It is currently Mon Dec 18, 2017 4:12 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 19 posts ]  Go to page 1, 2  Next
Author Message
 Post subject: Pasien panic attacks & scuba diving
PostPosted: Mon Aug 13, 2012 4:36 pm 
Offline

Joined: Mon Jun 21, 2010 10:29 pm
Posts: 171
Location: Rotterdam
Teman dekat saya ingin mengambil sertifikasi OW dan saat ini sedang menjalani terapi dari dokter untuk mengatasi panic attack syndrome. Dia menjadi sudah beberapa bulan terakhir ini mengikuti terapi pengobatan dan kondisinya stabil selama dia menggunakan obat.

Apakah kondisi teman saya ini memungkinkan untuk mengambil sertifikasi OW dan menyelam? Kalau jujur dengan instruktur-nya mengenai panic attack-nya dia, apakah dia bisa gak diperbolehkan mengambil sertifikasi OW dan menyelam?

Terimakasih sebelumnya.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Aug 13, 2012 4:56 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Sebaiknya jangan deh.

01. Obat dia pada kedalaman, effek nya = belum di ketahui
Apapun obat yang bikin tenang, so pasti itu obat bukan kayak Panadol, pasti lebih kuat deh. Coba siapa dokter disini, mungkin bisa jawab. Ada decongestant merek apa gitu, sampe di banned untuk diving karena bisa buat narcosis cepat pada dangkal pun. Coba baca ini, kalo kagak salah ini deh :
http://www.diversalertnetwork.org/medic ... Air_Diving

02. Basis safety utama diver adalah TENANG, ini super penting. State of mind bagi diver yang tidak prima fisik lebih penting daripada kebugaran sempurna, sebab tindakan dan decision datang dari "mind" kita. Kecuali medan diving nya super bahaya karena arus kayak sungai, mungkin fisik lebih main peranan dan itu kan lain lagi cerita nya.

Saya rasa don't push it dan berikan dia kesempatan snorkling tetapi guided dan di jagain kalo bisa.


Dulu saya ada murid yang ashma, ashma nya kambuh saat sedang latihan buddy breathing karena panik saat latihan tersebut dan UNTUNG masih di kolam, sebab dia shoot out ke permukaan saat di air 1.6 meter. Problem nya adalah, kalo ashma regulator kagak nyaman rasanya dan mau nya shoot up ke permukaan. Jika kawan kamu ada panic syndrome, tipikal akan cari permukaan sebab itulah comfort zone kita yang memang land dweller. Saya terminate pendidikan teman saya, teralu resiko.

Yang berat nanti jika ada apa-apa ( amit2 ) adalah bagi instruktur nya, boat kru nya, buddy nya dan siapapun yang endorse dia untuk diving. " I told you so" akan berkumandang setiap saat dari keluarga nya......

Semoga kawan kamu cepat recover yah.

SP
.

_________________
Used to be dumb but no more....


Last edited by Surya Prihadi on Mon Aug 13, 2012 5:01 pm, edited 1 time in total.

Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Aug 13, 2012 5:01 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Hi indie

Mengenai status 'fit to dive' untuk teman kamu memang harus dikonsultasikan ke ahli medis/ dokter untuk kepastiannya.

Tidak sedikit diver yang awalnya memiliki trauma ataupun mudah panik, anxiety, akan tetapi tetap bisa diving dengan baik jika dia bisa mengendalikan paniknya.

Kondisi diver yang memiliki kecenderungan panic attack cukup biasa dihadapi oleh diving instructors dan karenanya sebaiknya hal ini di declare saja. Anyhow, biasanya sih instructors akan mengetahui juga saat melakukan course, apakah si student memiliki masalah psikologis ini dengan memperhatikan anxiety level dan fokusnya.

Dalam form RSTC Medical clearance yang umum dipakai, terdapat test/ diagnosa mengenai psychological problem yang harus diuji oleh dokter pemeriksa. Dokter pemeriksa akan memberikan atau tidak memberikan clearance untuk diving mengikuti anjuran pada medical clearance form untuk diving ini.

Semoga cukup menjelaskan.

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Aug 13, 2012 8:55 pm 
Offline

Joined: Mon Jun 21, 2010 10:29 pm
Posts: 171
Location: Rotterdam
Terimakasih sekali atas informasi dan sarannya Pak Surya & Mas Rendra. Saya akan informasikan juga link yang diberikan Pak Surya ke teman saya. Susah memang soal panic attack ini. Untuk kasus beliau memang datangnya mendadak dan gak jelas apa penyebab-nya. Dia mengaku ke saya bahwa pada awalnya merasa minder sekali mengalami kondisi ini, karena sempet mikir dia sakit jiwa ke arah gila gitu.

Mengenai medical statement dari PADI untuk Open Water memang menanyakan apakah calon peserta sedang atau pernah memiliki "Behavioral health, mental or psychological problems (Panic attack, fear of closed or open spaces)". Saya akan sarankan dia untuk men-declare hal ini dan mengingatkan instruktur-nya karena bagaimanapun ini demi keselamatannya sendiri selama menyelam.

Terimakasih banyak sekali lagi.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 14, 2012 11:31 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Sep 16, 2011 10:30 am
Posts: 59
Location: Jakarta
Mau share aja nih tentang kegelisahan saya menghadapi panik di laut.

Pertengahan 90an saya pernah hampir tenggelam di Pantai Selatan Jawa. Peristiwa ini melibatkan sepasang pengantin baru. Sang istri tewas dalam peristiwa ini.

Sejak itu, adegan sepasang orang yg terancam tenggelam sambil minta tolong itu terrekam di kepala saya hingga kini. Adegan itu selalu muncul ketika sedang di laut. Padahal pekerjaan saya sering membawa saya ke laut, ke situs penyelaman dan banyak rekan yang bercerita asiknya menyelam dan apa yang mereka lihat di bawah sana.

18 tahun kemudian, saya pikir mimpi buruk itu sudah hilang. Saya mencoba snorkling di Raja Ampat ketika mendapat kesempatan 3-4 bulan bekerja di sana. Ternyata tidak. Saat saya jauh dari perahu/pantai, bayang2 itu muncul lagi. Lalu panik dan kehilangan kemampuan renang, kram, dan merasa akan tenggelam.

Akhirnya beberapa bulan kemudian saya memberanikan diri untuk mengambil kursus open water. Saya ceritakan segala ketakutan saya. Untungnya, instruktur saya sangat sabar dan membuat tenang. Saya banyak bertanya mengenai kemungkinan kecelakaaan, tenggelam dan sebagainya yang dijawab dengan berbagai cara mengatasi problem yg mungkin timbul. Mengenali segala alat dan fungsinya, serta segala prosedur keselamatan. Kepanikan sempat terjadi saat pertama kali turun di laut. Respon saya, ingin segera naik ke permukaan. Untung instruktur saya langsung mengajak komunikasi, menyuruh mengatur nafas, tenang. Dan, voila, ternyata tidak ada apa2. Tidak perlu panik.

Pada akhirnya pengetahuan terhadap prosedur keselamatan dan peralatan inilah yang membuat saya mencandu kegiatan ini, kegiatan yang baru genap satu tahun saya geluti. Buat saya, pengetahuan adalah kuncinya. Pengetahuan tidak selalu dari kursus, tapi bisa juga dari bacaan di berbagai forum/website. Tentu harus disertai dengan disiplin menjalankan prosedur dengan semestinya. Kenapa kita harus begini dan sebaiknya begitu, semua ada alasannya.

Beberapa kali kepanikan sempat timbul di bawah air, ketika terjebak arus, ketka terpisah, ketika alat tak bekerja sempurna, dll, alhamdullilah karena pengetahuan yang cukup, kepanikan tidak sempat berkembang menjadi makin panik, tapi berangsur2 reda.

Dan pengetahuan memang tidak ada ujungnya. Selalu ada hal baru yang kita temukan, kalau rajin baca, browsing, diskusi dll. Dan ini menambah rasa percaya diri. Karena itu perlu terus menerus dipelajari.

Saat ini mimpi buruk itu masih suka muncul, terutama ketika permukaan sedang bergelombang tinggi dan boat tidak terlihat. Cuma dengan pengetahuan ditambah pengalaman, kepanikan hanya berlangsung sesaat saja. Cuma saat ini saya memang belum berani untuk snorkling/free dive.

Salam,
Kresna

_________________
-home is wherever I am-
Kresna Astraatmadja, Jakarta


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 15, 2012 11:59 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
Berdasar pengalaman, setelah segala macam prosedur (konsultasi dokter, dsb) diikuti, kembali lagi ke studentnya masing2. Seperti yg dialami bro kresna, selama ada kemauan dan kesungguhan, bisa kok, selama instrukturnya paham kondisi psikologisnya dan bisa membantu memotivasinya. Tapi kalo motivasi si student yg panikan ini untuk belajar diving juga ngga jelas (ikut2an, gengsi sama teman, dsb) ditambah panikan, mending jangan.

Student saya ada yg ashma namun direkomendasi dokter, bisa tenang juga kok, karena orangnya memang sungguh2 dan tau batasan dirinya dan mau mengikuti rekomendasi instrukturnya yang kebetulan ganteng ini....hahahahaahahaha

Ada juga ibu2 yg awalnya trauma air, tapi karena kesungguhannya, malah lebih tenang ketika di laut, walau dibutuhkan extra waktu lebih lama dari biasanya untuk menyelesaikan sesi kolamnya. Jadi kombinasi motivasi kuat si student dan keseriusan (baca: kesabaran extra) si instruktur memegang peranan penting dalam kasus seperti ini.

Semoga mencerahkan.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 15, 2012 1:46 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
sepertinya kondisi yang diceritakan mbak indie_dive agak berbeda dengan panik biasa yang sering dialami oleh kebanyakan orang. syndrom ini terjadi BUKAN karena dia berada di dalam/bawah air, tapi bisa terjadi kapan saja.

saya 4 tahun lalu punya murid yang kasusnya mirip seperti ini dan dia tidak mention samasekali ke saya ataupun di medical statement pun di medical examination oleh dokter.

yang bikin saya kaget adalah ketika panik attack itu datang sewaktu dia masuk ke ruang ganti untuk tukar baju renang - karena menurut dia tidak menyangka bahwa ruangan itu kecil dan menakutkan (bukan claustrophobia)

setelah agak kalem dan tenang, barulah dia cerita kalau dia punya syndrom panic attack. jujur saya pernah denger tapi baru kali itu lihat sendiri dengan mata kepala.

karena waktu itu adalah pool session, maka saya agak ekstra hati-hati mengingat kejadian sebelumnya. benar saja, ketika itu kepala mulai masuk ke air eh itu panic attack nongol lagi. ah sudahlah, mungkin sabar saya sedang diuji. setelah di kalem-kalemin, akhirnya dia tenang & kita coba lagi.

sepertinya semuanya lancar, sampai kita turun ke kolam 2m dan sang panik menyerang kembali. disini saya akhirnya putuskan untuk TIDAK melanjutkan sesi course karena saya melihat ada tendensi bahwa panic attack ini berbeda dengan situasi panik pada orang normal yang bisa dibuat tenang - saya sudah sering mengalami situasi yang terakhir ini & cenderung bisa dibuat lebih percaya diri dan mengeliminasi paniknya.

sementara itu dulu yang bisa saya bagi.. selamat hari selasa

_________________
BanyuBiru Explorer Indonesia - Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | Dive Training & EFR Training | Halcyon Dive Systems Dealer | DAN Asia Pacific Supporter | W: www.banyubiru.org | F: Banyu Biru Explorers | T: @banyubiru_xplor


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 15, 2012 3:58 pm 
Offline

Joined: Mon Jun 21, 2010 10:29 pm
Posts: 171
Location: Rotterdam
Yup, temen saya ini kondisi panik-nya seperti yang disebutkan mas Hantu Laut. Jadi, tiba-tiba mendadak paranoid/takut terhadap segala sesuatu dan panik. Kalau dari cerita-nya sih, awal terjadinya juga saat dia lagi senang-senang malah, pas di restauran. Pas panik dia bisa teriak-teriak gak jelas gitu atau ketakutan abis. Menurutnya pas ngalamin panik, dia gak bisa mikir jernih dan setelah panik usai, dia jadi merasa minder dan malu karena mikirnya dia sakit jiwa. Yah, gimana ya, kadang pandangan kebanyakan orang kan suka negatif sekali terhadap mereka yang punya penyakit jiwa..

Saya sendiri belun pernah melihat sendiri seperti apa dia waktu diserang panik karena selama ketemuan dengan dia kondisinya selalu baik-baik aja. Kayaknya setelah terapi beberapa bulan ini (udah 6 bulanan kayaknya) dia mulai membaik tapi masih harus terus konsumsi obat.

Moga-moga student-nya mas Hantu laut ikut terapi ya, kayaknya kalau gak dirawat emang bisa makin parah..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 15, 2012 4:21 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Sep 15, 2009 3:15 am
Posts: 1396
Location: Katameya Heights
Informasi cukup detail mengenai panic disorder

http://en.wikipedia.org/wiki/Panic_disorder


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 15, 2012 4:44 pm 
Offline

Joined: Fri Aug 27, 2010 2:09 pm
Posts: 18
Location: Bali
Disini saya mau sharing pengalaman pribadi yg mengalami panic attack saat diving. saya mengalami itu disaat diving dikedalaman 20meteran. Saat itu jantung berdetak tidak jelas dan deg2annya setengah mati seperti jantung mau copot.
Antara mau lgs muncul dipermukaan resiko deco atau coba berusaha utk tetap calm, dan saya berhasil utk tetatp tenang dan nafas seperti biasa.
Saya tidak punya background panic attack, saya rada panic sblom diving karena saat itu sedang flu ringan parno ga bisa equalize, mungkin sangking paarnonya, jadi diserang sama panic attack. Saat diserang panic attack saya tidak beritahu DM ... jadi hanya bisa berusaha tenang dan nafas teratur.
Kejadian itu tidak membuat saya berhenti diving.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 15, 2012 8:26 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
skype0ple wrote:
Disini saya mau sharing pengalaman pribadi yg mengalami panic attack saat diving. saya mengalami itu disaat diving dikedalaman 20meteran. Saat itu jantung berdetak tidak jelas dan deg2annya setengah mati seperti jantung mau copot.
Antara mau lgs muncul dipermukaan resiko deco atau coba berusaha utk tetap calm, dan saya berhasil utk tetatp tenang dan nafas seperti biasa.
Saya tidak punya background panic attack, saya rada panic sblom diving karena saat itu sedang flu ringan parno ga bisa equalize, mungkin sangking paarnonya, jadi diserang sama panic attack. Saat diserang panic attack saya tidak beritahu DM ... jadi hanya bisa berusaha tenang dan nafas teratur.
Kejadian itu tidak membuat saya berhenti diving.



Bro Sky,
Itu bukan Panic Sydrome yang Indie bahas.
Kamu mungkin over exertion kah ? Kena arus kagak saat itu ? Atau ada medical condition apa yang belum ketauan ?

Saya 1x hampir mati kena reverse block dan 1x takut minta ampun kena vertigo dan dive berikutnya dengar suara kayak bom, padahal itu suara di kuping saya, udara ke jebak yang lagi bikin terror.

Semua gara gara sinus jelek dan maksain keadaan. Flu kagak jahat, tapi kagak bisa equalize kalo di paksa bisa fatal. Dek dek kan cuma terjadi kalo over exertion doank dan limit adalah 180 BPM, mulai deh mata agak gelap dikit.

.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 15, 2012 8:30 pm 
Offline

Joined: Fri Aug 27, 2010 2:09 pm
Posts: 18
Location: Bali
Thanks for the information, selama ini saya pikir kena panic attack :D


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 15, 2012 11:44 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
kebanyakan lelaki kena panic attack justru sewaktu nyelam di tempat yang "cetek" bro...hahahahaha


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Aug 16, 2012 9:31 am 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 518
Location: jakarta
Kresna wrote:
..

Beberapa kali kepanikan sempat timbul di bawah air, ketika terjebak arus, ketka terpisah, ketika alat tak bekerja sempurna, dll, alhamdullilah karena pengetahuan yang cukup, kepanikan tidak sempat berkembang menjadi makin panik, tapi berangsur2 reda.

Dan pengetahuan memang tidak ada ujungnya. Selalu ada hal baru yang kita temukan, kalau rajin baca, browsing, diskusi dll. Dan ini menambah rasa percaya diri. Karena itu perlu terus menerus dipelajari.

..

Salam,
Kresna


Kalau saya, sampai sekarang kepanikan sering timbul tiba2 termasuk kejadian terakhir di Pulau Pelangi, baru turun di kedalaman 5 meter arus kalem dam segala sesuatunya OK bener, gak ada trigger dan rasanya gak ada trauma.. nahlo..?? koq bisa ??? mungkin bener, gue claustrophobia berat... atau yaa ultra paranoid..

Ngatasinnya, kata banyak guru dan mentor diving saya, atasi problem di air dengan di dalam air.. never2 shoot out ke permukaan.. selesaikan di tempat.. andalannya... stop, atur napas dan thinking positif..

Trus kenapa diving...? yaaa biar mengatasi kepanikan yang 'gak jelas' itu.. hehehe buddy gue apal banget nih kelakuan gue.. Tapi yaa segi positifnya saya jadi pengen belajar dan belajar terus.. baca and baca... and put my own standard kalau diving.. yang jelas konservatif dan gak minat 'neko2'

related dengan topik ini..? ndak tau..., tapi semoga membantu memberikan gambaran. Kalau sampai tingkat 'kepanikan' harus diminumim obat, gue sih sangat merekomendasi untuk gak diving dulu. Gile gue ngerasa panik tingkat rendah aja di dalam air rasanya dah ... (kacau dah tidak tergambarkan) ...bisa game over beneran kali...

Semoga tambah jam diving gue tambah bisa ngatasin kepanikannya.

Salam
aria
.. ops, buka rahasia, semoga gue masih diajak trip yaaaaa...


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Aug 16, 2012 10:49 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Jun 15, 2012 12:42 am
Posts: 969
Location: Bintaro sektor 9
Waah makasih ya sharenyaa.
Its all about awareness.

_________________
Arief
0811194177
[email protected]
@feira24


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 19 posts ]  Go to page 1, 2  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: