It is currently Tue Oct 17, 2017 10:07 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 33 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3  Next
Author Message
 Post subject:
PostPosted: Wed Apr 27, 2011 3:07 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
masukan buat uwatec om surya: manualnya kurang bersahabat dibanding suunto (karena pernah punya). terutama di struktur redaksional dan info gambar. saya sampe capek bolak-balik baca pdf manualnya karena bagian yang terkait berloncat-loncat antar halaman, dan tidak diberi link untuk memudahkan loncat ke halaman yang dimaksud.

btw, entah mengapa RBT loading nitrogen di galileo terasa sangat konservatif ya, kalau ngga salah dari praktek terakhir udah teriak RBT 3 menit (workload nafas dan detak jantung di-off) namun secara praktek masih tersisa 20 menitan hingga safety stop di 40 bar. udah baca bolak-balik tuh manual, tetap ngga ketemu jawabannya. atau gw aja yang ndeso karena baru kali pertama pake divecomp 32bit? hehehehehehe....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Apr 27, 2011 7:05 am 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
@BK: tersedia thread 'classified' kok bos hehehe..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Apr 27, 2011 10:40 am 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
hantulaut wrote:
@BK: tersedia thread 'classified' kok bos hehehe..


Nah itulah gunanya classified untuk memberikan jawaban bagi pertanyaan yg tak mampu dijawab oleh sesama diver. Jd semua senang dan terjawab. Hahahha

Siapp menampung buat barang murah kok.....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Apr 27, 2011 1:03 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Apr 09, 2010 10:17 am
Posts: 67
jadi buka harga berapa om botol ? xi xi xi xix ix


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Apr 27, 2011 5:22 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
BotolKecap wrote:
masukan buat uwatec om surya: manualnya kurang bersahabat dibanding suunto (karena pernah punya). terutama di struktur redaksional dan info gambar. saya sampe capek bolak-balik baca pdf manualnya karena bagian yang terkait berloncat-loncat antar halaman, dan tidak diberi link untuk memudahkan loncat ke halaman yang dimaksud.

btw, entah mengapa RBT loading nitrogen di galileo terasa sangat konservatif ya, kalau ngga salah dari praktek terakhir udah teriak RBT 3 menit (workload nafas dan detak jantung di-off) namun secara praktek masih tersisa 20 menitan hingga safety stop di 40 bar. udah baca bolak-balik tuh manual, tetap ngga ketemu jawabannya. atau gw aja yang ndeso karena baru kali pertama pake divecomp 32bit? hehehehehehe....



Wah kalo soal buku nya saya tidak bisa comment sebab saya baca sekali sudah paham semua nya, kan basic nya sama dengan Aladin Air-X saat pertama di launching sebagai wireless air intergrated computer tahun 90an. Kalo itu page number tidak ada link di PDF emang bener. Kayak nya penulis User Manual masih membuat tulisan ini lebih untuk buku kertas dan bukan e-reading deh.

Kemampuan Galileo jauh di atas Suunto, jadi maklum ajah kalo buku nya lebih rumit isi nya.

Kamu setting MB ( Micro Bubble ) pada level berapa ?
Jika pada L5, itu level super konservatif, jika pun tidak ada input dari heart rate monitor dan work load breathing di matikan.

Jika kamu lihat RBT, itu khusus untuk sisah udara sebab artinya adalah REMAINING BOTTOM TIME, halaman 8 di buku kan ada. Itu bukan untuk nitrogen loading. Untuk di Nitrogen layar nya tampil kan NO STOP dengan menit sisah, ini indikasi berapa menit masih bisa diving sebelum masuk ke decompression mode. Untuk nitrogen loading, sampling di lakukan Galileo per 0.5 detik. Kayak nya kamu salah tafsir sebab RBT ada yang fikir sebagai Residual Bottom Time alias sisah waktu di dalam air sebelum loading nitrogen di anggap mentok sebatas non-deco dive.


Jadi yang mana nih alarm kamu yang bunyi ? RBT 3 menit atau mau masuk DECO ?


Jika memang RBT 3 menit yang beep beep, artinya kamu tidak paham apa artinya RBT di Uwatec. Ini tidak ada urusan sama konservatif nya si komputer. Ini adalah borosnya nafas kamu dan setting TANK RESERVE yang terlalu tinggi.


Jika pun kamu matikan workload warning breathing atau heart rate, itu tidak secara kalkulasi merubah RBT ( Remaining Bottom Time ). RBT kan parameter yang tidak bisa di matikan. Kalo workload warning adalah mau berapa sensitive warning audio dan visual akan di terbitkan atau di emit kan beep beep ke diver jika breathing pattern dan detak jantung keluar dari kebiasaan di diver.

Setiap kali kita nafas, Galileo sampling kan volume nafas dalam liter per menit average dan di kompensasi dengan kedalaman si diver berada, sebab per 10 meter kan naik 2x lipat konsumsi udara dalam surface equivalent. Contoh, nafas let say 25 liter per menit pada permukaan laut adalah 25 liter per menit pada 1 ATM. Nafas 25 liter per menit pada 10 meter adalah juga 25 liter per menit TETAPI pada 2 ATM atau 50 liter per menit pada 1 ATM. Udara di tabung kita di hitung pada 1 ATM, dan yang tipe 80 cubic feet ( sangat umum ) isi nya sekitar 2,200 liter udara pada 1 ATM.


Let saya 10 menit dalam penyelaman kita tiba-tiba kena arus, kita kerja keras, nafas lebih banyak. Karena database nafas 10 menit pertama sudah di sampling per 4 detik oleh Galileo dan terbit satu angka liter per menit sebagai acuan, jika diver tiba-tiba nafas lebih, alarm workload akan bunyi. Mau berapa sensitive, setel di slider sensitivitas nya. Pada awal diving, 2 menit pertama adalah sampling average untuk Galileo tentukan berapa nafas nih diver per menit. Maka neh RBT tidak akan nongol sampai lebih dari 2 menit diving.


Jika kamu saat itu let say di 20 meter dan setting miminum udara pada 40BAR, dan kamu pilih setting bahwa jika RBT udara perlu bunyi kan warning saat mencapai SISAH 3 menit, maka 3 menit sebelum udara di prediksi habis, itu Galileo akan kasih tau...........oiii, sisah 3 menit yah coy. Ini bisa di matikan warning RBT 3 menit ini. Ini pre-warning, kalo O menit RBT nya, itu warning final.

Pada kondisi training dimana simulasi freeflow dan buddy breathing dilakukan, Galileo akan baca itu sebagai EXTRA BREATHING dan RBT akan turun menit nya. Jika kita nyantai dan nafas cantik, dalam 30 detik sampling akan sudah mengitung ulang bahwa di diver udah nafas cantik dan jadilah RBT naik menit nya.

Karena setting minimum udara Galileo ada 2 macam warning, yaitu pertama adalah sisah udara secara calculated RBT ( di panggil TANK RESERVE ) dan sisah udara secara nilai dalam BAR/PSI di panggil TANK PRESSURE. Diver harus setel dengan benar itu warning level nya pada angka berapa BAR. Value Enol tidak bisa di pilih, ini pasti.

Banyak orang salah pengertian saat setel alarm udara minimum RBT ( TANK RESERVE ) di Galileo. Ini karena pengajaran selam salah di interpretasikan oleh murid. Skenario nya begini : ada agency yang bilang minimum tekanan tabung harus 50 BAR dan naik lah. Pasti nya ini kita bicara NO DECO dive. Sampe kapal bisa 20BAR atau kurang.

Ini sangat beda dengan diver setel TANK RESERVE di Galileo pada 50 BAR.
Jika kita setel Galileo TANK RESERVE di 50 BAR, maka kalkulasi RBT akan hitung 50BAR itu adalah saat diver sudah di safety stop depth dan tuntas alias naik di kapal tabung masih 50 BAR, dengan catatan ascent rate aman dan dengan cara tercepat naik ke permukaan nya.


Simulasi kalkulasi saat 40 BAR adalah TANK RESERVE
Diver Joe ada di 20 meter. Sedang nafas 25 liter per menit dan ini adalah 3 ATM atau 75 liter surface equivalent. Tabung diver Joe ada 65BAR dan ukuran yang 80CF, ato sisah nya adalah 11 liter x 65 BAR = 715 liter surface equivalent.

Karena Diver Joe di 20 meter, maka ascent rate di kalkulasikan oleh Galileo sebagai berikut* :
( *ini adalah yang Galileo sebut VARIABLE ASCENT RATE )

20 meter sampai 18 meter, boleh 10 meter per menit atau 6 detik per meter. Jadi butuh lah 12 detik

18 meter ke 12 meter, boleh 9 meter per menit atau 6.6 detik per meter. Jadi akan butuh lah 6.6 detik x 6 meter = 39.6 detik

12 meter ke 6 meter, boleh 8 meter per menit atau 7.5 detik per meter. Jadi akan butuh lah 7.5 detik x 6 meter = 45 detik

6 meter ke permukaan, boleh 7 meter per menit atau 8.6 detik per meter. Jadi akan
butuh lah 8.6 x 6 meter = 51.6 detik

Total ascent time ke permukaan yang perlu supplai udara = 148.2 detik
Nafas si diver Joe konon 25 liter per menit surface equivalent deh, maka itu sama dengan 0.416 liter per detik. Jadi diver Joe akan butuh 148.2 x 0.416 liter =
61.65 liter X kedalaman aktual dari 20 meter ke 0 meter dimana 61.65 liter ini yang adalah surface equivalent perlu di kalikan kedalaman dan terbit lah aktual total liter surface equivalent. Saya tidak sanggup hitung yang dinamik seperti ini, si Galileo sanggup, kita ambil average saja bahwa diver Joe dari 20 meter naik ke 0 meter di samakan dengan 10 meter average deh ato 2 ATM, maka 2 ATM x 61.65 liter = 123.3 liter udara yang akan di butuhkan untuk diver Joe naik dari 20 meter ke O meter.

Jika safety stop di masukan dalam setting ( kan bisa di matikan ), Galileo akan hitung lagi nafas kita pada 3 meter x 3 menit x kedalaman untuk dapat surface equivalent. Anggap ini mode kita tidak pakai lah.

Di 20 meter tersebut, si diver Joe saat mendengar alarm RBT 3 menit, itu 3 menit adalah bagian dari kalkulasi udara akan terpakai selama 3 menit ke depan di 20 meter. Nilai nya adalah 75 liter x 3 = 225 liter surface equivalent berdasarkan cara Joe bernafas 4 detik yang lalu. ( Kalo tiba-tiba Joe bersemedi dan volume nafas nya turun drastis, tak sampai 30 detik pun si Galileo akan sudah keburu ambil sampling per 4 detik beberapa kali dan akan tentukan bahwa RBT bukan lagi 3 menit tetapi andaikata 4 menit, mati lah itu alarm RBT 3 menit nya.)

Maka pada 20 meter dan tabung diver Joe sisah 65 BAR, dan warning TANK RESERVE pada 40 BAR, yang terjadi adalah ini :

65 BAR = 715 liter adalah supplai udara diver joe pada detik itu di 20 meter
Kurangkan supplai udara yang akan di pakai saat ascent = 123 liter
Kurangkan udara yang akan di pakai 3 menit pada 20 meter = 225 liter

Sisah udara saat diver akan tiba di permukaan jika TANK RESERVE adalah 40 BAR :
40 BAR x 11 liter = 440 liter ini parameter alarm yang di tentukan user.

715 less 123 less 225 = 367 liter , nah alarm RBT 3 menit akan pasti aktif malah pada tekanan tabung lebih tinggi dari 65 BAR, sebab 337 liter lebih kecil dari setting 440 liter ( 40 BAR ). Dive ini sudah di prediksi akan ke kurangan udara.


SEBENARNYA untuk kasus diver Joe, Alarm RBT 3 menit akan aktif pada
440 liter + 123 liter + 225 liter = 788 liter ato 788/11 = 71 BAR


Sebenarnya 10.52 ( bukan 11 liter ) adalah constant nya untuk dapatkan nilai udara dalam liter x BAR di tabung 80CF yang sebenarnya adalah cuma 77CF. Biar gampang pake 11 ajah.

Kemampuan Galileo sangat luas dan jika user tidak sering baca dan menguasai materi diving science nya, biasa nya pada bingung sebab setting nya banyak banget, maklum sudah di siapkan untuk yang memang sudah sangat advance user nya.

Pada komputer yang ada air intergrated dan memang berhitung calculated Residual Bottom Time ( RBT ), maka tampilan NO STOP dive time alias non-decompression dive time akan hanya nongol jika memang secara nitrogen loading si diver bisa menyelam lebih lama dari supplai udara nya. Artinya komputer akan berikan info yang lebih kritis alias mana yang lebih pendek menit nya.

Diver yang tidak pernah memakai Galileo Sol, biasanya kaget sebab kok super
sensitif ? Ini komputer bukan super sensitif tetapi tau segala perbedaan yang terjadi pada diver dan jika warning di setel untuk cover semua variable tersebut, maka beep beep lah jadi nya.......he he he.

Semua yang saya jelaskan ada di User Manual Galileo, tinggal rajin baca. Tetapi memang harus kuasai diving science nya dulu supaya terms nya bisa di pahami oleh user/diver. Contoh kamu sebutkan RBT 3 menit sebagai nitrogen loading kan sudah ber arti kamu kurang baca.


Kalo bingung, tanya Mbah ajah yah...........heheheh

Jangankan kamu, instruktur ajah banyak yang bingung, bingung karena kaget pakai komputer yang begitu adaptive terhadap keadaan si diver ( nafas + jantung ) dan lingkungan (suhu) dan alarm macam-macam bisa di setel. Ini semua karena ke biasaan saja, kebiasaan bahwa dulu nya pakai komputer yang tidak ada bisa adaptive dan tidak ada sensor tambahan dan tidak bisa melakukan adaptive algo.
Lihat kode "ADT" di algo nya Galileo, itu artinya ADAPTIVE.
MB = MICRO BUBBLE. L8 itu 8 tissue compartment.
PMG = Predictive Multi Gas , ini free upgrade jika mau main 3 macam campuran Nitrox yang berbeda dalam 1 dive.


Rule #1, baca......Rule #2 rajin baca..........Rule #3 sering baca
Jika punya barang baru yang multi-capabilities. Dive computer tidak di create equal.


Jika diver pakai Suunto D9 yang juga air intergrated, itu bukan lah air intergrated murni seperti Galileo. Bacaan tekananan tabung di D9 hanya tekanan tabung dan tidak ada basis kalkulasi rumit kayak Galileo untuk Remaining Bottom Time udara nya di tambah ascent rate nya etc etc. Bisa hang CPU nya D9 kalo harus multi kalkulasi kayak Galileo. Banyak yang punya D9 dan beli Galileo karena mereka mau computer yang adaptive baik secara algo dan juga real time calculation nya secara hardware.

Contoh transmitter udara D9. Setiap sekian jam tidak di pakai, harus pairing ulang dengan D9 nya. Ini bisa di mengerti sebab D9 kecil imut imut dan batere nya kudu di buat irit. Receiver si wireless transmitter perlu tenaga batere. Jadi saat lupa pairing sebelum dive antara D9 dan transmitter nya, dive itu tidak akan ada tank pressure data. Jika diver tidak punya pressure gauge mekanikal, bisa repot neh.

Di Galileo jika dive di mulai tanpa transmitter tekanan udara, ia mengenal ini dan kalkulasi akan tetap jalan saat diving, tetapi tidak bisa adaptive dari segi konsumsi udara. Jika transmitter putus hubungan dengan Galileo selama 12 detik saat diving, akan keluar warning. Bisa di set heart rate monitor sebagai penentu adapative algo nya jika transmitter udara rusak ato di regulator satu lagi. Transmitter tangki udara Uwatec itu sudah paired se umur hidup, sampai di pairing ulang dengan transmitter baru atau yang lain. Jadi tidak perlu pairing-pairing lagi. Di dalam signal transmissi transmitter tekanan udara Uwatec ada identifier code nya yang kombinasi nya sekitar 20 juta kombinasi. Ini supaya tidak ada cross talk antara diver lain yang juga pakai Galileo.

Lalu pulsa signal transmissi nya juga di beda bedakan, ini amit amit jika di 20 juta kombinasi itu ada yang sama. Ini identifier ke dua supaya 100 diver pun pakai Galileo dan berdekatan, tidak lah transmitter akan salah di baca oleh Galileo yang bukan pasangan nya. Gang bang not allowed...........wak kik kik kik.

Maka nya Galileo bisa pakai sampai 4 transmitter bagi yang mau tech dive dengan 3 tangki. Trimix software sudah ada tetapi belum di release ama Scubapro.......kampret.
Masih beta testing, takut kena gugat kalo ada bug nya......wak kik kik kik.
Bisa juga suami pake Galileo dan istri di modalin satu transmitter ke 4 biar ketauan tank pressure bini tercinta, atau Sephia nya, ato cem-cem man nya ato murid nya, terserah dah.


Kayak BMW M5 lah, banyak setelan dan fitur yang user kagak paham kalo tidak baca buku nya dengan seksama. Horsepower output nya saja bisa di setel ini mobil dan berapa ganas gear-change profile nya yang mau di pilih. Kalo user cuma pernah pake BMW seri 5 biasa, beda banget.

Blup blup blup........

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 28, 2011 6:12 am 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
Tuh dapet kuliah berharga pagi2 nih kan dr mbah surya. Makasih mbah.
Ketauan deh om BK kurang baca buku manualnya yah. Ikutin saran mbah bayu aja deh kalo gitu saya sih. Hahahhaha

@pak surya: jd si galileo beneran tau kondisi diver karena dia mantau kedalaman, waktu, tank presure n detak jantung n suhu ya. Mangkanya begitu napas kita beda n udara lbh boros dia akan bilang itu workload berlebih ya n ada warningnya.

Dan galileo bisa kasih waktu no fly yg sangat singkat karena dia juga ngitung brp nitrogen yg masuk dalam tubuh dr memonitor si tank presure n heart rate yah. Bukan main emang karunia tuhan..... Nah saya pernah punya smart pro. Dia pernah saya coba bandingin dgn suunto di dive yg sama dengan pake 2 dive comp tsb. Kok hasilnya yg suunto untuk 1 dive no fly nya 12jam sedangkan si smart pro no fly nya hanya 3 jam. Gmn tuh mbah. Apakah kalo kita turutin 3 jam no fly masih berbahaya gak utk terbang.
Awalannya saya kira mungkin karena dive comp tua jadinya standarnya mungkin lbh cepet kan, seperti perbedaan ascent rate yg dari 18m per menit jadi 9m per menit misalnya.

Makasih om

Used to be dump and now still dump....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 28, 2011 9:29 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
bro ditajong, sudah pernah baca buku manualnya galileo sol blom?

seperti yang gw pernah sebutkan bro, bukannya kurang baca. sulit memang buat orang kayak gw yang dari kecil dibiasakan baca sesuatu yang sistematis dan terstruktur. mungkin lain cerita kalo yang baca sudah punya latar belakang teknis yang lebih dari cukup untuk memahami tuh manual. jika memang ini syaratnya, sayangnya gw ngga menemukan penekanan ini di buku manualnya.

dari pengalaman pribadi, memang tidak mudah membuat buku manual yang baik untuk sebuah produk bagus. apalagi yang yang nulis sangat menguasai teknis, mereka cenderung punya kesulitan tersendiri untuk memposisikan diri jadi pembaca. hasilnya, buku manual beda tipis sama text book.

kitab suci aja bisa salah tafsir, apalagi buku manual teknis yang bisa jadi kurang melalui proses penulisan dan editing yang baik oleh pihak yang berkompeten. belom lagi ketika instruktur mengajar, murid juga bisa salah interpretasi.

bmw m5 jelas buku manualnya jauh lebih sistematis dan terstruktur dengan sangat baik. plus ditambah training tambahan oleh ATPM, lain cerita kalo beli di IU. wong manufaktur mobil bikin manual itu sungguh amat serius mengingat regulasinya yang ketat. tidak ada salahnya jika produk diving yang complicated diberikan training singkat penggunaannya, namun seringkali yang ngejual saat ditanya juga ngga bisa jawab dengan baik.

walau butuh usaha tersendiri untuk beradaptasi dengan manualnya yang selangkah lagi mirip text book, untung ada om surya, jadi gw bisa lebih paham dah....hehehehehe

btw, satu kelebihan sol ini dengan ukurannya, sungguh efektif untuk nimpuk hewan yang kadang mengganggu ketika habis diving, anjing contohnya.....wakakakakakaka

MERDEKA!!


Last edited by BotolKecap on Thu Apr 28, 2011 9:36 am, edited 1 time in total.

Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 28, 2011 9:35 am 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
inoe wrote:
jadi buka harga berapa om botol ? xi xi xi xix ix

sabar ya noe, kalo gw udah muak lu orang pertama yang gw tawarin terlebih dulu...sekarang gw mesti nyari lem karet dulu...hahahahahahahah


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 28, 2011 9:40 am 
Offline

Joined: Thu Aug 06, 2009 3:03 am
Posts: 1022
Location: Gili Trawangan
BotolKecap wrote:
bro ditajong, sudah pernah baca buku manualnya galileo sol blom?

kitab suci aja bisa salah tafsir, apalagi buku manual teknis yang bisa jadi kurang melalui proses penulisan dan editing yang baik oleh pihak yang berkompeten. belom lagi ketika instruktur mengajar, murid juga bisa salah interpretasi.

MERDEKA!!


hahahah saya suka bener ama bagian itu mas...

wah kalo saya bukan pecinta baca mas soalnya
itu manual suunto aja gak kelar sampe skr... mangkanya saya cuma datengin ke dm n tanya semua fungsinya ama teknisi di sana. jangan sama penjual nya karena terkadang penjual yg ada di sini tidak semuanya adalah diver. bahkan apabila kita di pameran kan mereka hanya spg doang yg manis manis jd kita lupa pas ngegesek kartu kredit kan. hahahhaah

emang pengen bgt tuh kalo toko bikin pelatihan cara penggunaan barang jualan mereka karena akan meningkatkan kemampuan diver dalam menggunakan alat mereka kan.....

kalo buat nimpuk anjing emang gede bgt sih bentuknya tuh mas botol....ati ati disangka weight loh mas yg 1 kiloan tuh


hahahhaha


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 28, 2011 2:29 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
ditajong wrote:
Tuh dapet kuliah berharga pagi2 nih kan dr mbah surya. Makasih mbah.
Ketauan deh om BK kurang baca buku manualnya yah. Ikutin saran mbah bayu aja deh kalo gitu saya sih. Hahahhaha

@pak surya: jd si galileo beneran tau kondisi diver karena dia mantau kedalaman, waktu, tank presure n detak jantung n suhu ya. Mangkanya begitu napas kita beda n udara lbh boros dia akan bilang itu workload berlebih ya n ada warningnya.

Dan galileo bisa kasih waktu no fly yg sangat singkat karena dia juga ngitung brp nitrogen yg masuk dalam tubuh dr memonitor si tank presure n heart rate yah. Bukan main emang karunia tuhan..... Nah saya pernah punya smart pro. Dia pernah saya coba bandingin dgn suunto di dive yg sama dengan pake 2 dive comp tsb. Kok hasilnya yg suunto untuk 1 dive no fly nya 12jam sedangkan si smart pro no fly nya hanya 3 jam. Gmn tuh mbah. Apakah kalo kita turutin 3 jam no fly masih berbahaya gak utk terbang.
Awalannya saya kira mungkin karena dive comp tua jadinya standarnya mungkin lbh cepet kan, seperti perbedaan ascent rate yg dari 18m per menit jadi 9m per menit misalnya.

Makasih om

Used to be dump and now still dump....



Standard no fly 12 jam setelah diving adalah basic , kalo di tabel manual kan malah ada yang minta nya 24 jam.

Jika Suunto yang kecil imut buat 12 jam sebagai MINIMUM no-fly memang itu simplified algo supaya tidak perlu processing power.

Jika algo di computer uwatec udah pake yang MB ( Micro Bubble ), itu lebih rumit lagi, kalo fast ascent , diver akan kena penalti. MB itu related ke Variable Ascent Rate sebab formasi bubble kan berdasarkan persentase. 10 meter ke 0 meter adalah perbedaan 100%, sedangkan 20 meter ke 10 meter kan 2/3 ATM doank ato 66%, maka nya ascent rate di perbolehkan agak cepat pada 23 meter atau lebih dalam.
Ini pakai processing power lagi untuk masukan variable ini.

Kalo kamu no fly nya cuma 3 jam, itu dive pasti cuma 1 dive dan 24 jam sebelumnya tidak diving dan main cukup dangkal yah ? Ikutin saja Smart Pro kamu. Cabin pressure pesawat tidak lah sadis sangat dalam dive equivalent.


Ingat, Suunto bukan dive computer company secara khusus. Suunto buat banyak instrument outdoor lain. Kalo Uwatec dari awal ampe sekarang emang khusus buat dive comp tok. Maka nya otak engineer nya mikirin diving melulu dan sangat sedikit fashion oriented.

Emang bener si Uwatec tidak pusingin soal trendy bahwa computer kecil seperti Suunto D9 lebih cantik dan bisa pake ke pesta. Saya sering tanya sama engineer nya kapan mini size akan di keluarkan ? Kan bisa nimpuk anjing mati kalo Galileo heheheeh, itu bener banget.

Mereka jawab, jika informasi mau sebanyak itu di tampilkan dan prosessing power mau kuat mana mungkin layar kecil kayak jam tangan ? Satu tampilan, satu problem batere dan satu urusan oil-filled yang jadi trademark Uwatec sebagai computer yang paling waterproof, jadi mereka bikin lah Aladin Tec yang kayak ukuran jengkol. Itu tidak ada oil-filled, tetapi tetap pakai membrane untuk tombol dan bukan dynamic o-ring.

Lalu soal umur, pengguna Galileo biasanya umur 30 tahun ke atas dan malah mereka nyaman dengan display besar sebab mudah di baca. Yang memang sulit mau serba kecil tetapi harus gampang di baca, kagak ketemu dimensional formula nya.

Orang Uwatec selalu meledek saya :
"Kamu mau fashion wear atau dive instrument yang mudah di baca ? "
" Nanti kita keluarkan yang kecil dan trendy dengan Aladin Tec punya platform"
Wele2 udah 2 tahun janji yang kecil imut dan trendy belum juga nongol........wak kik kik.

Waktu berkembang dan jaman maju terus, bentar lagi juga ada yang luar biasa di buat oleh entah perusahaan mana.

SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 28, 2011 4:32 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
BotolKecap wrote:
bro ditajong, sudah pernah baca buku manualnya galileo sol blom?

seperti yang gw pernah sebutkan bro, bukannya kurang baca. sulit memang buat orang kayak gw yang dari kecil dibiasakan baca sesuatu yang sistematis dan terstruktur. mungkin lain cerita kalo yang baca sudah punya latar belakang teknis yang lebih dari cukup untuk memahami tuh manual. jika memang ini syaratnya, sayangnya gw ngga menemukan penekanan ini di buku manualnya.

dari pengalaman pribadi, memang tidak mudah membuat buku manual yang baik untuk sebuah produk bagus. apalagi yang yang nulis sangat menguasai teknis, mereka cenderung punya kesulitan tersendiri untuk memposisikan diri jadi pembaca. hasilnya, buku manual beda tipis sama text book.

kitab suci aja bisa salah tafsir, apalagi buku manual teknis yang bisa jadi kurang melalui proses penulisan dan editing yang baik oleh pihak yang berkompeten. belom lagi ketika instruktur mengajar, murid juga bisa salah interpretasi.

bmw m5 jelas buku manualnya jauh lebih sistematis dan terstruktur dengan sangat baik. plus ditambah training tambahan oleh ATPM, lain cerita kalo beli di IU. wong manufaktur mobil bikin manual itu sungguh amat serius mengingat regulasinya yang ketat. tidak ada salahnya jika produk diving yang complicated diberikan training singkat penggunaannya, namun seringkali yang ngejual saat ditanya juga ngga bisa jawab dengan baik.

walau butuh usaha tersendiri untuk beradaptasi dengan manualnya yang selangkah lagi mirip text book, untung ada om surya, jadi gw bisa lebih paham dah....hehehehehe

btw, satu kelebihan sol ini dengan ukurannya, sungguh efektif untuk nimpuk hewan yang kadang mengganggu ketika habis diving, anjing contohnya.....wakakakakakaka

MERDEKA!!



Ini susah di jelaskan, tapi saya akan coba yah Bro.

Pertama buku yang di lengkapkan ke setiap komputer adalah USER MANUAL dan bukan DIVING & DECOMPRESSION 101. Ini kita pahami dulu. Jadi buku ini jelaskan selak beluk bagaimana memilih fungsi A, B dan etc etc etc. Tidak akan diving & decompression 101 akan di bahas seperti saya bahas compressor 101 di forum ini.

Buku Galileo cukup mudah di baca, dari jaman Aladin Air-X pun sudah mudah di baca padahal saya baru Advance Open water. Tetapi saya banyak baca material PADI Encylopedia, jadi mudah cerna apa yang di coba di tuliskan oleh penulis sebab banyak content diving science yang AOW belum dapat. Saya suka baca hal yang saya suka doank, dan diving saya demen, jadi baca bukan lah beban malah nambah ilmu itu bagus.

Ada dua perbedaan saat menjual produk A dan mengajar kan cara pakai nya.
Coba lihat Garmin GPS. User Manual memadai tetapi banyak secondary market yang jual video atau buku GPS NAVIGATION 101. Jika user beli GPS dan tidak paham apa itu navigasi dengan GPS, ia akan bingung, tetapi bukan tugas Garmin untuk buat Navigation 101.


Rumit di Galileo saya mengerti sebab fungsi nya sangat banyak dan perlu diver punya basic diving science yang kuat jika mau pakai 100% fungsi nya. Jika diver tidak mau pusing, tinggal setting yang basic basic ajah , tinggal pakai deh. Kedua adalah bahasa, jika Inggris kita tidak memadai akan sulit baca user manual computer yang multi capability. Saya sendiri tidak sanggup terjemahkan user manual Galileo ke bahasa Indonesia sebab bahasa Indonesia saya lemah di bidang diving terms nya, medical terms nya dan bahasa Indo banyak belum ada perbendaharaan kata yang memadai untuk terjemahkan diving related materials supaya mudah di baca. Wong dari enol ampe instructor saya belajar nya pake bahasa Inggris. Yah yang mana sudah implanted di memory cell, itu yang works for me.

Saya sampai hari ini jika beli handphone baru atau surfing di internet, harus pakai bahasa Inggris di phone menu nya atau baca screen information di internet sebab terms nya udah implanted di otak dan akan bingung jika di rubah bahasa nya.



Saat kita curious atas informasi yang bisa di proses atau bisa di tampilkan di komputer kita, lalu kita cari tau di manual nya, belum tentu ada 101 nya sebab jika proses tersebut menjelaskan diving science nya , maka itu tidak ada urusan dengan operasional manual nya.

Contoh gampang, kita beli MultiMeter Fluke yang bagus. Tidak akan basic electrical 101 akan di jelaskan. Produsen sudah asumsikan pembeli sudah punya electrical background. Kita beli buku Electrical 101.


Jika kita lihat training material sampai Dive Master pun, baik dari agency manapun, tidak semua akan bahas DCS sampai detail banget. Kita harus cari buku atau guru yang emang bahas/paham soal DCS. Ini yang saya selalu tekankan kepada kawan-kawan bahwa jangan lah kita hanya terpaku kepada physical side of diving nya doank seperti fin kicking, buoyancy control etc etc, tambah ilmu lain yang related ke diving. Contoh gampang : navigasi di dalam dan di atas air. Mengerti siklus bulan yang bisa buat surut pasang dan arus kencang, dan pasti nya di mana malam hari kita bisa hang-out sekitar Bali..........hehehe , itu domain nya Mbah Bayu dan harus lah dia terbitkan MY BALI 101.


Bro Ditajong pernah mampir ke tempat saya nanya soal kompressor.
Saya jelaskan operasional kompressor, 101 nya. Ini di buku compressor ada.
Tetapi buku User Manual compressor mana pun pun tidak ada isi Air Processing 101 nya sedetail apa yang saya ajarin ke Bro Ditajong. Padahal kompressor kan ada filter nya untuk Air Processing. Jika user mau belajar hal yang sama, bisa ke Thailand, ada senior Bauer educator disana, US$2,000+ training fee nya dan tidak termasuk tiket + hotel, all in all US$3,000 merem dah untuk training 5 hari ini dan dapat ilmu bongkar pasang compressor sekalian. Kalo saya tidak perlu belajar soal compressor dari segi mekanikal nya sebab itu mudah bagi saya. Dari segi Air Processing nya saya dapat kesempatan distant learning dari kawan di Kanada yang dokter dan pakar air processing. Kan saya pernah tulis soal this genius of a man di :
viewtopic.php?t=1468

Ilmu compressor tidak ada yang lengkap di Internet, ilmu diving banyak dan gratisan nya juga banyak. Tinggal rajin baca dan surfing.


Jadi kunci nya kan tetap rajin baca berbagai materi sebab User Manual adalah User Manual tok. Lalu jangan malu bertanya ama yang senior soal X,Y,Z yang kita belum paham. Bro Rendra adalah penulis yang baik, saya tidak bisa menulis seperti dia dan dia jelas-jelas rajin baca. Dia tempat bertanya yang sangat baik.


Lain kalau saya buka kursus untuk "Diving With Galileo & Other Dive Computers 101" , pasti ada biaya nya bagi murid , tapi males ah sebab content nya bisa di cari di internet dan di buku lain.


Yang saya dari dulu mau buka kursus khusus dan belum kesampean adalah :

"Speciality Safety Diving & Navigation above and Underwater"
Ini akan cover GPS chartplotting, Sonar/FishFinder single beam, sonar side scan, PC Based navigation, boat handling, cari rumpon, radio-diver 101, EPIRB-101 dan lain lain. Saya mau ajarin diver kalo heart rate 170 BPM saat diver stress kayak apa di underwater rasanya dan kalo keracunan Carbon Monoxide 50 PPM pada 1.5 ATM kayak apa muntah nya diver sebelum pingsan.

Kalo Cari HOT CLUBS tetap kudu Mbah Bayu yang bikin speciality nya.....hehehehe.

Itung itung cost nya tidak akan realistis sebab kapal nya pake mesin 250 x 3 Suzuki 4 stroke, cruise 33 knot dan top speed 40 knot, rugi di bensin akhirnya. Pulau 1000 terlalu jauh dari Ancol, walaupun ke Pramuka doank. Cari rumpon dan ajarin boat handling bensin boros neh. Cuma boat handling sangat penting untuk di mengerti sebab kapal adalah nyawa kita saat boat diving dan kalo ke jedot ama kapal, nyawa bisa melayang ato minimal bocor kepala.


Merdeka juga ... :lol:
.

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 28, 2011 5:23 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
thank you om atas penjelasannya, secara umum saya setubuh, apalagi soal bisa nimpuk anjing mati kalo Galileo :D


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Apr 28, 2011 8:44 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Mbah Surya,

Saya belajar diving harus pake table... semenjak ada divecomp, kayanya diving jadi acak2an... cenderung ngikut divecomp...

Saya diving sejak 1984 dan pernah pakai ORCA dan Skinny Dipper (EDGE) jaman tahun 85'an... tapi bener2 pake alat yg dinamai dive computer baru terhitung tahun 2008 pakai Mares Puck dan sekarang pakai Suunto HelO2...

Cuma yg saya rasakan, bener2 deh divecomp itu membuat kita terlalu manja dan neglecting pre-dive safety plan. Ngeri banget, tapi ya gitu deh, kaya jatuh cinta sama selingkuhan... udah tau bahaya dan nggak sehat, tetap aja susah ngelepasnya hihihi.... (ampun suhu Bayuuuu)....

Menyadari safety factor jadi cenderung terabaikan, sekarang saya kembali lagi ke table dan hanya menggunakan gauge mode pada dive comp saya. Memang divecomp enaknya untuk data logger, daripada nginget2 dan harus buru2 nulis dive log, dengan adanya divecomp maka lumayan terbantu untuk memorize setiap dive dan juga mempelajari dive profile kita sendiri... Saya perhatikan dive profile saya sendiri dan juga beberapa rekan lain, cenderung ngacak, seesaw, which is sangat berbahaya by conventional thoughts... Saat ini decompression theory belum ada yg bener2 sempurna 100% akur sama physiological aspect tubuh manusia, dan pengembangan pengetahuan di bidang ini masih banyak mempercayai hasil2 experimen yang pada umumnya jauh lebih conservative dibandingkan hasil perhitungan computer.

So again, seperti yang ditulis mbah Surya, balik lagi ke usernya... be a safe diver, follow your training and never forget the basics (including dive planning pakai table). Sekarang banyak diver yang saya perhatikan nggak paham soal dive table, tapi seakan-akan paham menyelam itu aman dengan menggunakan divecomp... selama within RBT, atau alarm nggak beeping, berarti aman..... Dooooh..... terus nyilemnya suka-suka, naik, turun, naik, turun.... ngeri banget....

Maybe i'm too conservative, but I enjoy diving my way hehehe....

Kalau om Surya mau buat kelas/ course2 yg om sebutin, saya ikutan yah...

blub blub...
rendra

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Apr 29, 2011 9:35 am 
Offline
User avatar

Joined: Fri Aug 25, 2006 10:33 am
Posts: 1564
Mbah Surya.. kalo gitu siapin doong, biar kami2 pecinta uwatec ini bisa ganti batere di Indonesia.. tekor nih kalo tiap ganti batere musti ke hongkong.

_________________
Hernando Alkausar
--
www.hamueco.com/diving
+62-812-218-NNDO


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Apr 29, 2011 1:47 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Feb 11, 2010 2:54 pm
Posts: 117
Location: SG/JKT
Ini thread dengan bacaan yang informatif sekali....

Thanks mbah Surya buat share ilmunya,

Tertarik juga nih dengan kelas yang disebutin mbah Surya, kalo kelasnya direalisasi mau ikutan daftar ah.... semoga bisa dibuat paket dengan cost yang cukup realistis ya mbah...


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 33 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: