It is currently Thu Oct 19, 2017 1:43 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 49 posts ]  Go to page 1, 2, 3, 4  Next
Author Message
 Post subject: Another Incident di Penida
PostPosted: Mon Aug 27, 2012 2:58 pm 
Offline

Joined: Thu Nov 03, 2011 3:23 pm
Posts: 32
http://regional.kompas.com/read/2012/08/27/08562363/Turis.Jepang.Hilang.di.Nusa.Penida.

Quote:
DENPASAR, KOMPAS.com - Ai Tanaka (34), seorang wisatawan asal Jepang dilaporkan hilang saat sedang menyelam di Crystal Bay, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Minggu (26/8/2012) kemarin.

Tim SAR mulai melakukan pencarian Senin (27/8/2012) pagi tadi, sekitar pukul 06.00, di sekitar lokasi hilangnya korban. Sebelum hilang, awalnya korban berangkat dari Pelabuhan Padang Bai, Minggu pagi sekitar pukul 08.30 WITA menggunakan dua boat bersama rombongan penyelam lainnya.

"Menyelam ramai-ramai, ada 14 orang, 13 warga Malaysia dan 1 orang warga Jepang, berangkat dari Pelabuhan Padang Bai dan lokasi menyelam di Crystal Bay Nusa Penida," ujar Putra, staff operasional Badan SAR Nasional (Basarnas) Denpasar saat dikonfirmasi pagi tadi.

Sekitar pukul 13.00 WITA, saat melakukan penyelaman yang didampingi tiga instruktur, korban tiba-tiba terlepas dari rombongan dan tidak diketahui keberadannya sampai penyelaman usai.

Basarnas Denpasar menerima laporan hilangnya korban sekitar pukul 14.30 WITA. Karena kondisi medan yang tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian, Basarnas Denpasar baru mulai melakukan pencarian pagi tadi dengan mengerahkan personil dari Kantor SAR Denpasar dan Pos SAR Karangasem dilengkapi dengan Rigid Inflatable Boat dan Peralatan SAR Air.


Any more news??


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Aug 27, 2012 3:05 pm 
Offline

Joined: Thu Nov 03, 2011 3:23 pm
Posts: 32
http://www.lensaindonesia.com/2012/08/27/wisatawan-jepang-hilang-di-bali.html

Quote:
LENSAINDONESIA.COM: Ai Tanaka (34), wisatawan asal Jepang, dilaporkan hilang saat menyelam di perairan Nusa Penida, Klungkung, Bali. Hingga kini proses pencarian masih berlangsung dengan melibatkan 50 petugas gabungan menggunakan helikopter dan rubber boat.

“Pencarian kita fokuskan di sekitar lokasi kejadian terus mengarah ke selatan,” kata Ketua Badan SAR Denpasar, M Hernanto, Senin (27/8/2012).

Dari laporan yang diterima Badan SAR, Tanaka dilaporkan hilang saat melakukan diving di perairan Cistal Bay, Nusa Penida, Minggu (26/8/2012) sekitar pukul 12.30 Wita.

Perempuan pemilik paspor TH 7855970 ini berangkat dari tempat menginapnya di Padangbai Home Stay bersama 13 rekannya dengan menggunakan fast boat milik perusahaan operator Wreck Diving.

Setelah menyelam beberapa lama, semua wisatawan bisa kembali ke permukaan dan naik boat bermaksud balik lagi ke penginapan. Namun korban tak kunjung muncul sehingga sempat dicari rekan-rekannya bersama pemandu diving. Namun karena hasilnya nihil, masalah ini segera dilaporkan petugas pantai dan tim SAR setempat. @mk/LI-14


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Aug 27, 2012 3:08 pm 
Offline

Joined: Thu Nov 03, 2011 3:23 pm
Posts: 32
http://www.tempo.co/read/news/2012/08/27/179425779

Quote:
TEMPO.CO, Denpasar -Seorang wisatawan berkebangsaan Jepang, Ai Tanaka, 34, dilaporkan hilang saat diving (menyelam) di kawasan Crystal Bay Nusa Penida, Klungkung, Bali, Minggu 26 Agustus. Senin 27 Agustus 2012, pencarian mulai diintensifkan.

Koordinator Tim SAR Karangasem, Fatur , menyatakan pencarian dilakukan dari Pelabuhan Benoa, Denpasar, menyusuri Klungkung hingga Karangasem. Hingga berita ini diturunkan, Tanaka belum juga ditemukan. “Pencarian akan dilakukan selama tujuh hari ini,” terang Fatur. Tim Gabungan terdiri dari 45 orang.

Menurut laporan yang diterima kepolisian Tanaka tidak menyelam sendiri. Perempuan dari Osaka ini ditemani 13 penyelam lainnya, termasuk tiga pemandu asal Padangbai, Karangasem, Made Sadia Adnyana, Kadek Suradana, dan Ketut Jaya.

Rombongan berangkat dari Padangbai. “Mereka mulai menyelam sekitar jam 12.00 (kemarin). Baru sekitar lima menit di dalam air, tiba-tiba arus keras datang,” ujar Kasat Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama saat berada di lokasi pencarian.

Akibat arus dadakan itu, para penyelam pemula tersebut kocar-kacir. Tiga pemandu berusaha menyelamatkan mereka, namun Tanaka gagal diselamatkan. Sejak saat itu posisi korban tidak diketahui.

KETUT EFRATA


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Aug 27, 2012 9:58 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Tragis sekali,
Kembali NP/NL menelan korban,
tapi belum ada kejelasan penyebabnya
mudah2an ada yang bisa dijadikan lesson learn untuk kita semua


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Aug 27, 2012 10:24 pm 
Offline

Joined: Thu Nov 03, 2011 3:23 pm
Posts: 32
http://regional.kompas.com/read/2012/08/27/21294639/Turis.Jepang.Ditemukan.Tewas.di.Kedalaman.43.Meter

Quote:
DENPASAR, KOMPAS.com - Ai Tanaka (34), seorang wisatawan asal Jepang yang hilang saat menyelam di Crystal Bay, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Minggu (26/08/2012), akhirnya ditemukan tewas, Senin (28/8/2012) sekitar pukul 17.45 WITA sore tadi. Korban ditemukan tewas di kedalaman 43 meter di sekitar lokasi penyelaman oleh penyelam dari operator MM Dive.

"Ketemu di lokasi Crystal Bay kedalaman 43 meter. Dia masih ngambang," ujar Putu Sudiana, Kepala Jaga Harian Basarnas Denpasar saat dihubungi Kompas.com, Senin malam.

"BCD-nya (Buoyancy Compensator Device atau jaket penyelam yang dapat mengatur tekanan udara) utuh, tabung utuh. Dia masih pemula, mungkin karena panik dia lupa ngembangin BCD," jelas Sudiana.

Sebelumnya, tim SAR sempat menghentikan pencarian pada Senin sore. Namun sejumlah operator diving yang dengan sukarela membantu pencarian masih berupaya untuk menemukan korban hingga Senin menjelang petang. Setelah dievakuasi dari dasar laut, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar.

Seperti diberitakan, Ai Tanaka dilaporkan hilang saat sedang menyelam di Crystal Bay, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Minggu (26/08/2012). Korban yang menyelam bersama 13 turis asal Malaysia tiba-tiba terpisah dari rombongan dan tidak muncul ke permukaan saat penyelaman usai.


turut berduka.... :(


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Aug 27, 2012 10:34 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
nautica27 wrote:
http://regional.kompas.com/read/2012/08/27/21294639/Turis.Jepang.Ditemukan.Tewas.di.Kedalaman.43.Meter

"Ketemu di lokasi Crystal Bay kedalaman 43 meter. Dia masih ngambang," ujar Putu Sudiana, Kepala Jaga Harian Basarnas Denpasar saat dihubungi Kompas.com, Senin malam.

"BCD-nya (Buoyancy Compensator Device atau jaket penyelam yang dapat mengatur tekanan udara) utuh, tabung utuh. Dia masih pemula, mungkin karena panik dia lupa ngembangin BCD," jelas Sudiana.

:(


saya kok kurang jelas maksudnya, dikedalaman 43m, masih ngambang.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Aug 27, 2012 11:34 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
drifted on neutral buoyancy mungkin maksudnya

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 28, 2012 8:47 am 
Offline

Joined: Mon Mar 28, 2011 7:47 am
Posts: 2
wisnu wrote:
nautica27 wrote:
http://regional.kompas.com/read/2012/08/27/21294639/Turis.Jepang.Ditemukan.Tewas.di.Kedalaman.43.Meter

"Ketemu di lokasi Crystal Bay kedalaman 43 meter. Dia masih ngambang," ujar Putu Sudiana, Kepala Jaga Harian Basarnas Denpasar saat dihubungi Kompas.com, Senin malam.

"BCD-nya (Buoyancy Compensator Device atau jaket penyelam yang dapat mengatur tekanan udara) utuh, tabung utuh. Dia masih pemula, mungkin karena panik dia lupa ngembangin BCD," jelas Sudiana.

:(

saya masih diver pemula, apakah memang dibenarkan pada saat kena arus bawah, kita bisa inflat BCD?, saya baca di forum2 selalu tidak disarankan. selalu diusahakan untuk memegang karang sekitarnya. namun apa yang terjadi ya bila gagal memegang dan kita terseret di arus bawah? apakah inflat BCD dibenarkan?


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 28, 2012 9:25 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Asumsi berita terakhir tepat dan 43 meter adalah terdalam bagi sang korban, terlalu dangkal untuk oxygen poisoning. Jika bisa ........udara nya di analisa ada konteminasi kagak. Over exertion memang bahaya di 40an meter, tetapi untuk bisa pingsan ( langsung tewas terlalu tipis kemungkinan ) dan akhirnya drowning, either heart rate sang korban udah jauh over the limit, atau ada faktor lain yang trigger black out nya si diver. Ada sebagian orang yang sensitive sama carbon monoxide dan jumlah sedikit bisa trigger reaksi parah , apalagi pada ambient pressure seperti 5 ATM, ini namanya Arrhythmias. Jantung nya berdetak ngawur.

Jadi bukan CO yang bunuh di diver, tapi reaksi dari CO yang buat dia jadi mengalami medical condition tertentu dan karena di 5 ATM, fatal jadi nya.

Ada beberapa jenis konteminasi udara yang lain juga dan bisa di cari/deteksi dan sebagian bisa buat orang "fly" di air. Jika sudah fly, datang bad judgement atau ter-trigger medical condition tertentu......yah apes banget deh. Ingat yah, compressor selam yang pakai pelumas itu adalah pabrik racun jika air-purification tidak di jaga baik. Maksud saya adalah, jangan terfokus kepada arus keras saja dan personal level of training. There are more elements of possible dangers out there in a scenario called a DIVE TRIP.

Jika arus memang parah, kemungkinan besar dari 14 tamu, lebih dari 1 yang akan jadi korban. Jika 43 meter di ketemukan nya sang korban, artinya negative buoyancy adalah setting terakhir BCD korban dan ini hampir bisa di rule out down current yang bawa dia ke zona super dalam sampai dia kena keracunan oxygen.

Diver do not just black out at 43 meters without any reason, ini basis analisa nya.
Ini bukan spekulasi atau mendahului medical examiner yang akan autopsy korban, hanya mengingatkan bahwa sering sekali final report adalah : death due to drowning.
Karena memang final kill nya dari drowning. Yang kita mau tau adalah, apa penyebab pertama nya.

14 tamu dan 3 DM sih lumayan bagus ratio pengawasan nya, tapi kalo down current kuat dan sedot kedalam, susah jaga 4+ tamu per DM.

Dari Mother Nature nya saja, Bali kan tiap tahun tidak mungkin tidak makan korban, apalagi Crystal Bay. Probability & Murphy Law deh, jika 50,000+ diver setahun, pasti berita kecelakaan akan lebih sering terdengar di banding dive destination lain dengan diver atau total dives lebih sedikit.

Kunci untuk safety nya ke depan adalah, cari tau penyebab kenapa bisa drowning di 43 meter . Instant death 99% bisa di rule out. Why & How di jadikan database kita, baru kita bisa jadi diver yang lebih aman, karena lebih knowledgeable.

May the lady rest in peace dan keluarga yang di tinggalkan bisa kuat dan menerima.
Sedih neh kalo dengar kecelakaan melulu.

Jika diver korban MEMANG masih pemula, dan di bawa ke Crystal Bay pulak, sial nya lagi pada saat arus kencang......ini sih resiko banget deh. Diver dengan jam terbang minim kayaknya jangan ke Crystal Bay deh, takutnya yah ini , tiba2 down current datang. Lokasi manapun kalo lagi super tenang, super teduh, so pasti aman. Cuma kan nature nya Penida dan Lembogan sudah terbukti...... sangat unpredictable. So hati hati neh.

Safe diving guys........

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 28, 2012 11:47 am 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
bener banget penjelasan mbah SP....

bisa penyebabnya kontaminasi, yg efeknya muncul saat partial pressure CO meningkat karena kedalaman.

panic bisa juga menyebabkan blackout.

atau, bisa juga si diver out of air sih... ini bisa di cek apakah masih ada sisa udara di tabungnya?

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 28, 2012 12:19 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
rendra wrote:
bener banget penjelasan mbah SP....

bisa penyebabnya kontaminasi, yg efeknya muncul saat partial pressure CO meningkat karena kedalaman.

panic bisa juga menyebabkan blackout.

atau, bisa juga si diver out of air sih... ini bisa di cek apakah masih ada sisa udara di tabungnya?


Iyah, bisa ajah out of air juga yah kalo kesedot nya dalam, tapi dia fight terus dan saat 40an meter OOA, wele2 apes banget.

Saya pribadi akan mulai kunang kunang di sekitar 180 beat per minute heart rate jika lebih dari 2 menit terus hear rate kayak gini. Bayangkan kalo diver panic ke sedot down current dan 3 menit ajah di 180 BPM atau lebih, bisa black out dia. Emang over exertion bahaya banget.

Tetap basic rule #1 mechanically alat selam nya harus di periksa, udara harus di analisa content nya dan sisah nya, back ground medical check historical ini korban ada apa gitu yang bisa berikan kontribusi negatif. Jika ini tidak di ubek2 dan hanya death by drowning final nya, kita tidak cukup bisa ambil safety point nya. Semoga semakin jarang atau NIL accident kayak gini ah. Kasian dengernya.

SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 28, 2012 8:50 pm 
Offline

Joined: Mon Jan 11, 2010 7:34 pm
Posts: 1
wah setelah org jepang, hari ini ada lagi org denmark di tempat yg sama... ada apa ya ama tempat itu?


Top
 Profile  
 
 Post subject: tentang orang denmark.
PostPosted: Tue Aug 28, 2012 9:47 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Sep 16, 2011 10:30 am
Posts: 59
Location: Jakarta
Turis WN Denmark Tewas Menyelam di Nusa Penida, Bali

Gede Suardana - detikNews

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda
Nusa Dua Warga negara asing yang tewas akibat menyelam di Bali bertambah. Setelah turis Jepang, kini WN Denmark diketahui tewas saat menyelam di pantai Nusa Penida, Klungkung.

Korban Henrik Ent Jensen (44) tewas saat menyelam di Kristal Bay, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pukul 10.00 wita, Selasa (28/8/2012).

"Saat ditemukan, mayatnya mengapung di pantai Kristal Bay," kata Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Nyoman Suparta kepada wartawan via telepon.

Disebutkan, Henrik menyelam di perairan tersebut pukul 07.30 Wita. Ia menuju lokasi menyelam menumpang kapal motor tradisional King Fisher.

Naas, korban Pemilik Villa Celagi Pisang di Nusa Lembongan ini telah ditemukan tewas pukul 10.00 Wita. Mayatnya ditemukan dalam kondisi mengapung. Warga sempat membawanya ke Puskesmas, namun korban dipastikan telah tewas di laut.

Sebelumnya, turis asal Jepang, Ai Tanaka (34) juga tewas saat menyelam di Nusa Penida, Senin (27/8/2012). Mayat korban ditemukan ditemukan di kedalaman 43 meter.

Kini, kedua jenazah dititipkan di RSUP Sanglah. Polisi masih menunggu izin dari keluarga dan kedutaan para korban sebelum melakukan otopsi.

(gds/ndr)

http://news.detik.com/read/2012/08/28/1 ... li?9922022

_________________
-home is wherever I am-
Kresna Astraatmadja, Jakarta


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 28, 2012 10:44 pm 
Offline

Joined: Sat Mar 03, 2012 5:33 pm
Posts: 19
Location: padang, west sumatera
SalamSelam rekan-rekan yth,

Iya, saya juga jadi penasaran. Terjadi dua insiden penyelaman di kawasan yang sama
dalam dua hari terakhir.

Kasus pertama terjadi pada penyelam pemula. Kasus kedua terjadi pada penyelam yang relatif lebih berpengalaman.

Penyelidikan tuntas perlu dilakukan untuk menemukan sebab pasti terjadinya dua insiden tersebut. Menurut saya disinlah peran komunitas selam dan organisasi selam untuk memberikan dukungan serta tekanan agar dua kasus ini bisa ditemukan ujung pangkalnya.

Sebab jika tidak, asumsi-asumsi yang ada bakal cenderung dipercayai sebagai kebenaran. Pada gilirannya, jika tidak disokong fakta, ini akan menjadi kampanye negatif bagi kawasan penyelaman tersebut atau bahkan kegiatan penyelaman secara keseluruhan.

SalamSelam

ingki


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 28, 2012 11:01 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Sep 16, 2011 10:30 am
Posts: 59
Location: Jakarta
Sepakat dengan ingki. Tapi sulitnya, tak ada regulator yang berwenang untuk secara resmi menyelidiki hal ini. Barangkali BASARNAS. Bukan untuk menghukum siapa yang salah, tapi supaya jadi pelajaran di masa depan.

Saya temukan tulisan menarik yang membandingkan kecelakaan udara (yang punya regulator untuk menyelidiki dan mengupas tuntas) dengan kecelakaan laut yang kerap menguap begitu saja.

http://thetriton.com/article/2012/08/mi ... -us-lesson

_________________
-home is wherever I am-
Kresna Astraatmadja, Jakarta


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 49 posts ]  Go to page 1, 2, 3, 4  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron