NDL, apapun alasannya, kecuali dalam kondisi yang sangat terpaksa/darurat. Bagi yang doyan motret dan ingin NDL-nya lama, toh bisa disiasati dengan Nitrox. Sekali lagi, sebagai seorang yang bersertifikat recreational diver, kita TIDAK pernah dididik dan dilatih untuk penyelaman deco.

Terlepas dari itu, satu hal yang kurang kita sadari, SEMUA dive table maupun formula yang digunakan divecomp saat ini merupakan hasil hipotesis ilmiah dari teori dan rumus matematika, yang sama sekali TIDAK menggambarkan kerja tubuh manusia yang sebenarnya (itulah mengapa akhirnya dipakai istilah "kompartemen" dibanding "jaringan tubuh"). Bayangkan saja, kita menggantungkan hidup kita saat menyelam pada hasil hipotesis dan model matematika belaka. Untuk itulah bersikap konservatif sangat dianjurkan. Dan mari kita bangun habit safety sejak dini agar safety di dunia diving tetap berwibawa.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Mon Jun 17, 2013 12:01 pm 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
rendra wrote:


Decompression stop, tahap terakhir memang dilakukan di 3 meter. Kedalaman 0 - 5 meter adalah kedalaman kritis karena pressure gradient sangat besar. Di permukaan laut ambient pressure adalah 1ATA, dan di kedalaman 5 meter = 1,5ATA. ........ Berdasarkan faktor-faktor inilah maka ditetapkan kedalaman2 tertentu dimana seorang diver harus melakukan decompression stop.

Selama bergerak 9m/ menit tersebut terjadi desaturasi (offgassing). Nah di kedalaman 3 meter, jika memang diminta untuk deco stop, kita berenti di 3 meter, plus minus 0,5 meter. Paling bagus kalau bisa stop persis di 3 meter. Makanya buoyancy control harus perfect. Paling susah kalau lautnya swelling, nyebelin banget :)

#masih mikirin penjelasan yg lebih sederhana... :)


1. kesimpulan sederhana saya, sekaligus dari jawaban om BK, seharusnya stop di 3 +- -0.5 meter, tapi safety stop karena tidak mandatory bisa 3-6 meter... hehehehe, jadi kalau ngitung degassing... kurang ada gunanya donk safety stop di 5-6 m.??
2. Ascend rate itu 9m per menit ya om..? bukan 18 per menit... di table dan di buku OW koq 18m per menit atau 60feet per menit yaa...?? (CMIIW)

thanks untuk pembelajarannya...
salam

_________________
-------------
aria anugraha m.
0818796937
https://www.facebook.com/aria.anugraha
--------------


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Rumus Perhitungan Dekompresi
PostPosted: Mon Jun 17, 2013 2:10 pm 
Offline

Joined: Sat Aug 20, 2011 5:18 pm
Posts: 360
Setau sy ya, pernah 1x baca buku OW PADI, di PADI mmg 18m/menit.. tapi klu di buku OW SSI itu 9m/menit... Tapi spt yg sy blg, di OW PADI cuma pernah 1x baca2 aja itupun thn lalu, jadi klu salah mohon dikoreksi, klu di buku SSI bisa sy pastikan krn udah bbrp kali buka..


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 37 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: