It is currently Sun Oct 22, 2017 4:22 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 4 posts ] 
Author Message
 Post subject: Decompression Illness - Apa Yang Harus Dilakukan?
PostPosted: Fri Feb 15, 2013 10:47 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Untuk melengkapi topik2 yang hilang, maka kali ini saya sampaikan hal-hal penting yang harus dilakukan dalam hal terjadinya penyakit dekompresi atau Decompression Illness (DCI).

Decompression dan scuba diving adalah dua hal yang melekat erat dan tidak dapat dipisahkan. Decompression adalah sebuah teori yang berlaku, dan scuba diver adalah salah satu obyek yang rentan terkena problem dekompresi karena mereka menyelam dengan memakai compressed mixed gas yang masih mengandung gas Nitrogen. Satu2nya cara untuk terhindar dari DCI adalah dengan TIDAK MENYELAM :)

Saya tidak akan menuliskan lagi penyebab terjadinya DCI, tetapi straight to the point tentang apa yang harus dilakukan jika kita atau buddy kita terkena DCI, atau kebetulan berada di lokasi dimana terdapat seorang scuba diver yang terkena DCI.

Ciri-ciri/ Gejala

Ciri atau gejala DCI sangat variatif, dan beberapa sangat mirip walaupun sebenarnya bukan akibat DCI. Contoh misalnya kepala pusing setelah diving, atau timbul kesemutan. Kepala pusing bisa diakibatkan oleh berbagai penyebab, misalnya karena kedinginan, masuk angin atau mabuk laut. Kesemutan (umumnya di lengan) bisa juga disebabkan akibat beban di pundak akibat menggendong peralatan selam. Dalam situasi yang meragukan namun sangat mirip dengan ciri DCI, anggap telah terjadi DCI dan lakukan pertolongan pertama kepada pasien.

Beberapa ciri/ gejala umum terjadinya DCI adalah sbb:-
* Rasa Sakit
* Rasa Kebas / Kesemutan
* Rasa Lemah/ kehilangan tenaga pada bagian tubuh
* Timbul Ruam
* Terjadi Kelumpuhan
* Terjadi Kesulitan Bernafas
* Turunnya Kesadaran
* Terjadinya Perubahan/ Penurunan Kemampuan Penglihatan, Berbicara, Atau Pendengaran
* Rasa Lelah Yang Tidak Biasa

Ciri-ciri ini dapat diamati secara langsung ataupun dengan cara bertanya kepada diver yang menunjukkan gejala-gejala tersebut.

Salah satu piranti/ perlengkapan utama untuk menangani pasien DCI adalah tersedianya Oksigen 100% (medical oxygen).

Pastikan dive operator anda membawa oksigen portabel (bukan sejenis oxycan) dalam setiap tripnya!

JANGAN ANGGAP REMEH SOAL INI, KARENA DCI DAPAT MENIMPA SETIAP PENYELAM MESKIPUN PENYELAMAN DILAKUKAN DALAM RENTANG NO-DECOMPRESSION LIMIT. PASTIKAN OPERATOR MEMBAWA OKSIGEN PORTABEL SIAP PAKAI UNTUK PERTOLONGAN PERTAMA SAAT DIPERLUKAN.

Prosedur Pertolongan Pertama

Sebagaimana prinsip pemberian pertolongan pada umumnya, pertama-tama adalah pastikan bahwa posisi dan situasi pasien dan penolong dalam keadaan aman. Jika misalnya masih di air, segera bantu pasien untuk mendarat atau naik ke kapal.

1. Pastikan pasien/ korban BERNAFAS atau TIDAK;
2. Jika pasien bernafas maka lakukan pengamatan, tanya dan periksa kondisi pasien terhadap adanya ciri/ gejala yang tersebut di atas;
3. Jika TIDAK terdapat ciri/ gejala, hubungi DAN Hotline di nomor +618-8212 9212 (di Australia). Atau bisa juga menghubungi salah satu personil Banyu Biru Explorers: Rendra, Bayu atau Dany.
4. Jika TERDAPAT ciri/ gejala, segera ambil tindakan sbb:
* Baringkan penyelam (dalam posisi terlentang)
* Berikan Oksigen 100%, pastikan menggunakan masker oksigen, bukan canula, agar O2 yang dihirup mendekati 100%
* Hubungi Saluran Darurat DAN untuk meminta panduan pertolongan
* Berikan Pertolongan Medis sesuai panduan
* Berikan Cairan sesuai panduan (menyelam menyebabkan dehidrasi dan kurangnya cairan tubuh akan menyebabkan offgassing
terganggu. Pemberian cairan biasanya melalui infus. Jika akan diminumkan, pastikan bahwa kondisi pasien sadar dan dapat
menelan)
* Catat rincian dari:
- Penyelaman (profil penyelaman, cek dive comp/ depth gauge, bottom timer, interview buddy)
- Gejala yang dapat diamati
- Pertolongan Pertama yang diberikan & Respon
* Kirim ke Chamber sesuai panduan (jika pasien adalah anggota DAN maka DAN akan mengurus seluruh prosesnya)
* Monitor kondisi kesehatan penyelam

5. Jika pasien TIDAK BERNAFAS:
* Cari Pertolongan (hubungi ambulance/ rumah sakit/ klinik/ Divemaster/ Instructor)
* Periksa Saluran Nafas (memeriksa saluran udara pernafasan apakah tersumbat sesuatu)
* Periksa Pernafasan (memeriksa apakah masih terdapat denyut nafas)
* Lakukan CPR jika diperlukan
* Lakukan Defibrilasi (jika di sekitar lokasi terdapat AED, gunakan AED)
* Segera lakukan evakuasi ke rumah sakit/ fasilitas perawatan medis terdekat (jika pasien adalah anggota DAN maka DAN akan mengurus seluruh proses ini. Hubungi DAN Emergency Hotline untuk memastikan dan mendapatkan panduan).

Prosedur pelaksanaan pertolongan pertama pada pasien/ korban DCI cukup sederhana dan mudah diingat. Yang terpenting adalah memastikan bahwa dalam setiap dive trip selalu tersedia tabung oksigen berisi oksigen 100%, lengkap dengan regulator dan maskernya. Pemberian oksigen pada kesempatan pertama akan sangat menentukan keselamatan/ keberhasilan pertolongan bagi korban DCI karena pasokan oksigen ke tubuh penyelam akan membantu percepatan offgassing gas Nitrogen.

Cara pemberian oksigen (menggunakan tabung oksigen medis standar SNI/ lokal):
1. Pastikan lokasi aman dari percikan api, matikan rokok;
2. Pasang regulator ke tabung oksigen, isi tabung air dengan air tawar/ aqua hingga 50% - 60% dari volume tabung;
3. Buka perlahan keran regulator hingga oksigen mengalir ke masker oksigen. Set tekanan hingga 15 liter per menit (dapat dilihat pada tabung indikator tekanan yang berisi bola metal, bola ini mengapung di sekitar angka 12 - 15lpm);
4. Penolong menghirup udara dari masker tersebut satu kali, untuk memastikan oksigen mengalir;
5. Pasangkan masker secara baik/ rapat di muka pasien, meliputi hidung dan mulut.
6. Jika pertolongan/ ambulance belum datang dalam waktu 30 menit, lepaskan masker oksigen selama 2-3 menit agar pasien menghirup udara normal (air break) selama beberapa saat, kemudian lanjutkan pemakaian oksigen. Ulangi terus prosedur ini.
7. Minta bantuan buddy atau orang lain di sekitar anda untuk segera mencari cadangan tabung oksigen pengganti, in case tabung yang dipakai habis isinya.
8. Serahkan pasien kepada tim penolong untuk perawatan lanjutan segera setibanya para penolong medis.

Sekian, semoga bermanfaat. Catat nomor Diving Emergency Service DAN Asia Pacific: +61-8-8212 9212 untuk meminta bantuan (member & non-member dapat meminta bantuan petunjuk pertolongan ke nomor ini, namun tindakan pertolongan fisik hanya dilakukan kepada member).

Dive safely, bring Medical Oxygen on every trip!
Salam,
Rendra


You do not have the required permissions to view the files attached to this post.

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Last edited by rendra on Sat Feb 16, 2013 12:51 am, edited 2 times in total.
additional warning


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Decompression Illness - Apa Yang Harus Dilakukan?
PostPosted: Sun Feb 17, 2013 9:44 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Jun 15, 2012 12:42 am
Posts: 958
Location: Bintaro sektor 9
Makasih om

_________________
Arief
0811194177
[email protected]
@feira24


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Decompression Illness - Apa Yang Harus Dilakukan?
PostPosted: Thu Mar 21, 2013 12:56 pm 
Offline

Joined: Mon Mar 18, 2013 8:42 am
Posts: 40
Location: Medan
rendra wrote:
Untuk melengkapi topik2 yang hilang, maka kali ini saya sampaikan hal-hal penting yang harus dilakukan dalam hal terjadinya penyakit dekompresi atau Decompression Illness (DCI).

Decompression dan scuba diving adalah dua hal yang melekat erat dan tidak dapat dipisahkan. Decompression adalah sebuah teori yang berlaku, dan scuba diver adalah salah satu obyek yang rentan terkena problem dekompresi karena mereka menyelam dengan memakai compressed mixed gas yang masih mengandung gas Nitrogen. Satu2nya cara untuk terhindar dari DCI adalah dengan TIDAK MENYELAM :)

Saya tidak akan menuliskan lagi penyebab terjadinya DCI, tetapi straight to the point tentang apa yang harus dilakukan jika kita atau buddy kita terkena DCI, atau kebetulan berada di lokasi dimana terdapat seorang scuba diver yang terkena DCI.

Ciri-ciri/ Gejala

Ciri atau gejala DCI sangat variatif, dan beberapa sangat mirip walaupun sebenarnya bukan akibat DCI. Contoh misalnya kepala pusing setelah diving, atau timbul kesemutan. Kepala pusing bisa diakibatkan oleh berbagai penyebab, misalnya karena kedinginan, masuk angin atau mabuk laut. Kesemutan (umumnya di lengan) bisa juga disebabkan akibat beban di pundak akibat menggendong peralatan selam. Dalam situasi yang meragukan namun sangat mirip dengan ciri DCI, anggap telah terjadi DCI dan lakukan pertolongan pertama kepada pasien.

Beberapa ciri/ gejala umum terjadinya DCI adalah sbb:-
* Rasa Sakit
* Rasa Kebas / Kesemutan
* Rasa Lemah/ kehilangan tenaga pada bagian tubuh
* Timbul Ruam
* Terjadi Kelumpuhan
* Terjadi Kesulitan Bernafas
* Turunnya Kesadaran
* Terjadinya Perubahan/ Penurunan Kemampuan Penglihatan, Berbicara, Atau Pendengaran
* Rasa Lelah Yang Tidak Biasa

Ciri-ciri ini dapat diamati secara langsung ataupun dengan cara bertanya kepada diver yang menunjukkan gejala-gejala tersebut.

Salah satu piranti/ perlengkapan utama untuk menangani pasien DCI adalah tersedianya Oksigen 100% (medical oxygen).

Pastikan dive operator anda membawa oksigen portabel (bukan sejenis oxycan) dalam setiap tripnya!

JANGAN ANGGAP REMEH SOAL INI, KARENA DCI DAPAT MENIMPA SETIAP PENYELAM MESKIPUN PENYELAMAN DILAKUKAN DALAM RENTANG NO-DECOMPRESSION LIMIT. PASTIKAN OPERATOR MEMBAWA OKSIGEN PORTABEL SIAP PAKAI UNTUK PERTOLONGAN PERTAMA SAAT DIPERLUKAN.

Prosedur Pertolongan Pertama

Sebagaimana prinsip pemberian pertolongan pada umumnya, pertama-tama adalah pastikan bahwa posisi dan situasi pasien dan penolong dalam keadaan aman. Jika misalnya masih di air, segera bantu pasien untuk mendarat atau naik ke kapal.

1. Pastikan pasien/ korban BERNAFAS atau TIDAK;
2. Jika pasien bernafas maka lakukan pengamatan, tanya dan periksa kondisi pasien terhadap adanya ciri/ gejala yang tersebut di atas;
3. Jika TIDAK terdapat ciri/ gejala, hubungi DAN Hotline di nomor +618-8212 9212 (di Australia). Atau bisa juga menghubungi salah satu personil Banyu Biru Explorers: Rendra, Bayu atau Dany.
4. Jika TERDAPAT ciri/ gejala, segera ambil tindakan sbb:
* Baringkan penyelam (dalam posisi terlentang)
* Berikan Oksigen 100%, pastikan menggunakan masker oksigen, bukan canula, agar O2 yang dihirup mendekati 100%
* Hubungi Saluran Darurat DAN untuk meminta panduan pertolongan
* Berikan Pertolongan Medis sesuai panduan
* Berikan Cairan sesuai panduan (menyelam menyebabkan dehidrasi dan kurangnya cairan tubuh akan menyebabkan offgassing
terganggu. Pemberian cairan biasanya melalui infus. Jika akan diminumkan, pastikan bahwa kondisi pasien sadar dan dapat
menelan)
* Catat rincian dari:
- Penyelaman (profil penyelaman, cek dive comp/ depth gauge, bottom timer, interview buddy)
- Gejala yang dapat diamati
- Pertolongan Pertama yang diberikan & Respon
* Kirim ke Chamber sesuai panduan (jika pasien adalah anggota DAN maka DAN akan mengurus seluruh prosesnya)
* Monitor kondisi kesehatan penyelam

5. Jika pasien TIDAK BERNAFAS:
* Cari Pertolongan (hubungi ambulance/ rumah sakit/ klinik/ Divemaster/ Instructor)
* Periksa Saluran Nafas (memeriksa saluran udara pernafasan apakah tersumbat sesuatu)
* Periksa Pernafasan (memeriksa apakah masih terdapat denyut nafas)
* Lakukan CPR jika diperlukan
* Lakukan Defibrilasi (jika di sekitar lokasi terdapat AED, gunakan AED)
* Segera lakukan evakuasi ke rumah sakit/ fasilitas perawatan medis terdekat (jika pasien adalah anggota DAN maka DAN akan mengurus seluruh proses ini. Hubungi DAN Emergency Hotline untuk memastikan dan mendapatkan panduan).

Prosedur pelaksanaan pertolongan pertama pada pasien/ korban DCI cukup sederhana dan mudah diingat. Yang terpenting adalah memastikan bahwa dalam setiap dive trip selalu tersedia tabung oksigen berisi oksigen 100%, lengkap dengan regulator dan maskernya. Pemberian oksigen pada kesempatan pertama akan sangat menentukan keselamatan/ keberhasilan pertolongan bagi korban DCI karena pasokan oksigen ke tubuh penyelam akan membantu percepatan offgassing gas Nitrogen.

Cara pemberian oksigen (menggunakan tabung oksigen medis standar SNI/ lokal):
1. Pastikan lokasi aman dari percikan api, matikan rokok;
2. Pasang regulator ke tabung oksigen, isi tabung air dengan air tawar/ aqua hingga 50% - 60% dari volume tabung;
3. Buka perlahan keran regulator hingga oksigen mengalir ke masker oksigen. Set tekanan hingga 15 liter per menit (dapat dilihat pada tabung indikator tekanan yang berisi bola metal, bola ini mengapung di sekitar angka 12 - 15lpm);
4. Penolong menghirup udara dari masker tersebut satu kali, untuk memastikan oksigen mengalir;
5. Pasangkan masker secara baik/ rapat di muka pasien, meliputi hidung dan mulut.
6. Jika pertolongan/ ambulance belum datang dalam waktu 30 menit, lepaskan masker oksigen selama 2-3 menit agar pasien menghirup udara normal (air break) selama beberapa saat, kemudian lanjutkan pemakaian oksigen. Ulangi terus prosedur ini.
7. Minta bantuan buddy atau orang lain di sekitar anda untuk segera mencari cadangan tabung oksigen pengganti, in case tabung yang dipakai habis isinya.
8. Serahkan pasien kepada tim penolong untuk perawatan lanjutan segera setibanya para penolong medis.

Sekian, semoga bermanfaat. Catat nomor Diving Emergency Service DAN Asia Pacific: +61-8-8212 9212 untuk meminta bantuan (member & non-member dapat meminta bantuan petunjuk pertolongan ke nomor ini, namun tindakan pertolongan fisik hanya dilakukan kepada member).

Dive safely, bring Medical Oxygen on every trip!
Salam,
Rendra



tanya om,,knpa oxycan tdk bisa di pake?? :-\

_________________
-because its there-


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Decompression Illness - Apa Yang Harus Dilakukan?
PostPosted: Mon Mar 25, 2013 11:02 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Oxycan sebenarnya bisa saja dipakai, akan tetapi:

1. Oxygen purity rendah (yg dibutuhkan >90%)
2. Volume terlalu sedikit (dibutuhkan sangat banyak oxycan untuk continuous use)

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 4 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron