It is currently Tue Oct 17, 2017 6:36 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 33 posts ]  Go to page 1, 2, 3  Next
Author Message
 Post subject: Dive Comp
PostPosted: Thu Dec 09, 2010 9:02 am 
Offline

Joined: Mon Mar 10, 2008 11:48 am
Posts: 82
Halo semuanya,

kebanyakan dari kita sebagai penyelam pasti punya dive comp. alat ini kalo boleh saya bilang adalah salah satu alat bantu penyelaman yang sangat bermanfaat, bahkan kalo mau dibilang, hidup matinya kita bisa tergantung dengan alat ini.

Belajar dari pengalaman, ternyata tidak semua dive comp itu menggunakan hitungan yang sama. artinya gini, beberapa waktu saya melakukan penyelaman dengan beberapa orang yang menggunakan dive comp yang berbeda merk. Ada yang pake Suunto, Uwatec, dan Oceanic. kondisinya adalah ini penyelaman pertama, semua turunnya bareng juga.

Yang cukup membuat saya terkejut adalah saat dive comp saya mengatakan saya sudah masuk ke hitungan deco dive, sementara dive comp teman yang lain bilang masih aman.

Nah kalo udah gini, gimana dong? keputusan yang saya ambil adalah untuk mulai perlahan-lahan naik, mencoba menghilangkan deco di dive comp, sementara teman saya masih asik berkutat di bawah saya.

Pada akhirnya penyelaman berakhir dengan baik, tidak ada insiden. Pelajaran yang menarik yang ingin saya bagikan adalah ini:

Dive comp memang berguna mempermudah kita sebagai diver untuk memantau depth dan waktu penyelaman supaya tetap dalam batas keamanan, tapi jangan lupa bahwa setiap dive comp bisa berbeda-beda readingnya.

Anjuran saya adalah, selalu ikuti kata dive comp. bermain konservatif lebih baik daripada mengambil resiko. better safe than sorry...

semoga bermanfaat.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Dec 09, 2010 12:08 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
Benar sekali yang disampaikan oleh Bomber Gemini.

Sebagai informasi lebih lanjut, silahkan lihat thread mengenai dive comp pada link forum selam berikut ini:

viewtopic.php?t=777&postdays=0&postorder=asc&start=0

semoga bermanfaat.

:D

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Dec 09, 2010 2:14 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
kalo kata mbah surya: better safe than pesta kwaci haaaaa..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Dec 10, 2010 1:58 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
ada lagi thread lain nih... (sampai lupa nyambung.. ntar yah, sambungannya hehehe...)

viewtopic.php?t=1414

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Dec 11, 2010 11:29 pm 
Offline

Joined: Wed Sep 29, 2010 4:49 pm
Posts: 25
@bomber: comp-nya merk apa (yang lu punya maksudnya)?


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Dec 14, 2010 7:50 am 
Offline

Joined: Mon Mar 10, 2008 11:48 am
Posts: 82
@pardede: saya sendiri pake suunto.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Dec 15, 2010 1:22 am 
Offline

Joined: Wed Sep 29, 2010 4:49 pm
Posts: 25
thx bro. gw juga lagi ngincer suunto neh...nunggu tanggal cetak kartu kredit biar bisa cicilan tetap ditagih 2 bulan lagi...hehehehe


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Dive Comp
PostPosted: Wed Dec 15, 2010 3:38 pm 
Offline
User avatar

Joined: Mon Jun 14, 2010 9:24 am
Posts: 516
Location: jakarta
BomberGemini wrote:

Yang cukup membuat saya terkejut adalah saat dive comp saya mengatakan saya sudah masuk ke hitungan deco dive, sementara dive comp teman yang lain bilang masih aman.

Nah kalo udah gini, gimana dong? keputusan yang saya ambil adalah untuk mulai perlahan-lahan naik, mencoba menghilangkan deco di dive comp, sementara teman saya masih asik berkutat di bawah saya.



Kalau seingat saya di buku Manual Open Water PADI (Bab V kalau gak salah)
1. Dive Komputer adalah kalkulator yang mempresentasikan DIve Table, jadi perhitungan yang terbaik adalah menggunakan Dive Table
2. Selalu bersikap konservatif sesuai Dive Table
3. Tidak meminjamkan Dive Computer/ pergunakan Dive Computer masing2
4. Bersama Buddy, selalu mengikuti dari Dive Comp yang paling konservatif.

Jadi untuk kasus diatas, bersama buddy perlu segera meninggalkan kedalaman tersebut secara bersama-sama.

Nah kalau ada yang diving bersama saya, karena saya selalu mensetup Dive Comp dengan konservatif (configurasi +1 handicap), maka pasti Buttom time nya lebih singkat dan mari bersama2 meninggalkan kedalaman apabila Dive Comp di saya sudah menunjukkan waktu habis, walaupun temen2 yang lain masih ok2 aja.

Dari pengalaman, pada suatu trip di Bali, saya pernah memaksa Dive Master untuk shallower , karena Dive Comp saya sudah habis buttom dept time nya... Sebagai DM yang baik dia mengerti dan menuruti, walaupun saya tahu di DC dia masih banyak waktu...

--just my two cents --
ar


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Apr 18, 2011 4:46 pm 
Offline
User avatar

Joined: Fri Nov 06, 2009 5:34 pm
Posts: 6
Mau ngasi tambahan boss,
sebagian besar divecomp mengikuti algoritma yang sama dengan dengan dive table. Mares mempunyai algoritma tambahan yaitu RGBM (dari sini, merk divecomp bisa membuat perbedaan dive profile yang diperbolehkan)
Sensor tekanan dan tingkat kebersihan nya (makanya di semua divecomp selalu dianjurkan membersihkan divecomp setiap selesai dive).
Sebagian besar divecomp punya setting safety margin yang bisa diadjust dalam bentuk correction factor. Semakin besar safety margin nya, semakin jauh juga si pengguna divecomp dari bahaya deco dll.

Di sebuah penyelaman di manado, ada yang divecomp nya di setting dengan tingkat correction factor terbesar, akibatnya (karena emang dive profile di manado, di atas 18m juga masi bagus dan visibility masih bagus), divecomp berbunyi terus sebagai pengingat deco, sementara yang lain gak. Sehingga tu orang berada sekitar 5-8m di atas yang lain hanya untuk supaya divecomp nya gak bunyi :) moga2 membantu kang


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Apr 19, 2011 12:44 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
si_aulia wrote:
Mau ngasi tambahan boss,
sebagian besar divecomp mengikuti algoritma yang sama dengan dengan dive table. Mares mempunyai algoritma tambahan yaitu RGBM (dari sini, merk divecomp bisa membuat perbedaan dive profile yang diperbolehkan)


Sebagai informasi, RGBM (Reduced Gradient Bubble Model) tidak hanya dipakai oleh Mares. RGBM adalah decompression model yang dikembangkan oleh Bruce Wienke dari model VPM (Varying Permeability Model).

Algoritma RGBM dipakai diantaranya pada dive comp merek Suunto, Mares, Hydrospace Engineering dan UWATEC.

Semoga bermanfaat.

Dive safely!
Rendra
join our group on facebook: Banyu Biru Explorers

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Apr 19, 2011 9:07 pm 
Offline
User avatar

Joined: Wed Jan 05, 2011 12:54 pm
Posts: 312
Om rendra, barusan gw baca2 lagi manual uwatec galileo, mereka bilang pakai ZH-L8 ADT yang merupakan varian Bühlmann decompression algorithm. Entah uwatec model lain ya.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Apr 25, 2011 5:19 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
pembahasan dive comp tidak akan terlepas dari dive table :)

Berikut ini adalah petikan/ quote dari thread mengenai Dive Table pada group Banyu Biru Explorers di facebook:

Untuk menjawab permintaan Pak Suhodo mengenai pengelompokan "Letter Group" antara table yang satu dengan yang lain serta menjelaskan apa perbedaan yang signifikan akan manfaat penggunaan masing-masing tabel bagi seorang penyelam, diperlukan suatu pemahaman dasar tentang Decompression Systems. Saya akan mengulas mengenai Decompression Systems dalam document terpisah, karena pembahasannya akan cukup panjang.

Sebagai jawaban singkat saya mengenai perbedaan Letter Group maupun tabel mana yang tepat bagi masing-masing orang, dapat saya jelaskan bahwa:

1. Pengembangan dive tables/ decompression tables telah berjalan cukup panjang sejak J.S. Haldane mulai mempelajari dan membuat dive table dengan dokumentasi yang lengkap pada awal abad 20. J.S. Haldane membuat teori mengenai "tissue half-times" atau "paruh waktu jaringan tubuh". Tissue Half-Times adalah waktu yang dibutuhkan oleh suatu jaringan tubuh (misalnya otot, tulang, kulit) untuk menyerap setengah dari volume gas yang perlu diserapnya untuk menjadi jenuh (saturated) pada tekanan sekitar (ambient pressure). Sebagai contoh, jaringan T5 (5-minute half-times tissue) akan membutuhkan waktu 5 menit untuk menyerap setengah dari total volume gas yang diperlukannya untuk menjadi jenuh. Selama periode 5 menit berikutnya jaringan ini akan menyerap setengah dari sisa gas yang dibutuhkannya untuk mencapai titik jenuh. Sistem Haldanian sepenuhnya merupakan model teori matematis yang disertai dengan pengamatan empiris terhadap hewan. Dari perhitungan tissue half-times ini kemudian Haldane membuat sebuah jadwal dekompresi. Haldane membentuk persamaan matematis untuk menghitung jumlah nitrogen yang terserap oleh tubuh setelah setelah suatu periode waktu di bawah tekanan.

2. Setelah Haldane, prosedur dan jadwal dekompresi terus dikembangkan oleh berbagai ilmuwan dan lembaga, diantaranya Sir Leonard Hill pada tahun 1912 (staged decompression), Rahsbass (1954), US Navy (1955), Hempleman (1958), Albert Buhlmann (1960), Brian Hills (1966), DCIEM (1983), Dr. David Yount - VPM (1980), Dr. Bruce Wienke - RGBM (1980), PADI (1988), BSAC (1988), Dr. Valerie Flook, dsb.

3. Penyelaman modern scuba banyak dipengaruhi oleh tabel yang dikembangkan oleh US Navy. AL Amerika Serikat mulai mengembangkan decompression systems berdasarkan teori Haldanian. Dari penyelidikan serta pengembangan yang dilakukan, US Navy melakukan koreksi terhadap tissue half-times yang dikembangkan oleh J.S. Haldane dimana Haldane sebelumnya menyatakan bahwa ambient pressure dapat dibagi dua tanpa menyebabkan efek DCS. Dalam melengkapi teori sistem dekompresi, U.S. Navy memodifikasi tissue half-times Haldane serta memperkenalkan M-Value. M-Value adalah sebutan untuk "maximum permitted excess pressure" atau "tekanan lebih maksimum yang diperbolehkan". M-Value didefinisikan sebagai "calculated partial pressure of nitrogen in a half-time tissue which is allowed when you reach a given decompression stop". Dalam model M-Value, dekompresi dihitung berdasarkan maximum value tekanan (tension) nitrogen pada jaringan tubuh setiap 10 fsw (feet sea water) dan mengharuskan dive melakukan stop pada kedalaman tertentu hingga seluruh jaringan tubuhnya desaturated.

4. "Letter Group" mulai dipergunakan untuk menentukan perhitungan dekompresi pada penyelaman ulang (repetitive dive) dalam US Navy Dive Table, dan dikenal dengan istilah "Repetitive Group Designators". Letter Group pada US Navy Dive Table terdiri dari kelompok A - O dan Z. Letter Group/ Repetitive Group Designators ini didasari pada perhitungan gas tension dalam jaringan T120 (120-minute half-times) dengan selisih kedalaman setiap 2 fsw (2 feet sea water). US Navy juga mengembangkan Surface Interval Credit Table dan jadwal RNT (Residual Nitrogen Time).

5. Sejalan dengan berkembangnya diving sebagai rekreasi, insiden DCS pun bertambah. Tabel US Navy yang sudah mulai lazim digunakan oleh penyelam rekreasi dianggap kurang konservatif bagi penyelam rekreasi. Tabel US Navy memang dirancang untuk Navy Diver yang model/ profil penyelamannya berbeda dengan penyelam rekreasional serta jarang sekali melakukan repetitive dives. Kebutuhan akan decompression table yang lebih konservatif kemudian menjadi pemicu terjadinya perkembangan lebih lanjut tentang decompression table bagi penyelam non-militer;

‎6. Tahun 1976 Dr. Merril Spencer mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai "silent bubbles". Spencer melakukan pemeriksaan terhadap divers yang biasa menggunakan US Navy Dive Table dengan menggunakan Doppler Ultrasonic Bubble Detector untuk membuktikan adanya gelembung yang tersisa dalam tubuh diver yang menggunakan US Navy Dive Table. Berangkat dari pembuktian ini, Spencer merumuskan batasan baru bagi "No-Decompression Limit" atau NDL sehingga lebih konservatif bagi penyelam rekreasional. Hasil kerja Dr. Merril Spencer dikembangkan lebih lanjut oleh Dr. Andrew Pilmanis dan Dr. Bruce Basset. Berdasarkan rekomendasi Spencer, pada tahun 1981 Karl Huggins menerbitkan no-decompression table yang dikenal sebagai Huggins Table. Huggins Table didasari oleh konsep yang sama dengan US Navy Dive Table dan 6 theoretical tissue groups dengan half-times 5, 10, 20, 40, 80, dan 120 menit. Huggins juga memperkenalkan M-Value yang baru dan lebih rendah, mengikuti rekomendasi NDL yang lebih konservatif dari Dr. Merril Spencer.

7. NAUI Dive Tables dikembangkan pada tahun 1990 melalui modifikasi dari US Navy Dive Table. Jika dalam US Navy Dive Table digunakan No Decompression Limit, NAUI Dive Table menggunakan Maximum Dive Times (MDTs). MDT dalam NAUI Dive Table tidak lain adalah NDL pada US Navy Dive Table yang "diturunkan" sebanyak satu Letter Group untuk kedalaman antara 18 - 39 meter, dua group untuk kedalaman 15 meter dan tiga group untuk kedalaman 12 meter. Repetitive Dive Group pada tabel NAUI menggunakan T120 atau 120-minute tissue compartment dalam perhitungan "offgassing". --> Perhatikan berkurangnya Letter Group dari US Navy ke table NAUI

8. Buhlmann Table (ZH-L) mulai dikembangkan oleh Prof. Dr. Albert Buhlmann di Universitas Zurich pada tahun 1960, dengan menggunakan dasar pendekatan Haldanian namun menggunakan teori bahwa gas uptake dan elimination dianggap terjadi secara eksponensial dengan waktu yang sama. Buhlmann dalam teori sistem ZH-L (Zurich Limits) diantaranya menjelaskan masalah ascent rate yang optimal untuk proses recompression, decompression stages setiap interval kedalaman 3 meter dan deep stop. Tabel air dive Buhlmann terbitan tahun 1988 lebih konservatif dari table US Navy, namun masih kurang konservatif dibandingkan DCIEM Tables. Buhlmann juga mengembangkan perhitungan tissue half-times yang lebih banyak untuk mencerminkan kompleksitas jaringan tubuh manusia secara lebih detil. Jika US Navy Dive Table menggunakan T120 (120 minute half-times sebagai jaringan yang terlama, maka Buhlmann memperhitungakan hingga 635 minute half-times.

9. Pengembangan-pengembangan lain seperti BSAC/ Hempleman Table, DSAT/PADI table dan lainnya juga berjalan seiring dengan perkembangan recreational dan technical diving. Hal lebih detail mengenai decompression system ini akan kita ulas secara terpisah, mengingat akan panjangnya penjelasan mengenai decompression system dan latar belakang dari masing-masing dive table.

So, TABLE MANA YANG DIPILIH ATAU PALING BAIK UNTUK DIGUNAKAN?
Jawaban saya pribadi, Dive Tables layaknya sebuah agama, harus dipilih berdasarkan keyakinan. Pilihlah dengan bijaksana! :D
(Kunci: Gunakan dive table yang pernah anda pelajari waktu mengambil kursus selam, ini mungkin yang terbaik yang pernah anda ketahui...)

Selengkapnya bisa dibaca di facebook group: Banyu Biru Explorers

Linknya sbb: http://www.facebook.com/home.php?sk=gro ... 88279&ap=1

semoga bermanfaat :)

dive safely!

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Apr 25, 2011 7:41 pm 
Offline

Joined: Tue Mar 20, 2007 5:58 pm
Posts: 1052
rendra wrote:
So, TABLE MANA YANG DIPILIH ATAU PALING BAIK UNTUK DIGUNAKAN?
Jawaban saya pribadi, Dive Tables layaknya sebuah agama, harus dipilih berdasarkan keyakinan. Pilihlah dengan bijaksana! :D


hiks.. kalo buat yang atheist gimana dong om?


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Apr 26, 2011 2:13 pm 
Offline
User avatar

Joined: Thu Jul 09, 2009 5:51 pm
Posts: 1571
Location: Jakarta
hantulaut wrote:
rendra wrote:
So, TABLE MANA YANG DIPILIH ATAU PALING BAIK UNTUK DIGUNAKAN?
Jawaban saya pribadi, Dive Tables layaknya sebuah agama, harus dipilih berdasarkan keyakinan. Pilihlah dengan bijaksana! :D


hiks.. kalo buat yang atheist gimana dong om?


buat yang atheist atau masih ragu memilih table yang mana... saya sarankan ikuti kata hati ajaaaaa.... :D

_________________
BBeXplorers - Indonesia's Center for Diving Excellence | GUE Affiliate | We provide: Diver Training, EFR Training, Halcyon Dive Systems | Need info on joining DAN? E-mail me: rendra [at] banyubiru.org | Join our group on facebook: Banyu Biru Explorers


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Apr 26, 2011 6:23 pm 
Offline

Joined: Fri Mar 20, 2009 11:39 pm
Posts: 913
Location: Jakarta
hantulaut wrote:
rendra wrote:
So, TABLE MANA YANG DIPILIH ATAU PALING BAIK UNTUK DIGUNAKAN?
Jawaban saya pribadi, Dive Tables layaknya sebuah agama, harus dipilih berdasarkan keyakinan. Pilihlah dengan bijaksana! :D


hiks.. kalo buat yang atheist gimana dong om?


Yang TABLE ( meja ) nya banyak alkohol dan pretty girls cocok lah Bayu-san.......wak kik kik kik.


Yang pake komputer hati hati yah. Tetap modeling adalah based on diver nya relatif sehat, tidak over weight dan etc etc = average healthy person. Jadi ingat harus sehat lah supaya bisa diving dengan aman.


Di Uwatec dengan tabel ZH-L8 ADT MB ada beberapa penalty yang akan di kenakan ke diver karena ada 3 sensor tambahan sebagai input ( di Galileo Sol contoh nya ).
Suhu air, breathing rate dan detak jantung.

Karena suhu bisa pengaruhi gas absorbtion di tissue kita dan adalah state of diving yangtidak nyaman sangat kalo ke dinginan, di air dingin, komputer akan lebih konservatif.

Breathing rate bagi model yang air intergrated memberikan penalty alias bottom time di kurangkan atau deco stop di panjangkan sebab stress level atau HIGH work load ikut main peranan dalam buat diver lebih mudah kena DCS.

Detak jantung, ini gampang di jelaskan. Sirkulasi darah manusia adalah X liter per jam pada kondisi normal dan akan X + Y% jika ngos-ngos-san alias kena work load extra. Kita tau bahwa si biang kerok nitrogen kan numpang masuk ke tubuh kita via nafas dan akhirnya via darah lah ia numpang dan bikin repot. Jadi orang yang sirkulasi darah nya lebih cepat dari normal akan absorb nitrogen lebih banyak lagi.

Jadi anomaly yang terekam oleh computer karena nafas nya diver mendadak nambah dan jantung berpacu lebih cepat akan di kalkulasikan ke tabel sebagai diver yang di luar profile umum dan akan di penaltikan dengan bottom time di singkatkan, safety stop time di tambahakan atau deco time di tambahkan.

Jadi jangan heran saat pakai Galileo family of computers walaupun divers nya kembar dalam dive profile karena buddy-abadi deh ceritanya, outcome nya untuk bottom time dan no fly dan total de-sat tidak akan sama.

Inilah sebab nya Galileo kudu pake CPU 32 bit dan tidak bisa 16 bit lagi. Processing power nya kagak cukup kalo 16bit.

Tidak semua air intergrated computer akan memasukan breathing profile diver dalam hitungan table sebab ini makan batere, makan CPU processing dan etc etc. Tetapi semua dive comp yang ada air intergrated pasti akan berikan info tank pressure dan warning low-on-air pada setting minimal nya, biar aman neh.


Lalu tidak semua air intergrated computer akan hitung Remaining Bottom Time berdasarkan supply udara dengan di masukan kalkulasi ini :

01. Breathing rate si diver pada detik itu

02. Ascent time variable dengan konsumsi udara sesuai breathing rate si diver pada saat itu.

ASCENT TIME VARIABLE adalah suatu formula dimana persentase mekar nya bubble karena diver ascent terlalu cepat tidak di kunci pada 10 meter per menit tok.
Semakin dangkal , contoh di 10 meter, maka 10 meter per menit = 100% ascent rate
Saat di 20 meter, 10 meter per menit kan cuma 50% ascent rate, bukan masaalah.
Pada 5 meter, 10 meter per menit = 200% ascent rate, ini tak bagus neh.

03. Deco Stop jika di perlukan, dengan konsumsi udara sesuai breathing rate si diver pada saat itu

04. Safety stop 3 menit , dengan konsumsi udara sesuai breathing rate si diver pada saat itu

Lalu semua 01-04 di hitung dengan harus tetap ada sisah 20BAR atau sesuai setting minimal air supply sang diver tentukan. Kalkulasi nya rumit dan per 4 detik di hitung ulang.

01-04 adalah True Remaining Bottom Time secara supply udara. Ada lagi remaining bottom time secara loading nitrogen. Yang mana yang lebih pendek, itu lah akan di tampilkan dan serta warning yang relevant terhadap kondisi tesebut akan di beep beep kan baik visual atau audio.

Saya ada Uwatec Aladin Pro jadul abu2 yang udah tua dan kenangan manis tahun 90an. Kalo di pake bareng ama Uwatec Galileo Sol dan diving nya cantik disiplin etc etc, beda nya akan sedikit di remaining bottom time secara nitrogen loading. Begitu diving nya ngos-ngon-san dan pake acara detak jantung masuk ke 160 BPM, langsung deh kena sunat alias kena penalti oleh Galileo.

Memang dilematis dari segi biaya untuk ada sensor udara dan sensor heart rate dan suhu dan semua ini masuk dalam hitungan yang akhirnya perlu dive komputer yang pakai CPU lebih canggih. Cost jadi mahal. Cuma, bagaimana sebuah dive computer tau apa gerangan yang sedang terjadi di tubuh diver ini jika tidak ada sensor tambahan yang adalah human to machine interface ?

Balik lagi ke biaya akhirnya.
Komputer canggih lebih aman ? Yes & No.
Aman adalah diver yang tidak bandel, itu Rule no 1. Mau canggih kayak apapun tuh computer, kalo diver nya demen mepet bahaya ..........sami mawon toh. Kena DCS sih kagak ......cuma out of air ajah di 50 meter.....:roll: , sebab semua warning tidak di hiraukan.


Mau Galileo atau apapun merek dive comp nya, tidak ada satu pun yang akan bisa jamin 100% diver akan bebas DSC jika bandel diving nya. Ini di cam kan dulu.

Memang tidak salah jika kita sekarang seperti hidup mati di tangan electronic. Navigasi dan auto pilot pesawat, toh electronic. Dive comp, toh electronic. Alat nafas buatan untuk pasien di rumah sakit juga pakai electronic controller.

Nah sekarang tinggal terserah kantong masing-masing diver untuk pilih mau yang mana. Yang ada di pasaran semua relatif bagus deh walaupun kemampuan beda beda. Memang yang adaptive terhadap diver karena banyak sensor tambahan pasti cost nya lebih mahal.

Satu hal yang mungkin bisa saya kasih tips adalah, komputer yang ber-isi udara dan bukan berisi minyak, secara waterproofing reliability, tidak akan bisalah yang ber isi udara akan lebih baik.

Kalo mau isi udara, komputer bisa kecil mungil. tapi semua tombol tetap mengandalkan seal atau o-ring kayak tombol di kamera kita. Lupa cuci sekian minggu bisa macet tuh tombol pada sebagian model. Saya ada 2 komputer teman yang macet kayak gitu. Satu di tinggalkan di kapal abis menyelam dan lupa di cuci , lalu 1 bulan
kemudian ketemu di laci dan jammed up lah tuh tombol. Ada satu yang lepas di wreck Pamagaran. 2 minggu kemudian kita cari dan dapat, tapi udah total loss karena macet juga. Diplay nyalah tapi tombol macet.


Kalo komputer di isi minyak, itu zero pressure difference pada kedalaman berapapun sebab sama sama liquid, air laut tidak bisa berikan tekanan ke dalam computer yang oil filled karena equal state of pressure setiap saat. Tombol computer oil-filled biasanya electrical contact type atau didalam membrane dan di sisi yang oil-filled, jadi tidak ada pergerakan mekanikal di bagian yang kena air laut. Jeleknya ukuran komputer yang oil filled pasti gede dan tidak lah seperti jam tangan. Ada untung ada rugi lah.

Kalo untuk bandel yah itu Aladin Pro ( kayak saya punya ) emang legendaris karena dari tahun 80an udah ada yang Mark 1 , jadi sudah terdokumentasikan bandel nya. Saya juga ada Suunto Solution dan Favor dari tahun 90an tapi udah kagak mau idup lagi. Kalo yang udah diving dari awal 90an pasti ingat betapa imut imut kecil Suunto Solution dan Suunto Favor dibanding Aladin Pro pada zaman itu. Cuma Scubapro DC 12 yang lebih kecil dari Suunto pada saat itu. AquaLung M1 ( buatan Uwatec ) juga agak gede bentuknya.

Aladin Pro abu2 yang udah umur ampir 20 tahun masih banyak di pake orang, mundar mandir ke Hong Kong ganti batere tiap 2-3 tahun.

Kalo saya pribadi, dive comp bisa tahan 10 tahun udah thank you lah sebab electronic component seperti capacitor biasanya ada umur nya , yang umum nya lebih pendek dari semiconductor chip.


Blup blup blup..........safe diving guys
SP

_________________
Used to be dumb but no more....


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 33 posts ]  Go to page 1, 2, 3  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 4 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to: