It is currently Tue Oct 17, 2017 12:59 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 15 posts ] 
Author Message
 Post subject: Transportasi Air di sekitar lokasi penyelaman
PostPosted: Wed Apr 20, 2011 10:57 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Nov 06, 2009 5:34 pm
Posts: 6
Dear teman2 sesama Diver,
saya mau tanya, ada gak si prosedur yang harus diikuti kapal penjemput penyelam dalam menjemput penyelam? (karena saya pernah liat penyelam yang ascent belakangan, nyaris2 nabrak kapal pas muncul, padahal si kapal sudah menjaga jarak dari penyelam yang muncul lebih awal)

Yang bertanggung jawab lalu lintas kapal di dermaga itu siapa ya sebenernya? Karena kalo kita dive dekat dengan dermaga, kapal juga punya hak juga mondar mandir. Saya gak tau berapa jarak aman yang seharus nya tu kapal jaga dari diver dan snorkeler. Saya pernah ikut dive dengan teman2 kantor yang sedang ambil OW di pulau seribu (sepa kalo gak salah). Semua under control dan calon lulusan nya seems akan lulus dengan mudah. Nah tapi ada yang bouyancy masih belum stabil, apalagi pas tabung mau habis (lazim sebenernya dalam proses nambah experience, karena baru nemuin), buddy nya mulai gak jelas, karena rombongan, dan ketika dia berada sekitar 3m dari permukaan (yang laen di 10m, udah mau selesai dive lah) tiba2 melesat sebuah jetski (ngilu gak tuh ngeliat nya, soal nya saya sadar dia terlalu ke atas dan sedang berusaha menyusul dia untuk bantuin dari arah bawah). Pas saya tanya sama diveoperator, katanya si turis (kebetulan orang asing/India) melanggar batas yang dibolehkan untuk jetski. Untung gak kejadian, kalo iya bgmn?

Untuk itu, mohon masukan, sharing pengalaman teman2 untuk menghindari kejadian2 seperti ini.

Salam nyemplung


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Apr 20, 2011 11:32 am 
Offline

Joined: Thu Apr 23, 2009 7:03 pm
Posts: 68
Yang berhak jawab sebenernya oom Rendra nih... pamit dulu ya.. Setahu saya sih setidak2nya ada 2 hal yang harus dilakukan. Pertama, di area diving tersebut harus dipasang pelampung dengan dive flag, jadi tidak boleh ada lalu lintas boat/jetski di sekitar dive flag dalam radius tertentu (lupa2 inget, kalo gak salah 200-300 m), ataupun kalo boleh si kapal/jetski harus hati2 .
Nah yang kedua ini yang orang sering lupa, kalo mau ascent, tangan harus selalu diangkat ke atas, jadi yang nongol duluan tangannya. Harapannya sih jetskinya ngeliat dan sempat menghindar. Mungkin yang lebih afdhol ya pake sosis, diinflate pas safety stop dan diulur pake reel, nah inilah gunanya per-buddy-an, selalu cari buddy yang alat2nya komplit :lol:


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Apr 20, 2011 2:48 pm 
Offline
User avatar

Joined: Tue Aug 25, 2009 5:03 pm
Posts: 156
dulu pernah ditulis om Surya, ada disini artikelnya :D

viewtopic.php?t=686


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Apr 20, 2011 7:50 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Aug 19, 2009 9:18 am
Posts: 185
teguh_bs2000 wrote:
Mungkin yang lebih afdhol ya pake sosis, diinflate pas safety stop dan diulur pake reel, nah inilah gunanya per-buddy-an, selalu cari buddy yang alat2nya komplit :lol:


Mas teguh, lain kali kalo saya launch safety saussage, saya tarikin jatah preman nebeng sosis ya. Itung2 "uang asuransi" lah. :lol:

_________________
Randy | Email: [email protected]


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Transportasi Air di sekitar lokasi penyelaman
PostPosted: Fri Apr 22, 2011 9:14 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
si_aulia wrote:
Dear teman2 sesama Diver,
saya mau tanya, ada gak si prosedur yang harus diikuti kapal penjemput penyelam dalam menjemput penyelam? (karena saya pernah liat penyelam yang ascent belakangan, nyaris2 nabrak kapal pas muncul, padahal si kapal sudah menjaga jarak dari penyelam yang muncul lebih awal)

Yang bertanggung jawab lalu lintas kapal di dermaga itu siapa ya sebenernya? Karena kalo kita dive dekat dengan dermaga, kapal juga punya hak juga mondar mandir. Saya gak tau berapa jarak aman yang seharus nya tu kapal jaga dari diver dan snorkeler. Saya pernah ikut dive dengan teman2 kantor yang sedang ambil OW di pulau seribu (sepa kalo gak salah). Semua under control dan calon lulusan nya seems akan lulus dengan mudah. Nah tapi ada yang bouyancy masih belum stabil, apalagi pas tabung mau habis (lazim sebenernya dalam proses nambah experience, karena baru nemuin), buddy nya mulai gak jelas, karena rombongan, dan ketika dia berada sekitar 3m dari permukaan (yang laen di 10m, udah mau selesai dive lah) tiba2 melesat sebuah jetski (ngilu gak tuh ngeliat nya, soal nya saya sadar dia terlalu ke atas dan sedang berusaha menyusul dia untuk bantuin dari arah bawah). Pas saya tanya sama diveoperator, katanya si turis (kebetulan orang asing/India) melanggar batas yang dibolehkan untuk jetski. Untung gak kejadian, kalo iya bgmn?

Untuk itu, mohon masukan, sharing pengalaman teman2 untuk menghindari kejadian2 seperti ini.

Salam nyemplung



Sebenarnya "salah" jika diver atau snorkeler mulai dan selesai dari dermaga yang memang di peruntukan kapal.

Walaupun kita pakai DIVER bouy di dekat dermaga kapal, itu tetap salah sebab dermaga kapal adalah untuk lalu lintas kapal.

Maka nya di pulau yang sudah tertata rapih, akan ada traffic scheme.
Dimana area snorkling/diving dan di mana area kapal merapat ke dermaga.

Di pulau 1000 di resort, banyak dermaga yang untuk happy happy dan bukan untuk kapal. Kalo pulau pramuka itu dermaga nya dari awal design untuk kapal, jadi kita harus hormatidan prioritas kan kapal.

Lihat pattern kapal approach sebuah dermaga, di situ bisa kita pelajari kapal akan masuk dari mana dan keluar dari mana. Jika dermaga tidak terlalu terlindung, 99% pasti kapal akan masuk dengan lawan arah angin dan arus. Karena ini manuver paling gampang dan saat parkir, haluan depan kapal akan belah ombak. Di pulau 1000 karena arus tidak kuat sangat, parkir kapal pasti lebih consider terhadap arah angin.

Asumsikan dermaga parallel seperti pulau Sepa yang relatif terbuka dan kena effek angin dan ombak. Artinya saat angin dari kiri ke kanan ( point of view observer dari dermaga ke laut ) kapal akan approach dari kanan masuk ke kiri dan sebaliknya jika angin berubah arah dari kanan ke kiri.

Jadi pinter2 kita pelajari.
Yang paling benar pakai dermaga satu lagi yang jarang di pakai untuk kapal jika mau diving di pulau sepa dari sebuah dermaga, atau beach entry ajah.

Safe diving yah.....
SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Apr 22, 2011 9:24 am 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
Kalo Jetski di Indonesia ada satu hal jelek nya.
Pengemudi jetski tidak perlu punya SIM kapal. Ini sebenarnya bahaya sebab jetski dengan mesin adalah kapal mini sebenarnya dan pengemdi HARUS punya pendidikan layak nya mengemudikan sebuah kapal.

Kalo di luar negeri, pengemudi jetski harus punya powerboat licence alias SIM sebab definisi setiap benda mengapung yang ada mesin = kapal. Perahu karet pakai mesin 5PK ajah kudu pake SIM.

Dengan ambil SIM, akan juga harus belajar rules of the water dan ini akan lebih aman untuk kita semua yang main di laut.

SIM kapal kecil kita di Indo yang level paling simple masih terlalu gampang dapat nya. Beda tipis sama sim mobil lah. Dulu nama nya SKK kalo sekarang lupa saya nama nya. Classroom session nyaris tidak ada. Jadi mutu nya kurang OK.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Apr 22, 2011 9:39 am 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
Kalo saya pribadi sih kl di indonesia ya yg harus hati hati utamanya sih si DIVER nya. Kenapa? Ya karena keadaan di indonesia dan budaya kerja di indo juga.
Kalo kita pas diving di dermaga sih menurut saya yg paling bener adalah dive minimal 6m karena kemungkinan terkena kapal lbh kecil (ini kl di dermaga kapal kecil yah yg kapalnya plg 2m an dalemnya) krn kalau kita pake dive flag dan kapal harus menjauh 200m sih agak susah krn namanya juga dermaga, ya itu untuk kapal berlabuh. Yg salah kita yg diving di tempat kapal berlabuh trus minta kapalnya untuk menjauh. Hehhehhe

Kemudian kalau kita mau naik dr dermaga usahakan surface di daerah dangkal jgn pas depan dermaga. Biasanya dermaga kan bolong tuh bawahnya. Nah kita masuk ke belakang dermaga dmn tuh kapal gak bs merapat. Hal ini ditujukan supaya kalau kita bermasalah dgn bouyancy msh aman dan gak kena kapal. Trus jgn lupa naikin sosis jd ada yg tau kalau ada orang dibawahnya. Jgn bergantung pada tmn yg punya sosis. Hehehe

Kalau pd kasus diver mau naik malah nabrak kapal sih yg salah divernya. Udah tau ada kapal besar dsana kok malah naik di tempat yg sama. Harusnya kan dia orientasi dulu apakah ada yg berbahaya diatasnya. Salah satunya dgn tangan ke atas tadi. Selain itu kan bunyi mesin kapal pasti kedengeran dong jd harusnya si diver aware juga tuh. Selain itu tangan keatas selain berguna untuk melindungi kepala juga perlu diingat pas mau ascent kita DEFLATE bcd kita bukan malah INFLATE krn udara yg ada dlm bcd akan mengembang krn kurang tekanan air. Jd kita naik tetap terkontrol gak terlalu cepat krn udara yg ada dlm bcd mengembang.

Ayo ditambahin lg nih kl ada yg mau. Atau ada yg mau skalian promosi. Hahahhaha


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Apr 25, 2011 5:37 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Saya sepaham dengan mbah Surya serta beberapa rekan yang sudah menjawab terlebih dahulu...

Menyelam di dermaga yang jelas-jelas ramai lalu lintas kapalnya adalah tindakan yang sangat berisiko. Kapal itu benda yang sulit dikendalikan, nggak bisa langsung berhenti, punya penglihatan terbatas, punya jadwal perjalanan dan syarat lain. Jadi, sebaiknya hindari menyelam di area dermaga yang memang jelas-jelas lalu lintas kapal. Mau pakai Diver Below flag di buoy, mau pake safety sausage, tetap aja nggak bener.

Namun demikian, memang seringkali di area dermaga terdapat atraksi yang cukup menarik untuk penyelam. Nah, kalau mau menyelam di dermaga, sebaiknya tanyakan dulu kepada orang setempat, dan terbaik adalah harbour master. Apakah boleh dan diizinkan untuk menyelam di dermaga dimaksud. Jika diperbolehkan dan diizinkan artinya disitu juga harus ada pertanggungjawaban mengenai boat traffic dari dan menuju dermaga yang intinya untuk menghindari insiden antara diver dengan kapal.

Better use our common sense deh soal beginian... akal sehat pasti nggak salah :D

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Nov 08, 2011 12:34 pm 
Offline

Joined: Sun Aug 15, 2010 8:28 pm
Posts: 11
numpang curcol

kalau saya kejadiannya pas kemarin menyelam di gili lawa, saya dan buddy sudah naik ke permukaan, dan sudah melambai2 ke boat penjemput. saya liat boatnya sedang pindahin teman2 yang sudah naik duluan ke kapal, sekitar 200-300m dari tempat saya ngapung2, so saya pikir lumayan nih waktunya sampe dijemput, mending liat2 bawah dulu, karena tempat saya naik itu pas di cleaning stationnya manta, banyak manta lagi pada bersih2 disekitar saya.

jadi deh saya tengkurep, ngapung diatas, tapi muka ngadep bawah, liatin manta mandi, posisi tangan ada di depan kepala, ngapung santai deh judulnya nikmatin pemandangan, tau2 jedik, itu tangan udah keteken ke jidat, trus saya berasa didorong kenceng banget, pas nengok keatas, rupanya diriku tertabrak si boat penjemput, si boatnya sampe muter2, daku pun ikut terputer dibawah sambil berusaha menjauh.

kalo dipikir2 untung banget kaki ga kesamber baling2nya pas lagi berusaha menjauh dari itu boat.

ini aku ga tau apakah abk tidak melihat aku yang sedang tengkurep, atau mereka sudah berhenti, tapi terbawa arus jadi nabrak aku, andaikata karena terbawa arus hingga nabrak2, kayaknya meskipun saat itu posisi kepala diatas, dengan muka ga lagi ngadep bawah juga bakalan tetep ketabrak deh :(


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Nov 08, 2011 1:33 pm 
Offline

Joined: Sat Aug 20, 2011 5:18 pm
Posts: 360
ryu54 wrote:
numpang curcol

kalau saya kejadiannya pas kemarin menyelam di gili lawa, saya dan buddy sudah naik ke permukaan, dan sudah melambai2 ke boat penjemput. saya liat boatnya sedang pindahin teman2 yang sudah naik duluan ke kapal, sekitar 200-300m dari tempat saya ngapung2, so saya pikir lumayan nih waktunya sampe dijemput, mending liat2 bawah dulu, karena tempat saya naik itu pas di cleaning stationnya manta, banyak manta lagi pada bersih2 disekitar saya.

jadi deh saya tengkurep, ngapung diatas, tapi muka ngadep bawah, liatin manta mandi, posisi tangan ada di depan kepala, ngapung santai deh judulnya nikmatin pemandangan, tau2 jedik, itu tangan udah keteken ke jidat, trus saya berasa didorong kenceng banget, pas nengok keatas, rupanya diriku tertabrak si boat penjemput, si boatnya sampe muter2, daku pun ikut terputer dibawah sambil berusaha menjauh.

kalo dipikir2 untung banget kaki ga kesamber baling2nya pas lagi berusaha menjauh dari itu boat.

ini aku ga tau apakah abk tidak melihat aku yang sedang tengkurep, atau mereka sudah berhenti, tapi terbawa arus jadi nabrak aku, andaikata karena terbawa arus hingga nabrak2, kayaknya meskipun saat itu posisi kepala diatas, dengan muka ga lagi ngadep bawah juga bakalan tetep ketabrak deh :(


emang suara baling2nya gak kedengaran om waktu kapal nya dtg?? apa abk nya pake dayung?? hehehe..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Nov 08, 2011 2:04 pm 
Offline

Joined: Sun Aug 15, 2010 8:28 pm
Posts: 11
AKA wrote:

emang suara baling2nya gak kedengaran om waktu kapal nya dtg?? apa abk nya pake dayung?? hehehe..


kedengeran om, tapi ga terlalu perhatiin juga, karena kirain bakalan berenti rada jauh, sebab pas melambai2 itu mereka sudah liat kok posisi saya ada dimana. beneran lagi fokus liatin manta dibawah, padahal posisi telinga diatas air tu, cuman muka aja yang ngadep bawah.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Nov 08, 2011 3:38 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Aug 19, 2009 9:18 am
Posts: 185
ryu54 wrote:
numpang curcol

kalau saya kejadiannya pas kemarin menyelam di gili lawa, saya dan buddy sudah naik ke permukaan, dan sudah melambai2 ke boat penjemput. saya liat boatnya sedang pindahin teman2 yang sudah naik duluan ke kapal, sekitar 200-300m dari tempat saya ngapung2, so saya pikir lumayan nih waktunya sampe dijemput, mending liat2 bawah dulu, karena tempat saya naik itu pas di cleaning stationnya manta, banyak manta lagi pada bersih2 disekitar saya.

jadi deh saya tengkurep, ngapung diatas, tapi muka ngadep bawah, liatin manta mandi, posisi tangan ada di depan kepala, ngapung santai deh judulnya nikmatin pemandangan, tau2 jedik, itu tangan udah keteken ke jidat, trus saya berasa didorong kenceng banget, pas nengok keatas, rupanya diriku tertabrak si boat penjemput, si boatnya sampe muter2, daku pun ikut terputer dibawah sambil berusaha menjauh.

kalo dipikir2 untung banget kaki ga kesamber baling2nya pas lagi berusaha menjauh dari itu boat.

ini aku ga tau apakah abk tidak melihat aku yang sedang tengkurep, atau mereka sudah berhenti, tapi terbawa arus jadi nabrak aku, andaikata karena terbawa arus hingga nabrak2, kayaknya meskipun saat itu posisi kepala diatas, dengan muka ga lagi ngadep bawah juga bakalan tetep ketabrak deh :(


Ya mungkin kalau kita mau ascend di sekitar cleaning station manta atau binatang lainnya, ada baiknya kita yang agak geser/berenang sedikit menjauh dari cleaning station itu. Hal ini mencegah si manta kena propeller juga. Ya walaupun saya yakin si Manta juga cukup gesit (dan lebih gesit daripada diver) untuk menghindar dari propeller, tapi kan nggak ada salahnya melakukan pencegahan.
:)

Semoga di masa depan juga kapal2 untuk diving di indonesia bisa diganti pake mesin yang sistemnya jet, nggak pake propeller. Soalnya mesin ini kok rasanya lebih aman buat diver ya dibandingkan kapal dengan propeller. Tapi ya harganya juga emang lebih mahal sih, hehehe.

_________________
Randy | Email: [email protected]


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Nov 08, 2011 3:51 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Aug 19, 2009 9:18 am
Posts: 185
Oh iya, jangan lupa juga untuk beberapa daerah seperti di Bali, ada kapal selam wisata yang beroperasi di daerah deket dive spot juga. Misalnya di deket padangbai (lupa persisnya di jepun atau tanjungsari). Kapal selam seperti itu kadang bunyinya nggak terlalu kedengeran, tau2 bisa muncul dari belakang kayak tuyul. Saya sendiri pernah ngalamin hampir diserempet sama itu kapal selem dari belakang.

So ada baiknya kalo diving pake spion, biar bisa liat apa yang muncul dari belakang, kapal selem atau whaleshark. (Paragraf terakhir ini boleh diabaikan, becanda kok) 8)

_________________
Randy | Email: [email protected]


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Nov 08, 2011 8:27 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
ryu54 wrote:
kedengeran om, tapi ga terlalu perhatiin juga, karena kirain bakalan berenti rada jauh, sebab pas melambai2 itu mereka sudah liat kok posisi saya ada dimana. beneran lagi fokus liatin manta dibawah, padahal posisi telinga diatas air tu, cuman muka aja yang ngadep bawah.

ah kalo itu mah emang orang boatnya yang geblek mir, hobi amat ngebut jemput orang.

kosasih.raditya wrote:
Semoga di masa depan juga kapal2 untuk diving di indonesia bisa diganti pake mesin yang sistemnya jet, nggak pake propeller. Soalnya mesin ini kok rasanya lebih aman buat diver ya dibandingkan kapal dengan propeller. Tapi ya harganya juga emang lebih mahal sih, hehehe.
wah, kakak randy, kasih tau donk merek mesin kapal yang dimaksud, kayaknya ok punya tuh.... :D


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Nov 09, 2011 4:57 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
kalo saya sih biasanya nyari tempat safety stop di reef.. kedalaman 2-3 meter, selain pemandangannya cihuy, kayanya kecil kemungkinan dihajar kapal

kalo di dermaga ya mending istirahat/surfacing diantara pilar2 dermaga, tp perhatikan juga waktu slack waternya.. kalo lagi berarus, mending hindari menyelam di sekitar dermaga deh..

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 15 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron